Rusia Klaim Kuasai Lagi Sebuah Desa , Trump Tiba-tiba Umumkan Tambahan Bantuan Senjata untuk Ukraina

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (7 Juli) menyatakan bahwa Washington akan memberikan lebih banyak senjata kepada Ukraina. Pernyataan ini berbalik dari keputusan Gedung Putih minggu lalu yang sempat menunda pengiriman sebagian bantuan senjata. Di saat yang sama, militer Rusia mengklaim telah merebut sebuah desa untuk pertama kalinya di wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina.

Trump mengatakan kepada media di Gedung Putih bahwa Ukraina sedang menghadapi “serangan yang sangat, sangat berat”, dan bahwa “kami akan menyediakan lebih banyak senjata, terutama senjata pertahanan”.

Konflik Rusia-Ukraina yang telah berlangsung selama tiga tahun ini terus memanas, dengan Rusia meningkatkan serangan rudal dan drone, yang semakin mengancam pemerintahan Kyiv.

Pada  4 Juli lalu, Trump juga mengatakan bahwa Moskow hanya ingin “terus membunuh orang”, dan hal itu membuatnya “sangat tidak senang”.

Setelah percakapan antara kedua pihak, Rusia kembali melancarkan serangan udara besar-besaran selama berjam-jam terhadap Ukraina. Warga di berbagai wilayah Ukraina terpaksa mengungsi darurat. Serangan kali ini melukai 23 orang. 

Seorang warga Kyiv menyatakan bahwa serangan 4 Juli dini hari terasa berbeda dari biasanya: “Belum pernah ada serangan seperti ini sebelumnya, belum pernah terjadi ledakan sebanyak ini.”

Militer Ukraina pada 4 Juli melaporkan bahwa pasukan Rusia mengerahkan 539 unit drone dan menembakkan 11 rudal pada hari itu.

Pada 7 Juli, Rusia meluncurkan gelombang serangan baru yang menewaskan 4 orang dan melukai lebih dari 30 orang di Ukraina. Dilaporkan bahwa salah satu target serangan Rusia adalah pusat perekrutan militer Ukraina.

Di hari yang sama, militer Rusia juga mengklaim bahwa setelah bertempur selama beberapa bulan di perbatasan wilayah Dnipropetrovsk, mereka akhirnya berhasil merebut sebuah desa untuk pertama kalinya di wilayah tersebut.

Menurut laporan Associated Press, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy baru-baru ini menyatakan bahwa pihaknya telah menandatangani kontrak dengan sekutu Eropa dan sebuah perusahaan pertahanan Amerika Serikat untuk meningkatkan produksi drone. Diharapkan Ukraina bisa memperoleh “ratusan ribu” drone tambahan tahun ini.

Dalam unggahan di Telegram pada 7 Juli, Zelenskyy menulis, “Pertahanan udara adalah kunci untuk menyelamatkan nyawa,” termasuk pengembangan drone pencegat untuk menghadang drone jarak jauh buatan Rusia jenis “Shahed”. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Banjir Terbesar Abad Ini di Texas : Jumlah Korban Tewas Melebihi 100 Jiwa, Trump Meninjau Lokasi Bencana Pada Hari Jumat

EtIndonesia. Sejak Jumat lalu (4 Juli), wilayah Texas tengah tiba-tiba dilanda banjir dahsyat yang disebut sebagai banjir terparah dalam beberapa dekade terakhir. Hingga saat ini, setidaknya 104 orang dilaporkan tewas. Presiden AS Donald Trump menyatakan pada Senin malam bahwa ia akan mengunjungi wilayah terdampak di Texas pada  Jumat mendatang.

 “Presiden Trump dengan cepat menandatangani deklarasi bencana besar untuk Kerr County, Texas, guna memastikan para petugas tanggap darurat yang pemberani mendapatkan semua sumber daya yang mereka butuhkan untuk operasi penyelamatan dan pemulihan,” ujar Juru bicara Gedung Putih, Karoline Levitt.

Menurut data resmi, wilayah yang paling parah terdampak adalah Kerr County, terutama di kota Kerrville, di mana tercatat 75 orang meninggal dunia—termasuk 28 anak-anak. Secara keseluruhan, korban tewas di seluruh negara bagian Texas telah melebihi 100 orang.

Presiden AS Donald Trump mengatakan:  “Texas memiliki gubernur yang luar biasa dan anggota kongres yang hebat. Saya bekerja sama dengan mereka. Kami bekerja sangat keras. Ini bencana yang sangat serius, dan jelas Texas telah mengalami kerusakan yang tak terduga. Hari Jumat saya akan pergi ke Texas.”

Camp Mystic, sebuah lokasi perkemahan di tepi Sungai Guadalupe, pada Senin (7 Juli) mengkonfirmasi bahwa 27 peserta dan pembina tewas akibat banjir besar yang melanda perkemahan tersebut.

Senator Partai Republik Ted Cruz menyatakan:  “Kematian anak-anak perempuan yang hilang di Camp Mystic adalah mimpi buruk bagi setiap orang tua.”

Sheriff Kerr County, Larry Leitha, mengatakan:  “Saat ini, masih ada 10 peserta perkemahan dan 1 pembina yang belum ditemukan di Camp Mystic.”

Pada Jumat lalu, hujan deras mengguyur Texas secara tiba-tiba dengan curah hujan mencapai 30 cm dalam waktu kurang dari satu jam. Hal ini menyebabkan Sungai Guadalupe di Texas tengah meluap drastis dan berubah menjadi arus deras yang menghancurkan.

Jalan, jembatan, dan infrastruktur lainnya serta komunitas sekitar rusak parah. Meskipun air mulai surut, daerah tersebut kini dipenuhi reruntuhan dan kerusakan.

Pada Senin, operasi pencarian dan penyelamatan yang melibatkan pemerintah Texas dan federal telah memasuki hari ketiga. Karena dikhawatirkan terjadi banjir susulan, pihak berwenang kembali memerintahkan evakuasi warga. Meksiko juga mengirimkan tim pemadam kebakaran untuk membantu misi penyelamatan.

Kepala Urusan Perbatasan Gedung Putih, Tom Homan, mengatakan:  “Saya pikir Menteri Noem dan Presiden Trump merespons dengan sangat cepat. Saya tahu bahwa Patroli Perbatasan dan unit BORSTAR telah dikerahkan dan sedang membantu operasi penyelamatan.”

Saat ini, Texas tengah masih berada dalam status siaga banjir tingkat 3. Curah hujan diperkirakan melebihi 5 inci, yang akan memperparah kondisi tanah yang sudah jenuh air dan membuat upaya penanggulangan bencana semakin sulit. (Hui/asr)

Laporan oleh Yu Liang, reporter NTD TV.

Trump Umumkan Gelombang Pertama Tarif Baru – Daftar Tarif untuk 14 Negara Sekaligus Termasuk Indonesia 32%

Etindonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 7 Juli waktu setempat,  secara resmi mengirim surat kepada 14 negara untuk memberitahukan bahwa tarif impor terhadap negara-negara tersebut akan dikenakan berdasarkan tarif baru mulai 1 Agustus.

Trump juga mempublikasikan salinan surat pemberitahuan tarif kepada negara-negara tersebut di platform medianya, Truth Social, dengan rincian sebagai berikut:

  • Jepang: 25%
  • Korea Selatan: 25%
  • Malaysia: 25%
  • Kazakhstan: 25%
  • Tunisia: 25%
  • Indonesia: 32%
  • Myanmar: 40%
  • Laos: 40%
  • Thailand: 36%
  • Serbia: 35%
  • Kamboja: 36%
  • Bangladesh: 35%
  • Bosnia & Herzegovina: 30%
  • Afrika Selatan: 30%

Dalam suratnya kepada para pemimpin negara tersebut, Trump memperingatkan bahwa jika mereka membalas dengan menaikkan tarif terhadap produk AS, maka AS akan menaikkan tarif lebih tinggi lagi di atas yang telah diumumkan.

Trump menegaskan, “Jika kalian, karena alasan apa pun, memutuskan untuk menaikkan tarif, maka berapapun kenaikannya, kami akan menaikkan tarif kami lebih tinggi dari 25% yang telah kami kenakan.”

Trump juga menyampaikan bahwa ia akan mengirim lebih banyak surat kepada kepala negara lain sebelum batas akhir kesepakatan, yakni pada 9 Juli (waktu AS bagian timur) pukul 00:01 dini hari. 

Ia juga memperingatkan bahwa jika suatu negara mencoba menghindari tarif tinggi AS dengan mengalihkan pengiriman melalui negara ketiga, maka AS tetap akan memberlakukan tarif tinggi. Namun, jika suatu negara memilih membangun pabrik atau memproduksi barang langsung di wilayah AS, maka mereka tidak akan dikenakan tarif tersebut.

Trump pertama kali mengumumkan tarif timbal balik global pada April tahun lalu, disertai masa tenggang 90 hari untuk memberikan ruang negosiasi dan mencapai kesepakatan perdagangan akhir dengan masing-masing negara. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Gelombang Panas Ekstrem di Tiongkok: Mahasiswa Pingsan, Petugas Asrama Lansia Meninggal – Pakar: Ini Bukan Bencana Alam, tapi Ulah Manusia

Baru-baru ini, banyak wilayah di Tiongkok dilanda gelombang panas ekstrem dengan suhu melebihi 40°C. Dalam kondisi panas menyengat ini, banyak warga mengalami serangan panas, mahasiswa pingsan, bahkan seorang petugas asrama lansia meninggal dunia. Para pakar menyebut bahwa ini bukan sekadar bencana alam, melainkan bencana akibat kelalaian manusia.

EtIndonesia. Provinsi Shandong, Tiongkok  belakangan ini mencatat suhu tinggi terus-menerus dan menjadi wilayah terpanas di seluruh negeri. Pada 5 Juli, warganet melaporkan bahwa di Kampus Donghai, Universitas Nanshan Yantai, asrama mahasiswa tidak memiliki pendingin udara. Seorang mahasiswa dilaporkan pingsan karena panas dan harus dibawa ke rumah sakit.

 “Kita melihat para pejabat tinggi Partai Komunis Tiongkok korupsi hingga miliaran atau ratusan miliar yuan, dan kekayaan mereka dibawa kabur ke luar negeri—ke rumah mewah, mobil mewah, dan kasino di Barat. Rezim Xi Jinping menghamburkan uang untuk diplomasi dan bantuan militer ke negara lain, tapi membiarkan mahasiswa di dalam negeri pingsan kepanasan di asrama. Inilah kekejaman dan sifat sejati dari kediktatoran PKT,” kata penulis Tionghoa-Kanada, Sheng Xue. 

Asrama Universitas Qingdao juga dilaporkan tidak memiliki AC. Pada  6 Juli pagi, seorang mahasiswa mengalami serangan panas dan harus dilarikan ke rumah sakit.

 “Tiongkok menyebut dirinya negara besar yang sedang bangkit dan menghamburkan uang ke mana-mana. Banyak universitas mempercantik bangunan dan mengadakan perayaan besar, gedung-gedung pemerintahan dibangun megah. Dana sebesar itu seharusnya bisa dipakai untuk memasang AC di asrama mahasiswa. Jika listriknya kurang memadai, bisa direnovasi. Tidak seharusnya sampai ada korban jiwa,” kata juru bicara World Uyghur Congress, Ilshat Hassan. 

Pada 6 Juli, seorang petugas asrama berusia 60 tahun di Universitas Qingdao meninggal dunia karena serangan panas. Para mahasiswa menemukan bahwa pria lansia itu telah delapan bulan tidak menerima gaji. Ia hidup dalam kondisi memprihatinkan—makan tiga kali sehari hanya dengan mie instan rebus, bahkan sayur pun jarang disentuh.

Sheng Xue menambahkan:  “Laporan seperti ini sangat menyayat hati dan membangkitkan kemarahan. Di satu sisi, para elite PKT hidup bermewah-mewahan tanpa batas, sementara rakyat biasa harus berjuang keras di tengah panas ekstrem, bahkan sampai kehilangan nyawa.”

Pada 5 Juli, saat Festival Musik Pemuda Baru digelar di Weifang, banyak penonton pingsan karena cuaca panas dan harus dibawa dengan ambulans untuk mendapat perawatan. (Hui/asr)

Laporan oleh Li Yun dan Qiu Yue, wartawan NTDTV

Longsor Terjadi di Perbatasan Jilong Tibet – 17 Orang Dilaporkan Hilang

Pada 8 Juli sekitar pukul 05.00 pagi, terjadi bencana longsor di kawasan perbatasan Jilong yang terletak antara Tiongkok dan Nepal. Berdasarkan statistik awal, 17 orang dilaporkan hilang akibat bencana ini. Dari jumlah tersebut, 11 orang hilang di sisi Tiongkok, sedangkan 6 orang lainnya hilang di sisi Nepal, yang semuanya merupakan pekerja dari perusahaan Tiongkok.

EtIndonesia. Menurut informasi dari Kabupaten Jilong Kota Xigazê, Tibet, longsor terjadi setelah hujan deras pada 8 Juli dini hari, yang menyebabkan tanah di pegunungan menjadi gembur dan akhirnya memicu longsor besar ke area perbatasan Jilong. Kantor berita milik pemerintah Partai Komunis Tiongkok (PKT) , Xinhua, melaporkan bahwa hingga saat ini 17 orang masih belum ditemukan.

Di antara para korban hilang di sisi Tiongkok terdapat pedagang perbatasan dan petugas penjaga perbatasan. Sementara itu, keenam korban hilang di sisi Nepal merupakan anggota tim konstruksi dari perusahaan milik Tiongkok.

Karena lokasi Jilong berada di lereng selatan Pegunungan Himalaya yang medannya sangat curam, akses jalan mengalami kerusakan parah. 

Satu-satunya jalur darat telah tertimbun longsor. Ditambah dengan hujan yang terus mengguyur, risiko bencana susulan semakin tinggi. Hal ini menyebabkan operasi penyelamatan menjadi sangat sulit, dan saat ini helikopter menjadi alat transportasi utama untuk proses evakuasi dan bantuan. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Ada Apa? Lebih dari 60 Penampakan UFO di Atas Langit New York pada Paruh Pertama 2025

Selama paruh pertama tahun ini, tercatat lebih dari 60 penampakan UFO di negara bagian New York saja. Benda-benda terbang tak dikenal ini muncul diam-diam, lalu menghilang secepat kilat. Mari kita simak beberapa kejadian aneh tersebut.

EtIndonesia. Data dari Pusat Pelaporan Nasional UFO AS (National UFO Reporting Center, disingkat NUFORC) menyebutkan, dari Januari hingga Juni 2025, telah tercatat 66 laporan penampakan UFO di negara bagian New York—jumlah yang mengejutkan.

Semua laporan ini dikirim secara sukarela oleh masyarakat dan belum diverifikasi secara independen oleh otoritas resmi, namun beberapa di antaranya memiliki detail yang jelas dan telah memicu banyak perbincangan publik.

  • 1 Januari dini hari, saat malam tahun baru di Times Square, seorang saksi mata melaporkan melihat 7 objek bundar berwarna hitam (UAP) melayang diam di udara, lalu tiba-tiba menghilang.
  • 17 Februari malam, di Hamburg, wilayah barat New York, dilaporkan muncul objek bercahaya melayang di langit malam selama sekitar 30 detik sebelum menghilang.
  • 29 Mei malam, sebuah keluarga di dekat Cohoes melihat benda bulat bercahaya merah melayang stabil di udara selama sekitar 10 menit. Meski sempat diduga drone, saksi menegaskan benda tersebut berputar dengan stabil dan tidak seperti drone biasa.

Selain itu, di Reddit, beredar sebuah video dari Bronx yang memperlihatkan bola cahaya putih bergerak dengan kecepatan tinggi melintasi langit malam kota, yang juga menarik perhatian luas.

Meskipun belum ada konfirmasi atau penjelasan resmi, kemunculan berulang objek-objek misterius ini telah menarik minat luas dari masyarakat umum dan para penggemar UFO. (Hui/asr)

Laporan oleh Tian Xin, reporter magang NTDTV

Gonggongan Anjing Menyelamatkan 67 Nyawa Saat Tanah Longsor Melanda Desa di Mandi, India

EtIndonesia. Saat musim hujan terus mengguyur Himachal Pradesh, memicu tanah longsor, banjir bandang, dan hujan badai, gonggongan anjing desa di distrik Mandi yang tepat waktu menimbulkan tanda bahaya, memungkinkan 67 orang dari 20 keluarga untuk menyelamatkan diri tepat pada waktunya.

Pada tanggal 30 Juni, antara tengah malam dan pukul 1 dini hari, Desa Siyathi di daerah Dharampur, Mandi hancur menjadi puing-puing.

Seorang warga Siyathi, Narendra, mengatakan anjing yang tidur di lantai dua rumahnya tiba-tiba mulai menggonggong keras dan kemudian melolong sekitar tengah malam, saat hujan terus turun.

“Saya terbangun karena gonggongan itu. Saat saya menghampirinya, saya melihat retakan besar di dinding rumah dan air mulai masuk. Saya berlari turun bersama anjing itu dan membangunkan semua orang,” kata Narendra.

Narendra kemudian membangunkan orang lain di desa itu dan meminta mereka untuk lari ke tempat yang aman. Hujan yang begitu lebat membuat orang-orang meninggalkan semua barang untuk berlindung. Tak lama kemudian, desa itu dilanda tanah longsor dan hampir selusin rumah rata dengan tanah. Hanya empat hingga lima rumah yang terlihat di desa itu; sisanya tertimbun reruntuhan tanah longsor.

Para penyintas kini berlindung di kuil Naina Devi yang dibangun di desa Triyambala selama tujuh hari terakhir. Sementara itu, beberapa penduduk desa menderita tekanan darah dan depresi akibat tragedi itu.

Setidaknya 78 orang telah meninggal di Himachal Pradesh sejak awal musim hujan pada 20 Juni – dari jumlah tersebut 50 orang meninggal dalam insiden yang berhubungan dengan hujan seperti tanah longsor, banjir bandang, dan hujan badai, sementara 28 orang meninggal dalam kecelakaan lalu lintas, kata Otoritas Penanggulangan Bencana Negara Bagian (SDMA).

Hujan deras telah menyebabkan bencana besar, dengan negara bagian melaporkan 23 banjir bandang, diikuti oleh 19 insiden hujan deras dan 16 tanah longsor sejauh ini.

Distrik Mandi, yang terkena dampak parah oleh hujan deras, banjir bandang, dan tanah longsor, mengalami jumlah kematian tertinggi. Banjir bandang telah menyebabkan 280 jalan, termasuk 156 di Mandi, tidak dapat dilalui lalu lintas.

Departemen Meteorologi India (IMD) telah mengeluarkan peringatan banjir bandang di 10 distrik pada hari Senin.(yn)

Pelajari Kebajikan Ini, Maka Kamu Akan Mendapat Lebih Banyak Persahabatan

EtIndonesia. Suatu pagi, saya keluar rumah mengendarai mobil. Di tengah perjalanan, saya berhenti sebentar di pinggir jalan dekat sebuah gang untuk membeli sarapan.

Saat itu, sebuah taksi hendak berbelok ke dalam gang. Tapi karena mobil saya parkir cukup dekat dengan tikungan, bodi taksi itu tanpa sengaja menyenggol bagian depan mobil saya sebelah kiri.

Saya masih duduk di dalam mobil saat itu. Si sopir taksi segera turun dari kendaraannya, lalu dengan wajah penuh rasa bersalah menghampiri saya dan berkata gugup: “Maaf… ini… harus bagaimana ya?”

Saya tahu, ya sudah, mobil saya memang tersenggol. Kejadiannya sudah terjadi. Tapi saya lihat tidak terlalu parah—hanya goresan kecil.

 Melihat wajahnya yang begitu cemas dan kebingungan, saya berkata: “Tidak apa-apa, tenang saja. Cepat lanjutkan pekerjaanmu. Ini bukan masalah besar, lanjutkan saja narik penumpang.”

Saya bahkan belum turun dari mobil, tidak menuntut apa-apa, dan hanya menyuruh dia pergi. Sopir taksi itu pun terlihat sangat lega. Dia terus-menerus mengangguk, minta maaf dan mengucapkan terima kasih sebelum pergi dengan ekspresi sangat bersyukur.

Kenangan dari Masa Muda: Ketika Saya yang Salah

Saya jadi teringat kembali, saat saya masih muda—sekitar umur 28 tahun—saya bekerja sebagai reporter di stasiun televisi Huashi (CTS).

Suatu hari, ketika hendak pulang kerja, saya sedang mundur mobil di area parkir Huashi yang cukup gelap. Tanpa sengaja, saya menabrak sebuah mobil mewah yang sedang melintas perlahan. Mobil saya sendiri sangat tua, hanya senilai 50 ribu yuan.

Saya langsung panik.


“Waduh, bagaimana ini? Mobil tua saya menabrak mobil semewah itu? Apa yang harus saya lakukan?”

Sopir dari mobil mahal itu pun turun untuk melihat kerusakan. Sementara saya berdiri di samping mobil, sangat tegang, kepala menunduk, terus-menerus meminta maaf.

Tiba-tiba, kaca belakang mobil mewah itu diturunkan. Di dalamnya duduk seorang tokoh terkenal: Tuan Wu Jingguo, Ketua Komite Olimpiade Taiwan saat itu.
(Meski saya masih reporter pemula, saya langsung mengenali sosok beliau.)

Saya makin gugup. Saya tahu saya bersalah, dan siap menerima konsekuensinya.

Namun yang terjadi di luar dugaan.

Tuan Wu turun dari mobil, melihat kondisi mobilnya, lalu dengan suara tenang berkata: “Tak apa-apa. Lain kali hati-hati ya.”

Setelah itu, dia memberi isyarat pada sopirnya untuk jalan. Beliau pergi begitu saja—tanpa menuntut ganti rugi.

Saya pun berdiri di kegelapan dengan rasa haru dan syukur yang luar biasa.

Satu Prinsip, Dua Kejadian

Dari peristiwa itu saya belajar satu hal:

  • “Memberi ruang untuk orang lain, berarti memberi ruang untuk diri sendiri.”
    –  “Memaafkan orang lain, berarti juga mencintai dan menyayangi diri sendiri.”

Itulah kebajikan yang saya pelajari bertahun-tahun lalu dari Tuan Wu Jingguo. Beliau tidak mengenal saya. Mungkin dia pun sudah lupa kejadian itu. Tapi saya tidak pernah melupakannya. Saya menyimpannya dalam hati, dan terus membawanya hingga hari ini.

Tiga puluh tahun kemudian, saya memilih melakukan hal yang sama kepada sopir taksi yang menyenggol mobil saya. Saya tahu, kehidupannya sebagai sopir taksi penuh kerja keras dan kelelahan. Mungkin, dia jauh lebih membutuhkan pengertian daripada saya membutuhkan kompensasi.

Dan walaupun mobil saya mengalami kerusakan ringan hari itu, hati saya justru dipenuhi kebahagiaan sepanjang hari.

Catatan sanubari

Air adalah lambang kelembutan. Dia bisa masuk ke dalam wadah apa pun dan mengambil bentuk apa pun.

Tak peduli sekeras apa pun dunia di luar sana, air tetap menjadi unsur yang paling lentur dan paling fleksibel di alam.

Dalam situasi sosial yang penuh konflik atau ketegangan, hati manusia pun bisa seperti air—lembut, tapi kuat. Air yang mengalir tenang mampu menghimpun sungai dan menjadi kekuatan besar.

Hati manusia adalah daging, bukan batu. Dan dia bisa menjadi lembut dan indah.

Ketika hati kita penuh kelembutan, kita menjadi seperti air—mampu menghimpun banyak sungai, menciptakan aliran besar yang tak terbendung.

Dalam komunikasi dan interaksi, jika kita saling memperlakukan dengan hati yang lapang dan lembut, maka kita akan:

·        Lebih banyak memberikan pengakuan

·        Lebih banyak memuji dengan tulus

·        Lebih banyak berbaik sangka

·        Lebih mudah memaafkan

Dan dengan itu, kita akan memenangkan lebih banyak persahabatan.

 “Komunikasi yang penuh kebaikan, jawaban yang lembut—mampu meredakan amarah.”
“Dengarkan dulu, baru bicara. Berdialoglah, jangan berseberangan.” (jhn/yn)

Penulis: Dai Chenzhi

Penetapan Teroris Asing untuk HTS Suriah Dicabut oleh AS, Ketahui Apa Itu Hayat Tahrir al-Sham

EtIndonesia. Amerika Serikat telah mencabut penetapan organisasi teroris asing untuk Front al-Nusrah yang berbasis di Suriah, yang juga dikenal sebagai Hay’at Tahrir al-Sham (HTS), sebuah memo yang dipublikasikan secara daring pada hari Senin (7/7) berbunyi. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio menandatangani memo tertanggal 23 Juni sebelum dipublikasikan dalam pratinjau Federal Registe. Memo tersebut secara resmi dipublikasikan pada hari Selasa (8/7).

Hal ini dipandang sebagai langkah Washington untuk memenuhi janjinya membantu Suriah mengakhiri isolasi dari sistem keuangan internasional dan membangun kembali setelah perang saudara yang menghancurkan. Seminggu sebelumnya, Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang mengakhiri program sanksi AS terhadap Suriah.

“Setelah berkonsultasi dengan Jaksa Agung dan Menteri Keuangan, dengan ini saya mencabut penetapan Front al-Nusrah, yang juga dikenal sebagai Hay’at Tahrir al-Sham (dan alias lainnya) sebagai Organisasi Teroris Asing,” memo yang ditandatangani oleh Rubio berbunyi.

Kementerian luar negeri Suriah belum memberikan komentar langsung mengenai pencabutan oleh AS tersebut.

Apa itu Front al-Nusrah

Hayat Tahrir al-Sham, atau HTS, sebelumnya merupakan cabang al-Qaeda di Suriah, atau Front Nusra. Pada bulan Desember tahun lalu, HTS bersama dengan pemberontak Islam lainnya di bawah pimpinan Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa melancarkan serangan besar-besaran terhadap Bashar al-Assad dan menggulingkannya sebagai presiden negara tersebut.

HTS mengklaim telah memutuskan hubungan dengan al-Qaeda beberapa tahun yang lalu dan mengatakan bahwa mereka bertujuan untuk membangun Suriah yang inklusif dan demokratis.

Hayat Tahrir al-Sham muncul selama tahap awal perang saudara Suriah, yang dimulai pada tahun 2011 melawan pemerintah Bashar al-Assad.

Kelompok ini merupakan cabang dari Front Nusra, afiliasi resmi al-Qaeda di Suriah. Namun pada tahun 2016 organisasi tersebut mengklaim telah memutus hubungan dengan Front Nusra dan setahun kemudian mengadopsi nama baru Hayat Tahrir al-Sham. Hal ini memungkinkan organisasi tersebut untuk menjauh, meskipun tidak sepenuhnya, dari ideologi jihad al-Qaeda dan berfokus pada isu-isu khusus Suriah seperti pemerintahan lokal, ekonomi, dan bantuan kemanusiaan.

Meskipun terjadi perubahan ini, ideologi inti Hayat Tahrir al-Sham tetap dikaitkan dengan Jihad dan tujuan utamanya adalah menggulingkan pemerintahan Assad, yang akhirnya tercapai pada bulan Desember tahun lalu.(yn)

Keyakinan Menentukan Hidup: Kisah Para Mahasiswa yang Belajar Bahasa Inggris di Atas Jembatan Danau

EtIndonesia. Kesuksesan bukanlah sesuatu yang jatuh dari langit, melainkan hasil dari latihan keras dan perjuangan yang memaksa diri keluar dari zona nyaman.

Beberapa tahun lalu, saya pernah diundang untuk memberikan ceramah di salah satu perusahaan Taiwan terkenal di Tianjin, Tiongkok. Setelah acara selesai pada malam hari, panitia mengajak saya berjalan-jalan santai di sekitar kampus Universitas Nankai Tianjin.

Malam itu suasana kampus cukup temaram. Di dalam kampus, terdapat sebuah danau dengan sebuah jembatan melintasinya. Dari kejauhan, saya melihat sekelompok mahasiswa—pria dan wanita—berkumpul di atas jembatan. Mereka tampak sedang asyik berbicara. 

Saya penasaran, dalam hati bertanya-tanya: “Malam-malam begini, di tempat gelap seperti ini, apa yang mereka lakukan ramai-ramai di atas jembatan?”

Panitia menjawab : “Mereka sedang latihan berbicara Bahasa Inggris.”

“Ha? Latihan Bahasa Inggris?” Saya benar-benar terkejut.

“Iya, para mahasiswa ini datang secara sukarela ke jembatan itu untuk latihan speaking. Mereka punya aturan: begitu naik ke atas jembatan, semua harus berbicara dalam Bahasa Inggris—tidak boleh menggunakan Bahasa Mandarin. Tujuannya untuk memaksa diri sendiri agar terbiasa menggunakan Bahasa Inggris dalam percakapan,” jawab penitia lebih lanjut.

Ternyata banyak dari mereka adalah mahasiswa dari luar daerah, yang tidak punya cukup uang untuk ikut kursus bahasa, jadi mereka membuat komunitas belajar sendiri.

Saya terperangah. Rasanya sulit dipercaya—tapi kenyataan itu begitu menggugah hati.

Kenangan yang Terhubung Kembali

Bertahun-tahun kemudian, saya berkesempatan menjamu Dr. Zhang Chunsheng, Wakil Rektor Universitas Oregon, Amerika Serikat—juga almamater saya. Dia datang ke Taipei untuk menghadiri konferensi internasional. Ketika kami berbincang, saya secara spontan menceritakan kembali pengalaman saya tentang mahasiswa yang belajar Bahasa Inggris di atas jembatan kampus Nankai.

Begitu mendengar cerita itu, Dr. Zhang langsung berseru dengan antusias, sambil bertepuk tangan dan tertawa: “Iya, benar! Itu kampus saya—Universitas Nankai di Tianjin!”
 

“Dulu kami juga belajar di jembatan itu. Nama danau itu Danau Mata Kuda, dan area di sekitar jembatan kami sebut English Corner. Setiap pagi dan malam, selalu ada yang datang untuk latihan bahasa!”

Dr. Zhang menceritakan bahwa dia juga pernah menjadi bagian dari kelompok itu. Berkat kerja keras dan latihan mandiri di “English Corner” itulah, dia kemudian berhasil studi ke Amerika, menjadi dosen, hingga akhirnya—dari puluhan kandidat bergelar doktor—dia terpilih sebagai Wakil Rektor Universitas Oregon. Dan hebatnya, usianya hanya dua tahun di atas saya.

Latihan Mandiri Bisa Mengubah Nasib

Saya juga pernah berkunjung ke Pyongyang, Korea Utara, dan saat itu dipandu oleh seorang pemandu wisata perempuan yang fasih berbicara dalam Bahasa Mandarin dengan pelafalan yang sangat baik.

Saya bertanya kepadanya :  “Apakah Anda pernah belajar ke Tiongkok? Bahasa Mandarin Anda bagus sekali!”

Dia menjawab : “Tidak pernah. Kami tidak bisa bepergian ke luar negeri sembarangan. Saya lulusan jurusan Bahasa Mandarin, dan semuanya saya pelajari sendiri dengan latihan keras.”

Di kesempatan lain, saya diundang untuk memberi ceramah di sebuah konferensi perusahaan asuransi di Xi’an, Tiongkok. Karena ada tamu dari Amerika, pihak panitia menghadirkan tiga penerjemah simultan perempuan. Saat saya berbicara dalam Bahasa Mandarin, mereka secara bergantian langsung menerjemahkan isi pidato saya ke dalam Bahasa Inggris untuk audiens asing.

Selesai acara, saya bertanya kepada manajer perusahaan: “Apakah mereka semua lulusan luar negeri? Penerjemahan mereka sangat hebat!”

Dia menjawab : “Tidak. Tidak satu pun dari mereka pernah keluar negeri. Mereka hanya lulusan universitas lokal, dan semuanya belajar secara mandiri, latihan keras sendiri, hingga bisa menjadi interpreter profesional.”

Kesuksesan Butuh Tekad dan Latihan

Kesuksesan tidak jatuh dari langit. Kesuksesan datang dari perjuangan.

Ada pepatah Tiongkok berkata: “Sejak dahulu kala, keberhasilan selalu milik mereka yang berani memaksa diri.”

Artinya, dengan usaha dan ketekunan, siapa pun bisa mencapai cita-cita.

Di sepanjang proses belajar, kita perlu terus bertanya kepada diri sendiri: “To be”—Aku ingin menjadi apa?

Ketika kamu tahu siapa yang ingin kamu jadi, dan benar-benar menginginkannya, maka kamu harus terus berusaha mengejar arah tersebut dengan gigih dan tak kenal lelah.

“To be” bukan sekadar pertanyaan tata bahasa. Dia adalah keyakinan, tujuan hidup, dan jalan yang ingin kita tempuh di masa depan.

Ada yang mengasah kemampuan Bahasa Inggris sejak muda, dan akhirnya menjadi profesor dan wakil rektor di Amerika. Ada pula yang menguasai Bahasa Mandarin melalui kerja keras, keluar dari kemiskinan, dan menjadi pemandu wisata berpenghasilan tinggi di Korea Utara. Ada juga yang menjadi penerjemah simultan karena kegigihannya belajar secara otodidak.

Keyakinan membentuk hidup, ketekunan mewujudkan mimpi.

Setelah melalui proses panjang, penuh perjuangan dan pengorbanan, akhirnya: “Mereka yang tertawa terakhir, tertawanya paling indah.” 

Catatan yang Menginspirasi

Saat masih muda, seorang guru pernah berkata kepada saya: “Tanyakan terus pada dirimu sendiri: ‘Apa yang sedang kamu lakukan saat ini?’”

Hidup adalah hadiah yang sangat berharga. Jangan sia-siakan satu haripun.

Dalam buku “The Last Lecture”, penulisnya Prof. Randy Pausch, yang wafat akibat kanker, menyampaikan pesan terakhir untuk dunia. 

Istrinya, Jai Pausch, dalam buku lanjutannya “The Last Lecture Never Ends” menulis: “Ya, aku telah melalui duka mendalam. Tapi aku harus tetap melangkah ke depan. Jika tidak, aku akan kehilangan momen-momen kebahagiaan yang masih mungkin terjadi dalam hidupku. Dan itulah tragedi sejati.”

“Aku sadar, aku harus melakukan sesuatu untuk diriku sendiri—dan itu harus dimulai sekarang. Bukan nanti. Aku harus meraih kebahagiaan setiap hari, bukan menunggu sampai esok.”

Benar sekali—membangun mimpi tidak bisa ditunda. Tidak ada waktu yang paling tepat. Waktunya adalah sekarang. Kita tidak bisa terus menatap ke belakang, mengingat luka dan kegagalan. Kita harus seperti Tigger si Harimau, tokoh dari Winnie the Pooh yang lincah dan optimis, terus melompat menuju hari esok yang cerah dan penuh kemungkinan.

“Apa yang sedang aku lakukan sekarang?”

“Apa lagi yang bisa aku lakukan?”

“Kenapa orang lain bisa berhasil?

Dan kenapa itu belum terjadi padaku?”

“Kalau bukan sekarang, kapan aku akan bertindak?”

Ingin jadi orang seperti apa? Ingin jadi dirimu yang bagaimana?

Berpikir saja tidak cukup. Yang penting adalah: segera lakukan.

Karena: “Sikap menentukan tinggi rendahnya kehidupan. Dan kapasitas hati menentukan seberapa luas hidupmu bisa berkembang.” (jhn/yn)

Penulis: Dai Chen-zhi

Hampir 1.600 Gempa Bumi Melanda Jepang dalam 3 Minggu Terakhir, Puluhan Orang Dievakuasi

EtIndonesia. Puluhan penduduk telah mengungsi dari pulau-pulau terpencil di Jepang selatan yang telah diguncang oleh hampir 1.600 gempa bumi dalam beberapa minggu terakhir, kata wali kota setempat pada hari Senin (7/7).

Tidak ada kerusakan fisik yang berarti di Pulau Akuseki yang paling parah dilanda gempa, bahkan setelah gempa berkekuatan Magnitudo 5,1 yang melanda semalam, kata Genichiro Kubo, yang bertugas di pulau lain.

Namun, guncangan yang hampir tak henti-hentinya sejak 21 Juni telah menyebabkan stres berat bagi penduduk daerah tersebut, banyak di antaranya yang kurang tidur.

Dari 89 penduduk Akuseki, 44 telah dievakuasi ke pusat regional Kagoshima pada hari Minggu, sementara 15 lainnya juga meninggalkan pulau lain di dekatnya, kata Kubo dalam konferensi pers.

Kotamadya tersebut, yang terdiri dari tujuh pulau berpenghuni dan lima pulau tak berpenghuni, berjarak sekitar 11 jam perjalanan dengan feri dari Kagoshima.

Sejak 21 Juni, wilayah tersebut telah mengalami hingga Senin dini hari apa yang disebut oleh para seismolog sebagai serangkaian 1.582 gempa bumi.

Para ahli mengatakan mereka yakin gunung berapi bawah laut dan aliran magma mungkin menjadi penyebabnya. Mereka mengatakan tidak dapat memprediksi berapa lama gempa akan berlangsung.

“Kita tidak dapat meramalkan apa yang mungkin terjadi di masa mendatang. Kita tidak dapat melihat kapan ini akan berakhir,” kata Wali Kota Kubo kepada wartawan.

Periode serupa dengan aktivitas seismik intens di wilayah tersebut terjadi pada September 2023, ketika 346 gempa bumi tercatat, menurut Badan Meteorologi Jepang.

Jepang adalah salah satu negara dengan aktivitas seismik paling aktif di dunia, terletak di atas empat lempeng tektonik utama di sepanjang tepi barat “Cincin Api” Pasifik.

Kepulauan yang dihuni sekitar 125 juta orang ini biasanya mengalami sekitar 1.500 guncangan setiap tahun dan menyumbang sekitar 18 persen dari gempa bumi dunia.

Beberapa wisatawan asing menunda datang ke Jepang karena ketakutan yang tidak berdasar yang disebarkan oleh media sosial bahwa gempa besar akan segera terjadi.

Yang menimbulkan kekhawatiran khusus adalah komik manga yang diterbitkan ulang pada tahun 2021 yang meramalkan bencana besar pada tanggal 5 Juli 2025 — yang tidak terjadi.(yn)

Ingin Diakui? Tak Perlu Menghabiskan Hidup demi Menyenangkan Orang Lain

EtIndonesia. Dalam dunia konseling psikologis, tipe klien yang paling sering saya temui adalah mereka yang terlalu berhati-hati—bahkan ketika ingin bersikap tegas atau keras, mereka tidak berani. Mereka disebut sebagai pribadi yang “sangat berhati-hati” atau “super hati-hati.”

Masalah yang mereka keluhkan pun umumnya sama:

·        Mereka terus-menerus memikirkan bagaimana caranya menyenangkan orang lain.

·        Mereka sangat sensitif terhadap sikap dan reaksi orang di sekitar.

·        Mereka mudah terluka oleh penilaian negatif dari orang lain.

·        Meskipun sudah sangat peduli dan perhatian, mereka tidak mendapatkan balasan yang diharapkan.

·        Akhirnya, mereka merasa kecewa dan marah, bahkan membenci orang tersebut—namun anehnya, tidak bisa hidup tanpa kehadiran orang itu.

Dari konseling yang saya lakukan, saya dapat mengelompokkan kecenderungan ini ke dalam beberapa tipe psikologis:

Tipe Pertama: Terlalu Tinggi Menggantungkan Harapan dalam Hubungan Sosial

Saya pernah menangani seseorang yang suka membandingkan diri dengan orang lain. Dia menjadi kecil hati hanya karena orang lain terlihat lebih baik.

Sejak kecil, dia sering iri pada anak-anak dari keluarga kaya. Semakin dewasa, dia makin sering membandingkan dirinya dengan orang berpendidikan tinggi, pekerjaan bagus, sikap tenang, dan gaya hidup yang matang.

Ketika saya menanyakan apa arti “penerimaan diri” menurut dia, dia menjawab: “Saya ingin menjadi orang yang dicintai semua orang—tanpa perlu melakukan apa pun.”

Saya hanya bisa menjawab: “Konseling psikologis adalah proses untuk menghadapi kenyataan secara jujur. Dalam dunia nyata, hampir tidak ada orang yang disukai semua orang tanpa melakukan apa pun. Kenapa penerimaan diri harus didasarkan pada sejauh mana orang lain menyukai kita?”

Tipe Kedua: Rasa Rendah Diri yang Parah

Mereka yang sangat merasa rendah diri, akan merasa bahwa semua orang lebih baik dari dirinya.

Pertanyaannya: “Dari mana kita menilai bahwa seseorang lebih unggul dari kita?”

Biasanya, kita menilainya dari faktor eksternal—penampilan, kepandaian berbicara, status sosial.  Namun jika terlalu terpaku pada hal-hal tersebut, lama-kelamaan kita akan:

·        Mengidolakan orang lain secara berlebihan

·        Meremehkan diri sendiri

·        Dan akhirnya jadi takut melakukan apa pun

Tipe Ketiga: Pola Pikir Negatif dan Ketakutan Berlebihan

Suatu hari saya bertemu dengan teman lama yang baru pulang dari tinggal di luar negeri. Ketika kami sedang berbincang, telepon genggamnya berbunyi. Dia lalu berbicara dalam Bahasa Inggris cukup lama. Saya tetap sibuk sendiri, tak memperhatikannya.

Namun begitu teleponnya ditutup, dia berkata: “Tadi saya terus kepikiran, apakah kamu menganggap kemampuan Bahasa Inggris saya jelek karena sudah lama tinggal di luar negeri.”

Saya terkejut, karena saya sama sekali tidak memedulikan percakapannya di telepon!

Tipe orang seperti ini memiliki ekspektasi sangat tinggi terhadap diri sendiri. Maka saat dia gagal sedikit saja, dia akan:

·        Sangat kecewa

·        Merasa bersalah berlebihan

·        Merasa malu, seolah dunia menertawakannya

Jika mereka secara tidak sengaja membuat orang lain tidak nyaman, mereka akan mengkhawatirkan itu berhari-hari, takut orang itu akan membencinya.

Contoh Nyata: Terlalu Bertanggung Jawab Sampai Terluka Sendiri

Saya pernah bertanya pada seorang klien yang selalu hidup dalam ketegangan: “Ketika kamu keluar rumah, kamu khawatir keluargamu. Ketika bertemu keluarga, kamu khawatir teman-temanmu. Mengapa kamu merasa harus menjaga semua orang?”

Dia menjawab: “Kalau saya tidak menjaga mereka, saya takut mereka akan kesulitan.”

Orang seperti ini punya banyak pikiran negatif, dan cenderung hidup dengan rasa tanggung jawab berlebihan.

Mereka yakin bahwa jika tidak membantu orang lain, maka hidup orang itu akan menjadi buruk. Akhirnya, mereka terjebak dalam lingkaran penderitaan yang tak ada habisnya.

Akar Masalah yang Sama: Ingin Diakui oleh Semua Orang

Dalam proses konseling, saya menemukan bahwa:

·        Baik mereka yang terlalu hati-hati,

·        Maupun yang terkesan dingin,

·        Atau yang terlalu ego-sentris,

Akar masalah mereka hampir selalu sama:

Mereka semua ingin menjadi pribadi yang dikagumi, diakui, dan dipuji oleh orang banyak.

Namun caranya berbeda:

·        Si hati-hati ingin dianggap sebagai orang baik, dan berharap diakui lewat pengorbanan.

·        Si dingin menjaga jarak agar tidak terluka oleh penolakan.

·        Si ego-sentris terlalu membentengi diri karena takut kecewa dan disakiti.

Di antara mereka, si hati-hati adalah tipe paling polos, paling mudah terbuka, tapi juga paling rentan terluka.

Tiga Pertanyaan Penting untuk Diri Sendiri

Kepada mereka yang terlalu takut menjalani hubungan sosial, saya sering menyarankan:

Bayangkan dan jawab tiga pertanyaan ini dalam hati:

1. Orang yang paling saya pikirkan sekarang, apakah akan menemani saya di ranjang kematian?

2. Apakah dia orang yang paling ingin saya temui sebelum saya meninggal?

3. Apakah dia orang yang bisa saya andalkan saat saya benar-benar kesulitan?

Dalam kebanyakan kasus, jawabannya adalah tidak semua itu.

Kesimpulan: Perlu Kah Kita Menyiksa Diri demi Menyenangkan Orang Lain?

Jika jawabannya tidak, maka:

Apakah pantas kita mengorbankan perasaan dan menghabiskan begitu banyak energi, hanya demi menyenangkan mereka? (jhn/yn)

Mantan Menteri Transportasi Rusia Bunuh Diri Beberapa Jam Setelah Putin Memecatnya

EtIndonesia. Mantan Menteri Transportasi Rusia, Roman Starovoit bunuh diri pada hari Senin (7/7), beberapa jam setelah Presiden Vladimir Putin memecatnya dari jabatannya. Starovoyt menembak dirinya sendiri di pinggiran Kota Moskow setelah pemecatannya diumumkan, kantor berita Rusia melaporkan.

Komite Investigasi negara itu mengatakan jasadnya ditemukan di dalam mobilnya.

Keputusan Putin, yang dipublikasikan di portal informasi hukum Rusia, tidak memberikan alasan pemecatan Starovoit setelah hampir setahun menjabat. Dia diangkat menjadi menteri transportasi pada bulan Mei 2024 setelah menghabiskan hampir lima tahun sebagai gubernur wilayah Kursk yang berbatasan dengan Ukraina.

Andrei Nikitin, mantan gubernur wilayah Novgorod, telah ditunjuk sebagai penjabat menteri transportasi, kata Kremlin.

Ketika ditanya tentang kepergian mendadak Starovoit dan pengangkatan Nikitin yang cepat, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan: “Saat ini, menurut pendapat presiden, kualitas dan pengalaman profesional Andrei Nikitin akan memberikan kontribusi terbaik untuk memastikan bahwa badan ini, yang digambarkan presiden sebagai sangat penting, memenuhi tugas dan fungsinya.”

Dua sumber industri transportasi mengatakan kepada Reuters bahwa rencana untuk mengganti Starovoit dengan Nikitin telah disusun sejak sebelum Forum Ekonomi Internasional bulan lalu di St Petersburg.

Pemecatan Starovoit menyusul serangkaian gangguan besar pada sektor penerbangan dan pengiriman barang Rusia.

Beberapa hari sebelum kepergiannya, hampir 300 penerbangan dibatalkan di bandara-bandara besar Rusia pada tanggal 5-6 Juli karena ancaman keamanan dari serangan pesawat nirawak Ukraina. Yang menambah kekacauan, sebuah ledakan terjadi di atas kapal tanker di pelabuhan Ust-Luga di Oblast Leningrad. Ledakan itu menyebabkan kebocoran amonia pada tanggal 6 Juli, yang mendorong respons darurat.

Namun, sumber dari industri transportasi mengatakan kepada Reuters bahwa posisi Starovoit telah dipertanyakan selama berbulan-bulan, yang tidak terkait dengan masalah transportasi secara khusus, tetapi dengan skandal korupsi di Kursk.

Beberapa bulan setelah dia meninggalkan jabatannya sebagai Gubernur Wilayah Kursk, pasukan Ukraina menyeberangi perbatasan ke Kursk saat Kyiv melancarkan serangan asing terbesar ke wilayah Rusia sejak Perang Dunia Kedua. Pasukan Ukraina diusir dari Kursk awal tahun ini.

Beberapa pejabat daerah di Kursk kemudian ditangkap atas tuduhan penyalahgunaan jabatan. Pada bulan April tahun ini, penerus Starovoit sebagai gubernur, Alexei Smirnov, didakwa dengan penggelapan uang yang dialokasikan untuk keperluan pertahanan. (yn)

Bagaimana Mengubah Musibah Menjadi Berkah? Sebuah Renungan tentang Menerima Hidup Apa Adanya

EtIndonesia. Menghadapi rintangan hidup, bertahanlah — karena jalan keluar akan muncul pada akhirnya.

“Ketika Tuhan memberinya sebutir lemon,
hidup tampak tidak berpihak.
Teman-temannya menatap iba,
mengira dia telah hancur.
Tapi kemudian mereka melihatnya,
bersandar santai di bawah bayangan,
dengan tenang menikmati
segelas air lemon.”
— Kutipan dari majalah The Rotarian, tahun 1940.

Mungkin Anda adalah tipe orang yang bisa langsung memakan lemon mentah tanpa tambahan apa pun—jika iya, saya sangat kagum. Itu berarti Anda cukup tangguh untuk menerima rasa pahit dalam hidup tanpa keluhan. Namun bagi kebanyakan orang, lebih baik memeras lemon itu dan membuat segelas air lemon yang segar.

Karena itulah muncul pepatah populer:  “Kalau hidup memberimu lemon, buatlah air lemon.”

Ketangguhan Menjadi Topik Penting

Beberapa tahun terakhir, kata “ketangguhan” atau grit menjadi perbincangan hangat, terutama karena semakin banyak kekhawatiran bahwa masyarakat Amerika saat ini terlalu lunak menghadapi tantangan hidup. Coba saja cari kata “grit” di situs Amazon, maka akan muncul lebih dari 10.000 hasil buku terkait!

Pepatah tadi secara tidak langsung menyarankan kita untuk tetap optimis dan bermental tangguh—gunakan garpu yang tepat untuk memeras lemon kehidupan, dan jadikan semuanya air lemon yang menyehatkan. Kita semua tahu lemon punya banyak manfaat, bukan?

Dari Mana Asalnya Pepatah Ini?

Dale Carnegie, penulis terkenal dari buku klasik “How to Win Friends and Influence People”, mungkin tidak asing di telinga Anda. Dulu saya sempat mengira bukunya mengajarkan trik manipulatif. Tapi setelah membacanya, saya sadar Carnegie justru sosok yang sangat bermoral, dan bukunya mengajarkan cara memperbaiki karakter untuk memperkuat hubungan antar manusia. Intinya: buku ini membahas soal pertumbuhan pribadi—topik yang sangat penting dalam kehidupan.

Ternyata, pepatah “Kalau hidup memberimu lemon…” pertama kali muncul dalam buku Carnegie lainnya berjudul How to Stop Worrying and Start Living. Di sana dia menulis:
“Jika kamu punya sebutir lemon, buatlah segelas air lemon.”

Versi-versi lain dari pepatah ini juga muncul di literatur yang lebih lama, seperti di Auburn Seminary Record tahun 1916 yang menulis: “Seorang pesimis akan terus mengunyah pil pahit, sedangkan optimis akan membuat air lemon dari lemon yang ia miliki.”

Atau di majalah Literary Digest tahun 1909: “Berikan lemon kepada orang jenius, dan dia akan membuat kios minuman dan menjual air lemon.”

Bahkan dalam iklan Super Bowl 2020, ditampilkan hujan lemon dari langit—menandai bahwa tahun itu adalah tahun “lemon” karena pandemi. Maka muncullah minuman baru: lemon soda, hasil dari “air lemon” yang terbuat dari musibah yang menimpa dunia.

Jadi, bagaimana kita bisa memanfaatkan lemon-lemon dalam hidup kita dan mengubahnya menjadi sesuatu yang manis?

1. Lemon Kesehatan: Peringatan Tubuh yang Berharga

Saya dan keluarga pernah mengalami hal ini. Ketika kesehatan menurun, seringkali itu pertanda bahwa kita perlu memperlambat langkah. Tubuh seolah berkata:

·        “Hei, pelankan sedikit!”

·        “Kurangi kafein, aku butuh istirahat.”

·        “Jangan terlalu stres, kamu menanggung terlalu banyak beban.”

·        “Habiskan lebih banyak waktu bersama alam dan keluarga.”

Jika kita bisa memahami makna di balik “lemon-lemon” ini dan menyesuaikan gaya hidup, maka hidup akan terasa lebih manis dan bermakna. Dan itu sungguh luar biasa, bukan?

2. Lemon Finansial: Pelajaran dari Kekurangan

Tak ada yang suka hidup pas-pasan. Tapi setiap orang pasti pernah mengalami masa sulit secara finansial. Ya, itu menyakitkan. Tapi jika kesulitan ini bisa mengajarkan kita untuk hidup hemat, bahkan menjadi teladan bagi anak-anak kita, maka semangat “air lemon” itu bisa diturunkan ke generasi berikutnya.

Saya dan suami menyadari bahwa kebiasaan keuangan kami banyak dipengaruhi oleh orang tua kami—baik dari didikan langsung maupun dari contoh kehidupan mereka sehari-hari. Kalau Anda sedang berada di tengah krisis keuangan, saya sarankan Anda baca buku karya Dave Ramsey, yang sudah membantu banyak orang mengatasi masalah ekonomi.

3. Lemon dalam Hubungan: Peluang untuk Bertumbuh

Pernahkah Anda pulang kerja dengan perasaan kesal karena konflik dengan rekan atau atasan? Emosi negatif itu bisa terbawa hingga ke rumah dan memengaruhi keluarga.

Saat itu mungkin Anda perlu bertanya:

·        Apakah saya punya teman yang berpikir positif?

·        Apakah saya dikelilingi orang-orang yang bisa memberi semangat?

Kalau belum, mungkin inilah saatnya memperluas jaringan sosial. Ikuti kegiatan gereja, komunitas membaca, kelas kerajinan, atau klub bowling. Mungkin Anda tidak bisa langsung keluar dari pekerjaan yang membuat stres, tapi Anda masih bisa menemukan kebahagiaan di tengah tekanan.

Menulis jurnal rasa syukur, merayakan hal-hal kecil, atau sekadar mensyukuri apa yang dimiliki—meski terdengar klise—ternyata sangat bermanfaat. Penelitian bahkan menunjukkan bahwa rasa syukur bisa meningkatkan kesehatan secara menyeluruh.

Kesimpulan: Nikmati Air Lemon Anda

“Kalau hidup memberimu lemon, buatlah air lemon.”

Meskipun kalimat ini terdengar terlalu umum atau seperti slogan motivasi murahan, namun kebenaran di baliknya tetap relevan—dia membantu kita melewati masa-masa sulit dan keluar sebagai pribadi yang lebih baik.

Dale Carnegie pernah berkata: “Mencapai kesuksesan melalui kegagalan—itulah dua batu loncatan menuju keberhasilan.”

Dan satu hal yang pasti: Air lemon akan terasa kurang nikmat jika tidak sedikit asam.
Nikmatilah rasa asam itu—karena dari situlah kehidupan memberi kita kekuatan.

Tentang Penulis:

Angelica Reis adalah pecinta alam, keluarga, dan pelayanan. dia memiliki keyakinan spiritual yang kuat dan senang membagikan keindahan hidup kepada para pembaca. Pernah belajar musik klasik, kini dia mengajar Bahasa Inggris.

Sumber asli:
Artikel ini diadaptasi dari versi bahasa Inggris berjudul Embracing the Sourness: ‘When Life Gives You Lemons’, diterbitkan di The Epoch Times. (jhn/yn)