Praktisi Falun Gong dari Guangdong, Tiongkok,  He Jingru, Tewas Akibat Penganiayaan di Rumah Sakit Jiwa

EtIndonesia. Ragam berita daratan Tiongkok kali ini tentang tewasnya seorang praktisi Falun Gong akibat penganiayaan yang diluncurkan oleh Partai Komunis Tiongkok. Berita lainnya  lainnya tentang Insiden ambruknya jembatan Tol di Guizhou hingga membuat beberapa mobil terjatuh.  

He Jingru, Praktisi Falun Gong dari Guangdong, Tewas Akibat Penganiayaan di Rumah Sakit Jiwa

Rezim Partai Komunis Tiongkok (PKT) kembali menambah catatan berdarah dalam penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong. Pada 20 Mei, He Jingru, seorang praktisi Falun Gong berusia 68 tahun dari Kabupaten Huidong, Guangdong, Tiongkok, meninggal dunia akibat penganiayaan.

Menurut laporan dari situs Minghui, semasa hidupnya, He Jingru mengalami penahanan tidak adil selama 18 tahun karena tetap teguh pada keyakinannya terhadap prinsip “Sejati, Baik, dan Sabar.” 

Ilustrasi penindasan

Ia pernah disiksa di Kamp Kerja Paksa Sanshui Guangdong, Penjara Sihui, dan Penjara Beijiang. Bentuk penyiksaan yang dialaminya antara lain wajah dan punggung tangannya disiram air panas, kepalanya ditekan ke dalam air kotor hingga hampir mati lemas, dipaksa begadang dalam waktu lama, dihisap dengan puntung rokok di hidung, serta pemukulan brutal. Ia juga pernah disuntik dengan obat yang tidak diketahui jenisnya oleh aparat kepolisian.

Ilustrasi penindasan
Ilustrasi penindasan dikirim secar paksa ke rumah sakit jiwa

Pada tahun 2024, ia kembali diculik oleh polisi dan langsung dikirim ke rumah sakit jiwa di Kota Huizhou untuk ditahan dan dianiaya. Sebelum penculikan, ia diketahui dalam kondisi sehat tanpa riwayat penyakit apa pun. Namun, pada 20 Mei tahun ini, ia dinyatakan meninggal dunia akibat penganiayaan di rumah sakit jiwa tersebut.

Dikarenakan pemerintahan partai Komunis  Tiongkok menutup informasi secara ketat, rincian mengenai penganiayaan yang dialaminya di rumah sakit jiwa belum diketahui secara pasti oleh publik.

Falun Dafa atau Falun Gong adalah sebuah disiplin tradisional Tiongkok yang menggabungkan latihan gerakan yang lembut dan ajaran moral yang didasarkan pada prinsip Sejati, Baik, dan Sabar. Diperkenalkan di Tiongkok pada 13 Mei 1992, diperkirakan lebih dari 100 juta orang telah mempraktikkannya pada tahun 1999.

Meskipun disiplin ini saat ini dipraktikkan di lebih dari 100 negara di seluruh dunia, Falun Dafa dilarang di Tiongkok yang dikuasai oleh rezim komunis, di mana para praktisinya telah menghadapi penganiayaan berat selama lebih dari 25 tahun, dengan laporan-laporan penyiksaan, kerja paksa, pembunuhan, bahkan pengambilan organ secara paksa saat masih hidup.

Penganiayaan ini dilancarkan pada tahun 1999 oleh pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) saat itu, Jiang Zemin, yang melihat popularitas Falun Gong terus berkembang dan ajaran moral dari latihan spiritual ini sebagai sesuatu yang bertentangan dengan doktrin ateistik PKT.

Jembatan Tol di Guizhou Ambruk, Beberapa Mobil Terjatuh – Pejabat Klaim Tak Ada Korban Jiwa

Jalan tol Xia-Rong yang menghubungkan Xiamen hingga Chengdu, tepatnya di wilayah Kabupaten Otonom Suku Shui Sandu, Provinsi Guizhou, mengalami insiden ambruknya bagian jembatan layang pada 24 Juni. 

Pada saat kejadian, beredar kabar bahwa beberapa kendaraan terjatuh dari jembatan, dan video yang beredar luas di internet menunjukkan sebuah truk besar tergantung di tepi jembatan yang patah dalam kondisi berbahaya.

Video memperlihatkan sopir truk terjebak di udara sambil meminta pertolongan. Seorang netizen menyebutkan bahwa jembatan di jalur antara Kabupaten Sandu dan Rongjiang sudah terputus.

Setelah kejadian, otoritas resmi melaporkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut dan bahwa tiga kendaraan yang berada di bawah jembatan adalah kendaraan proyek milik desa sekitar.

Namun, banyak netizen Tiongkok meragukan pernyataan ini. Mereka ramai-ramai berkomentar, “Siapa yang kalian tipu? pukul 07.00 pagi itu jam sibuk, pasti banyak mobil! Jembatan ambruk katanya ‘tanpa korban jiwa’?” dan “Bagaimana mungkin kendaraan proyek bisa sampai ke posisi seperti itu?” (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Kisah Mengharukan di Balik Mahakarya Arsitektur Sepanjang Zaman: Kubah Katedral Santa Maria del Fiore

EtIndonesia. Sejak awal perancangannya, Katedral Santa Maria del Fiore di Firenze, Italia—juga dikenal sebagai Duomo—ditujukan untuk menjadi gereja Kristen terbesar di dunia. Dia dirancang bukan hanya sebagai simbol keagamaan, tetapi juga sebagai kebanggaan bagi setiap warga Firenze, bahkan bagi pedagang kaki lima yang paling sederhana sekalipun.

Namun, sejak peletakan batu pertamanya pada tahun 1296, pembangunan katedral ini tidak pernah selesai selama hampir satu abad. Hal ini disebabkan oleh satu tantangan besar: bagaimana membangun sebuah kubah raksasa selebar 43 meter yang harus menutupi bagian tengah gereja—melampaui rekor kubah Pantheon di Roma yang telah bertahan selama lebih dari seribu tahun. Impian ini akan menjadi tonggak sejarah baru dalam peradaban manusia, sebuah mahakarya yang melampaui agama dan rekayasa teknik.

Namun, saat itu tak ada satu pun warga Firenze yang memiliki kemampuan atau keberanian untuk mewujudkan visi sebesar ini.

Keterangan gambar : Kubah Katedral Santa Maria del Fiore di Firenze. (Foto: Yi Ye / Vision Times)

Pada tahun 1418, serikat pengrajin wol (Arte della Lana) kembali membuka kompetisi desain. Salah satu usulan yang masuk adalah menggunakan teknik arsitektur Gotik dengan flying buttresses (penopang luar) untuk menahan tekanan lateral dari kubah. Teknik ini sudah sangat matang dan terbukti aman secara struktural. Namun, para juri menolaknya. Sebagai keturunan kebudayaan Romawi, mereka tidak ingin mengambil jalan yang sudah biasa.

Di sinilah muncul seorang jenius bernama Filippo Brunelleschi, yang mengusulkan desain revolusioner: menggunakan kubah lancip (bukan bulat), yang secara struktural mengurangi separuh tekanan ke samping. Dia juga menciptakan sistem penguncian pada bagian yang rawan retak, layaknya besi lingkaran pada tong anggur. Di puncaknya, dia menambahkan lantern (menara cahaya) untuk menekan keseluruhan struktur dari atas.

Namun, di masa itu belum ada perhitungan mekanika teknik seperti sekarang. Lantas, bagaimana caranya membangun itu semua?

Brunelleschi pun membawa model miniatur rancangannya dan mengikuti kompetisi.

Brunelleschi dikenal sebagai pribadi jenius yang keras kepala dan penuh rahasia. Dia menolak bekerja sama dengan siapapun, dan sangat protektif terhadap idenya. Dia menyadari bahwa membangun kubah dengan skala sebesar ini menggunakan metode tradisional (membangun rangka penyangga dari kayu) tidaklah mungkin—bahkan jika seluruh hutan di Firenze ditebang, jumlah kayunya pun tidak akan cukup.

Solusinya? Dia mengusulkan membangun tanpa rangka penyangga.
Ketika para juri bertanya bagaimana caranya, dia hanya menjawab: “Aku tidak akan memberitahumu.”

Tak ada pilihan lain. Brunelleschi adalah satu-satunya peserta yang secara mendalam meneliti reruntuhan arsitektur Romawi kuno. Hanya dialah yang mungkin menemukan rahasia teknik pembangunan bangsa Romawi dari puing-puing sejarah.

Langkah pertama adalah bagaimana mengangkat material ke ketinggian 50 meter—tinggi drum kubah yang harus dicapai. Untuk itu, Brunelleschi menciptakan inovasi teknis baru, seperti “kerekan sapi yang bisa membalik arah” dan derek putar yang disebut “kastil”, sehingga mengesankan para juri dan menambah keyakinan mereka.

Selanjutnya, dia menemukan metode pembangunan batu bata spiral interlock yang revolusioner, memungkinkan kubah dibangun lapis demi lapis tanpa kerangka penyangga. Teknik ini juga memastikan kubah tetap stabil meskipun belum sepenuhnya selesai—sebuah pencapaian luar biasa di luar nalar saat itu.

Setelah 16 tahun pembangunan, pada pagi hari tanggal 30 Agustus 1436, Uskup Besar Fiesole mendaki puncak kubah Duomo dan meletakkan batu terakhir. Serempak, suara trompet dan seruling berkumandang, lonceng gereja berdentang, dan ribuan warga Firenze berkumpul menyaksikan sejarah tercipta. Impian ratusan tahun rakyat Firenze akhirnya menjadi nyata.

Namun, Brunelleschi tak sempat melihat bagian akhir kubah berupa lantern selesai dibangun. Dia meninggal dunia sebelum itu. Dia tidak pernah menikah, dan mendedikasikan seluruh hidupnya untuk karya seni dan arsitektur religius. Mahakaryanya menjadikan kata “arsitek” pertama kalinya dihormati sebagai profesi di Eropa.

Dia dimakamkan di dalam gereja agung tersebut. Di atas nisannya tertulis: “Di sinilah bersemayam sang jenius besar Firenze, Filippo Brunelleschi.”

Patung dirinya ditempatkan di gerbang utama Duomo, menghadap ke atas—menatap hasil ciptaannya sendiri.

Sebelum dirinya, gelar “jenius” tak pernah disematkan pada arsitek Eropa. Bahkan pembangun gereja Gotik tertinggi pun hanya dianggap sebagai tukang batu atau tukang kayu biasa. Tapi sejak Brunelleschi, lahirlah pujian kepada arsitek-arsitek hebat seperti Michelangelo dan para seniman Renaisans lainnya.

Namun sebagai sesama pelaku seni bangunan, penulis artikel ini mengingatkan: Sebelum memuji jenius, pujilah Tuhan terlebih dahulu.

Karena dari iman kepada Tuhan-lah keberanian itu muncul—berani membangun sesuatu tanpa dukungan perhitungan teknik modern. Karena keinginan tulusnya untuk memuliakan Tuhan, maka Tuhan memberinya ilham, hingga lahirlah penemuan-penemuan yang mencengangkan.

Tak peduli seberapa hebat seseorang, dia tetap hanyalah pelayan Tuhan.

Semakin dekat dengan Tuhan, semakin besar pula ketulusan hati untuk mengorbankan kenikmatan duniawi, menahan derita, menjelajahi ketidakpastian, dan mendedikasikan hidup demi satu mahakarya arsitektur suci.

Kemegahan Renaisans dimulai dari Tuhan, bukan dari para kritikus yang memuji keagungan manusia.

Sebagai penutup, karya seni terakhir yang dilukis di dalam kubah Duomo adalah “Penghakiman Terakhir” oleh Vasari. Di dalamnya tergambar para malaikat dan iblis yang menghakimi jiwa manusia. Sekarang, zaman kita sudah semakin mendekati momen yang digambarkan dalam lukisan itu…(jhn/yn)

Kejahatan, Teror, Pemerkosaan: Amerika Serikat Menandai Risiko Perjalanan ke India

EtIndonesia. Departemen Luar Negeri AS terus mengeluarkan peringatan perjalanan Level 2 bagi warga negara Amerika yang tinggal di atau bepergian ke India, mendesak mereka untuk “meningkatkan kewaspadaan” karena risiko yang terus berlanjut terkait dengan kejahatan dan terorisme.

Peringatan tersebut, yang baru-baru ini diperbarui oleh Departemen Luar Negeri AS, menyoroti:

• Ancaman keamanan utama

• Pembatasan perjalanan menurut wilayah

• Pertimbangan hukum bagi warga negara AS yang berkunjung atau tinggal di India

Pejabat di pemerintahan Trump juga telah merekomendasikan agar wanita menghindari bepergian sendiri dan tetap waspada, terutama di tempat wisata dan tempat umum.

“Tingkatkan kewaspadaan di India karena kejahatan dan terorisme. Beberapa daerah mengalami peningkatan risiko. Kejahatan kekerasan dan terorisme terjadi di India. Pemerkosaan adalah salah satu kejahatan yang paling cepat berkembang di India. Kejahatan kekerasan, termasuk kekerasan seksual, terjadi di tempat wisata dan lokasi lainnya,” demikian peringatan tersebut. Peringatan tersebut diterbitkan kembali pada tanggal 16 Juni setelah peninjauan rutin, termasuk pembaruan persyaratan masuk dan keluar.

India tetap berada di Level 2 (Meningkatkan Kewaspadaan) sejak 2022. Peringatan serupa dikeluarkan pada 28 Maret, 25 Juli, dan 5 Oktober 2022, dan telah ditegaskan kembali hingga 2023 dan 2024.

Mengutip ancaman teror, nasihat tersebut merekomendasikan untuk menghindari pusat wisata, pusat transportasi, pasar, dan gedung pemerintah, dengan menyebutnya sebagai target serangan yang sering terjadi.

Mengulang kembali kekhawatiran seputar kekerasan seksual, pemberitahuan tersebut menyusul serangan 22 April di Pahalgam di mana 26 warga sipil tewas oleh militan yang berbasis di Pakistan.

“Wilayah persatuan Jammu dan Kashmir: Jangan bepergian ke daerah ini (kecuali untuk kunjungan ke wilayah Ladakh timur dan ibu kotanya, Leh) karena terorisme dan kerusuhan sipil,” demikian bunyi nasihat tersebut.

“Serangan teroris dan kerusuhan sipil yang disertai kekerasan mungkin terjadi. Kekerasan terjadi secara sporadis di area ini dan umum terjadi di sepanjang Garis Kontrol (LOC) antara India dan Pakistan. Kekerasan juga terjadi di tempat-tempat wisata di Lembah Kashmir: Srinagar, Gulmarg, dan Pahalgam. Pemerintah India tidak mengizinkan wisatawan asing untuk mengunjungi area tertentu di sepanjang LOC,” tambahnya.

Departemen Luar Negeri juga mengemukakan risiko konflik bersenjata antara India dan Pakistan dan menyarankan warga Amerika untuk menghindari perjalanan di dekat perbatasan internasional.

Pemberitahuan tersebut lebih lanjut menekankan kewaspadaan bagi wanita, terutama di daerah pedesaan, di mana otoritas AS memiliki kemampuan terbatas untuk memberikan bantuan darurat.

Imbauan tersebut juga menunjukkan aktivitas Maois: “Kelompok ekstremis Maois, atau Naxalite, aktif di area yang luas di India yang membentang dari Maharashtra timur dan Telangana utara hingga Benggala Barat barat.” Negara bagian yang terkena dampak meliputi Bihar, Jharkhand, Chhattisgarh, Meghalaya, dan Odisha.

Bagi wisatawan yang menuju India, imbauan tersebut memperingatkan agar tidak membawa telepon satelit atau perangkat GPS. “Memiliki telepon satelit atau perangkat GPS adalah ilegal di India dan dapat mengakibatkan denda sebesar 200.000 dolar atau hukuman penjara hingga tiga tahun. Jangan bepergian sendiri, terutama jika Anda seorang wanita.”

Warga negara AS yang saat ini berada di India disarankan untuk tetap waspada, meninjau rencana perjalanan, dan memastikan mereka memiliki asuransi perjalanan.

Pelancong disarankan untuk:

• Mendaftar di Smart Traveler Enrollment Program (STEP)

• Membawa visa yang masih berlaku atau visa e-Tourist

• Menghindari makanan mentah dan air yang tidak disaring

• Berhati-hatilah di jalan dan transportasi umum

Imbauan tersebut juga mengingatkan warga Amerika untuk menghormati adat istiadat, hukum, dan aturan berpakaian setempat, terutama di wilayah konservatif. (yn)

Davina Karamoy dan Irsyadillah Terlibat Kawin Kontrak Di Main Hati

Jakarta, 24 JUNI 2025 – WeTV Indonesia kembali menghadirkan tayangan segar dan menyentuh lewat WeTV Original Main Hati, serial drama romansa hasil kolaborasi dengan Unlimited Production yang akan tayang perdana pada 27 Juni 2025, setiap Jumat dan Sabtu pukul 18.00 WIB, eksklusif di WeTV.

Disutradarai Adhe Dharmastriya, serial ini mengisahkan pertemuan dua hati yang sama-sama terluka oleh masa lalunya. Angela, CEO muda dari startup fashion Benang Asa yang mendukung penyintas kekerasan, harus menyelamatkan perusahaannya dari krisis keuangan. Sementara Bana, atlet renang yang memiliki utang besar, sedang berjuang memperbaiki hidup. Keduanya bertemu dalam upaya pernikahan kontrak yang menjadi jawaban dari permasalahan mereka dan perlahan membuka luka serta harapan baru.

Dalam acara Press Conference dan Gala Premiere yang digelar pada 23 Juni 2025 di kawasan Jakarta Selatan, para pemain seperti Davina Karamoy, Irsyadillah, Adel Reva, Alif Rivelino, hingga Alesha Fadillah hadir menyapa penggemar. Suasana berlangsung meriah, penuh antusiasme dari penggemar dan media yang penasaran dengan kedalaman cerita serial ini.

Executice Producer & Country Head WeTV Indonesia, Febriamy Hutapea, menekankan bahwa serial ini mengangkat tema penting tentang keberanian untuk berdamai dengan masa lalu demi masa depan yang lebih baik.
“Main Hati bukan hanya tentang romansa, tapi series ini memberi pesan bahwa pentingnya belajar berdamai dengan trauma atau luka masa lalu untuk dapat menata masa depan yang bahagia,” jelas Febriamy.

Produser dari Unlimited Production, Oswin Bonifanz, menambahkan bahwa kekuatan utama serial ini terletak pada kedalaman cerita dan kualitas para pemainnya.

“Naskahnya merupakan adaptasi dari skenario karya Salman Aristo yang terkenal dengan narasi emosional dan kuat. Dengan akting deretan para pemain yang berkualitas, kami yakin cerita ini akan terasa sangat dekat dengan hati penonton,” ujarnya.

Pemeran utama, Davina Karamoy, mengaku menemukan tantangan baru dalam perannya sebagai Angela.

“Angela adalah karakter yang kuat di luar, tapi rapuh di dalam. Ada banyak sisi emosional yang harus digali dan itu menjadi proses akting yang sangat kaya dan berkesan bagi saya,” ungkap Davina.

Sementara itu, Irsyadillah menjelaskan bahwa karakter Bana yang ia perankan mewakili sisi maskulinitas yang rapuh namun terus berusaha bangkit.
“Bana adalah pria yang menyimpan luka, tapi kehadiran Angela dan Kayla membuatnya perlahan belajar memaafkan diri sendiri dan berubah menjadi pribadi yang lebih jujur terhadap perasaannya,” katanya.

Penasaran dengan kisah cinta dan kawin kontrak Angela dan Bana? Jangan lupa saksikan WeTV Original Main Hati mulai 27 Juni 2025, hanya di WeTV dengan akses nonton lebih awal bagi pengguna WeTV VIP.

Suhu di Banyak Wilayah Beijing Melebihi 40°C Hingga 51°C, Tagar “Beijing Panas” Duduki Peringkat Teratas

Beberapa hari terakhir, Beijing mengalami suhu panas ekstrem, dengan suhu di banyak wilayah melebihi 40°C. Seorang warga bahkan mengukur suhu hingga 51°C. Warganet Beijing ramai-ramai mengeluh di media sosial, menyebut kondisi ini “panas gila”, “terbakar”, dan tagar “Beijing panas” menduduki peringkat teratas trending topic di Weibo. Banyak warga juga meragukan keakuratan data suhu resmi yang dianggap terlalu rendah dibandingkan kenyataan di lapangan.

EtIndonesia. Sejak 22 hingga 24 Juni 2025, Beijing secara berturut-turut mengeluarkan peringatan cuaca panas. Pada 23 Juni pukul 09.00, peringatan ditingkatkan menjadi peringatan oranye, dan pada 24 Juni peringatan ini masih terus diberlakukan.

Menurut badan meteorologi Beijing, pada 24 Juni suhu maksimum di sebagian besar wilayah kota mencapai sekitar 38°C, dengan dataran rendah mencapai 38–40°C.

(Cuplikan layar dari Internet)

Seorang ahli cuaca menulis di Weibo bahwa dalam tiga hari terakhir, beberapa stasiun pemantau otomatis di Beijing mencatat suhu di atas 40°C. 

Hingga pukul 15.00 pada 24 Juni, suhu tertinggi dicatat di Yamenkou, Distrik Shijingshan, yaitu 42°C. Lokasi seperti Yamenkou, Erli Zhuang di Haidian, dan Yu Jiawu di Tongzhou mengalami suhu di atas 40°C selama tiga hari berturut-turut. Di antara stasiun cuaca nasional, Haidian, Tanghekou, dan Shunyi mencatat suhu tertinggi, yakni 38,3°C.

(Cuplikan layar dari Internet)

Warganet Beijing pun ramai berkomentar di internet:

  • “Udara saja rasanya panas banget.”
  • “Panasnya gila!”
  • “Mau pingsan karena kepanasan.”
  • “Terlalu panas! Saya naik sepeda pulang, suhu jok sepeda saya 66,1°C!”
  • “Terbakar!”

Beberapa warga mengkritik bahwa suhu sebenarnya jauh lebih tinggi daripada data resmi.

(Cuplikan layar dari Internet)

Salah satu warga bahkan mengukur suhu mencapai 51°C menggunakan alat termometer.

Pengguna media sosial  juga menuliskan:

  • “Suhu udah lebih dari 40°C, tapi tetap tidak dilaporkan!”
  • “Bukan cuma Yamenkou, suhu di jalanan dalam kota bisa mencapai 45°C.”
  • “Dua hari ini jelas lebih dari 40°C, baru keluar rumah sebentar badan langsung terasa terbakar.”
  • “Keluar dari stasiun kereta bawah tanah, nyebrang jalan saja sudah mandi keringat.”

Pada 24 Juni pukul 06.00, Pusat Meteorologi Nasional Tiongkok kembali mengeluarkan peringatan cuaca panas tingkat kuning, memperkirakan bahwa pada siang harinya, suhu lebih dari 35°C akan terjadi di wilayah Beijing, Tianjin, bagian tengah-selatan Hebei, bagian tengah-utara Shandong, bagian utara Henan, bagian timur Mongolia Dalam, bagian tengah-barat Liaoning, bagian barat Jilin, bagian barat daya Heilongjiang, serta beberapa wilayah di Xinjiang, Guangdong selatan, dan tenggara Fujian. Suhu tertinggi di beberapa wilayah termasuk Beijing bagian tengah dan selatan, Tianjin, Hebei bagian selatan, dan Shandong bagian utara diperkirakan mencapai 37–39°C, dan di beberapa titik bisa melebihi 40°C. (Hui/asr)

Laporan disusun oleh reporter Li Li 

Sumber : NTDTV.com

4 Tanda Keluarga Mulai Hancur — Satu Saja Sudah Bahaya, Apakah Ada di Keluargamu?

EtIndonesia. Orangtua dulu pernah berkata: “Keluarga harmonis, segala urusan lancar.”

Ketika sebuah keluarga sedang dalam masa kejayaannya, hidup terasa semakin penuh harapan. Namun ketika mulai mengalami kemunduran, berbagai masalah akan datang bertubi-tubi.

Banyak orang merasa heran: “Keluarga kami baik-baik saja, kenapa tiba-tiba segalanya jadi berantakan?”

Sebenarnya, kehancuran dalam rumah tangga tidak terjadi dalam semalam. Yang menghancurkannya adalah bahaya tersembunyi yang diam-diam menggerogoti pondasi keluarga.

Berikut ini adalah 4 tanda umum yang menjadi sinyal bahaya. Jika salah satu saja mulai muncul di dalam rumah tanggamu, itu sudah merupakan peringatan serius.

1. Pertengkaran Terus-Menerus, Konflik Menjadi Rutinitas

Ciri paling jelas dari keluarga yang sedang menuju kehancuran adalah ketika konflik antaranggota keluarga terus berulang, dan pertengkaran sudah menjadi hal biasa.

Pasangan suami-istri saling menyalahkan hanya karena urusan dapur dan belanja. Orangtua dan anak bertengkar karena perbedaan cara pandang dalam pendidikan. Saudara kandung saling berebut warisan atau hak keluarga dengan nada tinggi.

Semua pertengkaran ini seperti pisau tajam yang sedikit demi sedikit mengoyak hubungan batin antar anggota keluarga.

Dalam psikologi, ada istilah “efek tendang kucing”—di mana satu emosi negatif akan menjalar seperti efek domino, menciptakan ketegangan bagi semua orang dalam rumah.

Ketika pertengkaran menjadi kebiasaan, hubungan antar anggota keluarga berubah menjadi dingin, penuh kecurigaan dan jarak emosional.

Saat masalah muncul, bukan solusi yang dicari, tapi saling menyalahkan dan lempar tanggung jawab.

Lingkungan rumah yang penuh ledakan emosi seperti ini akan membuat semua orang merasa lelah dan tertekan.

Tidak akan ada energi tersisa untuk membangun masa depan keluarga bersama. Sama seperti rumah yang pondasinya terus-menerus terendam air, cepat atau lambat, bangunan itu pasti akan runtuh.

2. Suasana Rumah Penuh Kemalasan, Tidak Ada Semangat untuk Maju

Tanda kedua adalah ketika rumah tangga mulai dipenuhi kemalasan, dan setiap anggota keluarga kehilangan semangat untuk berkembang.

Contohnya:

·        Orangtua seharian hanya bermain ponsel, nonton TV, atau berjudi.

·        Anak-anak pulang sekolah langsung bermain game, belajar pun hanya sekadar formalitas.

·        Suami-istri sama-sama merasa cukup dengan apa yang ada, tidak ada dorongan untuk naik level dalam pekerjaan.

Lingkungan rumah seperti ini akan menular seperti wabah, menyebar dari satu anggota ke anggota lainnya.

Orang bijak zaman dahulu mengatakan: “Kemampuan tumbuh karena rajin, namun akan tumpul jika hanya bermain.”

Sebuah keluarga tidak akan bisa maju tanpa usaha bersama dari seluruh anggotanya.

Jika semua orang terjebak dalam zona nyaman, enggan belajar hal baru, dan tidak mau mengembangkan diri, maka keluarga itu akan berhenti berkembang.

Tidak ada peningkatan penghasilan, tidak ada perkembangan keterampilan. Begitu diterpa masalah—baik ekonomi maupun kesehatan—keluarga seperti ini akan gampang tumbang.

Keluarga yang terbiasa hidup dalam kemalasan ibarat perahu yang berhenti di tengah arus, lama-lama akan terseret mundur dan ditinggalkan oleh zaman.

3. Konsumsi Boros Tanpa Perencanaan, Keuangan Keluarga Berantakan

Tanda ketiga dari rumah tangga yang menuju kehancuran adalah kebiasaan belanja yang boros dan tidak terencana, hingga akhirnya membuat keuangan keluarga menjadi kacau.

Beberapa contoh umum:

·        Terus membeli barang mewah padahal penghasilan pas-pasan.

·        Gonta-ganti mobil demi gengsi, ikut tren tanpa berpikir panjang.

·        Mengandalkan kartu kredit dan pinjaman online untuk memenuhi gaya hidup.

Orang seperti ini tidak punya pemahaman dasar tentang pengelolaan keuangan, hanya tahu menghabiskan uang, tanpa tahu cara menabung apalagi berinvestasi.

Dari luar mungkin tampak mewah, tetapi sesungguhnya mereka sudah terjerat utang.

Begitu ada kejadian tak terduga seperti kehilangan pekerjaan atau sakit parah, mereka tidak punya simpanan darurat, dan akhirnya jatuh dalam krisis keuangan.

Seperti yang dikatakan dalam Ajaran Keluarga Zhuzi: “Satu butir nasi dan seteguk air, kita harus tahu betapa sulitnya mendapatkannya. Setiap kain sehelai, kita harus ingat usaha keras yang dibutuhkan untuk memperolehnya.”

Tanpa rasa hormat terhadap uang dan sumber daya, sebesar apa pun kekayaan bisa habis dalam waktu singkat.

Keuangan yang berantakan adalah ranjau waktu—seiring waktu, itu akan meledak dan menghancurkan stabilitas keluarga.

4. Kurangnya Pendidikan yang Benar, Anak Tidak Punya Masa Depan

Tanda keempat dan yang paling fatal adalah ketika keluarga gagal dalam mendidik anak, yang membuat generasi penerus sulit untuk tumbuh menjadi pribadi hebat.

Ada orang tua yang mengatakan “sekolah tidak penting”, dan meremehkan pendidikan. 

Ada pula yang terlalu fokus pada nilai akademik, tapi mengabaikan karakter dan moral anak.

Sebagian orangtua terlalu sibuk bekerja, tidak pernah peduli dengan perkembangan anaknya.

Padahal, anak-anak adalah masa depan keluarga. Jika pendidikan mereka buruk, maka masa depan keluarga juga suram.

Anak yang kurang dididik dengan benar akan kesulitan bersaing, kehilangan arah hidup, dan mungkin terjerumus dalam hal-hal negatif.

Seperti menanam pohon—jika sejak kecil tidak diberi pupuk, tidak dipangkas dan dirawat dengan baik, maka pohon itu akan tumbuh bengkok atau bahkan layu dan mati.

Dan kalau pohon itu mati, jangan harap ada buah.

Pendidikan adalah fondasi utama kelangsungan sebuah keluarga, dan kegagalan dalam hal ini adalah sinyal paling berbahaya dari keruntuhan rumah tangga.

Kesimpulan: Satu Saja Sudah Bahaya, Apakah Ada di Keluargamu?

Sebuah keluarga tidak akan hancur secara tiba-tiba. Proses kehancurannya dimulai dari kebiasaan kecil yang diabaikan terus-menerus.

Jika rumah tanggamu mulai menunjukkan satu atau lebih dari empat tanda ini:

1. Pertengkaran tiada henti,

2. Tidak ada semangat untuk berkembang,

3. Keuangan tidak terkendali,

4. Atau pendidikan anak diabaikan—

Maka itu adalah peringatan yang tidak boleh diabaikan.

Menjaga keluarga agar tetap harmonis, disiplin, dan penuh semangat bukan hanya tanggung jawab orang tua, tapi semua anggota keluarga.

Ingatlah, kebahagiaan dan kesuksesan keluarga adalah hasil kerja keras bersama, bukan hasil keberuntungan semata. (jhn/yn)

Kisah Mengharukan dari Perang Dunia II: Malam Sunyi


EtIndonesia. Pada peringatan 40 tahun kemenangan Perang Dunia II, mendiang Presiden Amerika Serikat, Ronald Reagan menyampaikan sebuah pidato yang menggugah hati. Dalam pidatonya, dia membagikan sebuah kisah Natal yang benar-benar terjadi—kisah yang membuktikan bahwa dalam perang sekalipun, kebaikan tetap bisa bersinar di tengah kegelapan. Dengan penuh keyakinan, dia menyimpulkan: “Kebaikan pasti akan mengalahkan kejahatan, dan kebebasan pasti akan menundukkan tirani.”

Latar Belakang: Perang yang Memisahkan, Malam yang Menyatukan

Kisah ini terjadi pada malam Natal tahun 1944, ketika Perang Dunia II sedang memasuki fase yang menentukan di Eropa. Pasukan Sekutu telah berhasil mendarat di Normandia dan mulai melancarkan serangan balasan yang menyebabkan pasukan Nazi Jerman terus mundur. Merasa terdesak dan tidak rela kalah, Hitler memerintahkan serangan besar-besaran di wilayah Ardennes, Belgia, hanya delapan hari sebelum Natal.

Pertempuran ini dikenal sebagai Battle of the Bulge, salah satu pertempuran paling berdarah dalam Perang Dunia II. Pertempuran berlangsung lebih dari sebulan dengan korban yang sangat besar—sekitar 100.000 tentara Jerman tewas atau terluka, sementara tentara Sekutu kehilangan 81.000 orang, dengan 95% di antaranya adalah tentara Amerika Serikat, termasuk hampir 20.000 orang yang gugur. Inilah pertempuran dengan korban terbanyak dalam sejarah militer AS.

Dan di tengah pekatnya kehancuran dan salju, terjadilah sebuah peristiwa kecil yang mengandung makna besar bagi kemanusiaan.

Malam Natal di Tengah Hutan

Di dalam Hutan Hürtgen di wilayah Jerman, di sisi garis depan pasukan Jerman, seorang wanita Jerman bernama Elisabeth Vincken tinggal bersama anak laki-lakinya yang berusia 12 tahun, Fritz, di sebuah pondok kayu sederhana. Rumah dan toko kue mereka di kota telah hancur akibat serangan udara Sekutu. Demi bertahan hidup, mereka berlindung di dalam hutan, jauh dari kekacauan perang.

Malam itu adalah malam Natal. Mereka berharap sang ayah, Hubert—yang bekerja di pemadam kebakaran sipil Jerman—bisa pulang dan membawa makanan. Namun cuaca sangat buruk, salju tebal menutupi pegunungan, dan harapan untuk berkumpul kembali sangat tipis.

Tiba-tiba, terdengar ketukan keras di pintu. Fritz berlari membukanya, mengira itu ayahnya. Tapi sang ibu yang berhati-hati mendahuluinya.

Ketika pintu dibuka, tampak dua tentara Amerika berdiri di luar dengan helm baja, dan satu lagi terbaring tak bergerak di salju—terlihat sekarat. Elisabeth langsung sadar: ini adalah musuh!

Permintaan Berteduh dan Nyawa yang Bergantung

Ternyata ketiga orang itu adalah prajurit dari Divisi ke-8 Infanteri Amerika yang tersesat dari pasukannya dalam badai salju. Mereka telah berkeliaran selama tiga hari tiga malam, kehabisan makanan, menggigil dalam suhu beku, dan salah satu dari mereka tertembak di paha—kehilangan banyak darah.

Mereka membawa senjata, tetapi dengan sopan mereka mengetuk dan memohon tempat untuk berteduh.

Meskipun tidak mengerti bahasa Inggris, Elisabeth memahami maksud mereka. Setelah terdiam sejenak, dia mengizinkan mereka masuk. Sang prajurit yang terluka dibaringkan di ranjang Fritz. Elisabeth merobek seprai untuk membuat perban, dan menyuruh Fritz mengambil salju untuk memijat tangan dan kaki beku para prajurit. Dia bahkan menyembelih ayam peliharaan terakhir mereka dan menyiapkan makan malam Natal dengan tambahan enam kentang.

Aroma ayam panggang mengisi ruangan. Suasana mulai menghangat, dan Elisabeth menemukan bahwa salah satu tentara bisa berbahasa Prancis, membuat komunikasi sedikit lebih mudah.

Ketukan Kedua: Musuh yang Sama-sama Lelah

Namun belum lama mereka tenang, ketukan kedua menggema. Ketika Fritz membuka pintu, dia melihat empat tentara Jerman berdiri di depan. Dia membeku. Bahkan seorang anak kecil pun tahu bahwa membantu musuh adalah pelanggaran yang dihukum mati oleh rezim Nazi.

Elisabeth melangkah keluar dengan tenang dan menyapa mereka: “Selamat Natal.” 

Sang sersan Jerman menjelaskan bahwa mereka tersesat dan ingin menginap semalam. Elisabeth menjawab: “Kalian boleh masuk dan menghangatkan diri, juga menikmati makan malam Natal bersama kami. Tapi… ada tamu lain di dalam—mereka bukan teman kalian. Saya mohon kalian bisa menerima kehadiran mereka.”

Sersan Jerman curiga dan bertanya: “Siapa mereka? Orang Amerika?”

Elisabeth menjawab tegas: “Ya. Tapi malam ini adalah malam suci. Di sini, tidak ada yang boleh bertarung. Letakkan senjatamu di luar.”

Sersan itu menatap matanya. Setelah hening beberapa detik, dia meletakkan senjatanya, dan memerintahkan yang lain melakukan hal yang sama. Mereka masuk ke pondok.

Di Meja Makan yang Sama

Tentara Amerika langsung tegang. Salah satu dari mereka, Ralph Blank, langsung mengacungkan pistol, siap menembak. 

Tapi Elisabeth berseru dalam bahasa Prancis: “Ini malam damai. Tak boleh ada pembunuhan. Berikan senjatamu padaku.”

Ralph menyerahkan senjatanya.

Di dalam pondok yang kecil, tujuh prajurit dari dua kubu yang saling bermusuhan duduk berhimpitan. Ketegangan masih terasa, tubuh saling bersentuhan, mata saling waspada. Tapi Elisabeth tersenyum ramah dan sibuk menyajikan makanan Natal.

Beberapa menit kemudian, suasana perlahan melunak. Kehangatan pondok, aroma masakan, dan keramahan sang tuan rumah mengikis rasa curiga.

Seorang tentara Amerika menawarkan rokok kepada tentara Jerman, dan mereka menerima. Tentara Jerman mengeluarkan sebotol anggur dan sepotong roti dari ransel dan membaginya.

Seorang prajurit Jerman bahkan membantu merawat luka prajurit Amerika, menggunakan perlengkapan medisnya sendiri. Ternyata, dia dulunya mahasiswa kedokteran di Heidelberg dan bisa berbicara dalam bahasa Inggris.

Doa yang Membuat Mereka Menangis

Ketika makanan siap, Elisabeth berdiri dan berdoa dengan mata berlinang:

“Tuhan yang Maha baik, terima kasih karena telah mempertemukan kami dalam damai di malam yang penuh teror ini. Kami berjanji untuk tidak menjadi musuh malam ini, dan berbagi malam Natal yang sederhana ini dengan damai. Kami memohon agar perang ini segera berakhir dan semua orang dapat pulang ke rumah mereka dengan selamat.”

Tangis pun pecah. Para prajurit, baik dari Jerman maupun Amerika, menunduk terharu. Dendam dan kebencian perlahan menguap, digantikan kerinduan akan rumah dan perdamaian.

Pagi yang Tenang Setelah Malam yang Ajaib

Setelah makan, mereka berjalan keluar pondok. Badai salju telah reda. Langit biru gelap berhiaskan bintang.

Tujuh tentara dari dua kubu tidur bersama di bawah atap yang sama. Malam itu benar-benar “Silent Night.”

Keesokan paginya, Elisabeth memberikan bubur telur pada prajurit yang terluka. Sang sersan Jerman menunjukkan peta kepada tentara Amerika, memperingatkan agar jangan pergi ke Kota Monschau yang telah direbut kembali oleh Jerman. Mereka bahkan membuatkan tandu darurat agar prajurit yang terluka bisa dibawa dengan aman.

Setelah saling berjabat tangan dan mengucapkan terima kasih kepada Elisabeth dan Fritz, mereka pun pergi—ke arah yang berbeda.

50 Tahun Kemudian: Kisah yang Hidup Kembali

Tahun 1958, Fritz menikah dan pindah ke Hawaii. Dia membuka restoran pizza. Atas dorongan temannya, dia menulis dan mengirim kisah ini ke Digest Reader’s , yang kemudian diterbitkan.

Tahun 1995, acara TV Unsolved Mysteries membuat dokumenter berdasarkan kisah ini. Tak lama kemudian, seorang perawat di panti jompo di Maryland menelepon produser acara. Dia berkata: “Salah satu veteran tua di sini selalu bercerita tentang pengalaman serupa.”

Veteran itu adalah Ralph Blank—tentara Amerika dari malam ajaib itu. Lima puluh tahun setelah kejadian, Ralph dan Fritz kembali bertemu. Mereka berpelukan dan menangis, dan Ralph berkata: “Ibumu telah menyelamatkan nyawa kami malam itu.”

Fritz kemudian berhasil menghubungi satu lagi tentara Amerika dari malam itu, namun tak pernah menemukan jejak tentara Jerman yang terlibat.

Fritz meninggal dunia pada tahun 2002. Di tahun yang sama, Hollywood merilis film berdasarkan kisah ini, berjudul “Silent Night”.

Warisan Abadi: Kebaikan Menang atas Kejahatan

Presiden Reagan menutup kisah ini dalam pidatonya: “Kebaikan pasti akan mengalahkan kejahatan, dan kebebasan akan mengalahkan tirani.”

Pesan itu masih relevan hingga hari ini. Jika setiap orang memilih berbuat baik, dunia akan terbebas dari tirani, kekejaman, perang, dan ketakutan.

 Kisah “Silent Night” mengingatkan kita bahwa bahkan di medan perang, perdamaian bisa lahir dari keberanian dan kasih satu manusia.(jhn/yn)

Panik Massal di Teheran: Ancaman Israel Bongkar Kepanikan dan Kekacauan Internal Iran

EtIndonesia. Menjelang serangan udara besar-besaran ke fasilitas nuklir Iran, Israel ternyata lebih dulu melancarkan operasi psikologis berskala besar yang kini mulai terkuak detailnya. Sumber dari kalangan intelijen internasional dan laporan investigasi Washington Post menyebut, para agen rahasia Israel secara serentak melakukan aksi intimidasi langsung terhadap pejabat-pejabat terpenting rezim Teheran—mengubah ketegangan regional menjadi drama menegangkan yang menyorot keputusasaan dan kecemasan di pusat kekuasaan Iran.

Teror Telepon Tengah Malam: “Anda Hanya Punya 12 Jam!”

Pada hari-hari krusial sebelum rentetan bom jatuh di Iran, puluhan pejabat tinggi di Teheran menerima panggilan telepon misterius. 

Dengan bahasa Persia yang sangat fasih, seorang agen Israel menyampaikan pesan menggetarkan: “Saya beri Anda nasihat: bawa istri dan anak Anda pergi dalam 12 jam, jika tidak, Anda sudah ada dalam daftar kami.”
 

Tak sekadar mengancam, pesan itu dilengkapi peringatan yang sangat personal :  “Kami lebih dekat ke Anda daripada pembuluh darah Anda sendiri. Ingat itu baik-baik. Semoga Tuhan melindungi Anda.”

Aksi intimidasi ini bukan isapan jempol. Dalam rekaman telepon yang bocor ke media, suara agen tersebut terdengar begitu yakin dan penuh tekanan psikologis. Puluhan pejabat yang ditelepon—mayoritas adalah perwira tinggi militer, pejabat senior keamanan, dan anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC)—mendadak dihantui kecemasan luar biasa.

Target: Memecah Kepemimpinan Iran

Operasi ini adalah bagian dari strategi militer terpadu bertajuk Operation Rising Force, sebuah rencana Israel yang bukan hanya menargetkan infrastruktur militer, tetapi juga menebar ketakutan mendalam hingga ke ruang pribadi para elit Iran. Sumber keamanan menyebut, ada lebih dari 20 pejabat kunci yang dihubungi, sebagian besar merupakan kandidat suksesi jabatan strategis di bidang militer dan nuklir.

Bahkan, sejumlah pejabat Iran diminta membuat video pernyataan pemutusan hubungan dengan pemerintahan Teheran secara terbuka. Tekanan semacam ini, menurut pakar intelijen, dimaksudkan untuk menggoyang fondasi loyalitas internal rezim, sekaligus mengacaukan proses regenerasi kepemimpinan pasca-serangan.

“Tujuan utamanya jelas: membuat para calon pengganti pejabat penting ketakutan dan bahkan menolak duduk di kursi yang ditinggalkan,” ujar seorang analis Timur Tengah kepada media internasional. “Ini menggiring Iran pada kebuntuan kepemimpinan dan mempercepat kejatuhan internal.”

Terintegrasi dengan Operasi Militer Besar-besaran

Aksi teror telepon ini bukan sekadar intimidasi verbal. Israel telah memadukannya dengan serangan nyata ke fasilitas-fasilitas vital Iran, termasuk pusat riset nuklir, basis produksi senjata, dan peluncur rudal. Operation Rising Force telah menyiapkan segala sesuatu secara detail: satuan intelijen rahasia telah ditanamkan di Iran jauh hari sebelumnya, logistik senjata sudah diselundupkan, dan jaringan sumber daya aktif selama berminggu-minggu.

Beberapa pejabat Iran bahkan mengaku menerima ancaman bukan hanya lewat telepon, tapi juga melalui surat ancaman yang diselipkan di bawah pintu rumah atau dikirim ke pasangan mereka. 

Satu pesan utama disampaikan: “Di mana pun Anda bersembunyi, kami tahu keberadaan Anda.”

Referensi ke Pembunuhan Elit Iran

Agen Israel juga secara terang-terangan mengingatkan soal nasib tragis para petinggi militer dan ilmuwan nuklir Iran sebelumnya.

 “Saya telepon Anda langsung dari negara yang barusan mengirim Bagheri, Salami, dan Shahani ke neraka,” ujar agen itu kepada seorang jenderal Iran—merujuk pada tokoh-tokoh penting yang tewas dalam serangan atau pembunuhan misterius sebelumnya.

Panik di Pusat Kekuasaan: Khamenei Semakin Terkepung

Sumber internal Iran membenarkan, aksi intimidasi Israel menimbulkan efek domino di kalangan elit. Banyak calon pejabat yang semula dijadwalkan naik jabatan kini menolak, takut menjadi target berikutnya. Ayatollah Ali Khamenei pun disebut sangat kesulitan mencari sosok pengganti di posisi-posisi vital, dan bahkan jika berhasil, tokoh-tokoh yang muncul bukanlah figur tepercaya atau berpengaruh.

Menurut laporan, sebagian dari pejabat yang dihubungi akhirnya memilih berdialog dengan agen Israel—mencari jalan kompromi demi keselamatan keluarga mereka. Laporan-laporan juga menyebutkan, sejumlah keluarga pejabat penting telah diam-diam meninggalkan Iran, memperkuat kesan rezim semakin terpojok.

Operasi Psikologis Terpadu: Kunci Kemenangan Modern

Strategi Israel ini menggabungkan aksi militer presisi, perang psikologis, dan operasi intelijen mendalam—sebuah formula baru dalam pertempuran geopolitik abad ke-21. Dengan menyerang bukan hanya fisik, tetapi juga mental dan moral lawan, Israel berupaya memecah-belah soliditas musuh sebelum peluru benar-benar ditembakkan.

Seorang pakar intelijen menilai: “Inilah contoh operasi psikologis modern—menyerang kepercayaan diri, loyalitas, dan rasa aman pejabat musuh. Efeknya lebih destruktif daripada bom, karena menghancurkan mental dan memicu disintegrasi dari dalam.”

Penutup: Iran di Ambang Perubahan

Aksi Israel yang membuka babak baru ini telah membuat pusat kekuasaan Teheran dilanda kepanikan. Operasi terkoordinasi, ancaman nyata, dan efek psikologis berlapis telah membuat banyak elit Iran kehilangan rasa aman. Situasi ini memperkuat dugaan bahwa perang di kawasan tak lagi sekadar soal senjata, melainkan juga perang urat saraf yang bisa menentukan nasib sebuah rezim.

Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi atas operasi ini, sementara pihak Iran menolak berkomentar dan memperketat pengamanan internal.

Berbicara di KTT NATO, Zalenskyy Sampaikan Perusahaan Tiongkok Terlibat dalam Jaringan Pemasok Persenjataan Rusia

EtIndonesia. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa berbagai perusahaan Tiongkok merupakan bagian dari jaringan pemasok global yang menjaga mesin perang Rusia tetap berjalan. Pernyataan ini disampaikannya pada Selasa (24/6), saat ia menyerukan kepada para sekutu NATO untuk memutus semua hubungan dengan pihak-pihak yang membantu Rusia.

“Pastikan negara dan perusahaan Anda sama sekali tidak membantu Rusia atau sekutunya dalam bentuk apa pun. Ini sangat penting, sungguh,” katanya.

 “Tidak ada senjata utama Rusia saat ini yang diproduksi tanpa komponen, peralatan, atau material dari negara lain.”

Zelenskyy menyampaikan pernyataan tersebut dalam Forum Industri Pertahanan KTT NATO di Den Haag, Belanda, di mana ia juga mendesak negara-negara anggota NATO untuk meningkatkan investasi dalam pertahanan Ukraina, termasuk produksi senjata bersama, seiring perang melawan Rusia memasuki tahun keempat.

Menurut Zelenskyy, Rusia mampu mempertahankan upaya perangnya berkat “jaringan aktor negara dan non-negara.”

 “Jaringan ini mencakup Rusia, Korea Utara, rezim saat ini di Iran, perusahaan-perusahaan Tiongkok, dan banyak skema di seluruh dunia yang membantu memproduksi senjata dan menjalankan operasi terhadap negara kami, rakyat kami, dan Eropa kami,” ujarnya kepada para peserta KTT, sambil mendesak mereka untuk bekerja sama “memutus setiap mata rantai yang menghubungkan Rusia dengan para kaki tangannya.”

Zelenskyy menekankan bahwa suku cadang asing dapat ditemukan di setiap rudal Rusia, sebagian besar drone, dan kendaraan militer.

“Bukan hanya Tiongkok—juga Taiwan, beberapa komponen ini berasal dari negara-negara Eropa dan Amerika Serikat,” tambahnya. “Setiap komponen atau mesin yang dikirim ke sektor pertahanan Rusia memperpanjang perang dan merupakan kejahatan terhadap perdamaian.”

Ini bukan kali pertama Kyiv menuduh Beijing membantu kompleks industri militer Moskow.
Pada Mei lalu, Kepala Intelijen Militer Ukraina Oleh Ivashchenko mengatakan bahwa lembaganya memiliki “data yang terkonfirmasi” bahwa rezim Tiongkok memasok peralatan mesin, bahan kimia khusus, mesiu, dan komponen lainnya ke 20 pabrik senjata Rusia.

Hingga awal 2025, sekitar 80 persen komponen elektronik penting yang ditemukan dalam drone Rusia berasal dari Tiongkok, menurut Ivashchenko.

Pada April, Ukraina menjatuhkan sanksi terhadap tiga perusahaan Tiongkok yang diduga terlibat dalam produksi rudal Iskander milik Rusia, sistem rudal balistik jarak pendek yang mampu membawa nuklir dan digunakan secara luas dalam perang.

Beijing  membantah keterlibatannya dalam kedua kasus tersebut.

Sejak konflik berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina meningkat menjadi perang skala penuh pada Februari 2022, negara-negara Barat menjatuhkan sanksi besar-besaran untuk membatasi akses Rusia terhadap material yang penting bagi pembangunan senjata, termasuk rudal jelajah dan drone. Namun, Rusia tetap mampu mengakali sebagian pembatasan tersebut dan memperoleh peralatan itu, sebagian melalui jaringan pasar gelap yang kompleks.

Meskipun Tiongkok membantah memberikan dukungan militer langsung kepada Rusia, telah terdokumentasi dengan baik bahwa kilang-kilang minyak Tiongkok memanfaatkan sanksi Barat untuk membeli minyak Rusia dengan harga diskon. Menurut analisis Departemen Energi AS, impor dari Rusia meningkat selama tiga tahun berturut-turut hingga 2024, dengan rata-rata 2,2 juta barel per hari—hampir seperlima dari total impor minyak Tiongkok.

Dalam KTT  Selasa, Zelenskyy mengatakan bahwa Rusia menggunakan pendapatan dari minyak untuk membiayai militernya dan membeli material dari Korea Utara, Iran, dan “jaringan korup Rusia di negara-negara lain.”

“Solidaritas kita yang bersatu adalah jawaban terbaik terhadap jaringan perang Rusia,” tegas Zelenskyy. “Kami terbuka untuk berbagai bentuk kerja sama di sektor pertahanan, termasuk berbagi keahlian dan pencapaian kami dengan pihak-pihak yang paling banyak membantu.” (asr)

Sumber : Theepochtimes.com

Tanda-tanda Wanita Mulai Menjauh Secara Emosional: Jangan Abaikan Tanda-tanda Ini

EtIndonesia. Yang paling ditakuti pria adalah pengkhianatan wanita. Lagipula, perasaan dikhianati lebih menyakitkan daripada ditikam pisau. Namun, beberapa perubahan tidak bisa disembunyikan, terutama saat wanita memiliki orang lain di hatinya, perilakunya secara tidak sadar akan “menjadi lebih besar”. Perubahan ini bukan tanpa dasar, tetapi sinyal nyata. Hari ini, mari kita bahas tiga poin yang paling jelas. Kaum pria tidak boleh pura-pura bodoh lagi.

Dalam hubungan cinta, yang paling menakutkan bukanlah pertengkaran, melainkan saat salah satu pihak mulai berubah tanpa alasan yang jelas. Bagi banyak pria, rasa sakit akibat dikhianati oleh wanita yang dicintai bisa terasa lebih pedih daripada luka fisik.

Namun, perubahan hati tidak datang tiba-tiba. Saat seorang wanita mulai memiliki ketertarikan atau keterikatan emosional dengan pria lain, dirinya akan menunjukkan tanda-tanda tertentu yang bisa terbaca—bukan sekadar perasaan, melainkan sinyal yang nyata.

Berikut adalah tiga perubahan paling jelas yang menandakan bahwa ada sesuatu yang tidak lagi seperti dulu.

1. Dia Lebih Mudah Emosi: Ketika Sikapnya Mulai Berubah Drastis

Dulu dia lembut, penuh pengertian. Sekarang, hal-hal kecil bisa memicunya marah.

Misalnya, saat kamu hanya bertanya : “Mau makan apa malam ini?”

 Dia justru membalas dengan ketus: “Itu aja kamu nggak bisa putuskan sendiri?”

Perubahan emosi seperti ini bukan tanpa sebab. Bisa jadi, hatinya sedang bergejolak karena ada orang lain yang diam-diam mulai mengisi ruang yang sebelumnya milikmu.

Konflik batin antara keterikatan lama dan hubungan baru yang tumbuh diam-diam dapat membuat seseorang menjadi mudah tersinggung. Dan sayangnya, emosi itu sering kali dilampiaskan ke pasangan sah yang justru tidak tahu apa-apa.

Jika kamu mendapati pasanganmu berubah menjadi lebih temperamental tanpa alasan yang jelas, jangan langsung menyalahkan dirimu—tapi coba buka mata lebih lebar.

2. Dia Makin Sibuk, Makin Banyak Alasan, dan Kamu Makin Tersisih

Dulu dia selalu pulang tepat waktu, akhir pekan jadi waktu berdua. Sekarang, dia semakin sering “ada acara”—entah itu reuni teman lama, “kumpul kantor”, atau sekadar “butuh waktu sendiri”.

Bukan berarti wanita tidak boleh punya kehidupan sosial. Tapi jika dia tidak pernah lagi mengajakmu, atau tidak mau terbuka soal ke mana dan dengan siapa, maka ini patut menjadi perhatian.

Ketika seseorang mulai menutup akses pada pasangannya, itu bisa menjadi tanda bahwa dia sedang membuka akses untuk orang lain.

Perlu dipahami, kemandirian sejati tidak membuat pasangan merasa ditinggalkan. Tapi jika kamu mulai merasa seperti orang asing dalam hidupnya, mungkin memang ada sesuatu yang berubah dalam prioritas hatinya.

3. Tuntutannya Meningkat, Tapi Perhatianmu Tak Lagi Dihargai

Jika dulu dia sederhana dan penuh syukur, kini dia lebih sering menuntut barang mewah, hadiah mahal, dan pengeluaran besar—tanpa menunjukkan kehangatan yang sepadan.

Mungkin terdengar seperti dia sedang “memanjakan diri”, tapi bisa jadi itu bentuk kompensasi emosional.

Dia mungkin tahu hubungan ini mulai renggang, tapi belum siap untuk benar-benar pergi—jadi ia coba mengisi kekosongan dengan hal-hal material.

Ada juga kemungkinan lain: dia merasa bersalah karena hatinya sudah tidak sepenuhnya untukmu, dan secara bawah sadar ingin menyeimbangkan hubungan dengan menguji seberapa besar kamu masih mau berkorban.

Tapi jika kamu merasa sudah banyak memberi, namun balasannya hanyalah sikap dingin dan acuh, maka ini adalah peringatan serius.

Kesimpulan: Jangan Menutup Mata Terhadap Perubahan yang Jelas

Tiga perubahan yang perlu diperhatikan:

·        Emosi yang tidak stabil: bukan karena kamu, tapi karena ia sedang bergumul dengan sesuatu (atau seseorang) di luar sana.

·        Lingkar pergaulan yang tiba-tiba melebar, tapi kamu tidak lagi diajak.

·        Tuntutan materi yang meningkat, tanpa diiringi kehangatan batin yang sama.

Jika kamu melihat ketiga hal ini terjadi bersamaan, bukan berarti kamu harus langsung menuduh atau menghakimi, tapi setidaknya jadikan ini sebagai momen untuk merenung, berkomunikasi, dan membuat keputusan yang sehat untuk dirimu sendiri.

Karena cinta sejati adalah tentang keterbukaan, rasa saling memiliki, dan kesetiaan. Jika salah satu dari tiga hal itu telah hilang, mempertahankan hubungan tanpa kejujuran hanya akan memperpanjang luka.

Kadang, melepaskan bukan berarti menyerah, tapi tanda bahwa kamu menghargai dirimu sendiri dan percaya bahwa hatimu pantas untuk diberikan kepada seseorang yang sepenuhnya memilihmu. (jhn/yn)

Pimpinan NATO Puji Trump, Apresiasi Komitmen Jerman Tentang Pengeluaran Pertahanan

EtIndonesia. Den Haag, Belanda — Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte memuji Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas upayanya membawa perdamaian ke Ukraina. Ia mendesak negara-negara Eropa untuk berhenti mengkhawatirkan kemungkinan pengurangan komitmen Gedung Putih terhadap aliansi tersebut.

Berbicara pada hari pertama KTT NATO di Den Haag, Belanda, pada 24 Juni, Rutte menggambarkan rendahnya tingkat pengeluaran pertahanan oleh negara-negara Eropa sebagai “kerikil di dalam sepatu” yang telah mengganggu Trump dan para politisi AS lainnya.

Trump dijadwalkan hadir secara singkat dalam KTT tersebut, yang akan berakhir pada 25 Juni dengan ditetapkannya target  baru untuk pengeluaran pertahanan.

Target yang diperkirakan akan disepakati adalah sebesar 5 persen dari produk domestik bruto (PDB) untuk setiap negara anggota, lebih dari dua kali lipat patokan 2 persen yang ditetapkan dalam KTT di Wales pada 2014. Target ini mencakup 3,5 persen PDB untuk pengeluaran militer inti dan 1,5 persen untuk infrastruktur terkait keamanan.

Rutte memulai pidatonya di Forum Publik NATO pada 24 Juni dengan menyambut baik komitmen Jerman terhadap pengeluaran pertahanan. Ia mengatakan, “Jerman kemarin menyatakan akan mencapai 3,5 persen, bukan pada tahun 2035, tetapi pada tahun 2029.”

Pekan lalu, Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson mengatakan, “Saya ingin mengonfirmasi bahwa Swedia akan mencapai target pengeluaran NATO yang baru, yaitu 5 persen dari PDB, dengan sedikitnya 3,5 persen PDB dialokasikan untuk kebutuhan pertahanan inti guna memenuhi target kapabilitas baru NATO.”

Rutte menyebut komitmen Swedia tersebut pada 24 Juni, dan juga memuji Polandia, Estonia, Latvia, dan Finlandia yang menurutnya hampir mencapai ambang 5 persen.

Laju Produksi Rusia yang ‘Mencengangkan’

Ia menekankan bahwa NATO perlu meningkatkan pengeluaran pertahanan karena “Rusia sedang merekonstruksi diri pada kecepatan yang benar-benar mencengangkan.”

Rutte menyatakan bahwa Rusia saat ini memproduksi lebih banyak perangkat keras dan amunisi militer dalam waktu tiga bulan dibandingkan seluruh Eropa dalam setahun. Ia juga menunjukkan bahwa ekonomi Rusia hanya sebagian kecil dari ukuran ekonomi Eropa.

Ketika ditanya oleh moderator sesi, CEO Munich Security Conference Benedikt Franke, tentang komitmen AS terhadap NATO dan pertahanan Eropa, Rutte menjawab:

“Saya ingin memuji Presiden Trump karena telah memulai dialog dengan [Presiden Rusia Vladimir] Putin. Dia satu-satunya pemimpin yang bisa memecahkan kebuntuan,” kata Rutte. “Tetapi akan membutuhkan waktu untuk mencapai kesepakatan. Sementara itu, kita harus memastikan Ukraina memiliki apa yang dibutuhkan untuk terus bertempur.”

Rutte mendapat tepuk tangan dari sekitar 500 hadirin ketika ia mengatakan bahwa perdamaian yang langgeng dan berkelanjutan dibutuhkan di Ukraina, serta kesepakatan yang memastikan bahwa Putin tidak bisa mengambil “satu mil persegi pun” lagi dari wilayah Ukraina.

Saat Franke bertanya tentang penilaiannya terhadap Amerika Serikat sebagai sekutu, Rutte menjawab:  “Ada komitmen total dari presiden AS dan pimpinan senior terhadap NATO.”

Mantan PM Belanda itu mengatakan ia sering ditanya apakah Amerika Serikat akan mengurangi jumlah pasukan di Eropa, dan apakah panglima tertinggi NATO berikutnya akan berasal dari Eropa.

Awal Juni lalu, Letnan Jenderal Alexus G. Grynkewich dinominasikan oleh Dewan Atlantik Utara sebagai panglima tertinggi sekutu untuk Eropa.  Dalam momen yang ringan, Rutte berkata, “Saat saya periksa paspornya, dia warga Amerika.”

Rutte menambahkan, “Saya terus mengatakan kepada orang Eropa untuk berhenti terlalu khawatir, mulai jalankan rencana investasi kalian, dan jangan terlalu khawatir soal Amerika Serikat.”

Pada 22 Juni, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez mengatakan bahwa ia telah mencapai kesepakatan agar negaranya diberikan pengecualian dari target pengeluaran 5 persen.
“Spanyol, oleh karena itu, tidak akan menghabiskan 5 persen PDB-nya untuk pertahanan, tetapi partisipasi, bobot, dan legitimasi kami di NATO tetap utuh,” kata Sánchez dalam pidato yang disiarkan televisi.

Dalam konferensi pers pra-KTT pada 23 Juni, seorang jurnalis Yunani bertanya kepada Rutte bagaimana, mengingat pengecualian untuk Spanyol, ia akan memastikan bahwa janji 5 persen tidak menjadi janji kosong.

Rutte menjawab, “Terkait Spanyol, NATO tidak mengenal sistem pengecualian, dan NATO tidak membuat kesepakatan terselubung.”

Ia menjelaskan bahwa negara-negara dalam aliansi ini “memiliki hak kedaulatan, dan juga fleksibilitas, untuk menentukan jalur mereka dalam memenuhi komitmen NATO.”

“Perbedaan besar dari janji di Wales tahun 2014 adalah… akan ada laporan tahunan mengenai apa yang dibelanjakan oleh negara-negara,” kata Rutte. “Akan ada tinjauan rutin tentang… apa yang sedang terjadi.”

Ia menambahkan bahwa pada tahun 2029, NATO akan melakukan evaluasi dan menilai situasi keamanan internasional, dan mungkin perlu menambah jumlah pengeluaran melebihi 5 persen. (asr)

Sumber : Theepochtimes.com

Donald Trump Mendapat Nominasi Kedua untuk Hadiah Nobel Perdamaian, Siapa yang Melakukannya, dan Mengapa?

EtIndonesia. Pemimpin Partai Republik, Buddy Carter menominasikan Presiden AS, Donald Trump untuk Hadiah Nobel Perdamaian karena menjadi penengah gencatan senjata antara Israel dan Iran. Dia memuji Trump karena ‘mencegah negara sponsor terorisme terbesar di dunia memperoleh senjata paling mematikan di planet ini.’

Beberapa hari yang lalu, Pakistan juga menominasikan Trump karena menciptakan perdamaian antara New Delhi dan Islamabad ketika kedua negara bersenjata nuklir itu terlibat dalam pertempuran lintas batas menyusul serangan Pahalgam yang keji pada tanggal 22 April. Serangan yang menewaskan 26 orang tak berdosa di Lembah Baisaran.

Carter dalam suratnya kepada Komite Hadiah Nobel Perdamaian, menulis: “Dalam beberapa minggu terakhir, dunia berada di ambang perang yang berbahaya dan berpotensi mengganggu stabilitas kawasan. Namun dalam menghadapi krisis ini, Presiden Trump mengambil tindakan berani untuk pada akhirnya memperjuangkan perdamaian melalui kekuatan dan memfasilitasi kerangka gencatan senjata yang menghentikan permusuhan. Dalam sebuah pernyataan yang sejak saat itu bergema di seluruh dunia, Presiden Trump mengumumkan ketentuan perjanjian gencatan senjata yang lengkap dan menyeluruh, memuji Israel dan Iran atas keberanian mereka untuk mengakhiri perang.”

Dia menambahkan: “Pesan tentang rasa saling menghormati dan perdamaian sekarang akan menghasilkan penghentian penuh aktivitas militer, tidak ada eskalasi lebih lanjut, dan pelestarian ribuan, jika tidak jutaan, nyawa di seluruh Timur Tengah dan di seluruh dunia.”

Lebih lanjut, dia menguraikan alasan pencalonan Trump, dia menulis: “Pengaruh Presiden Trump berperan penting dalam menempa kesepakatan cepat yang oleh banyak orang dianggap mustahil. Presiden Trump juga mengambil tindakan berani dan tegas untuk menghentikan ambisi nuklir Iran dan memastikan bahwa negara sponsor terorisme terbesar di dunia tetap tidak mampu memperoleh senjata nuklir. Kepemimpinannya saat ini mencontohkan cita-cita yang ingin diakui oleh Hadiah Nobel Perdamaian: mengejar perdamaian, mencegah perang, dan memajukan keharmonisan internasional.”

Ini terjadi pada saat Trump mengumumkan gencatan senjata, tetapi pertama-tama dia menyerang situs nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan. Baik Israel maupun Iran sekarang mempraktikkan pengendalian diri setelah pelanggaran gencatan senjata awal. (yn)

Di KTT NATO Trump Memuji Gencatan Senjata Iran-Israel Sebagai ‘Kemenangan Luar Biasa bagi Semua Orang’

EtIndonesia. Presiden AS, Donald Trump, dalam konferensi pers di sela-sela KTT NATO di Den Haag pada hari Rabu (25/6), memuji gencatan senjata dalam perang Israel-Iran sebagai “kemenangan luar biasa bagi semua orang, termasuk Iran”.

Di tengah ketidakpastian seputar gencatan senjata, Trump bersikeras bahwa gencatan senjata “berjalan dengan sangat baik” dan mengatakan bahwa berkat pemboman AS terhadap situs nuklir Iran, Teheran “tidak akan membuat bom untuk waktu yang lama”.

Mengejek laporan yang menunjukkan bahwa serangan AS, bertentangan dengan apa yang dikatakan Trump, tidak “menghancurkan” program nuklir Iran, presiden AS bersikeras bahwa “penghancuran total” terjadi dan mengatakan bahwa program nuklir Iran telah mengalami kemunduran “puluhan tahun”.

Trump mengaku berjasa atas kemunduran program nuklir Iran

Menggandakan klaim “penghancuran total”, Trump mengklaim bahwa program nuklir Teheran telah mengalami kemunduran “puluhan tahun”. “Mereka tidak akan membuat bom untuk waktu yang lama,” imbuhnya.

Trump mengecam media

Mengecam publikasi media yang melaporkan kebocoran intelijen AS mengenai penilaian kerusakan di lokasi nuklir, Trump mengecam wartawan dari beberapa media, termasuk CNN dan The New York Times, dengan menegaskan bahwa publikasi mereka “akan menurun”.(yn)