Momen Kebersamaan Makin Istimewa: Gochisō Yakiniku Grill Hadir di Nagano Restaurant VASA Hotel Surabaya

VASA Hotel Surabaya Hadirkan Gochisō Yakiniku Grill, Pengalaman Yakiniku Premium All-You-Can-Eat di Nagano Restaurant

SURABAYA, Juli 2026 – Bagi pecinta kuliner Jepang di Surabaya, kabar gembira datang dari VASA Hotel Surabaya. Hotel berbintang lima ini resmi meluncurkan Gochisō Yakiniku Grill, promo terbaru di Nagano Restaurant yang menghadirkan pengalaman Japanese yakiniku premium dengan konsep all-you-can-eat.

Mengusung filosofi Jepang gochisō yang berarti “hidangan istimewa” atau “jamuan terbaik”, program ini dirancang untuk memberikan pengalaman bersantap yang lebih dari sekadar menikmati makanan. Para tamu dapat memilih sendiri varian daging pilihan dan memanggangnya di meja masing-masing, menciptakan momen interaktif yang hangat dan berkesan.

Menu Premium dengan Cita Rasa Autentik

Gochisō Yakiniku Grill menawarkan beragam pilihan daging berkualitas yang dipersiapkan secara khusus untuk menghasilkan tekstur dan cita rasa terbaik saat dipanggang. Mulai dari premium beef, chicken, seafood segar, hingga aneka sayuran—semuanya dipadukan dengan saus khas Jepang dan pilihan pendamping autentik.

Tidak hanya itu, para tamu juga dapat menikmati berbagai hidangan pelengkap, seperti:

  • Sushi dan sashimi (sesuai ketersediaan)
  • Tempura renyah khas Jepang
  • Ramen hangat yang menggugah selera
  • Nasi khas Jepang sebagai pendamping
  • Dessert dan pilihan minuman segar

Dengan interior modern yang terinspirasi dari estetika Jepang serta suasana hangat dan nyaman, Nagano Restaurant menjadi pilihan ideal untuk berbagai kesempatan—mulai dari makan siang bersama kolega, makan malam keluarga, hingga perayaan momen spesial.

Pengalaman Bersantap yang Berkesan

Eko Setiawan Winarto, General Manager VASA Hotel Surabaya, menyampaikan bahwa Gochisō Yakiniku Grill hadir untuk memberikan pengalaman yakiniku premium yang mengombinasikan kualitas terbaik, kenyamanan, dan keramahan layanan khas hotel berbintang lima.

“Melalui Gochisō Yakiniku Grill, kami ingin menghadirkan pengalaman yakiniku premium yang mengombinasikan kualitas terbaik, kenyamanan, dan keramahan layanan khas VASA Hotel Surabaya. Kami percaya bahwa bersantap bukan hanya soal makanan, tetapi juga tentang menciptakan momen kebersamaan yang berkesan,” ujar Eko.

Berapa Banyak Bangunan yang Tertimbun Longsor di Chongqing, Tiongkok ? Foto Sebelum dan Sesudah Kejadian Beredar

Longsor yang terjadi di Kabupaten Pengshui, Chongqing, menimbulkan pertanyaan mengenai jumlah korban. Angka resmi pemerintah PKT yang menyebut 8 orang meninggal dunia dan 34 orang hilang mendapat perhatian dan dipertanyakan oleh sebagian pihak. Sejumlah warga setempat mengatakan bahwa lebih dari sepuluh bangunan serta sebuah bus yang membawa 19 penumpang tertimbun longsor. Foto-foto kawasan tersebut sebelum dan sesudah kejadian yang beredar di internet memberikan gambaran mengenai luasnya area yang terdampak.

EtIndonesia.com Sekitar pukul 09.00 pagi pada 17 Juli, longsor terjadi di dekat Jembatan Ketiga Sungai Wujiang, Jalan Hanjia, Kabupaten Pengshui, Tiongkok. 

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan bongkahan batu raksasa setinggi beberapa lantai gedung jatuh dari lereng gunung, menghancurkan dan menimbun sejumlah bangunan.

Seorang warga bermarga Xie mengatakan kepada media Tiongkok bahwa berdasarkan pendataan awal, sekitar 12 hingga 13 bangunan runtuh. Ia juga menyebut sebuah bus yang sedang melintas ikut tertimbun longsor.

Seorang pejabat pemerintah setempat juga disebut membenarkan bahwa longsor tersebut melibatkan sekitar 13 bangunan.

Seorang warga dari Kota Datong, Kabupaten Pengshui, mengatakan kepada The Epoch Times bahwa sebuah bus pagi yang melayani rute menuju Kota Datong sedang melintasi lokasi saat longsor terjadi dan tertimbun bersama 19 orang yang berada di dalamnya.

Foto-foto kawasan permukiman sebelum longsor yang beredar di internet kemudian dibandingkan dengan foto setelah kejadian, sehingga memperlihatkan secara lebih jelas bangunan-bangunan yang hilang akibat tertimbun material longsor.

Dari foto tersebut terlihat bahwa sebagian besar bangunan yang tertimbun merupakan gedung hunian setinggi empat hingga tujuh lantai, sementara sebagian lainnya merupakan bangunan komersial.

Sejumlah pengguna internet yang mengaku sebagai warga setempat menulis: “Bangunan-bangunan itu penuh dengan penghuni. Pagi hari banyak orang kemungkinan masih tidur.”

Komentar lain menyebut: “Sekarang sedang liburan musim panas, mungkin masih banyak anak-anak yang sedang tidur.”

Menurut laporan resmi pemerintah Tiongkok, 18 orang berhasil diselamatkan, 8 orang dipastikan meninggal dunia, dan 34 orang masih dinyatakan hilang.

Sebagian pihak mempertanyakan apakah jumlah korban yang sebenarnya lebih besar, namun hingga saat ini belum ada verifikasi independen mengenai jumlah pasti korban maupun dugaan itu.

Sumber : NTDTV.com

Trump Naikkan Level Perang! Infrastruktur Iran Hancur, Listrik Lumpuh dan Dunia Hadapi Krisis Besar

EtIndonesia.com – Konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran kembali mengalami eskalasi yang mengkhawatirkan. Setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut rezim Iran sebagai “sekumpulan manusia biadab” dalam pernyataan kerasnya beberapa waktu lalu, operasi militer Washington dilaporkan memasuki fase baru dengan cakupan sasaran yang semakin luas.

Jika sebelumnya serangan Amerika Serikat lebih banyak difokuskan pada pangkalan militer, fasilitas rudal, gudang senjata, dan infrastruktur pertahanan Iran, kini berbagai laporan menyebut bahwa operasi militer telah meluas hingga menyasar infrastruktur strategis yang mendukung aktivitas sipil. Sasaran tersebut meliputi jaringan distribusi listrik, jembatan utama, hingga jalur kereta api yang memiliki peran penting dalam sistem logistik nasional Iran.

Jembatan Kahurestan Dilaporkan Hancur

Salah satu perkembangan yang paling menyita perhatian adalah laporan mengenai hancurnya Jembatan Kahurestan, salah satu jalur transportasi strategis yang menghubungkan kawasan menuju Pelabuhan Bandar Abbas di Iran selatan.

Bandar Abbas merupakan pelabuhan komersial terbesar Iran sekaligus pusat distribusi logistik utama negara tersebut. Pelabuhan ini tidak hanya menjadi pintu keluar-masuk perdagangan internasional Iran, tetapi juga berfungsi sebagai salah satu jalur distribusi barang menuju berbagai provinsi di dalam negeri.

Kerusakan pada jembatan tersebut diperkirakan akan menghambat arus logistik, memperlambat distribusi barang, serta meningkatkan tekanan terhadap aktivitas ekonomi yang sejak awal konflik telah mengalami gangguan cukup besar.

Serangan terhadap Jaringan Listrik Memicu Krisis Energi

Selain infrastruktur transportasi, sistem kelistrikan Iran juga dilaporkan menjadi sasaran serangan.

Sejumlah wilayah di Iran bagian selatan mengalami pemadaman listrik setelah jaringan distribusi energi terganggu. Dampaknya segera dirasakan masyarakat luas karena kawasan selatan Iran sedang menghadapi musim panas dengan suhu yang sangat ekstrem.

Dalam situasi tersebut, Kementerian Energi Iran mengeluarkan imbauan nasional yang menuai perhatian luas.

Pemerintah meminta masyarakat untuk mematikan pendingin ruangan (AC) selama jam-jam puncak konsumsi listrik, meskipun hanya selama sekitar satu jam setiap harinya.

Permintaan tersebut dianggap sangat berat mengingat suhu udara di sebagian wilayah Iran selatan dilaporkan mendekati 50 derajat Celsius.

Dalam kondisi cuaca seperti itu, pendingin ruangan bukan lagi sekadar alat penunjang kenyamanan, melainkan kebutuhan penting bagi kesehatan dan keselamatan masyarakat, terutama anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki penyakit tertentu.

Situasi tersebut memperlihatkan bahwa dampak perang kini tidak lagi terbatas pada sektor militer, tetapi mulai memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat sipil secara langsung.

Konflik Berpotensi Memasuki Tahap yang Lebih Berbahaya

Sejumlah pengamat menilai perkembangan terbaru menunjukkan bahwa konflik Amerika Serikat-Iran berpotensi memasuki fase yang jauh lebih berbahaya dibandingkan sebelumnya.

Jika pada tahap awal sasaran utama adalah kemampuan militer Iran, maka kini kerusakan terhadap infrastruktur sipil berpotensi menimbulkan gangguan berkepanjangan terhadap aktivitas ekonomi, transportasi, pelayanan publik, hingga kebutuhan dasar masyarakat.

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memperbesar dampak kemanusiaan apabila eskalasi konflik terus berlanjut.

Houthi Dikabarkan Siap Menutup Selat Bab el-Mandeb

Di saat yang sama, ketegangan juga meningkat di kawasan Laut Merah.

Menurut laporan Reuters, kelompok Houthi di Yaman, yang didukung Iran, telah menempatkan rudal serta pesawat nirawak (drone) dalam status siaga tempur atas arahan dari Teheran.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa kelompok tersebut sewaktu-waktu dapat melakukan operasi untuk menutup Selat Bab el-Mandeb, salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia.

Apabila skenario tersebut benar-benar terjadi bersamaan dengan terganggunya lalu lintas di Selat Hormuz, maka dunia akan menghadapi situasi yang belum pernah terjadi dalam sejarah perdagangan modern.

Kedua selat tersebut merupakan jalur utama pengiriman minyak dan berbagai komoditas internasional.

Gangguan terhadap salah satu saja sudah mampu memengaruhi pasar energi global. Jika keduanya terganggu secara bersamaan, dampaknya diperkirakan akan jauh lebih besar terhadap rantai pasok dunia.

Harga Minyak Berpotensi Melonjak Tajam

Seorang pejabat senior Houthi bahkan secara terbuka menyatakan bahwa apabila Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb sama-sama tidak dapat dilalui kapal-kapal dagang, maka harga minyak dunia berpotensi melonjak hingga 200 dolar Amerika Serikat per barel.

Walaupun prediksi tersebut masih bersifat spekulatif, berbagai analis energi mengakui bahwa gangguan terhadap dua jalur pelayaran tersebut hampir pasti akan mendorong kenaikan harga minyak serta meningkatkan biaya transportasi global.

Krisis Air Dinilai Lebih Berbahaya daripada Krisis Minyak

Namun demikian, sejumlah analis menilai bahwa ancaman terbesar bukan hanya berasal dari potensi krisis energi.

Menurut mereka, krisis air bersih justru dapat menjadi konsekuensi yang jauh lebih serius apabila perang terus meluas.

Negara-negara Teluk Arab selama ini sangat bergantung pada pabrik desalinasi, yaitu fasilitas yang mengubah air laut menjadi air tawar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Iran memiliki struktur penyediaan air yang berbeda.

Sebagian besar kebutuhan air bersih negara tersebut berasal dari waduk, bendungan, sungai, dan cadangan air tanah. Kontribusi air hasil desalinasi diperkirakan masih sangat kecil, bahkan disebut belum mencapai satu persen dari total kebutuhan nasional.

Apabila konflik mulai menyasar fasilitas penyediaan air bersih, bendungan, maupun jaringan distribusi air, maka jutaan penduduk di berbagai kota berpotensi menghadapi kesulitan memperoleh pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Dalam kondisi seperti itu, perang tidak lagi hanya merusak infrastruktur, tetapi dapat berkembang menjadi krisis kemanusiaan yang mengancam kelangsungan hidup masyarakat.

Iran Dinilai Berupaya Membangun Simpati Internasional

Di sisi lain, sejumlah pengamat politik menilai pemerintah Iran juga berupaya memanfaatkan dampak kemanusiaan akibat perang untuk membangun dukungan internasional.

Pemadaman listrik, suhu udara yang sangat tinggi, serta terganggunya kehidupan masyarakat sipil dapat memperkuat narasi bahwa Iran merupakan korban dari operasi militer yang sedang berlangsung.

Strategi tersebut dinilai dapat digunakan Teheran untuk memperoleh simpati dari masyarakat internasional sekaligus meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Amerika Serikat.

Kritik terhadap Kebijakan Pembangunan Infrastruktur Iran

Meski demikian, para pengkritik pemerintah Iran menilai terdapat persoalan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Menurut mereka, selama beberapa dekade Iran memperoleh pendapatan yang sangat besar dari ekspor minyak dan gas.

Namun, sebagian pihak berpendapat bahwa sebagian dana tersebut lebih banyak dialokasikan untuk mendukung berbagai kelompok sekutu regional, termasuk Houthi di Yaman dan Hizbullah di Lebanon, dibandingkan memperkuat infrastruktur dalam negeri, termasuk jaringan kelistrikan nasional.

Akibatnya, ketika konflik berskala besar terjadi, sistem energi nasional dinilai tidak memiliki ketahanan yang memadai untuk menghadapi serangan terhadap infrastruktur strategis.

Tekanan terhadap Iran Memasuki Fase Baru

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa tekanan terhadap Iran kini tidak lagi hanya berupa sanksi ekonomi maupun serangan terhadap fasilitas militer.

Operasi yang mulai menyasar infrastruktur penting telah mengubah karakter konflik menjadi lebih kompleks karena secara langsung memengaruhi aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat sipil.

Jika eskalasi terus berlanjut, konflik Amerika Serikat-Iran berpotensi memasuki fase yang lebih berbahaya dengan konsekuensi yang tidak hanya dirasakan oleh kedua negara, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah, perdagangan internasional, serta pasar energi dunia. (***)

Bandar Abbas Nyaris Menjadi Kota Mati! Serangan Besar AS Mengubah Peta Perang Timur Tengah

EtIndonesia.com — Konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran kembali mengalami eskalasi signifikan. Setelah enam gelombang serangan berturut-turut dalam beberapa hari terakhir, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (U.S. Central Command/CENTCOM) pada Jumat, 17 Juli 2026, kembali melancarkan serangan udara besar-besaran ke berbagai wilayah strategis Iran. Operasi tersebut menargetkan aset militer utama, termasuk pesawat tempur, pesawat nirawak (drone), kapal perang, pangkalan udara, hingga berbagai infrastruktur strategis yang dinilai mendukung kemampuan tempur Iran.

Memasuki Sabtu, 18 Juli 2026, CENTCOM kembali mengumumkan dimulainya gelombang ketujuh serangan berturut-turut terhadap Iran. Operasi terbaru ini disebut sebagai bagian dari upaya berkelanjutan Amerika Serikat untuk terus melemahkan kemampuan militer Teheran. Sejumlah analis militer menilai, rangkaian serangan tersebut menunjukkan bahwa Washington tengah meningkatkan tekanan secara bertahap dan kemungkinan sedang mempersiapkan operasi yang jauh lebih besar dalam beberapa hari ke depan.

Bandar Abbas Menjadi Sasaran Utama, Infrastruktur Strategis Hancur

Serangan udara yang berlangsung sepanjang malam 17 Juli mengakibatkan kerusakan besar pada berbagai fasilitas vital Iran, terutama di sekitar Bandar Abbas, Provinsi Hormozgan, yang merupakan pelabuhan komersial terbesar sekaligus salah satu pusat logistik militer terpenting negara tersebut.

Menurut berbagai laporan, sedikitnya enam hingga tujuh jembatan utama di sekitar Bandar Abbas berhasil dihancurkan. Selain itu, Menara Maritim Chabahar dan sebuah menara komunikasi di Bandar Abbas juga dilaporkan runtuh akibat serangan udara.

Tidak hanya itu, sebuah stasiun kereta api di sebelah barat Bandar Abbas turut menjadi sasaran pemboman. Sebuah bandara sipil di Iran tenggara juga dilaporkan mengalami kerusakan cukup berat setelah terkena serangan.

Kerusakan yang meluas membuat sejumlah analis pertahanan menyebut Bandar Abbas kini nyaris berubah menjadi sebuah “pulau yang terisolasi”, karena hampir seluruh jalur transportasi utama yang menghubungkan pelabuhan tersebut dengan wilayah sekitarnya telah terputus.

Bandar Abbas selama ini merupakan simpul logistik utama bagi perdagangan internasional Iran sekaligus basis penting bagi Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Lumpuhnya berbagai jalur akses diperkirakan akan menghambat distribusi logistik militer maupun aktivitas ekonomi nasional.

Serangan Dinilai Bukan Operasi Acak

Sejumlah pakar militer menilai pola serangan Amerika Serikat menunjukkan adanya perencanaan yang matang.

Alih-alih sekadar menghancurkan sasaran militer, Washington dinilai secara sistematis menghantam jaringan transportasi, komunikasi, serta infrastruktur pendukung yang dapat menghambat mobilisasi pasukan Iran.

Beberapa analis bahkan menduga penghancuran jembatan, rel kereta, hingga fasilitas logistik merupakan bagian dari operasi untuk membuka jalan apabila pada tahap berikutnya diperlukan operasi militer yang lebih luas, termasuk kemungkinan operasi darat atau serangan udara berskala besar.

Pangkalan Udara Iran dan Armada Mirage Dilaporkan Musnah

Citra satelit yang beredar setelah serangan sebelumnya menunjukkan bahwa Pangkalan Udara Tempur Taktis ke-9 Angkatan Udara Iran, yang terletak di dekat Bandar Abbas, mengalami kerusakan sangat berat.

Fasilitas bawah tanah darurat yang selama ini digunakan sebagai tempat perlindungan pesawat tempur juga dilaporkan ikut hancur.

Sejumlah sumber militer menyebutkan bahwa empat unit terakhir pesawat tempur Mirage milik Angkatan Udara Iran ikut musnah dalam serangan tersebut. Jika informasi itu benar, maka Iran diperkirakan telah kehilangan seluruh armada Mirage yang masih aktif digunakan.

Serangan Terhadap Infrastruktur Listrik Memperburuk Krisis Energi

Selain menghantam sasaran militer, Amerika Serikat juga terus menargetkan jaringan energi Iran.

Akibat kerusakan yang semakin luas, Kementerian Energi Iran mengimbau masyarakat di seluruh negeri untuk membatasi penggunaan pendingin ruangan (AC) dan mengurangi konsumsi listrik guna menjaga kestabilan pasokan energi nasional.

Namun situasi di wilayah selatan jauh lebih serius.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa jalur distribusi listrik menuju Bandar Abbas beserta kawasan sekitarnya telah lumpuh hampir sepenuhnya.

Kondisi tersebut terjadi ketika suhu udara di Iran bagian selatan mencapai lebih dari 120 derajat Fahrenheit atau sekitar 49 derajat Celsius, sehingga meningkatkan risiko krisis kemanusiaan apabila pemadaman listrik berlangsung dalam waktu lama.

Jika ditinjau dari enam gelombang serangan sebelumnya, terlihat bahwa pembangkit listrik dan jaringan transmisi telah menjadi salah satu sasaran utama operasi Amerika.

Sebelumnya, pada 12 Juli 2026, Direktur Perusahaan Listrik Nasional Iran mengungkapkan bahwa selama sekitar 40 hari konflik, kapasitas pembangkit listrik nasional telah berkurang sekitar 4.200 megawatt.

Kerusakan terhadap infrastruktur energi tersebut diperkirakan telah menyebabkan kerugian ekonomi lebih dari 1 miliar dolar Amerika Serikat.

Iran Mengklaim Menyerang Pangkalan AS di Suriah

Di tengah serangan udara Amerika, Iran mengklaim telah melakukan serangan balasan.

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meluncurkan serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Al-Tanf, Suriah.

Menurut klaim Iran, serangan tersebut menghancurkan sistem radar, merusak helikopter militer Amerika, serta menyebabkan korban jiwa dan korban luka dalam jumlah besar di pihak militer AS.

Namun, CENTCOM segera membantah laporan tersebut.

Dalam pernyataan resminya pada 18 Juli 2026, komando militer Amerika menegaskan bahwa informasi mengenai kerusakan besar di Pangkalan Al-Tanf merupakan berita palsu dan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Serangan Balasan Iran Meluas ke Negara-Negara Teluk

Sementara itu, sejumlah negara Teluk dilaporkan mulai merasakan dampak langsung dari aksi balasan Iran.

Kuwait menjadi salah satu negara yang disebut terkena serangan pada 18 Juli 2026.

Menurut berbagai laporan, sedikitnya 32 pesawat nirawak Iran memasuki wilayah udara Kuwait.

Serangan tersebut dilaporkan mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas penting, termasuk sebuah pembangkit listrik dan instalasi desalinasi air laut, yang merupakan fasilitas vital bagi penyediaan air bersih di negara tersebut.

Selain Kuwait, berbagai laporan juga menyebut Iran melancarkan serangan terhadap sasaran di Bahrain, Uni Emirat Arab, Yordania, serta beberapa negara Teluk lainnya.

Qatar Berubah Sikap Setelah Wilayahnya Diserang

Perkembangan yang paling mengejutkan datang dari Qatar.

Selama bertahun-tahun, Doha dikenal sebagai salah satu mitra regional Iran yang relatif dekat dan sering berperan sebagai jalur komunikasi diplomatik antara Teheran dan negara-negara Barat.

Namun setelah wilayahnya dilaporkan menjadi sasaran serangan Iran, pemerintah Qatar akhirnya mengeluarkan pernyataan keras.

Doha secara terbuka mengecam tindakan Iran dan menegaskan bahwa Qatar memiliki hak untuk mengambil langkah balasan sesuai hukum internasional.

Perubahan sikap ini dipandang sebagai perkembangan diplomatik yang sangat penting karena berpotensi mengubah keseimbangan politik di kawasan Teluk.

Houthi Diduga Mulai Memblokade Bab el-Mandeb

Di tengah meningkatnya ketegangan, kelompok Houthi di Yaman juga mulai meningkatkan aktivitas militernya.

Sebuah kapal dagang pengangkut bahan kimia di Teluk Aden, dekat pantai Yaman, dilaporkan dinaiki oleh sekelompok pria bersenjata.

Menurut laporan Reuters, kelompok tersebut diduga berhasil mengambil alih kendali kapal komersial tersebut.

Pada saat yang hampir bersamaan, seorang sumber yang disebut dekat dengan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa Yaman mulai memberlakukan blokade terhadap Selat Bab el-Mandeb.

Kelompok Houthi juga dilaporkan telah mengeluarkan peringatan kepada seluruh kapal yang melintasi Laut Merah maupun Selat Bab el-Mandeb agar bersiap menghadapi kemungkinan operasi militer.

Gelombang Ketujuh Resmi Dimulai

Pada 18 Juli 2026 pukul 15.00 waktu Pantai Timur Amerika Serikat (EDT), CENTCOM secara resmi mengumumkan dimulainya gelombang ketujuh serangan berturut-turut terhadap Iran.

Dalam pernyataan resminya, CENTCOM menyatakan bahwa operasi tersebut dilaksanakan atas perintah Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Amerika Serikat dengan tujuan terus melemahkan kemampuan tempur Iran.

Di saat yang hampir bersamaan, IRGC mengumumkan dimulainya “Operasi Guntur” (Thunder Operation).

Iran mengklaim telah meluncurkan rudal jelajah antikapal di kawasan Samudra Hindia yang diarahkan ke sebuah kapal perang Amerika Serikat.

Menurut klaim Teheran, sasaran kemungkinan merupakan kapal logistik atau kapal perusak Angkatan Laut Amerika Serikat dan berhasil dipaksa meninggalkan wilayah operasi.

Hingga saat ini belum terdapat konfirmasi independen mengenai klaim tersebut.

IRGC juga kembali mengancam bahwa apabila Amerika Serikat terus menghancurkan jembatan-jembatan di Iran, maka seluruh aset perusahaan Amerika di kawasan Timur Tengah akan menjadi sasaran serangan.

Amerika Perkuat Persiapan Operasi Lebih Besar

Menurut laporan Axios, Washington kini tengah mempersiapkan operasi militer dengan skala yang jauh lebih besar.

Sebagai bagian dari persiapan tersebut, Amerika Serikat kembali mengirim puluhan pesawat tanker pengisian bahan bakar di udara ke Israel.

Bandara Ben Gurion dipersiapkan sebagai pangkalan depan utama untuk mendukung operasi udara terhadap Iran.

Saat ini diperkirakan terdapat sekitar 30 pesawat tanker di Bandara Ben Gurion serta 30 unit lainnya ditempatkan di Pangkalan Udara Ramon di wilayah selatan Israel.

Apabila pengiriman tambahan benar-benar dilakukan, jumlah keseluruhan pesawat tanker Amerika di Israel diperkirakan akan melampaui 100 unit, angka yang menunjukkan kesiapan logistik untuk operasi udara dalam skala besar dan berjangka panjang.

Aktivitas Militer AS Meningkat Tajam

Selain pengerahan pesawat tanker, Angkatan Udara Amerika Serikat juga dilaporkan mempercepat pemindahan berbagai pesawat tempur menuju Timur Tengah.

Aktivitas penerbangan militer Amerika pada 18 Juli meningkat tajam, dengan sejumlah pesawat tempur dipindahkan menuju pangkalan-pangkalan strategis di Yordania dan Israel.

Pergerakan besar-besaran tersebut dipandang oleh banyak pengamat sebagai sinyal bahwa Washington sedang menyiapkan opsi militer yang lebih luas apabila konflik terus meningkat.

Chevron Siapkan Jalur Minyak Baru, Kurangi Ketergantungan pada Selat Hormuz

Di tengah memanasnya konflik, muncul pula perkembangan penting di sektor energi.

Perusahaan minyak asal Amerika Serikat, Chevron, dilaporkan tengah menjalin kerja sama dengan pemerintah Irak untuk mengembangkan jalur ekspor minyak alternatif yang tidak bergantung pada Selat Hormuz.

Chevron disebut sedang mengkaji investasi di dua ladang minyak di Irak sekaligus membangun jaringan pipa menuju pesisir Suriah.

Melalui proyek tersebut, minyak Irak nantinya dapat dialirkan ke Laut Mediterania tanpa harus melewati Selat Hormuz yang selama ini menjadi titik paling rawan dalam konflik Timur Tengah.

Apabila proyek tersebut berhasil direalisasikan, ketergantungan pasar energi dunia terhadap Selat Hormuz diperkirakan akan berkurang secara signifikan. Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang Amerika Serikat dan sekutunya untuk mengurangi risiko gangguan pasokan energi global akibat konflik yang terus meningkat di kawasan Teluk.

Situasi Semakin Mengkhawatirkan

Hingga 18 Juli 2026, belum terlihat adanya tanda-tanda bahwa konflik akan mereda. Sebaliknya, baik Amerika Serikat maupun Iran terus meningkatkan aktivitas militer mereka. Serangan udara, pengerahan pesawat tempur, pengiriman armada pendukung, hingga ancaman terhadap jalur pelayaran internasional menunjukkan bahwa ketegangan di Timur Tengah telah memasuki fase yang semakin berbahaya.

Banyak analis memperingatkan bahwa apabila kedua belah pihak terus meningkatkan intensitas operasi militer tanpa adanya upaya diplomasi yang efektif, konflik ini berpotensi berkembang menjadi krisis regional yang jauh lebih luas dengan dampak besar terhadap stabilitas keamanan serta pasokan energi dunia. (***)

Perang Makin Gila! AS Bombardir Iran 7 Malam Berturut-turut, Teheran Siapkan Serangan Balasan Besar

ETIndonesia.com — Konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memasuki fase yang semakin berbahaya. Memasuki malam ketujuh berturut-turut operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran, Washington tidak lagi hanya menargetkan fasilitas militer, tetapi juga memperluas serangan ke infrastruktur strategis, jaringan pengawasan maritim, serta jalur logistik yang dinilai menopang kemampuan militer Teheran.

Di saat yang sama, Iran terus melancarkan serangkaian aksi balasan, mulai dari serangan rudal ke Irak utara, ancaman terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di luar negeri, hingga berbagai insiden terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. 

Rangkaian perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa konflik kini tidak lagi terbatas pada konfrontasi langsung antara Washington dan Teheran, tetapi mulai berdampak terhadap keamanan pelayaran internasional dan stabilitas kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.

Amerika Serikat Melancarkan Serangan Malam Ketujuh Berturut-turut

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (U.S. Central Command/CENTCOM) pada Jumat, 17 Juli 2026, mengumumkan bahwa militer AS kembali melaksanakan gelombang serangan udara terhadap Iran pada pukul 15.00 waktu Pantai Timur Amerika Serikat (EDT).

Operasi tersebut menjadi malam ketujuh berturut-turut serangan Amerika terhadap Iran sejak kampanye udara terbaru dimulai. Menurut CENTCOM, tujuan utama operasi adalah terus mengurangi dan menghancurkan kemampuan militer Iran yang dianggap mengancam keamanan kawasan serta kebebasan pelayaran internasional.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa operasi militer Amerika masih akan berlanjut selama Iran dinilai tetap memiliki kemampuan untuk mengancam jalur perdagangan internasional maupun kepentingan sekutu Washington di kawasan.

Blokade Maritim Mulai Menunjukkan Dampak

CENTCOM juga mengungkapkan perkembangan terbaru terkait blokade maritim yang kembali diberlakukan terhadap Iran sejak 14 Juli 2026.

Dalam waktu hanya tiga hari setelah blokade diterapkan kembali, militer Amerika mengklaim telah:

  • Memaksa empat kapal dagang mengubah rute pelayarannya.
  • Melumpuhkan kemampuan berlayar satu kapal.
  • Menaiki dan memeriksa satu kapal lainnya untuk memastikan seluruh ketentuan blokade dipatuhi.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa Washington tidak hanya mengandalkan serangan udara, tetapi juga memperketat tekanan melalui pengawasan terhadap lalu lintas maritim di sekitar Selat Hormuz.

Serangan Meluas ke Infrastruktur Strategis Iran

Memasuki dini hari Jumat, 17 Juli, Amerika Serikat memperluas sasaran operasi udara.

Selain menyerang berbagai fasilitas militer, pesawat tempur AS juga dilaporkan menggempur sejumlah jembatan strategis dan fasilitas energi di berbagai wilayah Iran.

Beberapa jam kemudian, pada Sabtu pagi, 18 Juli 2026, CENTCOM kembali mengumumkan keberhasilan operasi lain berupa penghancuran menara pengawas maritim di Pelabuhan Chabahar, yang berada di pesisir Teluk Oman.

Menurut militer AS, menara tersebut merupakan bagian dari jaringan pengawasan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang selama puluhan tahun digunakan untuk:

  • memantau aktivitas pelayaran internasional,
  • mengidentifikasi sasaran kapal,
  • serta mendukung operasi pengawasan di sekitar Selat Hormuz.

Washington menilai penghancuran fasilitas tersebut akan mengurangi kemampuan Iran dalam memonitor lalu lintas kapal di salah satu jalur energi terpenting dunia.

Trump Isyaratkan Operasi Lebih Besar

Dalam pidato kenegaraan yang disampaikan pada Kamis malam, 16 Juli 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut menyinggung perkembangan operasi militer terhadap Iran.

Ia mengatakan:

“Kami telah meraih keberhasilan besar di Iran. Dalam waktu dekat, Anda semua akan melihat hasil dari upaya yang sedang kami lakukan.”

Pernyataan tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa Gedung Putih masih menyiapkan langkah militer lanjutan apabila Iran tidak mengubah sikapnya.

AS Siapkan Puluhan Pesawat Tanker

Sementara itu, laporan Axios yang mengutip tiga pejabat Amerika Serikat dan Israel menyebutkan bahwa pemerintahan Trump telah memberi tahu pemerintah Israel mengenai rencana pengiriman puluhan pesawat tanker pengisian bahan bakar di udara dalam beberapa hari mendatang.

Pengiriman armada tanker tersebut dimaksudkan sebagai persiapan apabila operasi udara terhadap Iran kembali diperluas.

Menurut laporan tersebut, jumlah pesawat tanker nantinya akan dikembalikan ke tingkat yang sama seperti pada awal konflik.

Saat ini, militer Amerika menempatkan sekitar:

  • 30 pesawat tanker di Bandara Internasional Ben Gurion, dekat Tel Aviv.
  • 30 pesawat tanker lainnya di Bandara Ramon, Israel bagian selatan.

Seorang pejabat Israel menjelaskan bahwa Amerika lebih memilih mengoperasikan armada tanker dari Bandara Ben Gurion karena dinilai lebih aman dibanding sejumlah pangkalan udara lain yang lebih rentan terhadap serangan rudal Iran.

Strategi Washington Dinilai Berubah

Perkembangan sasaran operasi Amerika memunculkan berbagai analisis baru.

Para pengamat militer menilai bahwa strategi Washington kini tidak lagi sekadar menjaga kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.

Sebaliknya, operasi telah berkembang menjadi upaya sistematis untuk:

  • menghancurkan jalur logistik Iran,
  • memutus jaringan transportasi militer,
  • melumpuhkan radar,
  • menghancurkan sistem pertahanan udara,
  • merusak jaringan pengawasan milik IRGC.

Menurut sejumlah analis pertahanan, pola serangan semacam ini lazim dilakukan sebagai tahap awal sebelum operasi militer yang jauh lebih besar.

Mereka menilai Washington kemungkinan mulai mempertimbangkan penguasaan wilayah pesisir selatan Iran sebagai langkah untuk mengakhiri ancaman terhadap Selat Hormuz apabila konflik terus meningkat.

Meski demikian, hingga saat ini pemerintah Amerika Serikat belum mengumumkan rencana resmi mengenai pengerahan pasukan darat.

Jenderal Jack Keane Peringatkan Kelompok Houthi

Dalam wawancara bersama Fox News pada Jumat, 17 Juli 2026, Jenderal purnawirawan Jack Keane juga menyoroti kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran.

Menurutnya, kelompok tersebut memang masih memiliki kemampuan menyerang jalur pelayaran internasional.

Namun apabila Houthi kembali memblokade Laut Merah maupun Terusan Suez, konsekuensi yang akan mereka hadapi diperkirakan jauh lebih berat dibanding sebelumnya.

Keane mengungkapkan bahwa Amerika Serikat sebenarnya hampir berhasil melumpuhkan seluruh kemampuan militer Houthi.

Operasi itu, menurutnya, tidak dilanjutkan karena kelompok tersebut menyatakan kesediaan menghentikan gangguan terhadap jalur pelayaran internasional.

Ia menambahkan bahwa Houthi sangat memahami apabila kembali menyerang kapal dagang, besar kemungkinan Israel juga akan kembali terlibat dalam operasi militer terhadap kelompok tersebut.

Iran Membalas dengan Serangan yang Semakin Agresif

Di tengah gempuran besar-besaran Amerika Serikat, Iran terus melakukan aksi balasan.

Salah satu perkembangan yang paling banyak mendapat perhatian adalah serangan terhadap sejumlah fasilitas sipil di Kuwait, termasuk:

  • pembangkit listrik,
  • instalasi desalinasi air laut.

Serangan terhadap fasilitas vital tersebut dinilai semakin meningkatkan risiko meluasnya konflik ke negara-negara Teluk lainnya.

Rudal Iran Menghantam Irak Utara

Pada 17 Juli 2026, seorang sumber keamanan di Wilayah Otonomi Kurdistan, Irak, menyatakan bahwa Iran menembakkan beberapa rudal ke Provinsi Sulaymaniyah.

Serangan tersebut mengakibatkan sedikitnya:

  • 9 anggota kelompok oposisi Kurdi Iran tewas, dan
  • 3 orang lainnya mengalami luka-luka.

Menurut sumber tersebut, kawasan itu terlebih dahulu dihantam tujuh roket, sebelum disusul serangan dua pesawat nirawak (drone) yang menargetkan kamp kelompok oposisi Kurdi Iran.

Teheran Ancam Memulai “Serangan Total”

Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, pada Jumat, 17 Juli 2026, mengeluarkan peringatan keras.

Ia menyatakan bahwa apabila Amerika Serikat masih melanjutkan operasi militernya dalam dua hingga tiga hari ke depan, Iran akan memasuki fase:

“serangan total dan penghancuran menyeluruh.”

Rezaei juga menegaskan bahwa Iran tidak menutup kemungkinan akan menyerang langsung pangkalan militer Amerika maupun personel militer AS yang berada di luar wilayah Amerika Serikat.

Krisis Energi Mulai Terasa di Iran

Di dalam negeri, dampak serangan udara mulai memengaruhi pelayanan publik.

Kementerian Energi Iran meminta masyarakat mengurangi penggunaan pendingin ruangan (AC) pada jam-jam beban listrik tertinggi.

Permintaan tersebut muncul karena wilayah Iran selatan menghadapi dua tekanan sekaligus, yakni:

  • gelombang panas ekstrem,
  • kerusakan infrastruktur kelistrikan akibat serangan udara.

Pemerintah Iran Perketat Sensor Informasi

Laporan Iran International pada 17 Juli 2026 menyebutkan bahwa Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menginstruksikan seluruh media dalam negeri agar tidak mempublikasikan rincian mengenai:

  • tingkat kerusakan infrastruktur sipil,
  • besarnya kehancuran,
  • dampaknya terhadap pelayanan publik.

Kebijakan tersebut dipandang sebagai upaya pemerintah untuk mengendalikan arus informasi selama konflik berlangsung.

Selat Hormuz Dipenuhi Insiden Baru

Situasi keamanan di Selat Hormuz juga semakin memburuk.

Seorang sumber dari Iran menyebutkan bahwa pada Jumat, 17 Juli, sebuah kapal berbendera Thailand dicegat dan terkena serangan ketika melintasi kawasan tersebut.

Pada waktu yang hampir bersamaan, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) mengeluarkan beberapa peringatan keamanan maritim.

Laporan pertama menyebut sebuah kapal dagang yang berada sekitar 100 mil laut di sebelah timur Kota Duqm, Oman, dinaiki oleh kelompok bersenjata yang identitasnya belum diketahui.

Selain itu, UKMTO juga melaporkan dua insiden lainnya.

Insiden pertama terjadi terhadap sebuah kapal yang berada sekitar 19 mil laut di timur pesisir Oman. Kapal tersebut terkena sebuah proyektil yang belum diketahui asalnya sehingga mengalami kerusakan ringan pada sisi kiri lambung.

Seluruh awak kapal dilaporkan selamat dan kapal tetap melanjutkan pelayaran.

Sementara itu, insiden kedua terjadi di Teluk Aden.

Sekelompok pria bersenjata dilaporkan berhasil menaiki kapal tanker kimia Asana dan mengambil alih kendali kapal tersebut.

Iran Klaim Kapal Pesiar Diserang Rudal AS

Di sisi lain, Kantor Berita Iran (IRNA) melaporkan bahwa Wakil Gubernur Provinsi Bushehr menyatakan kapal pesiar Belma kembali menjadi sasaran dua rudal Amerika Serikat.

Saat serangan terjadi, kapal tersebut dalam keadaan kosong dan sedang berlabuh di sekitar Pulau Khark, salah satu terminal ekspor minyak paling penting milik Iran.

Kapal Tanker Mulai Menghindari Selat Hormuz

Data pelacakan pelayaran juga menunjukkan perubahan signifikan.

Pada Kamis, 16 Juli 2026, tiga kapal tanker bahan bakar yang sebelumnya dikenai sanksi Amerika Serikat memilih berbalik arah ketika berada di kawasan Teluk Oman dan Laut Arab.

Mereka mengubah jalur pelayaran guna menghindari Selat Hormuz.

Sebuah kapal tanker super lainnya yang sedang menuju kawasan tersebut juga mengambil keputusan serupa sebelum memasuki perairan Hormuz.

Fenomena ini memperlihatkan meningkatnya kekhawatiran pelaku industri pelayaran terhadap risiko keamanan di jalur energi paling strategis di dunia tersebut.

Negara-Negara Timur Tengah Cari Jalur Ekspor Alternatif

Di tengah meningkatnya ancaman terhadap Selat Hormuz, sejumlah negara mulai mencari jalur ekspor minyak alternatif.

Pada Jumat, 17 Juli 2026, Irak dan Suriah menandatangani kesepakatan untuk menghidupkan kembali jaringan pipa minyak yang menghubungkan kedua negara.

Apabila proyek tersebut berhasil direalisasikan, sebagian ekspor minyak kawasan dapat dialihkan tanpa harus melewati Selat Hormuz.

Pakistan dan Kuwait Bahas Kerja Sama Pertahanan

Sementara itu, Reuters melaporkan bahwa Pakistan sedang melakukan pembicaraan dengan Kuwait mengenai kemungkinan pembentukan perjanjian pertahanan yang lebih luas sebagai bagian dari kerja sama energi kedua negara.

Meskipun pembahasan masih berada pada tahap awal, sejumlah pengamat menilai perkembangan tersebut patut diperhatikan.

Pakistan diketahui memiliki perjanjian pertahanan dengan Arab Saudi. Apabila konflik Amerika Serikat dan Iran terus meluas, Islamabad berpotensi menghadapi tekanan untuk menentukan sikap dalam dinamika keamanan kawasan Teluk.

Konflik Memasuki Tahap yang Semakin Berbahaya

Perkembangan sepanjang 17–18 Juli 2026 menunjukkan bahwa konflik Amerika Serikat dan Iran telah berkembang jauh melampaui sekadar perang udara. Washington kini menjalankan strategi yang menyasar kemampuan logistik, sistem pengawasan, dan infrastruktur strategis Iran, sementara Teheran memperluas aksi balasannya ke berbagai titik di kawasan Timur Tengah.

Pada saat yang sama, meningkatnya jumlah insiden terhadap kapal dagang, perubahan rute kapal tanker, hingga upaya negara-negara Timur Tengah mencari jalur ekspor alternatif menjadi indikator bahwa dampak konflik mulai meluas ke sektor perdagangan global dan keamanan energi internasional.

Apabila kedua belah pihak terus meningkatkan intensitas operasi militer dalam beberapa hari ke depan, risiko meluasnya konflik menjadi perang regional yang melibatkan lebih banyak negara diperkirakan akan semakin besar. (***)

Investor Domestik Kuasai 61% Saham, BEI Optimistis Pasar Modal Indonesia Makin Kredibel

JAKARTA – Di tengah ketidakpastian pasar keuangan global, Indonesia dinilai tetap memiliki daya tarik sebagai tujuan investasi jangka panjang. Fundamental ekonomi yang solid, besarnya pasar domestik, serta reformasi transparansi di pasar modal menjadi sejumlah faktor yang menopang kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional.

Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia mengantongi sejumlah keunggulan struktural yang menjadi motor pertumbuhan jangka panjang. Dengan jumlah penduduk lebih dari 284,4 juta jiwa, bonus demografi, serta kekayaan sumber daya alam strategis seperti nikel, tembaga, emas, gas alam cair, dan minyak kelapa sawit, Indonesia memiliki peran penting dalam rantai pasok global. Di kancah internasional, Indonesia juga aktif sebagai anggota G20, BRICS, dan salah satu pendiri ASEAN.

Kinerja Ekonomi Tetap Tangguh

Kinerja ekonomi nasional masih menunjukkan ketahanan. Pada kuartal I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen, didorong oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, belanja pemerintah yang terjaga, serta peningkatan aktivitas investasi. Berbagai indikator makroekonomi juga mencerminkan kondisi positif, antara lain aktivitas manufaktur yang masih berada di zona ekspansif, surplus neraca perdagangan yang berkelanjutan, serta realisasi investasi yang terus meningkat.

Kondisi tersebut turut menopang pasar modal Indonesia. Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa kali mengalami koreksi sepanjang tahun 2026, aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap menunjukkan ketahanan. Aktivitas investor pun tetap terjaga di tengah volatilitas pasar global.

Valuasi Menarik dan Kinerja Korporasi Solid

Koreksi IHSG justru membuat valuasi pasar saham Indonesia menjadi lebih kompetitif dan menarik. Per 8 Juni 2026, IHSG diperdagangkan pada Price Earnings Ratio (PER) sekitar 12,85 kali. Selain itu, sebanyak 434 saham tercatat memiliki Price to Book Value (PBV) di bawah satu kali. Kondisi ini memberikan peluang bagi investor yang berorientasi pada investasi jangka panjang dan mengedepankan analisis fundamental.

Fundamental pasar modal juga tercermin dari kinerja perusahaan tercatat. Dari 810 perusahaan yang telah menyampaikan laporan keuangan per 31 Maret 2026, sebanyak 595 perusahaan (sekitar 73,46 persen) membukukan laba bersih. Sementara itu, 221 perusahaan tercatat membagikan dividen tunai sepanjang tahun 2026, mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan nilai bagi pemegang saham di tengah dinamika pasar.

Investor Domestik Makin Dominan

Optimisme terhadap pasar modal Indonesia tercermin dari meningkatnya partisipasi investor domestik. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 30 Juni 2026, jumlah investor pasar modal telah mencapai 28,9 juta Single Investor Identification (SID). Dari jumlah tersebut, investor saham dan surat berharga lainnya mencapai 9,9 juta SID, meningkat 15,1 persen dibandingkan akhir tahun 2025 yang tercatat sebanyak 8,6 juta SID.

Peran investor domestik juga semakin dominan. Investor domestik kini menguasai 61 persen kepemilikan saham, yang terdiri atas investor institusi domestik sebesar 43,3 persen dan investor ritel sebesar 17,7 persen. Sementara itu, investor asing memiliki porsi kepemilikan sebesar 39,1 persen.

Dari sisi transaksi, investor domestik berkontribusi sebesar 65,5 persen terhadap total nilai perdagangan di BEI. Kontribusi tersebut berasal dari investor ritel sebesar 52,5 persen dan investor institusi domestik sebesar 13 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia semakin ditopang oleh basis investor domestik yang kuat, sehingga turut menjaga stabilitas pasar di tengah dinamika global.

Reformasi Transparansi Terus Digenjot

Untuk semakin meningkatkan kepercayaan investor, BEI bersama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan KSEI, dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terus mempercepat reformasi pasar modal yang berfokus pada peningkatan transparansi dan kualitas informasi pasar.

Berbagai kebijakan yang telah diterapkan sepanjang tahun 2026 antara lain:

  • Publikasi data kepemilikan saham di atas 1 persen
  • Peningkatan persyaratan minimum free float perusahaan tercatat menjadi 15 persen
  • Perluasan klasifikasi investor menjadi 39 kategori
  • Implementasi mekanisme High Shareholding Concentration (HSC)

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa berbagai langkah reformasi ini merupakan bagian dari komitmen untuk meningkatkan transparansi, memperkuat tata kelola, dan membangun pasar modal yang semakin kredibel.

“Dengan fundamental ekonomi dan korporasi yang tetap kuat, kami optimistis pasar modal Indonesia akan terus menjadi pilihan investasi yang menarik bagi investor domestik maupun global dalam jangka panjang,” ujar Jeffrey dalam keterangan tertulis, Jumat (10/7).

Selain itu, BEI juga terus memperluas keterbukaan informasi melalui penyelenggaraan Public Expose Live, publikasi data free float dan kepemilikan saham terkonsentrasi, serta layanan IDX Hotdesk sebagai kanal komunikasi dan konsultasi bagi pelaku pasar.

Fondasi Kokoh untuk Masa Depan

Kombinasi antara fundamental ekonomi yang tetap kuat, kinerja perusahaan tercatat yang resilien, pertumbuhan investor domestik yang pesat, serta reformasi transparansi yang terus berjalan secara konsisten, menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia memiliki fondasi yang semakin kokoh.

Di tengah berbagai tantangan dan ketidakpastian ekonomi global, kondisi tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus menarik investasi jangka panjang sekaligus memperkuat daya saingnya sebagai salah satu pasar berkembang yang penting di dunia.

Dunia Tak Boleh Diam, 27 Tahun Perlawanan Damai Pengikut Falun Gong Akhiri Penganiayaan

ETIndonesia.com Jakarta – Memperingati 27 tahun dimulainya penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong (Falun Dafa) di Tiongkok pada 20 Juli 1999, organisasi hak asasi manusia Global Human Rights Effort (GHURE) menyerukan agar komunitas internasional tidak lagi menutup mata terhadap berbagai dugaan pelanggaran HAM berat yang hingga kini masih terjadi di bawah pemerintahan Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Dalam siaran pers yang diterima media, Minggu (20/7/2026), Koordinator GHURE Fadjar Pratikto mengatakan penganiayaan terhadap Falun Gong telah berlangsung hampir tiga dekade dan menjadi salah satu tragedi hak asasi manusia terpanjang di abad ke-21.

“Selama 27 tahun, jutaan praktisi Falun Gong dilaporkan mengalami penangkapan sewenang-wenang, penyiksaan, kerja paksa, pencucian otak, hingga dugaan pengambilan organ tubuh secara paksa. Dunia tidak boleh lagi diam ketika martabat manusia diinjak-injak,” kata Fadjar.

Menurut GHURE, sedikitnya 5.359 praktisi Falun Gong telah terkonfirmasi meninggal dunia akibat penganiayaan. Namun organisasi tersebut menilai jumlah korban sebenarnya kemungkinan jauh lebih besar karena pemerintah Tiongkok sangat membatasi akses informasi mengenai kasus-kasus tersebut.

Selain korban jiwa, lebih dari 100.000 praktisi dilaporkan pernah dikirim ke kamp kerja paksa. Puluhan ribu lainnya mengalami penahanan tanpa proses hukum, penyiksaan fisik dan psikologis, pencucian otak, hingga penempatan paksa di rumah sakit jiwa.

“Penganiayaan ini tidak hanya merenggut kebebasan, tetapi juga menghancurkan kehidupan keluarga para korban dan menciptakan iklim ketakutan yang berlangsung selama puluhan tahun,” ujarnya.

Dugaan Pengambilan Organ Menjadi Sorotan Dunia

GHURE menilai dugaan pengambilan organ tubuh secara paksa terhadap tahanan hati nurani kini semakin mendapat perhatian internasional.

Organisasi tersebut mengutip laporan investigasi Bloody Harvest yang disusun mantan Menteri Luar Negeri Kanada untuk Asia Pasifik David Kilgour bersama pengacara HAM David Matas, yang menyimpulkan adanya bukti bahwa praktisi Falun Gong diduga menjadi korban utama pengambilan organ dalam industri transplantasi di Tiongkok.

Temuan tersebut diperkuat oleh putusan China Tribunal di London pada 2019 yang menyatakan bahwa pengambilan organ paksa telah berlangsung selama bertahun-tahun dan praktisi Falun Gong merupakan sumber utama organ dalam praktik tersebut.

GHURE juga menyoroti buku investigasi terbaru Killed to Order: China’s Organ Harvesting Industry & the True Nature of America’s Biggest Adversary karya jurnalis investigasi Jan Jekielek.

Dalam wawancaranya dengan Voice of America pada Februari 2026, Jekielek menjelaskan bahwa bukunya merupakan hasil hampir 20 tahun penelitian yang menggabungkan kesaksian saksi, kajian medis, analisis statistik transplantasi, dan investigasi lintas negara.

Menurut Jekielek, apabila berbagai bukti tersebut benar, praktik pengambilan organ bukanlah tindakan oknum, melainkan diduga merupakan sistem yang terorganisasi dan melibatkan berbagai institusi negara. Ia menggunakan istilah “killed to order” atau “dibunuh sesuai pesanan” untuk menggambarkan dugaan bahwa tahanan hati nurani dibunuh ketika ada permintaan transplantasi organ.

“Jika benar, praktik ini merupakan salah satu kejahatan terhadap kemanusiaan paling mengerikan di abad ke-21,” kata Fadjar mengutip hasil penelitian tersebut.

Resolusi Senat AS Dinilai Menjadi Titik Balik

GHURE menilai tahun 2026 menjadi momentum penting karena perhatian dunia terhadap isu ini semakin menguat.

Pada 16 Juni 2026, Senat Amerika Serikat secara bulat mengesahkan Resolusi Senat 444 yang mengecam pemimpin PKT, Xi Jinping, dan menyoroti berbagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia di bawah kepemimpinannya.

Sehari kemudian, Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS meloloskan Falun Gong and Victims of Forced Organ Harvesting Protection Act, rancangan undang-undang bipartisan yang diajukan Senator Ted Cruz dan Senator Jeff Merkley. RUU tersebut mengusulkan sanksi terhadap individu yang diduga terlibat dalam pengambilan organ paksa sekaligus memerintahkan penyelidikan resmi terhadap sistem transplantasi organ di Tiongkok.

Menurut GHURE, kedua langkah tersebut menunjukkan bahwa dugaan pengambilan organ paksa kini telah menjadi perhatian serius negara-negara demokrasi.

Dalam momentum peringatan 27 tahun penganiayaan Falun Gong, GHURE mendesak Pemerintah Indonesia mendukung penyelidikan internasional yang independen terhadap dugaan pengambilan organ paksa di Tiongkok serta terus memperjuangkan kebebasan beragama dan berkeyakinan dalam berbagai forum internasional.

GHURE juga menyerukan kepada otoritas Tiongkok agar menghentikan penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong, membebaskan seluruh tahanan hati nurani, membuka akses bagi penyelidik internasional untuk memeriksa sistem transplantasi organ, serta memastikan seluruh praktik transplantasi dilakukan sesuai standar etika medis internasional.

“Penghormatan terhadap hak asasi manusia merupakan fondasi peradaban. Selama dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan belum diusut secara transparan dan para korban belum memperoleh keadilan, masyarakat internasional memiliki tanggung jawab moral untuk terus menyuarakan kebenaran,” tegas Fadjar.

Jangan Tunggu Ditolak Bank! Kenali SLIK OJK, “Rapor Keuangan” yang Menentukan Peluang Anda Mendapat Kredit

Jakarta – Banyak orang baru mendengar istilah SLIK OJK ketika pengajuan kredit rumah, kendaraan, kartu kredit, atau pinjaman usaha mereka ditolak bank. Padahal, informasi dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dapat dicek sendiri oleh masyarakat secara gratis sebelum mengajukan pembiayaan.

SLIK sering disebut sebagai pengganti BI Checking, meski sebenarnya keduanya tidak sepenuhnya sama. Sejak 1 Januari 2018, pengelolaan informasi riwayat kredit beralih dari Bank Indonesia kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Sistem ini dikembangkan untuk mendukung pengawasan sektor jasa keuangan sekaligus membantu lembaga keuangan menilai profil risiko calon debitur.

Bagi masyarakat, memahami SLIK menjadi semakin penting karena catatan kredit yang baik dapat membuka peluang memperoleh pembiayaan, sedangkan riwayat pembayaran yang buruk dapat menjadi pertimbangan lembaga keuangan untuk menolak permohonan kredit.

Apa Itu SLIK?

Secara sederhana, SLIK merupakan basis data yang memuat informasi mengenai riwayat kredit atau pembiayaan seseorang maupun badan usaha.

Data tersebut mencakup informasi mengenai fasilitas kredit yang dimiliki, status pembayaran cicilan, hingga tingkat kelancaran pembayaran. Informasi ini dilaporkan oleh berbagai lembaga jasa keuangan yang menjadi pelapor SLIK, seperti bank, perusahaan pembiayaan, dan lembaga keuangan lainnya.

Melalui sistem tersebut, bank dapat mengetahui apakah calon nasabah memiliki kebiasaan membayar cicilan tepat waktu atau justru pernah mengalami tunggakan.

Karena itu, banyak praktisi perbankan menyebut SLIK sebagai “rapor keuangan” seseorang.

Mengapa SLIK Penting?

Riwayat kredit menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan ketika seseorang mengajukan berbagai fasilitas pembiayaan, seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), Kredit Tanpa Agunan (KTA), kartu kredit, hingga kredit modal kerja bagi pelaku usaha.

Namun, penting dipahami bahwa SLIK bukan satu-satunya faktor penentu apakah pengajuan kredit disetujui atau tidak.

Lembaga keuangan juga akan mempertimbangkan kemampuan membayar, besarnya penghasilan, pekerjaan, rasio utang, jaminan (jika ada), serta kebijakan internal masing-masing bank.

Dengan kata lain, memiliki catatan SLIK yang baik akan meningkatkan peluang memperoleh kredit, tetapi tidak otomatis menjamin pengajuan pasti disetujui.

Apa yang Dinilai dalam SLIK?

Dalam laporan SLIK terdapat informasi mengenai kolektibilitas atau tingkat kelancaran pembayaran kredit.

Secara umum, kolektibilitas dibagi menjadi beberapa kategori, mulai dari pembayaran lancar hingga kredit macet.

Nasabah yang selalu membayar cicilan tepat waktu akan memiliki catatan kolektibilitas yang baik. Sebaliknya, keterlambatan pembayaran akan tercatat dalam sistem dan dapat menjadi perhatian lembaga keuangan ketika melakukan analisis kredit.

Karena itu, disiplin membayar cicilan menjadi salah satu cara terbaik menjaga reputasi keuangan.

Cara Mengecek SLIK Secara Mandiri

OJK memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh informasi debitur secara gratis.

Saat ini pengecekan dapat dilakukan secara online melalui aplikasi iDebKu OJK maupun secara langsung di kantor OJK.

Untuk layanan daring, masyarakat cukup melakukan registrasi melalui aplikasi iDebKu, mengisi data diri secara lengkap, mengunggah dokumen identitas sesuai persyaratan, lalu mengikuti proses verifikasi. Apabila seluruh persyaratan terpenuhi, informasi debitur akan dikirimkan oleh OJK sesuai mekanisme layanan yang berlaku.

Selain itu, masyarakat juga dapat datang langsung ke kantor OJK dengan membawa dokumen identitas untuk mengajukan permohonan informasi debitur. Layanan tersebut tidak dipungut biaya.

Kapan Sebaiknya Mengecek SLIK?

Banyak orang baru mengecek SLIK setelah pengajuan kredit ditolak. Padahal, langkah tersebut sebaiknya dilakukan sebelum mengajukan pembiayaan.

Misalnya ketika akan mengajukan KPR, kredit kendaraan, atau pinjaman usaha, pengecekan SLIK dapat membantu memastikan tidak ada catatan tunggakan yang mungkin terlupakan.

Pengecekan juga bermanfaat apabila seseorang pernah memiliki banyak fasilitas kredit atau khawatir terjadi kesalahan pencatatan data.

Dengan mengetahui kondisi riwayat kredit sejak awal, calon debitur dapat melakukan klarifikasi kepada lembaga keuangan apabila ditemukan data yang tidak sesuai.

Jika Menemukan Kesalahan Data

Tidak semua informasi dalam SLIK selalu bebas dari kesalahan administrasi.

Apabila masyarakat menemukan data yang dianggap tidak sesuai, misalnya pinjaman yang sebenarnya telah lunas tetapi masih tercatat aktif atau terdapat informasi yang bukan miliknya, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menghubungi lembaga jasa keuangan yang melaporkan data tersebut.

Pelapor SLIK memiliki kewajiban memperbaiki data apabila memang ditemukan kesalahan berdasarkan hasil verifikasi. OJK juga menyediakan layanan pengaduan apabila masyarakat membutuhkan informasi lebih lanjut.

Menjaga “Rapor” Keuangan

Para perencana keuangan menyarankan masyarakat menjaga riwayat kredit dengan cara yang sederhana tetapi konsisten.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Membayar cicilan tepat waktu setiap bulan.
  • Tidak mengabaikan tagihan kartu kredit atau layanan paylater yang tercatat dalam sistem pelaporan.
  • Menghindari pengajuan kredit melebihi kemampuan membayar.
  • Menyimpan bukti pelunasan apabila seluruh kewajiban telah diselesaikan.
  • Mengecek informasi SLIK secara berkala, terutama sebelum mengajukan pinjaman baru.

Kebiasaan tersebut tidak hanya membantu menjaga catatan kredit tetap baik, tetapi juga mencerminkan pengelolaan keuangan yang sehat.

Literasi Keuangan yang Semakin Penting

Di tengah semakin mudahnya masyarakat mengakses berbagai produk pembiayaan digital, pemahaman mengenai SLIK menjadi bagian penting dari literasi keuangan.

Kemudahan memperoleh kredit memang dapat membantu memenuhi kebutuhan konsumsi maupun mengembangkan usaha. Namun, setiap fasilitas pembiayaan juga membawa tanggung jawab untuk membayar sesuai perjanjian.

Karena itu, sebelum mengajukan pinjaman, masyarakat sebaiknya memastikan kemampuan membayar cicilan sekaligus menjaga riwayat kredit tetap baik. Catatan pembayaran yang disiplin bukan hanya mempermudah akses pembiayaan di masa depan, tetapi juga menjadi cerminan kredibilitas finansial seseorang di mata lembaga jasa keuangan.

Dengan mengenali fungsi SLIK sejak dini, masyarakat tidak perlu lagi menunggu kabar kurang menyenangkan berupa penolakan pengajuan kredit. Sebaliknya, SLIK dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk memantau kesehatan keuangan pribadi sekaligus merencanakan kebutuhan pembiayaan secara lebih bijak.

Malam Makin Hangat! Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep Hadirkan The Late Shift, Sajian Spesial untuk Penghujung Hari

SUMENEP, 20 Juli 2026 – Malam hari sering kali menjadi waktu terbaik untuk menikmati hidangan favorit—tanpa alasan, tanpa terburu-buru. Menjawab kerinduan para pecinta kuliner akan santapan malam yang hangat dan berkesan, Sae Rassa Restaurant – MYZE Hotel Sumenep turut berpartisipasi dalam program kuliner nasional The Late Shift yang diinisiasi oleh ARTOTEL Dine, pilar Food & Beverage ARTOTEL Group.

Program yang berlangsung mulai 20 Juli hingga 20 September 2026 ini mengajak masyarakat menikmati pengalaman bersantap malam yang lebih santai, penuh cita rasa, dan membawa nostalgia dalam setiap suapan. Terinspirasi dari budaya midnight diner dan momen-momen terbaik setelah jam makan utama, The Late Shift menghadirkan pilihan menu spesial yang dapat dinikmati setiap hari mulai pukul 18.00 WIB.

Menu Ikonik yang Menggugah Selera

Sebagai bagian dari program tersebut, Sae Rassa Restaurant – MYZE Hotel Sumenep menyajikan berbagai menu signature yang menjadi ikon The Late Shift, di antaranya:

  • Steak & Egg Ramen – Perpaduan ramen hangat dengan steak dan telur yang menggugah selera
  • Grilled Chicken Ramen – Ramen dengan potongan ayam panggang yang empuk dan beraroma
  • Congee dengan Homemade Chili Oil – Bubur hangat dengan minyak cabai buatan sendiri yang memberikan sensasi pedas autentik
  • GulTik – Interpretasi modern dari kuliner street food malam yang legendaris

Melengkapi pengalaman bersantap, tersedia pula minuman spesial Crush Koffie & Cream, perpaduan kopi bercita rasa kuat dengan krim lembut yang memberikan sensasi hangat dan berkesan di penghujung hari.

Filosofi The Late Shift: Menciptakan Makanan yang Dirindukan

Rizdian Siregar, Director of Food & Beverage ARTOTEL Group, menyampaikan bahwa program ini lahir dari pemahaman mendalam tentang keinginan para pencinta kuliner.

“Kadangkala seseorang sulit menentukan menu makanan yang ingin dia santap. Hal ini sering terjadi bukan karena tidak tahu ingin makan apa, melainkan ingin menikmati makanan yang paling dirindukan. Dari situlah The Late Shift lahir, karena kami tidak menciptakan makanan untuk jam tertentu; kami menciptakan makanan yang benar-benar diinginkan orang. Baik setelah bekerja, setelah makan malam, maupun di malam hari, semangkuk ramen hangat, semangkuk congee yang menenangkan, atau secangkir kopi yang tepat tidak pernah membutuhkan alasan,” ujar Rizdian.

MYZE Hotel Sumenep Sajikan Pengalaman Bersantap Berbeda

Akfian Farado Gusti, General Manager MYZE Hotel Sumenep, menambahkan bahwa kehadiran The Late Shift menjadi ajang bagi MYZE Hotel Sumenep untuk menghadirkan suasana bersantap malam yang berbeda bagi masyarakat Sumenep dan sekitarnya.

“Melalui The Late Shift, kami ingin menghadirkan suasana bersantap malam yang berbeda bagi masyarakat Sumenep maupun tamu yang menginap di MYZE Hotel Sumenep. Tidak hanya menikmati menu spesial dari ARTOTEL Group, para tamu juga dapat merasakan kenyamanan dan kehangatan Sae Rassa Restaurant sebagai destinasi kuliner yang cocok untuk mengakhiri hari dengan pengalaman yang berkesan,” jelas Akfian.

Waktu Terbaik untuk Menikmati Malam

Dengan hadirnya The Late Shift, Sae Rassa Restaurant – MYZE Hotel Sumenep mengajak masyarakat Sumenep dan sekitarnya untuk menikmati sajian spesial yang hanya tersedia selama periode promosi 20 Juli hingga 20 September 2026. Baik untuk makan malam santai, berkumpul bersama orang terdekat, maupun sekadar menikmati secangkir kopi di penghujung hari, The Late Shift siap menjadi alasan baru untuk menikmati malam dengan cita rasa istimewa.

Kopi dan Tawa Bersatu: Stand Up Comedy Meriahkan Java Coffee & Flavor Festival 2026

0

SURABAYA – Java Coffee & Flavor Festival (JCFF) 2026 tak hanya menjadi surga bagi pecinta kopi, cokelat, dan rempah. Gelaran tahunan yang digelar Bank Indonesia Jawa Timur ini juga menghadirkan hiburan segar berupa kompetisi Stand Up Comedy yang sukses mengocok perut ribuan penonton di Alun-Alun Kota Surabaya, Sabtu (18/7/2026) malam.

Lima finalis terbaik unjuk gigi di babak Grand Final, masing-masing diberi waktu 7 menit untuk membawakan materi komedi bertema Nusantara. Mereka adalah Ayub Budiyanto, Kadung Agus, Ubayd El, M. Wasiur, dan Manzr Asrori. Dengan celotehan khas dan gaya panggung yang memukau, para komika muda ini berhasil menghidupkan suasana malam Minggu yang semula santai menjadi ajang tawa bergelak.

Kuli, Parkir, dan Nama Pasaran Jadi Lelucon

Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian datang dari Kadung Agus yang mengangkat profesi kuli dengan balutan humor khas Suroboyoan. Dengan gaya bicara blak-blakan, ia menyoroti stigma negatif masyarakat terhadap profesi kuli.

“Profesi kuli itu berat di pekerjaan, juga berat di status sosial. Kuli dibilang kerjaane sedikit, ngopinya yang banyak. Omongane kuli katanya kasar, ya memang pekerjaan kita kasar. Kalau ngomong menye-menye, rekan kita gak paham maksudnya,” ujar Agus disambut tawa penonton.

Ia pun meledek nama pasaran yang melekat dirinya. Sementara teman-temannya punya panggilan keren seperti Fai (Fayakun), Sam (Samsul), dan Rok (Rokim), Agus mengaku bingung mau dipanggil apa.

“La kalau saya, masak mau panggil Ag atau Us, lak gak pas,” katanya.

Sementara itu, finalis Masur Rozaq mengangkat tema tukang parkir khas Madura. Lewat lawakannya, ia menyoroti karakter orang Madura yang dikenal ngeyel dan tidak mau kalah.

“Tapi pengalamanku, gak hanya tukang parkir Madura yang ngeyel, akeh orang Madura ngeyelan,” ledeknya yang kembali mengundang gelak tawa penonton.

Barista dan Komika: Dua Profesi dengan Satu Filosofi

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, mengatakan bahwa kehadiran Stand Up Comedy di JCFF 2026 bukan sekadar hiburan pelengkap. Ia menyebut ada filosofi mendalam di balik penggabungan dua dunia yang tampak berbeda: kopi dan komedi.

“Filosofinya, di ajang JCFF 2026 kita tak hanya menyeduh kopi, tapi juga bisa menyeduh tawa lewat gelaran stand up comedy,” ujar Ibrahim.

Ia bahkan menyoroti kesamaan antara profesi barista dan komika. Sama-sama menyajikan sesuatu untuk publik—satu menyajikan kopi, satunya menyajikan pengalaman hidup atau peristiwa di sekitar kita.

“Barista adalah profesional yang ahli dalam seni penyajian kopi. Sedangkan komika juga profesional dalam meramu kata, intonasi, dan kreativitas. Penyajian yang profesional akan diterima masyarakat,” tambahnya.

Sebelum para finalis tampil, penonton dimanjakan dengan penampilan Jatim Wani Band, grup band yang beranggotakan karyawan BI Jawa Timur. Mereka membawakan sejumlah lagu populer yang sukses membuat suasana kian meriah.

JCFF 2026: Dari Rasa Lokal ke Panggung Global

Java Coffee & Flavor Festival (JCFF) 2026 merupakan high level event tahunan yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur. Mengusung tema “Java Coffee: From Local Flavours to Global Horizons” , festival yang berlangsung pada 17–19 Juli 2026 di Alun-Alun Surabaya dan Hotel Kampi Surabaya ini bertujuan memperkuat eksposur, nilai tambah, serta rantai nilai komoditas kopi, cokelat, dan rempah dari Jawa sebagai komoditas unggulan nasional dan potensial ekspor.

Selain pameran produk UMKM dan kompetisi barista, acara ini juga menjadi ruang penguatan ekosistem usaha, kolaborasi, dan perluasan akses pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor kopi dan rempah.

Tak hanya menyeduh kopi, JCFF 2026 juga menyeduh tawa—dan Surabaya membuktikan bahwa kopi dan komedi adalah perpaduan yang sempurna.

Gol Emas di Perpanjangan Waktu! Rebut Juara Pildun 2026, Spanyol Tumbangkan Argentina 1-0 

EtIndonesia.com  Spanyol mendominasi penguasaan bola sepanjang pertandingan dan membatasi Argentina hanya mencatatkan dua tembakan. Lionel Messi memiliki sangat sedikit peluang dan kali ini gagal mengulang aksi kebangkitan dramatis di menit-menit akhir.

Pemain sayap pengganti Ferran Torres mencetak gol kemenangan melalui tendangan satu sentuhan keras pada babak kedua perpanjangan waktu, membawa Spanyol meraih gelar Piala Dunia kedua dalam sejarahnya di hadapan 80.000 penonton di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, pada 19 Juli.

Sejak peluit awal dibunyikan, Spanyol langsung menguasai permainan dengan gaya khas penguasaan bola mereka. Tim Matador menyerang dengan sembilan pemain, membanjiri kedua sisi lapangan dengan para gelandang, sementara Argentina kesulitan mempertahankan bola sepanjang sebagian besar babak pertama.

Penyerang muda Spanyol Lamine Yamal memperoleh peluang pertamanya pada menit kelima setelah menerima umpan satu-dua di dalam kotak penalti, namun kiper Argentina Emiliano Martínez melakukan penyelamatan gemilang.

Satu menit kemudian, kiper Spanyol Unai Simón keluar jauh dari garis gawang untuk menutup ruang gerak Lionel Messi sebelum sang megabintang sempat melepaskan umpan atau tembakan.

Memasuki babak kedua, Spanyol meningkatkan tempo permainan. Mereka mengalirkan umpan-umpan diagonal satu sentuhan melalui tengah lapangan dan berulang kali menembus area pertahanan Argentina.

Hingga akhir waktu normal, Spanyol melepaskan 14 tembakan, sementara Argentina tidak mencatatkan satu pun tembakan. Martínez, yang bermain dengan jari patah, melakukan 10 penyelamatan, termasuk menggagalkan tendangan bebas Yamal beberapa detik sebelum waktu normal berakhir.

Pada awal babak tambahan, Martínez kembali menjadi penyelamat Argentina dengan menepis sundulan jarak dekat pemain pengganti Nico Williams. Tak lama kemudian Williams sempat menjebol gawang Argentina, namun gol tersebut dianulir karena pelanggaran yang dilakukan pemain Spanyol dalam proses serangan.

Argentina tampil sangat keras dan fisik sepanjang pertandingan. Mereka melakukan sejumlah pelanggaran yang memang berhasil mengganggu ritme permainan Spanyol. Namun gelandang Enzo Fernández menerima kartu kuning kedua sesaat sebelum waktu normal berakhir sehingga harus meninggalkan lapangan, memaksa Argentina bermain dengan 10 orang selama perpanjangan waktu.

Ketika memasuki babak kedua extra time, statistik menunjukkan dominasi mutlak Spanyol dengan 19 tembakan berbanding nol milik Argentina.

Gol penentu lahir hanya 39 detik setelah babak kedua perpanjangan waktu dimulai. Sebuah tembakan jarak jauh dari sisi kanan melenceng ke kiri, tetapi Nico Williams berhasil menjaga bola tetap hidup di dekat garis akhir. Ia kemudian menanduk bola ke tanah dan mengarahkannya ke jalur Ferran Torres, yang langsung melepaskan tendangan satu sentuhan kaki kiri tanpa kompromi ke dalam gawang Argentina.

Messi berusaha memimpin kebangkitan terakhir Argentina. Ia mengirimkan sejumlah umpan silang dan sepak pojok ke kotak penalti Spanyol, namun rekan-rekannya gagal memanfaatkannya menjadi gol. Sang kapten juga melepaskan tembakan keras yang menghantam wajah pemain pengganti Spanyol Mikel Merino, yang sebelumnya telah mencetak dua gol kemenangan bagi Spanyol di turnamen ini.

Sebanyak delapan pemain inti Argentina dalam laga ini juga tampil pada final Piala Dunia 2022 yang mereka menangi.

Penjaga gawang Spanyol Unai Simón hanya kebobolan satu gol dalam delapan pertandingan sepanjang turnamen dan dianugerahi Adidas Golden Glove sebagai kiper terbaik Piala Dunia 2026.

Kapten Spanyol Rodrigo Hernández Cascante (Rodri) menerima penghargaan FIFA Golden Ball, yang diberikan kepada pemain terbaik turnamen.

Sementara itu, penghargaan FIFA Golden Boot sebagai pencetak gol terbanyak diraih bintang Prancis Kylian Mbappé dengan torehan 10 gol. Di belakangnya terdapat Lionel Messi dengan delapan gol, serta gelandang Inggris Jude Bellingham yang mencetak tujuh gol dan satu assist. Bellingham unggul atas penyerang Norwegia Erling Haaland, yang juga mengoleksi tujuh gol namun tanpa assist.

Pelatih Spanyol Luis de la Fuente, yang pada usia 65 tahun menjadi pelatih tertua yang pernah menjuarai Piala Dunia putra, mengatakan tim mudanya masih memiliki ruang besar untuk berkembang dan kini mulai mengarahkan pandangan ke turnamen-turnamen besar berikutnya, termasuk Piala Eropa dan Piala Dunia 2030 yang akan diselenggarakan bersama oleh Spanyol, Portugal, dan Maroko.

“Tim ini masih memiliki perjalanan yang sangat panjang,” kata de la Fuente kepada reporter FIFA setelah pertandingan. “Karena itu, kami sudah mulai memikirkan: apa berikutnya? Tantangan apa yang menanti di depan?”

Artikel ini sebelumnya terbit di The Epoch Times edisi bahasa Inggris 

Dua Warga Keturunan Tionghoa Ditangkap karena Dugaan Pencucian Uang Lintas Negara, US$43 Juta Diduga Ditransfer ke Tiongkok

EtIndonesia.com Jaksa Federal untuk Distrik Timur New York pada Kamis (16/7/2026) mengumumkan penangkapan dua warga keturunan Tionghoa yang diduga terlibat dalam jaringan pencucian uang lintas negara.

Keduanya adalah Chen Zhuoying (27 tahun), seorang perempuan yang tinggal di Brooklyn, New York, dan Zhang Haojie (38 tahun), seorang pria yang tinggal di Queens, New York.

Menurut jaksa, keduanya diduga membantu mencuci hasil kejahatan dari penipuan investasi dan asmara daring yang dikenal sebagai “pig butchering scam”, dengan sedikitnya US$43 juta diduga telah dialihkan ke Tiongkok.

Beberapa hari sebelumnya, keduanya telah menjalani sidang perdana di Pengadilan Federal Brooklyn.

Pihak kejaksaan menyatakan bahwa kedua terdakwa diduga bersekongkol dengan rekan-rekan mereka yang berada di Tiongkok. Mereka diduga menggunakan perusahaan cangkang (shell companies) untuk membuka rekening bank yang digunakan menerima uang dari para korban penipuan.

Selanjutnya, dana tersebut diduga dipindahkan melalui serangkaian transaksi ke berbagai rekening sebelum akhirnya ditransfer ke luar negeri.

Kedua terdakwa didakwa dengan konspirasi melakukan pencucian uang.

Apabila terbukti bersalah, masing-masing terdakwa menghadapi hukuman penjara maksimum 20 tahun. (***)

Sumber : NTDTV.com

Longsor di Chongqing, Tiongkok : 8 Orang Tewas dan 34 Hilang, Bongkahan Batu Raksasa Menimbun Kawasan Permukiman

EtIndonesia.com Pada 18 Juli pagi, terjadi longsor besar di dekat Jembatan Ketiga Sungai Wujiang, Kabupaten Pengshui, Chongqing, Tiongkok.  Sejumlah bangunan permukiman dilaporkan tertimbun bongkahan batu raksasa dalam hitungan detik, menyebabkan banyak orang terjebak dan menjadi korban. Menurut sejumlah warga, sebuah bus penumpang juga diduga tertimbun longsor.

Media pemerintah Partai Komunis Tiongkok (PKT) melaporkan bahwa hingga saat ini 8 orang meninggal dunia dan 34 orang masih hilang. Namun, jumlah korban sebenarnya belum dapat dipastikan.

Menurut laporan, sekitar pukul 09.00 waktu setempat, longsor terjadi di kawasan tepi Sungai Wujiang, Jalan Hanjia, Kabupaten Pengshui.

Rekaman dari lokasi menunjukkan sebuah bongkahan batu berukuran sekitar dua hingga tiga lantai gedung runtuh dari lereng gunung. Sejumlah bangunan tempat tinggal setinggi lima hingga enam lantai mengalami kerusakan atau roboh, bahkan sebagian bangunan terdorong masuk ke sungai. Awan debu tebal membumbung tinggi, sementara warga berlarian menyelamatkan diri.

Seorang warga desa mengatakan bahwa ia melihat sebuah bus penumpang tertimbun longsor. Menurutnya, bus tersebut membawa sekitar 19 orang dan merupakan bus pagi yang biasa digunakan warga menuju pusat kota maupun stasiun kereta.

Warga lain mengatakan bahwa sebelum longsor terdengar suara ledakan keras yang menyerupai suara meriam atau ledakan petasan, kemudian lereng gunung runtuh. Ia menambahkan bahwa banyak penghuni masih berada di rumah ketika kejadian, tetapi tidak mengetahui berapa banyak orang yang tertimbun.

Seorang saksi mata bermarga Hu mengatakan bahwa batu yang jatuh sangat besar. Dalam waktu sekitar satu hingga dua menit, debu begitu tebal hingga pandangan sama sekali tertutup.

“Saya berlari sekuat tenaga, kaki saya sampai lemas.”

Ia juga melihat beberapa orang melompat keluar melalui jendela rumah untuk menyelamatkan diri, sementara suara teriakan terus terdengar dari lokasi kejadian.

Menurut Hu, sebagian besar penghuni kawasan tersebut merupakan pelaku usaha kecil yang bergerak di bidang keramik, bahan bangunan, dan perdagangan.

Seorang pemilik usaha bermarga Jiang mengatakan kepada Sina News: “Rasanya seperti gempa bumi. Setelah terdengar suara ledakan keras, batu-batu langsung runtuh. Belasan bangunan hilang begitu saja.”

Sejumlah warganet berkomentar bahwa kejadian berlangsung sekitar pukul 09.07, ketika sebagian besar warga masih berada di rumah. Karena saat itu juga sedang liburan sekolah musim panas, banyak anak-anak masih berada di rumah.

Beberapa komentar menyebut bahwa dengan ukuran batu yang sangat besar, peluang korban yang tertimbun untuk selamat diperkirakan sangat kecil. Pernyataan tersebut merupakan pendapat warganet dan bukan informasi resmi.

Pihak berwenang menyatakan bahwa proses penyelamatan menghadapi berbagai kendala karena lereng gunung masih belum stabil, ruang kerja terbatas, dan masih terdapat risiko longsor susulan.

Hingga saat ini, pemerintah setempat melaporkan 8 korban meninggal dunia dan 34 orang masih hilang. Belum ada konfirmasi independen mengenai jumlah pasti korban.

Laporan wartawan NTD Television, Xiao Chang.

Trump Tuding Partai Komunis Tiongkok  Menyusup ke Perusahaan AS dan Media Sosial serta Menyuap Wartawan untuk Menyerangnya

EtIndonesia.com Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan sejumlah dokumen intelijen yang menurutnya menunjukkan bahwa sejak tahun 2018, Partai Komunis Tiongkok (PKT) berupaya melemahkan dukungan masyarakat Amerika terhadap dirinya melalui tekanan ekonomi, pengaruh terhadap media, dan operasi di berbagai platform media sosial, dengan tujuan mencegahnya terpilih kembali pada Pemilu Presiden 2020.

“Mereka tidak ingin Donald Trump menang. Mereka benar-benar tidak menginginkan hasil itu dan melakukan segala cara untuk mencegah saya memenangkan pemilu. Dan mereka punya alasan melakukan hal tersebut,” kata Trump seperti dilaporkan NTDTV.com 18 Juli 2026. 

“Dokumen yang kami publikasikan menunjukkan bahwa laporan CIA secara jelas menyatakan—saya mengutip langsung—’Sejak pertengahan tahun 2018, kebijakan PKT adalah menggunakan semua kekuatan di dalam dan luar negeri yang menentang Presiden Amerika Serikat untuk berusaha mengurangi jumlah suara yang diperoleh presiden, memaksanya mengundurkan diri, atau mencegahnya terpilih kembali.’ Bukankah itu sangat ‘bersahabat’?” katanya. 

Trump mengutip laporan yang disebut berasal dari CIA, yang menyatakan bahwa PKT diduga tidak hanya berusaha mempengaruhi pemilu sela Amerika Serikat tahun 2018, tetapi kemudian juga mengarahkan upaya tersebut pada Pemilu Presiden 2020. Pada tahun 2019, strategi tersebut dikatakan lebih berfokus pada upaya melemahkan kepercayaan masyarakat Amerika terhadap pemerintahan Trump.

“Strategi tersebut mencakup pemanfaatan hubungan PKT dengan perusahaan-perusahaan besar Amerika untuk mempengaruhi para pemimpin dunia usaha agar berbalik menentang Presiden Amerika Serikat,” ujarnya. 

Dalam bidang perdagangan, dokumen intelijen tersebut dikatakan menyebut bahwa pihak Tiongkok menganalisis negara bagian dan sektor industri yang menjadi basis pendukung Trump, kemudian mengenakan tarif tambahan terhadap produk-produk dari wilayah tersebut. Langkah itu disebut bertujuan memberikan tekanan ekonomi sehingga para pelaku usaha melobi pemerintah Trump agar mengubah kebijakannya terhadap PKT.

Dokumen itu juga menyebut bahwa PKT sering mengundang pakar lembaga pemikir (think tank), akademisi, mantan pejabat pemerintah Amerika Serikat, serta tokoh-tokoh berpengaruh lainnya ke Tiongkok. Menurut laporan tersebut, mereka diberikan honorarium yang tinggi untuk ceramah, tiket pesawat kelas satu, dan akomodasi hotel berbintang.

“PKT juga berusaha mengidentifikasi wartawan media Amerika yang pernah memberitakan hal-hal negatif tentang Presiden Amerika Serikat, lalu membayar mereka sejumlah besar uang agar menulis sebanyak mungkin artikel yang mengkritik presiden. Sebenarnya, PKT tidak peduli apa isi artikelnya,” katamua. 

Selain itu, dokumen tersebut menyatakan bahwa PKT diduga memanfaatkan platform seperti TikTok, Facebook, Twitter, dan YouTube untuk memperbesar perpecahan di masyarakat Amerika Serikat, termasuk isu ras, konflik antara polisi dan masyarakat, perbedaan politik antarkelompok, serta pertentangan antara Kongres dan pemerintahan Trump.

Laporan itu juga mengklaim bahwa PKT memanfaatkan media dan media sosial di Amerika untuk mendorong berkembangnya gerakan Black Lives Matter (BLM).

Trump menambahkan bahwa yang menurutnya lebih serius adalah adanya laporan intelijen mentah yang diperoleh FBI pada tahun 2020, yang disebut menunjukkan bahwa pihak Tiongkok bahkan berupaya membantu lawan politiknya dengan membuat surat suara ilegal. Ia juga menuduh adanya pihak-pihak di dalam pemerintahan yang berusaha mencegah informasi tersebut diketahui publik.

“Seorang pejabat di dalam FBI bahkan menulis bahwa ia sedang mengoperasikan apa yang disebut sebagai ‘shadow government’ (pemerintahan bayangan) untuk mencegah informasi intelijen mengenai campur tangan PKT dalam pemilu dipublikasikan, sekaligus memastikan informasi tersebut tidak sampai ke media-media yang terhormat,” katanya. 

Laporan wartawan NTD Television, Liu Jiajia, dari Amerika Serikat.

Longsor Gunung di Chongqing, Tiongkok, Bongkahan Batu Sebesar Gedung Diduga Dipicu Ledakan Pabrik Petasan

EtIndonesia.com Pada 17 Juli 2026, terjadi longsor besar di Kabupaten Pengshui, Chongqing, Tiongkok. Suara gemuruh yang sangat keras terdengar di sepanjang tepi Sungai Wujiang. Sejumlah bangunan di kaki gunung tertimbun batu dan tanah, sementara bongkahan batu terbesar yang jatuh disebut berukuran lebih dari 3.000 meter kubik, kira-kira sebesar sebuah gedung. Sejumlah warga menduga sebelum longsor terjadi, sebuah pabrik petasan di dekat lokasi mengalami ledakan yang kemudian memicu runtuhnya lereng gunung.

Menurut laporan media di Tiongkok, longsor terjadi sekitar pukul 09.08 di Jalan Hanjia, Kabupaten Pengshui. Sejumlah bangunan tempat tinggal di kaki gunung tertimbun dan roboh akibat material longsoran.

Karena ukuran batu-batu yang sangat besar, proses penyelamatan menjadi sangat sulit. Tim penyelamat harus terlebih dahulu memindahkan bongkahan batu sebelum dapat mencari korban yang diduga masih tertimbun.

Menurut keterangan resmi pemerintah setempat, hingga saat ini 8 orang dilaporkan meninggal dunia dan 34 orang masih hilang. Namun, foto-foto yang beredar di internet sebelum dan sesudah kejadian memperlihatkan area permukiman yang luas tertimbun tanah dan batu. Sebagian pihak berspekulasi bahwa jumlah korban sebenarnya mungkin lebih besar daripada angka resmi, meskipun hal tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Sebuah video yang beredar menunjukkan sekitar 20 menit sebelum longsor, sebuah mobil yang melintas merekam suasana di lokasi melalui kamera dasbor. Terlihat banyak warga keluar dari rumah dan berkumpul di jalan. Sebagian masih mengenakan pakaian tidur sambil melihat ke arah gunung dan terdengar suara gemuruh keras dari kejauhan.

Sekitar 20 menit kemudian, menurut laporan tersebut, jalan beserta deretan bangunan di lokasi itu tertimbun material longsoran. Pengunggah video menuliskan harapan agar seluruh warga yang terlihat dalam rekaman telah berhasil mengungsi dengan selamat.

Dugaan Ledakan Pabrik Petasan

Sejumlah informasi yang beredar menyebutkan bahwa longsor mungkin berkaitan dengan ledakan di sebuah pabrik petasan yang berada di belakang lereng gunung.

Seorang warga bermarga Yan mengatakan bahwa rumah-rumah yang terdampak dibangun di dekat lereng yang sebelumnya pernah mengalami pekerjaan peledakan, sementara di belakang gunung terdapat sebuah pabrik kembang api dan petasan.

Warga lain bermarga Xie mengatakan bahwa pada pagi hari terdengar suara ledakan keras dari arah gunung, disusul suara runtuhan batu seperti ledakan, kemudian lereng gunung runtuh beberapa kali secara berturut-turut.

“Setelah ledakan itu terjadi, kondisi tanah menjadi longgar, lalu lereng terus runtuh sedikit demi sedikit,” katanya. 

Menurutnya, sekitar 12 hingga 13 bangunan mengalami keruntuhan. Sebuah kendaraan yang sedang melintas juga dikabarkan tertimbun longsor, dan disebut membawa sejumlah penumpang. Ia menggambarkan kondisi di lokasi sangat memprihatinkan.

Seorang perempuan lain yang berada di lokasi mengatakan bahwa setelah longsor terjadi, masih terdengar beberapa suara ledakan kecil dari arah kompleks pabrik petasan.

Warga bermarga Wen mengatakan bahwa sekitar pukul 08.40, ia mendengar suara ledakan petasan yang sangat keras, “seperti suara petir atau peledakan”. Dari tepi Sungai Wujiang ia melihat kepulan asap tebal, sementara beberapa bangunan di tepi sungai terdorong ke dalam sungai akibat hantaman batu besar. Bangunan yang disebut terdampak antara lain sebuah toko kembang api dan sebuah hotel.

Warga bermarga Zhang juga mengatakan bahwa sekitar pukul 08.00, ia mendengar suara retakan batu yang sangat keras sebelum akhirnya terjadi longsor besar.

Seorang saksi mata bermarga Wang mengatakan bahwa ia mula-mula mendengar suara batu berjatuhan dari atas gunung, kemudian menyaksikan sendiri seluruh lereng gunung meluncur turun.

“Kami hanya bisa melihat ketika seluruh lereng itu tiba-tiba meluncur ke bawah,” ujarnya. 

Menurut Wang, beberapa bangunan di dekat tepi sungai terdorong langsung masuk ke Sungai Wujiang oleh material longsoran. Saat itu masih ada penghuni di dalam bangunan, sehingga peristiwa tersebut sangat mengerikan dan masih membekas dalam ingatannya.

Ia juga mengatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir tidak terjadi hujan di daerah tersebut sehingga ia tidak mengetahui penyebab pasti longsor.

Lokasi Ditutup, Penyebab Masih Diselidiki

Setelah kejadian, aparat menutup seluruh area bencana dan memerintahkan warga sekitar untuk segera mengungsi. Wang mengatakan bahwa ia bahkan tidak sempat menutup tokonya sebelum diminta meninggalkan lokasi.

Hingga saat ini, pemerintah setempat belum mengumumkan penyebab pasti longsor di Kabupaten Pengshui.

Laporan disusun oleh Luo Tingting