Kedaulatan AI untuk Memberdayakan Indonesia, Dorong Transformasi Digital dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Jakarta, 10 Maret 2025 – Perkembangan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) diperkirakan akan menjadi salah satu game-changer dalam bisnis berbasis teknologi, dan semakin dipandang sebagai mesin penggerak utama pertumbuhan ekonomi global. Indonesia memiliki potensi besar untuk memanfaatkan peluang AI, mengingat tingkat adopsi AI yang tergolong tinggi di kawasan Asia Tenggara.

Saat ini, berdasarkan data dari Oliver Wyman 2023, hanya 13% bisnis di Indonesia yang telah berada pada tahap adopsi AI advanced, lebih dari 80% bisnis telah mulai berinvestasi atau menggunakan AI dalam operasional mereka.

Menurut laporan McKinsey Global Institute (2023), AI diprediksi akan berkontribusi hingga USD 13 triliun terhadap ekonomi dunia pada 2030, setara dengan kenaikan rata-rata Produk Domestik Bruto (PDB) global sebesar 1,2% per tahun. Laporan PwC bahkan menyebutkan bahwa AI dapat memberikan dampak hingga USD 15,7 triliun di tahun yang sama.

Dari kedua prediksi tersebut, World Economic Forum (WEF) menyoroti AI sebagai kekuatan utama di era Revolusi Industri 4.0 yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan pekerjaan baru. Bank Dunia juga menilai AI bermanfaat bagi negara berkembang, karena berpotensi mengurangi kesenjangan digital dan mendorong inovasi di sektor vital seperti pertanian, kesehatan, dan pendidikan.

Lantas, bagaimana peran kedaulatan AI untuk memberdayakan Indonesia dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional? Pertanyaan ini menjadi fokus utama dalam diskusi panel bertajuk “Masa Depan AI: Mampukah Memperkuat Ekonomi Indonesia?” yang diselenggarakan oleh Forum Wartawan Teknologi (FORWAT) dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun ke-5 FORWAT.

Diskusi ini menghadirkan narasumber dari berbagai sektor, yakni Adrian Lesmono (Country Consumer Business Lead NVIDIA), Sri Safitri (Sekjen Partnership Kolaborasi Riset & Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial/KORIKA), Nailul Huda (Direktur Ekonomi Digital CELIOS), dan Insaf Albert Tarigan (Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan), dengan Ardhi Suryadi, Wakil Pemimpin Redaksi Detik, sebagai moderator.

Adrian Lesmono, Country Lead Business NVIDIA mengatakan, “Kedaulatan AI bukan lagi wacana. Teknologi AI yang cepat, aman, dan mandiri adalah fondasi kedaulatan digital Indonesia. Kedaulatan AI artinya kontrol penuh atas data, efisiensi dan akselerasi digital.”

Penerapan AI di Indonesia perlu disesuaikan dengan prioritas pembangunan nasional. Upaya ini mulai dilakukan, salah satunya melalui pembentukan Kolaborasi Riset & Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA) yang bertujuan menjembatani kesenjangan kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas publik.

Sri Safitri, Sekjen Partnership (KORIKA) menyampaikan, Meski berpotensi mendorong transformasi besar, pengembangan AI di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan.

Salah satu tantangan utama adalah ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang masih terbatas. Hingga saat ini, jumlah individu yang memiliki keahlian dalam bidang AI masih sangat sedikit. Bahkan, program studi khusus AI di Indonesia baru dimulai.

“Selain itu, keterbatasan infrastruktur digital juga menjadi hambatan besar. Kemudian, kurangnya pendanaan dan riset & pengembangan (R&D). Dari sisi regulasi, Indonesia juga menghadapi tantangan dalam pengelolaan data dan kebijakan terkait AI. Terakhir, keterbatasan akses terhadap teknologi,” ungkap dia.

Sementara itu, Nailul Huda, Direktur Ekonomi Digital CELIOS menambahkan, “Adopsi AI yang tumbuh pesat di sektor finansial dan ekonomi digital menunjukkan bahwa teknologi ini telah menjadi tulang punggung transformasi ekonomi. Dengan dukungan strategi pemerintah, kolaborasi industri, serta peningkatan keterampilan tenaga kerja, AI dapat memberdayakan Indonesia menuju pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.”

Meski berpotensi mendorong transformasi besar, pengembangan AI di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Pemerintah berperan strategis dalam mendorong pengembangan AI di tingkat nasional, melalui regulasi yang mengatur AI dan tata kelolanya guna memaksimalkan manfaat besar AI sekaligus meminimalkan resikonya.

Insaf Albert Tarigan, Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan menegaskan, “Diperlukan penyempurnaan strategi pemanfaatan AI nasional yang dapat berfungsi sebagai blueprint panduan bagi pemerintah dan sektor swasta dalam mengadopsi, mengembangkan, serta mengimplementasikan AI. Dengan kebijakan yang tepat, pemerintah dapat memaksimalkan potensi kerja sama dengan mitra global, mencakup transfer teknologi, investasi, dan penelitian bersama. Kolaborasi semacam ini akan mempercepat adopsi teknologi canggih, membuka akses ke sumber daya global, dan memperkuat kedaulatan teknologi Indonesia.”

Di Indonesia sendiri, penguatan kedaulatan AI eloknya dilakukan dengan mendorong lebih banyak sektor beralih dari fase Taker ke fase Shaper dan Maker. Sebagai contoh, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) tidak hanya memanfaatkan AI untuk bisnis seperti peningkatan layanan pelanggan dan kinerja jaringan, tetapi juga aktif membangun ekosistem AI inklusif melalui pengembangan talenta, pelatihan, serta kolaborasi strategis demi pemerataan akses teknologi AI di berbagai sektor.

Selain Indosat yang telah mengadopsi teknologi AI melalui berbagai inovasi seperti Sahabat-AI, Indosat AI Experience Center, dan Digital Intelligence Operation Center (DIOC), sejumlah perusahaan lain juga turut memanfaatkan AI. GoTo, misalnya, menggunakan AI untuk mempersonalisasi preferensi pelanggan dan memprediksi permintaan. Sementara itu, Kata.ai mengembangkan solusi AI untuk menciptakan interaksi pelanggan melalui percakapan otomatis. Di sektor pemerintahan, teknologi AI juga mulai umum digunakan, antara lain untuk otomatisasi layanan publik dan moderasi konten oleh Komdigi.

Dengan terselenggaranya diskusi panel ini, menjadi momentum positif untuk mendorong pemahaman strategis tentang peran AI dalam pertumbuhan ekonomi, merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis bukti, serta mempererat jejaring kolaboratif demi membangun ekosistem AI nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Burung Rail Galapagos Terlihat di Pulau Tempat Charles Darwin Menemukannya untuk Pertama Kalinya dalam 200 Tahun

EtIndonesia. Seekor burung hitam kecil terlihat di Pulau Galapagos untuk pertama kalinya dalam hampir 200 tahun — saat Charles Darwin pertama kali menemukannya.

Burung Rail Galapagos atau nama ilmiah Laterallus spilonota , yang dianggap sebagai spesies yang hampir terancam punah, telah kembali ke Pulau Floreana asalnya setelah para konservasionis menyingkirkan populasi kucing dan tikus liar yang telah mengusir populasi tersebut berabad-abad sebelumnya, menurut pengumuman Island Conservation minggu lalu.

Para peneliti menemukan burung-burung itu bermain-main di semak-semak yang rimbun di tiga lokasi berbeda selama ekspedisi pemantauan burung darat baru-baru ini, yang “cukup untuk menyebut mereka sebagai populasi nyata.”

“Penemuan kembali Burung Rail Galapagos menegaskan apa yang telah kita lihat di pulau-pulau di seluruh dunia—menyingkirkan ancaman invasif, dan spesies asli dapat pulih dengan cara yang luar biasa,” kata Paula Castaño, Manajer Program Dampak Konservasi kelompok tersebut dalam sebuah pernyataan.

Penampakan terakhir yang dikonfirmasi dari burung “kecil dan tertutup” ini, yang secara lokal dikenal sebagai Pachays, juga merupakan penemuan resminya pada tahun 1835, ketika Darwin menemukan beberapa spesies selama perjalanannya yang terkenal ke Galápagos.

Burung Rail adalah burung yang terbang dengan buruk dan tinggal di tanah, membuatnya sangat rentan terhadap predator. Ketika spesies invasif seperti kucing dan tikus menyusup ke pulau tersebut, populasi burung Rail tampaknya punah.

Burung-burung kecil yang tangguh dan banyak akal ini ditemukan kembali oleh Wilson Cabrera, seorang Spesialis Restorasi Pulau setempat dengan kelompok penelitian Jocotoco, di sebuah lokasi yang telah dipantau oleh para peneliti sejak tahun 2015.

Burung-burung tersebut berada jauh dari pemukiman manusia dan pertanian, di padang rumput yang dinaungi oleh pohon jambu biji.

“Penemuan ini merupakan cerminan dari upaya berkelanjutan yang didedikasikan untuk pemulihan ekologis Floreana dan langkah lebih lanjut menuju konservasi keanekaragaman hayatinya,” kata Cabrera dalam sebuah pernyataan.

Kembalinya mereka ke Floreana terjadi dua tahun setelah Island Conservation dan mitranya mulai menyingkirkan spesies invasif yang membahayakan burung-burung tersebut. Hal ini juga mengikuti kembalinya burung-burung tersebut pada tahun 2018 di Pulau Pinzon di dekatnya setelah hewan pengerat dibasmi di sana pada tahun 2012.

Tidak diketahui apakah burung-burung tersebut melarikan diri ke pulau-pulau terdekat lainnya, atau bersembunyi di Floreana selama ini.

Peneliti selanjutnya akan menggunakan pengambilan sampel genetik untuk menentukan apakah burung-burung yang baru tercatat ini berasal dari garis keturunan yang diperkenalkan kembali sendiri atau apakah ada populasi kecil burung Rail yang bertahan hidup, tanpa terdeteksi, selama 190 tahun. (yn)

Sumber: nypost

Trump Memegang “Tombol Pamungkas”! Bisakah AS Memutus Operasi Senjata Eropa? Media Inggris: Tentu Saja Bisa!

EtIndonesia. Baru-baru ini, konflik yang terjadi antara Trump dan Zelenskyy di Gedung Putih telah menurunkan hubungan AS-Ukraina ke titik terendah. Trump menghentikan bantuan militer untuk Ukraina dan bahkan mematikan sistem perang elektronik pesawat F-16 milik militer Ukraina dari kejauhan, membuat banyak negara Eropa mulai khawatir apakah Amerika Serikat akan memutus pasokan senjata ke Eropa.

Mengenai isu ini, laporan terbaru dari “Financial Times” menunjukkan bahwa militer Eropa bergantung pada teknologi Amerika untuk pemeliharaan peralatan militer, pembaruan perangkat lunak, dan penyediaan peralatan. Jika Washington mengurangi dukungan militer, sistem kunci seperti pesawat tempur, sistem pertahanan rudal, dan drone mungkin akan menjadi tidak berfungsi. 

Ahli industri penerbangan dan aerospace terkenal, Richard Aboulafia, memperingatkan bahwa senjata Eropa memiliki “sakelar penghentian” Amerika, dan menunjukkan: “Jika Anda menganggap sesuatu dapat dilakukan dengan beberapa baris kode perangkat lunak, maka itu ada kemungkinannya.”

Menurut Stockholm International Peace Research Institute, dari tahun 2019 hingga 2023, 55% impor peralatan pertahanan militer Eropa berasal dari Amerika Serikat, meningkat 35% dibandingkan lima tahun sebelumnya. Negara-negara seperti Denmark, Norwegia, Inggris, dan Swiss bergantung pada F-35 yang dibuat oleh Amerika Serikat, yang membutuhkan pembaruan perangkat lunak melalui ALIS. 

Analis aerospace, Sash Tusa, memperingatkan: “Jika Amerika Serikat menghentikan pembaruan perangkat lunak ini, peralatan militer ini akan berhenti beroperasi. Jika tidak segera dihentikan, itu juga akan sangat cepat.”

Namun, senjata militer dari Prancis dan beberapa dari Jerman, Italia, Swiss, dan Swedia juga memiliki kemampuan tertentu, yang tidak dapat dicapai oleh kemampuan militer Amerika Serikat, sehingga masih ada fleksibilitas militer tertentu dan tidak perlu terlalu panik. (jhn/yn)

Peri Tidak Pernah Menghilang: Legenda dan Kejadian yang Disaksikan di Bolivia


EtIndonesia.
Mitologi dari seluruh dunia biasanya menggambarkan pandangan dunia yang unik dari setiap budaya, dengan spesies yang tidak hanya terbatas pada manusia dan makhluk hidup lainnya yang ada saat ini, tetapi juga banyak kehidupan yang luar biasa dan tidak terbayangkan. 

Istilah “peri,” baik di Eropa, Asia, maupun Amerika, muncul dalam berbagai budaya dengan nama yang sama, tetapi mereka sangat berbeda satu sama lain. Kesamaan mereka adalah memiliki kekuatan magis, beberapa hidup di ruang terpisah dari dunia, merupakan karakter penting dalam beberapa cerita legenda, dan merupakan keberadaan yang kuat dalam banyak budaya.

Bolivia adalah sebuah negara daratan di bagian tengah-barat Amerika Selatan. Sebelum era kolonial Eropa, wilayah ini dikuasai oleh Kekaisaran Inca. Tanda-tanda peradaban manusia telah ada sejak sekitar 8000 SM, dengan budidaya ubi jalar di dekat Danau Titicaca, pengembangan teknologi pengolahan tembaga, serta domestikasi llama. Wilayah ini memiliki sejarah kuno dan panjang, sehingga dalam legenda Bolivia, banyak makhluk supranatural yang ada dalam alam, seperti dewa, peri, peri kecil, setan, dan makhluk aneh lainnya

Ketika membicarakan peri di Bolivia, orang akan berpikir tentang makhluk yang disebut “Akarikas,” (Transliterasi-red)  yang juga memiliki nama lain—peri cuaca, yang berkaitan dengan kekuatan yang mereka miliki. 

Menurut legenda, Akarikas tinggal di gua dan dapat mengendalikan cuaca, biasanya muncul sebagai pria kecil, dan sangat jarang ditemui oleh manusia. Makhluk seperti ini sering ada dalam cerita rakyat yang beredar dari generasi ke generasi, dan meskipun sekarang tidak dapat dilihat lagi, banyak orang dewasa di Bolivia saat ini pernah bertemu dengan mereka.

Vanessa dan keluarganya berasal dari La Paz dan Cochabamba di Bolivia, dua tempat yang penuh energi dan indah. Ibu Vanessa sering melihat peri muncul di halaman belakang rumah mereka saat masih anak-anak, fenomena yang sangat umum di daerah tersebut dan hampir menjadi rahasia umum bagi penduduk setempat. Meskipun keberadaan makhluk ini sudah biasa, ada aturan yang harus dihindari saat mereka muncul, yaitu mengganggu mereka. Setiap kali orang mengganggu makhluk ini, itu akan berakibat buruk, seperti anak-anak yang menghilang dan baru kembali beberapa hari kemudian dalam keadaan bingung, atau seseorang yang jatuh sakit parah, keadaan ini hanya terjadi ketika orang mencoba mengganggu mereka.

Nenek Vanessa, ketika berusia dua puluhan, pernah melihat peri dari dekat. Suatu kali, neneknya berada di dekat sebuah pohon di halaman belakang, dan ketika dia menoleh ke pohon itu, ada sesuatu yang tampak seperti anak kecil di sana. Dia yakin bahwa itu bukan anak-anak atau orang dewasa dengan perkembangan tubuh yang tidak sempurna, itu bukan makhluk dari dunia ini. Mahkluk memiliki wajah tua tetapi penuh energi, melompat-lompat dan tampaknya sedang bernyanyi. Meskipun peri itu mungkin hanya setinggi 60 cm, neneknya merasa takut, jadi dia berjalan dengan tenang menuju rumah, mempertahankan jarak sambil masih dapat mengamati dari kejauhan. Saat itu, peri itu menoleh kepadanya, lalu berlari ke belakang pohon dan menghilang, tidak diketahui kemana dia pergi.(jhn/yn)

Malam Jelang Pemilu Greenland, Trump Kembali Posting – Persaingan AS-Tiongkok Menjadi Sorotan Utama di Arktik

EtIndonesia. Wilayah otonomi Denmark, Greenland, akan mengadakan pemilihan parlemen pada 11 Maret. Beberapa hari yang lalu, Presiden AS, Trump kembali memposting di media sosial, berkomunikasi langsung dengan rakyat Greenland. Seruan kemerdekaan di lokal semakin meningkat, dan Greenland perlahan menjadi pusat perhatian AS, Tiongkok, dan Rusia dalam memperebutkan pengaruh di Arktik.

Trump: “AS akan berinvestasi miliaran dolar di Greenland dan menciptakan lapangan pekerjaan.”

Greenland akan mengadakan pemilu pada Selasa (11/3), dan pemimpin yang terpilih akan menentukan apakah Greenland akan mengelola kedaulatannya sendiri, tidak lagi di bawah pengawasan politik Kerajaan Denmark.

Presiden AS, Donald Trump, pada waktu setempat tanggal 9 Maret di “Truth Social” menulis langsung kepada rakyat Greenland.

Dalam postingannya, dia menegaskan kembali pandangan yang dia sampaikan minggu lalu dalam pidato di Kongres AS: “Amerika secara tegas mendukung rakyat Greenland untuk menentukan masa depan mereka sendiri. Kami akan terus melindungi keamanan Anda, seperti yang telah kami lakukan sejak Perang Dunia II. Kami siap berinvestasi miliaran dolar untuk menciptakan peluang pekerjaan baru dan membuat Anda kaya.”

“Jika Anda memilih, kami menyambut Anda untuk menjadi bagian dari negara terbesar di dunia—Amerika Serikat!” kata Trump dalam postingannya.

Pada tanggal 11 Maret, waktu setempat, rakyat Greenland akan pergi ke tempat pemungutan suara. Ini adalah pemilihan yang paling banyak mendapat perhatian dalam sejarah negara, terutama setelah Trump beberapa kali mengungkapkan komentarnya tentang Greenland.

Trump menulis bahwa AS akan berinvestasi miliaran krona di Greenland, sementara itu, orang terkaya di dunia, Elon Musk, juga membagikan berita ini di media sosial X. Musk adalah salah satu asisten terdekat Trump, yang ditugaskan untuk mengurangi sektor publik AS.

Koresponden internasional jaringan DR Denmark, Steffen Kretz, yang berada di Nuuk, Greenland, merasa bahwa inisiatif Trump telah memobilisasi berbagai pihak di Greenland.

Steffen mengatakan: “Saya bisa merasakan, di sini semua pihak, selain Naleraq yang ingin segera merdeka dan bekerja sama erat dengan AS, hubungan mereka semakin erat karena mereka melihat ancaman dan tekanan eksternal yang jelas.”

“Mereka melihat tatanan dunia Barat sedang runtuh, dan orang-orang di Greenland merasa tidak aman karena mereka berpopulasi sedikit sementara wilayah mereka luas, dan semua negara besar ingin mengendalikannya,” kata Steffen Kretz.

Mengapa Perdana Menteri Greenland Butuh Kontak dengan Trump Sekarang?

Koresponden internasional DR, Steffen Kretz, mengusulkan bahwa Perdana Menteri Greenland saat ini, Múte B. Egede, perlu mendapatkan kontak dengan Presiden Trump dalam 24 jam terakhir kampanye pemilu.

Steffen Kretz di TVA Live mengatakan: “Jelas dia juga sedang berkampanye. Partainya adalah partai terbesar, dan mereka juga akan berpartisipasi di tempat pemungutan suara besok.”

“Saya pikir dia merasa ini adalah waktu yang tepat untuk membuat pernyataan tegas,” kata Múte B. Egede dalam wawancara eksklusif dengan DR, mengharapkan untuk membentuk pemerintahan koalisi luas setelah pemilihan besok. 

“Saya pikir ini adalah pilihan besar yang kita hadapi” – apa yang terjadi di dunia saat ini sangat mengkhawatirkan saya,” Múte B. Egede menyatakan bahwa tatanan dunia dalam banyak hal sedang goyah.

Komentar-komentar ini dibuat dalam wawancara panjang dengan DR tak lama sebelum orang-orang Greenland memberikan suara mereka pada hari Selasa, 11 Maret. Presiden Trump telah menegaskan kembali minggu lalu dalam pidato televisi kepada rakyat Amerika bahwa dia berharap mengendalikan Greenland.

“Mengingat semua yang terjadi di dunia, kita membutuhkan pemerintahan yang kuat dengan representasi yang sebroad mungkin,” kata Múte B. Egede. 

Dalam pemilihan parlemen Greenland kali ini, lebih dari 200 calon akan bersaing untuk 31 kursi, dengan kandidat-kandidat utamanya berasal dari lima partai yang saat ini memiliki kursi di parlemen. Lembaga survei Verian mengumumkan hasil survei pada Januari tahun ini yang menunjukkan bahwa tiga partai yang mendukung kemerdekaan secara keseluruhan mendapatkan dukungan hampir 70%, dan diharapkan akan memperoleh mayoritas kursi.

Persaingan pengaruh di Arktik antara AS, Tiongkok, dan Rusia menjadi sorotan.

Banyak warga Greenland mendukung kemerdekaan, dan Perdana Menteri Egede telah beberapa kali menyatakan harapannya untuk kemerdekaan Greenland. Namun, setiap partai memiliki pandangan yang berbeda tentang bentuk dan waktu kemerdekaan Greenland.

Menurut analisis, pemilihan parlemen ini tidak akan langsung mendorong kemerdekaan, karena masalah ini membutuhkan referendum nasional yang disetujui oleh semua orang, dan juga harus menghadapi banyak rintangan, termasuk persetujuan dari parlemen Denmark.

Seorang calon dari ibu kota Greenland, Nuuk, pada tanggal 7 Maret mengatakan: “Pemerintah Denmark menyadari isu kemerdekaan Greenland, ini adalah hal yang baik.”

Seiring dengan meningkatnya seruan kemerdekaan lokal, partai-partai kecil yang mencari kerjasama dengan otoritas Kopenhagen untuk mendapatkan lebih banyak otonomi juga mendapatkan dukungan rakyat.

Greenland, yang dulunya jarang dibicarakan sebagai bagian dari Arktik, kini perlahan menjadi titik panas geopolitik yang diperebutkan oleh AS, Tiongkok, dan Rusia. Rusia dan Tiongkok meningkatkan aktivitas mereka di kawasan Arktik. Trump waspada terhadap tindakan Tiongkok dan Rusia di kawasan ini, dan bersumpah untuk membeli Greenland.

Seiring dengan terus mencairnya es di Greenland, persaingan atas sumber daya bawah tanah seperti logam tanah jarang antara AS, Tiongkok, dan Rusia diperkirakan akan meningkat.

Selain itu, pengecilan area es di Laut Arktik selama musim dingin memperpanjang waktu navigasi jalur pelayaran. Para analis menunjukkan bahwa kawasan Arktik telah menjadi titik pemicu konflik dan persaingan antar negara besar. (jhn/yn)

Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte Ditangkap atas Perintah ICC Karena Dugaan Kejahatan terhadap Kemanusiaan

EtIndonesia. Mantan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, ditangkap pada Selasa setelah Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terkait kampanye anti-narkoba yang mematikan selama masa kepemimpinannya.

“Pada pagi hari ini, INTERPOL Manila menerima salinan resmi surat perintah penangkapan dari Pengadilan Kriminal Internasional,” kata Kantor Komunikasi Kepresidenan dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dilaporkan oleh media lokal GMA News, Selasa (11/3/2025). 

Mantan presiden tersebut ditangkap atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan tak lama setelah tiba di Manila dari Hong Kong.

Duterte, yang menjabat sebagai presiden negara itu dari 2016 hingga 2022, sebelumnya telah menyatakan bahwa ia akan mematuhi kemungkinan surat perintah penangkapan dari ICC.

Jangan Salahkan Trump! Ketidakseimbangan Anggaran Pertahanan Negara-negara NATO Sangat Serius

EtIndonesia. Trump mendesak keras agar mitra NATO meningkatkan anggaran pertahanan mereka. Banyak sekutu telah mengambil tindakan—namun, bahkan jika menggabungkan semua anggaran militer mereka, masih jauh di belakang Amerika Serikat. Selama masa jabatan pertamanya sebagai presiden (2017 hingga 2021), Trump telah beberapa kali mengeluh bahwa hampir tidak ada negara anggota NATO selain Amerika Serikat yang berinvestasi cukup dalam pertahanan. 

Pada Februari 2022, serangan besar-besaran Rusia terhadap Ukraina membuat Eropa dalam keadaan siaga tinggi. Pada awal tahun 2024 dalam kampanye pemilihan, Trump telah secara terbuka mengancam bahwa dia mungkin tidak akan melindungi sekutu dalam penerapan Pasal V pertahanan kolektif NATO. Dia bahkan menyatakan, jika beberapa sekutu Amerika tidak memenuhi komitmen mereka untuk meningkatkan anggaran pertahanan menjadi setidaknya 2% dari PDB mereka, maka dia akan mendorong Rusia untuk bertindak semaunya. Apakah kritik Trump itu masuk akal? Bagaimana negara-negara NATO merespons?

Negara-negara NATO mana yang mencapai “tanda 2%”?

Sebenarnya, pada tahun 2014, selain Amerika Serikat, hanya dua negara yang mencapai kewajiban sebagai sekutu NATO untuk menggunakan 2% dari PDB mereka untuk anggaran pertahanan: Yunani dan Inggris. Namun, sejak Maret tahun itu, setelah Rusia menganeksasi Semenanjung Krimea dan mendukung separatis pemberontak di timur Ukraina, situasi ini telah berubah secara bertahap.

Menurut perkiraan awal NATO, pada tahun 2024 dari 32 anggota NATO, 24 telah mencapai “tanda 2%”. Satu-satunya negara yang tidak meningkatkan pengeluaran pertahanannya sebagai persentase dari PDB selama periode ini adalah Kroasia. Sementara Amerika Serikat adalah satu-satunya negara NATO yang persentasenya menurun dari tahun 2014 hingga sekarang.

Dari peta Eropa, pada tahun 2024, negara dengan anggaaran pertahanan sebagai persentase dari PDB yang paling tinggi terutama adalah negara-negara yang berbatasan dengan Rusia, seperti tiga negara Baltik (Estonia, Latvia, dan Lituania) semuanya sekitar 3%, dan Polandia yang berbatasan dengan wilayah Kaliningrad Rusia bahkan mencapai 4.12%.

Sementara negara-negara yang tidak mencapai standar kebanyakan jauh dari Rusia, seperti Spanyol, Portugal, Italia, dan lainnya. Namun secara keseluruhan, pada tahun 2024, anggota NATO pada umumnya telah menginvestasikan lebih banyak anggaran pertahanan dibandingkan tahun sebelumnya.

Seberapa penting proporsi anggaran pertahanan terhadap PDB?

Anggota NATO berkomitmen untuk meningkatkan proporsi anggaran pertahanan terhadap PDB menjadi 2%, dan Trump menganggap ini sebagai standar minimum, menuntut sekutu meningkatkan investasi pertahanan untuk mengatasi kekurangan di masa lalu. Namun, proporsi ini hanya mengukur hubungan relatif antara investasi militer dan skala ekonomi negara, yaitu seberapa besar suatu negara mengutamakan pertahanan. Namun, untuk memahami kondisi aktual pembangunan militer setiap negara, kita perlu melihat nilai absolut anggaran pertahanan. 

Menurut data, sebagai aliansi militer, anggaran militer NATO menunjukkan tren peningkatan secara keseluruhan dari tahun 2014 hingga sekarang. Semua anggota telah meningkatkan anggaran pertahanan mereka, tetapi Lituania (76,5%), Latvia (75,9%), Hongaria (69,2%), dan Polandia (68,1%) memiliki peningkatan anggaran militer terbesar. Sedangkan anggaran pertahanan Amerika Serikat hanya meningkat 12,5% dibandingkan dengan level tahun 2014. Meskipun peningkatannya tidak tinggi, anggaran militer Amerika Serikat pada tahun 2024 masih meningkat sekitar 95 miliar dolar Amerika dibandingkan tahun 2014. Untuk perbandingan: Jerman, Polandia, Turki, Inggris, dan Perancis, jumlah peningkatan anggaran pertahanan dari kelima negara ini selama periode tersebut adalah 96,3 miliar dolar Amerika.

Siapa yang terutama menanggung biaya pertahanan NATO?

Dari tahun 2014 hingga sekarang, proporsi anggaran  militer anggota Eropa dan Kanada dalam anggaran NATO telah meningkat dari 27,5% menjadi 36,3%. Meskipun demikian, siapa “tulang punggung” NATO masih sangat jelas. 

Menurut perkiraan terbaru, investasi pertahanan Amerika Serikat masih lebih dari dua kali lipat total semua anggota NATO lainnya digabungkan. Jerman, yang menempati peringkat kedua, hanya menyumbang 6,8% dari total anggaran. Sebagai perbandingan: PDB Amerika Serikat enam kali lebih besar dari Jerman, sementara total populasinya kurang dari empat kali lipat Jerman. (jhn/yn)

GPS dan Kompas Tidak Berfungsi: Fenomena Aneh di Hutan Virginia

EtIndonesia. Dalam film “Missing 411”, orang-orang yang memasuki pegunungan menemukan cuaca yang berubah secara tiba-tiba, perangkat seperti GPS berhenti berfungsi, dan semua suara alam mendadak terdiam. Beberapa orang hilang tanpa jejak, sementara yang lain beruntung bisa lolos. Kisah-kisah seperti ini terjadi di taman nasional dan hutan, dengan jumlah pelancong yang hilang tak terhitung. 

Pernah ada seorang anak laki-laki dengan kelompoknya, dan ketika dia berhenti untuk mengikat tali sepatunya hanya selama satu menit, orang-orang di depannya menghilang tanpa jejak, dan pemandangan di sekitarnya berubah total. Dia terus berlari ke depan, perasaan aneh menyergapnya, dan ketika dia berhasil mengejar kelompoknya, mereka berkata bahwa anak laki-laki itu telah hilang selama beberapa jam. Pasti ada sesuatu di hutan tersebut. Alur cerita seperti ini sebenarnya bukan fiksi, banyak orang yang memasuki hutan juga mengalami fenomena serupa.

GPS dan Kompas Tidak Berfungsi: Fenomena Aneh di Kedalaman Hutan Virginia

Dulu, seorang pria datang sendirian ke Hutan Monongahela di Virginia, AS,  untuk mengeksplorasi area baru yang belum pernah dia kunjungi sebelumnya, untuk melihat apa yang akan dia temui. Pria itu berusia 37 tahun dan sering melakukan hiking di berbagai hutan dan pegunungan, dengan pengalaman yang kaya dan belum pernah mengalami bahaya sebelumnya. 

Perjalanannya kali ini juga berjalan lancar, hingga suasana hutan mulai berubah menjadi tidak biasa. Pada saat itu, sekitar pukul 4 sore, dia berjalan di hutan dengan membawa radio beacon, kompas, ponsel, jam tangan dengan GPS, dan peta cetak. Peralatan ini memungkinkan dia untuk menemukan arah kembali jika tersesat.

Saat berjalan, tiba-tiba dia merasa sekitarnya menjadi sangat sunyi, seolah-olah dia memasuki zona tanpa suara, seperti terjebak dalam vakum. Dia berpikir mungkin ada pemangsa di dekatnya, jadi dia tetap waspada. Untuk pertahanan diri, dia juga membawa alat pertahanan diri. Ketika dia terus berjalan, keheningan aneh itu tetap ada, dia tidak bisa menjelaskannya, tidak ada suara burung, hanya pohon-pohon tinggi yang ada. Kemudian, dia menyadari cuaca tiba-tiba berubah, langit berubah, awan cepat menjadi mendung, hampir tanpa peringatan, perubahan instan itu membuatnya merasa tidak nyaman, dan dia memutuskan untuk segera kembali.

Hampir seketika dia memutuskan untuk kembali, dia menemukan bahwa sistem GPS di ponsel dan jam tangannya tidak berfungsi, kompas di tangannya terus berputar, seolah-olah terganggu oleh medan magnet yang kuat, membuatnya sangat cemas. Jika dia tersesat dalam keadaan ini, dia tidak akan dapat menemukan jalan kembali. 

Dia mulai mencoba kembali ke jalan yang telah dia tempuh, menemukan bahwa awan di langit berubah menjadi abu-abu aneh, seperti tertutup kabut, kemudian muncul awan hitam yang tidak seperti awan biasa, lebih mirip bayangan yang mengambang di langit malam, yang belum pernah dia lihat sebelumnya, membuatnya merasa takut. Tiba-tiba, dia mendengar suara musik yang berulang setiap sepuluh detik, suara yang kadang terdengar di kota, yang membuatnya semakin takut dan mulai berlari kencang di hutan, dengan satu tujuan untuk meninggalkan area tersebut.

Tidak tahu berapa lama dia berlari, ketika dia sadar, dia menemukan langit menjadi cerah, awan hitam yang mengganggu itu hilang. Dia memeriksa GPS dan kompas di badannya, keduanya kembali berfungsi normal, menunjukkan arah yang benar. Kemudian dia berhasil kembali ke tempat parkir dan dengan cepat meninggalkan tempat itu tanpa menoleh ke belakang. Malam itu, dia secara khusus memeriksa cuaca lokal dan menemukan bahwa seharusnya cuaca di sana cerah, seharusnya tidak ada awan. Ini adalah pengalaman aneh yang tidak dia ketahui bagaimana menjelaskannya, tetapi kasus seperti ini tidak hanya dialami olehnya.(jhn/yn)

Anjing Robot dan Drone Mengangkut Narkoba, Teknologi Menjadi Alat Kejahatan Kartel Narkoba

EtIndonesia. Menurut “The Economist”, obat opiat sintetis masih merenggut nyawa hampir 75.000 orang di Amerika Serikat pada tahun 2023. Kelompok pembuat narkoba dengan bantuan ahli kimia lintas benua menciptakan narkoba baru dan terus berinovasi di seluruh rantai pasokan, menggunakan dark web dan media sosial untuk ritel, serta menggunakan drone untuk logistik. Lembaga penegakan hukum kesulitan mengikuti perkembangan teknologi baru seperti kecerdasan buatan, meningkatkan ancaman yang dibawa oleh para inovator narkoba.

Pada Desember tahun lalu, data dari kepolisian Moskow menunjukkan bahwa hubungan antara teknologi dan narkoba semakin erat: Anjing robot berkeliaran di dekat stasiun metro Pechatniki di Moskow tenggara, membawa tanda tertentu, juga membawa paket yang berisi bubuk. Meskipun kepolisian Moskow tidak mengungkapkan apakah robot tersebut benar-benar mengangkut narkoba, hal itu menunjukkan bahwa pengaruh dan kekuatan teknologi organisasi perdagangan narkoba terus berkembang tanpa batas.

Kelompok perdagangan narkoba menciptakan bentuk perdagangan narkoba baru yang menggabungkan teknologi tinggi dan teknologi mata-mata. Pembeli membuat kontak dengan dealer melalui dark web yang tidak dapat diakses oleh browser biasa. Narkoba ditinggalkan di tempat tersembunyi, seperti kotak surat rahasia, dan setelah pembayaran, lokasi barang tersembunyi tersebut diungkapkan kepada pembeli. Sebuah survei yang diterbitkan pada tahun 2020 menunjukkan bahwa di Spanyol dan Amerika Serikat, konsumen yang menggunakan dark web atau media sosial kurang dari 10%.

Meskipun perdagangan narkoba terenkripsi masih kecil dibandingkan dengan perdagangan narkoba tradisional, perkembangan teknologi yang cepat membuat saluran perdagangan narkoba baru ini memiliki ruang untuk tumbuh. Di Rusia, metode penjualan baru tidak hanya menggantikan transaksi tatap muka, tetapi juga mereformasi pasar narkoba. Narkoba sintetis mudah diproduksi dan jauh lebih murah daripada obat-obatan impor seperti heroin atau kokain, dengan ketersediaan dan biaya rendah yang juga meningkatkan permintaan pengguna.

Inisiatif Global Melawan Kejahatan Transnasional Terorganisir (Global Initiative against Transnational Organised Crime) menunjukkan bahwa model perdagangan narkoba ini sedang menyebar. Bagi para penjahat, narkoba sintetis memiliki keuntungan yang jelas dibandingkan narkoba yang berasal dari tanaman. Pembuat narkoba tidak perlu menanam, berurusan dengan petani, atau memikirkan cara untuk mengangkut bahan mentah ilegal ke lokasi pembuatan narkoba secara sembunyi-sembunyi. Dengan mengurangi biaya ini, narkoba sintetis biasanya memiliki margin keuntungan yang lebih tinggi. 

Editor “World Drug Report” dari Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan di Wina, Angela Me, mengatakan: “Fentanyl jauh lebih menguntungkan daripada heroin.”

Seiring dengan tantangan narkoba sintetis yang muncul, Dewan Pengawasan Narkotika Internasional yang berbasis di Wina mulai mengontrol beberapa prekursor yang digunakan untuk membuat bahan kimia, dengan tindakan kontrol yang akan diterapkan oleh 190 negara anggota konvensi narkoba PBB. Untuk mengatasi situasi ini, para penjahat terorganisir mulai menggunakan bahan baku prekursor (pre-precursors) untuk membuat narkoba, yang sebagian besar berasal dari Asia, terutama Tiongkok.

Kesulitan dalam mengontrolnya terletak pada fakta bahwa bahan baku prekursor itu sendiri tidak selalu berbahaya, dan melarangnya bisa sangat merugikan industri kimia negara produsen.

Pada tahun 2022, jurnal “Nature Machine Intelligence” menerbitkan artikel yang menunjukkan bahwa teknologi pengembangan obat baru dapat digunakan untuk mencampur obat yang tidak muncul dalam daftar hitam. Peringatan yang diberikan oleh jurnal tersebut telah terjadi di dunia nyata. Pembuat prekursor juga dapat menambahkan molekul untuk mengubah bahan terkontrol menjadi bahan non-terkontrol, menghindari pembatasan embargo internasional, dan setelah diserahkan, ahli kimia narkoba kemudian mengekstrak prekursor tersebut.

Pembuat narkoba tidak hanya berinovasi dalam teknologi narkoba, tetapi juga muncul metode pengangkutan dan distribusi baru, terutama digunakan di perbatasan internasional dan di tempat yang memiliki pembatasan geografis alami. Pembuat narkoba menggunakan drone untuk memperluas wilayah perdagangan narkoba mereka, melintasi batas yang sebelumnya tidak dapat dijangkau.

Menurut “The Economist”, pejabat perbatasan di wilayah Punjab, India, melaporkan bahwa tahun lalu mereka mengintersepsi 107 drone yang mengangkut narkoba dari Pakistan. Petugas penegak hukum harus beradu kecerdasan dengan penyelundup narkoba, karena mereka dapat menggunakan drone untuk memantau posisi dan arah pergerakan patroli perbatasan.

Drone bahkan bisa membawa risiko lain. Menurut laporan, bulan lalu Biro Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS memperingatkan agennya bahwa kelompok kejahatan Meksiko mungkin menggunakan drone yang membawa bahan peledak untuk menyerang mereka.

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menyatakan bahwa Pemerintah Meksiko mengizinkan drone pengintaian AS untuk mencari laboratorium fentanyl. Dengan munculnya teknologi baru, perkembangan teknologi membawa kemudahan dalam kehidupan sehari-hari, juga menjadi alat bagi mereka yang ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan, menciptakan kerentanan dan ancaman keamanan baru baik di perbatasan negara maupun di jaringan virtual, bahkan melibatkan ilmuwan ke dalam sistem pembuatan dan perdagangan narkoba.

Perang teknologi dan pertahanan negara menjadi sangat terintegrasi, pemerintah harus mengadopsi strategi pemantauan dan pengaturan baru, dan kelompok perdagangan narkoba telah mengundang petugas penegak hukum ke dalam tantangan drone skala besar dan nyata yang baru saja dimulai. (jhn/yn)

 Banjir dan Tanah Longsor di Kabupaten Sukabumi, 5 Warga Meninggal Dunia dan 4 Lainnya Masih Dalam Pencarian

EtIndonesia– Dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada Senin (3/3/2025), banjir dan tanah longsor terjadi di Kabupaten Sukabumi,  Jawa Barat, pada Kamis (6/3), yang menyebabkan 5 orang tewas dan 4 lainnya dinyatakan hilang, sampai saat ini masih dalam pencarian tim SAR.

Berdasarkan update data yang dihimpun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu (9/3), tercatat sebanyak 12 desa di 9 kecamatan terdampak banjir dan 30 desa di 22 kecamatan terdampak tanah longsor.

Upaya percepatan penanganan dan pencarian korban hilang masih terus dilakukan BPBD dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama tim gabungan, Minggu (9/3) Sumber Foto: BPBD Kabupaten Sukabumi

“Dilaporkan, selain 5 warga meninggal dunia dan 4 yang masih dinyatakan hilang, total sebanyak 1.424 KK atau 4.500 warga terdampak dan 83 KK atau 246 warga diantaranya dilaporkan mengungsi serta enam warga diantaranya di laporkan luka-luka,” kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam siaran persnya. 

Daftar nama korban yang dinyatakan meninggal dunia :

1. Eneng Sabiti (P/40th)

2. Siti Nurul Awlia (P/8th)

3. Nendi Saputra (P/7th)

4. Ooy (L/69th)

5. Yayar (L/70th)

Daftar nama korban yang masih dalam pencarian:

1. Drajat (L/60th)

2. Siti Maryam (P/35th)

3. Ahyar Fauzi (L/9th)

4. Mondi (L/9th)

Hingga kini, kerugian materil tercatat, sebanyak 150 unit rumah Rusak Ringan (RR), 110 unit rumah Rusak Sedang (RS), 95 unit rumah Rusak Berat (RB), 3 unit jembatan RS, 3 unit jembatan RB, 1 sarana Kesehatan RS, dan 27 titik jalan terdampak serta 16 titik jembatan lainya juga ikut terdampak. 

Sebagai langkah percepatan penanganan bencana di Kabupaten Sukabumi, Dinas PUPR telah menurunkan alat berat. Adapun kebutuhan mendesak seperti makanan siap saji, air mineral, selimut, matras, alat kebersihan dan hygiene kit masih dibutuhan para pengungsi terutama yang sedang mengungsi secara mandiri.

Upaya percepatan penanganan dan pencarian korban hilang masih terus dilakukan BPBD dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama tim gabungan, Minggu (9/3) Sumber Foto: BPBD Kabupaten Sukabumi
Upaya percepatan penanganan dan pencarian korban hilang masih terus dilakukan BPBD dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama tim gabungan, Minggu (9/3) Sumber Foto: BPBD Kabupaten Sukabumi

Kondisi mutakhir hingga kini banjir dinyatakan telah surut total. Adapun kondisi terkini terkait bencana tanah longsor, berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menetapkan tiga kecamatan yang masih dalam masa tanggap darurat antara lain, Kecamatan Plabuhan Ratu, Kecamatan Simpenan, dan Kecamatan Lengkong. Sejalan dengan keputusan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukabumi melakukan aktivasi tiga posko darurat, yang pertama Pos Utama yang terletak di Pendopo Kabupaten Sukabumi, yang kedua Pos Lapangan yang terletak Pelabuhan Ratu, dan yang ketiga Pos Logistik yang terletak di Kantor BPBD Kabupaten Sukabumi.

Penampakan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Sukabumi yang terjadi pada Kamis (6/3). Sumber Foto: BPBD Kabupaten Sukabumi

Upaya penanganan terus dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi bersama dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Badan SAR Nasional (Basarnas), TNI, Polri serta semua unsur terkait.

BNPB sebagai Leading sector, masih melakukan pendampingan sebagai upaya percepatan penangan banjir dan tanah longsor di Kabupaten Sukabumi. (Bnbp)

Seniman dalam Masalah Besar karena Mencoba Membuat Tiga Anak Babi Mati Kelaparan sebagai Bagian dari Seni Instalasi yang Provokatif

EtIndonesia. Seniman kelahiran Chili, Marco Evaristti dikecam karena mencoba membuat tiga anak babi kecil mati kelaparan sebagai bagian dari seni instalasi kontroversial yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran tentang kesejahteraan hewan.

Marco Evaristti memicu kontroversi ketika dia awalnya mengumumkan rencana untuk pamerannya “And Now You Care?”, tetapi dia benar-benar menuai kritik baik dari aktivis hak-hak hewan maupun masyarakat umum ketika hal itu benar-benar menjadi kenyataan.

Terletak di bekas gudang daging di Distrik Pengepakan Daging Kopenhagen, “And Now You Care?” menampilkan tiga anak babi kecil di atas tumpukan jerami, terperangkap dalam kandang yang terbuat dari dua kereta belanja logam dan dikelilingi oleh lukisan babi yang disembelih dan bendera Denmark.

Itu sudah merupakan tampilan yang meresahkan, tetapi rencananya untuk hanya memberi anak-anak babi itu air dan membiarkan mereka mati kelaparan yang benar-benar mengejutkan semua orang.

Menanggapi kritiknya, Marco Evaristti menjelaskan bahwa instalasi provokatifnya adalah sebuah komentar tentang kesejahteraan hewan di Denmark, salah satu pengekspor daging babi terbesar di dunia. Instalasi ini dirancang untuk “membangunkan masyarakat Denmark” terhadap perlakuan buruk terhadap babi di negara Eropa Utara tempat puluhan ribu babi mati karena kondisi yang buruk setiap tahun.

“And Now You Care?” dibuka untuk umum Jumat lalu dan Evaristti memperkirakan bahwa anak-anak babi itu akan mati kelaparan sekitar lima hari, selama waktu itu dia sendiri tidak akan makan atau minum apa pun, yang hanya dapat digambarkan sebagai bentuk solidaritas yang aneh. Namun, rencananya digagalkan pada hari Sabtu ketika ketiga babi kecil itu menghilang.

Seniman kontroversial itu mengatakan kepada polisi bahwa ketika ruang pameran sedang dibersihkan pada Sabtu pagi, anggota organisasi hak asasi hewan datang untuk memeriksa hewan-hewan itu. Mereka menutup pintu ketika petugas kebersihan membersihkan toilet, dan ketika petugas tersebut keluar, anak-anak babi itu sudah pergi. Polisi telah diberitahu, tetapi mereka belum mendakwa siapa pun atas pencurian, dan Evaristti tidak berharap hewan-hewan itu dikembalikan.

Pameran “And Now You Care?” ditutup pada hari Selasa karena Evaristti mengatakan pameran itu “membosankan” tanpa anak-anak babi yang kelaparan, tetapi itu tidak banyak membantu meredakan kritiknya.

Meskipun organisasi hak-hak hewan setuju dengan pesan yang ingin disampaikannya, mereka tidak menghargai metodenya. Seorang aktivis menyebut penduduk asli Chili itu sebagai “seniman bejat”, dan Evaristti membalas dengan mengancam akan mengambil tindakan hukum terhadapnya.

“Kami memahami niat Marco Evaristti dengan pamerannya, tetapi tidak dapat diterima untuk memprotes satu bentuk kekejaman terhadap hewan dengan melakukan bentuk lain,” kata Gitte Buchhave, direktur lembaga Perlindungan Hewan Dunia di Denmark, dalam sebuah pernyataan. “Kami telah lama mengkritik kondisi dalam peternakan babi di Denmark dan akan terus melakukannya, tetapi ini bukanlah cara untuk menciptakan perubahan.” (yn)

Sumber: odditycentral

Remaja dengan Sindrom Manusia Serigala ‘Satu dari 1.000.000.000’ Memecahkan Rekor Dunia untuk ‘Wajah Paling Berbulu’

EtIndonesia. Seorang remaja telah memecahkan rekor dunia untuk memiliki wajah paling berbulu.

Lalit Patidar dari India memiliki kondisi yang sangat langka yang disebut hipertrikosis, yang dikenal sebagai sindrom manusia serigala.

Hanya ada sekitar 50 kasus yang tercatat dari seseorang yang memiliki kondisi unik tersebut sejak Abad Pertengahan, kata Guinness World Records, menjadikan Lalit sebagai satu dari satu miliar.

Untuk menilai Lalit, remaja berusia 18 tahun itu harus melakukan perjalanan ke Milan, Italia, untuk mengunjungi seorang ahli trikologi dan membintangi acara TV, Lo Show dei Record.

Kemudian ditentukan bahwa dia memiliki 201,72 helai rambut per sentimeter persegi kulit, sehingga memecahkan rekor dunia untuk memiliki wajah paling berbulu.

Lalit mengatakan dia “terdiam” karena telah dianugerahi penghargaan tersebut, seraya menambahkan: “Saya tidak tahu harus berkata apa karena saya sangat senang mendapatkan pengakuan ini.”

Saat berbincang dengan Guinness World Records, remaja itu mengingat bagaimana teman-teman sekelasnya takut padanya saat dia masih kecil.

“Mereka takut padaku, tetapi ketika mereka mulai mengenalku dan berbicara padaku, mereka mengerti bahwa aku tidak begitu berbeda dari mereka, dan hanya dari luar saja aku terlihat berbeda, tetapi di dalam aku tidak berbeda,” kata Lalit.

Sementara beberapa orang dengan hipertrikosis mungkin merasa perlu untuk mencukur wajah mereka, Lalit tidak berniat mencukur wajahnya.

Mengenai apa yang dia katakan kepada orang-orang yang menyarankan agar dia menghilangkan bulu wajahnya, remaja itu berkata: “Tidak banyak yang bisa dikatakan kepada orang-orang tentang itu. Aku memberi tahu mereka bahwa aku suka diriku sendiri dan aku tidak ingin mengubah penampilanku.”

Dengan penampilannya yang unik, Lalit memiliki banyak pengikut di media sosial dan membanggakan 265.000 pengikut di Instagram pada salah satu halamannya.

Dia juga memiliki saluran YouTube yang memiliki 108.000 pelanggan. Di platform berbagi video tersebut, dia mendokumentasikan kehidupan sehari-harinya. (yn)

Sumber: unilad

Gadis yang Lahir dengan ‘Dislokasi Patela’ Dapat Menggeser-geser Tempurung Lututnya Sesuka Hati

EtIndonesia. Seorang gadis Tiongkok berusia 19 tahun menjadi viral setelah mengunggah video yang menunjukkan kemampuannya yang tidak biasa untuk menggeser-geser tempurung lututnya lalu memasukkannya kembali tanpa rasa sakit karena kondisi yang dideritanya sejak lahir.

Gadis yang tidak disebutkan namanya dari Jiangssi itu mengklaim bahwa dia bahkan tidak tahu bahwa tempurung lututnya istimewa sampai teman-teman sekolahnya melihatnya menggesernya dari rongganya secara acak lalu dengan santai memasukkannya kembali. 

Beberapa dari mereka panik dan menyuruhnya menemui dokter, tetapi lututnya sudah seperti ini selama yang bisa diingatnya. 

Meskipun demikian, dia memutuskan untuk mengikuti saran teman-temannya dan menemui dokter, yang mengonfirmasi bahwa dia mengalami “dislokasi patela” bawaan, yang menyebabkan patela (tempurung lutut)-nya menggesernya secara acak dan memasukkannya kembali dengan mudah. 

Dokter mengatakan bahwa kondisi tersebut jarang terjadi pada anak perempuan, tetapi meyakinkan anak muda itu bahwa, selama tidak menyebabkan rasa sakit atau menghalangi aktivitas sehari-hari, itu bukanlah masalah.

“Dislokasi patela” mengacu pada situasi di mana patela terlepas sepenuhnya dari alur troklearis femoralis selama fleksi dan ekstensi sendi lutut. Kondisi ini dapat terjadi sejak lahir atau didapat.

Dalam video yang diunggahnya secara daring, anak muda Jiangsu itu mengatakan bahwa dia dapat menggeser tempurung lututnya secara sukarela, tetapi tempurung lututnya juga terlepas secara acak saat berjalan, atau bahkan saat tidur. Untungnya, hal ini tidak menyebabkan rasa sakit sama sekali, itulah sebabnya dia tidak pernah repot-repot memeriksakan diri ke dokter.

Klip tersebut ditonton puluhan juta kali, dan sebagian besar komentar berasal dari orang-orang yang pernah menderita masalah lutut di beberapa titik dalam hidup mereka dan tidak percaya dengan dislokasi patela yang dialami gadis itu tanpa rasa sakit.

“Saya juga mengalami dislokasi patela sejak lahir. Itu sangat menyakitkan,” tulis seseorang. “Pemulihan setelah operasi juga sangat tidak nyaman. Saya bahkan tidak bisa berlari.”

“Ya ampun, saya sekarang mengalami cedera patela, dan rasanya mulai sakit hanya dengan melihat ini,” komentar orang lain.

Gadis itu berterima kasih kepada semua orang atas perhatian mereka terhadap kondisinya, tetapi menekankan bahwa dokter mengatakan kepadanya bahwa selama dia tidak melakukan aktivitas fisik yang berat, lututnya akan baik-baik saja.(yn)

Sumber: odditycentral