“inDrive Luncurkan Layanan Pendanaan inDrive.Money di Indonesia, Berdayakan Pengemudi dengan Solusi Keuangan Inklusif”

Jakarta – inDrive, platform mobilitas global dan layanan perkotaan, meluncurkan layanan pendanaan inDrive.Money di Indonesia bekerja sama dengan Ammana, platform pinjaman peer-to-peer Syariah berlisensi. Setelah sukses di Meksiko dan Kolombia, Indonesia menjadi negara pertama di kawasan Asia Pasifik (APAC) yang menikmati manfaat dari layanan ini. inDrive.Money dirancang untuk membantu pengemudi mengatasi kebutuhan finansial mendesak, seperti perbaikan kendaraan dan biaya sehari-hari, dengan cara yang mudah dan terjangkau, Kamis (27/2).

Pekerja lepas, termasuk pengemudi ride-hailing, sering kali menghadapi kesulitan dalam mengakses layanan keuangan formal karena status pekerjaan mereka yang informal. Lembaga keuangan tradisional biasanya memerlukan bukti pendapatan yang stabil, sehingga banyak pengemudi terpaksa bergantung pada pemberi pinjaman informal dengan bunga tinggi. Untuk mengatasi masalah ini, inDrive dan Ammana menghadirkan solusi keuangan yang adil dan transparan melalui inDrive.Money.

Melalui layanan ini, pengemudi dapat mengajukan pinjaman tunai hingga Rp10.000.000. Pembayaran cicilan dipotong secara otomatis dari setiap perjalanan yang dilakukan pengemudi, dengan 10-15% dari setiap pesanan digunakan untuk melunasi pinjaman. Hal ini memastikan pembayaran tepat waktu tanpa biaya tambahan. Pengemudi juga memiliki opsi untuk melakukan pembayaran langsung ke Ammana jika diperlukan. Periode pelunasan bervariasi antara tiga hingga lima bulan, tergantung pada jumlah pinjaman.

Mark Loughran, President inDrive, mengatakan, “Kami telah mengubah industri ride-hailing dengan model harga yang mengutamakan kepentingan pengguna. Sekarang, kami juga ingin menantang ketidakadilan di sektor keuangan, di mana pekerja lepas sering kali diabaikan oleh sistem penilaian kredit tradisional.”

Dengan menggandeng Ammana, inDrive mengintegrasikan layanan keuangan langsung ke dalam aplikasinya, memudahkan pengemudi mengakses dana. inDrive menggunakan data seperti frekuensi perjalanan dan pendapatan bulanan untuk menilai kelayakan kredit pengemudi, sehingga menawarkan syarat pinjaman yang lebih adil.

Widji Tri Kusuma Adhi, Direktur Ammana, menambahkan, “Kami bangga dapat mendukung inDrive dalam misi mereka untuk menciptakan solusi keuangan yang adil dan terjangkau bagi pengemudi. Layanan ini sangat penting, terutama menjelang Ramadhan, dan sejalan dengan Kampanye GERAK Syariah 2025 yang digagas OJK.”

Sebagai bagian dari tahap percobaan, inDrive telah mengadakan lebih dari 15 sesi pelatihan offline untuk meningkatkan literasi keuangan pengemudi. Sesi-sesi ini membantu pengemudi memahami cara mengelola keuangan mereka dengan lebih baik dan memanfaatkan layanan inDrive.Money secara efektif. Hasil awal menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi, dengan 63% pengemudi bersedia merekomendasikan layanan ini. Alasan utama mereka adalah proses persetujuan yang cepat, kemudahan pembayaran melalui penghasilan perjalanan, dan dukungan keuangan di saat-saat sulit.

Layanan ini telah diluncurkan secara bertahap di beberapa kota besar, termasuk Pematangsiantar, Purwakarta, Sukabumi, Makassar, Ternate, Garut, Bali, Palembang, Bukittinggi, Surabaya, Bandung, dan Jakarta. Indonesia merupakan pasar strategis bagi inDrive, dengan potensi pertumbuhan besar di sektor ride-hailing dan layanan perkotaan lainnya.

Untuk informasi lebih lanjut tentang inDrive.Money, kunjungi situs web resmi atau unduh aplikasi inDrive melalui App Store atau Google Play. Dengan inDrive.Money, inDrive dan Ammana berkomitmen untuk memberdayakan pengemudi Indonesia dengan solusi keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.

Kelompok Musik Suona Pedesaan Tiongkok Sibuk Tanpa Henti, Rumah Duka Tak Dapat Mengkreamsi Seluruh Jenazah

EtIndonesia. Wabah COVID-19 terus menyebar di Tiongkok, sementara Partai Komunis Tiongkok (PKT) tetap menutup-nutupi situasi sebenarnya. Baru-baru ini, warga melaporkan bahwa banyak orang di sekitar mereka menderita penyakit serius, dan kasus kematian mendadak di kalangan anak muda semakin meningkat. 

Tingginya angka kematian di pedesaan membuat kelompok musik suona untuk pemakaman kewalahan. Krematorium tidak mampu mengatasi jumlah jenazah yang harus dikremasi, sehingga di beberapa daerah aturan kremasi tidak lagi diwajibkan. 

Seorang jurnalis independen melaporkan bahwa Tiongkok telah memasuki puncak gelombang kematian.

“Kematian telah mencapai puncaknya. Saya melakukan perjalanan melalui jalan raya nasional ke Changsha dan menghitung setidaknya 17 keluarga yang sedang mengadakan upacara pemakaman,” ujarnya. 

Baru-baru ini, seorang jurnalis independen Tiongkok mengunggah video yang menunjukkan banyak keluarga di sepanjang Jalan Raya Nasional 310 yang sedang menggelar prosesi pemakaman.

Seorang warga Anyang, Henan, bernama Liu mengatakan: “Di kota kecil kami, jumlah kematian yang terjadi di krematorium sangat tinggi. Jumlah kematian tahun ini jauh lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Seorang rekan kerja saya dari Qingfeng County mengatakan bahwa banyak orang meninggal di kampung halamannya, terutama orang tua, tetapi ada juga yang masih muda. Rumah sakit dan klinik selalu penuh, saya rasa ini akibat vaksin yang telah melemahkan tubuh mereka.”

Seorang pemilik toko makanan di Xuchang, Henan, bernama Li, mengungkapkan bahwa setelah Tahun Baru Imlek, terjadi lonjakan kasus infeksi baru, dengan banyak orang menderita pneumonia dan miokarditis, bahkan beberapa anak muda mengalami kematian mendadak.

Li mengatakan: “Terlalu banyak orang yang meninggal dalam beberapa waktu ini. Seorang teman saya kehilangan dua anaknya yang berusia sekitar 30 tahun, satu sebelum Tahun Baru, satu setelahnya. Mereka belum menikah, dan tidak berhasil diselamatkan di rumah sakit. Padahal sebelumnya mereka sehat dan bertubuh kuat. Mereka semua sudah divaksin tiga kali.”

Li juga menyebutkan bahwa banyak orang tua meninggal, tetapi informasi tersebut sengaja disembunyikan.

Li menambahkan: “Karena saya menjalankan bisnis, saya mendengar banyak orang berusia 50 hingga 60 tahun meninggal secara tiba-tiba akibat penyakit akut atau kanker. Tetapi rumah sakit menyembunyikan penyebab kematian, jadi kita tidak tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi.”

Saat ini, baik kota maupun desa di Tiongkok tampak sepi, tetapi rumah sakit dan krematorium penuh sesak dengan orang-orang.

Li melanjutkan: “Rumah sakit penuh sesak dengan pasien, dan krematorium pun tidak kalah sibuk. Bahkan di desa-desa, kelompok musik pemakaman yang memainkan suona tidak bisa memenuhi semua permintaan. Beberapa keluarga bahkan tidak bisa mendapatkan jasa mereka. Banyak pelanggan saya mengatakan bahwa di desa mereka, jumlah orang yang meninggal setiap hari bukan hanya satu atau dua orang, tapi jauh lebih banyak.”

Seorang warga desa di Xingtai, Hebei, bernama Huang, mengatakan bahwa sejak musim dingin tahun lalu, banyak orang terinfeksi dan meninggal dunia. Untuk mengurangi beban krematorium, pemerintah setempat telah mengizinkan kembali pemakaman dengan cara dikubur.

Huang mengatakan: “Sejak musim dingin, banyak orang mengalami demam dan batuk parah. Banyak anak muda berusia 40-an meninggal secara tiba-tiba. Krematorium tidak dapat menangani jumlah jenazah, jadi aturan kremasi tidak lagi diwajibkan. Orang-orang di desa sekarang hanya menguburkan jenazah di ladang, dan sering terlihat banyak kuburan baru.”

Huang menambahkan bahwa banyak orang usia produktif meninggal tanpa gejala sebelumnya.

“Di desa kami, sering terdengar berita tentang orang-orang yang meninggal mendadak. Sebelum Tahun Baru, seorang pria berusia 47-48 tahun membantu di pesta pernikahan, tetapi keesokan harinya ditemukan meninggal di tempat tidurnya. Kasus-kasus seperti ini sering terjadi. Banyak orang muda yang meninggal tiba-tiba. Mereka tampak sehat pada malam sebelumnya, tetapi keesokan paginya sudah meninggal.”

Warga desa merasa sangat menyayangkan kematian mendadak yang terjadi di kalangan usia muda.

Huang berkata: “Kami tinggal di pedesaan yang tersebar, jadi jika ada berita tentang kematian di desa lain, kami bertanya, ‘Siapa yang meninggal? Berapa usianya?’ Dan sering kali jawabannya adalah seseorang yang masih muda, banyak yang berusia 40-an. Semua orang merasa sangat sedih. Tahun lalu, ada satu keluarga yang kehilangan dua anggota dalam satu hari: putranya yang berusia 40-an meninggal di pagi hari, dan ayahnya meninggal di sore hari.”

Seorang sopir bus sekolah di Xianning, Shaanxi, bernama Chen, percaya bahwa vaksin COVID-19 buatan Tiongkok telah menyebabkan banyak orang mengalami infeksi berulang.

Chen mengatakan: “Dalam beberapa tahun terakhir, begitu banyak orang tua yang meninggal, terutama yang berusia 60 dan 70-an, tetapi juga ada yang baru berusia 30-an dan meninggal secara mendadak. Ada banyak yang mengatakan bahwa vaksin COVID-19 merusak sistem kekebalan tubuh. Yang pasti, dalam beberapa tahun terakhir, jumlah kematian meningkat pesat. Sekarang, populasi Tiongkok menurun drastis. Saya bekerja sebagai sopir bus sekolah, dan jumlah siswa terus berkurang. Di taman kanak-kanak, dulunya ada lebih dari 200 anak, sekarang hanya tersisa sekitar 70-80 anak.”

Pada Januari 2023, pendiri Falun Gong, Master Li Hongzhi, memperingatkan bahwa selama tiga tahun terakhir, PKT telah menutupi wabah COVID-19 dan jumlah kematian di Tiongkok telah mencapai 400 juta jiwa. Beliau juga mengatakan bahwa saat gelombang pandemi ini berakhir, jumlah korban jiwa di Tiongkok bisa mencapai 500 juta jiwa. 

Sumber : NTDTV.com

Hubungan Jarak Jauh Antara Makhluk Hidup dan Sensor Pikiran


EtIndonesia.
Fenomena bahwa makhluk hidup dapat saling bertukar perasaan/kontak batin melalui “hubungan jarak jauh” dan “sensor pikiran” telah lama menarik perhatian para akademisi. Sejumlah penelitian telah dilakukan, dan mencapai beberapa hasil yang mencengangkan.

“Hubungan Jarak Jauh” Antara Makhluk Hidup

Sejak abad yang lalu, Profesor Gregory dari Universitas Edinburgh pernah memperkenalkan eksperimen yang dilakukan oleh Benoît (Transliterasi-red). Benoît berhipotesis bahwa makhluk hidup dapat menjalin “hubungan jarak jauh”, lalu dia melakukan eksperimen menggunakan siput.

Dalam eksperimen tersebut, dia mengambil 50 ekor siput, kemudian membaginya menjadi 25 pasang. Setiap pasangan dibiarkan bersama untuk beberapa waktu, hingga mereka memiliki ikatan yang erat. Setelah itu, setiap siput dalam pasangan diberi tanda huruf yang sama, lalu satu siput dibawa ke Amerika Serikat, sementara yang lainnya tetap di Paris, Prancis.

Kemudian, pada waktu yang telah disepakati, siput yang berada di Paris diberikan rangsangan listrik. Secara mengejutkan, pada saat yang sama, siput pasangannya yang berada di Amerika Serikat menunjukkan reaksi yang sama terhadap rangsangan listrik tersebut. Hasil eksperimen ini membuktikan bahwa hipotesis Benoît tentang hubungan jarak jauh antar makhluk hidup itu benar adanya.

Eksperimen Lain: “Radar Biologis” pada Kutu Asia

Seorang entomolog terkenal dari Uni Soviet, Malikovsky, menemukan bahwa kutu kaca Asia (Haemaphysalis asiatica) memiliki “radar biologis”.

Dalam salah satu eksperimennya, Malikovsky memelihara seekor kutu kaca untuk beberapa waktu, hingga kutu itu terbiasa dengan keberadaannya. Kemudian, dia mulai bermain petak umpet dengan kutu tersebut.

Tak peduli di mana Malikovsky bersembunyi, kutu itu selalu dapat menemukannya dengan cepat. Namun, ketika dia berbaring di dalam mobil dengan lapisan logam sebagai penghalang, kutu tersebut menjadi kebingungan dan tidak bisa menemukannya. Namun, saat Malikovsky menjulurkan kepalanya keluar dari jendela mobil, kutu itu segera terbang ke arahnya.

Setelah penyelidikan lebih lanjut, Malikovsky menemukan bahwa kutu kaca Asia memiliki organ khusus yang disebut “Organ Haller” di setiap kaki depannya. Organ ini berbentuk lubang kecil dengan tonjolan berbentuk pilar di dasarnya. Ketika kutu ini mencari mangsa, dia akan naik ke tempat tinggi dan mengangkat kaki depannya seperti menggunakan radar, kemudian mulai memindai lingkungannya. Jika semua kaki depannya dipotong, maka dia kehilangan kemampuannya untuk menemukan mangsanya.

Fenomena Hewan yang Dapat Kembali ke Tempat Asalnya

Beberapa hewan memiliki kemampuan untuk kembali ke tempat asalnya dari jarak jauh. Fenomena ini telah mendorong para ilmuwan untuk meneliti radiasi gelombang otak sebagai penjelasannya.

Dulu, para ilmuwan menjelaskan fenomena ini sebagai “orientasi berdasarkan medan magnet bumi”. Namun, penelitian terbaru menunjukkan kasus yang lebih kompleks, seperti merpati yang bukan hanya kembali ke sarangnya, tetapi juga ke lokasi pemiliknya.

Sebagai contoh, seorang pemuda melakukan eksperimen pelepasan merpati, dengan menerbangkan merpati dari jarak 100 km. Namun, secara tidak terduga, pemuda ini mendadak sakit dan dirawat di rumah sakit. Yang mengejutkan, merpati tidak kembali ke rumahnya, melainkan terbang langsung ke rumah sakit tempat pemiliknya dirawat, dan hinggap di jendela kamar rawatannya.

Eksperimen serupa dilakukan di Prancis menggunakan anjing. Anjing-anjing itu ditempatkan di dalam kotak tertutup dan dibawa ratusan kilometer jauhnya. Namun, mereka berhasil kembali ke pemiliknya, bahkan setelah pemiliknya pindah rumah. Fenomena ini tidak bisa dijelaskan hanya dengan navigasi berdasarkan medan magnet bumi.

Kemampuan “Sensor Pikiran” yang Luar Biasa

Amusement Journal dalam sebuah laporan retrospektif, menceritakan tentang pelatih hewan legendaris, Durov, yang memiliki kemampuan untuk mengarahkan hewan hanya dengan pikirannya.

Dalam salah satu eksperimennya, Durov memerintahkan seekor anjing hanya melalui pikirannya, tanpa kata-kata atau gerakan tubuh: “Pergi ke piano dan tekan tombol putih dengan cakarmu!”

Ajaibnya, anjing itu melakukan perintahnya dengan tepat.

Dalam eksperimen lain, Durov mengundang ilmuwan dan jurnalis ke kebun binatangnya. Salah satu pengunjung meminta Durov untuk mengarahkan seekor singa jantan agar menyerang singa betina.

Durov mengalihkan pandangannya ke singa jantan, lalu membayangkan sebuah adegan di mana singa betina perlahan-lahan mencuri sepotong daging dari dekat cakar singa jantan.

Tiba-tiba, singa jantan mengaum keras, lalu langsung melompat ke arah singa betina dan berusaha menggigitnya. Durov segera menghentikan serangan itu, sebelum situasi semakin memburuk. Yang luar biasa, kedua singa ini telah hidup bersama dengan damai selama tiga tahun.

Eksperimen Lain, Menguji “Sensor Pikiran”

Suatu ketika, Durov sedang dalam perjalanan dengan kapal dari Odessa ke Yalta. Dia membawa anjing kesayangannya. Di kapal tersebut, dia bertemu dengan sastrawan terkenal, termasuk Anton Chekhov, Fyodorov, dan Mirolyulev.

Chekhov, penasaran dengan kemampuan Durov, meminta agar anjingnya mengambil kacamatanya.

Durov hanya menggunakan pikirannya, dan anjingnya langsung berjalan mendekati Chekhov, melompat ke pangkuannya, dan dengan lembut mengambil kacamatanya.

Terkesan dengan fenomena ini, Chekhov mencoba sendiri memberikan perintah mental kepada anjing itu. Yang mengejutkan, sang anjing mampu menafsirkan setiap perintahnya dengan benar.

Eksperimen pada Manusia

Seorang peneliti bernama Karensky meminta Durov untuk mengarahkan dirinya sendiri dengan sensor pikiran.

Durov lalu meminta Karensky duduk diam, kemudian dia menulis sebuah pesan rahasia di selembar kertas. Setelah selesai, dia membalik kertas itu dan menutupinya dengan tangan, lalu mulai menatap Karensky.

Karensky tidak merasakan sesuatu yang aneh, tetapi secara refleks menggaruk bagian belakang telinga kanannya.

Saat itu juga, Durov mengangkat kertas dan menyerahkannya kepada Karensky. Ketika Karensky membacanya, ia terkejut karena di atas kertas itu tertulis: “Garuk bagian belakang telinga kananmu!”.

Kesimpulan: Sensor Pikiran Adalah Kemampuan Alami Manusia

Dari eksperimen di atas, jelas bahwa baik hewan maupun manusia memiliki kemampuan untuk merasakan dan berkomunikasi melalui sensor pikiran.

Beberapa ilmuwan percaya bahwa ini adalah kemampuan alami yang dimiliki manusia sejak lama untuk menerima informasi jarak jauh.

Namun, seiring berkembangnya teknologi komunikasi, kebutuhan akan kemampuan ini semakin berkurang. Kemampuan ini berubah menjadi potensi laten dalam tubuh, yang hanya muncul dalam keadaan tertentu, dan dikenal sebagai kemampuan ESP – Extra Sensory Perception atau Indra Keenam. (jhn/yn)

Calin Georgescu, Kandidat Presiden Rumania Pro-Rusia, Ditangkap


EtIndonesia.
Calon Presiden Rumania, Calin Georgescu, yang sebelumnya meraih kemenangan telak dalam putaran pertama pemilu presiden, tetapi kemudian dinyatakan tidak sah, ditangkap oleh polisi keamanan pada Rabu, 26 Februari. Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, dalam pidatonya di Jerman pekan lalu, secara khusus mengkritik keputusan Rumania yang membatalkan pemilu yang sah.

Kandidat Presiden Rumania Georgescu Ditangkap

Pada 26 Februari, menurut laporan BBC dan berbagai media lainya, Calin Georgescu dihentikan dalam pemeriksaan lalu lintas di ibu kota Bucharest. Dia kemudian dibawa ke kantor kejaksaan untuk diinterogasi.

Menurut pendukungnya, dia sedang dalam perjalanan untuk mengajukan pencalonan dalam pemilu Mei mendatang, karena hasil pemilu putaran kedua Desember tahun lalu telah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi.

Laporan media Rumania menyebutkan bahwa kejaksaan menuduh Georgescu melakukan “pelanggaran terhadap tatanan konstitusional” serta “berpartisipasi dalam organisasi ekstremis”.

Tim kampanye Georgescu pada Rabu menulis di media sosial X: “Di mana demokrasi?”

Mereka juga berharap Presiden Donald Trump bisa melihat berita ini.

Menurut Daily Romania, pada malam 26 Februari, Georgescu dibebaskan dengan pengawasan yudisial. Beberapa pembatasan yang dikenakan terhadapnya termasuk larangan muncul di media massa dan membuat akun media sosial baru. Mereka ingin membungkamnya!

Sebuah video yang diunggah Daily Romania di X menunjukkan bahwa Pemerintah Rumania menangkap Calin Georgescu pada hari yang sama, tetapi kemudian membebaskannya. Kerumunan massa yang hadir di lokasi pun bereaksi dengan emosi yang meluap-luap.

Banyak tokoh influencer di media sosial X membagikan video ini dan memberikan komentar, serta memantau perkembangan situasi ini dengan cermat. Sebelumnya, Wakil Presiden AS, JD Vance, secara tegas mengutuk tindakan Rumania tersebut.

Hasil Pemilu Dibatalkan, Georgescu Ditangkap, Rumah Pendukungnya Digeledah

Menurut laporan media asing sebelumnya, Mahkamah Konstitusi Rumania membatalkan hasil pemilu putaran pertama, di mana Calin Georgescu secara tak terduga menang dengan lebih dari 20% suara.

Penasihat Gedung Putih, Elon Musk, menulis di media sosial X: “Mereka baru saja menangkap orang yang memperoleh suara terbanyak dalam pemilu presiden Rumania. Ini benar-benar kacau!”

Pendiri IBC Group, Mario Nawfal, yang memiliki lebih dari 2,09 juta pengikut, menulis: “Hasil pemilu dibatalkan, oposisi ditangkap — apakah demokrasi di Rumania sedang sekarat?”

Sebagai negara anggota Uni Eropa dan NATO dengan populasi hampir 20 juta jiwa, Rumania mengadakan pemilu presiden, di mana Calin Georgescu keluar sebagai pemenang. Namun, Uni Eropa dan otoritas Rumania membatalkan hasil pemilu dengan alasan ‘campur tangan Rusia’.

Kini, Georgescu telah ditangkap, dan rumah pendukungnya digeledah. Menurut laporan, pengacaranya bahkan ditolak masuk ke kantor kejaksaan—dan semua ini terjadi hanya beberapa bulan sebelum dia secara resmi mengajukan pencalonannya untuk pemilu ulang pada Mei.

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Georgescu memperingatkan bahwa hal ini akan terjadi, dia menyatakan bahwa pemerintah akan menggerebek rumah sekutunya dan mencari cara untuk menjebaknya.

Pejabat setempat mengklaim telah menemukan sebuah brankas tersembunyi berisi €900.000 di rumah sekutu terdekat Georgescu, Horațiu Potra. Ini adalah taktik klasik untuk mencemarkan nama baik lawan politik.

Dengan semakin banyaknya penangkapan, represi politik, dan kekhawatiran atas intervensi dalam pemilu, semakin banyak orang bertanya-tanya: Apakah demokrasi Uni Eropa sedang diserang?

Wakil Presiden AS, JD Vance, Mengecam Pembatalan Pemilu Rumania

Wakil Presiden AS, JD Vance, serta miliarder Elon Musk, pekan lalu mengecam pemerintah Rumania karena membatalkan pemilu dengan intelijen yang kredibilitasnya diragukan.

Dua partai sayap kanan mengimbau para pendukungnya untuk berkumpul di depan kantor kejaksaan untuk menunjukkan solidaritas mereka terhadap Georgescu. Sementara itu, polisi telah memasang barikade di sekitar gedung untuk mencegah potensi bentrokan.

Pada 14 Februari, dalam Konferensi Keamanan Munich, Vance memperingatkan bahwa Eropa sedang berada dalam bahaya, dengan kebebasan berbicara yang terus dirampas.

Vance menuduh bahwa negara-negara Eropa, di bawah tekanan dari Uni Eropa, ikut serta dalam tindakan anti-demokrasi.

Ia berkata: “Jika demokrasi Anda bisa dihancurkan hanya dengan iklan digital bernilai ratusan ribu dolar dari luar negeri, maka demokrasi Anda memang tidak cukup kuat sejak awal.”

Menurut Vance, ancaman nyata bagi Eropa bukan datang dari Rusia atau Tiongkok, tetapi dari pengkhianatan terhadap nilai-nilai fundamental mereka sendiri. Dua terus mempertanyakan apakah Amerika dan Eropa masih memiliki agenda yang sama.

Dalam kritiknya yang tajam, Vance menyebut bahwa para pemimpin Uni Eropa telah menekan kebebasan berbicara dan kebebasan beragama.

Dia secara khusus menyebut negara-negara seperti Inggris, Jerman, Rumania, dan Swedia, serta menggambarkan Eropa sebagai wilayah yang sedang mengalami sensor media, pembatalan pemilu, dan pengaruh politik yang berlebihan.

Vance bahkan terang-terangan mempertanyakan apakah nilai-nilai Eropa masih layak untuk dipertahankan oleh Amerika Serikat.

Mahkamah Konstitusi Rumania Mengonfirmasi Kemenangan Georgescu dalam Putaran Pertama

Pada 24 November 2024, putaran pertama pemilu presiden Rumania berakhir dengan hasil di luar dugaan.

Hasil penghitungan suara menunjukkan bahwa kandidat nasionalis dan pemimpin oposisi kanan-tengah akan bertarung di putaran kedua pada 8 Desember.

Hasil ini berpotensi mengancam posisi Rumania yang pro-Ukraina di NATO.

Kandidat independen populis Calin Georgescu secara mengejutkan mengalahkan Perdana Menteri Marcel Ciolacu dalam putaran pertama.

Laporan media asing menyebut pemilu ini sebagai kejutan politik terbesar dalam era pasca-komunis di Rumania, di mana dua partai besar dalam koalisi pemerintahan kalah dalam putaran pertama.

Mahkamah Konstitusi akhirnya mengonfirmasi keabsahan pemilu putaran pertama, tetapi Georgescu kini menghadapi perlawanan politik yang besar dari Uni Eropa dan NATO. (jhn/yn)

Penyakit Misterius di Kongo  Menewaskan Lebih dari 50 Orang dalam Hitungan Jam Setelah Mereka Sakit

EtIndonesia—Para ahli kesehatan menyebutkan penyakit misterius yang pertama kali ditemukan pada tiga anak yang menyantap kelelawar  dengan cepat menewaskan lebih dari 50 orang di wilayah barat laut Kongo dalam lima minggu terakhir. 

Dilaporkan The Associated Press, Rabu (26/2/2025) jarak waktu antara munculnya gejala—termasuk demam, muntah, dan pendarahan internal—hingga kematian adalah sekitar 48 jam dalam sebagian besar kasus, dan “itulah yang benar-benar mengkhawatirkan,” kata Serge Ngalebato, direktur medis Rumah Sakit Bikoro, pusat pemantauan regional.

Gejala “demam berdarah” ini umumnya dikaitkan dengan virus mematikan yang sudah dikenal, seperti Ebola, demam berdarah dengue, Marburg, dan demam kuning. Namun, para peneliti telah menyingkirkan kemungkinan tersebut berdasarkan hasil tes terhadap lebih dari selusin sampel yang telah dikumpulkan sejauh ini.

Wabah penyakit terbaru di Republik Demokratik Kongo dimulai pada 21 Januari, dengan 419 kasus tercatat dan 53 kematian.

Wabah ini bermula di desa Boloko setelah tiga anak memakan kelelawar dan meninggal dalam waktu 48 jam, menurut kantor Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Afrika pada Senin.

Kekhawatiran tentang penyakit yang menular dari hewan ke manusia telah lama muncul di daerah-daerah di mana satwa liar banyak dikonsumsi. 

WHO menyatakan pada tahun 2022 bahwa jumlah wabah seperti ini di Afrika telah meningkat lebih dari 60 persen dalam satu dekade terakhir.

Setelah wabah kedua penyakit misterius ini muncul di desa Bomate pada 9 Februari, sampel dari 13 kasus dikirim ke Institut Nasional Penelitian Biomedis di ibu kota Kongo, Kinshasa, untuk diuji, kata WHO. Semua sampel menunjukkan hasil negatif untuk penyakit demam berdarah umum, meskipun beberapa di antaranya dinyatakan positif malaria.

Tahun lalu, penyakit misterius lain yang menyerupai flu dan menewaskan puluhan orang di bagian lain Kongo diperkirakan merupakan malaria.

oleh Jean-Yves Kamale

Anggota Parlemen Ukraina Mengecam Zelenskyy: Bukan Hanya Pengkhianat, Tapi Menjual Masa Depan Anak Cucu demi Kekuasaan

EtIndonesia. Seorang anggota parlemen Ukraina, Alexander Dubinsky, pada Rabu (26/2) mengeluarkan pernyataan keras terhadap Presiden Volodymyr Zelenskyy, menuduhnya bukan hanya seorang pengkhianat, tetapi jauh lebih buruk. Dalam kritik tajamnya, Dubinsky menuduh Zelenskyy menjual sumber daya strategis Ukraina dan masa depan generasi mendatang kepada “badan administrasi kolonial” —semua itu hanya demi mempertahankan kekuasaannya yang semakin rapuh.

Negara Dijual ke Administrasi Kolonial

Dubinsky, yang sebelumnya merupakan anggota partai Pelayan Rakyat—partai yang juga menaungi Zelenskyy—kini menjadi politisi independen. Dia menuding Zelenskyy telah membuat keputusan fatal dengan tidak menandatangani Protokol Istanbul (Istanbul Protocol Draft Agreement) dengan Turki, yang disebut-sebut sebagai kesempatan terakhir bagi Ukraina untuk menghindari krisis yang terjadi saat ini.

Menurutnya, akibat keputusan tersebut, semua pendapatan dari eksploitasi sumber daya alam Ukraina kini dikendalikan oleh entitas asing.

Dubinsky mengkritik keras: “Singkatnya, di atas pemerintahan Ukraina, kini berdiri sebuah badan internasional yang mengontrol negara ini. Mereka yang akan menentukan sumber daya mana yang boleh dieksploitasi dan mana yang tidak, di mana boleh diekstraksi dan di mana dilarang, serta kepada siapa boleh dijual dan siapa yang tidak bisa membelinya.”

Dalam serangan lebih lanjut, Dubinsky menyebut Zelenskyy sebagai seorang pedagang murahan dan badut, yang bukan hanya menghancurkan Ukraina, tetapi juga menyerahkan sisa-sisa negaranya ke tangan asing, seperti barang gadai di pegadaian.

Dia dengan penuh kemarahan mengatakan: “Tindakan seperti ini akan dikutuk oleh generasi demi generasi mendatang.”

Elite Politik Ukraina Diam Seribu Bahasa

Selain mengkritik Zelenskyy, Dubinsky juga menyerang elite politik Ukraina lainnya yang menurutnya membiarkan skandal ini terjadi tanpa sedikit pun berani bersuara.

Dia secara spesifik menyoroti bahwa mantan Perdana Menteri Yulia Tymoshenko, yang selama ini mengklaim dirinya sebagai ahli energi dan gas alam, justru bungkam dalam situasi ini.

Selain itu, mantan Presiden Petro Poroshenko, serta politisi senior Yuriy Boiko dan Serhiy Lyovochkin, juga disebutnya tidak berani mengkritik keputusan ini, bahkan secara diam-diam menyetujuinya.

Tak berhenti di situ, Dubinsky dengan keras mengecam Andriy Yermak, kepala staf kepresidenan Zelenskyy, dengan menyebutnya: “Begitu bodoh hingga bahkan tidak bisa berkata-kata.”

Politisi yang Disebut “Boneka Soros”

Dubinsky kemudian melanjutkan serangannya terhadap kelompok politik pro-Barat di Ukraina, menyebut mereka sebagai “boneka Soros” (Соросята)—istilah sarkastik yang digunakan untuk menggambarkan politisi Ukraina yang diduga menerima pendanaan dari Amerika Serikat dan organisasi yang terkait dengan George Soros.

Dalam kritik tajamnya, Dubinsky menyatakan: “Orang-orang ini rela menjual ibu mereka sendiri demi uang. Jadi, apa yang membuat kalian berpikir mereka tidak akan menjual negara ini?”

Kesimpulan: Tuduhan Serius dan Ketegangan Politik di Ukraina

Pernyataan Dubinsky ini memperlihatkan kecaman internal yang semakin tajam terhadap pemerintahan Zelenskyy. Kritik bahwa Zelenskyy telah menjual Ukraina ke entitas asing bukan hanya memperburuk tensi politik dalam negeri, tetapi juga memperlihatkan adanya perpecahan di kalangan elite politik Ukraina.

Dengan Ukraina yang masih berada dalam konflik berkepanjangan dengan Rusia, tuduhan bahwa Zelenskyy menyerahkan sumber daya strategis negaranya ke badan asing bisa semakin melemahkan legitimasinya di mata rakyat.

Sementara itu, keheningan para politisi senior Ukraina dalam menghadapi isu ini justru memicu kecurigaan yang lebih besar di tengah masyarakat. Apakah Ukraina benar-benar masih memiliki kontrol atas sumber dayanya sendiri? Ataukah negara ini sudah berada di bawah kendali kepentingan asing?

Satu hal yang pasti: Krisis politik di Ukraina semakin dalam, dan kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan Zelenskyy kini berada di titik kritis. (jhn/yn)

Warga Beberkan Rumah Sakit dan Krematorium di Tiongkok Penuh Sesak di Tengah Lonjakan Infeksi Pernapasan

“Sangat sedikit orang-orang di jalanan sekarang; sangat sepi,” kata seorang warga di Shijiazhuang.

EtIndonesia. Gelombang infeksi pernapasan baru-baru ini di Tiongkok telah membebani rumah sakit dan krematorium, menurut warga di berbagai daerah yang berbicara kepada The Epoch Times yang dilaporkan Selasa (25/2/2025).

Warga dari berbagai provinsi melaporkan bahwa sejak Januari, rumah sakit besar dan krematorium telah penuh sesak. Mereka mengenal banyak orang yang mengalami gejala mirip flu.

Semua narasumber hanya memberikan nama keluarga mereka karena khawatir akan kemungkinan tindakan balasan dari pihak berwenang.

Rumah Sakit dan Krematorium Kewalahan

Hua, seorang warga desa di Tangshan, Provinsi Hebei, mengatakan bahwa rumah sakit besar di kota tersebut sangat padat, “seperti pasar yang sibuk,” dan krematorium menghadapi situasi serupa.

“Krematorium bekerja tanpa henti untuk menangani banyaknya orang yang meninggal di rumah sakit,” katanya.

“Di kampung halaman saya yang berada di daerah pedesaan, banyak orang juga meninggal dunia.”


“Kami harus mencari orang yang memiliki koneksi [dengan pihak berwenang atau pekerja rumah duka] agar jenazah bisa dikremasi.”

“Rasanya seperti kiamat.”

Ia menyebut bahwa orang dari segala usia telah meninggal dunia akibat gelombang infeksi ini. Berdasarkan gejalanya, ia menduga mereka meninggal karena COVID-19.

“Tante saya meninggal karena COVID-19,” katanya. “Beijing mengendalikan media dan tidak mengizinkan mereka melaporkannya.”

Sulit Menilai Skala Wabah yang Sebenarnya

Karena rekam jejak pemerintah Tiongkok dalam menutupi data infeksi, sulit untuk menilai skala wabah ini.

Partai Komunis Tiongkok (PKT) menghentikan tes COVID-19 di rumah sakit pada Desember 2022 ketika tiba-tiba mencabut pembatasan pandemi. Sejak saat itu, alat tes mandiri tidak lagi tersedia di apotek.

Yao, warga Shijiazhuang, ibu kota Provinsi Hebei dengan populasi sekitar 11 juta jiwa, mengatakan bahwa dua temannya baru saja meninggal dunia.

“Di kota ini, sangat sedikit orang di jalan; sangat sepi, dan tampaknya jumlah orang memang berkurang,” katanya.

“Sedikit orang di kereta bawah tanah dan bus; tidak ada lagi kemacetan lalu lintas,” tambahnya.

Ia percaya bahwa apa yang disebut otoritas sebagai influenza A sebenarnya adalah COVID-19 yang diberi nama baru.

“Banyak orang mengalami gejala yang sama seperti COVID-19, termasuk paru-paru putih. Obat yang digunakan juga sama,” ujarnya.

Kombinasi Infeksi Menyebabkan Banyak Kematian

Influenza A, COVID-19, dan infeksi manusia oleh flu burung memiliki gejala pernapasan yang serupa, menurut Sean Lin, asisten profesor di Departemen Ilmu Biomedis di Feitian College, AS, dan mantan ahli mikrobiologi di Angkatan Darat AS.

“Subtipe influenza, COVID-19, dan flu burung menyebar secara bersamaan, menyebabkan banyak infeksi dan kematian,” kata seorang profesional pencegahan epidemi di Tiongkok daratan yang meminta anonimitas demi keselamatannya.

Lin mengaitkan lonjakan infeksi baru-baru ini dengan “penyebaran berbagai virus secara bersamaan dan melemahnya sistem kekebalan masyarakat.”

“Hal yang paling mengkhawatirkan adalah apakah flu burung yang sangat patogen menyebar di antara manusia,” katanya.

The Epoch Times edisi bahasa mandarin sebelumnya melaporkan bahwa menurut sumber lokal, infeksi manusia oleh flu burung H5N1 telah merebak di Provinsi Shanxi serta kota-kota besar seperti Wuhan dan Shanghai.

Sistem Kekebalan Melemah

Yao mengamati bahwa meskipun orang biasanya pulih dari flu biasa, banyak yang kini tidak dapat bertahan, terutama mereka yang berusia 40-an dan 50-an.

Seorang kerabatnya yang bekerja di ruang gawat darurat rumah sakit mengatakan bahwa banyak pasien meninggal akibat komplikasi yang disebabkan oleh penyakit pernapasan, seperti penyakit jantung, ginjal, dan stroke.

Li, warga Kota Zhumadian, Provinsi Henan, percaya bahwa lonjakan infeksi dan kematian ini adalah akibat dari vaksinasi COVID-19 yang diwajibkan oleh pemerintah dalam beberapa tahun terakhir, yang menyebabkan penurunan imunitas banyak orang, sehingga mereka mengalami infeksi berulang dan komplikasi.

Zhang, warga Kota Ankang, Provinsi Shaanxi, mengatakan banyak orang di sekitarnya terus-menerus terinfeksi virus pernapasan dan butuh waktu lama untuk pulih.

“Banyak orang mengalami penyakit serius dan meninggal karena tubuh mereka tidak mampu melawan penyakit,” katanya.

Ia meyakini bahwa kebijakan vaksinasi wajib pemerintah dalam beberapa tahun terakhir berkontribusi terhadap meningkatnya kasus kematian mendadak.

Lin menambahkan: “Upaya vaksinasi massal oleh rezim Tiongkok telah sampai batas tertentu, menyebabkan virus bermutasi menjadi strain yang lebih mampu menghindari sistem kekebalan tubu.”

“Ini menunjukkan bahwa lebih banyak vaksin tidak selalu lebih baik—ada masalah yang berkaitan dengan toleransi kekebalan dan pelarian imun.”

Peti Mati Habis Terjual

Li saat ini bekerja di Xiamen, Provinsi Fujian.

“Sejak awal Tahun Baru, banyak anak muda meninggal, terutama di wilayah utara,” katanya.

“Puluhan kerabat, teman, klien, dan rekan kerja saya telah meninggal—bahkan lebih banyak lagi di luar lingkaran sosial saya.”

“Karena tingginya jumlah kematian, banyak rumah duka telah menambah krematorium,” tambah Li, seraya menambahkan bahwa “di provinsi dengan populasi besar, seperti Henan, Anhui, dan Jiangxi, pemakaman alami diam-diam diizinkan untuk mengurangi tekanan pada krematorium.”

Zhang mengatakan bahwa sebelum dan selama Tahun Baru Imlek, yang berlangsung dari 29 Januari hingga 12 Februari, 11 orang lanjut usia meninggal dunia di desanya.

“Di pedesaan kami, sekarang banyak kuburan baru di ladang dan lembah,” katanya.

Wang, seorang warga desa dekat Shijiazhuang, mengatakan kepada The Epoch Times bahwa banyak orang meninggal di daerahnya.

“Di desa kecil dengan populasi 180 orang, puluhan orang meninggal sekitar Tahun Baru Imlek,” katanya.

“Peti mati yang biasanya seharga 4.000 yuan [sekitar Rp8,8 juta] sekarang dijual seharga 12.000 yuan [sekitar Rp26,5 juta], dan peti mati habis terjual karena begitu banyaknya kematian.”

Laporan yang Tidak Akurat

Pada awal 2023, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa Tiongkok tidak melaporkan jumlah warga yang meninggal dunia akibat infeksi COVID-19 secara akurat.

Para pakar Tiongkok, anggota parlemen, dan aktivis hak asasi manusia telah lama mencurigai Partai Komunis Tiongkok (PKT) menutupi jumlah infeksi dan kematian sejak wabah COVID-19 pertama kali muncul di Wuhan, Provinsi Hubei, pada akhir 2019.

Di tengah lonjakan infeksi pernapasan saat ini, banyak pihak luar mempertanyakan data terbaru tentang penyakit menular yang dirilis oleh Beijing.

Menurut laporan yang dirilis oleh Administrasi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Nasional Tiongkok pada 14 Februari, lebih dari 2,8 juta warga Tiongkok di daratan terinfeksi influenza pada Januari—peningkatan tajam dari lebih dari 1,5 juta infeksi yang dilaporkan pada Desember 2024—tetapi hanya sembilan orang yang meninggal dunia.

Banyak warga lokal, pelapor, dan netizen menyebut bahwa situasinya jauh lebih serius daripada yang diakui oleh data resmi pemerintah.

“Sampai sekarang, WHO masih belum dapat menjamin bahwa mereka bisa memperoleh data rumah sakit dan informasi epidemi sebenarnya dari pemerintah Tiongkok,” kata Lin.

Ia menambahkan bahwa WHO “tidak belajar dari pandemi COVID-19 dan belum mampu melakukan reformasi internal yang efektif untuk menghilangkan korupsi, birokrasi berlebihan, dan infiltrasi PKT.”

Laporan ini turut disusun oleh Luo Ya, Wen Xin, dan Xiong Bin.

Lubang Raksasa Mengancam Akan Menelan Seluruh Kota di Brasil

EtIndonesia. Buriticupu, sebuah kota berpenduduk sekitar 55.000 orang yang terletak di Amazon Brasil, berisiko ditelan oleh lubang raksasa yang telah tumbuh “secara eksponensial” selama beberapa bulan terakhir.

Pihak berwenang di Buriticupu telah mengevakuasi 1.200 orang dari daerah-daerah dengan risiko tertinggi di kota tersebut, tetapi tanpa ada solusi yang terlihat, lubang raksasa tersebut mengancam akan menelan seluruh pemukiman.

Masalah lubang di Buriticupu sudah ada sejak sekitar tiga dekade lalu dan dilaporkan disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor, seperti tanah berpasir yang rentan terhadap erosi, perencanaan kota yang buruk, dan penggundulan hutan, tetapi telah diperburuk oleh hujan lebat baru-baru ini yang menyebabkan lubang amblas meluas dengan cepat.

Beberapa tahun yang lalu, para ahli mengidentifikasi 26 lubang raksasa yang bergerak maju ke arah kota, beberapa di antaranya telah menyatu untuk menciptakan jurang sedalam hingga 20 meter.

“Dalam beberapa bulan terakhir, dimensinya telah meluas secara eksponensial, mendekati pemukiman penduduk,” demikian bunyi dekrit darurat yang dikeluarkan pemerintah kota awal bulan ini.

“Sangat menakutkan. Terkadang saya berdoa kepada Tuhan agar hujan tidak turun terlalu deras, ada kalanya saya bahkan memohon ampun kepada-Nya,” Nazaré Feitosa, teknisi keselamatan yang tinggal di dekat kawah, mengatakan kepada Globo.

“Saat hujan, sangat menakutkan karena tidak ada yang tidur di sini, kami terjaga sepanjang malam mendengarkan tanah runtuh,” kata warga Buriticupu lainnya. “Terkadang saya bangun untuk melihat dan memeriksa apakah itu terjadi di dekat rumah kami. Jika ya, kami harus mengungsi.”

Dalam sepuluh tahun terakhir, satu sinkhole telah menelan tiga jalan dan lebih dari 50 rumah di Buriticupu. Beberapa jalan telah hilang sebagian dan rumah-rumah di sekitar sinkholes yang tidak runtuh telah dievakuasi.

Pemerintah daerah Buriticupu telah menyatakan keadaan bencana publik, tetapi masalah tersebut kini berada di luar kendali kota, dan yang dapat dilakukan hanyalah memastikan bahwa mereka yang dievakuasi memiliki atap di atas kepala mereka dan dapat membangun kembali di daerah kota yang lebih aman. Namun, mereka yang terdampak khawatir bahwa, kecuali masalah tersebut dapat diatasi, tidak akan ada bagian kota yang aman untuk ditinggali dalam waktu dekat.

“Kota ini bagus, kota yang indah, tetapi dengan keadaan saat ini, dalam beberapa tahun ke depan kota ini bahkan akan terancam punah,” kata Carlos Martins, seorang pengusaha dan penduduk Buriticupu.(yn)

Sumber: odditycentral

Pria Afrika Memiliki 16 Istri, 104 Anak, dan 144 Cucu, Rumahnya Seperti Desa Kecil

EtIndonesia. Mzee Ernesto Muinuchi Kapinga, seorang pria dari sebuah desa kecil di Tanzania, memiliki keluarga yang sangat istimewa. Dia menikahi 16 wanita, memiliki lebih dari 100 anak, dan 144 cucu.

Saat ini, banyak pria berjuang dengan gagasan untuk memulai sebuah keluarga dan memiliki anak, karena bahkan satu mulut tambahan untuk diberi makan terasa terlalu berat.

Mengurus lebih dari dua atau tiga anak tidak terpikirkan oleh sebagian besar orang muda, tetapi ada pria seperti Mzee Ernesto Muinuchi Kapinga yang mendedikasikan hidup mereka untuk memperluas keluarga mereka sebanyak mungkin.

Berasal dari sebuah desa kecil di Njombe, Tanzania, pria Afrika ini saat ini memiliki 16 istri, 104 anak, dan 144 cucu. Rumahnya tampak seperti desa kecil, dengan rumah untuk setiap istrinya, dan orang-orang yang berlarian ke mana-mana mengerjakan tugas, dan mengasuh puluhan anak kecil.

Dalam wawancara baru-baru ini dengan Afrimax, Ernesto Kapinga mengatakan bahwa dia mulai menambah jumlah keluarganya atas permintaan ayahnya. Dia menikahi istri pertamanya pada tahun 1961, dan memiliki anak pertamanya setahun setelah itu, tetapi ayahnya mengatakan kepadanya bahwa satu istri saja tidak cukup. Ayahnya menawarkan untuk membayar mahar jika saja dia setuju untuk mengambil lebih banyak istri dan memiliki lebih banyak anak.

“Keluarga kita kecil, aku ingin kamu mengembangkannya,” ayah Kapinga diduga mengatakan kepadanya, dan dia menerima misi tersebut.

Ayahnya membayar mahar untuk lima istri pertamanya, tetapi dia tidak berhenti di situ. Di puncak kehidupan poligaminya, Ernesto memiliki 20 istri. Beberapa memilih untuk meninggalkannya di suatu waktu, dan yang lain meninggal dunia tetapi saat ini dia masih hidup dengan 16 istri, tujuh di antaranya adalah saudara perempuan.

Sulit untuk memahami mengapa, sebagai seorang wanita, Anda ingin berbagi seorang pria dengan wanita lain, tetapi istri-istri Mzee Ernesto Muinuchi Kapinga mengklaim bahwa itu semua tentang reputasinya sebagai suami yang baik dan terhormat.

Salah satu istrinya memberi tahu saudara perempuannya tentang dia dan kehidupan baik yang dia jalani bersamanya, dan dia ingin mengalami hal yang sama, jadi mereka memutuskan untuk berbagi dengannya. Pada akhirnya, tujuh saudara perempuan akhirnya menikah dengan Kapinga. Mereka sekarang hidup rukun dan mengklaim bahwa tidak ada kecemburuan di antara mereka.

“Di sini, setiap orang memiliki perannya masing-masing,” kata sang patriark. “Setiap istri memiliki rumah sendiri, dapurnya sendiri, tidak ada persaingan. Setiap orang tahu tempatnya, kami bertani bersama, kami makan bersama, kami bekerja bersama. Ini bukan hanya rumah, ini adalah sistem, dan berhasil.”

Jadi, bagaimana seseorang bisa memberi makan ratusan orang? Nah, tampaknya, seluruh keluarga bergantung pada kerja keras mereka sendiri untuk bertahan hidup, mereka sepenuhnya bergantung pada hasil panen dan ternak mereka untuk makanan.

Mereka menanam jagung, kacang-kacangan, singkong, dan pisang. Sementara itu, apa yang tidak mereka konsumsi sendiri, mereka perdagangkan atau jual untuk mendapatkan barang lain.

“Orang-orang mengira saya yang mengendalikan segalanya,” kata Kapinga. “Namun, kenyataannya, para wanita menjaga keutuhan keluarga ini. Saya hanya di sini untuk membimbing mereka.”

Semua istri mengaku selalu membicarakan masalah mereka secara terbuka dan tidak membiarkan dendam mengancam keutuhan rumah tangga. Jika mereka tidak dapat menyelesaikan masalah di antara mereka sendiri, mereka menyampaikan masalah tersebut kepada Ernesto. Ernesto mendengarkan mereka, tidak memihak, tetapi hanya memberi mereka nasihat. Rupanya, sistem itu sejauh ini berjalan dengan sempurna.

Yang menarik, Mzee Ernesto Muinuchi Kapinga mengakui bahwa dia terkadang kesulitan mengingat nama semua anak dan cucunya. Dia mengaku mengingat sekitar 50 nama di antaranya. Dia mengaku mengingat sisanya saat melihat wajah mereka.

Keluarga besar Kapinga seharusnya lebih besar, tetapi dia telah kehilangan 40 anak karena sakit dan kecelakaan. Dia berduka dan mengingat mereka, tetapi dia terus maju karena dia memiliki lebih banyak keturunan yang masih hidup yang membutuhkan perhatiannya terus-menerus.(yn)

Sumber: odditycentral

Mie Lezat di Kantin Rumah Duka di Tiongkok Menarik Pengunjung yang Berpura-pura Sebagai Keluarga yang Berduka untuk Mendapatkan Akses

EtIndonesia. Sebuah rumah duka kecil di Tiongkok barat daya telah memperoleh ketenaran yang tak terduga setelah seorang netizen lokal dengan antusias mempromosikan mie berasnya yang lezat dengan membagikan pengalaman bersantapnya secara daring.

Dalam beberapa minggu terakhir, kantin Rumah Duka Erlong di Kaili, Provinsi Guizhou, telah ramai dengan pengunjung yang tertarik dengan hidangan mie yang terkenal itu, sebagaimana dilaporkan oleh Yangcheng Evening News.

Untuk menikmati makanan lezat itu, banyak pelanggan berpura-pura sebagai saudara atau teman keluarga yang menyelenggarakan upacara pemakaman, karena kantin itu tidak terbuka untuk umum, demikian laporan tersebut.

Mie beras tersedia setiap hari dari pukul 6 hingga 8 pagi dan pukul 10 hingga 10.30 malam, meskipun waktu tunggunya dapat mencapai satu jam karena permintaan yang tinggi.

Popularitas hidangan itu melonjak setelah seorang blogger lokal berbagi pada awal Februari bagaimana ibunya mengejutkannya dengan mengajaknya menikmati mi beras di rumah duka.

“Awalnya, saya ragu karena tempatnya cukup jauh dari pusat kota, tetapi ibu saya bersikeras,” kenangnya dalam video tersebut. “Setelah mencoba bihunnya, saya merasa sangat lezat.”

“Banyak orang memuji bihun kami karena koki kami sangat terampil,” komentar seorang pekerja di rumah duka. “Kami hanya menggunakan bahan-bahan segar, kaldu kami direbus dengan tulang babi selama berjam-jam, dan saus cabai kami berasal dari resep rahasia.”

Setiap mangkuk, dengan harga 10 yuan (sekitar Rp 22 ribu), ditawarkan dalam empat rasa – daging campur, ayam pedas, daging cincang, atau kaki babi.

“Kami menghadapi tekanan yang sangat besar dalam mengelola masuknya pengunjung. Beberapa tidak menghadiri upacara pemakaman tetapi berpura-pura sebagai saudara atau teman, sehingga sulit bagi kami untuk membedakan mereka,” kata pekerja yang tidak disebutkan namanya itu.

Meskipun pendapatan dari hidangan ini memuaskan, mereka tidak bermaksud untuk membuka usaha tersebut untuk masyarakat umum, menurut karyawan tersebut.

Video yang memperlihatkan bihun dan kerumunan di rumah duka telah ditonton 5 juta kali di platform media sosial utama, yang memicu gelombang komentar lucu di internet.

“Merupakan keajaiban bagi rumah duka untuk menjadi terkenal karena bihunnya,” komentar seorang netizen.

Yang lain bercanda: “Koki mereka bisa membuka restoran sendiri, dengan nama Mie Beras Rumah Duka.”

Sebaliknya, pengguna media sosial ketiga berkomentar: “Betapa pun lezatnya, saya tidak akan pergi ke sana untuk makan karena rumah duka terasa seperti tempat yang penuh kesialan.” (yn)

Sumber: scmp

Menlu AS Mengatakan Kesepakatan Mineral ‘Penting’ dengan Ukraina Tinggal Selangkah Lagi

EtIndonesia. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio mengatakan pada hari Rabu (26/2) bahwa AS tinggal selangkah lagi untuk mencapai kesepakatan mineral yang menguntungkan dengan Ukraina, menyamakan negosiasi “penting” itu dengan permainan garis gawang Philadelphia Eagles yang terkenal.

“Petunjuk terakhir saya adalah bahwa itu sudah sangat dekat dengan garis akhir. Kami bahkan belum berada di garis 1 yard — kami seperti, di garis setengah yard, Anda tahu?” Rubio memberi tahu Brian Kilmeade dari Fox and Friends.

“Itu hampir seperti ketika Eagles mendorong quarterback, Anda tahu, hal seperti itu? Jadi itu sudah dekat dan itu bagus. Itu kesepakatan yang bagus. Itu kesepakatan yang penting,” katanya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy diperkirakan akan menandatangani kesepakatan untuk hak atas tanah jarang Ukraina — yang diperkirakan bernilai 500 miliar dolar — selama pertemuan dengan Presiden Trump di Gedung Putih pada hari Jumat, Fox News melaporkan.

Menteri Kehakiman Ukraina Olga Stefanishyna, yang juga menjabat sebagai wakil perdana menteri, mengatakan awal minggu ini bahwa “hampir semua rincian utama” telah diselesaikan untuk perjanjian tersebut dan bahwa Kyiv siap untuk menandatanganinya.

“Kami berkomitmen untuk menyelesaikan ini dengan cepat untuk melanjutkan penandatanganannya,” kata Stafhishyna.

Pada hari Selasa, beberapa media melaporkan bahwa Washington dan Kyiv telah menyetujui kesepakatan yang direvisi setelah AS membatalkan permintaannya untuk semua hasil dari eksploitasi mineral langka Ukraina.

Penyiar publik Ukraina, Suspilne, melaporkan bahwa kesepakatan yang dikerjakan ulang tersebut menyerukan AS untuk menerima 50% dari pendapatan terkait sumber daya Ukraina.

Trump memandang kesepakatan itu sebagai cara untuk mengganti miliaran uang pembayar pajak Amerika yang telah dihabiskan untuk mendukung Ukraina dalam perang 3 tahun dengan Rusia.

“Kami ingin mendapatkan kembali uang itu,” kata Trump kepada wartawan Selasa sore.

Menteri Keuangan Scott Bessent menyampaikan proposal tanah jarang kepada Ukraina awal bulan ini setelah Trump dan Zelenskyy yang saat itu masih kandidat membahas masalah tersebut selama pertemuan September di Trump Tower.

Zelenskyy menolak tawaran awal yang membuat pemerintah frustrasi, tetapi Gedung Putih bekerja sama dengan pejabat Ukraina untuk mendapatkan kesepakatan yang direvisi kembali di atas meja.

Trump dan Zelenskyy terakhir kali bertemu di Paris dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada bulan Desember untuk merayakan pembukaan kembali katedral Notre Dame.

Dalam beberapa minggu sejak itu, tim Trump telah bertemu secara pribadi dengan pejabat Rusia untuk membahas bagaimana mengakhiri konflik — dan minggu lalu, Trump menuduh Zelenskyy sebagai “diktator” karena tidak mengadakan pemilihan selama masa perang. (yn)

Kata Seoul: Korea Utara Tampaknya Telah Mengirim Lebih Banyak Pasukan ke Rusia untuk Mendukung Perangnya Melawan Ukraina

EtIndonesia. Badan mata-mata Korea Selatan mengatakan pada hari Rabu (26/2) bahwa Korea Utara tampaknya telah mengirim pasukan tambahan ke Rusia setelah tentaranya yang ditempatkan di garis depan Rusia-Ukraina menderita banyak korban.

Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan mengatakan dalam sebuah pernyataan singkat bahwa mereka mencoba untuk menentukan dengan tepat berapa banyak pasukan yang telah ditempatkan Korea Utara di Rusia.

NIS juga menilai bahwa pasukan Korea Utara ditempatkan kembali di garis depan di wilayah Kursk Rusia pada minggu pertama bulan Februari setelah penarikan sementara yang dilaporkan dari wilayah tersebut.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, dalam sebuah pidato pada tanggal 7 Februari, mengonfirmasi serangan baru Ukraina di Kursk dan mengatakan pasukan Korea Utara bertempur bersama pasukan Rusia di sana.

Korea Utara telah memasok sejumlah besar senjata konvensional ke Rusia, dan musim gugur lalu, negara itu juga mengirim sekitar 10.000-12.000 tentara ke Rusia, menurut pejabat intelijen AS, Korea Selatan, dan Ukraina.

Tentara Korea Utara sangat disiplin dan terlatih dengan baik, tetapi para pengamat mengatakan mereka telah menjadi sasaran empuk serangan pesawat nirawak dan artileri di medan perang Rusia-Ukraina karena kurangnya pengalaman tempur dan ketidaktahuan mereka terhadap medan perang.

Pada bulan Januari, NIS mengatakan sekitar 300 tentara Korea Utara tewas dan 2.700 lainnya terluka.

Zelenskyy sebelumnya menyebutkan jumlah warga Korea Utara yang tewas atau terluka mencapai 4.000, meskipun perkiraan AS lebih rendah yaitu sekitar 1.200.

Sebelumnya pada hari Rabu, surat kabar JoongAng Ilbo Korea Selatan, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa 1.000-3.000 tentara Korea Utara tambahan dikerahkan ke Kursk antara bulan Januari dan Februari.

Korea Selatan, AS, dan mitra mereka khawatir bahwa Rusia dapat memberi penghargaan kepada Korea Utara dengan mentransfer teknologi senjata berteknologi tinggi yang dapat meningkatkan program senjata nuklirnya secara drastis.

Korea Utara diperkirakan akan menerima bantuan ekonomi dan bantuan lainnya dari Rusia juga.

Selama pembicaraan di Arab Saudi minggu lalu, Rusia dan AS sepakat untuk mulai bekerja untuk mengakhiri perang dan meningkatkan hubungan diplomatik dan ekonomi mereka.

Pejabat Ukraina tidak hadir dalam pembicaraan tersebut.

Itu menandai perubahan luar biasa dalam kebijakan luar negeri AS di bawah Presiden Donald Trump dan perubahan yang jelas dari upaya yang dipimpin AS untuk mengisolasi Rusia atas perangnya di Ukraina.

Para pengamat mengatakan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dapat mengirim lebih banyak pasukan ke Rusia untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut dari Rusia sebelum perang berakhir. (yn)

Nostradamus Membuat Prediksi Mengejutkan Tentang Kematian dan Pengganti Paus Fransiskus

EtIndonesia. Para ahli mengatakan bahwa ahli astrologi dan peramal Prancis, Michel de Nostredame — atau Nostradamus — mungkin telah meramalkan kematian dan pengganti Paus Fransiskus.

Disebut sebagai “nabi malapetaka”, Nostradamus diyakini oleh sebagian orang telah meramalkan peristiwa-peristiwa besar dunia seperti Kebakaran Besar London, naiknya Adolf Hitler ke tampuk kekuasaan, serangan 11 September, pandemi COVID-19, dan gempa bumi Tahun Baru tahun lalu di Jepang.

Dalam bukunya yang terkenal “Les Prophéties,” yang diterbitkan pada tahun 1555, Nostradamus memberikan prediksi kepada dunia tentang perang, wabah penyakit, bencana alam, kerusuhan sipil, pembunuhan politik, dan malapetaka serta kesuraman lainnya.

Prediksinya yang samar dan terkadang jelas, yang diyakini oleh para bidah, adalah “kondisi kritis” Paus Fransiskus.

Pada abad ke-16, Nostradamus menulis: “Melalui kematian seorang Paus yang sangat tua… seorang Romawi yang cukup umur akan terpilih. Orang akan berkata bahwa dia melemahkan tahtanya… tetapi dia akan duduk lama dan terus menerus melakukan tindakan agresif.”

Dia kemudian menambahkan: “Dalam penganiayaan terakhir terhadap Gereja Romawi Suci, akan duduk Petrus sang Romawi, yang akan menggembalakan domba-dombanya dalam banyak kesengsaraan, dan ketika semua ini selesai, kota tujuh bukit itu akan dihancurkan, dan hakim yang mengerikan akan menghakimi rakyatnya. Akhir.”

Paus Fransiskus saat ini menjalani hari ke-10 rawat inapnya karena komplikasi dari infeksi paru-paru yang telah menyebabkan tahap awal gagal ginjal, kata Vatikan.

Pria berusia 88 tahun itu dikatakan masih dalam kondisi kritis, meskipun “malam berlalu dengan baik” dan dia tetap bersemangat.

Para profesional medis telah memperingatkan bahwa kondisinya tidak stabil karena usianya, kerapuhannya, dan penyakit paru-paru yang sudah ada sebelumnya.

Kesehatan Paus yang memburuk telah menimbulkan pertanyaan tentang rencana suksesi gereja Katolik.

Namun, para skeptis mempertanyakan seberapa mengejutkan klaim Nostradamus sebenarnya. Apakah mengejutkan bahwa seorang “Paus yang sangat tua” akan meninggal dan digantikan oleh seorang “orang Romawi yang cukup umur” di Roma? (yn)

Sumber: nypost

Gunung yang Menyerupai ‘Anak Anjing’ Menjadi Destinasi Wisata Populer di Tiongkok

EtIndonesia. Gunung jarang digambarkan sebagai sesuatu yang “imut”, tetapi salah satu objek wisata populer di Tiongkok ini tidak hanya menjadi sensasi viral karena pemandangannya sendiri, tetapi juga menyerupai seekor binatang.

Desainer asal Shanghai, Guo Qingshan, mengunggah foto gunung tersebut pada Hari Valentine dan foto tersebut dengan cepat menjadi perbincangan di media sosial.

Qingshan memberi judul fotonya “Gunung Anak Anjing” dan jelas terlihat mengapa itu adalah cara yang tepat untuk menggambarkannya. Fotografer tersebut pergi mendaki gunung saat mengunjungi kampung halamannya di Yichang di Provinsi Hubei, Tiongkok Tengah, pada akhir Januari.

Saat menelusuri foto-fotonya, dia melihat sesuatu yang belum pernah dilihatnya sebelumnya – sebuah gunung berbentuk seperti kepala anjing yang bersandar di tanah yang menghadap ke Sungai Yangtze. Moncong anjing itu tampak seperti bertengger di tepi air.

“Itu sangat ajaib dan imut,” kata Qingshan kepada AP. “Saya sangat gembira dan bahagia saat menemukannya.

“Postur anak anjing itu seperti sedang minum air, atau sedang melihat ikan. Dia juga tampak seperti sedang melindungi Sungai Yangtze dengan tenang.”

Dia mengunggah gambar itu di aplikasi media sosial Tiongkok Xiaohongshu, atau yang dikenal sebagai RedNote, dan mendapat 120.000 like dalam 10 hari. Di platform media Weibo, tagar #xiaogoushan – yang dalam bahasa Tiongkok berarti “Gunung Anak Anjing” – telah ditonton jutaan kali.

Kini, orang-orang bepergian untuk melihat gunung itu, yang dapat diamati dari dek observasi di dekat Sungai Yangtze, sungai terpanjang di Tiongkok. Turis yang telah mengambil gambar gunung itu sendiri juga membagikan gambar yang mereka ambil dari dek yang sama pada tahun-tahun sebelumnya, dengan beberapa mengklaim bahwa penampilan anjing itu telah berubah seiring waktu.

Mengapa orang dapat melihat wajah hewan di gunung?

Kecenderungan melihat wajah pada objek disebut pareidolia. Ini adalah fenomena psikologis umum yang terjadi ketika otak mencoba memahami rangsangan acak. Beberapa contoh umum adalah melihat Yesus dalam keju panggang atau wajah dalam roti panggang.(yn)

Sumber: indy100

Penjelasan Pemerintah Tentang Tutupnya Pabrik PT Sanken Indonesia 

EtIndonesia. Kementerian Perindustrian menyampaikan bahwa rencana penutupan PT Sanken Indonesia merupakan permintaan langsung dari perusahaan induknya di Jepang, Sanken Electric. Namun demikian, saat ini PT Sanken Indonesia masih berproduksi dengan utilitas sekitar 10 persen untuk memasok kebutuhan komponen otomotif bagi pelanggannya di dalam negeri sampai Juni 2025.            

“Berdasarkan keputusan perusahaan induk di Jepang, pada Februari 2024 ini telah diputuskan dan diinformasikan kepada customer dan karyawan bahwa PT Sanken Indonesia akan stop line production pada Juni 2025,” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Setia Diarta dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (21/2/2025). 

Dirjen ILMATE mengemukakan, sejak pengumuman untuk menghentikan lini produksinya, PT Sanken Indonesia sudah mulai memberikan dukungan desain produk existing mereka kepada perusahaan lain agar dapat diproduksi dalam rangka memenuhi kebutuhan pelanggannya. 

“Adapun produk yang dihasilkan PT Sanken Indonesia adalah switch mode power supply dengan kapasitas produksi sebesar 3,95 juta pcs per tahun dan transformator dengan kapasitas produksi mencapai 4,32 juta pcs per tahun. Pangsa pasar mereka untuk sektor otomotif dan elektronik,” tuturnya.

Setia juga memastikan PT Sanken Indonesia tidak memiliki afiliasi dengan PT Sanken Argadwija yang memproduksi peralatan elektronik rumah tangga dengan merek Sanken. 

“Jadi, kami meluruskan informasi yang beredar, supaya tidak ada kesalahpahaman, bahwa PT Sanken Indonesia bukan produsen yang menghasilkan produk-produk elektronik rumah tangga dengan merek Sanken, mereka adalah produsen power supply dan transformator,” paparnya.

PT Sanken Indonesia berdiri sejak tahun 1997 di kawasan industri MM 2100 Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Total investasi yang telah mereka gelontorkan sebanyak Rp49 miliar yang merupakan penanaman modal asing (PMA). Perusahaan ini menyerap tenaga kerja sekitar 457 orang.

“Kami mendapat laporan, perusahaan telah bernegosiasi dengan karyawan untuk penyelesaian pesangon dan hak lainnya sebagaimana yang telah diatur oleh Undang-Undang Ketenagakerjaan,” ungkap Setia. 

Selain itu, PT Sanken Indonesia berupaya memberikan pelatihan kewirausahaan kepada pekerjanya yang berminat, dan perusahaan sedang menjalin komunikasi dengan sesama perusahaan PMA Jepang yang berada di sekitar lokasi pabrik, untuk dapat menyerap tenaga kerja Sanken Indonesia.

Dirjen ILMATE juga menyebutkan, beberapa alasan PT Sanken Indonesia akan menghentikan operasional produksinya. Pertama, tidak ada dukungan pemutakhiran desain dan teknologi dari induk perusahaan di Jepang akibat penjualan divisi terkait.

“Pada periode tahun 2017–2019, divisi terkait power supply dan transformator di perusahaan induk dijual kepada grup perusahaan lain di Jepang, namun kepemilikan PT Sanken Indonesia tidak ikut berpindah sehingga berakibat tidak ada lagi dukungan pemutakhiran desain dan teknologi produk terhadap PT. Sanken Indonesia dari perusahaan induk di Jepang,” jelasnya.

Alasan kedua, yaitu perusahaan tidak mampu bersaing untuk menyesuaikan dengan produk-produk baru. 

“Perusahaan terus mengalami kerugian. Kerugian ini juga menjadi perhatian mengingat produk PT Sanken Indonesia tidak lagi menjadi bisnis utama Sanken Electric yang fokus kepada pengembangan produk semikonduktor,” ungkapnya.

Setia menegaskan, penghentian lini produksi PT Sanken Indonesia ini bukan lantaran iklim usaha di Indonesia, tetapi lebih pada kebijakan manajemen yang ada di Jepang untuk memberhentikan operasional mereka. “Karena perusahaan ini sebenarnya sudah merugi dari 2019,” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Marketing PT Sanken Argadwija Esmond H. Tirtajasa menegaskan, pemberitaan mengenai pabrik PT Sanken Indonesia di kawasan industri MM 2100 yang akan ditutup, bukan bagian dari PT Sanken Argadwija. 

“Pabrik yang tutup itu merupakan pabrik khusus penyediaan produksi parts kecil, dan sama sekali bukan bagian dari pabrik kami,” ucapnya.

Ia mengatakan, PT Sanken Argadwija merupakan pabrik yang memproduksi alat elektronik rumah tangga seperti lemari es, showcase, water dispenser, solar water heater, mesin cuci, air conditioner, televisi, rice cooker, kipas dan produk-produk rumah tangga lainnya. 

“Pabrik kami berlokasi di Tangerang, dan berbeda dari segi kepemilikannya dengan perusahaan yang sedang diberitakan itu,” tambahnya.

PT Sanken Argadwija bahkan berencana untuk melakukan perluasan pabrik ke area Cirebon, Jawa Barat. Perluasan pabrik ini bertujuan untuk memenuhi permintaan konsumen yang makin membesar. 

“Masyarakat tidak perlu khawatir karena jaringan service Sanken yang tersebar di seluruh Indonesia hingga saat ini tetap berjalan dengan normal dan akan lebih ditingkatkan lagi,” ujarnya. (Kemenprin/asr)