Warga Argentina Diserang oleh Pendukung Pro-Partai Komunis Tiongkok Saat Festival di Buenos Aires

“Mereka benar-benar menunggu kami, dan mereka tidak ingin kami berada di sana,” kata salah satu korban

Emmanuele Khouri

Para praktisi Falun Gong di Argentina telah diserang oleh sekitar 40 orang yang diduga memiliki hubungan dengan Kedutaan Besar Tiongkok di Buenos Aires, menurut Falun Dafa Information Center.

Insiden tersebut terjadi pada 26 Januari, saat festival Tahun Baru Imlek di Buenos Aires. Berdasarkan gambar, video, dan kesaksian saksi mata, serangan itu tampaknya sudah direncanakan.

Dalam wawancara dengan The Epoch Times, salah satu korban mengatakan bahwa mereka menghadiri acara tersebut untuk memperagakan latihan meditasi gratis Falun Gong dan membagikan selebaran yang menginformasikan tentang penganiayaan terhadap praktik tersebut oleh rezim Tiongkok, yang mana telah berlangsung selama lebih dari 25 tahun di daratan Tiongkok.

Saat para praktisi Falun Gong menunggu dimulainya pertunjukan acara, seorang pria Tionghoa yang tidak dikenal, mengenakan kemeja putih dan topi hitam, berjalan di antara kerumunan sambil berbicara melalui walkie-talkie dan menunjuk ke arah para praktisi, menurut Falun Dafa Information Center. Kemudian, dia mengarahkan sekelompok pendukung pro-Beijing untuk mendekati para praktisi dan akhirnya mulai menyerang mereka.

Praktisi Falun Gong mendemonstrasikan latihan-latihan disiplin ini selama festival Tahun Baru Imlek di Buenos Aires pada 26 Januari 2025. Courtesy of Falun Dafa Association of Argentina

Rekaman saksi mata menunjukkan bahwa Ignacio Chirinos, yang menghadiri acara tersebut bersama istrinya, dijatuhkan ke tanah oleh puluhan orang, sementara para penyerang merobek spanduk dari tangannya yang bertuliskan, “Dunia Membutuhkan Sejati-Baik-Sabar” — nilai inti yang mewakili ajaran Falun Gong.

Meilin Kleman, salah satu praktisi yang juga diserang, mengatakan kepada The Epoch Times bahwa “Kedutaan Besar Tiongkok telah mengatur sistem keamanan yang sangat ketat untuk memastikan” bahwa para praktisi ini tidak ikut serta dalam acara tersebut.

Kleman juga menyatakan bahwa banyak dari para praktisi tersebut tidak mengenakan kaos kuning mereka, yang biasanya dikenakan saat acara publik.

“Mereka tahu siapa kami,” katanya.

“Mereka benar-benar menunggu kami, dan mereka tidak ingin kami berada di sana, maupun membagikan selebaran atau melakukan apa pun.”

(Kiri) Seorang pria berkemeja putih dan bertopi hitam berbicara melalui walkie-talkie dan menunjuk ke arah praktisi Falun Gong Argentina di Festival Tahun Baru Imlek di Buenos Aires pada 26 Januari 2025. (Kanan) Beberapa menit kemudian, Ignacio Chirinos dijepit ke tanah oleh puluhan orang Tionghoa di Festival Tahun Baru Imlek di Buenos Aires pada 26 Januari 2025. TikTok/marmeiss; courtesy of Falun Dafa Information Center

Saksi mata mengatakan bahwa para penyerang tampak tertawa sementara beberapa orang di sekitar meminta mereka untuk berhenti.

Menurut dokumen yang dikeluarkan oleh Asosiasi Falun Dafa Argentina, seorang petugas polisi mengatakan bahwa pihak berwenang setempat di Buenos Aires diduga telah menginstruksikan polisi di lokasi agar tidak ikut campur dalam serangan tersebut, sehingga memungkinkan kelompok warga Tiongkok untuk terus menganiaya dan menyerang para praktisi Falun Gong.

https://www.youtube.com/watch?v=_JqbBXsT16A

Kleman mengatakan bahwa delapan pria mengepungnya saat dia membagikan selebaran di acara tersebut. Mereka menjatuhkannya ke taman dan mencoba mencuri barang-barangnya. Selama serangan itu, kacamata dan ponselnya rusak saat dia berusaha merekam kejadian tersebut.

Tidak ada satu pun penyerang yang ditangkap, sementara polisi justru menahan para praktisi yang tidak melakukan kejahatan apa pun, kata Kleman.

“Saya diborgol, begitu juga dengan praktisi Falun Gong lainnya. Jadi, ini tidak masuk akal kecuali mereka mendapat perintah langsung dari Kedutaan Besar Tiongkok untuk melakukan ini, dan saya yakin itulah yang terjadi,” kata Kleman.

“Sebab, jika bukan begitu, tidak mungkin delapan atau sembilan pria menyerang seorang wanita, dan bukannya menangkap para pria itu, [polisi] malah menangkap wanita tersebut dengan kasar, sementara para preman Tiongkok dibiarkan bebas.”

Meilin Kleman, seorang praktisi Falun Dafa, terluka setelah diserang oleh orang-orang pro-Beijing yang mencoba mengambil beberapa barang miliknya dan menginjak ponselnya ketika ia mencoba merekam serangan tersebut, di Buenos Aires pada 26 Januari 2025. Tangkapan layar dari video yang diberikan kepada The Epoch Times edisi Brasil

Banyak dari para praktisi, beberapa di antaranya bahkan terluka, ditahan selama berjam-jam oleh polisi sebelum akhirnya dibebaskan. Hal ini juga dialami oleh Romina García, yang hadir di acara tersebut bersama putranya yang berusia 5 tahun.

“Polisi mengatakan bahwa mereka akan membawa saya ke kantor polisi dan mengambil anak saya dari saya, bahkan petugas tersebut merekam wajah saya dan wajah anak saya,” kata García.

“Kemudian mereka membuat saya duduk di tanah di bawah terik matahari bersama anak saya selama hampir dua jam.”

García mengatakan bahwa polisi mengajukan laporan palsu terhadapnya.

“Mereka menahan saya di sana selama satu jam lagi, lalu membawa surat pemberitahuan yang menyatakan bahwa saya telah dilaporkan atas tuduhan melakukan kekerasan dan penyerangan; dengan kata lain, mereka membuat laporan palsu terhadap saya,” katanya.

Salah satu terduga pelaku sempat ditahan sebentar di dekat kawasan Belgrano sebelum akhirnya dibebaskan setelah melakukan panggilan rahasia kepada agen pemantau dan pergi dengan mobil mewah bersama rekan-rekannya, menurut Falun Dafa Information Center.

Romina García bersama putranya dikelilingi oleh polisi Argentina di Buenos Aires pada 26 Januari 2025. Tangkapan layar dari video yang diberikan kepada The Epoch Times edisi Brasil

Asosiasi Falun Dafa di Argentina mengeluarkan pernyataan tentang insiden tersebut, menyerukan kepada pemerintah Argentina untuk melindungi hak kebebasan beragama bagi para praktisi di negara itu.

“Komunitas Falun Dafa di Argentina meminta Pemerintah Nasional, Presiden Javier Milei, dan otoritas di semua tingkatan untuk melindungi dan menjamin kebebasan berkeyakinan sehingga warga negara Argentina tidak dilanggar haknya di negara mereka sendiri oleh kepentingan kekuatan asing,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Ini bukan pertama kalinya insiden seperti ini terjadi di Argentina.

Pada tahun 2018, selama KTT G20 di Buenos Aires, sembilan praktisi berkumpul di depan hotel tempat pemimpin PKT Xi Jinping menginap, membawa spanduk yang menyerukan diakhirinya penganiayaan terhadap Falun Gong di Tiongkok. Mereka ditahan oleh polisi setelah diberitahu bahwa mereka tidak diizinkan untuk melakukan protes terhadap Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Rekaman insiden menunjukkan seorang polisi menggunakan pentungannya untuk memukul tangan para demonstran yang memegang spanduk. Kemudian, polisi yang sama juga memaksa seorang demonstran melepaskan spanduknya dengan menggunakan pentungan sebagai cekikan di lehernya.

Kleman, yang juga hadir dalam demonstrasi tahun 2018, mengatakan kepada The Epoch Times bahwa saat itu, atase militer Kedutaan Besar Tiongkok, Liu Chang, telah meminta polisi untuk membawa sembilan warga Argentina tersebut ke perbatasan dengan Uruguay agar mereka diserahkan kepada agen Tiongkok yang akan “menangani” mereka.

Permintaan itu ditolak oleh seorang pejabat Argentina dari Kementerian Keamanan Nasional.

Pengaruh PKT di Argentina

Pengaruh dan campur tangan Partai Komunis Tiongkok (PKT) di Argentina telah berlangsung selama beberapa tahun.

Pada tahun 2016, misalnya, Presiden Argentina saat itu, Mauricio Macri, menemukan bahwa pemerintahnya tidak dapat mengakses pangkalan satelit Tiongkok di wilayah Patagonia. Pangkalan tersebut dibangun oleh Tiongkok dan dioperasikan oleh militer Tiongkok, yang menurut para kritikus merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Argentina.

Berdasarkan kontrak yang ditandatangani oleh pemerintahan Argentina sebelumnya, Tiongkok mendapatkan konsesi selama 50 tahun untuk mengoperasikan pangkalan tersebut dengan pembebasan pajak dan kendali penuh atas operasinya.

Beberapa fitur dari pangkalan tersebut juga menimbulkan kekhawatiran bahwa fasilitas itu dapat digunakan untuk tujuan militer.

Dalam upaya untuk mengubah kontrak dan mendapatkan akses ke pangkalan Tiongkok, Macri menemukan bahwa jika Argentina ingin mengubah ketentuan perjanjian, negara tersebut harus merundingkan kembali semua pinjamannya dengan Tiongkok, yang berisiko mengorbankan miliaran dolar. Akibatnya, sedikit perubahan yang terjadi terkait operasi pangkalan itu.

Penindasan Selama Puluhan Tahun

Falun Gong, juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah praktik spiritual kuno Tiongkok yang berlandaskan pada prinsip-prinsip Sejati-Baik-Sabar. Praktik ini mulai disebarluaskan ke publik pada awal tahun 1990-an.

Karena ajaran moralnya dan manfaat kesehatannya, Falun Gong dengan cepat menyebar ke seluruh negeri. Pada akhir tahun 1990-an, perkiraan resmi menunjukkan bahwa jumlah praktisi Falun Gong mencapai sekitar 70 juta orang.

Pada Juli 1999, PKT melancarkan kampanye besar-besaran untuk memberantas praktik ini karena khawatir popularitasnya yang semakin meningkat akan mengancam kekuasaan totalitarian Partai Komunis. Sejak saat itu, jutaan praktisi telah ditahan secara sewenang-wenang di penjara, kamp kerja paksa, dan fasilitas lainnya, dengan ratusan ribu orang dilaporkan mengalami penyiksaan saat dipenjara, menurut Falun Dafa Information Center.

Dalam beberapa tahun terakhir, upaya PKT untuk menekan Falun Gong di luar perbatasan Tiongkok semakin intensif.

Pada Oktober 2022, dalam sebuah pertemuan rahasia, pemimpin Tiongkok, Xi Jinping, menginstruksikan pihak berwenang mengenai strategi baru untuk meningkatkan penganiayaan dan penindasan internasional terhadap kelompok spiritual Falun Gong, menurut laporan dari Whistleblower.

Pada Juli 2024, dua warga negara Amerika keturunan Tiongkok—John Chen dan Lin Feng—mengaku bersalah bertindak sebagai agen PKT karena berusaha menyuap seorang agen Lembaga pajak Amerika Serikat -IRS- agar membuka penyelidikan palsu terhadap Shen Yun, sebuah perusahaan seni pertunjukan yang didirikan oleh praktisi Falun Gong.

Ping Li, seorang imigran Tiongkok yang tinggal di Amerika Serikat dan bekerja sebagai insinyur di Florida, mengaku bersalah pada Agustus 2024 karena bertindak sebagai agen Beijing sejak setidaknya tahun 2012. Li mengumpulkan informasi pribadi tentang praktisi Falun Gong dan pembangkang Tiongkok lainnya, termasuk aktivis pro-demokrasi, atas permintaan seorang pejabat kementerian di Wuhan, Tiongkok.

Emmanuele Khouri adalah seorang jurnalis Brasil yang mengkhususkan diri dalam urusan internasional dan penganiayaan agama. Dia telah melakukan banyak liputan dalam bahasa Portugis tentang geopolitik dan Tiongkok. Emmanuele saat ini adalah editor Tiongkok untuk The Epoch Times edisi bahasa Portugis di Brasil.

Komite Kongres AS Mendesak Thailand Agar Tidak Mendeportasi 48 Uighur yang Melarikan Diri dari Tiongkok

Para legislator mendesak otoritas Thailand untuk “segera menghentikan” rencana deportasi dan mengizinkan para Uighur untuk menetap di negara yang bebas dari penganiayaan

EtIndonesia—Para legislator bipartisan di Komite  DPR AS tentang Partai komunis Tiongkok menyuarakan kekhawatiran atas nasib 48 etnis Uighur yang telah ditahan di Thailand selama lebih dari satu dekade. Mereka memperingatkan otoritas Thailand agar tidak mengembalikan mereka ke Tiongkok, di mana mereka kemungkinan besar akan menghadapi pelanggaran hak asasi manusia yang serius.

“Kami sangat prihatin dengan laporan bahwa otoritas Thailand berencana untuk secara paksa mendeportasi 48 pengungsi Uighur ke Republik Rakyat Tiongkok, padahal negara ketiga bersedia menerima mereka,” kata Perwakilan John Moolenaar (R-Mich.) dan Raja Krishnamoorthi (D-Ill.), ketua dan anggota peringkat Komite Seleksi DPR tentang Partai Komunis Tiongkok, kepada The Epoch Times pada 25 Februari.

Mereka menambahkan bahwa jika laporan tersebut benar, maka tindakan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap norma-norma hak asasi manusia internasional.

Ketua Komite Khusus DPR AS untuk PKT, John Moolenaar saat memimpin sidang dengar pendapat (NTD)

“Orang-orang ini menghadapi risiko nyata dipenjara, disiksa, atau bahkan dibunuh jika dikembalikan ke rezim yang telah secara sistematis menindas Uighur melalui kamp-kamp interniran massal, kerja paksa, dan pelanggaran berat lainnya,” kata kedua legislator tersebut. Mereka mendesak pemerintah Thailand untuk “segera menghentikan deportasi ini dan mengizinkan para Uighur untuk menetap di negara-negara yang menjamin kebebasan dari penganiayaan.”

Raja Krishnamoorthi berbicara dalam sebuah konferensi pers di Washington, pada 15 November 2023. Madalina Vasiliu / The Epoch Times

Puluhan pria Uighur tersebut merupakan bagian dari lebih dari 300 orang yang melarikan diri dari Tiongkok  dan ditangkap oleh otoritas Thailand pada tahun 2014 di dekat perbatasan Malaysia.

Pada tahun 2015, Thailand mendeportasi lebih dari 100 orang ke Tiongkok dan mengirim kelompok lainnya—yang sebagian besar terdiri dari wanita dan anak-anak—ke Turki. Dari 53 orang yang tersisa, lima orang meninggal dunia dalam tahanan imigrasi Thailand saat menunggu status pengungsi, termasuk dua anak-anak.

Etnis Uighur dan minoritas Muslim lainnya di wilayah Xinjiang,  barat laut Tiongkok, mengalami penindasan yang meningkat. Diperkirakan satu juta orang atau lebih telah ditahan di fasilitas “pendidikan ulang.” Pemerintah Tiongkok mengklaim bahwa kampanye ini bertujuan untuk memerangi ekstremisme. Namun, mantan tahanan melaporkan telah mengalami pelecehan seksual, penyiksaan dengan sengatan listrik, dan bentuk penyiksaan lainnya.

Pada tahun 2021, Amerika Serikat menyatakan bahwa pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang merupakan genosida dan memberlakukan undang-undang yang melarang impor dari wilayah tersebut karena adanya kekhawatiran mengenai kerja paksa.

Pada  Januari, pejabat imigrasi Thailand meminta para pria Uighur yang ditahan untuk menandatangani surat persetujuan deportasi secara sukarela. Namun, mereka menolak.

Kekhawatiran bahwa mereka akan dipulangkan terus meningkat. Seorang juru bicara Komite  tentang PKT DPR AS mengatakan bahwa deportasi bisa terjadi dalam dua hari.

Para legislator memperingatkan otoritas Thailand untuk tidak mengambil langkah tersebut.

“Melanjutkan tindakan ini akan sangat merusak hubungan AS-Thailand, dan AS akan mempertimbangkan semua tindakan yang tersedia, termasuk sanksi, untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia Tiongkok,” kata mereka.

Mereka menambahkan bahwa Amerika Serikat “tetap teguh dalam membela hak-hak Uighur dan akan meminta pertanggungjawaban mereka yang memungkinkan terjadinya penganiayaan.”

Komite ini merupakan kelompok terbaru dari Kongres AS dan organisasi masyarakat sipil yang menyuarakan keprihatinan atas masalah ini. Pada 24 Februari, dua senator terkemuka dari Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS dan beberapa anggota komite lainnya menggambarkan laporan tentang ancaman deportasi yang akan segera terjadi sebagai sesuatu yang “sangat mengkhawatirkan.”

“Amerika Serikat telah menawarkan opsi nyata untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara yang sejalan dengan komitmen kita terhadap hak asasi manusia yang diakui secara internasional. Kami mendesak para pemimpin Thailand untuk berunding dengan Amerika Serikat mengenai proposal tersebut, daripada mengambil langkah yang tidak bijaksana ini,” kata mereka dalam sebuah pernyataan.

Moolenaar dan Krishnamoorthi sejalan dengan pernyataan tersebut, mendesak pejabat Thailand untuk menemukan “solusi yang manusiawi dan sah bagi para pengungsi ini” dengan bekerja sama dengan Amerika Serikat dan sekutunya.

Perlakuan otoritas Thailand terhadap para tahanan Uighur mungkin melanggar hukum internasional, kata para ahli hak asasi manusia PBB pada Januari. Mereka menyatakan bahwa hampir setengah dari individu yang ditahan menderita kondisi kesehatan serius, termasuk diabetes, disfungsi ginjal, kelumpuhan tubuh bagian bawah, penyakit kulit, gangguan pencernaan, serta masalah jantung dan paru-paru.

Para ahli PBB mendesak Thailand untuk memastikan bahwa para tahanan mendapatkan perawatan medis yang memadai dan akses hukum yang layak.

Pemulangan paksa warga negara Tiongkok telah menjadi masalah global yang berulang, dengan otoritas Tiongkok mengklaim telah memulangkan puluhan ribu orang.

The Epoch Times mengetahui adanya beberapa kasus di mana praktisi kelompok kepercayaan lain yang juga mengalami penganiayaan, Falun Gong, menghadapi ancaman deportasi di Thailand akibat tekanan dari Tiongkok.

Laura Harth, direktur kampanye kelompok hak asasi manusia Safeguard Defenders, mengatakan bahwa kasus Uighur di Thailand ini “sangat dramatis.”

“Sepuluh tahun hidup dalam ketakutan yang terus-menerus akan deportasi… Kekhawatiran ini jelas tidak bisa dianggap remeh,” kata Harth kepada The Epoch Times.

“Jika 48 individu ini dipulangkan, mereka berisiko mengalami penghilangan paksa, penahanan sewenang-wenang, penyiksaan, serta perlakuan tidak manusiawi dan merendahkan martabat lainnya,” tambahnya.

Dalam laporan Agustus 2022, Kantor Hak Asasi Manusia PBB menyerukan negara-negara di dunia untuk tidak mengembalikan Uighur yang melarikan diri ke Tiongkok. Pada Juli tahun lalu, Komite PBB Menentang Penyiksaan menolak keputusan Maroko untuk mendeportasi seorang aktivis Uighur yang dicari oleh Beijing. Pria itu, yang dibebaskan pada Februari, kini telah tiba di Amerika Serikat.

Harth mendesak otoritas Thailand untuk “segera mempertimbangkan kembali keputusan mereka” dan menegakkan komitmen internasional mereka dalam melindungi kelompok yang, menurutnya, “sudah mengalami terlalu banyak penderitaan.”

Tentara Israel Masuk ke Tepi Barat Yordania, Dubes Israel untuk PBB: Sandera Anak-Anak Dimutilasi

Pada Senin (24 Februari), Duta Besar Israel untuk PBB menuduh bahwa kelompok  Hamas telah membunuh sandera anak-anak dengan cara yang sangat kejam. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Israel menyatakan bahwa perang di Gaza tidak akan berakhir sampai semua sandera yang diculik kembali ke rumah mereka.

EtIndonesia. Pada  Senin, Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, mengatakan kepada wartawan di Majelis Umum PBB bahwa hasil pemeriksaan jenazah sandera yang dikembalikan menunjukkan bahwa Hamas telah membunuh dua anak kecil milik keluarga Shiri Bibas dengan cara yang sangat keji.

Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, mengatakan: “Untuk menutupi kejahatan mereka, Hamas memutilasi tubuh kecil mereka agar terlihat seperti mereka tewas akibat serangan udara.”

Pada saat yang sama, Danon menunjukkan bahwa cara Hamas memamerkan sandera dalam upacara pertukaran sandera telah melampaui kerangka kesepakatan gencatan senjata. Oleh karena itu, Israel akan menunda pembebasan ratusan tahanan Palestina untuk memastikan bahwa tidak ada lagi penghinaan semacam itu ketika sandera dibebaskan di masa depan.

Pada hari yang sama, tank-tank Israel melanjutkan operasi militer terhadap kelompok bersenjata Palestina di wilayah Jenin, Tepi Barat yang diduduki.

Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, mengatakan: “Kami harus memastikan bahwa Jalur Gaza benar-benar dilucuti dari senjata. Kelompok teroris seperti Hamas harus digulingkan.”

Sehari sebelumnya, tank-tank militer Israel memasuki wilayah Tepi Barat untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan: “Pasukan kami telah masuk ke kamp pengungsi (di Tepi Barat). Mereka menghancurkan infrastruktur teroris dan memberantas para teroris. Mereka akan tetap di sana selama diperlukan.”

Pada  Minggu (23 Februari), Netanyahu memberikan pidato pada upacara kelulusan perwira militer di Holon dan bersumpah untuk memusnahkan Hamas.

Netanyahu mengatakan: “Foto ini menjelaskan segalanya. Saya meminta Anda untuk mengingatnya selamanya. Ingatlah mengapa kami berjuang dan melawan siapa kami berperang.”

Hingga saat ini, lebih dari 60 orang sandera yang diculik oleh Hamas masih ditahan di Gaza, dan sekitar setengah dari mereka diyakini telah meninggal dunia. (Hui)

Sumber : NTDTV.com 

Nenek-nenek di Tiongkok Tergila-gila pada ‘Cucu AI’ yang Sudah Bisa Memasak Makanan dan Menebar Tawa

EtIndonesia. Nenek-nenek di Tiongkok terpesona oleh “cucu AI”, yang baru berusia satu tahun, dapat menyiapkan makan malam dan bahkan mengangkat babi panggang, sehingga membuat mereka tertawa dan merasa dekat.

Tren ini muncul selama Tahun Baru Imlek ketika anggota keluarga pulang ke rumah dan mendapati nenek-nenek mereka dengan gembira menyaksikan sekelompok balita gemuk mengenakan pakaian merah meriah, yang dijuluki “cucu AI”.

Meskipun karakter-karakter ini merupakan produk teknologi kecerdasan buatan, para nenek menganggap mereka sebagai bayi sungguhan.

Dalam beberapa video daring, “cucu AI” digambarkan sebagai bayi gemuk yang berjalan dengan percaya diri sambil memegang emas batangan, sambil tersenyum lebar.

Rekaman menunjukkan seorang anak berusia satu tahun berhasil mengangkat babi panggang dengan tangan kosong dan mengantarkannya tanpa alas kaki ke rumah neneknya.

Dalam klip lain, bayi AI yang memakai popok terlihat sendirian di ladang memetik terong, mencuci sayuran, lalu mengambil pisau dapur untuk memotong bahan-bahan, menyiapkan makan malam yang berisi tiga hidangan dan sup untuk seluruh keluarga.

Dalam beberapa klip lain, bayi AI yang baru berusia beberapa bulan dengan ahli menggunakan sumpit untuk memakan semangkuk besar mie yang disiram minyak cabai.

Meskipun anggota keluarga yang lebih muda dapat dengan cepat mengenali kekurangan dalam video tersebut – seperti cara canggung anak itu memegang mangkuk atau kemunculan sumpit tunggal secara tiba-tiba – para nenek tetap terpesona.

Seorang nenek terkagum-kagum, berkata: “Wah, lihat betapa enaknya dia makan! Dia masih sangat kecil dan sudah tahu cara menggunakan sumpit. Sungguh orang kecil yang menyenangkan.”

Dalam video menghibur lainnya yang menampilkan balita yang bermain-main dengan ayam di halaman, para nenek ini merasakan hubungan pribadi saat mereka khawatir tentang keselamatan “cucu AI” mereka, dengan mengungkapkan kekhawatiran: “Hati-hati, sayang! Aku khawatir mata kecilmu akan ditusuk oleh ayam-ayam.”

Saat cucu-cucu AI ini membuat para nenek tersenyum, anggota keluarga muda mencoba menunjukkan bahwa mereka adalah ciptaan buatan, tetapi hal ini hanya membuat para nenek frustrasi.

“Palsu? Tapi lihat betapa lucunya mereka! Kurasa kamu yang palsu!” mereka mungkin malah memarahi cucu-cucu mereka sendiri.

Warga internet Tiongkok telah menyatakan pengertian terhadap para nenek yang mencari dukungan emosional di tengah kesepian mereka.

Satu orang berkomentar: “Daripada berulang kali memberi tahu para nenek ini bahwa itu palsu, selama mereka tidak menghabiskan uang, biarkan saja mereka menikmatinya sesuai keinginan mereka.”

Yang lain menambahkan: “Saya membayangkan masa depan di mana cucu-cucu AI ini menyelenggarakan sesi streaming langsung untuk memasarkan produk. Bayangkan saja seorang anak menyelesaikan kalimatnya dengan, ‘Nenek, aku ingin makan ini! Enak sekali!’ Jika pemirsa yang lebih tua, yang sudah cenderung percaya bahwa anak-anak ini nyata, terus menonton, mereka mungkin benar-benar memercayainya dan melakukan pembelian.”

“Orang-orang tua ini mendambakan persahabatan, dan hanya video AI seperti itu yang dapat memberi mereka sedikit kenyamanan,” komentar pemirsa daring lainnya. (yn)

Sumber: scmp

Pria Menderita Nekrosis Usus Setelah Tunangannya Menyetrum Perutnya Selama 3 Jam Sebagai Tes Pra Nikah

EtIndonesia. Seorang wanita Tiongkok membuat tunangannya menjalani simulasi rasa sakit saat melahirkan selama tiga jam sebagai tes pranikah yang menyebabkan pria tersebut mengalami nekrosis usus dan menjalani operasi darurat.

Tidak jarang orang menguji pasangannya dengan berbagai cara untuk melihat apakah mereka cocok satu sama lain, tetapi beberapa orang melakukannya terlalu berlebihan.

Contohnya, seorang wanita muda dari Provinsi Henan, Tiongkok, yang dilaporkan membuat tunangannya mengalami sengatan listrik selama tiga jam di perut sebagai cara yang aneh untuk mensimulasikan rasa sakit saat melahirkan.

Tidak jelas mengapa pria tersebut mau menerima tes tersebut, atau apakah dia tahu apa yang akan terjadi, tetapi dia jelas tidak menduga akan mengalami nekrosis usus dan harus menjalani operasi darurat karenanya.

Pengalaman mengerikan itu meyakinkannya untuk tidak hanya memutuskan pertunangan tetapi juga menuntut wanita yang akan dinikahinya atas ganti rugi.

Wanita itu menulis di platform media sosial Tiongkok REDnote bahwa ibu dan saudara perempuannya menyarankan agar dia membuat tunangannya merasakan “rasa sakit melahirkan” sebelum menikah untuk memastikan bahwa dia akan lebih perhatian kepada istrinya. Awalnya, pria itu menentang keras ide tersebut, tetapi dia bersikeras dan akhirnya pria itu setuju dengan berat hati.

Ujian yang melelahkan itu berlangsung di fasilitas perawatan bersalin yang dikelola oleh saudara perempuan wanita itu.

Dengan menggunakan alat stimulasi listrik yang dirancang khusus untuk mensimulasikan rasa sakit melahirkan, wanita itu membuat tunangannya tersengat listrik yang semakin kuat di perutnya selama tiga jam.

Dalam pengakuannya secara daring, wanita itu menulis bahwa dia perlahan-lahan meningkatkan intensitas arus listrik selama 90 menit pertama, dan kemudian menaikkan daya hingga maksimum selama 90 menit berikutnya.

“Pacar saya mulai merasa sengsara sejak level 8, dan tidak dapat menahan diri untuk tidak mengumpat di level 10,” tulis wanita itu. “Pada level 12, dia berkeringat dan bernapas dengan cepat karena rasa sakit yang hebat. Pada akhir pengalaman itu, dia benar-benar kelelahan dan perutnya sekeras papan.”

Malam itu, pria itu mengalami sakit perut yang parah dan muntah beberapa kali. Dia tampak merasa lebih baik keesokan harinya, tetapi kemudian kondisinya memburuk hingga dia membutuhkan perhatian medis. Setelah dilarikan ke rumah sakit, pria itu didiagnosis menderita nekrosis usus dan dijadwalkan untuk operasi reseksi darurat.

Setelah mengetahui tentang penyiksaan yang telah dialaminya, keluarga pria itu marah dan memperingatkan tunangannya bahwa dia tidak diterima di rumah sakit, menambahkan bahwa pertunangannya dibatalkan dan bahwa dia harus bersiap untuk gugatan hukum.

Meskipun wanita itu menghubungi REDnote untuk meminta nasihat tentang cara menghadapi situasi tersebut, dia menerima begitu banyak kritik sehingga dia akhirnya menghapus postingannya dan menutup akunnya.

Pada saat itu, tangkapan layar pengakuannya sudah beredar di internet. Menurut para ahli hukum Tiongkok, jika pria itu atau keluarganya mengajukan pengaduan, pihak yang bersalah menghadapi hukuman hingga tiga tahun penjara dan membayar kompensasi kepada korban. (yn)

Sumber: odditycentral

Pria yang Trauma Akibat Gempa Bumi Tinggal di Gua Selama 2 Tahun

EtIndonesia. Seorang pria Turki yang kehilangan rumahnya akibat gempa bumi dahsyat pada tahun 2023 telah tinggal sendirian di sebuah gua kecil selama dua tahun karena dia menganggap gua itu lebih aman daripada bangunan buatan manusia mana pun.

Pada bulan Februari 2023, Turki Selatan diguncang gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,8 yang merenggut puluhan ribu nyawa dan mengubah seluruh lingkungan menjadi puing-puing.

Ali Bozoğlan, seorang ayah tiga anak dari Provinsi Hatay, kehilangan rumahnya akibat gempa bumi pada tanggal 6 Februari dan gempa susulannya. Meskipun dia dan keluarganya selamat tanpa cedera, Ali menjadi sangat takut dengan gempa bumi sehingga dia memutuskan untuk tidak ingin tinggal di bangunan buatan manusia lagi. Sebaliknya, dia menemukan sebuah gua kecil dan damai di pinggiran kotanya dan mengubahnya menjadi rumah yang nyaman.

Meskipun tidak dapat meyakinkan keluarganya untuk bergabung dengannya di rumahnya yang tidak biasa, Ali mengaku dia bahagia dan damai.

“Saya telah tinggal di sini selama 2 tahun setelah gempa bumi dan saya menemukan kedamaian di gua ini,” kata Ali Bozoğlan kepada TGRT Haber. “Gua ini telah ada selama ribuan tahun dan tidak runtuh.”

Setelah mendengar tentang tempat tinggal pria itu, Gubernur Distrik Defne menawarinya rumah kontainer yang nyaman di suatu tempat yang lebih dekat dengan kota, tetapi Ali mulai menyukai kehidupan yang jauh dari keramaian kota, belajar menghargai kedamaian dan ketenangan gua kecilnya.

“Saya mencuci piring dan pakaian, membersihkan, dan menyiapkan makanan yang akan saya makan. Saya memiliki kehidupan yang indah di gua,” kata Ali. “Saya jauh dari semua orang dan berhubungan dengan alam. Orang-orang yang tidak berpendidikan berbicara buruk tentang saya yang tinggal di gua. Karena mereka tidak duduk dengan saya, berbicara dengan saya, dan tidak mengenal saya, mereka memberikan komentar yang berbeda.”

Ali mengakui bahwa tinggal sendirian di gua tidaklah sempurna. Karena gua adalah tempat berlindung alami dan relatif hangat selama musim dingin dan sejuk di musim panas, gua menarik ular dan hewan pengerat, tetapi dia sudah terbiasa dengan hal itu. Dia juga ingin memiliki akses ke toilet yang layak dan air bersih, tetapi hal itu hampir mustahil.

Dia sekarang berencana untuk memasang panel surya sehingga dia dapat menyalakan mesin cuci dan kulkasnya, tetapi bahkan jika rencananya tidak berhasil, dia tidak berencana untuk menukar kenyamanan guanya dengan bangunan buatan manusia dalam waktu dekat.(yn)

Sumber: odditycentral

Studi Baru : Yogurt Menunjukkan Potensi Besar Melawan Kanker Usus Besar

EtIndonesia. Hanya dua porsi yoghurt seminggu dapat melindungi usus dari beberapa jenis kanker tertentu, menurut sebuah studi jangka panjang baru di AS.

Selama bertahun-tahun, para ilmuwan telah menduga bahwa yoghurt dan bakteri hidup di dalamnya memiliki manfaat bagi kesehatan saluran cerna, namun tidak semua penelitian tentang topik ini selaras dengan apa saja manfaat tersebut dan kapan manfaat tersebut diperoleh.

Analisis baru ini membantu menjelaskan sebagian kebingungan tersebut.

Ahli epidemiologi tidak menemukan hubungan signifikan antara yogurt dan keseluruhan kejadian kanker kolorektal – kanker ketiga paling umum di seluruh dunia dan penyebab kematian terkait kanker terbanyak kedua.

Namun, ketika peneliti membagi kasus kanker kolorektal menjadi subtipe, mereka menemukan hasil yang signifikan.

Temuan ini selaras dengan beberapa studi observasional lain, yang menunjukkan asupan yoghurt mungkin memiliki sifat anti-tumor.

“Studi kami memberikan bukti unik tentang potensi manfaat yoghurt,” kata ahli epidemiologi Shuji Ogino dari Brigham and Women’s Hospital dan Universitas Harvard.

“Pendekatan lab saya adalah mencoba menghubungkan pola makan jangka panjang dan paparan lain dengan kemungkinan perbedaan utama dalam jaringan, seperti ada atau tidaknya spesies bakteri tertentu. Pekerjaan detektif semacam ini dapat meningkatkan kekuatan bukti yang menghubungkan pola makan dengan hasil kesehatan.”

Meskipun hasilnya hanya bersifat observasional, namun mencakup kesehatan dan gaya hidup yang dilaporkan sendiri oleh 87.000 wanita dan hampir 45.000 pria, yang dilacak selama tiga dekade atau lebih. Kumpulan data Ogino dan rekan-rekannya mencakup total gabungan lebih dari 3 juta tahun data tindak lanjut individu.

Orang yang didiagnosis menderita kanker kolorektal yang mengonsumsi dua atau lebih porsi yoghurt seminggu memiliki kemungkinan 20 persen lebih rendah menderita tumor positif Bifidobacterium dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi kurang dari satu porsi yoghurt sebulan. Hal ini terutama berlaku untuk tumor proksimal di bagian atas saluran usus.

Bifidobacterium adalah mikroba yang banyak ditemukan dalam usus manusia dan dalam semangkuk yoghurt. Pada sekitar 30 persen kasus kanker kolorektal, bakteri ini masuk ke dalam jaringan tumor, dan biasanya dikaitkan dengan bentuk kanker yang sangat agresif.

Bifidobacterium tampaknya tumbuh subur di lingkungan mikro tumor rendah oksigen, dan kehadirannya dalam tumor usus besar tertentu menunjukkan dia bocor melewati penghalang usus ke dalam jaringan usus besar pada tingkat yang lebih tinggi dari biasanya.

Mungkin berlawanan dengan intuisi, mengonsumsi lebih banyak Bifidobacterium dapat membantu mencegah kebocoran ini dalam jangka panjang.

Studi awal menunjukkan bakteri tersebut mungkin memiliki efek antioksidan, antiperadangan, dan aktivasi imun, yang mungkin berdampak pada integritas mikrobioma usus dan penghalang semipermeabel usus.

Apakah yoghurt dapat memberikan manfaat ini atau tidak masih memerlukan penelitian lebih lanjut, namun bukti observasional semakin banyak.

“Temuan kami menunjukkan bahwa asupan yoghurt mungkin memiliki efek pencegahan kanker pada kanker kolorektal dengan gangguan pada penghalang usus,” penulis analisis saat ini menjelaskan.

“Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menjelaskan mekanisme potensial di balik dampak konsumsi yoghurt jangka panjang terhadap karsinogenesis kolorektal.”

Dibandingkan dengan kanker usus besar distal, yang menyebabkan tumor tumbuh lebih jauh di dalam saluran usus, kanker usus besar proksimal memiliki tingkat kelangsungan hidup lebih rendah. Jenis kanker ini juga meningkat.

Gagasan bahwa makanan dapat berfungsi sebagai obat pencegahan patut ditelusuri lebih lanjut. Uji coba acak tahun 2021 dari Universitas Stanford menemukan bahwa makanan fermentasi seperti yoghurt dapat memengaruhi mikrobioma dan sistem kekebalan pada orang dewasa yang sehat.

Ahli epidemiologi Andrew Chan dari Rumah Sakit Umum Massachusetts, yang menjadi bagian dari analisis terbaru, mengatakan makalah mereka “menambah bukti yang berkembang yang menggambarkan hubungan antara pola makan, mikrobioma usus, dan risiko kanker kolorektal.”

“Hal ini memberikan jalan tambahan bagi kami untuk menyelidiki peran spesifik faktor-faktor ini dalam risiko kanker kolorektal di kalangan anak muda,”ujar Chan.

Studi ini dipublikasikan di Gut Microbes.(yn)

Sumber: sciencealert

Judul: “Wipol Gelar ‘Gerakan Masjid Bersih 2025’ di Surabaya: Siapkan Masjid Lebih Higienis dan Nyaman Jelang Ramadan”

Surabaya, 26 Februari 2025 – Menyambut bulan suci Ramadan, Wipol kembali menggelar program Gerakan Masjid Bersih 2025 di Masjid Al Magfirah, Surabaya. Ini merupakan tahun kesembilan program ini dilaksanakan, dengan tujuan menciptakan lingkungan masjid yang lebih bersih, higienis, dan nyaman bagi jamaah, khususnya selama Ramadan. Tahun ini, kegiatan serupa juga digelar di empat kota lainnya, yaitu Semarang, Yogyakarta, Padang, dan Jakarta. Secara keseluruhan, program ini akan mendukung kebersihan 50.000 masjid di 15 provinsi di Indonesia.

Di Surabaya, kegiatan ini melibatkan 150 anggota komunitas ibu yang turut membantu para marbot membersihkan masjid. Nurdiana Darus, Head of Sustainability and Corporate Affairs Unilever Indonesia, menjelaskan, “Program ini tidak hanya menyediakan paket kebersihan seperti Wipol dan alat kebersihan lainnya, tetapi juga memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan. Harapannya, masyarakat sekitar masjid dapat terinspirasi untuk menerapkan kebersihan di rumah masing-masing.”

Program ini juga memberikan apresiasi khusus kepada para marbot, yang selama ini sering bekerja di balik layar tanpa dukungan yang memadai. Selain mendapatkan produk kebersihan untuk satu tahun, beberapa marbot juga menerima insentif tambahan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka. “Kami ingin memastikan para marbot merasa didukung dan dihargai, terutama di bulan Ramadan ketika tugas mereka semakin berat,” tambah Nurdiana.

Menurut hasil jajak pendapat Litbang Kompas tahun 2024, 82,9% responden dari 38 provinsi mengakui manfaat dari peran marbot dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan masjid. KH. Dr. Ahmad Muzakky, S. Th.I., Al Hafidz, pemuka agama Kota Surabaya, menegaskan, “Marbot adalah garda terdepan dalam menjaga kebersihan masjid. Tugas mereka sangat mulia, terutama di bulan Ramadan ketika masjid menjadi pusat aktivitas ibadah dan silaturahmi. Program seperti ini sangat membantu mereka dalam menjalankan tugasnya.”

Kegiatan bersih-bersih diawali dengan tausyiah tentang pentingnya kebersihan dalam Islam, dilanjutkan dengan demonstrasi cara membersihkan masjid yang efektif. Para peserta kemudian bergotong-royong membersihkan lantai, selasar, toilet, dan ruang wudhu menggunakan produk Wipol Sereh & Jeruk. Produk ini mengandung bahan aktif Pine Oil dan Benzalkonium Chloride yang terbukti efektif membunuh kuman dan virus berbahaya, sekaligus menghilangkan bau tak sedap.

“Kami berharap program ini tidak hanya membersihkan masjid secara fisik, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan khusyuk bagi jamaah,” ujar Nurdiana. “Terima kasih kepada pengurus Masjid Al Magfirah dan seluruh pihak yang terlibat. Semoga kegiatan ini membawa kebaikan dan keberkahan bagi kita semua.”

Dengan dukungan masyarakat dan produk kebersihan berkualitas, Gerakan Masjid Bersih 2025 diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menjaga kebersihan masjid, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan dalam kehidupan sehari-hari.

Judul: “Kampoeng Ramadhan Vol. VII di YELLO Hotel Jemursari: Buka Puasa Mewah, Pulang Bawa Hadiah Menarik”

0

Surabaya, 25 Februari 2025 – Menyambut bulan suci Ramadhan, YELLO Hotel Jemursari Surabaya kembali menghadirkan Kampoeng Ramadhan Vol. VII, sebuah acara buka puasa bersama yang tidak hanya memanjakan lidah dengan beragam hidangan lezat, tetapi juga menawarkan keseruan melalui berbagai hadiah menarik. Acara ini digelar mulai 25 Februari hingga 29 Maret 2025, dengan konsep buffet dinner yang dipadukan dengan food stall dan live cooking, menjadikan momen buka puasa semakin istimewa.

Dengan membayar Rp 128.000 nett per orang, pengunjung dapat menikmati berbagai hidangan khas Ramadhan, mulai dari takjil seperti kurma, kolak pisang, hingga minuman segar seperti es dawet dan es cincau. Tak ketinggalan, hidangan utama seperti nasi kebuli dan nasi biryani dengan aroma rempah yang menggugah selera juga disajikan secara melimpah. “Dijamin kenyang! Kami ingin tamu merasakan pengalaman buka puasa yang berbeda dan berkesan,” ujar Elgar Gumilang, Marketing & Brand Manager YELLO Hotel Jemursari.

Selain kuliner, acara ini juga menghadirkan hiburan live acoustic yang akan menemani tamu saat berbuka puasa. Yang tak kalah menarik, para pengunjung berkesempatan membawa pulang hadiah menarik seperti lemari es, LED TV, kepingan emas murni, voucher menginap, hingga tiket pesawat pulang-pergi Surabaya-Denpasar. Hadiah-hadiah tersebut akan diundi pada akhir periode acara, 29 Maret 2025. Selain itu, ada juga hadiah harian berupa merchandise dan voucher nonton bioskop yang bisa dimenangkan setiap hari.

“Kami ingin menciptakan suasana Ramadhan yang hangat dan penuh kebersamaan, layaknya di kampung halaman. Itulah mengapa kami menyebutnya Kampoeng Ramadhan. Beragam menu takjil dan hidangan utama kami sajikan agar momen buka puasa menjadi spesial dan terus dikenang,” tutur Pande Suadnyana, Hotel Manager YELLO Hotel Jemursari Surabaya.

Untuk semakin memanjakan tamu, YELLO Hotel Jemursari juga menawarkan promo menarik, yaitu Buy 9 Get 1 Free yang berlaku setiap hari melalui reservasi langsung ke hotel. Dengan begitu, tamu bisa menikmati buka puasa bersama keluarga atau rekan kerja sambil berpeluang membawa pulang hadiah-hadiah menarik.

Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan pengalaman buka puasa istimewa di YELLO Hotel Jemursari Surabaya. Nikmati hidangan lezat, hiburan seru, dan kesempatan memenangkan hadiah menarik. Segera reservasi dan jadikan momen Ramadhan tahun ini lebih berkesan!

Mars yang Berdebu dan Dingin Dulunya Memiliki Pantai Berpasir

EtIndonesia. Mars yang kita kenal sekarang adalah bentang alam yang dingin dan berdebu, dengan tampilan kemerahan yang mencolok dan permukaan berbatu dengan gunung berapi dan ngarai. Namun, bagaimana jika Planet Merah itu dulunya seperti tujuan liburan pantai eksotis favorit Anda?

Menurut penelitian baru, Mars pernah memiliki lautan dan pantai miliaran tahun yang lalu.

Sudah banyak yang percaya bahwa Mars pernah memiliki air dan jaringan lembah serta sungai yang mengalir, tetapi ada perdebatan di antara para ahli mengenai apakah Mars juga memiliki lautan.

Para peneliti sekarang percaya ada bukti baru yang mendukung gagasan tentang lautan Mars setelah menemukan pantai yang terkubur. Para ilmuwan melaporkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences bahwa penemuan itu telah dilakukan setelah menganalisis data pencitraan bawah tanah yang diambil dari penjelajah Zhurong milik Tiongkok.

Hasil yang diambil dari dataran rendah utara planet itu mirip dengan yang diperoleh di garis pantai Bumi menggunakan radar yang menembus tanah. Kedua hasil tersebut menunjukkan fitur-fitur pada material bawah permukaan yang memiliki kemiringan serupa ke arah dataran rendah, atau lautan.

Pantai Mars ini, yang mungkin cukup dingin, kemungkinan besar bergeser posisinya seiring waktu, kata para peneliti.

“Strukturnya sederhana, tetapi memberi tahu Anda bahwa pasti ada pasang surut, pasti ada ombak, pasti ada sungai di dekatnya yang memasok sedimen, dan semua hal ini pasti aktif untuk beberapa waktu yang lama,” kata Dr. Benjamin Cardenas, salah satu penulis penelitian dari Penn State University, kepada The Guardian.

Meskipun pantai itu sudah lama hilang dan tidak ada cara bagi manusia untuk mengunjunginya, implikasinya sangat menarik. Ini mungkin menjelaskan pemahaman kita tentang kemampuan Mars untuk menampung kehidupan di masa lalunya, karena kehidupan seperti yang kita ketahui membutuhkan air untuk bertahan hidup.

Cardenas menambahkan: “Kami menemukan bukti adanya angin, ombak, tidak ada kekurangan pasir — pantai bergaya liburan yang tepat.”

Para peneliti mencatat bahwa meskipun fitur-fitur yang miring dapat berasal dari jenis aktivitas lain, tidak ada contoh lain yang menjelaskan data tersebut. Sungai vulkanik dan bukit pasir telah dikesampingkan, kata Cardenas.

“Pantai adalah antarmuka antara air dangkal, udara, dan daratan. Di lingkungan seperti inilah kehidupan pertama kali muncul di Bumi, dan saya pikir itu akan menjadi tempat yang bagus untuk mengirim misi lanjutan mencari tanda-tanda kehidupan masa lalu.”

Mars kehilangan airnya karena kehilangan medan magnet globalnya, yang menyebabkan angin Matahari melucuti atmosfernya, termasuk uap air, ke luar angkasa seiring waktu. Gravitasi planet yang lemah dan paparan radiasi Matahari juga berkontribusi terhadap proses ini. (yn)

Sumber: indy100

Keluarga Kecil yang Ditinggalkan di Kebun Buah Berlari ke Mobil untuk Meminta Bantuan

EtIndonesia. Seorang pria baru-baru ini berkendara melewati sebuah kebun buah di dekat Fresno, California, ketika dia melihat segerombolan anjing kecil di pinggir jalan. Saat dia semakin dekat dan melihat induk anjing tersebut, dia menyadari bahwa induk anjing tersebut sedang menjaga tujuh anak anjing kecilnya.

Meskipun pria tersebut ingin membantu, ada terlalu banyak anjing untuk dibawanya, dan induk anjing tersebut terlalu takut untuk ikut bersamanya. Dia menghubungi Helga Weiss, presiden Paw Squad 559 dan salah satu pendiri California Spay and Neuter, untuk meminta bantuan. Sebelum pergi, dia menaruh sebuah pin di lokasi anjing-anjing tersebut dan meninggalkan mereka makanan dan air.

Weiss memberi tahu pria yang khawatir itu bahwa dia akan datang menjemput anjing-anjing tersebut pagi-pagi sekali. Malam itu, dia tidak bisa tidur.

“Yang dapat saya pikirkan hanyalah anak-anak anjing dan induk anjing yang malang yang mencoba membela anak-anaknya,” kata Weiss kepada The Dodo.

Keesokan paginya, saat Weiss tiba, dia berbicara dengan seorang pekerja perkebunan setempat yang sedang memberi makan anjing-anjing tersebut. Berkat pekerja itu, mereka bisa bertahan hidup selama beberapa hari di luar rumah sendirian. Pekerja itu menyampaikan berita sedih kepada Weiss bahwa salah satu bayi anjing dalam kelompok itu telah diambil oleh seekor anjing hutan.

Induk anjing itu tentu saja sangat waspada terhadap orang asing. Weiss butuh waktu dua setengah jam untuk duduk bersamanya dan memberinya sosis sebelum induk anjing memercayainya. Saat akhirnya menyadari bahwa Weiss ada di sana untuk membantu, induk anjing benar-benar berubah, dan Weiss mulai menangis karena lega dan kelelahan.

“Begitu saya mengangkatnya dan memasukkannya ke dalam mobil, dia benar-benar mulai menjilati air mata di wajah saya,” kata Weiss. “Itu menggemaskan.”

Weiss menerima lebih dari 100 panggilan penyelamatan hewan setiap hari — jumlah yang sangat banyak. Weiss menekankan bahwa cara terbaik untuk mengatasi krisis hewan liar dan terlantar adalah dengan mengebiri kucing dan anjing.

Induk anjing dan tujuh anaknya tinggal bersama ibu asuh bernama Christie West, yang diorganisasi oleh lembaga penyelamatan Save-A-Mutt. Segera setelah mereka tiba dalam perawatan West, West menyadari ada yang tidak beres. Dia membawa mereka ke dokter hewan, yang mendiagnosis anak-anak anjing tersebut dengan parvo, virus yang sangat menular dan sering kali berakibat fatal.

West merawat anak-anak anjing tersebut sepanjang waktu, khawatir mereka tidak akan selamat. Lembaga penyelamatan Save-A-Mutt mendanai perawatan parvo mereka, menggelontorkan lebih dari 11.000 dolar untuk perawatan mereka — apa pun untuk memastikan anak-anak anjing tersebut selamat.

Berkat perawatan dan dedikasi Christie dan Save-A-Mutt serta suntikan perawatan parvo baru, anak-anak anjing tersebut tidak hanya sembuh, tetapi sekarang tumbuh dengan baik.

“Hal yang indah tentang ini adalah mereka semua hidup,” kata West. “Mereka bahagia, mereka sehat. Mereka sangat menggemaskan.”

Induk anjing itu bernama Mother Goose, dan semua anak anjingnya diberi nama sesuai karakter dongeng. Dalam waktu sekitar satu bulan, mereka akan dipindahkan ke fasilitas Save-A-Mutt di Washington, tempat mereka semua dapat diadopsi.

Sementara itu, West berharap dapat memeluk anak-anak anjing itu. Ketika dia harus mematuhi protokol parvo yang ketat, dia hanya bisa menyentuh mereka dengan mengenakan gaun dan sarung tangan. Namun, sekarang, mereka akhirnya akan mendapatkan kasih sayang yang pantas mereka dapatkan.

“Saya akan menyayangi [mereka] sepanjang akhir pekan,” kata West. (yn)

Sumber: the dodo

Mengulas Bocoran yang Mengungkapkan Xi Jinping telah Dilucuti Kekuasaannya Hingga Bakalan Turun dari Kekuasaannya

EtIndonesia. Baru-baru ini, beberapa tindakan militer dari pihak militer Partai Komunis Tiongkok (PKT) menjadi perhatian publik. Komisi Militer Pusat (CMC) mengeluarkan tiga perintah militer berturut-turut, namun sama sekali tidak menyebutkan “Sistem Tanggung Jawab Ketua Komisi Militer”. 

Belum lama ini, analis politik independen di luar negeri, Cai Shenkun, mengutip informasi dari orang dalam di Tiongkok yang mengungkapkan bahwa Xi Jinping telah kehilangan kekuasaannya. 

Kekuasaan militer kini dipegang oleh Zhang Youxia, sementara kekuasaan lainnya diambil alih oleh tiga tokoh senior partai. Kejatuhan Xi hanya tinggal menunggu pengumuman resmi. Berikut laporan selengkapnya:

Pada 22 Februari, PLA Daily (media resmi militer Tiongkok) melaporkan bahwa Xi Jinping telah menandatangani perintah untuk menerbitkan tiga peraturan militer baru yang disebut sebagai “Peraturan Umum”. Peraturan ini akan mulai berlaku pada 1 April tahun ini.

Pada hari yang sama, PLA Daily juga menerbitkan editorial yang menyatakan bahwa penerbitan dan implementasi peraturan baru ini adalah langkah besar dalam strategi “mengelola militer sesuai hukum”. Namun, baik dalam isi peraturan yang direvisi maupun editorial tersebut, tidak ada penyebutan mengenai “Sistem Tanggung Jawab Ketua Komisi Militer”.

Profesor Chen Shimin dari Departemen Ilmu Politik Universitas Nasional Taiwan mengatakan, “Memang benar bahwa dalam tiga perintah ini tidak disebutkan sistem tanggung jawab ketua Komisi Militer, dan tidak ada tuntutan untuk memelihara posisi inti atau mematuhi komando langsung dari Xi Jinping. Hal ini tentu saja memunculkan spekulasi apakah kekuasaan Xi di militer telah melemah. Saya rasa ini adalah sesuatu yang patut diperhatikan.”

Pengamat politik Li Linyi menambahkan, “Seiring dengan memburuknya ekonomi Tiongkok dan meningkatnya gejolak sosial, Xi sangat membutuhkan dukungan dan kesetiaan militer untuk menekan segala bentuk perlawanan terhadapnya. Tidak adanya pernyataan seperti itu saat ini merupakan pertanda buruk bagi Xi.”

Cai Shenkun, seorang analis politik independen, baru-baru ini menyatakan dalam programnya bahwa menurut seorang teman berpengaruh di Tiongkok, kekuasaan Xi Jinping telah tergerus secara signifikan sejak Konferensi Kerja Politik Seluruh Tentara yang diadakan di Yan’an tahun lalu. Saat ini, Xi hanya tinggal menunggu pengumuman resmi terkait posisinya.

Cai Shenkun mengatakan, “Teman saya itu mengatakan bahwa sejak konferensi tahun lalu, kekuasaan Xi Jinping telah sangat melemah. Sekarang, yang tersisa hanya menunggu pengumuman resmi, dan katanya pengumuman ini tidak akan terlalu lama lagi.”

Menurut sumber tersebut, saat ini kekuasaan Xi telah jatuh ke tangan tiga tokoh senior Partai Komunis Tiongkok (PKT), dan kekuasaan militer kini dipegang oleh Zhang Youxia, Wakil Ketua Komisi Militer Pusat.

Cai Shenkun menjelaskan, “Dia mengatakan kepada saya bahwa saat ini kekuasaan PKT dipegang oleh tiga orang, dan ketiganya lahir pada tahun 1942. Dia juga sangat yakin bahwa kekuasaan militer kini berada di tangan Zhang Youxia.”

Tahun lalu, sejumlah orang kepercayaan Xi, termasuk dua mantan Menteri Pertahanan PKT , Li Shangfu dan Wei Fenghe, serta Kepala Departemen Politik Komisi Militer Pusat, Miao Hua, dilengserkan dari jabatannya. Para analis berpendapat bahwa berbagai perubahan tidak biasa dalam politik Tiongkok, ditambah dengan krisis ekonomi yang semakin parah dan meningkatnya ketidakpuasan rakyat, menunjukkan bahwa kejatuhan PKT dan Xi Jinping semakin tak terhindarkan.

Profesor Chen Shimin menambahkan, “Jika di masa depan Xi Jinping atau bahkan rezim Partai Komunis Tiongkok runtuh secara tiba-tiba, seperti yang terjadi pada rezim-rezim komunis di Eropa Timur pada tahun 1989, saya rasa itu bukanlah hal yang terlalu mengejutkan.”

Sumber : NTDTV.com 

Pesawat Jin Air Korsel Keluarkan Suara Ledakan Saat Lepas Landas, Mendarat Darurat Tanpa Korban

Pada  25 Februari 2025 pagi, pesawat Jin Air dengan nomor penerbangan LJ 371 yang berangkat dari Bandara Internasional Gimhae di Busan, Korea selatan menuju Okinawa, Jepang, terdengar suara ledakan dari mesinnya tak lama setelah lepas landas. Demi keselamatan, pesawat memutuskan untuk kembali ke bandara. Beruntung tidak ada korban luka di dalam pesawat.

EtIndonesia. Menurut laporan Yonhap News Agency, pesawat LJ 371 lepas landas pada pukul 08.39 waktu setempat. Tak lama setelah mengudara, terdengar beberapa kali suara ledakan dari mesin pesawat.

Karena adanya batasan berat saat mendarat, pesawat tersebut terpaksa berputar-putar di atas Pulau Geoje yang terletak di barat daya untuk membakar bahan bakar sebelum akhirnya mendarat kembali di Bandara Internasional Gimhae pada pukul 09.56.

Beberapa penumpang yang berada di dalam pesawat menyatakan bahwa mereka mendengar suara ledakan berulang kali setelah lepas landas, dan sebagian mengaku melihat asap keluar dari sayap pesawat.

Pihak Jin Air menjelaskan bahwa sistem pesawat mendeteksi suara tidak wajar pada mesin saat lepas landas. Meskipun tidak ditemukan kelainan pada badan pesawat, keputusan untuk kembali ke bandara diambil demi keselamatan penumpang. Setelah mengganti pesawat, penerbangan dilanjutkan kembali seperti jadwal semula. (Hui)

Sumber : CNA

Trump Desak Gencatan Senjata di Tiga Front, Inggris, Prancis, dan Jerman Respon Cepat, Zelenskyy Mohon Dukungan

Perundingan damai antara AS dan Rusia terus berlangsung. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy menyatakan harapannya agar perang segera berakhir dan menyerukan Presiden Trump untuk terus mendukung Ukraina.

Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dijadwalkan mengunjungi Gedung Putih minggu ini untuk membahas rencana perdamaian Ukraina dengan Trump. Gedung Putih mengatakan bahwa Presiden Trump optimis konflik ini dapat diakhiri pada minggu ini.

EtIndonesia. Pada 24 Februari 2025, menandai peringatan tiga tahun invasi Rusia ke Ukraina. Presiden Zelenskyy berharap perang ini dapat berakhir tahun ini dan tidak berlarut hingga tiga tahun lagi.

Zelenskyy menghindari membahas perselisihannya dengan Trump yang terjadi minggu lalu. Sebaliknya, ia meminta Trump untuk tetap memberikan dukungan kepada Ukraina.

“Saya ingin mengatakan dengan sangat jujur: bagi rakyat kami, dukungan dan bantuan berkelanjutan dari Amerika Serikat sangatlah penting,” ujarnya. 

Zelenskyy menegaskan kembali pentingnya aliansi antara AS dan Ukraina, serta menyoroti solidaritas antara AS dan Eropa.

Setelah Gedung Putih melanjutkan dialog langsung dengan Kremlin, Ukraina dan negara-negara Eropa khawatir mereka akan dikesampingkan dari perundingan gencatan senjata. Selain itu, mereka juga khawatir pemerintahan Trump akan mengurangi perhatian dan minatnya terhadap Eropa.

Pemimpin Uni Demokrat Kristen Jerman (CDU), Friedrich Merz, yang baru saja memenangkan pemilu parlemen Jerman, menyatakan dalam konferensi pers pertamanya bahwa ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga hubungan aliansi antara Eropa dan Amerika Serikat.

Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dijadwalkan akan mengunjungi Gedung Putih minggu ini, setelah sebelumnya berkoordinasi melalui sambungan telepon.

Pada  24 Februari, Macron bertemu terlebih dahulu dengan Trump. Ia berharap dapat meyakinkan Trump agar tidak bersikap terlalu ramah terhadap Putin, demi menjaga citra kuat yang ingin dibangun Trump.

Selain itu, Macron juga akan memaparkan konsensus baru dari negara-negara Eropa mengenai isu perdamaian Ukraina. Pekan lalu, Prancis mengadakan pertemuan darurat kedua dengan para pemimpin utama Eropa dan mencapai kesepakatan awal tentang pertahanan Eropa dan perdamaian di Ukraina. Salah satu poinnya adalah pengiriman pasukan perdamaian ke Ukraina sebagai bagian dari perjanjian damai.

Dalam pertemuannya dengan Macron, Trump mengonfirmasi bahwa ia telah menanyakan kepada Putin tentang kemungkinan kehadiran pasukan perdamaian Eropa, dan Putin disebut bersedia menerima hal tersebut dalam perjanjian.

Namun, hingga saat ini masih terdapat perbedaan besar antara sikap AS dan para sekutunya di Eropa terhadap Rusia.

Pada  24 Februari, Wakil Duta Besar AS untuk PBB, Dorothy Shea, mendesak negara-negara anggota PBB untuk menolak proposal perdamaian Ukraina versi Eropa. Proposal tersebut menuntut Rusia segera menarik pasukannya dari wilayah Ukraina. Shea menyatakan bahwa proposal Ukraina dan Eropa tersebut hanya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan secara retorika, tanpa memberikan solusi nyata untuk menghentikan pertempuran dan pembunuhan.

Di sisi lain, para pemimpin Eropa menegaskan kembali dukungan mereka terhadap Ukraina.

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, saat berada di Kyiv, mengumumkan bahwa Inggris akan segera memberlakukan sanksi terbesar sejak dimulainya perang Rusia-Ukraina, dengan tujuan memaksa Rusia untuk mundur dalam perundingan gencatan senjata. Langkah ini merupakan bagian dari putaran baru sanksi Eropa terhadap Rusia.

Kremlin menanggapi bahwa tindakan Eropa ini membuat dialog antara kedua pihak semakin sulit. Namun, pemerintahan Trump disebutkan memahami akar konflik Ukraina dan sedang mencari solusi.

Upaya AS untuk memediasi gencatan senjata Rusia-Ukraina saat ini berlangsung di tiga jalur secara paralel. Pertama, Gedung Putih dan Kremlin tengah mempersiapkan pertemuan antara Trump dan Putin, yang diharapkan dapat terlaksana sebelum akhir Februari. Kedua, Washington sedang melakukan komunikasi dan koordinasi dengan negara-negara Eropa. Ketiga, kerja sama ekonomi antara AS dan Ukraina, terutama dalam sektor sumber daya mineral, telah mencapai terobosan. Berdasarkan pernyataan pejabat tinggi dari kedua negara, kesepakatan tersebut hampir tercapai.


“Tim kami telah melakukan kerja sama ekonomi yang produktif dengan Amerika Serikat. Kami berharap dapat menandatangani perjanjian tersebut di Washington,” ujar Zalenskyy. 

Pemerintahan Trump meminta Ukraina untuk memprioritaskan pembukaan sumber daya mineralnya bagi perusahaan-perusahaan Amerika sebagai imbalan atas bantuan militer besar-besaran yang telah diberikan AS. Perjanjian ekonomi ini juga disebut-sebut sebagai bagian dari komitmen AS untuk menjamin keamanan Ukraina.

Beberapa pihak mengkritik perjanjian ini sebagai bentuk “kolonialisme” dari AS. Namun, mantan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, justru melihatnya sebagai perjanjian yang menguntungkan.

“Sekilas, tampaknya AS mendapat keuntungan besar dari sumber daya Ukraina. Namun, faktanya, jika Ukraina tidak memiliki kebebasan, kedaulatan, dan keamanan, AS tidak akan memperoleh apa pun. Jadi, itu sebenarnya adalah hadiah besar,” ujarnya. 

Meskipun jalan menuju gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina masih penuh tantangan, Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Levitt, menyatakan kepada media pada  22 Februari bahwa Presiden Trump sangat optimis konflik ini dapat diakhiri pada minggu ini. Pernyataan ini merupakan target terbaru Gedung Putih terkait gencatan senjata Rusia-Ukraina. Sebelumnya, tim Trump pernah menyatakan bahwa Presiden berharap gencatan senjata dapat tercapai sebelum perayaan Paskah. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Retak dengan Eropa? Resolusi AS tentang Perang Rusia-Ukraina di PBB Tidak Menyebut “Agresi Rusia”

EtIndonesia. Pada peringatan tiga tahun perang Rusia-Ukraina, rancangan resolusi yang diajukan oleh pemerintahan Presiden AS, Donald Trump di PBB bertentangan dengan proposal yang diajukan oleh negara-negara Eropa dan Ukraina, yang menunjukkan adanya pergeseran dalam kebijakan luar negeri pemerintahan Trump.

Tiga Tahun Perang Rusia-Ukraina: Para Pemimpin Eropa Berkumpul di Kyiv, Pejabat Tinggi AS Absen

Dalam peringatan tiga tahun perang Rusia-Ukraina pada 24 Februari, Ukraina menerima kunjungan para pemimpin Eropa, tetapi pejabat tinggi Amerika Serikat tidak hadir. Media seperti Reuters menganalisis bahwa ini menunjukkan adanya perubahan dalam kebijakan luar negeri Presiden AS, Donald Trump.

Pada 24 Februari, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy menjadi tuan rumah pertemuan puncak di Kyiv bersama para pemimpin Eropa dan berbagai negara untuk memperingati konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.

Dalam kesempatan itu Zelenskyy mengatakan: “Putin tidak akan memberikan perdamaian secara cuma-cuma, juga tidak akan menawarkan sesuatu sebagai imbalan. Kita harus menggunakan kekuatan, kecerdasan, dan persatuan kita untuk memenangkan perdamaian, serta mencapainya melalui kerja sama kita.”

Para pemimpin yang hadir di Kyiv termasuk Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa, serta para pemimpin dari Kanada, Denmark, Islandia, Latvia, Lituania, Finlandia, Norwegia, Spanyol, dan Swedia. Namun, tidak ada perwakilan dari Amerika Serikat yang hadir.

Reuters melaporkan bahwa baru-baru ini, Trump menyebut Zelenskyy sebagai “diktator”, yang mengejutkan Kyiv. Sumber dari Kyiv menyebutkan bahwa mereka sedang dalam tahap akhir negosiasi dengan Washington terkait kesepakatan Amerika Serikat untuk memperoleh sumber daya mineral Ukraina.

Pada 24 Februari, setelah bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Trump menyatakan bahwa Zelenskyy mungkin akan mengunjungi Washington dalam beberapa hari atau minggu mendatang untuk menandatangani “perjanjian mineral yang hampir final”. Trump juga menyebutkan bahwa perang Rusia-Ukraina mungkin akan berakhir dalam beberapa minggu ke depan, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Kemudian, dalam konferensi pers bersama Macron, Trump mengatakan: “Fokus utama kami adalah mencapai kesepakatan gencatan senjata sesegera mungkin dan pada akhirnya mewujudkan perdamaian permanen.”

Namun, perlu dicatat bahwa terdapat perbedaan pendapat penting antara Trump dan Macron dalam beberapa isu. Macron secara tegas menyatakan ketidakpercayaannya terhadap Presiden Rusia, Vladimir Putin dan menyebut Putin sebagai “agresor” dalam perang ini. Sebaliknya, Trump menghindari mengecam Putin secara langsung. 

Sebelumnya, dalam wawancara dengan Fox News, Menteri Pertahanan AS menyatakan bahwa latar belakang perang ini sangat kompleks, dan saat ini pemerintahan Trump berfokus pada upaya mengakhiri perang secepat mungkin serta memprioritaskan ancaman dari Tiongkok.

Resolusi Perang Rusia-Ukraina di PBB Tidak Menyebut “Agresi Rusia”, AS Menentang Resolusi Ukraina di Majelis Umum

Pada hari yang sama, Amerika Serikat dan Rusia di Majelis Umum PBB secara bersamaan memberikan suara menentang resolusi yang mengecam agresi Rusia terhadap Ukraina. Meskipun resolusi tersebut tetap lolos dalam pemungutan suara, hal ini menunjukkan bahwa pemerintahan Trump secara terbuka berselisih dengan negara-negara Eropa dalam kebijakan luar negeri terkait perang Rusia-Ukraina dan keamanan Eropa, yang menandai pergeseran signifikan dalam kebijakan diplomatik Amerika Serikat.

Menurut laporan berbagai media pada 24 Februari, 193 negara anggota PBB melakukan pemungutan suara terhadap dua resolusi yang bertentangan. Salah satu resolusi diajukan oleh Amerika Serikat, sementara resolusi lainnya disusun oleh Ukraina dengan dukungan negara-negara Eropa.

Delegasi Ukraina mengajukan resolusi tiga halaman yang menyerukan penarikan pasukan Rusia, menuntut pertanggungjawaban Rusia atas kejahatan perang, dan berbagai tuntutan lainnya. Resolusi ini disetujui dengan 93 suara setuju, 18 suara menolak, dan 65 suara abstain. Negara-negara yang menolak termasuk Rusia, Amerika Serikat, Israel, dan Hongaria.

Sementara itu, Amerika Serikat mengajukan resolusi yang jauh lebih singkat, hanya terdiri dari tiga paragraf, yang berisi pernyataan belasungkawa bagi para korban perang Rusia-Ukraina, seruan untuk segera mengakhiri perang, serta imbauan bagi Rusia dan Ukraina untuk mencapai perdamaian permanen. Namun, resolusi ini tidak menyebutkan tindakan agresi Rusia secara eksplisit. Selain itu, dalam resolusi tersebut, Amerika Serikat menegaskan bahwa tujuan utama PBB adalah menyelesaikan perselisihan melalui cara damai, menjaga perdamaian dan keamanan internasional, serta menyerukan penghentian segera konflik demi mencapai perdamaian jangka panjang.

Negara-negara Eropa dalam sesi perdebatan menambahkan amandemen yang menegaskan bahwa Rusia adalah agresor dalam perang ini serta menyerukan agar Ukraina mendapatkan kembali keutuhan wilayahnya sesuai dengan perbatasan sebelum perang. Setelah revisi ini, resolusi tersebut akhirnya disetujui dengan 93 suara mendukung, 8 suara menolak, dan 73 suara abstain.

Resolusi AS Lolos di Dewan Keamanan PBB, Memiliki Kekuatan Hukum Internasional

Sebelumnya, Amerika Serikat mengajukan dua rancangan resolusi terkait perang Rusia-Ukraina kepada Majelis Umum dan Dewan Keamanan PBB. Resolusi yang diajukan oleh Amerika Serikat tidak mencantumkan isu integritas wilayah atau mengecam agresi Rusia, yang bertentangan dengan resolusi yang diajukan oleh Ukraina dengan dukungan negara-negara Eropa di Majelis Umum PBB.

Pada 24 Februari, dalam pemungutan suara di Majelis Umum PBB untuk memperingati tiga tahun perang Rusia-Ukraina, resolusi yang diajukan oleh Amerika Serikat gagal disahkan. Namun, di Dewan Keamanan PBB, resolusi versi Amerika Serikat justru memperoleh dukungan mayoritas. Resolusi ini mendapat dukungan dari Rusia, Pakistan, Panama, Korea Selatan, Tiongkok, dan empat negara lainnya, sementara sekutu Eropa AS—seperti Prancis, Inggris, Denmark, Slovenia, dan Yunani—memilih abstain.

Dewan Keamanan PBB memiliki 15 anggota, dan sebuah resolusi memerlukan minimal 9 suara untuk disahkan.

Meskipun resolusi Majelis Umum PBB tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat, resolusi ini tetap memiliki bobot dan otoritas moral tertentu. Sebaliknya, resolusi Dewan Keamanan PBB umumnya memiliki kekuatan hukum yang mengikat berdasarkan hukum internasional.

Media-media Barat melaporkan bahwa kebijakan pemerintahan Trump dalam lembaga internasional, terutama terkait Rusia dan keamanan Eropa, menunjukkan perpecahan yang semakin terbuka dengan sekutu-sekutu Eropanya, yang mencerminkan perubahan drastis dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat. (jhn/yn)