Misi Pembunuhan yang Gagal, Mantan Juara Angkat Besi Ukraina Ditangkap Setelah Diduga Hendak Membunuh Jenderal Rusia

EtIndonesia. Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka telah menangkap seorang mata-mata Ukraina, Yulia Lemeshchenko, seorang mantan juara angkat besi berusia 41 tahun. Lemeshchenko dituduh berencana membunuh seorang jenderal tinggi Rusia, tetapi misi tersebut gagal, dan dia akhirnya ditahan oleh pihak Rusia.

Mantan Juara Angkat Besi Ukraina Ditangkap Setelah Misi Pembunuhan terhadap Jenderal Rusia Gagal

Menurut laporan Daily Mail, Yulia Lemeshchenko pernah menjadi atlet angkat besi dan meraih tiga medali emas dalam Classic Powerlifting Championship pada tahun 2021. Namun, setelah pecahnya perang Rusia-Ukraina, dia beralih menjadi mata-mata. Lemeshchenko diduga mendapat tugas untuk membunuh seorang jenderal tinggi Rusia yang dekat dengan Presiden Vladimir Putin, tetapi misinya gagal dan dia akhirnya ditangkap oleh otoritas Rusia.

Dalam video yang dirilis oleh FSB, Lemeshchenko terlihat dengan kepala yang telah dicukur habis. Dia duduk di depan kamera dan mengaku bahwa dia direkrut oleh badan keamanan Ukraina pada tahun 2023. 

“Saya menjalani pelatihan di Kyiv, belajar menggunakan senjata ringan, mengoperasikan drone, menghindari pengawasan, serta membuat alat peledak,” ungkapnya dalam video tersebut. Dia juga mengungkapkan bahwa nama sandinya adalah “Luffy”.

Lemeshchenko menyatakan bahwa dia memasuki wilayah Rusia pada tahun 2024 dengan misi utama untuk membunuh seorang jenderal militer tingkat tinggi.

Diketahui bahwa dia ditangkap oleh Rusia pada pertengahan Januari, tetapi belum ada kejelasan mengapa pihak Rusia baru mengungkapkan informasi ini sekarang. Selain itu, tidak ada konfirmasi independen apakah pengakuan dalam video itu dibuat di bawah tekanan atau paksaan.

Menurut laporan, Lemeshchenko lahir di Kota Stary Oskol, Rusia, sebelum pindah ke Kharkiv, Ukraina, pada tahun 2014. Ada spekulasi bahwa dia menjadi mata-mata sebagai cara untuk memperoleh kewarganegaraan Ukraina. Sementara itu, pihak militer Ukraina diyakini memanfaatkan latar belakang Rusia-nya untuk menugaskannya dalam operasi ini.

Selain itu, pihak Rusia menegaskan bahwa setidaknya empat mata-mata perempuan Ukraina telah ditangkap baru-baru ini. Mereka semua dikatakan telah menjalani pelatihan militer, termasuk pelatihan dalam penggunaan senjata api, bahan peledak, drone, serta keterampilan pengintaian dan pengawasan di lapangan.

Militer Ukraina: Rusia mengerahkan 147 pesawat nirawak untuk serangan malam

Di saat yang hampir bersamaan dengan pengungkapan kasus ini, Ukraina menghadapi serangan drone besar-besaran dari Rusia. Menurut laporan militer dan pejabat Ukraina pada 17 Februari, Rusia meluncurkan 147 drone dalam serangan semalam, yang menyebabkan kerusakan pada fasilitas penyimpanan serta rumah-rumah warga.

Militer Ukraina mengklaim bahwa Angkatan Udara mereka berhasil menembak jatuh 83 drone, sementara 59 lainnya gagal mencapai target karena gangguan elektronik. Namun, mereka tidak memberikan informasi lebih lanjut tentang lima drone yang tersisa.

Gubernur Kyiv Oblast, Mykola Kalashnyk, melaporkan bahwa serangan drone menyebabkan kebakaran di sebuah fasilitas industri di wilayahnya. Api telah berhasil dipadamkan, tetapi empat rumah warga mengalami kerusakan akibat serangan itu.

Di wilayah Kharkiv Oblast, Gubernur Oleh Syniehubov menyatakan melalui Telegram bahwa serangan drone telah merusak tiga fasilitas penyimpanan milik sebuah perusahaan, serta menyebabkan kerusakan pada sebuah gedung administrasi dan 14 rumah warga.

Serangan ini terjadi pada saat tim diplomasi Presiden AS Donald Trump sedang bersiap untuk meluncurkan negosiasi damai antara Rusia dan Ukraina. Namun, serangan udara Rusia yang masif ini menunjukkan bahwa ketegangan di medan perang masih jauh dari kata mereda. (jhn/yn)

Menlu AS Marco Rubio Kunjungi Israel pada Pemberhentian Pertamanya di Timur Tengah

EtIndonesia. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, pada Minggu (16 Februari) mengunjungi Yerusalem untuk bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, guna membahas perjanjian gencatan senjata di Gaza. Dalam kunjungan perdananya ke Timur Tengah ini, Rubio menegaskan bahwa untuk mencapai stabilitas kawasan, Hamas harus dimusnahkan sepenuhnya.

Usai pertemuan, keduanya menggelar konferensi pers bersama.

Sebelum kedatangan Rubio, Israel dan Hamas menyelesaikan pertukaran tahanan untuk keenam kalinya di bawah perjanjian gencatan senjata yang rapuh.

Rubio menyatakan: “Para sandera harus kembali ke rumah mereka. Mereka harus dibebaskan. Amerika Serikat bekerja sama erat dengan Perdana Menteri Netanyahu dan pemerintahannya untuk memastikan hal ini terjadi, tanpa pengecualian.”

Tahap kedua perundingan gencatan senjata untuk mewujudkan perdamaian yang lebih berkelanjutan direncanakan akan berlangsung minggu depan di Doha, Qatar. Jika kesepakatan tidak tercapai, perang bisa kembali berkecamuk.

Selain itu, Rubio juga berupaya mendorong usulan Presiden Donald Trump mengenai pemindahan 2 juta penduduk Gaza ke luar wilayah tersebut.

Rubio menambahkan: “Presiden memiliki pandangan yang sangat berani tentang masa depan Gaza. Ini bukan gagasan lama, tetapi ide yang membutuhkan keberanian dan visi untuk diwujudkan.”

Ia menegaskan bahwa konflik tidak boleh berulang, dan Hamas harus dihancurkan.

Rubio menegaskan: “Presiden Trump telah sangat jelas dalam hal ini. Hamas tidak bisa terus ada sebagai kekuatan militer maupun pemerintahan. Selama mereka masih memiliki kekuatan untuk memerintah, mengatur, atau mengancam dengan kekerasan, maka perdamaian tidak akan pernah tercapai. Mereka harus dimusnahkan. Mereka harus diberantas hingga ke akar-akarnya.”

Selain itu, Rubio juga menyoroti Iran sebagai ancaman terbesar bagi stabilitas Timur Tengah.

Rubio mengatakan: “Semua tantangan ini memiliki satu kesamaan, yaitu Iran. Iran adalah faktor paling tidak stabil di kawasan ini. Di balik setiap kelompok teroris, setiap tindakan kekerasan, setiap upaya destabilisasi, yang mengancam perdamaian jutaan orang di kawasan ini, ada Iran. Yang saya maksud dengan Iran adalah Ayatollah dan rezimnya. Perlu dicatat bahwa rakyat Iran sendiri sebenarnya tidak mendukung rezim ini.”

Setelah Israel, Marco Rubio dijadwalkan mengunjungi Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Pada Senin (17 Februari), ia akan mengadakan pembicaraan sulit dengan pemerintah Arab Saudi. (Hui)

Sumber : NTDTV.com 

Wanita di Tiongkok Diduga Melompat ke Sungai Bersama Bayinya yang Berusia 3 Bulan, Netizen Pertanyakan Alasan Sebenarnya

EtIndonesia. Baru-baru ini, seorang wanita di Yunnan, Tiongkok, dilaporkan hilang setelah diduga melompat ke Sungai Nu bersama bayinya yang baru berusia 3 bulan. Kabar ini menarik perhatian luas di media sosial.

Menurut pengumuman pencarian yang dikeluarkan oleh keluarganya, wanita bernama Ni Chunhua, yang lahir pada tahun 1992, melompat ke sungai pada  14 Februari sambil menggendong bayi perempuannya. Keluarga berharap ada saksi mata yang bisa memberikan informasi tentang keberadaannya.

Menurut laporan media Jiupai News, pada  16 Februari sore, suami Ni Chunhua, San Xiuhua, mengatakan bahwa istrinya telah melompat ke sungai. Ia sudah melaporkan kejadian ini ke polisi dan berencana untuk terus mencari hingga menemukan jasadnya.

San Xiuhua menjelaskan bahwa sebelumnya istrinya sempat kembali ke rumah orang tuanya selama sebulan. Namun, sehari setelah kembali ke rumah suaminya, ia langsung melompat ke sungai.

Sebelum kejadian, Ni Chunhua sempat berselisih dengan putrinya yang lebih tua terkait masalah keuangan. 

“Anak perempuan saya yang lebih besar ingin membeli sepasang sepatu seharga RMB.200 , tapi istri saya merasa sayang untuk memberikan uang sebanyak itu dan hanya memberikan RMB.100 . Dari situlah mereka mulai bertengkar,” ungkapnya.

San Xiuhua menambahkan bahwa pada  14 Februari pagi sekitar pukul 09.30, istrinya pergi keluar rumah bersama bayi mereka untuk berbelanja. Namun, setelah itu, ia tidak pernah kembali.

“Saya bekerja di luar kota, dan istri saya biasanya tetap di rumah. Hubungan kami baik, kami tidak pernah bertengkar. Bayi kami sebenarnya belum genap tiga bulan, masih sangat kecil,” kata San Xiuhua.

Polisi dan Warganet Ikut Menyoroti Kasus Ini

Pihak kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima laporan kejadian ini, dan Kantor Polisi Liuku telah mengirim petugas untuk menyelidiki di lokasi kejadian.

Pada  17 Februari, berita ini menjadi trending di media sosial dan memicu banyak diskusi di kalangan netizen

Seorang pengguna media sosial dengan akun “Tuyi_zimo” menulis: “Seorang ibu muda melompat ke sungai bersama bayinya yang baru berusia tiga bulan pada Hari Valentine. Betapa besar keputusasaan dan ketidakberdayaan yang harus dia alami? Saya berharap polisi dapat segera mengungkap kebenaran. Masyarakat juga harus lebih memperhatikan kesehatan mental ibu-ibu muda dan wanita yang ditinggalkan di desa, agar tragedi seperti ini tidak terulang lagi.”

Akun lain “Xinqing Xinyu Psychology” mempertanyakan pernyataan sang suami:
“Mengapa suami malah menyalahkan anak perempuan mereka? Mereka hanya bertengkar karena masalah uang, apakah itu cukup menjadi alasan untuk bunuh diri?”

Sementara itu, akun “Yezi Xiaojian 2580” menulis:
“Saya merasa pasti ada masalah dalam keluarga ini. Tidak mungkin seorang ibu tiba-tiba membawa anaknya untuk melompat ke sungai tanpa alasan yang jelas. Ini sangat mencurigakan.”

Beberapa netizen juga berpendapat bahwa kemungkinan besar Ni Chunhua mengalami depresi pasca melahirkan.

“Mungkin dia mengalami depresi pascapersalinan,” kata seorang pengguna.
“Tapi apa salahnya bayi kecil itu?” timpal pengguna lainnya.

Banyak juga yang meragukan pernyataan San Xiuhua dan menuduhnya berusaha mengalihkan tanggung jawab ke anak mereka yang lebih tua.
“Mengapa suami menyalahkan anak perempuan mereka? Apa anak itu bisa menanggung beban ini?” tulis seorang warganet.
“Kenapa hanya mendengar sisi cerita dari suami? Kenapa tidak ada yang mewawancarai orang lain?”

Putri Sulung Curhat di Media Sosial: “Aku Hampir Hancur”

Setelah kejadian ini, seorang pengguna Douyin dengan akun “Chuxiangshi,” yang diduga merupakan putri sulung Ni Chunhua, mengunggah postingan yang penuh emosi:

“Mama, aku hampir hancur. Kenapa tidak ada yang percaya padaku? Kenapa semua orang bilang kau melompat ke sungai karena bertengkar denganku? Itu tidak masuk akal. Apa benar kau dan paman (suami keduamu) tidak pernah bertengkar? Aku hampir tidak sanggup lagi menanggung tekanan dari komentar-komentar di internet…”

Dalam postingan lainnya, ia menulis: /”Ada beberapa hal yang tidak boleh aku katakan karena keluargaku melarang. Jika aku bicara, aku yang akan menjadi sasaran perundungan online.”

Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. (Hui)

Sumber : NTDTV.com 

Menentang Trump? Inggris Menyatakan Kesediaannya Mengirim Pasukan ke Ukraina

EtIndonesia. Presiden AS Donald Trump mengungkapkan sikap dan pernyataannya terhadap perang Rusia-Ukraina, yang mengejutkan Eropa yang selama ini terpengaruh oleh ideologi kiri. Di saat yang sama, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan bahwa Inggris telah siap mengirim pasukan ke Ukraina jika diperlukan untuk membantu memastikan keamanan Inggris dan Eropa. Pernyataan ini muncul pada saat yang krusial ketika AS dan Rusia sedang melakukan komunikasi aktif untuk mendorong penyelesaian konflik secara damai, sehingga rencana pengiriman pasukan Inggris ke Ukraina tampak sangat mencolok.

Di Tengah Upaya AS Memimpin Perundingan Perdamaian Rusia-Ukraina, Perdana Menteri Inggris Menyatakan Kesiapan Mengirim Pasukan

Perang Rusia-Ukraina telah berlangsung hampir tiga tahun dan membawa dampak buruk bagi kedua negara. Namun, dalam kebijakan baru Trump yang tegas, situasi di Ukraina mulai menunjukkan tanda-tanda menuju perdamaian. Pada 12 Februari, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Trump melakukan percakapan telepon selama hampir satu setengah jam, membahas berbagai isu, termasuk situasi di Ukraina serta hubungan ekonomi bilateral antara Rusia dan AS. Trump kemudian mengungkapkan di Gedung Putih bahwa dalam situasi perang yang telah menyebabkan banyak korban, Putin bersedia mengakhiri konflik secepat mungkin dan memasuki tahap perundingan damai.

Konferensi Keamanan Munich yang berfokus pada perang Ukraina berakhir pada 16 Februari, dan pertemuan darurat para pemimpin Eropa digelar pada 17 Februari. Malam sebelum pertemuan tersebut, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan bahwa sia “siap dan bersedia” mengirim pasukan Inggris ke Ukraina. Ini adalah pertama kalinya Inggris secara eksplisit menyatakan kemungkinan mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Ukraina.

Menurut laporan, Starmer akan menghadiri pertemuan darurat para pemimpin Eropa yang diselenggarakan di Paris pada 17 Februari. Pertemuan ini diusulkan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang merasa khawatir  karena Eropa—termasuk Ukraina—telah dikesampingkan dalam perundingan AS-Rusia.

Dalam artikel yang ditulisnya untuk Daily Telegraph pada 16 Februari, Starmer menyatakan bahwa saat ini adalah momen yang sangat penting bagi keamanan kolektif di seluruh Eropa. Dia menegaskan bahwa perang Rusia-Ukraina tidak hanya berdampak pada keamanan Ukraina, tetapi juga menyangkut keberlangsungan Eropa secara keseluruhan.

Starmer menulis bahwa Inggris telah memainkan peran utama dalam mendukung Ukraina melawan Rusia. Dia menambahkan bahwa ini juga berarti bahwa Inggris siap berkontribusi dalam menjamin keamanan Ukraina, termasuk dengan mengirim pasukan jika diperlukan.

Starmer memperingatkan bahwa: “untuk keamanan kolektif di benua kita, kita sedang menghadapi momen yang sangat penting dalam sejarah… Ini bukan hanya tentang masa depan Ukraina, tetapi juga tentang eksistensi seluruh Eropa.”

Dalam artikelnya yang diterbitkan pada malam 16 Februari, Starmer menegaskan bahwa dukungan militer Inggris terhadap Ukraina bukan sekadar retorika. Dia juga menyadari tanggung jawab besar yang diemban dengan mengirimkan pasukan ke medan perang yang berbahaya. Namun, menurutnya, “peran apa pun dalam menjamin keamanan Ukraina juga akan berkontribusi terhadap keamanan Inggris dan Eropa.”

Sebagai anggota penting NATO, keterlibatan militer Inggris di Ukraina kemungkinan besar akan dianggap Rusia sebagai campur tangan langsung NATO. Sebelumnya, Rusia telah dengan tegas memperingatkan bahwa segala bentuk bantuan senjata atau pengerahan pasukan ke Ukraina akan menjadi target serangan yang sah.

Selain itu, di dalam negeri Inggris sendiri terdapat perbedaan pendapat mengenai konflik Rusia-Ukraina. Keputusan untuk mengirim pasukan ke Ukraina dapat memperburuk perpecahan politik di dalam negeri. Banyak pihak dalam komunitas internasional juga menganggap bahwa langkah Inggris ini justru semakin memperburuk konflik dan menghambat upaya perdamaian.

Starmer juga mengungkapkan bahwa dia akan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump dalam beberapa hari ke depan dan menyatakan bahwa Inggris dapat memainkan peran unik dalam memastikan kerja sama erat antara Eropa dan AS.

Dia menegaskan bahwa,: “dukungan AS tetap sangat penting. Jaminan keamanan dari AS sangat menentukan bagi perdamaian jangka panjang, karena hanya AS yang dapat mencegah Putin melakukan serangan kembali.”

Setelah pertemuan darurat pemimpin Eropa, Starmer dijadwalkan mengunjungi Washington pada akhir Februari untuk bertemu dengan Trump dan mendiskusikan kesepakatan yang mungkin dicapai dalam pertemuan tersebut.

“Ingin Memicu Perang Dunia Ketiga”

Pada 2023, Menteri Pertahanan Inggris Grant Shapps pernah mengusulkan pengiriman pasukan ke Ukraina untuk melatih tentara Ukraina. Usulan ini memicu reaksi keras dari Rusia, dengan Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev menuduh Inggris berusaha memicu Perang Dunia Ketiga.

Secara geopolitik, Ukraina merupakan wilayah penyangga antara Rusia dan Eropa. Langkah Inggris mengirim pasukan dapat meningkatkan ketegangan militer NATO terhadap Rusia, sehingga Rusia mungkin akan meningkatkan kekuatan militernya di perbatasan. Hal ini bisa memicu perlombaan senjata baru di Eropa.

Pernyataan Starmer mengenai pengiriman pasukan juga memberi tekanan kepada negara-negara Eropa lainnya, terutama Jerman, yang masih ragu dalam isu ini. Para pemimpin negara seperti Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, Belanda, Denmark, serta Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte diperkirakan akan menghadiri pertemuan di Paris.

Starmer menekankan bahwa dalam isu keamanan, Eropa dan AS harus terus bekerja sama secara erat, dan Inggris dapat memainkan peran unik dalam hal ini. Dia juga menyoroti bahwa dalam pertemuan Kelompok Kontak Pertahanan Ukraina baru-baru ini, untuk pertama kalinya negara di luar AS menjadi tuan rumah, yaitu Inggris.

Lord Dannatt, mantan Kepala Staf Angkatan Darat Inggris (2006-2009), mengatakan kepada BBC bahwa Inggris mungkin perlu mengerahkan hingga 40.000 tentara ke Ukraina untuk menjalankan misi penjaga perdamaian, tetapi jumlah ini belum dapat dikumpulkan. Dia juga menyatakan bahwa pasukan penjaga perdamaian idealnya harus terdiri dari sekitar 100.000 personel, dan Inggris akan menyumbang sebagian besar dari jumlah tersebut, meskipun ini sulit diwujudkan.

Starmer juga menekankan bahwa negara-negara Eropa harus meningkatkan anggaran pertahanan dan memainkan peran lebih besar di NATO. Saat ini, negara-negara NATO di luar AS telah meningkatkan anggaran pertahanan mereka hingga 20% dalam setahun terakhir, tetapi masih perlu ditingkatkan lebih lanjut.

Inggris berencana menaikkan anggaran pertahanan dari 2,3% menjadi 2,5% dari PDB, tetapi belum ada jadwal pasti untuk pencapaian target ini. Sementara itu, Trump meminta negara-negara NATO mengalokasikan 5% dari PDB mereka untuk pertahanan, sedangkan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengusulkan angka lebih dari 3%.

Zelensky Menolak Kesepakatan Trump Mengenai Sumber Daya Mineral Ukraina

Pada 15 Februari, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi bahwa Ukraina menolak menandatangani perjanjian pertukaran sumber daya mineral dengan AS. Proposal tersebut memberikan kendali atas 50% sumber daya mineral langka Ukraina kepada AS sebagai imbalan atas jaminan keamanan dari Washington. Zelenskyy menolak karena menganggap perjanjian ini tidak sesuai dengan kepentingan nasional Ukraina.

Sementara itu, Trump dan Putin telah menyepakati negosiasi untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina. Pejabat dari kedua negara dijadwalkan bertemu di Arab Saudi dalam waktu dekat untuk membahas proses perdamaian.

Menurut Bloomberg, pemerintahan Trump berharap Ukraina dan Rusia dapat mencapai kesepakatan gencatan senjata sebelum 20 April, bertepatan dengan perayaan Paskah. Namun, beberapa sumber memperkirakan bahwa gencatan senjata baru mungkin akan terjadi di akhir tahun ini, bukan sebelum Paskah.

Di sisi lain, menurut pejabat yang mengetahui situasi terkait, rencana anggaran pertahanan yang sedang dirancang oleh Eropa akan diumumkan setelah pemilu Jerman pada 23 Februari untuk menghindari kontroversi.

Menurut laporan Kyiv Independent, pertemuan darurat para pemimpin Eropa kemungkinan akan membahas pengiriman pasukan Eropa ke Ukraina.

Saat ini, komunitas internasional umumnya menaruh harapan pada Donald Trump untuk menyelesaikan perang Rusia-Ukraina melalui perundingan damai. Komunikasi yang berlangsung antara Amerika Serikat dan Rusia baru-baru ini juga memberikan secercah harapan bagi penyelesaian konflik secara damai. Namun, pernyataan Perdana Menteri Inggris pada saat yang sensitif ini dapat dianggap sebagai tindakan yang mengganggu proses perdamaian, berpotensi merusak citra dan reputasi Inggris di kancah internasional.(jhn/yn)

Insiden Desak-desakan di Stasiun Kereta Api New Delhi yang Menewaskan 18 Orang

EtIndonesia. Pada Sabtu (15 Februari) malam, terjadi insiden desak-desakan di Stasiun Kereta New Delhi, ibu kota India, yang mengakibatkan setidaknya 18 orang tewas.

Kejadian ini berlangsung di jembatan penyeberangan stasiun, saat ribuan penumpang sedang menunggu kereta menuju kota Prayagraj di India utara untuk menghadiri festival keagamaan Kumbh Mela.

Salah satu penyebab tragedi ini adalah pengumuman stasiun yang menginformasikan perubahan peron keberangkatan, sehingga membuat para penumpang kebingungan dan berdesakan. Dalam kepanikan, beberapa orang tergelincir dan terjatuh, lalu terinjak-injak oleh kerumunan yang semakin padat. Akibatnya, sedikitnya 18 orang tewas, termasuk 14 perempuan.

Seorang keluarga korban, Sheela Devi, mengungkapkan: “Kami awalnya berada di Peron 12, lalu pengumuman stasiun mengatakan bahwa kereta pindah ke Peron 14. Saat itulah insiden desak-desakan terjadi, dan menantu perempuan saya kehilangan nyawanya.”

Perdana Menteri India Narendra Modi menulis di media sosial X: “Hati saya bersama semua keluarga yang kehilangan orang terkasih. Saya berdoa agar para korban luka segera pulih. Pihak berwenang sedang memberikan bantuan kepada semua yang terdampak tragedi ini.”

Menteri Perkeretaapian India, Ashwini Vaishnaw, telah memerintahkan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan ini. (Hui)

Sumber : NTDTV.com 

Konferensi Keamanan Munich Sudah Tidak Diperlukan Lagi? Ketua Sayap Kiri Menangis di Panggung: Nilai-Nilai Eropa dan AS Tidak Lagi Sejalan

Etindonesia. Konferensi Keamanan Munich 2025 yang berlangsung selama tiga hari secara resmi berakhir pada tanggal 16 waktu setempat. Selama pertemuan ini, dunia, khususnya Eropa, mengalami perubahan besar dalam dinamika geopolitiknya. Ketua konferensi, Christoph Heusgen, bahkan menangis dalam pidato penutupnya, mengungkapkan kesedihannya atas perbedaan yang semakin melebar antara nilai-nilai yang dianut oleh Amerika Serikat dan Eropa.

Banyak netizen juga menyatakan keprihatinan bahwa dalam satu bulan sejak Donald Trump kembali menjabat sebagai Presiden AS, lanskap politik global telah berubah secara drastis.

Seorang pengguna X dengan akun rainbow7852 membagikan video pidato Heusgen dalam acara penutupan Konferensi Keamanan Munich 2025. Dalam pidato tersebut, Heusgen mengingatkan bahwa tujuan awal konferensi ini adalah untuk mempererat hubungan antara AS dan negara-negara Eropa. Namun, sejak Wakil Presiden AS JD. Vance menyampaikan pidatonya dalam forum tersebut, Heusgen mengaku telah menyadari bahwa nilai-nilai bersama yang dulu menyatukan negara-negara peserta kini telah berubah secara signifikan dan hampir tidak lagi kompatibel.

“Nilai-nilai ini tidak lagi sekental dulu,” ujar Heusgen dalam pidatonya.

Menurut rainbow7852, selama pidato penutupan, Heusgen begitu emosional hingga meneteskan air mata karena merasa marah, tak berdaya, dan sedih. Bahkan, pidatonya sempat terganggu karena suaranya tersendat. Namun demikian, pandangannya mengenai masa depan dunia tetap mendapat dukungan dari para delegasi Eropa yang hadir. Banyak dari mereka memberikan tepuk tangan sambil berdiri sebagai tanda penghormatan kepadanya.

Setelah konferensi berakhir, Heusgen juga menyampaikan pandangan kerasnya dalam wawancara dengan wartawan. Dia menyebut AS tampaknya “hidup di planet yang berbeda” dibandingkan dengan negara-negara lain dan menyebut hasil konferensi ini sebagai “sebuah mimpi buruk.”

Meskipun banyak yang mendukung pernyataan Heusgen, beberapa netizen justru memiliki pandangan yang bertolak belakang.

Beberapa pengguna media sosial mengkritik respons emosional Heusgen, dengan menyebut bahwa sejak awal perang Rusia-Ukraina, banyak negara Eropa tetap berbisnis dengan Rusia sambil berpura-pura mendukung AS.

“Selama hampir tiga tahun, Eropa tetap diam-diam membeli gas alam dari Rusia meskipun mereka mengklaim mendukung Ukraina. Sekarang, ketika AS berubah sikap dengan cepat, mereka baru menangis. Di mana tangisan mereka ketika membeli gas dari Rusia?” komentar salah satu netizen.

Selain itu, beberapa orang juga mengkritik kebijakan Eropa di masa lalu, terutama terkait Perjanjian Minsk 2014 yang disaksikan oleh mantan Kanselir Jerman Angela Merkel. Mereka mengklaim bahwa perjanjian tersebut adalah tindakan “akomodatif” terhadap Rusia yang mengorbankan kepentingan Ukraina.

“Air mata Heusgen hanyalah air mata buaya,” tulis salah satu pengguna media sosial, menuduh bahwa kesedihan yang ditunjukkan dalam pidatonya hanyalah sebuah sandiwara politik.

Dengan semakin lebarnya jurang perbedaan antara AS dan Eropa dalam kebijakan luar negeri serta geopolitik, banyak pihak mulai mempertanyakan apakah Konferensi Keamanan Munich masih memiliki relevansi atau tidak. Apakah konferensi ini masih bisa menjadi wadah efektif untuk menyatukan Barat, atau justru menjadi panggung perpecahan yang semakin nyata? (jhn/yn)

Masalah Besar Iran Harus segera Diselesaikan! Netanyahu Bersumpah akan Menuntaskan Misinya dengan Dukungan Trump

EtIndonesia. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan tekadnya pada Minggu lalu bahwa dengan dukungan dari Presiden AS,  Donald Trump, Israel akan menyelesaikan misinya terhadap Iran. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang sedang berkunjung ke Israel, juga menekankan bahwa Iran adalah “masalah besar” yang harus segera diselesaikan.

Menurut laporan CNN pada 17 Februari, Netanyahu menyatakan bahwa dalam 16 bulan terakhir, Israel telah memberikan pukulan telak terhadap “poros teror Iran”. dia menegaskan bahwa dengan kepemimpinan Trump yang kuat, Israel akan mampu menuntaskan misinya dalam menghadapi ancaman Iran.

Rubio juga menambahkan bahwa Iran berada di balik berbagai kelompok dan konflik di Timur Tengah, termasuk Hamas, Hizbullah, kekerasan di Tepi Barat, krisis di Suriah, serta milisi di Irak. Dia menegaskan bahwa “masalah Iran” harus segera diatasi.

Sumber yang mengetahui situasi ini mengungkapkan bahwa badan intelijen AS baru-baru ini memperingatkan, Israel kemungkinan besar akan berusaha menyerang fasilitas utama dalam program nuklir Iran tahun ini.

Namun, langkah Israel ini bertolak belakang dengan strategi Trump, yang saat ini ingin mencapai kesepakatan damai dengan Teheran. Peringatan intelijen AS menyoroti bahwa serangan besar-besaran terhadap fasilitas nuklir Iran dapat meningkatkan risiko pecahnya perang skala besar di Timur Tengah.

Laporan intelijen lainnya juga menyebutkan bahwa Israel masih berupaya mencapai tujuan yang lebih luas, yaitu menggulingkan rezim di Iran. Netanyahu mengatakan bahwa dia memiliki strategi yang sejalan dengan Trump dalam menangani situasi di Gaza dan masa depannya. Dia bahkan memperingatkan bahwa jika para sandera yang ditahan oleh Hamas tidak dibebaskan, maka Israel akan “membuka pintu neraka.” 

Di sisi lain, Trump bulan ini mengusulkan agar AS mengambil alih kendali penuh atas Jalur Gaza dan secara permanen menyingkirkan warga Palestina dari wilayah tersebut. Usulan ini memicu protes keras di berbagai belahan dunia.

Netanyahu mengungkapkan bahwa dia telah mengetahui rencana Trump tersebut sebelum diumumkan ke publik. Ia menegaskan bahwa rencana tersebut adalah “satu-satunya solusi yang masuk akal” untuk memastikan masa depan yang lebih baik bagi warga Gaza dan Israel.(jhn/yn)

Drama Diplomasi: Trump Bertemu Putin, Eropa Ditinggalkan, dan Rencana Besar Gaza Menghebohkan!

EtIndonesia. Washington dan Eropa berada di persimpangan kritis, di mana langkah-langkah diplomatik baru mengguncang tatanan keamanan regional dan global.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara langsung mengadakan pembicaraan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, serta menginstruksikan untuk segera memulai dialog terkait konflik di Ukraina. Langkah berani ini mengejutkan banyak pemimpin Eropa, terutama setelah Amerika menegaskan bahwa benua tersebut tidak akan dilibatkan dalam negosiasi perdamaian antara Rusia dan Ukraina.

Pertemuan Darurat Para Pemimpin Eropa

Menanggapi situasi yang kian memanas, Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, mengonfirmasi bahwa para pemimpin utama negara-negara Eropa berkumpul dalam pertemuan darurat pada 17 Februari 2025 di Paris. Agenda pertemuan tersebut mencakup pembahasan perang Rusia-Ukraina serta isu-isu keamanan di Eropa. Tak hanya itu, Perdana Menteri Inggris juga secara terbuka menyatakan kemungkinan penempatan pasukan Inggris di Ukraina, disertai komitmen pendanaan puluhan miliar poundsterling setiap tahun.

Pada 15 Februari, utusan khusus untuk Ukraina yang ditunjuk oleh Trump, Keith Kellogg, menyatakan bahwa Eropa tidak akan mendapatkan posisi dalam negosiasi perdamaian. Isolasi Eropa semakin nyata ketika, pada 16 Februari, dalam sebuah wawancara dengan Radio Internasional Prancis, Barrot menegaskan kehadiran para pemimpin dari negara-negara besar seperti Presiden Emmanuel Macron (Prancis), mantan Kanselir Angela Merkel (Jerman), serta pemimpin dari Inggris, Italia, Polandia, Spanyol, Belanda, dan Denmark. Selain itu, perwakilan penting dari Uni Eropa dan NATO, termasuk Ketua Komisi Eksekutif Uni Eropa Ursula von der Leyen, Ketua Dewan Uni Eropa Costa, dan Sekretaris Jenderal NATO Stoltenberg, dijadwalkan hadir. Media Inggris juga melaporkan kemungkinan kehadiran Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer.

Kritik dari Washington dan Pergeseran Fokus ke Asia

Dalam pidato di akhir Konferensi Keamanan di Munich, Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, mengkritik Eropa karena dianggap tidak menghargai kebebasan berpendapat dan enggan bekerja sama dengan partai politik sayap kanan ekstrem. Pemerintahan baru di Washington pun memberikan peringatan keras kepada sekutu NATO bahwa Eropa tidak lagi menjadi prioritas keamanan utama bagi Amerika. Fokus strategis Amerika yang kini bergeser ke Tiongkok menandakan kemungkinan penugasan ulang pasukan ke wilayah lain sebagai antisipasi atas berbagai skenario global.

Kekhawatiran pun melanda sejumlah negara Eropa. Terdapat dugaan bahwa Presiden Putin akan mengulangi tuntutannya, yang sebelumnya diungkap sebelum agresi pada tahun 2022, terkait operasi pasukan NATO di Eropa Timur dan intervensi Amerika di benua tersebut.

Menurut laporan dari Daily Telegraph, Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengumumkan komitmen untuk menyediakan 3 miliar poundsterling setiap tahun kepada Ukraina hingga 2030, serta penempatan pasukan darat Inggris ke Ukraina. Pimpinan militer Inggris memperkirakan perlunya sekitar 100.000 pasukan, meskipun ada keraguan mengenai kesiapan rekrutmen. Para jenderal juga mendesak peningkatan belanja pertahanan karena sumber daya militer Inggris dianggap belum memadai.

Seruan untuk Mandiri: Pidato Presiden Zelenskyy dan Respons Eropa

Pada 15 Februari 2025, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menyampaikan pidato tegas yang menyerukan pembentukan pasukan bersenjata Eropa. Dia memperingatkan bahwa era dukungan jangka panjang Amerika kepada Eropa telah usai. Sementara itu, menurut laporan dari Politico News, pernyataan dari pejabat Trump di Eropa menandakan bahwa hubungan Amerika-Eropa tengah mengalami perpecahan. 

Mantan Duta Besar Jerman untuk Amerika, Wolfgang Isengart, menilai bahwa para pemimpin Eropa harus belajar untuk mandiri dan mengakui tanggung jawab atas krisis yang tengah melanda Uni Eropa. 

Isengart menambahkan: “Mungkin Eropa harus mengalami pukulan agar bisa lebih proaktif dan mandiri.”

Analisis dari The Guardian menyoroti bahwa perbedaan pandangan antara Eropa dan pemerintahan Trump tidak hanya terkait isu Rusia, melainkan juga menyangkut perbedaan mendasar dalam nilai dan demokrasi. Kini, para pejabat Eropa tidak lagi dapat menyembunyikan perbedaan strategis mereka dengan kebijakan pemerintah Trump.

Diplomasi di Timur Tengah: Trump, Rubio, dan Visi Gaza

Pada 16 Februari 2025, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, mengadakan pertemuan di Yerusalem dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk mengonfirmasi visi Trump terhadap Gaza dan sikapnya terhadap kelompok Hamas. Dalam pertemuan tersebut, Rubio dan Netanyahu juga menyepakati posisi bersama terkait Iran.

Pertemuan tersebut berlangsung intensif, dimulai dengan diskusi satu lawan satu antara Rubio dan Netanyahu, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan yang lebih luas yang juga dihadiri oleh Presiden Israel, Isaac Herzog. Netanyahu menyampaikan apresiasi atas bantuan Presiden Trump yang mendorong Hamas untuk melepaskan tiga sandera di Gaza pada 15 Februari, serta atas dukungan tegas Rubio terhadap kebijakan Israel di wilayah Gaza. 

Netanyahu menyatakan : “Saya dan Rubio, bersama staf kami, membahas banyak isu secara konstruktif, dengan Iran menjadi topik paling penting.”

Rubio menegaskan bahwa di balik setiap aksi kekerasan dan gangguan stabilitas yang mengancam perdamaian di wilayah tersebut, terdapat peran manipulatif Iran. 

Da menambahkan: “Amerika Serikat tidak akan pernah membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.” 

Dalam konferensi pers, Rubio menyatakan bahwa Presiden Trump telah secara tegas menuntut pembebasan sandera di Gaza, dengan ancaman serangan yang sangat menghancurkan jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi. Selain itu, sikap tegas Amerika terhadap Hamas ditegaskan dengan pernyataan bahwa kelompok tersebut tidak boleh terus beroperasi sebagai kekuatan pemerintahan atau militer dan harus diberantas.

Visi ambisius Trump untuk mengubah Gaza juga menjadi topik hangat. Pada 11 Februari, dalam pertemuan di Gedung Putih bersama Raja Abdullah dari Yordania, Trump menyatakan hak Amerika Serikat untuk mengambil alih Gaza, dengan harapan kawasan tersebut dapat dikembangkan menjadi resor dan pusat bisnis yang menguntungkan. Diskusi antara Netanyahu dan Rubio pun mencerminkan upaya bersama untuk mewujudkan visi tersebut.

Kesimpulan

Dengan dinamika geopolitik yang terus berubah, langkah-langkah diplomatik yang diambil oleh Washington, Eropa, dan Timur Tengah menunjukkan betapa kompleksnya tantangan keamanan global saat ini. Sementara Eropa berupaya menegaskan kemandirian dalam menghadapi pergeseran kebijakan Amerika, Washington tampak memfokuskan strateginya pada kekuatan baru di Asia dan pengendalian pengaruh Iran di Timur Tengah. Semua pihak kini berada di persimpangan penting yang menentukan arah masa depan keamanan dan stabilitas regional serta global.

Mengapa Kolesterol dalam Makanan Bukan Musuh

Penelitian menunjukkan bahwa kolesterol dalam makanan memiliki sedikit dampak terhadap kadar kolesterol dalam darah. Jadi, apa yang sebenarnya memengaruhinya?

Zena le Roux

Meskipun kolesterol selama ini disalahkan sebagai penyebab penyakit jantung dan banyak orang disarankan untuk menghindari telur serta lemak hewani, kenyataannya kolesterol memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Kolesterol membantu menstabilkan membran sel, mendukung produksi hormon steroid seperti kortisol, testosteron, dan estrogen, serta berperan dalam proses penyembuhan alami tubuh. Selain itu, kolesterol membantu produksi vitamin D saat kulit terpapar sinar matahari, melawan peradangan, dan melindungi saraf.

Namun, masalah sebenarnya mungkin bukan pada makanan yang kita konsumsi, melainkan bagaimana tubuh memproses dan mengelola kolesterol.

Memahami Kolesterol

“Kolesterol itu sendiri tidak berbahaya; masalah muncul ketika kolesterol LDL mengalami oksidasi,” kata Jodi Duval, seorang dokter naturopati dan pemilik Revital Health, kepada The Epoch Times.

LDL (low-density lipoprotein), yang sering disebut sebagai “kolesterol jahat”, diproduksi oleh hati dan dikirim ke bagian tubuh yang membutuhkan perbaikan. LDL berfungsi sebagai agen penyembuhan dan bahan dasar regenerasi sel. Namun, ketika LDL mengalami oksidasi, ia menjadi berbahaya.

Kolesterol menjadi teroksidasi saat berinteraksi dengan oksigen. Proses ini melibatkan spesies oksigen reaktif (ROS) atau radikal bebas yang merusak partikel LDL, membuatnya berbahaya. LDL yang teroksidasi memicu peradangan dan penumpukan plak di arteri, yang berkontribusi terhadap aterosklerosis—penyebab utama penyakit jantung.

Menurut Duval, kadar kolesterol harus dikelola dalam konteks sindrom metabolik, resistensi insulin, atau faktor risiko kardiovaskular lainnya.

Perlu diingat bahwa kolesterol bukan hanya satu angka; ia hadir dalam berbagai bentuk, termasuk LDL dan high-density lipoprotein (HDL). HDL dikenal sebagai “kolesterol baik” karena membantu mengeluarkan kelebihan kolesterol dari aliran darah dan mengangkutnya ke hati untuk diproses.

Pola Makan dan Kolesterol dalam Darah

Kolesterol dalam makanan telah diperdebatkan sejak tahun 1960-an, ketika pedoman pertama kali merekomendasikan pembatasan asupan kolesterol.

Namun, penelitian pada akhir 1990-an menantang nasihat ini dengan menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kolesterol dalam makanan dan kadar kolesterol dalam darah. Ketika asupan kolesterol meningkat, tubuh mengimbanginya dengan mengurangi penyerapannya dan menurunkan produksinya sendiri, dengan hati berperan sebagai pusat pengatur keseimbangan ini. Mekanisme ini menunjukkan bahwa pola makan saja bukanlah faktor utama yang memengaruhi kadar kolesterol dalam darah.

“Bagi kebanyakan orang, jumlah kolesterol yang dikonsumsi hanya memiliki dampak kecil terhadap jumlah kolesterol yang beredar dalam aliran darah,” kata Dr. Garrett Garner, seorang dokter kandungan dan direktur medis di SimpleFix, sebuah platform farmasi daring.

Dalam satu studi kasus, seorang pria berusia 88 tahun mengonsumsi 25 butir telur per hari (sekitar 4.500 miligram kolesterol), tetapi tetap memiliki kadar kolesterol darah yang normal dan tidak mengalami aterosklerosis yang signifikan. Tubuhnya beradaptasi dengan mengurangi penyerapan kolesterol, meningkatkan produksi asam empedu (senyawa yang membantu pencernaan lemak), dan menurunkan produksi kolesterolnya sendiri.

Meskipun ini merupakan kasus ekstrem dan tidak berlaku untuk kebanyakan orang, sebuah studi pada April 2024 meneliti efek konsumsi lebih dari 12 butir telur yang diperkaya per minggu dibandingkan dengan kurang dari dua butir per minggu. Studi ini melibatkan 140 peserta yang memiliki atau berisiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular. Setelah empat bulan, hasil penelitian tidak menunjukkan perbedaan dalam kadar LDL, HDL, atau indikator utama kesehatan kardiovaskular lainnya antara kedua kelompok.

Peran Utama Hati

Karena pola makan memiliki peran yang lebih kecil dalam pengelolaan kolesterol dibandingkan yang diyakini sebelumnya, penting untuk fokus pada kemampuan hati dalam mengatur kadar kolesterol.

“Jika Anda memiliki masalah kolesterol, itu biasanya terkait dengan seberapa cepat hati memproduksi atau menghilangkan kolesterol dari aliran darah,” kata Dr. Gabrielle Lyon, seorang dokter keluarga bersertifikat, kepada The Epoch Times.

Hati adalah organ utama yang mengendalikan kolesterol dan berperan penting dalam menjaga keseimbangan kadar kolesterol.

Namun, proses ini dipengaruhi oleh faktor genetik, pola makan, gaya hidup, dan kondisi kesehatan yang mendasarinya, sehingga pengelolaan kolesterol menjadi isu yang kompleks, tambah Lyon.

Daripada hanya berfokus pada penurunan kadar kolesterol, lebih penting untuk menangani penyebab yang mendasarinya.

Mengonsumsi makanan tinggi kolesterol tidak secara signifikan meningkatkan kadar kolesterol darah karena hati akan menyesuaikan produksinya. Namun, pola makan tetap penting, terutama dalam mengelola peradangan. Peradangan kronis dapat mengganggu kemampuan hati dalam mengatur kolesterol, sehingga pola makan anti-inflamasi dapat membantu memulihkan keseimbangan.

Menangani Akar Permasalahan

Menurut Duval, tiga strategi utama berikut dapat membantu mengatasi ketidakseimbangan kolesterol:

  1. Mengurangi Peradangan Peradangan yang tinggi menyebabkan hati melepaskan lebih banyak LDL ke jaringan yang rusak. Untuk mengurangi peradangan sistemik, konsumsi makanan anti-inflamasi yang kaya akan lemak omega-3 (misalnya ikan berlemak dan biji rami) serta antioksidan (misalnya buah beri, kunyit, dan teh hijau). Hindari makanan yang memicu peradangan seperti gula rafinasi, lemak trans, dan makanan ultra-proses.
  2. Meningkatkan Fungsi Hati Memastikan hati berfungsi optimal akan mendukung kemampuannya dalam mengatur kadar kolesterol dengan efektif. Suplemen berikut dapat mendukung fungsi hati:
    • Milk thistle membantu detoksifikasi hati dan mengurangi stres oksidatif.
    • Kurkumin mengurangi peradangan hati dan meningkatkan aliran empedu.
    • N-acetylcysteine (NAC) meningkatkan kadar glutathione, antioksidan utama hati.
  3. Menerapkan Gaya Hidup Sehat Mengontrol kadar kolesterol juga memerlukan aktivitas fisik yang teratur dan kebiasaan sehat lainnya, seperti:
    • Berolahraga secara rutin untuk meningkatkan metabolisme lemak di hati dan meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik).
    • Mengonsumsi cukup air untuk mendukung produksi empedu dan ekskresi kolesterol.
    • Mengelola stres untuk menurunkan kadar kortisol, yang dapat memicu peradangan, mengubah metabolisme lemak, dan mengganggu keseimbangan kolesterol.
    • Menghindari merokok untuk mengurangi stres oksidatif dan peradangan yang berkontribusi pada ketidakseimbangan kolesterol.
    • Memperhatikan faktor genetik, karena dapat memengaruhi metabolisme kolesterol dan memerlukan pendekatan manajemen yang lebih personal.

Daripada menghindari telur dan lemak hewani, pendekatan makan yang seimbang memungkinkan tubuh mengatur kolesterol secara alami. Ini berarti memprioritaskan makanan padat nutrisi sambil menghindari konsumsi berlebihan dari satu kelompok makanan tertentu. Pada saat yang sama, menangani faktor-faktor yang mendasari—seperti peradangan dan fungsi hati—akan membantu tubuh mengelola kolesterol dengan lebih efektif.

Menlu AS : Ketika Pembicaraan Damai Berlanjut, Ukraina dan Eropa Akan Dilibatkan dalam Negosiasi

Etindonesia. Para pemimpin Eropa akan mengadakan pertemuan darurat mengenai Ukraina sementara para pemimpin Amerika Serikat dan Rusia bertemu di Arab Saudi untuk membahas perang Rusia–Ukraina.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada  Minggu mengatakan bahwa proses negosiasi untuk mengakhiri perang di Ukraina belum benar-benar dimulai, jika pembicaraan berlanjut, Ukraina dan negara-negara Eropa lainnya akan dilibatkan.

Pada 16 Februari, pemerintah Prancis menyatakan akan menjadi tuan rumah pertemuan para pemimpin Eropa pada 17 Februari untuk membahas perang Rusia–Ukraina dan keamanan Eropa. Ini terjadi setelah pensiunan Letnan Jenderal Keith Kellogg, utusan khusus Trump untuk Ukraina dan Rusia, tidak melibatkan Eropa dalam negosiasi mengenai masa depan Ukraina setelah bertahun-tahun berperang dengan Rusia.

Rubio meredakan kekhawatiran Eropa tentang kemungkinan dikecualikan dari pembicaraan awal antara Rusia dan Amerika Serikat, yang dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi dalam beberapa hari mendatang.

Kremlin pada  Minggu menyatakan bahwa makna penting dari panggilan telepon antara Putin dan Trump adalah bahwa sekarang Rusia dan Amerika Serikat akan berbicara tentang perdamaian, bukan perang.

“Ini adalah sinyal kuat bahwa sekarang kita akan mencoba menyelesaikan masalah melalui dialog,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada reporter TV Kremlin, Pavel Zarubin, dalam sebuah klip yang dirilis pada  Minggu. “Sekarang kita akan berbicara tentang perdamaian, bukan perang.”

Utusan Timur Tengah AS Steve Witkoff dan penasihat keamanan nasional Mike Waltz dijadwalkan berangkat ke Arab Saudi pada Minggu malam, kata Witkoff dalam wawancara dengan Fox News.

Rubio mencatat bahwa ia memang sudah memiliki jadwal perjalanan resmi ke Arab Saudi sebelumnya. Sementara itu, komposisi delegasi Rusia belum ditentukan.

Presiden Prancis Emmanuel Macron akan menjadi tuan rumah pertemuan darurat para pemimpin Eropa pada  Senin untuk membahas perang di Ukraina.

Kepresidenan Prancis pada  Minggu mengatakan bahwa Macron menyerukan “pembicaraan konsultasi” yang akan membahas perubahan pendekatan AS terhadap Ukraina serta risiko yang terkait terhadap keamanan benua Eropa.

Menurut enam diplomat Eropa, Macron telah mengundang setidaknya Inggris, Jerman, Polandia, Italia, Denmark (yang mewakili negara-negara Baltik dan Skandinavia), kepemimpinan Uni Eropa, serta Sekretaris Jenderal NATO. Mereka mengatakan tujuan pertemuan tersebut adalah untuk membahas bantuan langsung yang dapat diberikan kepada Ukraina serta peran Eropa dalam memberikan jaminan keamanan bagi Kyiv dan kawasan Eropa secara keseluruhan.

Pemerintahan Trump mendorong sekutu Eropa di NATO untuk mengambil peran utama dalam menjamin keamanan kawasan, karena Amerika Serikat memprioritaskan keamanan perbatasan dan menghadapi pengaruh politik serta militer dari Tiongkok.

Sehari sebelumnya, utusan Trump untuk Ukraina mengatakan bahwa Eropa tidak akan dimasukkan dalam pembicaraan damai untuk Ukraina, tetapi itu tidak berarti bahwa “kepentingan mereka tidak dipertimbangkan, digunakan, atau dikembangkan.”

Dalam konferensi keamanan global di Munich, Kellogg mengatakan bahwa Amerika Serikat akan bertindak sebagai perantara dalam pembicaraan antara Ukraina dan Rusia.

“Saya berasal dari aliran realisme,” kata Kellogg mengenai kemungkinan Eropa mendapatkan tempat dalam negosiasi. “Saya rasa itu tidak akan terjadi.”

Beberapa pemimpin Eropa menolak kemungkinan dikecualikan.

“Tidak ada cara di mana kita dapat mengadakan diskusi atau negosiasi tentang Ukraina, masa depan Ukraina, atau struktur keamanan Eropa tanpa keterlibatan orang-orang Eropa,” kata Presiden Finlandia Alexander Stubb kepada wartawan di Munich.

“Tapi ini berarti bahwa Eropa harus mulai bertindak. Eropa harus lebih sedikit berbicara dan lebih banyak bertindak.”

Kuesioner yang dikirimkan Kellogg kepada negara-negara Eropa “akan memaksa Eropa untuk berpikir,” kata Stubb.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mendesak negara-negara Eropa untuk terlibat.

“Dan kepada teman-teman saya di Eropa, saya ingin mengatakan: ikutlah dalam debat ini, bukan dengan mengeluh apakah kalian akan diundang atau tidak ke meja perundingan, tetapi dengan memberikan proposal konkret, ide-ide, serta meningkatkan anggaran pertahanan,” katanya.

Kellogg mengatakan bahwa konsesi wilayah dari Rusia dan cara menargetkan pendapatan minyaknya dapat menjadi bahan diskusi dalam upaya mengakhiri perang antara Rusia dan Ukraina.

“Rusia pada dasarnya adalah negara petro,” katanya, menambahkan bahwa Barat perlu berbuat lebih banyak untuk menegakkan sanksi terhadap Rusia secara efektif.

Pejabat AS dan Rusia akan bertemu di Arab Saudi dalam beberapa hari mendatang untuk melanjutkan pembicaraan damai, menurut anggota Kongres AS Michael McCaul. Setelah bertemu dengan Wakil Presiden AS JD Vance di Jerman pada 14 Februari, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa negaranya tidak diundang ke pembicaraan di Arab Saudi dan bahwa Kyiv akan berkonsultasi dengan mitra strategisnya sebelum berdialog dengan Rusia.

Rubio, Waltz, dan Witkoff akan melakukan perjalanan ke Arab Saudi, kata McCaul. Pembicaraan ini bertujuan untuk mengatur pertemuan antara Trump, Putin, dan Zelenskyy guna “akhirnya membawa perdamaian dan mengakhiri konflik ini,” katanya.

Reuters berkontribusi dalam laporan ini.

Paus Fransiskus Dibawa ke Rumah Sakit karena  Bronkitis Setelah Kesulitan Berbicara

EtIndonesia —Paus Fransiskus dibawa ke rumah sakit pada Jumat lalu untuk melanjutkan pengobatan bronkitis yang sedang diidapnya, kata Vatikan, setelah dilaporkan mengalami kesulitan berbicara dalam salah satu pertemuannya di pagi hari.

“Paus Fransiskus dirawat di Policlinico Agostino Gemelli untuk menjalani beberapa tes diagnostik yang diperlukan dan melanjutkan perawatannya terhadap bronkitis, yang masih berlangsung, dalam lingkungan rumah sakit,” kata Vatikan dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan kantor berita Reuters.

Fransiskus, yang berusia 88 tahun, menjabat sebagai paus sejak 2013, telah beberapa kali mengalami influenza dan masalah kesehatan lainnya dalam dua tahun terakhir. Saat masih muda, ia menderita radang selaput paru-paru (pleuritis) dan harus menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-parunya. Dalam beberapa waktu terakhir, ia rentan terhadap infeksi paru-paru.

Awal bulan ini, Fransiskus mengatakan kepada para peziarah dalam audiensi mingguan bahwa ia menderita “flu yang cukup parah,” yang kemudian dijelaskan oleh Vatikan sebagai bronkitis.

Pada  Jumat, sebelum pergi ke rumah sakit, Paus mengadakan beberapa pertemuan, salah satunya dengan Mark Thompson, CEO saluran berita CNN. CNN melaporkan bahwa Paus “tetap sadar secara mental, tetapi mengalami kesulitan berbicara dalam waktu lama karena masalah pernapasan.”

Paus juga bertemu dengan Perdana Menteri Slovakia Robert Fico, Kardinal Luis Tagle, seorang pejabat senior Vatikan, serta dengan sebuah kelompok filantropi Katolik yang berbasis di Puerto Rico.

Video pertemuan Paus dengan Fico menunjukkan Fransiskus duduk di meja di kediamannya di Vatikan, tersenyum, dan berbicara dengan suara lembut.

Paus mengalami dua kali jatuh dalam beberapa bulan terakhir di kediamannya di Vatikan, menyebabkan memar di dagunya pada Desember dan cedera di lengannya pada Januari.

Meskipun menghadapi berbagai masalah kesehatan dan mobilitas yang berkurang, Fransiskus tetap menjalani jadwal yang padat, termasuk perjalanan ke luar negeri. Pada September, ia menyelesaikan tur selama 12 hari ke Asia Tenggara dan Oseania, yang menjadi perjalanan terpanjang dalam masa kepausannya.

Rumah sakit Gemelli di Roma, yang merupakan rumah sakit terbesar di kota itu, memiliki suite khusus untuk merawat para paus. Fransiskus menghabiskan sembilan hari di sana pada Juni 2023 ketika ia menjalani operasi untuk memperbaiki hernia perut.

Laporan oleh Joshua McElwee.

Pria di Taiwan Mengeluh Ada Darah dalam Urinenya, Dokter Menemukan Serpihan Makanan di Dalam Kandung Kemih

EtIndonesia. Seorang dokter di Taiwan terkejut saat menemukan serpihan makanan – termasuk telur, rumput laut, dan biji jagung – di dalam kandung kemih seorang pasien.

Pada tanggal 13 Februari, ahli urologi dr. Huang Weilun membagikan kasus yang tidak biasa tersebut di Facebook. Pasien tersebut telah mengunjungi kliniknya di Kaohsiung, Taiwan sebelum Tahun Baru Imlek, mengeluhkan hematuria (darah dalam urine).

Pasien tersebut menjalani sistoskopi–di mana sebuah alat tipis dan fleksibel dimasukkan ke dalam uretra–yang menunjukkan adanya serpihan makanan di dalam kandung kemihnya.

Menurut dr. Huang, pemeriksaan lebih lanjut mengungkapkan bahwa pasien tersebut menderita fistula kolon-vesikal, yaitu hubungan atau saluran abnormal antara kolon dan kandung kemih.

Dia menduga pasien tersebut mengalami sembelit jangka panjang, yang menyebabkan peradangan pada divertikulum kolon. Hal ini menyebabkan divertikulum kolon menempel pada kandung kemih, membentuk fistula yang memungkinkan feses dan materi yang tidak tercerna masuk ke saluran kemih.

Untuk menangani kondisi pasien, dr. Huang dan tim bedah kolorektal mengangkat dan memperbaiki kolon sigmoid pasien dan sebagian kandung kemihnya.

Karena fistula terletak sangat dekat dengan ureter kiri, tim harus menanamkannya kembali di tempat lain di kandung kemih.

Prosedur yang rumit ini memakan waktu enam jam untuk berhasil memisahkan jalur tinja dan urine.

Setelah kasus aneh tersebut, dr. Huang menekankan pentingnya kesehatan usus untuk fungsi sistem kemih secara keseluruhan.

Dia memperingatkan bahwa sembelit kronis tidak hanya memengaruhi pencernaan tetapi juga dapat menyebabkan komplikasi saluran kemih dan bahkan pembesaran prostat.

“Sembelit dan prostat saling terkait”, tulis dr. Huang dalam postingannya. (yn)

Sumber: mustsharenews

Bocah ‘Nakal’ di Tiongkok Telepon Polisi, Mengaku Telah Dirampok Setelah Ayah Menyimpan Uang Angpaonya

EtIndonesia. Seorang bocah lelaki di Tiongkok barat laut telah menghibur media sosial dengan menelepon polisi untuk melaporkan bahwa seorang “orang jahat”, yang ternyata adalah ayah bocah itu, telah merampok uang angpao Tahun Baru Imlek miliknya.

Merupakan praktik ritual di Tiongkok bahwa selama periode liburan Tahun Baru, kerabat yang sudah dewasa memberikan amplop merah atau angpao berisi uang tunai kepada anak di bawah umur untuk menyampaikan harapan baik bagi generasi muda.

Di banyak keluarga, hadiah dari kerabat tersebut disimpan oleh orangtua anak tersebut.

Pada awal Februari, polisi di Lanzhou, Provinsi Gansu, menerima telepon dari seorang bocah lelaki yang mengatakan: “Ada orang jahat di rumahku dan dia telah merampok uangku.”

Usia bocah yang tidak disebutkan namanya itu tidak diungkapkan dalam laporan oleh outlet berita The Paper.

Petugas yang menerima telepon itu juga mendengar suara seorang pria yang berteriak: “Dasar bocah nakal, kau menelepon polisi!”

Beberapa menit kemudian, ketika petugas tiba di rumah anak laki-laki itu, dia bersorak dan berkata sambil menunjuk ayahnya: “Paman Polisi, Anda datang begitu cepat. Tolong tangkap orang jahat ini segera.”

“Maaf, Kamerad Polisi. Anak saya tidak berpendidikan baik,” kata ayah anak laki-laki itu kepada petugas. “Saya tidak menyangka dia benar-benar akan menelepon polisi.”

Ayahnya menjelaskan bahwa anak laki-laki itu bertengkar dengannya tentang siapa yang harus menyimpan uang angpaonya.

Bocah itu menggunakan ponsel ayahnya untuk menelepon polisi.

Perselisihan mereka diselesaikan melalui mediasi polisi.

“Biarkan ayahmu menyimpan uang untukmu. Ketika kamu butuh uang, mintalah dia untuk memberimu dan mencatat semua pengeluaranmu, oke?” kata petugas kepada anak laki-laki itu.

Mereka menyarankan agar sang ayah memperbaiki metode pendidikannya.

Bocah laki-laki itu bukan satu-satunya anak di Tiongkok yang melaporkan orangtuanya ke polisi.

Pada bulan Januari, seorang anak laki-laki berusia 10 tahun di daerah otonomi Ningxia Hui di Tiongkok utara tengah menelepon polisi untuk melaporkan bahwa ayahnya menimbun kapsul opium di rumah setelah dia dimarahi karena tidak mengerjakan pekerjaan rumahnya.

Penggeledahan polisi di rumah mereka mengungkap narkotika ilegal yang menurut sang ayah dia simpan untuk keperluan pengobatan.

Pria itu dibawa untuk diinterogasi, tetapi nasibnya masih belum jelas. (yn)

Sumber: scmp

Gadis Berusia 1 Tahun di Tiongkok Menjalani Operasi Setelah Dokter Menemukan Janin di Otaknya

EtIndodnesia. Dokter di Tiongkok tidak punya pilihan selain melakukan operasi pada seorang balita ketika mereka menemukan janin di dalam otaknya.

Sebuah artikel yang diterbitkan dalam American Journal of Case Reports pada 21 Juni 2024 melaporkan kasus seorang gadis berusia satu tahun yang menderita fetus in fetu (FIF), atau janin parasit.

Menurut artikel tersebut, “malformasi langka” tersebut dapat ditemukan di tempat-tempat yang tidak biasa seperti tengkorak atau mulut.

Anak tersebut lahir melalui operasi caesar karena lingkar kepalanya yang besar, yang pertama kali diamati oleh dokter selama pemeriksaan pranatal sang ibu pada usia kehamilan 33 minggu.

Pada usia 12 bulan, lingkar kepala balita tersebut berukuran 56,6 cm.

Karena itu, dia mengalami kesulitan berdiri, berjalan, atau duduk sendiri dan hanya dapat memiringkan kepalanya sedikit.

Selain itu, kemampuan bicara anak perempuan itu lambat berkembang dan hanya bisa mengucapkan kata “ibu”. Dia juga tidak bisa mengendalikan isi perutnya.

Saat dokter melakukan pemindaian CT, mereka menemukan massa besar dengan struktur tulang internal di dalam otak anak perempuan itu.

Setelah menjalani tes tambahan, dokter memastikan bahwa ini adalah kasus FIF yang langka, di mana janin yang cacat berada di dalam tubuh kembarannya yang tumbuh normal.

Menurut International Society of Ultrasound in Obstetrics and Gynecology, FIF sangat langka dan hanya terjadi pada 1 dari 500.000 kelahiran hidup.

Setelah menjalani tes tambahan, dokter melakukan operasi bedah pada anak perempuan berusia satu tahun itu untuk mengangkat janin di dalam kepalanya.

Tim berhasil mengangkat janin yang telah tumbuh menjadi beberapa organ, termasuk tulang belakang, mata, mulut, dan lengan.

Namun, anak perempuan berusia satu tahun itu tidak pernah sadar kembali setelah operasi.

Dia menderita beberapa kali kejang yang digambarkan sebagai “sulit dikendalikan” dan meninggal 12 hari setelah operasi.

Dalam kasus serupa pada Oktober 2024, dokter menemukan dua bayi kembar di dalam perut seorang bayi perempuan berusia tiga hari di India.

Menurut Times of India, rumah sakit segera memulai prosedur untuk mengeluarkan bayi kembar tersebut demi menyelamatkan bayi perempuan tersebut tetapi tidak berhasil. (yn)

Sumber: mustsharenews