Dari Bom Mahal ke Serangan Cerdas! Cara Baru AS Lumpuhkan Iran

EtIndonesia. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran memasuki babak baru setelah Menteri Perang AS, Pete Hegseth, secara resmi memperkenalkan konsep operasi militer terbaru yang disebut sebagai “serangan dinamis” dalam konferensi pers di Pentagon, Selasa (31/3/2026).

Langkah ini dinilai para analis sebagai penanda bahwa militer Amerika telah beralih dari fase penghancuran infrastruktur statis Iran menuju tahap operasi yang lebih fleksibel, cepat, dan efisien berbasis intelijen real-time.


Konsep Baru: Target Bergerak, Serangan Fleksibel

Dalam penjelasannya, Hegseth mengungkapkan bahwa “target dinamis” adalah sasaran yang dapat berubah sewaktu-waktu selama misi berlangsung, mengikuti pembaruan intelijen terbaru di lapangan.

Target tersebut mencakup:

  • Peluncur rudal yang baru muncul
  • Pusat komando sementara
  • Konsentrasi pasukan yang bergerak

“Dalam satu malam terakhir saja, kami telah melaksanakan sekitar 200 serangan dinamis,” ujar Hegseth.

Perubahan ini menjadi lompatan besar dibandingkan strategi sebelumnya, di mana pilot hanya menyerang target yang telah ditentukan sebelum lepas landas. Kini, pilot dapat menerima perintah baru saat masih berada di udara, langsung dari pusat komando berdasarkan data terbaru.


Efisiensi Biaya: Dari Mahal ke Lebih Hemat

Perubahan strategi ini juga berdampak signifikan pada efisiensi biaya operasi militer.

Pada tahap awal perang:

  • AS menggunakan rudal Tomahawk
  • Biaya per unit: sekitar US$3,5 juta

Tahap berikutnya:

  • Menggunakan bom berpemandu presisi JDAM
  • Biaya per unit: sekitar US$80.000 – US$100.000

Kini, dalam fase serangan dinamis:

  • Digunakan bom berpemandu yang lebih ekonomis
  • Biaya: bahkan bisa di bawah US$80.000 per unit

Selain itu, satu pesawat kini mampu menghantam beberapa target dalam satu misi, yang secara drastis menekan biaya operasional harian.

Para pengamat menyimpulkan bahwa fase paling mahal dalam perang telah terlewati, dan sebagian besar target strategis utama Iran telah berhasil dilumpuhkan.


Trump Beri Sinyal Akhiri Operasi Militer

Di tengah perkembangan ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai memberikan indikasi akan mengakhiri keterlibatan militer AS di Iran.

Dalam pernyataan di Ruang Oval Gedung Putih pada Selasa, 31 Maret 2026, Trump mengatakan:

“Ada kemungkinan operasi ini akan selesai dalam 2 hingga 3 minggu ke depan, dan pasukan akan mulai ditarik.”

Namun, ia tidak memberikan rincian apakah akan ada operasi darat sebelum penarikan tersebut dilakukan.


Bocoran Tak Terduga dari Media Sosial

Di tengah ketatnya kerahasiaan militer, sebuah insiden tak terduga justru memicu spekulasi publik.

Seorang penampil klub dewasa bernama Charmy Daze, yang berbasis di San Diego, California, mengunggah video di TikTok kepada sekitar 900.000 pengikutnya. Dalam video tersebut, ia mengungkap bahwa banyak tentara muda AS yang sering datang ke klubnya menunjukkan perilaku berbeda.

Menurutnya:

  • Para tentara menghabiskan seluruh uang mereka
  • Mereka menyebut akan “dikerahkan minggu depan”
  • Suasana interaksi dipenuhi nuansa perpisahan emosional

San Diego sendiri merupakan pusat penting militer AS di Pantai Barat, yang mencakup:

  • Pangkalan Angkatan Laut San Diego
  • Pangkalan Coronado
  • Camp Pendleton

Menanggapi potensi kebocoran ini, pada 30 Maret 2026, seorang perwira Marinir AS bernama Dunlap memperingatkan melalui platform X agar para prajurit tidak membicarakan rencana penugasan kepada pihak luar, termasuk pekerja hiburan, karena berisiko menyebar di media sosial.


Iran: Kekuasaan Bergeser ke Garda Revolusi

Sementara itu, situasi internal Iran juga menunjukkan dinamika yang signifikan.

Menurut laporan Channel 14 Israel pada 31 Maret 2026, para ulama senior Iran dalam pertemuan tertutup menyatakan bahwa kekuasaan nyata kini berada di tangan Garda Revolusi Iran (IRGC), bukan lagi pada struktur pemerintahan formal.

Jika benar, maka Iran secara de facto telah berubah menjadi negara yang dikendalikan oleh militer ideologis.


Pejabat Keuangan Militer Iran Tewas

Pada hari yang sama, media India melaporkan bahwa seorang pejabat penting Iran, Eshaqi, tewas dalam serangan udara gabungan AS dan Israel.

Eshaqi diketahui:

  • Bertanggung jawab atas anggaran militer Iran
  • Mengelola jalur pendanaan melalui penjualan minyak ke Tiongkok
  • Diduga menyalurkan dana ke kelompok seperti Hamas, Houthi, dan Hizbullah

Analis menilai kematiannya merupakan pukulan besar terhadap jaringan keuangan militer Iran sekaligus sinyal tekanan terhadap pihak-pihak eksternal yang terlibat.


Ancaman Iran dan Respons AS

Di sisi lain, pada 31 Maret 2026, Garda Revolusi Iran mengeluarkan ancaman keras terhadap 18 perusahaan besar AS, termasuk:

  • Microsoft
  • Google
  • Apple
  • Nvidia

Mereka mengklaim akan melancarkan serangan balasan terhadap fasilitas di Timur Tengah pada malam 1 April 2026.

Gedung Putih merespons dengan tegas, menyatakan bahwa militer AS telah siap sepenuhnya menghadapi segala kemungkinan.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa:

“Tingkat keberhasilan serangan rudal dan drone Iran telah turun hingga 90%.”


Trump Ejek Ancaman Iran

Menanggapi ancaman tersebut, Trump memberikan komentar yang bernada mengejek.

“Iran mau mengancam dengan apa? Senapan mainan BB?” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Iran saat ini tidak memiliki kemampuan militer yang signifikan, serta tidak akan menggunakan senjata nuklir dalam konflik ini.


Kesimpulan: Perang Menuju Akhir atau Fase Baru?

Dengan beralihnya strategi ke serangan dinamis, efisiensi biaya meningkat, dan kemampuan Iran yang terus melemah, konflik ini tampak mendekati titik akhir dari sisi militer konvensional.

Namun, dengan masih adanya ancaman balasan, potensi operasi darat, serta dinamika kekuasaan di dalam Iran, situasi di Timur Tengah tetap berada dalam kondisi yang sangat tidak pasti.

Dunia kini menunggu: apakah ini benar-benar menuju akhir perang—atau justru awal dari fase konflik yang lebih kompleks? (***)

Lebih dari 10.000 Tamu Berbuka di Mercure Surabaya Grand Mirama, Pemenang Umroh Diumumkan Lewat Video Call Penuh Haru

Surabaya, 2 April 2026 – Ramadan tahun ini meninggalkan kesan istimewa bagi ribuan tamu yang berbuka puasa di Mercure Surabaya Grand Mirama. Sebagai puncak apresiasi atas partisipasi mereka dalam program Iftar Taste of Alexandria, hotel yang berada di jantung kota Surabaya ini menggelar pengundian grand prize yang berlangsung meriah di Trimurti Restaurant, Kamis (2/4).

Acara yang juga disiarkan langsung melalui Instagram @mercuresurabayagrandmirama ini tidak hanya menutup rangkaian program Ramadan dengan penuh kebahagiaan, tetapi juga menghadirkan momen haru saat seorang tamu bernama Aulia diumumkan sebagai pemenang hadiah utama: satu paket umroh dari Zafir Tour & Travel.

Antusiasme Luar Biasa, Lebih dari 10.000 Tamu Berbuka Sepanjang Ramadan

Sugito Adhi, Cluster General Manager Mercure Surabaya Grand Mirama dan Grand Mercure Malang Mirama, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas sambutan masyarakat.

“Pengundian grand prize ini adalah bentuk apresiasi atas kepercayaan dan loyalitas para tamu. Kami sangat berterima kasih atas antusiasme yang luar biasa—lebih dari 10.000 tamu telah menikmati Iftar bersama kami sepanjang Ramadan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan pengalaman terbaik ke depannya,” ujar Sugito.

Program undian sendiri diberikan kepada setiap tamu yang melakukan reservasi iftar selama bulan suci. Secara otomatis, setiap reservasi memberikan kesempatan untuk memenangkan berbagai hadiah menarik, mulai dari goodie bag sponsor, peralatan elektronik rumah tangga seperti slow juicervacuum cleanerovenair fryermagic com, hingga kulkas.

Hadiah Umroh dari Zafir Tour & Travel, Disambut Tangis Bahagia

Yang paling dinanti tentu saja hadiah utama paket umroh. Ziauddin Sardar, Direktur PT. Zafir Berkah Indonesia, menyampaikan kebanggaannya bisa berkolaborasi dalam program ini.

“Kami senang dapat berkolaborasi dengan Mercure Surabaya Grand Mirama. Kolaborasi ini menjadi momen yang berarti bagi kami, terutama dalam menghadirkan kebahagiaan dan pengalaman berharga bagi para tamu. Kami berharap hadiah ini dapat menjadi berkah serta menghadirkan pengalaman ibadah yang mendalam dan tak terlupakan bagi pemenang,” ungkapnya.

Momen puncak terjadi saat nama Aulia keluar sebagai pemenang. Panitia langsung menghubunginya melalui video call—sebuah langkah yang memastikan transparansi sekaligus menambah kehangatan acara. Dari balik layar, Aulia tampak tidak menyangka.

“Saya sangat tidak menyangka bisa mendapatkan hadiah umroh ini. Terima kasih kepada Mercure Surabaya Grand Mirama dan Zafir Tour & Travel atas kesempatan luar biasa ini. Semoga menjadi berkah bagi saya dan keluarga,” ujarnya dengan suara bergetar.

Halal Bihalal dengan Media, Komitmen Lanjutkan Program Menarik

Acara pengundian juga dimanfaatkan sebagai momen Halal Bihalal bersama rekan-rekan media. Ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus upaya mempererat hubungan baik yang telah terjalin. Mercure Surabaya Grand Mirama berharap dapat terus membangun sinergi positif dengan media dalam menyampaikan berbagai program dan informasi kepada masyarakat luas.

Dengan suksesnya program Ramadan tahun ini, hotel berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program menarik dan berkesan di masa mendatang. Khusus bulan April 2026, Mercure Surabaya Grand Mirama menawarkan berbagai promo spesial untuk staycation dan Halal Bihalal.

Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, silakan hubungi +62 811 3456 155, kunjungi situs resmi all.accor.com/6155, atau follow Instagram @mercuresurabayagrandmirama.

Jatim Talk 2026: Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,33%, Hilirisasi dan Investasi Kunci Hadapi Gejolak Global

Surabaya – Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global dan eskalasi konflik di Timur Tengah, Jawa Timur menunjukkan ketahanan ekonomi yang solid dengan pertumbuhan 5,33% (year-on-year) sepanjang tahun 2025. Capaian ini menjadi modal strategis untuk menjaga stabilitas sekaligus melanjutkan momentum pertumbuhan.

Demikian mengemuka dalam acara Jatim Talk yang digelar di Surabaya, Selasa (1/4/2026), sebagai forum sinergi antara Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Daerah, ISEI Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur, serta berbagai pemangku kepentingan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menegaskan bahwa ketahanan ekonomi daerah harus terus diperkuat melalui kerja sama lintas sektor. “Diperlukan sinergi dan adaptasi untuk menghadapi tantangan sekaligus menangkap peluang di tengah kondisi global saat ini,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang turut hadir, menekankan peran strategis provinsi sebagai Gerbang Baru Nusantara. Menurutnya, peran tersebut diwujudkan melalui percepatan hilirisasi komoditas strategis, penguatan kerja sama perdagangan dan investasi antar daerah, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif.

“Jawa Timur adalah salah satu lumbung pangan nasional. Kami terus menjaga stabilitas pasokan melalui hilirisasi lanjutan, penguatan distribusi, dan peningkatan kualitas SDM,” tegas Khofifah.

Forum yang mengusung tema “Sinergi Penguatan Daya Saing Jawa Timur melalui Hilirisasi Komoditas Unggulan dan Iklim Investasi Berkelanjutan” ini juga menjadi bagian dari diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Jawa Timur yang terbit triwulanan. Acara ini merupakan rangkaian menuju East Java Economic Forum (EJAVEC) 2026 yang direncanakan pada September mendatang.

Diskusi menghadirkan narasumber dari Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Perindustrian, Ekonom Bank Mandiri, serta Guru Besar Ekonomi Universitas Airlangga. Kesimpulan yang mengemuka menyebutkan bahwa meski tekanan global meningkat, peluang tetap terbuka melalui pemanfaatan sumber pertumbuhan baru, penguatan investasi, peningkatan kualitas tenaga kerja, dan kebijakan strategis yang terarah.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Bank Indonesia Jawa Timur menyerahkan buku LPP kepada Gubernur. Buku tersebut memuat tujuh rekomendasi utama, antara lain percepatan investasi untuk hilirisasi industri, penguatan ketahanan pangan, optimalisasi PAD pasca-opsen, hingga peningkatan produktivitas tenaga kerja dan kesejahteraan perdesaan.

Mesin Pesawat Tiba-tiba Mengeluarkan Api, Penumpang Menjerit Ketakutan

EtIndonesia. Penerbangan milik Delta Air Lines pada Minggu (29/3), yang berangkat dari São Paulo menuju Atlanta, mengalami insiden kebakaran mesin setelah lepas landas. Percikan api bahkan dilaporkan sempat membakar landasan. Beruntung, pesawat berhasil kembali dengan selamat, dan para penumpang merekam momen menegangkan tersebut.

Tak lama setelah lepas landas, penumpang melihat dari jendela sisi kiri bahwa mesin pesawat tiba-tiba berkedip seperti kilat, lalu mulai menyemburkan api.

Suasana di dalam kabin segera dipenuhi teriakan panik. Sebagian penumpang bahkan menangis karena ketakutan.

Di darat, api yang menyembur dari mesin menerangi langit malam, sementara percikan api terus berjatuhan. Tak lama kemudian, titik-titik percikan yang jatuh ke permukaan tanah memunculkan asap tebal, lalu berubah menjadi kobaran api berwarna oranye kemerahan.

Setelah menyadari adanya keadaan darurat, pilot segera memutuskan untuk kembali ke bandara. Saat pesawat berhasil mendarat dengan aman, kabin dipenuhi tepuk tangan dan sorak lega dari para penumpang. Petugas pemadam kebakaran yang sudah siaga di darat segera memadamkan api.

Insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa—sebuah kejadian yang benar-benar patut disyukuri.

Laporan disusun oleh Ren Hao, NTD Television.

Pengalaman Netizen: Percaya AI 100 Persen Salah Memberi Obat, Anjing Peliharaannya Mati

EtIndonesia. Baru-baru ini, seorang pengguna di daratan Tiongkok menjadi sorotan setelah mempercayai rekomendasi penggunaan obat dari asisten AI Doubao, yang berujung pada kematian anjing peliharaannya. Kasus ini memicu perdebatan luas di kalangan netizen.

Menurut informasi yang beredar, seorang warganet mengunggah video yang menyatakan bahwa anjing peliharaannya mengalami masalah kesehatan, lalu ia berkonsultasi dengan Doubao.

AI tersebut menyarankan penggunaan obat “Xiao’er Anfen Huang Namin Granules” (mengandung parasetamol), dan menyebutkan bahwa “sepertiga sachet adalah dosis yang aman”.

Setelah mengikuti saran AI dan memberikan obat tersebut kepada anjingnya, hewan itu dengan cepat menunjukkan gejala keracunan. Meski sudah dibawa ke dokter, anjing tersebut akhirnya tidak tertolong dan mati.

(Tangkapan layar dari internet)

Setelah kejadian, AI tersebut mengakui kesalahan dalam rekomendasinya dan meminta maaf kepada pengguna, serta menyarankan agar segera membawa hewan ke dokter hewan.

Saat ini, pengalaman pengguna tersebut belum dapat diverifikasi secara independen, namun setelah tersebar di internet, langsung memicu diskusi besar.

Banyak Orang Terlalu Bergantung pada AI

Menurut laporan yang beredar, saat ini banyak orang secara membabi buta mempercayai AI dan menjadikannya sebagai dasar pengambilan keputusan, yang kemudian menimbulkan berbagai masalah.

Beberapa komentar netizen antara lain:

  • “Belakangan ini soal saham, sering lihat orang mengeluh karena beli berdasarkan rekomendasi Doubao tapi malah rugi.”
  • “Bahkan ada yang pakai AI untuk mengecek keaslian kosmetik.”

Netizen: AI Sering Memberi Informasi Salah

Banyak pengguna berbagi pengalaman bahwa AI, termasuk Doubao, sering memberikan informasi yang tidak akurat sehingga tidak boleh terlalu diandalkan:

  • “Pernah pakai AI untuk menulis satu makalah, dia bisa mengarang banyak hal seolah-olah benar.”
  • “Benar, bahkan referensi jurnalnya juga dia buat sendiri, tidak bisa ditemukan di database mana pun.”
  • “Dia bisa mengarang isi makalah, bahkan hitungan pun bisa salah. Pernah bilang 6×6 = 24.”

Netizen lain juga mengatakan:

  • “AI hanya menggabungkan informasi dari internet dan kadang asal bicara. Sumber datanya sudah ‘tercemar’.”
  • “Saya hampir kena masalah saat mau beli motor bekas. Jawaban dari Doubao berbeda jauh dengan jawaban resmi kantor registrasi kendaraan. Untung saya cek langsung, kalau tidak kendaraan saya tidak bisa didaftarkan.”
  • “AI memang bisa berbohong, malas, dan menyesatkan. Ini sudah lama dibahas sebelum digunakan luas. Jika kita tidak bisa membedakan kesalahannya, AI akan terus menyampaikan informasi salah. Baik AI lokal maupun ChatGPT sama saja, tetap harus dianalisis sendiri.”

Tentang Doubao

Menurut informasi publik, Doubao adalah aplikasi AI yang diluncurkan oleh ByteDance pada Agustus 2023.

Laporan oleh Li Li, NTD Television

Iran Kian Terdesak, Ancam Serang 18 Perusahaan AS di Dalam Negeri

EtIndonesia. Perkembangan terbaru konflik di Timur Tengah: seorang pejabat tinggi militer Iran kembali dilaporkan tewas. Pihak berwenang Iran pada awal April mengonfirmasi bahwa penasihat angkatan bersenjata, Jamshid Eshaghi, tewas dalam serangan udara beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, Iran terus melontarkan ancaman, dengan menyatakan akan menyerang perusahaan-perusahaan Amerika Serikat yang berada di wilayahnya. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan bahwa beberapa hari ke depan akan menjadi penentu bagi jalannya perang ini.

Pejabat Tinggi Iran Tewas, Ancaman terhadap Perusahaan AS

Menurut konfirmasi dari Korps Garda Revolusi Islam, penasihat anggaran dan keuangan dari Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, Jamshid Eshaghi, telah tewas.

Laporan dari Al Arabiya menyebutkan bahwa Eshaghi dikenai sanksi oleh Amerika Serikat pada tahun 2025 karena terlibat dalam jaringan internasional yang menyalurkan minyak Iran ke Tiongkok, dengan keuntungan yang digunakan untuk mendanai kelompok-kelompok bersenjata di kawasan.

Selain itu, seorang pakar teknis angkatan laut dari kelompok Hamas, Ibrahim Khaledi, juga dilaporkan tewas di Jalur Gaza saat sedang merencanakan serangan laut terhadap militer Israel.

Serangan Udara Israel Intensif, Target Fasilitas Rudal Iran

Sebelumnya, militer Israel melaporkan bahwa dalam gelombang serangan udara terbaru, mereka menjatuhkan sekitar 80 bom ke berbagai target di Iran.

Target tersebut meliputi:

  • Fasilitas produksi komponen kunci mesin rudal balistik
  • Fasilitas uji mesin rudal balistik
  • Basis produksi sistem pertahanan udara

Iran Terdesak, Namun Belum Menyerah

Setelah satu bulan konflik berlangsung, Iran disebut semakin terdesak, namun belum menunjukkan tanda-tanda menyerah.

Menurut laporan Reuters, Korps Garda Revolusi Iran mengancam bahwa mulai 1 April, mereka akan menargetkan 18 perusahaan Amerika di kawasan Timur Tengah, termasuk:

  • Microsoft
  • Google
  • Apple
  • Intel
  • IBM
  • Tesla
  • Boeing

AS: Hari-hari ke Depan Akan Menentukan

Pete Hegseth menyatakan:  “Beberapa hari ke depan akan bersifat menentukan. Iran memahami hal ini. Secara militer, mereka hampir tidak memiliki kemampuan.”

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya baru saja melakukan kunjungan rahasia ke pasukan AS di Timur Tengah. Menurutnya, moral pasukan AS sangat tinggi dan mereka ingin “menyelesaikan misi”, bahkan berharap menggunakan persenjataan yang lebih kuat untuk menyerang Iran.

Hegseth menambahkan:  “Jika Iran bersedia meninggalkan bahan dan ambisi nuklirnya, serta bersikap terbuka dan transparan, itu akan menjadi hasil terbaik. Itulah tujuan kami. Kami tidak ingin mengambil tindakan militer yang tidak perlu.”

Strategi AS: Tekan Militer Iran, Dorong Solusi Diplomatik

Menurut laporan The Wall Street Journal, Amerika Serikat mungkin akan mengakhiri konflik tanpa sepenuhnya membuka kembali Selat Hormuz.

Disebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump dan para penasihatnya menilai bahwa jika harus membuka selat tersebut melalui operasi militer, hal itu akan melampaui target waktu 4–6 minggu untuk mengakhiri konflik.

Sebagai gantinya, prioritas utama adalah:

  • Melemahkan angkatan laut Iran
  • Mengurangi stok rudal Iran
  • Mengakhiri konflik secara bertahap

Sementara itu, tekanan diplomatik akan digunakan untuk memaksa Teheran memulihkan jalur perdagangan. Jika gagal, AS akan mendorong sekutu Eropa dan negara Teluk untuk memimpin upaya membuka kembali selat tersebut.

AS Tambah Pasukan, Tidak Tutup Opsi Operasi Darat

Baru-baru ini, Pentagon mengirim tambahan pasukan ke Timur Tengah.

Muncul spekulasi apakah pemerintahan Trump akan melancarkan operasi darat. Namun Hegseth menegaskan bahwa keputusan militer tidak akan dipublikasikan demi menjaga “ketidakpastian” yang dianggap penting untuk memenangkan perang.

Ia menyatakan:  “Kami tidak menutup opsi apa pun. Jika Anda memberi tahu lawan apa yang akan atau tidak akan Anda lakukan, Anda tidak bisa memenangkan perang.”

AS Klaim Telah Serang Lebih dari 11.000 Target

Seorang jenderal AS, Kane, menyebut bahwa militer AS telah berhasil menyerang lebih dari 11.000 target sejauh ini. Ia juga mengumumkan bahwa untuk pertama kalinya, pesawat pengebom B-52 Stratofortress telah dikerahkan di atas wilayah Iran.

Selain memperkuat dominasi udara, militer AS juga secara bertahap melemahkan kemampuan Iran dalam memproyeksikan kekuatan di kawasan. Saat ini, sistem pertahanan udara dan rudal Iran dilaporkan telah mengalami kerusakan parah.

Laporan oleh Wang Ziyi, NTD Television

Menteri Perang AS: Kekuatan Tempur akan Semakin Kuat, Iran Dihantam Krisis Moral dan Pembelotan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 1 April 2026 sore menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mengakhiri perang dalam “dua hingga tiga minggu.” Ia juga mengatakan akan pergi ke Mahkamah Agung untuk menyaksikan sidang terkait kasus hak kewarganegaraan berdasarkan kelahiran.

EtIndonesia. Pada Selasa 31 Maret 2026, Menteri Perang AS Pete Hegseth dalam konferensi pers menyatakan bahwa kekuatan tembak militer AS terus meningkat, sementara Iran sudah berada di ujung jalan buntu. Ia juga membagikan pengalamannya setelah melakukan kunjungan langsung ke Timur Tengah.

Di saat yang sama, warga Iran yang berada di pengasingan di Amerika turun ke jalan, meneriakkan “Terima kasih Trump dan Netanyahu,” mencerminkan suara hati diaspora Iran.

Menteri Pertahanan: Daya Tembak AS Semakin Kuat, Iran Terus Terdesak

Pete Hegseth mengatakan:  “Di medan perang, berkat otorisasi dari presiden, daya tembak Amerika hanya akan semakin meningkat. Bagaimana dengan Iran? Semakin melemah. Pilihan kami semakin banyak, sementara mereka semakin sedikit.”
“Beberapa hari ke depan akan menjadi sangat krusial.”

Ia juga mengungkapkan bahwa pada Sabtu (28 Maret), ia mengunjungi pasukan di Timur Tengah dan menyaksikan langsung operasi militer terhadap Iran, serta melihat kualitas terbaik dari prajurit Amerika.

Hegseth menambahkan:  “Saya menyaksikan kemampuan serangan mematikan. Saat matahari terbenam dan udara di landasan menjadi dingin, saya bertemu seorang prajurit Angkatan Udara muda. Ketika saya bertanya apa yang ia butuhkan, ia tersenyum nakal dan berkata: ‘Pak, tambahkan lebih banyak bom, yang lebih besar.’ Dan kami dengan senang hati akan memenuhinya.”

Laporan Intelijen: Moral Pasukan Iran Menurun, Terjadi Gelombang Pembelotan

Hegseth mengutip intelijen terbaru yang menyebutkan bahwa serangan Amerika Serikat dan Israel telah melemahkan moral militer Iran, menyebabkan pembelotan dalam jumlah besar, kekurangan personel penting, serta membuat pimpinan tingkat tinggi merasa putus asa.

 “Jika Iran bijak, mereka harus mencapai kesepakatan. Presiden Trump tidak menggertak dan tidak akan mundur. Rezim baru seharusnya memahami hal ini lebih baik dari pendahulunya. Presiden bersedia bernegosiasi, dan syaratnya sudah jelas. Jika tidak, Departemen Pertahanan AS akan terus meningkatkan intensitas operasi,” katanya. 

Puluhan Ribu Warga Iran di Washington: “Terima Kasih Trump!”

Baru-baru ini, sebuah video berdurasi 11 menit menjadi viral di internet, menunjukkan puluhan ribu warga Iran berkumpul di ibu kota AS, Washington, D.C..

Mereka mengibarkan bendera Iran era dinasti Pahlavi, bendera Amerika Serikat, dan bendera Israel, sambil meneriakkan:
“Terima kasih, Trump dan Netanyahu!”
“Amerika! Amerika! Amerika!”
“Hidup Iran!”

Aksi tersebut mencerminkan ketidakpuasan terhadap pemerintahan Iran saat ini.

Wanita Iran Kecam Kaum Liberal Barat: “Kalian Mendukung Rezim Teroris!”

Dalam video lain, seorang wanita Iran terlihat berteriak kepada seorang aktivis liberal yang membela rezim Iran.

Ia berkata:  “Apa yang ingin kamu yakinkan kepada saya? Menerima pemerkosaan? Menerima bahwa perempuan tidak punya hak? Saya pernah dipenjara dan dianiaya oleh rezim itu!”
“Rakyat Iran menginginkan bom (untuk menghancurkan rezim ini), tapi kamu justru berdiri di sini mendukung rezim teroris itu!”

Banyak peserta aksi menyatakan bahwa rakyat di dalam Iran tidak dapat bersuara bebas karena pembatasan internet oleh pemerintah, sehingga mereka memilih untuk menyuarakan aspirasi tersebut di jalanan Amerika.

Laporan oleh Liu Jiajia, NTD Television, dari Amerika Serikat.

Mobil Pintar Jalan Sendiri, Pemilik Mengejar Tapi Tak Bisa Buka Pintu 

EtIndonesia. Di daratan Tiongkok, mobil listrik yang disebut “pintar” sering mengalami kecelakaan maupun kejadian aneh. Misalnya pintu tidak bisa dibuka, atau kendaraan berjalan sendiri. Baru-baru ini, sebuah insiden kembali menarik perhatian publik: seorang pemilik mobil listrik turun dari kendaraannya, namun mobil tersebut tiba-tiba melaju sendiri. Ia berusaha mengejar dan membuka pintu, tetapi tidak berhasil.

Video dari dashcam yang beredar di internet menunjukkan kejadian tersebut terjadi pada 27 Maret di Kota Changchun, diduga di area parkir sebuah kompleks perumahan, dengan mobil-mobil terparkir di kedua sisi jalan.

Sebuah mobil putih mulai bergerak maju secara otomatis setelah pemiliknya turun. Sang pemilik terkejut, lalu berlari mengikuti mobil sambil menarik pintu sisi pengemudi, mencoba masuk kembali. Namun pintu tetap tidak bisa dibuka, sementara mobil terus melaju. Ia kemudian berpindah ke sisi kiri mobil untuk mencoba membuka pintu, tetapi tetap gagal. Dalam proses itu, mobil sempat menyerempet kendaraan lain yang terparkir di pinggir jalan.

Akhirnya, mobil tersebut berhenti setelah menabrak area penghijauan.

Tak lama kemudian, seorang perempuan (diduga pemilik kendaraan) datang dan menepuk mobil tersebut. Dalam rekaman selanjutnya terlihat polisi lalu lintas bersama seorang pria mendorong mobil tersebut.

Diketahui, model kendaraan tersebut adalah IM LS6 yang diproduksi oleh SAIC Motor, dan dipasarkan sebagai “mobil listrik pintar kelas atas”.

Para netizen pun menanggapi dengan nada sindiran, seperti:

  • “Apa yang terjadi? Mobil tanpa pengemudi bisa jalan sendiri, lalu pintu otomatis terkunci, jadi tidak bisa masuk?”
  • “Ini benar-benar ‘self-driving’ tingkat tinggi.”
  • “Namanya ‘Zhiji’ (pintar), memang benar bisa jalan sendiri ya.”
  • “Terlalu pintar.”
  • “Untung tidak menabrak orang.”

Setelah video tersebut viral, pengunggahnya dilaporkan oleh pihak SAIC dan videonya kemudian diturunkan.

Insiden serupa juga pernah terjadi sebelumnya. Pada 29 September 2025, seorang pemilik mobil Xiaomi mengungkap bahwa mobilnya tiba-tiba terbuka kunci dan berjalan sendiri setelah diparkir di depan rumah. 

Beruntung ia segera menyadarinya, jika tidak, akibatnya bisa sangat serius. Namun setelah melapor ke layanan pelanggan, meskipun ada rekaman pengawasan, pihak Xiaomi menyatakan bahwa itu merupakan kesalahan pemilik mobil.

Dilaporkan oleh Li Li/Disunting oleh Lin Qing

Pakar Tiongkok : Kemenangan Militer AS Picu Pembersihan di PKT, Pakar Industri Militer Meninggal Dunia Secara Misterius

EtIndonesia. Direktur Pusat Tiongkok di Hudson Institute, Yu Maochun, menulis sebuah analisis yang mengungkap kelemahan sistem PKT. Ia menyatakan bahwa kemenangan militer Amerika Serikat baru-baru ini menyoroti ketidakmampuan persenjataan PKT, yang kemudian memicu pembersihan terhadap puluhan pakar industri militer, di mana sebagian di antaranya meninggal secara misterius.

Pada 30 Maret, Yu Maochun menerbitkan artikel di The Washington Times berjudul “Guncangan dan Pembersihan: Bagaimana Keunggulan Militer Amerika Menghancurkan Mesin Perang PKT”.

Artikel tersebut menyebutkan bahwa sejak Perang Teluk hingga konflik terbaru yang melibatkan Iran dan Venezuela, keunggulan militer Amerika yang sangat dominan terus-menerus mengungkap kelemahan sistemik dalam industri militer PKT. Hal ini memaksa mereka menghadapi siklus modernisasi yang tergesa-gesa, krisis internal, dan pembersihan politik.

Baru-baru ini, jaringan pertahanan udara, sistem radar, dan platform rudal buatan Tiongkok yang digunakan di Venezuela dan Iran menunjukkan efektivitas yang terbatas bahkan tidak berfungsi ketika menghadapi kemampuan siluman dan perang elektronik canggih milik Amerika Serikat. Hal ini tidak hanya merusak kredibilitas peralatan PKT, tetapi juga memperlihatkan kesenjangan besar antara propaganda dan kemampuan nyata mereka. Respons para pengambil keputusan PKT adalah melakukan pembersihan besar-besaran di kalangan pimpinan militer dan sistem penelitian pertahanan.

Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah pakar industri militer PKT yang terkait dengan proyek-proyek besar seperti pembangunan kapal induk, desain pesawat tempur canggih, sistem radar, rudal pertahanan udara, dan senjata strategis dilaporkan menghilang dari publik atau dicopot dari jabatan. Kasus serupa disebut terjadi puluhan kali. Pekan lalu, mantan ketua Aviation Industry Corporation of China (AVIC), Tan Ruisong, bahkan dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan.

Selain itu, beberapa pakar top juga dilaporkan meninggal secara misterius, termasuk dua ahli senjata hipersonik—Fang Daining (68 tahun) dan Yan Hong (57 tahun). Penyebab kematian mereka tidak diketahui, sehingga memicu spekulasi dari berbagai pihak.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa sistem PKT tidak mampu mengakui kegagalan secara terbuka. Setiap kali kelemahan terungkap, responsnya bukan reformasi sistem, melainkan menyalahkan individu. Hal ini menciptakan siklus di mana pembersihan politik menggantikan perbaikan teknis. Akibatnya, kemampuan mereka untuk belajar dan berkembang semakin melemah, sehingga kesenjangan teknologi dengan Amerika Serikat semakin melebar.

Artikel tersebut juga menyebut bahwa hampir setiap lompatan besar dalam kekuatan militer PKT dipicu oleh “kejutan” dari demonstrasi keunggulan militer Amerika. Pola ini mencerminkan adanya kelemahan struktural yang lebih dalam dalam sistem PKT.

Yu Maochun merangkum empat kelemahan utama sistem tersebut:

  1. Sulit menghasilkan inovasi sejati, sangat bergantung pada rekayasa balik dan pencurian teknologi asing.
  2. Meski memperoleh desain, sering gagal mencapai presisi teknik dan stabilitas material yang dibutuhkan.
  3. Integrasi militer-sipil yang seharusnya mempercepat perkembangan justru memicu korupsi dan inefisiensi.
  4. Sistem politik berbasis propaganda berlebihan mendorong penipuan diri sendiri dan menutupi cacat sistem senjata.

Artikel itu menyimpulkan bahwa selama kondisi ini terus berlanjut, setiap demonstrasi keunggulan militer Amerika tidak hanya menjadi tantangan eksternal bagi PKT, tetapi juga akan mengguncang stabilitas internalnya dan memperdalam kesenjangan yang ingin mereka kejar.

Penyunting: Chen Zhenjin – NTDTV

Partai Komunis Tiongkok Dituduh Perkuat Blok Anti-AS Lewat Korut, Rusia, dan Iran

Di bawah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel, sejumlah petinggi Iran dilaporkan tewas satu per satu. Namun, hingga kini belum terlihat tanda-tanda Iran akan menyerah. Baru-baru ini, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengungkapkan bahwa Rusia membantu Iran dalam menghadapi militer AS. Sementara itu, peran Korea Utara dan Partai Komunis Tiongkok (PKT) di balik layar juga mulai terungkap.

EtIndonesia. Konflik di Timur Tengah telah memasuki minggu kelima, dan bantuan militer di balik Iran semakin terkuak satu per satu.

Presiden Ukraina Zelensky, dalam wawancara di Qatar, mengatakan bahwa Rusia “100%” membantu Iran dalam menyerang pasukan AS di Timur Tengah. Ia juga menyebutkan bahwa sebelum Iran menyerang pangkalan militer AS di wilayah Arab Saudi, Rusia telah tiga kali menggunakan satelit untuk mengambil gambar lokasi tersebut.

Seorang pejabat intelijen Barat juga mengungkapkan bahwa Rusia membantu Iran dengan menerapkan taktik drone canggih yang sebelumnya digunakan dalam perang di Ukraina.

Pada saat yang sama, pakar Korea Utara di AS, Bruce E. Bechtol Jr  mengatakan kepada Fox News bahwa Korea Utara bekerja sama erat dengan Iran untuk membantu mengembangkan dan meningkatkan sistem rudal balistik jarak pendek. Selain itu, dua rudal balistik jarak menengah Musudan yang diluncurkan Iran ke pangkalan militer AS di Pulau Diego Garcia pekan lalu, disebut dibeli dari Korea Utara.

Seorang ahli hukum ternama yang bermukim di Australia, Yuan Hongbing, mengatakan kepada media bahwa di balik Rusia dan Korea Utara, terdapat dukungan utama dari PKT. Ia menganalisis bahwa tujuan PKT adalah memanfaatkan Iran untuk menguras kekuatan Amerika Serikat, sehingga dapat menciptakan ruang strategis bagi kemungkinan konflik di Selat Taiwan. Banyak perlengkapan militer Iran disebut diproduksi oleh PKT, dan saat ini sedang dikirim ke Iran melalui rute seperti Laut Kaspia.

Yuan Hongbing juga mengungkapkan bahwa menurut sumber dari dalam sistem PKT yang masih memiliki nurani, teknisi Tiongkok secara langsung menjanjikan kepada pejabat tingkat menengah dan bawah Garda Revolusi Iran bahwa selama mereka terus melawan pasukan AS dan Israel, bahkan jika kalah di masa depan, PKT akan memberikan suaka politik kepada mereka.

Meskipun berbagai pernyataan ini masih perlu diverifikasi, sejumlah indikasi tersebut telah menarik perhatian dunia terhadap kemungkinan bahwa konflik Timur Tengah dapat berkembang menjadi konfrontasi tidak langsung antara banyak negara. (Hui)

Laporan oleh jurnalis NTD, Guo Yuexi

Petinggi Iran Tewas Berturut-turut, Trump: Negosiasi Berlangsung, Rezim Saat Ini Sudah Berganti

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus mengeluarkan peringatan bahwa jika perundingan damai antara AS dan Iran gagal, ia akan memerintahkan militer AS untuk menghancurkan fasilitas energi dan sumur minyak Iran.

Selain itu, laporan media menyebutkan bahwa Trump juga sedang mempertimbangkan pengiriman pasukan untuk merebut hampir 1.000 pon (sekitar 450 kg) bahan nuklir Iran.

Trump: Rezim Iran Telah Berganti

Trump menyatakan: “Kita telah melihat perubahan rezim.”

Sehari sebelumnya, ia mengatakan bahwa Iran sedang mengalami pergantian rezim, dan kepemimpinan baru menunjukkan sikap yang lebih rasional.

Trump menjelaskan: “Generasi pertama rezim telah sepenuhnya dihancurkan—mereka semua sudah mati. Generasi kedua juga hampir habis. Sedangkan generasi ketiga yang sekarang kami hadapi adalah kelompok yang benar-benar berbeda. Ini adalah orang-orang yang sangat berbeda dari sebelumnya. Jadi saya percaya ini sudah merupakan ‘perubahan rezim’.”

Ancaman Jika Negosiasi Gagal

Terkait perkembangan negosiasi, Trump sebelumnya memperingatkan bahwa jika perundingan gagal—misalnya Iran tidak segera membuka Selat Hormuz—maka ia akan memerintahkan penghancuran semua pembangkit listrik dan sumur minyak Iran, termasuk di Pulau Kharg, bahkan fasilitas desalinasi air laut.

Pertimbangkan Operasi Militer Rebut Bahan Nuklir

Menurut laporan The Wall Street Journal, Trump juga sedang mempertimbangkan operasi militer berisiko tinggi untuk merebut sekitar 1.000 pon uranium dari Iran.

Langkah ini berpotensi menyebabkan kehadiran jangka panjang pasukan AS di wilayah Iran.

Di saat yang sama, Trump juga mendorong solusi diplomatik dengan menekan Iran agar menyerahkan bahan nuklir tersebut sebagai syarat utama gencatan senjata.

Dalam diskusi internal, Trump dilaporkan menegaskan bahwa Iran tidak boleh mempertahankan bahan tersebut, dan jika diplomasi gagal, opsi perebutan dengan kekuatan militer tetap terbuka.

Iran Bantah Negosiasi Langsung

Namun, terkait laporan tersebut, Pentagon menolak berkomentar, dan United States Central Command juga belum mengeluarkan pernyataan resmi.

Sementara itu, Trump mengatakan kepada New York Post bahwa saat ini AS sedang bernegosiasi dengan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf. Ia memperkirakan dalam waktu sekitar satu minggu akan diketahui apakah Ghalibaf dapat dipercaya.

Pada  Senin (30 Maret), pihak Iran mengkonfirmasi telah menerima rencana 15 poin dari Amerika Serikat, namun menyangkal adanya negosiasi langsung.

“Hingga saat ini, kami belum melakukan negosiasi langsung dengan Amerika Serikat sejak putaran terakhir hingga sekarang,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani Baghaei.

Serangan Militer Terus Berlanjut

Sebelumnya, sebuah posisi pertahanan udara Iran di dekat Laut Kaspia di bagian utara negara itu dilaporkan dihancurkan, semakin memperluas keunggulan udara Amerika Serikat dan Israel di wilayah udara Iran.

“Tindakan kami sangat jelas. Amerika Serikat setiap hari meningkatkan jumlah dan intensitas serangan presisi, dengan kekuatan tempur yang menghancurkan untuk menghilangkan ancaman dari rezim Iran—ini adalah tujuan yang telah ditetapkan Presiden Trump sejak sebulan lalu,” kata juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt. 

Tokoh Hizbullah Juga Tewas

Selain itu, wakil komandan unit “1800” dari Hezbollah, Hamza Ibrahim Rakhin, bersama kepala operasi dan anggota lainnya, juga dilaporkan tewas.

Sejauh ini, operasi militer AS dan Israel telah menewaskan sejumlah tokoh politik dan militer tingkat tinggi.

Laporan oleh Wang Ziyi, NTD Television dari Amerika Serikat.

Dari Blokade ke Kompromi: 20 Tanker Lewat, Iran Diterpa Tekanan dari Dalam? 

EtIndonesia. Pada Senin (30 Maret), Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa negosiasi dengan Teheran telah menghasilkan kesepakatan yang memungkinkan 20 kapal tanker minyak melewati Selat Hormuz.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menyatakan bahwa rezim Iran saat ini mengalami perpecahan internal yang serius dengan sebagian pihak ingin segera mengakhiri perang.

Iran Izinkan 20 Kapal Tanker, Rezim Terpecah

Koresponden NTD di Washington melaporkan bahwa perang Iran telah berlangsung selama 30 hari. Presiden Trump menyebut bahwa perkembangan konflik lebih cepat dari perkiraan, dan hasil negosiasi dengan Teheran membuat Iran setuju membuka jalur bagi 20 kapal tanker.

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan:  “Dampak alami dari operasi militer AS terhadap Iran adalah kita melihat sisa-sisa kekuatan rezim semakin ingin mengakhiri perang ini dan kembali ke meja perundingan selagi masih ada kesempatan. Meskipun rezim Iran secara terbuka menunjukkan sikap keras dan menyebarkan informasi yang tidak benar, negosiasi tetap berlangsung dan berjalan lancar.”

AS: Perang Bisa Berakhir dalam Beberapa Minggu

Marco Rubio menjelaskan bahwa Amerika Serikat sedang mencapai tujuannya dan perang Iran kemungkinan akan berakhir dalam beberapa minggu. Ia juga menegaskan bahwa perpecahan internal di Iran sangat serius.


“Memang ada perpecahan di dalam Iran. Pada akhirnya, jika ada pihak di Iran yang bersedia setelah semua ini untuk membawa negaranya ke arah yang berbeda—menuju masyarakat bebas seperti Barat—itu akan menjadi hal yang baik,” ujarnya. 

AS Izinkan Kapal Tanker Rusia ke Kuba karena Alasan Kemanusiaan

Pada  Senin, data pelacakan kapal menunjukkan sebuah kapal tanker Rusia telah tiba di Kuba.

Presiden Trump pada 29 Maret menjelaskan bahwa kapal tersebut diizinkan lewat oleh Amerika Serikat sebagai pengecualian sementara.

Trump mengatakan:  “Kami tidak keberatan seseorang mengirim satu kapal (minyak ke Kuba), karena mereka membutuhkannya untuk bertahan hidup.”

Leavitt kemudian menegaskan bahwa kebijakan AS tidak berubah, dan keputusan tersebut diambil atas dasar kemanusiaan secara kasus per kasus.

Ia menyatakan:  “Pemerintah AS selalu menyatakan bahwa sistem ekonomi Kuba tidak dapat berjalan kecuali ada perubahan politik dan kepemimpinan yang menyeluruh.”

Rencana Kunjungan Trump ke Tiongkok

Terkait rencana kunjungan Presiden Trump ke Tiongkok pada 14–15 Mei, Leavitt mengatakan bahwa anggota kabinet akan lebih dulu tiba di Beijing sesuai kebiasaan untuk mempersiapkan pembicaraan.

Keamanan Gedung Putih Ditingkatkan

Pada 29 Maret, saat memperkenalkan aula perjamuan baru di Gedung Putih, Trump menyebutkan bahwa seluruh kaca menggunakan standar antipeluru tertinggi, dan atapnya mampu menahan serangan drone.

Trump mengatakan:  “Militer sedang membangun fasilitas kompleks besar di bawah aula tersebut, dan proyeknya berjalan dengan sangat baik.”

Saat ditanya mengenai detail fasilitas militer ini, Leavitt menyatakan bahwa militer sedang melakukan peningkatan terhadap fasilitas Gedung Putih, namun tidak dapat mengungkapkan rincian lebih lanjut.

Laporan oleh Zhang Liang dan Ren Hao, NTD Television dari Amerika Serikat.

Menurut Laporan: AS dan Iran Bernegosiasi untuk Kesepakatan Gencatan Senjata dengan Imbalan Pembukaan Kembali Selat Hormuz

EtIndonesia. Amerika Serikat dan Iran sedang bernegosiasi tentang kemungkinan kesepakatan yang akan menukar gencatan senjata dengan pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Teheran, menurut laporan Axios.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Trump berbicara tentang kemungkinan gencatan senjata dengan Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman melalui telepon pada hari Rabu (1/4).

Trump Memberikan Syarat untuk Gencatan Senjata

Dalam sebuah unggahan di Truth Social pada hari yang sama, Trump mengklaim bahwa presiden Iran menginginkan gencatan senjata dan mengatakan bahwa itu hanya akan terjadi ketika Selat Hormuz “terbuka, bebas, dan bersih”.

“Kami akan mempertimbangkan kapan Selat Hormuz terbuka, bebas, dan bersih. Sampai saat itu, kami akan menghancurkan Iran atau, seperti yang mereka katakan, kembali ke Zaman Batu!!!”, tulis Trump.

Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyebut klaim tersebut “palsu dan tidak berdasar”.

Trump, yang dijadwalkan akan menyampaikan pidato yang disiarkan televisi pada Rabu malam, mengatakan pada hari Selasa bahwa dia dapat menarik diri dari perang dalam dua hingga tiga minggu setelah dia yakin Iran tidak akan mampu membangun senjata nuklir, bahkan jika Teheran tidak menyetujui gencatan senjata.

Sementara itu, Tiongkok dan Pakistan telah mengajukan proposal yang mencakup gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Vance Berbicara Tentang Gencatan Senjata dengan Perantara

Wakil Presiden JD Vance juga telah berbicara dengan para perantara tentang Iran baru-baru ini pada hari Selasa dan menyampaikan pesan bahwa Trump tidak sabar dan akan ada tekanan yang meningkat pada infrastruktur Iran jika mereka tidak membuat kesepakatan, menurut seseorang yang mengetahui pembicaraan tersebut yang tidak berwenang untuk berbicara di depan umum dan berbicara dengan syarat anonim.

Trump mengarahkan Vance untuk berkomunikasi secara pribadi bahwa dia terbuka untuk gencatan senjata selama tuntutan tertentu dipenuhi.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi sebelumnya menolak kemungkinan terobosan diplomatik dengan Washington, menyatakan bahwa “tingkat kepercayaan berada pada nol” antara kedua negara. Dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera, Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak melihat “kejujuran” dalam tindakan AS dan “tidak pernah memiliki pengalaman yang baik dari negosiasi” dengan pemerintah Amerika.

Araghchi mengisyaratkan kesediaan Teheran untuk terus berperang.

“Anda tidak dapat berbicara kepada rakyat Iran dengan bahasa ancaman dan tenggat waktu,” katanya. “Kami tidak menetapkan tenggat waktu untuk membela diri.”

Sejak perang dimulai pada 28 Februari, Trump telah menawarkan tujuan yang berubah-ubah dan berulang kali mengatakan bahwa perang dapat segera berakhir sambil juga mengancam untuk memperluas konflik. Ribuan pasukan AS tambahan saat ini sedang menuju ke Timur Tengah, dan spekulasi beredar luas tentang tujuan penempatan mereka.(yn)

Gempa Magnitudo 7,6 Mengguncang di Wilayah Laut Bitung, Sulawesi Utara, Terdeteksi Gelombang Tsunami Kecil

ETIndonesia. Gempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah laut di tenggara Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara pada Kamis, (2/4/2026) pukul 05.48 WIB. 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, merilis berdasarkan data pemutakhiran, pusat gempa berada pada koordinat 1,25 LU dan 126,25 BT dengan kedalaman 62 kilometer. 

“Guncangan dirasakan sangat kuat selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan sekitarnya, serta juga dirasakan kuat di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, yang menyebabkan masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah,” lanjutnya. 

Hingga pukul 07.00 WIB, tercatat dua gempa susulan masing-masing berkekuatan magnitudo 5,5 pada pukul 06.07 WIB dan magnitudo 5,2 pada pukul 06.12 WIB. Kedua gempa susulan tersebut berpusat di laut dan tidak berpotensi tsunami, namun tetap dirasakan oleh masyarakat di wilayah terdampak.

Dampak awal yang berhasil dihimpun menunjukkan adanya kerusakan ringan hingga sedang di wilayah Kota Ternate. 

Sebanyak satu unit tempat ibadah (gereja) di Kecamatan Pulau Batang Dua dilaporkan terdampak, serta dua unit rumah di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan mengalami kerusakan. Sementara itu, di Kota Bitung, pendataan masih terus dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Berdasarkan pemantauan sistem peringatan dini, telah terdeteksi gelombang tsunami dengan ketinggian relatif kecil, yakni sekitar 0,3 meter di wilayah Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB dan 0,2 meter di Bitung pada pukul 06.15 WIB. Meskipun relatif kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi.

Sehubungan dengan hal tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana menghimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara, untuk tetap menjauhi pantai dan tidak kembali ke area rawan sebelum ada pernyataan resmi aman dari pemerintah. 

Masyarakat juga diminta untuk tetap tenang, mengikuti arahan dari aparat setempat, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Pemantauan dan pembaruan informasi akan terus dilakukan sesuai perkembangan situasi di lapangan. (***)

Kepala Badan Energi Internasional : Gangguan Pasokan Minyak Akan Berlipat Ganda Bulan Ini, Juga Mempengaruhi Eropa

EtIndonesia. Gangguan pasokan minyak akan meningkat pada bulan April karena penutupan Selat Hormuz dan akan berdampak pada Eropa karena pasokan berkurang, kata kepala Badan Energi Internasional (IEA), Fatih Birol, pada hari Rabu (1/4).

“Kehilangan minyak pada bulan April akan dua kali lipat dari kehilangan minyak pada bulan Maret, di atas kehilangan LNG… Masalah terbesar saat ini adalah kekurangan bahan bakar jet dan diesel. Kita melihatnya di Asia, tetapi segera, saya pikir, pada bulan April atau Mei, itu akan sampai ke Eropa,” katanya kepada Nicolai Tangen, CEO Norges Bank Investment Management, dalam sebuah podcast.

Birol mencatat bahwa 12 juta barel per hari pasokan minyak telah hilang sejauh ini karena perang di Timur Tengah. 

“Sekitar 40 aset energi utama telah rusak di Timur Tengah,” kata kepala energi tersebut.

Dia mengatakan bahwa masalah terbesar adalah kekurangan bahan bakar jet dan diesel dan mengatakan bahwa jika ada kebutuhan akan minyak mentah, IEA mungkin akan turun tangan.

Perang Iran telah menciptakan gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah, kata IEA bulan lalu setelah menyetujui pelepasan volume minyak dalam jumlah rekor dari cadangan strategis untuk menutupi kekurangan dan lonjakan harga.

Perang tersebut menyebabkan guncangan minyak sejak awal. Iran menanggapi serangan AS dan Israel pada 28 Februari dengan secara efektif menutup Selat Hormuz, titik transit untuk seperlima minyak dunia, dengan mengancam kapal tanker yang mencoba melewatinya.

Eksportir minyak Teluk seperti Kuwait dan Irak memangkas produksi karena tidak ada tempat tujuan bagi minyak mereka tanpa akses ke selat tersebut. Hilangnya 20 juta barel minyak per hari menghasilkan apa yang disebut Badan Energi Internasional sebagai “gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak global”.

“Tidak ada negara yang akan kebal terhadap dampak krisis ini jika terus berlanjut ke arah ini,” kata kepala Badan Energi Internasional, Fatih Birol, pekan lalu.

Negara-negara miskin akan paling terpukul dan menghadapi kekurangan energi terbesar “karena mereka akan kalah dalam persaingan untuk mendapatkan sisa minyak dan gas alam,” kata Lutz Kilian, direktur Pusat Energi dan Ekonomi di Bank Federal Reserve Dallas, seperti dilaporkan oleh Associated Press.

Asia sangat rentan: Lebih dari 80% minyak dan LNG yang melewati Selat Hormuz menuju ke sana.(yn)