Serangan Udara Israel di Suriah dengan Dalih Mencegah Peralatan Militer Jatuh ke Tangan Musuh

Presiden Suriah Bashar al-Assad jatuh setelah digulingkan oleh kelompok pemberontak. Sebagai langkah pencegahan terhadap potensi ancaman, Israel meningkatkan serangan udara ke lokasi penyimpanan senjata canggih di Suriah serta mempertahankan kehadiran militer terbatas di negara tersebut. Pada Kamis (12 Desember), Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menyatakan bahwa serangan udara Israel bertujuan untuk mencegah peralatan militer jatuh ke tangan pihak berbahaya.

ETIndonesia. Organisasi Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah (Syrian Observatory for Human Rights) melaporkan bahwa Israel melancarkan serangan udara di wilayah pinggiran ibu kota Suriah, Damaskus. Seorang wartawan AFP yang berada di Damaskus mendengar suara ledakan besar.

Dalam kunjungannya ke Yordania, Blinken mengatakan kepada AFP: “Pihak Israel menjelaskan bahwa tujuan dari tindakan mereka adalah untuk memastikan peralatan militer yang ditinggalkan oleh pasukan Suriah tidak jatuh ke tangan pihak berbahaya seperti teroris atau ekstremis.”

Pada hari yang sama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan bahwa setelah Bashar al-Assad digulingkan, perlu ada upaya untuk “mencegah aktivitas teroris yang ditujukan terhadap Israel dari wilayah Suriah.”

Menurut pernyataan dari kantor Netanyahu, selama pertemuan tersebut ia menegaskan pentingnya membantu kelompok minoritas di Suriah dan mencegah serangan teroris terhadap Israel yang berasal dari wilayah Suriah.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Oren Marmorstein, menekankan bahwa kelompok bersenjata di dekat perbatasan Israel menimbulkan ancaman, sehingga Israel perlu mengambil tindakan untuk mempertahankan diri.

Pada 8 Desember, Netanyahu mengumumkan bahwa ia  memerintahkan pasukan Israel untuk menduduki zona demiliterisasi di bagian Dataran Tinggi Golan yang dikuasai Suriah.

Prancis menyerukan agar Israel mundur dari zona penyangga yang memisahkan pasukan Israel dan Suriah di Dataran Tinggi Golan. Namun, Israel menyatakan bahwa pendudukan ini bertujuan untuk melindungi keamanan negara.

Tantangan Keamanan Regional

Meskipun penggulingan Assad berhasil menghilangkan pengaruh Iran—musuh lama Israel—di wilayah tersebut, munculnya berbagai kelompok pemberontak berbasis ideologi jihadis, seperti Al-Qaeda, juga menimbulkan ancaman baru terhadap keamanan kawasan.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa militer akan “menghancurkan senjata strategis berat di seluruh Suriah, termasuk rudal darat-ke-udara, sistem pertahanan udara, rudal jelajah, roket jarak jauh, dan misil pertahanan pesisir.”

Sementara itu, Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah melaporkan serangan drone Turkiye di wilayah yang dikuasai Kurdi di utara Suriah, menewaskan 11 warga sipil dari satu keluarga, termasuk enam anak-anak.

Sejak pecahnya perang saudara Suriah pada 2011, Turkiye telah beberapa kali melakukan intervensi militer lintas batas, terutama menargetkan pasukan yang dipimpin Kurdi. Saat ini, Turkiye mengendalikan sebagian wilayah perbatasan utara Suriah. (Hui)

Sumber : NTDTV.com 

Pemerintah Biden dan Tiongkok Memperbarui Perjanjian Kerja Sama Ilmiah

EtIndonesia. Departemen Luar Negeri AS pada Jumat (13/12) mengumumkan bahwa Amerika Serikat dan Tiongkok telah memperbarui perjanjian kerja sama ilmiah mereka dengan memasukkan “langkah-langkah perlindungan keamanan nasional yang kuat.”

Perjanjian baru ini ditandatangani beberapa minggu sebelum pelantikan Donald Trump sebagai presiden pada 20 Januari mendatang. Pemerintah Biden menyatakan bahwa cakupan perjanjian baru ini secara signifikan lebih kecil dibandingkan versi sebelumnya dan tidak mencakup teknologi penting atau teknologi baru yang menjadi inti persaingan AS-Tiongkok.

Dalam perjanjian baru ini, Departemen Luar Negeri bertugas melakukan analisis risiko dan manfaat terhadap kerja sama yang diusulkan oleh lembaga lain. Perjanjian tersebut juga memperkuat ketentuan keamanan untuk peneliti dan prinsip timbal balik data, serta menetapkan mekanisme penyelesaian sengketa untuk mengatasi pelanggaran perjanjian oleh salah satu pihak.

Hubungan AS-Tiongkok yang memburuk menyebabkan Perjanjian Kerja Sama Ilmu Pengetahuan dan Teknologi AS-Tiongkok (STA) yang telah ditandatangani dan diperpanjang selama beberapa dekade sejak hubungan diplomatik pada 1979, menemui hambatan dalam perpanjangannya tahun ini.

Perjanjian ini pertama kali ditandatangani oleh Presiden AS saat itu, Jimmy Carter, dan Wakil Perdana Menteri Tiongkok saat itu, Deng Xiaoping, untuk mendorong kerja sama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Selama beberapa dekade, STA menjadi pilar simbolis dalam hubungan AS-Tiongkok.

Selama 45 tahun terakhir, perjanjian ini memungkinkan AS untuk mengakses data Tiongkok terkait gempa bumi, cuaca, dan flu.

Menurut laporan Reuters yang mengutip seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri, :“Sepanjang proses negosiasi tahun lalu, kami selalu menempatkan kepentingan keamanan nasional AS sebagai prinsip utama dan panduan. Kami menyadari bahwa tidak memperpanjang STA dapat menciptakan efek dingin dalam kerja sama ilmiah, yang sebenarnya bermanfaat bagi AS.”

Pejabat senior lainnya menambahkan bahwa perjanjian baru ini mencakup “ketentuan penghentian,” yang dapat diaktifkan jika penyelesaian sengketa gagal.

Namun demikian, para pejabat AS mengakui bahwa kekhawatiran tetap ada terkait rekam jejak Tiongkok dalam pengelolaan data serta kurangnya transparansi dalam kegiatan ilmiah mereka. (jhn/yn)

Pentagon Angkat Bicara Soal Temuan  Kawanan Drone Misterius di New Jersey Hingga FBI Turun Tangan

ETIndonesia. Beberapa minggu terakhir, sejumlah besar drone misterius terlihat melayang di atas fasilitas militer, infrastruktur penting, dan kawasan pemukiman di negara bagian New Jersey, Amerika Serikat. Kejadian ini memicu kekhawatiran di kalangan warga dan pejabat pemerintah setempat. FBI  turun tangan untuk menyelidiki kasus ini.

“Drone-drone ini berputar di seluruh wilayah negara bagian, tampaknya sedang memantau infrastruktur penting di New Jersey,” ujar Senator di Negara Bagian New Jersey, John Bramnick. 

Selama tiga minggu terakhir, kawanan drone misterius terlihat pada malam hari di wilayah utara dan tengah New Jersey, termasuk di dekat Pabrik Amunisi Picatinny dan lapangan golf milik Presiden terpilih Donald Trump di Bedminster.

Beberapa saksi mata melaporkan melihat drone sebesar mobil terbang di atas waduk, fasilitas militer, dan infrastruktur penting lainnya.

“Kami tidak mengetahui dari mana mereka lepas landas—benar-benar tidak tahu. Kami juga tidak tahu di mana mereka mendarat. Kami tidak tahu siapa yang mengendalikannya, karena, seperti yang saya katakan, ini bukan milik pemerintah negara bagian ataupun federal,” ujar John Bramnick. 

Asal usul drone-drone misterius ini menjadi teka-teki besar bagi pejabat setempat. Saat ini, otoritas negara bagian bekerja sama dengan FBI untuk menyelidikinya.

Pejabat New Jersey mengatakan bahwa drone-drone ini mampu menghindari deteksi dari pihak berwenang, membuat mereka sulit dilacak.

Dalam sebuah unggahan di platform X , seorang legislator New Jersey menyatakan bahwa drone-drone ini berukuran besar dan tidak cocok untuk dioperasikan oleh pengguna amatir.

Pentagon menyatakan bahwa hingga saat ini belum ditemukan bukti yang menunjukkan bahwa drone-drone tersebut dioperasikan oleh negara asing seperti Iran. (Hui)

Sumber : NTDTV.com 

Dokter yang Menjadi Musisi Setelah Disambar Petir

EtIndonesia. Pada tahun 1942, seorang dokter bedah plastik bernama Tony Cicoria, yang tinggal di New York, AS,  tersambar petir saat berada di dalam bilik telepon. Pada saat itu, dia terlihat seperti sudah meninggal, bahkan menurut pengakuannya sendiri. dia mengenang bahwa sebelum sadar kembali, dia sempat berpikir: “Oh, sial, aku sudah mati.”

Seperti kebanyakan orang yang pernah tersambar listrik bertegangan tinggi, Cicoria mengalami sedikit ketidaknyamanan setelah kejadian itu. Selama satu atau dua minggu, dia merasa lesu dan ingatannya bermasalah. Namun, tidak lama kemudian, gejala-gejala itu hilang, dan terjadi sesuatu yang tidak biasa : Cicoria tiba-tiba merasakan keinginan yang sangat besar untuk mendengarkan musik piano.

Dia mulai mendengarkan musik piano di berbagai kesempatan dan menjadi sangat terpikat. Padahal sebelumnya, Cicoria sama sekali tidak tertarik pada musik piano. Dia lebih menyukai musik rock dibandingkan karya-karya Rachmaninoff atau musik klasik lainnya. Bahkan, dia tidak memiliki ketertarikan terhadap seni yang sifatnya lembut.

Namun, Anda mungkin akan bertanya, apa yang istimewa dari itu? Dia mengalami peristiwa yang mengubah hidupnya dan memutuskan mencoba sesuatu yang baru. Tapi yang mengejutkan adalah, dia mendengar musik di dalam benaknya—musik yang belum pernah dia dengar sebelumnya, musik asli yang baru dan terus-menerus berputar di pikirannya, tak pernah berhenti atau hilang.

Akhirnya, meskipun dia tidak tahu cara bermain piano atau membaca dan menulis notasi musik, Cicoria memutuskan membeli sebuah piano. Dengan penuh semangat, dia mulai memainkan semua musik yang dia dengar di pikirannya. Bahkan, dia sering bangun jam empat pagi untuk bermain piano sebelum memulai pekerjaannya sebagai dokter bedah plastik.

Sejak peristiwa itu, Oliver Sacks, seorang ahli saraf terkenal dari Universitas Columbia, mulai meneliti Cicoria. Dia menjadi subjek penelitian Sacks, yang kemudian mendokumentasikan kisah Cicoria dalam sebuah buku dan film dokumenter di PBS (Public Broadcasting Service), menjelaskan bagaimana musik terbentuk di dalam otak manusia.

Meski sudah dilakukan berbagai pemeriksaan, termasuk MRI (Magnetic Resonance Imaging), para peneliti belum menemukan penjelasan medis yang pasti mengenai kondisi Cicoria. Mereka menduga bahwa trauma dan kejutan yang dialaminya mungkin menyebabkan sesuatu yang disebut abnormalitas pada korteks otak. Namun, sebenarnya, mereka tetap bingung dengan fenomena ini.

Walaupun tidak ada jawaban ilmiah yang jelas, Cicoria pun mulai menggeluti karier musiknya. Dokter yang dulunya tidak berbakat di bidang musik ini kini menjadi sorotan di majalah dan acara televisi. Dia telah menggelar beberapa konser solo, memainkan komposisi klasik, dan juga karya-karyanya sendiri. (jhn/yn)

AS Membentuk Kelompok Antardepartemen untuk Menangani Ancaman Tiongkok terhadap Warga AS

EtIndonesia. Presiden AS Joe Biden pada Kamis (12/12) mengumumkan pembentukan kelompok kerja antardepartemen untuk mengawasi dan menangani ancaman berupa sensor dan intimidasi dari Pemerintah Tiongkok terhadap warga Amerika, termasuk perusahaan AS yang beroperasi di Tiongkok.

Dalam sebuah memorandum, Biden menyatakan bahwa kelompok kerja ini bernama “Kelompok Pemantauan dan Tindakan terhadap Sensor Tiongkok” (China Censorship Monitor and Action Group). Kelompok ini secara khusus akan “memantau dan menangani upaya langsung atau tidak langsung oleh pemerintah Tiongkok untuk melakukan sensor atau intimidasi terhadap siapa pun di Amerika Serikat.”

Berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional Tahun Anggaran 2023, Biden menginstruksikan Penasihat Keamanan Nasional dan Direktur Dewan Ekonomi Nasional untuk memimpin inisiatif ini. Kelompok kerja ini bertugas merumuskan dan melaksanakan strategi pemerintah federal yang terintegrasi untuk memantau dan merespons pengaruh Tiongkok terhadap kebebasan berekspresi warga AS, termasuk ancaman sensor terhadap perusahaan AS yang beroperasi di Tiongkok.

Kelompok kerja ini akan berada di bawah Kantor Eksekutif Presiden, dipimpin oleh Penasihat Keamanan Nasional atau pejabat yang ditunjuk, dengan Wakil Ketua dari Direktur Dewan Ekonomi Nasional atau pejabat yang ditunjuk.

Anggota kelompok kerja juga akan mencakup perwakilan dari Departemen Luar Negeri, Departemen Keuangan, Departemen Kehakiman, Departemen Pertahanan, Departemen Pertanian, Departemen Perdagangan, Departemen Pendidikan, Departemen Keamanan Dalam Negeri, CIA, FBI, serta lembaga lain yang ditunjuk presiden.

Memorandum itu mengarahkan agar pejabat dari setiap departemen yang terlibat harus menunjuk pejabat setingkat Asisten Menteri atau lebih tinggi untuk bergabung dalam kelompok kerja. Kelompok ini diwajibkan untuk bertemu setidaknya dua kali setahun guna memantau dan melaksanakan strategi kontra-sensor terhadap Tiongkok.

Strategi kelompok ini harus mencerminkan pandangan kolektif anggota dan melibatkan masukan dari pihak luar, termasuk lembaga non-anggota, sektor swasta, media, serta sekutu dan mitra AS.

Dalam waktu 120 hari sejak memorandum ditandatangani, kelompok kerja harus menyerahkan strategi kepada presiden dan komite terkait di Kongres. Dalam waktu 180 hari, kelompok ini harus menyerahkan laporan tahunan pertama, yang garis besarnya akan dipublikasikan sejauh memungkinkan tanpa melanggar kepentingan keamanan nasional.

Karena Biden akan lengser pada 20 Januari mendatang, kelanjutan inisiatif ini akan diteruskan oleh pemerintahan baru.

Pada hari Rabu sebelumnya, pemerintah Biden merilis dokumen strategi keamanan nasional baru yang memberikan arahan bagi pemerintahan Trump yang akan datang untuk menghadapi meningkatnya kerja sama antara Tiongkok, Iran, Korea Utara, dan Rusia.

Dalam dokumen rahasia itu, Biden memerintahkan restrukturisasi kelompok kerja di berbagai departemen agar lebih terfokus pada hubungan lintas kawasan antara keempat negara tersebut. Dokumen tersebut juga menyarankan percepatan pembagian informasi dengan sekutu, evaluasi efektivitas sanksi ekonomi, dan penguatan kesiapan menghadapi potensi krisis yang melibatkan lawan-lawan AS secara simultan. (jhn/yn)

Uni Eropa Sepakati Sanksi Baru terhadap Rusia, Sasar ‘Armada Bayangan’

Struktur kepemilikan dan asuransi yang tidak jelas memungkinkan kapal tanker minyak tua dan kurang terawat demi menghindari sanksi Barat

ETIndonesia. Uni Eropa telah mencapai kesepakatan tentang sanksi baru terhadap Rusia, berfokus pada “armada bayangan” kapal tanker yang digunakan Moskow untuk menghindari pembatasan Barat pada perdagangan minyak.

Ini merupakan langkah terbaru dalam serangkaian sanksi UE sejak Februari 2022, ketika konflik berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina meningkat menjadi perang skala penuh. Seiring berlarutnya perang, UE semakin berupaya memutus sumber pendapatan yang mendukung mesin perang Rusia.

“Saya menyambut baik adopsi paket sanksi ke-15 kami, yang secara khusus menargetkan armada bayangan Rusia,” tulis Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di platform X pada 11 Desember.

Meskipun rincian lengkap sanksi ini belum dipublikasikan, presidensi Hongaria di Dewan UE telah mengonfirmasi bahwa daftar individu dan entitas yang dikenai sanksi akan diperluas.

Di antara penambahan baru tersebut adalah enam perusahaan yang berbasis di Tiongkok dan Hong Kong, yang mana asetnya akan dibekukan. Satu warga negara Tiongkok juga akan menghadapi larangan visa. Namun, nama-nama individu dan perusahaan yang terkena sanksi belum diumumkan.

Sebelumnya, perusahaan-perusahaan Tiongkok yang dituduh menjual komponen dan peralatan untuk industri militer Rusia telah dimasukkan dalam daftar hitam entitas yang dilarang membeli produk buatan UE. Namun, paket sanksi terbaru ini merupakan kasus pertama di mana sanksi langsung dijatuhkan terhadap bisnis Tiongkok atas peran mereka dalam perang Rusia di Ukraina.

Paket ini juga menjadi rangkaian sanksi pertama yang disepakati selama masa kepresidenan Hongaria di Dewan UE—meredakan kekhawatiran akan lambatnya kemajuan sanksi karena pendekatan hati-hati Budapest terhadap Moskow.

Para menteri luar negeri UE akan secara resmi memberikan suara pada paket ini pada 16 Desember.

‘Armada Bayangan’ Jadi Sasaran Utama

Fokus utama dari sanksi baru ini adalah “armada bayangan,” yang terdiri dari kapal tanker tua dan kurang terawat—beberapa di antaranya berusia lebih dari 20 tahun—dengan struktur kepemilikan dan asuransi yang tidak jelas, memungkinkan mereka menghindari sanksi Barat. Langkah baru ini akan melarang lebih banyak kapal seperti itu memasuki pelabuhan UE.

Kapal-kapal ini biasanya beroperasi di bawah “bendera kemudahan” dari negara-negara seperti Panama, Liberia, dan Kepulauan Marshall. Menurut laporan UE pada November, operator kapal ini menggunakan taktik menipu, termasuk mengirimkan data palsu, mematikan transponder untuk menghindari deteksi satelit, dan melakukan beberapa transfer kapal-ke-kapal untuk menyamarkan asal minyak.

Rusia telah menggunakan armada bayangan ini untuk menghindari batas harga yang diberlakukan sekutu Barat pada 2022 terhadap minyak mentah Rusia yang diangkut melalui laut. Batas tersebut ditetapkan sebesar $60 per barel dan melarang perusahaan Barat menyediakan layanan seperti asuransi, pembiayaan, atau pendaftaran bagi kapal tanker yang menjual minyak Rusia di atas harga tersebut.

Sanksi ini telah membuat transportasi minyak Rusia dari Timur Jauh Rusia ke Tiongkok dan India menjadi sangat menguntungkan. Kini, pembeli minyak terbesar Rusia—Tiongkok dan India—mengolahnya di wilayah mereka sendiri sebelum mengekspornya kembali ke Barat sebagai bensin dan diesel dengan label yang berbeda.

Rusia diperkirakan telah menginvestasikan sekitar $10 miliar untuk mengembangkan armada bayangannya. Meskipun tidak ada angka resmi karena kerahasiaan Kremlin, S&P Global memperkirakan sekitar 600 kapal tanker semacam itu terlibat dalam perdagangan minyak Rusia.

Kompromi Negara Baltik

Diskusi tentang paket ini dimulai bulan lalu, dengan penolakan terakhir datang dari Latvia dan Lithuania.

Kedua negara Baltik tersebut keberatan dengan klausul yang memungkinkan perusahaan UE tetap beroperasi di Rusia, menurut laporan LRT, layanan berita publik Lithuania.

Ketentuan ini dirancang untuk membantu perusahaan yang ingin menarik diri dari Rusia tetapi menghadapi kesulitan praktis untuk melakukannya. Namun, para kritikus menyebutnya sebagai “celah” yang akan merusak efektivitas sanksi.

Latvia dan Lithuania mencabut keberatan mereka setelah negosiasi tertutup. Beberapa jam sebelum kesepakatan dicapai, von der Leyen mengumumkan paket pendanaan baru untuk enam negara anggota yang berbatasan dengan Rusia dan Belarus, yaitu Finlandia, Estonia, Latvia, Lithuania, Polandia, dan Norwegia.

“Mereka menjaga perbatasan bersama kita. Jadi hari ini kami menyediakan [170 juta euro (sekitar $178 juta)] untuk mendukung upaya mereka,” tulisnya di X.

Sumber : The Epoch Times

Kegemilangan Praktisi Falun Gong Membuat Beijing Gerah Hingga Berikan Lebih Banyak Tekanan

Kegemilangan terbaru Falun Gong di Kongres AS dan pengadilan akan memicu upaya yang lebih besar dari Beijing untuk melakukan represi transnasional

 Anders Corr

Pemimpin partai komunis Tiongkok, Xi Jinping, ingin rezimnya bertindak lebih licik terhadap praktisi Falun Gong di luar negeri.

The Epoch Times pada 6 Desember melaporkan bahwa Xi meminta para pejabatnya secara diam-diam melakukan disinformasi terhadap pemimpin spiritual Falun Gong dan media yang didirikan oleh praktisi Falun Gong. Xi melihat media ini, yang termasuk The Epoch Times dan saluran mitranya, NTD, sebagai ancaman besar bagi Partai Komunis Tiongkok (PKT). Menurut dua sumber yang dikutip oleh The Epoch Times, Xi membahas masalah ini dalam sebuah pertemuan rahasia pada tahun 2022, di mana dia mengkritik kampanye penganiayaan PKT terhadap Falun Gong yang dianggap terlalu lemah.

“Fokus strategi anti-Falun Gong terbaru rezim Tiongkok adalah meluncurkan kampanye disinformasi melalui influencer media sosial, media Barat, dan menggunakan sistem hukum Amerika untuk menyerang perusahaan-perusahaan yang didirikan oleh praktisi Falun Gong,” tulis reporter The Epoch Times, Eva Fu.

“Rincian pertemuan rahasia 2022 diberikan oleh Yuan Hongbing, seorang scholar hukum Tiongkok yang tinggal di pengasingan di Australia dan memiliki koneksi dengan lingkaran politik tertinggi rezim Tiongkok.”

The Epoch Times dan NTD memiliki sumber yang sangat dekat dengan kekuasaan di Tiongkok merupakan sebuah kemenangan tersendiri. Beberapa kemenangan terbaru lainnya mungkin membuat PKT semakin cemas.

Falun Gong Protection Act disahkan dengan suara bulat oleh Dewan Perwakilan AS pada Juni lalu. “RUU ini mewajibkan Presiden untuk memberlakukan sanksi berupa pemblokiran visa dan properti terhadap orang asing yang secara sadar bertanggung jawab, terlibat, atau bersekongkol dalam pengambilan organ secara paksa di Tiongkok,” bunyi ringkasan RUU tersebut.

Diperkenalkan satu setengah tahun yang lalu, RUU ini masih belum disahkan oleh Senat untuk menjadi undang-undang. Senat seharusnya mengatasi lobi perusahaan pro-Tiongkok, berhenti menunda-nunda, dan mengesahkan RUU tersebut. Senator Marco Rubio (R-Fla.), calon Menteri Luar Negeri yang diajukan Presiden terpilih Donald Trump, memperkenalkan Chinese Communist Party Lobbying Divestment Act pada Maret lalu untuk mengatasi masalah ini, tetapi RUU tersebut juga belum disahkan.

Pada 3 September, Pengadilan Banding Sirkuit Kesembilan AS memberikan lampu hijau untuk gugatan tahun 2011 terhadap Cisco Systems atas dugaan membantu dan bersekongkol dalam penganiayaan PKT terhadap Falun Gong. Para penggugat menuduh bahwa Cisco mengembangkan perangkat lunak untuk Tiongkok yang disebut Golden Shield, yang mereka ketahui dapat digunakan untuk memantau praktisi Falun Gong dan melanggar hak asasi manusia mereka. Putusan pengadilan sesuai dengan preseden Mahkamah Agung tahun 2004 yang memungkinkan warga non-AS untuk menggugat di bawah U.S. Alien Tort Statute dalam kasus pelanggaran hukum internasional.

Keberhasilan terbaru Falun Gong di Kongres AS dan pengadilan, meskipun sulit dan lambat, akan memicu upaya lebih besar Beijing untuk melakukan represi transnasional.

Sebagai contoh, pada tahun 2022, tahun yang sama ketika Xi diduga memerintahkan tindakan yang lebih licik, seorang pelaku vandalisme dengan kaitan tidak langsung dengan PKT ditangkap dan didakwa melakukan kejahatan kebencian karena merusak stan informasi Falun Gong di Queens, New York. Menurut surat dari Kejaksaan Distrik Queens County pada November 2023, ia mengaku bersalah atas pelanggaran ringan dan dibebaskan bersyarat.

Pada tahun 2023, rezim Tiongkok berusaha menggunakan dua agen untuk menyuap seorang agen pajak AS palsu agar mencabut status nirlaba dari perusahaan tari klasik Tiongkok yang didirikan oleh praktisi Falun Gong. Kedua agen tersebut dihukum dan dijatuhi hukuman penjara tahun ini.

Perusahaan tari tersebut, yang bernama Shen Yun, dalam siaran pers pada 2 Desember, mengutip dokumentasi lebih dari 130 insiden di 38 negara di mana agen rezim Tiongkok berupaya menghalangi Shen Yun dengan menekan pejabat terpilih lokal, mengancam manajer teater, hingga melakukan kekerasan, perusakan, dan ancaman pembunuhan.

Siaran pers tersebut menyebutkan bukti bahwa PKT “secara signifikan meningkatkan serangannya” terhadap Shen Yun pada tahun 2024 dengan memanfaatkan media sosial. “Upaya ini didukung oleh Kementerian Keamanan Publik Tiongkok dan bertujuan menyebarkan disinformasi tentang Shen Yun di media sosial dan pers Amerika,” bunyi siaran pers tersebut. “Ini tampaknya menjadi asal mula artikel-artikel baru-baru ini di The New York Times dan media lainnya.”

The New York Times memang telah menulis artikel negatif tentang Shen Yun, termasuk laporan berlebihan tentang cedera ringan yang umum terjadi pada banyak grup tari, sambil sebagian besar mengabaikan bukti luas tentang represi transnasional dan pengambilan organ paksa di Tiongkok terhadap Falun Gong serta tahanan hati nurani lainnya. Represi tersebut termasuk dugaan sabotase kendaraan yang digunakan oleh para penampil Shen Yun.

The New York Times belum melaporkan tentang Cheng Pei Ming—seorang penduduk AS yang disebut sebagai “penyintas pertama yang diketahui” dari pengambilan organ paksa oleh rezim Tiongkok, menurut International Coalition to End Transplant Abuse in China.

The New York Times secara konsisten mengabaikan bukti semacam itu sambil, di masa lalu, menerima uang dari rezim Tiongkok untuk menerbitkan iklan daring dan sisipan China Watch yang didukung PKT. Sisipan propaganda ini dirancang agar terlihat seperti laporan yang sah. Kampanye iklan ini terkait dengan China Daily, agen asing terdaftar di AS sejak 1983.

Praktisi Falun Gong berkomitmen untuk menyampaikan kebenaran sebagaimana yang mereka lihat, dan kebenaran itu sulit diterima oleh PKT. Namun, suara bulat Dewan Perwakilan Rakat AS untuk mengesahkan Falun Gong Protection Act pada Juni menunjukkan dengan jelas bahwa rakyat Amerika mendukung hak asasi manusia bagi Falun Gong.

PKT, sejak tahun 2022, terus meningkatkan penindasan transnasionalnya, namun hal ini tidak akan berhasil. Apalagi terhadap spiritualitas yang telah membuktikan ketangguhannya di masa lalu, dan akan melakukannya lagi di masa mendatang.

Pandangan dalam artikel ini adalah opini penulis dan tidak selalu mencerminkan pandangan The Epoch Times

Anders Corr memiliki gelar sarjana/master di bidang ilmu politik dari Universitas Yale (2001) dan gelar doktor di bidang pemerintahan dari Universitas Harvard (2008). Beliau adalah kepala sekolah di Corr Analytics Inc., penerbit Journal of Political Risk, dan telah melakukan banyak penelitian penelitian di Amerika Utara, Eropa, dan Asia. Buku terbarunya adalah “The Concentration of Power: Institutionalization, Hierarchy, and Hegemony” (2021) dan “Great Powers, Grand Strategies: the New Game in the South China Sea” (2018)

Meta Donasi Rp 15,8 Miliar untuk Acara Pelantikan Trump

Hubungan yang sebelumnya tegang antara Presiden terpilih Donald Trump dan CEO Meta, Mark Zuckerberg, tampaknya  membaik

ETIndonesia. Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, menyumbangkan $1 juta (Rp 15,8 miliar) kepada komite pelantikan Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump. Perusahaan tersebut mengonfirmasi sumbangan itu kepada The Associated Press pada 12 Desember, dua minggu setelah CEO Meta Mark Zuckerberg makan malam bersama Trump di kediamannya di Mar-a-Lago. The Epoch Times telah menghubungi Meta untuk dimintai komentar.

Stephen Miller, yang akan menjadi Wakil Kepala Staf Kebijakan Trump, mengatakan bahwa Zuckerberg ingin mendukung dan membantu presiden terpilih dalam melaksanakan reformasi nasional. Sumbangan ini menandai titik balik dalam hubungan yang sebelumnya tegang antara kedua miliarder tersebut.

Pada Maret, merespons seruan untuk melarang aplikasi TikTok yang dimiliki oleh perusahaan Tiongkok di Amerika Serikat, Trump memperingatkan melalui platform Truth Social-nya bahwa langkah tersebut akan memungkinkan Facebook dan Zuckerberg untuk “menggandakan bisnis mereka.”

“Saya tidak ingin Facebook, yang curang dalam Pemilu lalu, menjadi lebih baik. Mereka adalah musuh sejati rakyat!” tulisnya.

Komentarnya merujuk pada $400 juta yang disumbangkan Zuckerberg dan istrinya ke kantor-kantor pemilu di seluruh negeri pada tahun 2020 melalui Center for Technology and Civic Life. Tinjauan kongres terhadap dokumen pajak organisasi itu menemukan bahwa 90 persen dari dana tersebut diarahkan ke negara bagian yang menjadi kunci, khususnya ke daerah-daerah yang condong ke Demokrat.

Hubungan Trump dengan Meta semakin memburuk setelah akun Facebook dan Instagram-nya ditangguhkan menyusul kerusuhan di Capitol pada 6 Januari 2021. Saat itu, Meta mengaitkan keputusan tersebut dengan apa yang mereka sebut sebagai “pujian terhadap orang-orang yang terlibat dalam kekerasan di Capitol pada 6 Januari.”

Meta memulihkan akun Trump pada Januari 2023, tetapi bersamaan dengan itu mengumumkan penalti yang lebih berat bagi tokoh publik yang berulang kali melanggar kebijakan mereka, terutama jika pelanggaran itu “memicu atau merayakan peristiwa kekerasan yang sedang berlangsung atau kerusuhan sipil.”

Namun, pengawasan tambahan itu dicabut pada 12 Juli 2024—sehari sebelum Trump ditembak di telinga dalam upaya pembunuhan saat kampanye di Butler, Pennsylvania.

“Dalam menilai tanggung jawab kami untuk memungkinkan ekspresi politik, kami percaya bahwa rakyat Amerika harus dapat mendengar dari calon Presiden berdasarkan dasar yang sama. Sebagai hasilnya, mantan Presiden Trump, sebagai calon dari Partai Republik, tidak lagi tunduk pada penalti penangguhan yang lebih ketat,” kata Meta pada saat itu.

Respons Trump terhadap insiden tersebut menuai pujian baik dari sekutu maupun lawan, termasuk Zuckerberg, yang menelepon kandidat presiden itu untuk menyampaikan kekagumannya.

“Melihat Donald Trump bangkit setelah ditembak di wajah dan mengepalkan tinjunya di udara dengan bendera Amerika adalah salah satu hal paling keren yang pernah saya lihat dalam hidup saya,” kata Zuckerberg kepada Bloomberg beberapa hari setelah penembakan.

Trump sejak itu melunak terhadap Zuckerberg. Dalam sebuah wawancara di podcast “Bussin’ With the Boys,” Trump mengungkapkan rasa terima kasihnya atas telepon tersebut dan memuji pengusaha teknologi itu karena “tidak ikut campur dalam pemilu.”

Mary Man dan The Associated Press berkontribusi dalam laporan ini

Sumber : The Epoch Times

Menteri Taliban Tewas Dibom, Kelompok yang Berafiliasi dengan ISIS Klaim Tanggung Jawab

Kelompok yang dikenal sebagai Provinsi Islamic State-Khorasan—yang membunuh 182 orang, termasuk 13 anggota angkatan bersenjata AS pada Agustus 2021—mengaku bertanggung jawab

Chris Summers

Sebuah afiliasi ISIS di Afghanistan mengklaim bertanggung jawab setelah seorang pelaku bom bunuh diri menewaskan seorang menteri Taliban dan dua orang lainnya.

Khalil Haqqani, yang menjabat sebagai menteri pengungsi dan repatriasi, tewas di dalam gedung kementerian di Kabul beberapa jam setelah menghadiri pertemuan yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Mullah Abdul Ghani Baradar pada 11 Desember.

Provinsi IS-Khorasan (ISKP)—yang bertanggung jawab atas kematian 182 orang, termasuk 13 anggota angkatan bersenjata AS, di luar bandara Kabul pada Agustus 2021—mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap Haqqani melalui kantor berita Amaq.
Dalam pernyataan yang dimuat Amaq, ISKP menyebutkan bahwa pelaku bom bunuh diri menunggu Haqqani keluar dari kantornya sebelum meledakkan diri.

Khorasan adalah nama kuno untuk sebuah wilayah yang mencakup Afghanistan, Pakistan utara, Iran timur laut, dan Turkmenistan selatan.

Haqqani—yang keponakannya, Sirajuddin Haqqani, adalah menteri dalam negeri Taliban—adalah korban dengan profil tertinggi sejak kelompok itu merebut kembali Kabul pada Agustus 2021, empat bulan setelah Presiden AS Joe Biden mengumumkan penarikan pasukan AS dari Afghanistan.

Pengamanan ketat diberlakukan untuk pemakaman Haqqani pada 12 Desember di distrik Garda Serai, provinsi Paktia bagian timur, yang merupakan pusat kekuasaan keluarga Haqqani.

Juru bicara Taliban Hamdullah Fitrat mengatakan beberapa pejabat tinggi organisasi itu akan menghadiri pemakaman untuk memberikan penghormatan kepada Haqqani, yang saudaranya Jalaluddin adalah pemimpin mujahidin terkenal yang melawan pasukan Soviet di Afghanistan pada 1980-an.

Pada September 2012, Jaringan Haqqani dimasukkan ke dalam daftar organisasi teroris asing yang ditetapkan oleh Departemen Luar Negeri AS.

Taliban diklasifikasikan sebagai kelompok Teroris Global Khusus pada 23 September 2001—12 hari setelah serangan 11 September—melalui perintah eksekutif yang ditandatangani oleh Presiden George W. Bush.

Misi Bantuan PBB Kecam Serangan

Misi Bantuan PBB di Afghanistan mengecam serangan tersebut dan menulis di X: “Tidak ada tempat untuk terorisme dalam upaya mencari stabilitas. Belasungkawa kami kepada keluarga yang terkena dampak.”

Namun, Zhmana Hakimi, seorang penulis Afghanistan yang kini tinggal di New York, menulis di X: “Khalil Haqqani merasakan obatnya sendiri. Dia tewas dengan cara yang sama seperti dia membunuh ribuan orang tak berdosa.”

ISKP telah melakukan beberapa serangan bom di seluruh Afghanistan, sering kali menargetkan anggota minoritas Muslim Syiah di negara itu. Pada September, seorang pelaku bom bunuh diri ISKP menewaskan enam orang dan melukai banyak lainnya di pinggiran Kabul.

Juru bicara utama pemerintah, Zabihullah Mujahid, mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa Haqqani adalah seorang “pejuang suci yang tak kenal lelah” dan kematiannya merupakan kerugian besar.

Menteri luar negeri Pakistan, Ishaq Dar, mengecam pembunuhan tersebut dan mengatakan, “Pakistan dengan tegas mengecam terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya.”

Pakistan adalah salah satu dari sedikit negara yang mengakui Taliban sebagai pemerintah Afghanistan. Negara lain termasuk Iran dan Turkmenistan yang bertetangga.

Rusia selangkah lebih dekat untuk mengakui pemerintah Taliban pada 10 Desember, ketika parlemennya memilih mendukung undang-undang yang akan menghapus Taliban dari daftar organisasi teroris terlarang di Moskow.

Michael Kugelman, direktur Institut Asia Selatan di Wilson Center, mengatakan bahwa Taliban telah berusaha menggambarkan dirinya sebagai penguasa negara yang kini damai.

“Pembunuhan seorang pemimpin Haqqani tingkat atas di salah satu kementerian mereka sendiri meruntuhkan narasi utama itu,” katanya.

Baru-baru ini, Sirajuddin Haqqani menyampaikan pidato di mana dia tampaknya mengkritik pemimpin Taliban, Hibatullah Akhundzada, atas beberapa keputusannya, terutama beberapa dekrit kontroversial tentang perempuan dan anak perempuan.

Pada Agustus 2024, Akhundzada mengumumkan rencana untuk melarang suara dan wajah perempuan di depan umum di bawah undang-undang baru yang dirancang untuk “menegakkan kebajikan dan mencegah keburukan.”

Hukum baru ini mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari seperti transportasi umum, musik, mencukur, dan perayaan.

Ditetapkan dalam dokumen sepanjang 114 halaman dengan 35 pasal, ini adalah deklarasi resmi pertama hukum kebajikan dan keburukan di Afghanistan sejak pengambilalihan pada Agustus 2021.

Namun, pidato Sirajuddin Haqqani—yang masih dicari FBI sehubungan dengan serangan tahun 2008 di sebuah hotel di Kabul yang menewaskan enam orang, termasuk seorang warga negara AS—mengindikasikan ada ketegangan dalam tubuh Taliban.

Ibraheem Bahiss, seorang analis di program Asia Selatan Crisis Group, mengatakan bahwa waktu pengeboman bunuh diri ini mungkin memiliki arti penting.

Dia mengatakan tentang Taliban: “Mereka tidak ingin merusak cengkeraman mereka pada kekuasaan. Mereka adalah kekuatan politik paling terorganisasi di Afghanistan dan mampu mengelola perbedaan mereka.”

Associated Press turut berkontribusi dalam laporan ini

Ratusan Botol Berisi Virus Mematikan Hilang dari Laboratorium di Australia

EtIndonesia. Pemerintah Queensland pada hari Senin (9/12) mengumumkan bahwa ratusan botol berisi sampel virus hidup yang mematikan telah hilang dari sebuah laboratorium.

Departemen kesehatan masyarakat Australia, Queensland Health, telah diinstruksikan oleh pemerintah untuk meluncurkan penyelidikan atas apa yang disebut sebagai “pelanggaran historis besar terhadap protokol biosekuriti,” menurut pernyataan media.

Menurut laporan tersebut, 323 botol berisi berbagai virus menular, termasuk virus Hendra, Lyssavirus, dan Hantavirus, hilang dari Laboratorium Virologi Kesehatan Masyarakat di Queensland pada bulan Agustus 2023.

Hendra adalah sejenis virus zoonosis (dari hewan ke manusia) yang hanya ditemukan di Australia.

Hantavirus termasuk dalam keluarga virus yang dapat menyebabkan penyakit serius dan kematian, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Sementara Lyssavirus adalah sekelompok virus yang menyebabkan rabies.

Laboratorium tempat sampel-sampel tersebut hilang menyediakan “layanan diagnostik, pengawasan, dan penelitian untuk virus serta patogen yang ditularkan nyamuk dan kutu yang penting secara medis,” demikian pernyataan dalam rilis tersebut.

Sesuai dengan pernyataan tersebut, para pejabat tidak mengetahui apakah sampel yang menular itu dicuri atau dimusnahkan dan mengatakan “tidak ada bukti adanya risiko bagi masyarakat.”

Pemerintah meluncurkan penyelidikan atas kasus virus yang hilang

Untuk mencari botol-botol virus yang hilang, pemerintah telah meluncurkan “penyelidikan Bagian 9.”

“Dengan pelanggaran serius terhadap protokol biosekuriti dan kemungkinan hilangnya sampel virus yang menular, Queensland Health harus menyelidiki apa yang terjadi dan bagaimana mencegahnya terjadi lagi,” kata Menteri Timothy Nicholls dalam rilis tersebut.

“Penyelidikan Bagian 9 akan memastikan tidak ada yang terlewatkan dalam menanggapi insiden ini dan memeriksa kebijakan serta prosedur terkini yang berlaku saat ini di laboratorium. Penyelidikan ini juga akan mempertimbangkan kepatuhan terhadap peraturan dan perilaku staf,” tambahnya.

Nicholls mengatakan bahwa “tindakan proaktif” telah diambil oleh Queensland Health yang mencakup pelaksanaan audit untuk memastikan penyimpanan bahan yang benar dan pelatihan ulang staf tentang peraturan yang diwajibkan.

Direktur AI dan Ilmu Hayati di Universitas Northeastern di Boston dan seorang doktor, Sam Scarpino, mengatakan bahwa situasi ini muncul karena “kelalaian biosekuriti yang kritis.”

“Patogen yang dilaporkan hilang semuanya berdampak besar dan dapat menimbulkan ancaman bagi masyarakat,” katanya saat berbicara kepada Fox News Digital.

Menurut Scarpino, ketiga patogen tersebut dapat menyebabkan tingkat kematian yang sangat tinggi pada manusia.

“Beberapa hantavirus memiliki tingkat kematian kasus hingga 15%, atau lebih dari 100 kali lebih mematikan daripada COVID-19, sementara yang lain lebih mirip dengan COVID-19 dalam hal tingkat keparahan,” katanya.

Ketiga patogen tersebut juga dapat menempatkan hewan dan ternak dalam risiko tinggi, katanya.

“Mengingat kemampuan terbatas dari patogen ini untuk menular dari orang ke orang, risiko epidemi sangat rendah,” kata Scarpino.

Sementara itu, dalam pernyataan media, Kepala Petugas Kesehatan dr. John Gerrard mengatakan: “Penting untuk dicatat bahwa sampel virus akan terurai dengan sangat cepat di luar lemari pembeku bersuhu rendah dan menjadi tidak menular. Sangat tidak mungkin sampel dibuang sebagai limbah umum, karena ini sama sekali di luar praktik laboratorium rutin.” (yn)’

Sumber: wionews

Influencer Berusia 22 Tahun Dikritik Karena Menari di Samping Pacarnya yang Berusia 80 Tahun di Ranjang Rumah Sakit

EtIndonesia. Seorang model muda menghadapi kritik karena mengunggah video kontroversial yang memperlihatkan dia menari dengan gembira di samping ranjang rumah sakit pacarnya yang sudah tua seolah-olah merayakan masuknya dia dalam daftar wasiatnya.

Model berusia 22 tahun, Bronwin Aurora dari Toronto, telah disebut ‘tidak tahu malu’ oleh banyak orang daring atas tindakannya.

Meskipun video tersebut tampaknya dimaksudkan sebagai lelucon, terutama karena pacarnya terlihat sehat dalam unggahan terbaru lainnya, internet dengan cepat bereaksi dengan marah.

Aurora, yang dikenal suka membuat lelucon tentang perbedaan usia yang jauh dalam hubungannya, memberi judul video tersebut dengan: “Teman-teman, saya masuk daftar wasiat, haruskah saya mencabutnya?”

Video tersebut dengan cepat menjadi viral di TikTok, ditonton lebih dari 122.000 kali sebelum dibagikan oleh akun X yang kontroversial, Libs dari TikTok. Di X, video yang diunggah ulang tersebut ditonton lebih dari satu juta kali, yang memicu perdebatan sengit di media sosial.

Banyak komentator mengkritiknya, beberapa menyatakan jijik dan menyarankan pacarnya untuk memikirkan kembali surat wasiatnya.

Satu orang berkata: “Saya harap keluarga melihat ini dan menyesuaikan surat wasiatnya. 1 sen kedengarannya pantas.”

Orang lain menambahkan: “Inilah yang terjadi ketika anak-anak dibesarkan oleh teman sebaya & internet, bukan orang dewasa. Selamanya bertingkah seperti orang bodoh untuk mendapatkan perhatian.”

Reaksi keras terus berlanjut, dengan banyak komentator menyebut video itu ‘tidak berperasaan’ dan membandingkannya dengan sesuatu dari episode Twilight Zone yang distopia.

Beberapa kritikus juga menggunakan kontroversi tersebut untuk menunjukkan pengaruh negatif TikTok pada pengguna muda, menyebutnya sebagai contoh lain dari ‘cengkeraman berbahaya’ platform tersebut pada orang-orang yang mudah terpengaruh.

Seorang komentator menulis: “Hal baiknya adalah internet itu abadi, dan dia menunjukkan sifat aslinya. Semua orang bisa melihatnya sebagai orang yang tidak berperasaan.”

Ini bukan pertama kalinya Aurora menghadapi kritik atas hubungannya.

Dia sering mengunggah video yang menanggapi kritik tentang dirinya dan pasangannya, seorang pria berusia 85 tahun yang biasanya menggunakan tongkat.

Video-video ini sering mengolok-olok hubungan mereka yang tidak biasa, dengan Aurora bercanda tentang komentar seperti “Dia cukup tua untuk menjadi kakekmu,” dan mengklaim bahwa dia bersamanya karena uangnya.

Menanggapi perbedaan usia, Aurora sebelumnya mengatakan: “Usia hanyalah angka. Saya mencintainya apa adanya sebagai pribadi, dan dia mencintai saya apa adanya sebagai pribadi… tentu saja.”

Namun, hubungan mereka dan pendekatan sarkastiknya masih menuai banyak kritik daring.

Pacar Aurora masih menjadi misteri, dengan sedikit yang diketahui tentang latar belakang atau kekayaannya.

Dia tidak memiliki media sosial, dan tidak jelas apakah dia memiliki anggota keluarga lain yang mungkin mewarisi hartanya.

Video pasangan itu sering menunjukkan Aurora bersenang-senang dengan pasangannya, mulai dari menari bersama hingga berbelanja di mana dia mengatakan bahwa pasangannya yang membayar tagihan.

Meskipun dikritik, Aurora tampaknya tidak terpengaruh.

Segera setelah video rumah sakit menjadi viral, dia mengunggah klip lain di Instagram, mempertahankan sikapnya yang berani dan tidak menyesal.

Pacarnya juga tampaknya menerima reaksi keras itu dengan baik, sering muncul di videonya dan bahkan berdansa dengannya.

Untuk saat ini, hubungan itu terus memicu perdebatan publik, dengan Aurora menggunakan humor untuk menanggapi dan menangkis kritik, sementara banyak pemirsa tetap meragukan hubungan itu. (yn)

Sumber: thoughtnova

Pasangan yang Menikah dan Bercerai 12 Kali dalam 43 Tahun Diselidiki Terkait Penipuan

EtIndonesia. Sepasang suami istri asal Austria yang menikah dan bercerai sebanyak 12 kali dalam 43 tahun terakhir saat ini tengah diselidiki terkait penipuan keuangan.

Polisi di Wina, Austria, saat ini tengah menyelidiki kasus aneh sepasang suami istri yang menikah dan kemudian bercerai 12 kali selama 43 tahun untuk memanfaatkan celah hukum yang memungkinkan mereka menerima sejumlah besar uang.

Pasangan tua tersebut diduga telah mengatur setiap perceraian secara tertulis sehingga sang istri dapat menerima uang pesangon sebesar 27.000 euro (sekitar Rp 452 juta) yang diberikan kepadanya setelah kematian suami pertamanya pada tahun 1981. Mereka memanfaatkan celah hukum Austria yang memungkinkan para janda untuk tetap menerima uang pesangon selama sang istri belum menikah. Setiap dua setengah tahun, dia akan menerima 2,5 kali uang pensiun janda tahunannya, jadi setiap tiga tahun atau lebih dia dan suami keduanya akan bercerai agar dia dapat menerima uang tersebut, dan kemudian mereka akan menikah lagi.

Taktik penipuan pasangan tersebut baru terungkap pada bulan Mei 2022 ketika Lembaga Asuransi Pensiun menolak untuk memberikan uang pensiun janda tersebut lagi, meskipun dia telah bercerai untuk ke-12 kalinya dengan suami keduanya.
Sebuah penyelidikan sederhana mengungkapkan bahwa pasangan tersebut telah bercerai dan kemudian dengan cepat menikah lagi setiap tiga tahun rata-rata, tepat ketika wanita tersebut seharusnya menerima pesangonnya.

Sebuah penyelidikan oleh Departemen Investigasi Kriminal Graz mengungkapkan bahwa para janda yang bercerai secara berantai itu tinggal bersama di rumah yang sama, memasak bersama, dan bahkan berbagi ranjang. Menurut tetangga mereka, yang sebagian besar tidak tahu tentang kebiasaan bercerai mereka, mereka adalah pasangan teladan dan tidak pernah berpisah. Perilaku mereka mengilhami sebuah undang-undang yang dirancang untuk menutup celah yang telah mereka eksploitasi selama lebih dari empat dekade.

Putusan Mahkamah Agung pada 12 Maret 2024 menyatakan bahwa “pernikahan berulang dan perceraian berikutnya dari pasangan yang sama merupakan penyalahgunaan hukum jika pernikahan tersebut tidak pernah putus dan perceraian hanya terjadi untuk mengajukan klaim atas pensiun janda.”

Pasangan tersebut menghadapi persidangan atas tuduhan penipuan, dengan jaksa menuduh bahwa mereka telah mengantongi 326.000 euro (sekitar Rp 5,4 miliar) dalam bentuk pesangon selama 43 tahun terakhir.

Di sisi positifnya, perceraian ke-12 pasangan tersebut tidak diakui oleh otoritas Austria, sehingga pasangan tersebut akan menghadapi tuduhan tersebut bersama-sama. (yn)

Sumber: odditycentral

Saat Beijing Mendekati Rival Israel, Akankah Israel Mendekat ke Taiwan?

Alexander Liao dan Sean Tseng

Israel dan Taiwan memiliki kesamaan yang signifikan: Keduanya menghadapi ancaman eksistensial dari tetangga yang bermusuhan dan mengalami isolasi internasional.

Selama Perang Dingin, Israel, Taiwan, dan Afrika Selatan di era apartheid bekerja sama dalam pengembangan nuklir hingga Amerika Serikat turun tangan. 

Dengan latar belakang ini, tampaknya tidak ada hambatan bagi Israel untuk mempererat hubungan dengan Taiwan.

Sebelumnya, Israel mungkin menjaga jarak dengan Taiwan demi menghindari kemarahan Tiongkok. Namun, kekhawatiran ini tampaknya memudar mengingat aliansi Tiongkok dengan Iran dan sikap Amerika Serikat yang semakin keras terhadap rezim komunis Tiongkok.

Iran bergantung pada Tiongkok untuk bantuan ekonomi, teknologi militer, dan material penting bagi sektor pertahanannya. Secara diplomatis, Tiongkok secara terbuka mendukung Palestina dan tidak mengklasifikasikan Hamas sebagai organisasi teroris. Hal ini membuat sebagian pihak di Israel mempertimbangkan untuk memainkan “kartu Taiwan.”

Pada Agustus 2023, Amerika Serikat menyetujui bantuan militer pertama untuk Taiwan di bawah Undang-Undang Pembiayaan Militer Asing (FMF), yang biasanya digunakan untuk membantu negara-negara berdaulat mengembangkan industri pertahanan mereka melalui pendanaan langsung. Tampaknya, Washington mendorong Taiwan untuk mencontoh kemampuan pertahanan Israel.

Hingga saat ini, hanya Israel yang menikmati hak istimewa FMF. Perluasan ini ke Taiwan bertujuan membantu pulau tersebut membangun sistem militer-industrinya. Meskipun Taiwan memiliki industri pertahanan yang relatif mandiri, peningkatan diperlukan untuk berintegrasi dengan sistem AS, terutama dalam digitalisasi senjata dan kecerdasan buatan.

Dengan keahliannya, Israel telah dilibatkan dalam mekanisme kerja sama dengan Taiwan di bawah panduan AS. Pada bulan yang sama ketika bantuan militer AS untuk Taiwan disetujui, delegasi parlemen Israel mengunjungi Presiden Taiwan saat itu, Tsai Ing-wen. Kedua pihak sepakat mempererat kerja sama di semua bidang, termasuk kemampuan pertahanan.

Strategi Timur Tengah Tiongkok

Kebijakan Timur Tengah Tiongkok sejak lama berfokus pada bersekutu dengan negara-negara yang menentang kepentingan AS.

Meskipun Israel mengakui Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang baru berdiri pada tahun 1950, Beijing baru meresmikan hubungan diplomatik dengan Israel pada tahun 1992, meskipun Israel diam-diam telah mengekspor teknologi militer ke Tiongkok bertahun-tahun sebelumnya. Secara publik, Tiongkok menjaga jarak, mengutamakan hubungan dengan dunia Arab.

Pada tahun 1971, Albania, yang saat itu adalah sekutu komunis, dan Aljazair, negara Arab terkemuka, memimpin upaya yang memungkinkan RRT menggantikan Taiwan (Republik China, ROC) di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Karena Amerika Serikat mendukung Israel, Tiongkok berpihak pada musuh-musuh Israel.

Secara historis, Tiongkok secara terbuka mendukung Organisasi Pembebasan Palestina dan menyatakan solidaritas dengan perjuangan Palestina, sering kali menyelenggarakan kunjungan berbagai kelompok Palestina ke Beijing.

Hari ini, kebijakan Timur Tengah Tiongkok bertujuan menantang tatanan internasional yang dipimpin AS dengan bersekutu dengan negara-negara dunia ketiga dan wilayah yang kurang berkembang. Negara-negara Timur Tengah, kaya sumber daya tetapi kekurangan sistem industri yang kuat, menjadi mitra ideal bagi upaya Tiongkok.

Tiongkok menganggap negara-negara Timur Tengah penting dalam melawan tatanan internasional yang dipimpin AS. Dukungan Beijing untuk Palestina, negara-negara Arab, Iran, Rusia, dan Korea Utara membentuk poros kekuatan baru.

Saat dihadapkan pada pilihan, Tiongkok bersedia mengambil risiko merenggangkan hubungan dengan Israel demi mempertahankan hubungan dengan negara-negara Timur Tengah lainnya.

Niatan Baik Sejarah yang Dimanfaatkan

Selama Perang Dunia II, Shanghai menjadi tempat perlindungan bagi sekitar 20.000 migran Yahudi yang melarikan diri dari Eropa pada saat banyak negara lain menutup pintu mereka. Sejarah ini membuat banyak anggota komunitas Yahudi merasa berterima kasih kepada rakyat Tiongkok—khususnya penduduk Shanghai yang menyambut mereka.

Namun, penting untuk diingat bahwa perlindungan ini diberikan oleh pemerintah Republik Tiongkok (ROC) pra-komunis di bawah kepemimpinan Partai Kuomintang (KMT), yang kemudian mundur ke Taiwan setelah kalah dari Partai Komunis Tiongkok (PKT) dalam perang saudara di daratan Tiongkok pada tahun 1949.

PKT sejak itu memanfaatkan sentimen ini untuk keuntungan diplomatik dan hubungan masyarakat, meskipun PKT tidak mewakili niatan baik sejarah tersebut.

Setelah pembantaian Tiananmen pada tahun 1989, Amerika Serikat memberlakukan embargo ekspor militer ke Tiongkok. Israel, yang tidak tunduk pada larangan ini, mentransfer teknologi militer canggih ke Tiongkok pada tahun-tahun berikutnya. Contohnya termasuk drone anti-radiasi Harpy dan teknologi rudal udara-ke-udara Python-3, yang ditransfer pada tahun 1980-an hingga awal 1990-an. Laporan menunjukkan bahwa Tiongkok merekayasa balik teknologi ini untuk keperluan militernya.

Pada tahun 2000, ketika Israel berencana meningkatkan sistem peringatan dini dan kontrol udara Phalcon milik Tiongkok, Amerika Serikat menekan Israel untuk membatalkan kesepakatan tersebut. Dikarenakan khawatir membahayakan hubungan pertahanan vitalnya dengan Amerika Serikat, Israel mematuhi tekanan tersebut, yang secara efektif mengakhiri sebagian besar bentuk kerja sama militer dengan Tiongkok.

Di sektor sipil, keahlian Israel juga sangat bermanfaat bagi Tiongkok. Israel berbagi teknologi semikonduktor, inovasi pertanian seperti irigasi tetes yang mengubah daerah gersang, dan teknologi desalinasi yang membantu Tiongkok memenuhi kebutuhan air tawar. Kontribusi Israel menciptakan celah signifikan dalam embargo senjata, dan bantuan tersebut sangat penting bagi Tiongkok.

Komunis Tiongkok  membangun dan mempertahankan apa yang disebut “persahabatan” dengan negara-negara lain berdasarkan keuntungan praktis.

Ukraina menyediakan teknologi militer penting bagi Beijing, Israel berbagi keahlian militer dan sipil canggih, dan Jepang menawarkan investasi serta ilmu pengetahuan. Negara-negara ini, yang dulu merupakan kontributor signifikan bagi perkembangan Tiongkok, kini menjadi pesaing utamanya.

Jika situasi di Timur Tengah memburuk—misalnya, menjadi perang skala penuh antara Israel dan Iran—hal ini dapat memicu pergeseran aliansi global.

Konflik yang meluas melibatkan Tiongkok, Rusia, dan Iran melawan aliansi Barat mungkin memaksa Israel memutuskan hubungan dengan Beijing.

Skenario semacam itu akan menyebabkan transformasi mendalam pada lanskap politik global.

Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini adalah opini penulis dan tidak selalu mencerminkan pandangan The Epoch Times.

Studi: Asam Lemak Omega-6 Menurunkan Kemampuan Tubuh Melawan Sel Kanker

EtIndonesia. Menurut sebuah penelitian baru, makanan yang Anda konsumsi mungkin telah memengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan sel kanker yang ada di usus besar.

Konsumsi berlebihan jenis asam lemak omega-6 tertentu, yang kemungkinan besar menjadi bagian dari pola makan karena makanan olahan, kemungkinan besar menghambat sifat asam lemak esensial omega-3 dalam melawan tumor dan antiradang.

“Setiap hari terjadi mutasi di saluran GI (gastrointestinal), dan biasanya mutasi tersebut langsung ditumpas oleh sistem imun dengan bantuan molekul atau mediator dari omega-3,” kata dr. Timothy Yeatman, yang merupakan salah satu penulis senior penelitian yang diterbitkan pada hari Selasa (10/12).

Penelitian tersebut telah diterbitkan di Gut, jurnal British Society of Gastroenterology.

“Namun, jika tubuh Anda mengalami peradangan kronis selama bertahun-tahun yang disebabkan oleh ketidakseimbangan omega-6, jenis yang umum ditemukan dalam makanan olahan dan makanan cepat saji, saya yakin mutasi akan lebih mudah terjadi dan tubuh akan lebih sulit melawannya,” kata Yeatman, yang merupakan profesor di Institut Kanker Rumah Sakit Umum Tampa.

Asam lemak omega-6 mendominasi pola makan Barat?

Menurut para ahli, pola makan Barat penuh dengan asam lemak omega-6 karena minyak biji yang digunakan untuk menyiapkannya dan 70 persen pasokan makanan di Amerika Serikat didominasi oleh makanan olahan.

Asam linoleat, yang merupakan asam lemak omega-6 yang tersedia dalam minyak bunga matahari, jagung, kacang tanah, kedelai, dan safflower, adalah omega-6 yang paling umum ditemukan dalam pasokan makanan di AS.

“Terlalu berlebihan untuk mengatakan bahwa omega-6 dari makanan olahan adalah penyebabnya. Orang Amerika memiliki sedikit omega-3 karena mereka tidak menyukai ikan berlemak seperti makarel, ikan haring, dan ikan sarden, yang merupakan sumber yang baik,” kata dr. Bill Harris, seorang profesor di University of South Dakota, saat berbicara kepada CNN.

“Jangan salahkan omega-6, itu bukan salah mereka — masalahnya adalah kurangnya asam lemak omega-3,” tambahnya. (yn)

Sumber: wionews