Pergulatan Internal Militer PKT Memanas, Anggota Komisi Militer Miao Hua Disingkirkan

 Pada Kamis (28 November 2024), Kementerian Pertahanan Partai Komunis TIongkok  (PKT) mengumumkan bahwa anggota Komisi Militer Sentral dan Direktur Departemen Kerja Politik Miao Hua disingkirkan dari jabatannya karena diduga “melanggar disiplin serius” dan sedang diselidiki. Pada saat yang sama, Beijing membantah adanya rumor bahwa Menteri Pertahanan PKT , Dong Jun, sedang diselidiki karena korupsi. Namun, kebenaran situasi tersebut masih harus dikonfirmasi

ETIndonesia. Juru bicara Kementerian Pertahanan PKT, Wu Qian, mengonfirmasi pada konferensi pers bahwa Miao Hua, yang menjabat sebagai Direktur Departemen Kerja Politik Komisi Militer Sentral telah dihentikan dari posisinya. Ini merupakan salah satu kasus terbaru dalam pergulatan kekuasaan internal yang dikenal sebagai kampanye anti-korupsi di militer PKT, di mana pejabat senior lainnya juga telah dijatuhkan.

Miao Hua, yang berusia 69 tahun, sebelumnya lama bertugas di Angkatan Darat dan beralih ke Angkatan Laut pada tahun 2014. Pada tahun 2017, ia menjabat sebagai Direktur Departemen Kerja Politik Komisi Militer Sentral dan masuk dalam Komisi Militer Sentral pada  Oktober tahun yang sama untuk mengawasi urusan personel militer.

Namun demikian, hingga saat ini, PKT belum mengungkapkan rincian lebih lanjut mengenai pelanggaran yang dilakukan oleh Miao Hua. Beberapa analis independen dan mantan perwira angkatan laut PKT , seperti Cai Shenkun dan Yao Cheng, menyatakan di platform X bahwa Miao Hua telah dibawa oleh Komisi Disiplin Militer Komisi Militer Sentral, yang menunjukkan bahwa pihak yang berkuasa dalam hal propaganda dan urusan personel di militer sedang dibersihkan.

Jika rumor tersebut benar, Dong Jun, Menteri Pertahanan yang baru diangkat pada akhir tahun lalu, bisa menjadi menteri ketiga yang diselidiki karena korupsi setelah Wei Fenghe dan Li Shangfu.

Namun, pada konferensi pers Kementerian Pertahanan PKT tanggal 28 November, Wu Qian menegaskan kembali bahwa Dong Jun tidak sedang diselidiki.

Apakah Dong Jun akan mengikuti jejak Menteri Luar Negeri PKT sebelumnya, Qin Gang, yang juga menghilang setelah dilaporkan diselidiki, masih menjadi perhatian internasional. Beijing sebelumnya juga membantah laporan terkait penyelidikan terhadap Qin Gang. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Rudal Supersonik Baru Rusia “Oreshnik” Bisa Meledak Hingga Suhu 4000°C! 

EtIndonesia. Setelah Ukraina menggunakan rudal yang dipasok negara-negara Barat untuk menyerang Rusia, Rusia kemudian merespon dengan menggunakan rudal jarak menengah baru “Oreshnik” untuk membalas, ini merupakan kali pertamanya Rusia mengungkapkan informasi terkait dengan rudal tersebut.

Baru-baru ini, Presiden Rusia Vladimir Putin bahkan mengancam bahwa tentara Rusia telah mulai memproduksi massal “Oreshnik” dan menggunakannya untuk menargetkan beberapa lokasi di Ukraina. Sementara itu, Presiden Belarus Alexander Lukashenko juga mengusulkan untuk mengerahkan beberapa rudal “Oreshnik” di wilayah Belarus.

Media Belarus “NEXTA” men-tweet bahwa pertemuan puncak pemimpin Collective Security Treaty Organization-CSTO (Pakta Pertahanan Keamanan Kolektif) yang dipimpin oleh Rusia diadakan pada tanggal 28 November di ibu kota Kazakhstan, Astana.

Putin, setelah pertemuan tersebut, secara terbuka mengeluarkan pernyataan mengancam kepada otoritas Ukraina, menyatakan bahwa staf umum dan kementerian pertahanan Rusia saat ini telah memilih target di wilayah Ukraina sebagai objek serangan rudal “Oreshnik”.

Putin juga menekankan, dibandingkan dengan rudal yang dipasok Barat kepada Ukraina, masih ada banyak rudal yang lebih canggih atau sejenis di dalam gudang senjata Rusia, dan senjata hipersonik Rusia masih belum memiliki “kompetitor sejenis” di seluruh dunia, serta mengecam Pemerintah Ukraina sebagai “perampas kekuasaan yang ilegal”.

Selain itu, Sekretaris Dewan Keamanan Federasi Rusia, mantan Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoygu, saat menghadiri pertemuan puncak CSTO, menyatakan bahwa setelah Rusia memperbarui doktrin nuklirnya, “payung nuklir” Rusia akan diperluas ke negara-negara anggota CSTO ini.

Sementara itu, Lukashenko, dalam wawancara dengan media, dengan antusias memuji “Oreshnik”, dan berharap Rusia bisa menempatkan rudal tersebut di wilayah Belarus.

Lukashenko mengatakan bahwa setelah Rusia menggunakan “Oreshnik”, “telah memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap masyarakat internasional”. 

Lukashenko lebih lanjut menyebutkan bahwa Belarus telah mempersiapkan lokasi untuk penempatan “Oreshnik”, “hanya menunggu respons dari Putin”. Untuk memberikan efek ngeri dan ancaman dari rudal “Oreshnik”, media Rusia, Sputnik juga melakukan perbandingan dan kinerja nyata dari rudal “Oreshnik” di platform X.

Tweet tersebut menyebutkan bahwa suhu ledakan kepala “Oreshnik” mencapai 4000°C, empat kali suhu lebur baja, dan dua hingga tiga kali suhu mesin jet saat ini, “hanya lebih rendah dari suhu permukaan matahari atau plasma, dapat menyebabkan kerusakan serius pada sebagian besar material”.

Tweet tersebut menyatakan bahwa secara umum, titik lebur baja adalah 1500°C, titik lebur aluminium sekitar 660°C, dan titik lebur tungsten adalah 3422°C, tetapi di hadapan suhu ledakan “Oreshnik” sebesar 4000°C, logam-logam ini akan “langsung menguap”.Selain itu, beton yang digunakan dalam konstruksi manusia akan retak dan degradasi pada suhu di atas 300°C, pada suhu tinggi 4000°C, tidak hanya beton yang mungkin menguap, tetapi juga baja yang digunakan di dalam bangunan akan langsung meleleh, menyebabkan struktur bangunan runtuh, kaca, sistem listrik, atau sistem pipa juga mungkin rusak di bawah suhu tinggi. Bahkan kendaraan lapis baja militer hampir tidak dapat menahan suhu tinggi 4000°C, akan “terbakar habis” di bawah serangan rudal “Oreshnik”. (jhn/yn)

Turis Wanita Tiongkok Digigit Hiu di Bagian Belakang Kepala.

EtIndonesia. Beberapa tempat wisata di daerah tropis atau subtropis menetapkan snorkeling  sebagai daya tarik utama, menarik turis untuk menikmati keindahan pemandangan bawah laut yang menakjubkan. Namun, terkadang muncul berita tentang kecelakaan yang terjadi pada turis saat snorkeling. 

Baru-baru ini, seorang turis wanita asal Tiongkok mengalami kejadian yang tidak terduga saat snorkeling di Maladewa, di mana dia digigit hiu di bagian belakang kepalanya.

Meskipun wanita tersebut berhasil lolos dari maut, lukanya tetap dijahit lebih dari 40 jahitan, dan video yang merekam momen hiu menggigit tersebut juga tersebar luas di internet. Namun, banyak netizen Tiongkok justru merespons dengan sinis, menganggap ini sebagai “masalah yang hanya dihadapi oleh orang kaya.”

Menurut laporan dari “The Beijing News”, seorang turis wanita asal Tiongkok berusia 45 tahun baru-baru ini pergi berlibur ke Pulau Hulhumale di Maladewa dan mengambil bagian dalam acara snorkeling di tempat wisata terkenal “Shark Box”, dalam upaya untuk menikmati keindahan bawah laut negara kepulauan tropis tersebut. Namun, wanita tersebut secara tidak terduga digigit oleh seekor hiu di belakang kepalanya. 

Beruntung, hiu tersebut hanya menggigit sekali secara ringan, dan wanita itu berhasil meloloskan diri dari “gigitan maut predator” tersebut, dia segera berenang kembali ke permukaan dan mendapatkan perawatan medis.

Laporan tersebut menyebutkan dengan mengutip pernyataan polisi Maladewa yang mengatakan bahwa kondisi wanita tersebut stabil setelah mendapat perawatan dan tidak dalam bahaya jiwa.

Media Maladewa juga melaporkan tentang insiden tersebut, mengatakan bahwa wanita asal Tiongkok itu dijahit sekitar 40 jahitan setelah “ciuman ikan (hiu)” tersebut. Namun, media Inggris seperti “Daily Mail” dan “Mirror” melaporkan bahwa kelompok turis asal Tiongkok itu diduga melanggar hukum Maladewa dengan menggunakan umpan untuk menarik hiu, yang menyebabkan serangan hiu tersebut.

Pemerintah Maladewa menyatakan bahwa biasanya hiu tidak akan menyerang manusia secara aktif, tetapi jika ada umpan atau ikan yang terluka di sekitar, air yang keruh, mengenakan perhiasan yang berkilauan saat snorkeling, atau mengenakan pakaian yang terlalu mencolok, semua itu bisa meningkatkan kemungkinan kontak dengan hiu dan kejadian berbahaya, mengimbau turis untuk selalu berhati-hati dan mematuhi standar penyelaman lokal untuk memastikan keselamatan mereka.

Pasca kejadian itu, video serangan hiu terhadap turis tersebut mulai viral di internet, banyak netizen merasa bahwa wanita itu “benar-benar beruntung” bisa lolos dari moncong hiu. Namun, ada juga netizen Tiongkok yang beranggapan bahwa orang yang mampu pergi berlibur ke Maladewa dan membeli perlengkapan snorkeling pastilah “orang kaya,” dia menyindir “orang kaya memang pintar menikmati hidup dan bersenang-senang.”

Ada juga netizen yang secara sinis berkomentar: “Kemiskinan membuat saya terhindar dari bahaya semacam ini.” 

“Saya miskin jadi saya tidak khawatir.” 

“Saya yang tidak punya uang hanya bisa menonton saja.”

Juga ada yang secara sarkastis mengatakan, ini mungkin adalah “akibat dari tidak melakukan amal oleh orang kaya,” dan beranggapan bahwa turis wanita asal Tiongkok tersebut “menelan pil pahit akibat ulahnya sendiri.” (jhn/yn)

Eksekusi Tawanan Perang Ukraina oleh Pasukan Rusia di Dua Lokasi Terekam Kamera, Ukraina Segera Lalukan Penyelidikan

EtIndonesia. Perang Rusia-Ukraina telah berlangsung lebih dari seribu hari, kedua belah pihak telah menghabiskan banyak sumber daya dan tenaga manusia di medan perang, dan beberapa tentara telah menjadi tawanan musuh. Namun, belakangan ini sering terdengar berita tentang eksekusi tawanan perang Ukraina oleh pasukan Rusia, yang membuat marah banyak warga Ukraina.

Sementara itu, Kantor Kejaksaan Agung Ukraina mengumumkan bahwa mereka akan membuka penyelidikan terhadap kasus-kasus eksekusi tawanan tersebut.

Pengguna “NOELREPORTS” di platform X men-tweet, bahwa pada tanggal 24 November, di dekat Desa Novodarivka di Zaporizhzhia, sekelompok pasukan bersenjata Rusia mengeksekusi lima dari enam pasukan Ukraina dengan cara tembak di tempat setelah mereka ditawan. Setelah menerima berita terkait, Kantor Kejaksaan Agung Ukraina mengumumkan bahwa mereka akan menyelidiki kasus ini dan berharap dapat memaksa tentara Rusia yang terlibat membayar harga.

Tweet lain dari “NOELREPORTS” menyebutkan bahwa beberapa hari yang lalu, sekelompok tentara Rusia mengepung tempat tinggal tentara Ukraina di dekat Red Army Village, menangkap lima tentara Ukraina yang bersembunyi di dalam dan memaksa mereka berbaring berdampingan di tanah. Kemudian, tentara Rusia ini menembak mati tawanan Ukraina tersebut.

Setelah video insiden itu bocor, hal itu kembali memicu kemarahan Ukraina, dan Kantor Kejaksaan Agung Ukraina memutuskan untuk menyelidiki insiden ini atas dasar “pelanggaran Hukum Kemanusiaan Internasional”. 

Banyak netizen juga mengkritik tindakan brutal tentara Rusia, menyebut mereka sebagai “teroris”, “barbar”, dan bahkan ada yang menggambarkan orang Rusia sebagai “kanker umat manusia”, menyerukan kepada masyarakat internasional untuk bertindak tegas terhadap Rusia.

Ada juga netizen yang menyatakan bahwa setelah insiden pembantaian tawanan terjadi berulang kali, tentara Ukraina seharusnya membangun tekad untuk “berperang sampai detik terakhir daripada menyerah”.

Lagi pula, menyerah kepada Rusia pada akhirnya juga bisa menjadi korban di moncong senjata, jadi, “lebih baik bertarung sampai mati”. Selain itu, beberapa netizen juga mengingatkan berbagai organisasi internasional dan media internasional, berharap mereka akan memperhatikan fenomena eksekusi berkelanjutan terhadap tawanan perang Ukraina. (jhn/yn)

Bagaimana Tiongkok dan Uni Eropa akan Menghadapi Dampak Kekuasaan Trump Jilid 2.0 ?

He Qinglian

Presiden terpilih AS, Donald Trump, pada  24 November di Truth Social, mengancam akan mengenakan tarif pada barang impor dari Tiongkok, Kanada, dan Meksiko, suatu tindakan yang tidak bisa dianggap enteng oleh negara-negara yang bersangkutan. 

Tidak mengherankan bagi dunia tarif tambahan akan dikenakan pada Tiongkok, namun penerapan tarif 25% terhadap sekutu dekat seperti Meksiko dan Kanada menimbulkan kepanikan dan dikhawatirkan akan menggulingkan Perjanjian USMCA (ditandatangani pada 1994, direvisi pada 2020). Uni Eropa, yang sudah pesimis terhadap kembalinya Trump, dengan cepat menyesuaikan hubungannya dengan Washington sambil menyuarakan kekecewaan.

Ekspektasi dan Penyesuaian Uni Eropa

Selama masa jabatan pertama Trump, dengan slogan “America First”, ia keluar dari beberapa organisasi internasional dan menuntut sekutu-sekutunya di NATO untuk mengambil tanggung jawab atas biaya pertahanan, serta mengenakan tarif pada produk impor dari Uni Eropa. 

Dengan pengalaman ini, Uni Eropa sudah mempersiapkan diri untuk dampak “Trump jilid 2.0”. Kekhawatiran terbesar Uni Eropa adalah apakah Trump akan keluar dari Perjanjian Paris lagi? Sebagai seorang skeptis atas perubahan iklim, pada  16 November, Trump menominasikan Chris Wright, CEO dari Liberty Energy, sebagai Menteri Energi dalam pemerintahannya yang baru. Wright juga skeptis terhadap perubahan iklim dan mendukung penggunaan bahan bakar fosil, termasuk pengembangan minyak dan gas serta fracking. 

Tim transisi Trump mengungkapkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan “reformasi besar” terhadap kebijakan iklim dan energi Amerika, termasuk potensi keluar lagi dari Perjanjian Paris. Ini menempatkan Uni Eropa dalam dilema: di satu sisi, mereka ingin memajukan ekonomi hijau dan memperluas energi bersih, namun di sisi lain, mereka khawatir bahwa tanpa partisipasi Amerika, Perjanjian Paris akan gagal, dan Uni Eropa akan kehilangan posisi kepemimpinannya di bidang ini. Surat kabar Prancis, Libération, mengatakan bahwa pemilihan Trump ibarat “Kembalinya sang pembakar”.

Uni Eropa Menghadapi Dampak Trump: Kesepakatan Teknis dengan Tiongkok tentang Tarif Mobil Listrik

Kekhawatiran lain Uni Eropa adalah bagaimana menghadapi strategi tarif berat Trump. Setelah pemilihan Trump, Macron menyatakan bahwa Amerika mungkin akan mengenakan tarif tinggi terhadap Tiongkok untuk memaksa Uni Eropa mempercepat pemisahan dari Tiongkok, tetapi pada saat yang sama mungkin juga mengenakan tarif terhadap Eropa, bahkan mungkin membongkar rantai nilai Amerika-Eropa.

Dari 27  negara anggota Uni Eropa, beberapa negara terkait lebih bergantung pada pasar Tiongkok, beberapanya lebih bergantung pada pasar Amerika, yang pada akhirnya bisa memecah belah internal Uni Eropa. Setelah menyadari hal ini, Uni Eropa melakukan konsesi pada Tiongkok mengenai tarif mobil listrik. 

Dari  2 hingga 7 November, tim teknis Tiongkok -Eropa melakukan lima putaran konsultasi di Beijing, dengan perdebatan intens mengenai rencana komitmen harga anti-subsidi untuk mobil listrik, dengan setiap detail menjadi titik perdebatan yang keras.

Pada tengah hari 6 November waktu Timur AS, seiring terpilihnya Trump, Uni Eropa segera membuat konsesi besar, mencapai “konsensus teknis” dengan pihak Tiongkok mengenai kesepakatan komitmen harga dan mekanisme pelaksanaan kerangka kerja. 

Sebelumnya, pihak Eropa mencoba bernegosiasi secara individu dengan perusahaan otomotif tertentu (tentang harga) dan bersikeras memiliki hak hukum untuk melakukan itu. Perwakilan negosiasi Tiongkok diwakili oleh Departemen Perdagangan Tiongkok dan Direktorat Jenderal Perdagangan Uni Eropa, dua departemen pemerintah.

Pihak Eropa mencoba melemahkan dasar negosiasi Tiongkok dengan mengundang perusahaan individu untuk bernegosiasi. Pihak Tiongkok berpendapat bahwa pendekatan ini akan merusak kepercayaan di antara perusahaan Tiongkok, memecah belah perusahaan Tiongkok, dan sangat merugikan bagi pihak Tiongkok.

Kedua belah pihak sangat menghargai negosiasi mengenai kesepakatan teknis ini karena memiliki kekhawatiran yang sama: dampak Trump jilid 2.0 akan merugikan kedua ekonomi besar, dan perlu ada ruang untuk manuver.

Konsesi Uni Eropa pada “kesepakatan teknis” mobil listrik Tiongkok bukan berarti menurunkan “senjata perdagangan”, tetapi lebih karena tidak yakin dengan kemampuan mereka untuk berperang dagang dengan Tiongkok dan Amerika secara bersamaan.

Bagi pihak Tiongkok, kendala besar bagi mobil listrik Tiongkok di pasar Eropa dan Amerika adalah hambatan pasar yang sangat tinggi; pada awal Oktober, Uni Eropa mengenakan tarif hingga 45.3% pada mobil listrik impor dari Tiongkok, sementara Amerika dan Kanada telah mengenakan tarif 100%. Menghadapi kenyataan ini, strategi pasar global Tiongkok saat ini berusaha mempertahankan pasar yang ada di Eropa dan Amerika, dengan fokus pertumbuhan yang telah beralih ke “Global South”.

Tiongkok dan Uni Eropa Sama-Sama Menghadapi Tekanan Besar dari Tarif Amerika

Tiongkok dan Uni Eropa memiliki kesamaan: keduanya adalah negara dengan impor barang terbanyak dari Amerika. Menurut data Biro Sensus Amerika untuk tahun 2023-2024, di antara negara-negara pengimpor ke Amerika, Asia (termasuk 25 negara Asia dan Asia Selatan seperti India, Jepang, Korea, Taiwan, Thailand, dan Vietnam) menempati posisi pertama, diikuti oleh Uni Eropa + Inggris di posisi kedua, Meksiko ketiga, Tiongkok keempat, dan Kanada kelima — hasil penelitian terkait menunjukkan bahwa banyak produk yang Meksiko ekspor ke Amerika berasal dari Tiongkok (perakitan semi-jadi, bahan mentah, perusahaan Tiongkok di Meksiko), Trump telah menyebutkan hal ini dalam pidato publiknya.

Menteri Keuangan yang diangkat oleh Trump, Scott Bessent, menulis di Fox pada  15 November, mengeluarkan “deklarasi pra-inaugurasi” yang berjudul “Mari Kita Bicara tentang Tarif. Sudah Waktunya untuk Menghidupkan Kembali Alat Favorit Alexander Hamilton”, dengan secara terbuka menyatakan bahwa “tarif memiliki sejarah panjang sebagai alat untuk meningkatkan pendapatan serta sebagai cara untuk melindungi industri penting strategis negara kita. …Faktanya, negara lain telah memanfaatkan keterbukaan Amerika terlalu lama, karena kami mengizinkan mereka melakukannya. Tarif adalah cara untuk berdiri bagi orang Amerika. Tarif juga alat yang berguna untuk mencapai tujuan kebijakan luar negeri presiden. Baik itu membuat sekutu meningkatkan pengeluaran pertahanan, membuka pasar asing untuk produk yang diekspor Amerika, memastikan kerja sama dalam menghentikan imigrasi ilegal dan mengintersepsi perdagangan fentanyl, atau mencegah agresi militer, tarif dapat memainkan peran kunci”, menghadapi gelombang dampak Trump jilid 2.0, bagaimana mungkin Uni Eropa bisa lolos?

Tiongkok dan Uni Eropa memiliki ruang kerja sama yang luas di berbagai bidang seperti teknologi, energi, dan pertanian. Dari sisi Tiongkok, selalu menekankan bahwa Tiongkok dan Uni Eropa adalah mitra dagang terbesar kedua satu sama lain, Tiongkok adalah pasar ekspor ketiga terbesar bagi Uni Eropa, sumber impor pertama; Uni Eropa adalah pasar ekspor kedua terbesar bagi Tiongkok, sumber impor kedua terbesar, dengan perdagangan bilateral rata-rata hampir $1,5 juta per menit. Investasi dua arah telah melebihi $250 miliar, dengan perusahaan dari kedua belah pihak terus meningkatkan investasi di pasar satu sama lain…; dari sisi Uni Eropa juga terus melihat ke “pemimpin besar” Amerika, melihat ke “musuh ideologi” Tiongkok, dengan sikap yang berfluktuasi. Sebagai contoh, Jerman, yang telah menekankan “de-China-isasi” ekonominya selama beberapa tahun, ingin mengurangi ketergantungan ekonominya terhadap Tiongkok, tetapi kenyataannya adalah setelah kehilangan ketergantungan sumber daya terhadap Rusia, ketergantungan ekonominya terhadap Tiongkok malah semakin dalam.

Analisis oleh Institut Ekonomi Jerman (IW) berdasarkan data dari bank sentral Jerman menunjukkan bahwa pada tahun 2023, investasi langsung Jerman di Tiongkok meningkat 4,3% year-on-year menjadi 11,9 miliar euro, mencetak rekor tertinggi baru. Pada tahun yang sama, proporsi investasi Jerman di Tiongkok terhadap total investasi luar negeri Jerman meningkat menjadi 10,3%, tingkat tertinggi sejak 2014.

Uni Eropa Tanpa Kepemimpinan Jangka Pendek

Uni Eropa dan Amerika saling menjadi pasar terbesar satu sama lain, dengan Tiongkok sebagai pasar terbesar kedua, tetapi Uni Eropa memiliki sedikit alat tawar saat berhadapan dengan kedua negara ini. Kekuatan utama Eropa, Jerman dan Prancis, telah mengalami penurunan kekuatan nasional, hanya berkat dukungan Amerika, mereka masih bisa duduk di gerbong depan kereta globalisasi dengan kekuatan kelas dua. Lebih buruk lagi, setelah gelombang dampak Trump jilid 2.0, kedua negara besar ini tengah terjerumus dalam krisis politik yang serius.

Jerman menghadapi krisis “de-industrialisasi” setelah perang Rusia-Ukraina, dengan banyak perusahaan bangkrut dan ekonomi mengalami kemunduran serius, yang pasti akan memicu krisis politik.

Pada tanggal 6 November, pemerintahan koalisi tiga partai Jerman mengalami perselisihan mengenai kebijakan ekonomi nasional, menyebabkan semua staf Partai Demokrat Bebas mengundurkan diri, aliansi pemerintahan hancur, meninggalkan pemerintahan minoritas yang terdiri dari Partai Sosial Demokrat dan Partai Hijau, yang pada dasarnya tidak mampu memimpin Uni Eropa.

Partai-partai di Jerman telah sepakat untuk mengadakan pemilihan baru pada tanggal 23 Februari 2025, dengan pemungutan suara kepercayaan resmi terhadap pemerintahan yang akan diadakan sebelum pemilihan. Artinya, masih ada sekitar tiga bulan sebelum pemerintahan baru terbentuk.

Pada 7 November, bertepatan dengan kemenangan Trump dalam pemilihan, Macron di Budapest dalam KTT Komunitas Politik Eropa menyerukan bahwa ini adalah “momen penentu”, Eropa perlu secara proaktif “menulis sejarah”, dia bahkan memberi contoh: “Dunia terdiri dari herbivora dan karnivora. Saya tidak ingin Eropa menjadi tempat tinggal yang sangat baik bagi herbivora, membiarkan karnivora datang ke sini untuk melahap.” Maksudnya jelas, Amerika adalah singa dan harimau, sedangkan Uni Eropa hanya domba kecil, Uni Eropa hanya bisa menjadi singa atau harimau di bawah kepemimpinan Prancis, tidak akan dimakan. Namun, nasib Macron tidak beruntung, beberapa hari setelah pernyataan itu, taman belakangnya sendiri terbakar, sayap kanan ekstrem atau sayap kiri di Prancis bersekongkol untuk menggulingkan pemerintah, dengan alasan utama adalah ekonomi yang lesu.

Sejak musim panas ini, Prancis telah menjadi salah satu dari delapan negara di Uni Eropa dengan defisit berlebih, dengan defisit publik diperkirakan 6,2% dari PDB tahun ini, hanya lebih baik dari Romania di posisi terbawah di antara 27 negara Uni Eropa, jauh dari batas 3% yang diizinkan oleh aturan Uni Eropa.

Menghadapi Uni Eropa yang tanpa kepemimpinan, pada tanggal 28 November, Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Christine Lagarde, menyatakan, mengingat rencana Presiden terpilih Amerika, Trump, untuk meningkatkan tarif impor, Uni Eropa harus bekerja sama dengan Trump untuk menghindari perang dagang. 

Tim Trump yang akan menjabat telah menandatangani perjanjian transisi dengan Gedung Putih Biden, memulai proses resmi serah terima kekuasaan, dengan biaya periode transisi dibiayai secara pribadi, tanpa menggunakan teknis atau bangunan pemerintah. Ini berarti Trump jilid 2.0 akan segera menjabat, sementara status pemerintahan dua pemimpin besar Uni Eropa masih tidak diketahui. Di sisi lain, Tiongkok hanya bisa beradaptasi sesuai keadaan, saat ini hanya bisa mengekspresikan niat untuk bersatu dengan Uni Eropa, tetapi tidak bisa mencapai kesepakatan substantif apa pun.

Sumber : Secretchina.com 

Kepala Intelijen Inggris: Rusia adalah Dalang di Balik Kegiatan Pengacau di Eropa

ETIndonesia. Richard Moore, kepala intelijen rahasia Inggris (MI6, Military Intelligence Section 6), pada Jumat (29/11/2024) menyatakan bahwa Rusia telah melancarkan “kegiatan pengacau tanpa batas yang mengejutkan” di Eropa, sekaligus meningkatkan ancaman nuklirnya untuk mengintimidasi negara-negara lain agar tidak mendukung Ukraina.

Dalam pidatonya, Moore menegaskan bahwa pengurangan dukungan untuk Ukraina akan membuat Presiden Rusia, Vladimir Putin, dan sekutunya menjadi lebih berani. 

“Harga untuk mendukung Ukraina sudah diketahui umum, tapi harga untuk tidak mendukung akan jauh lebih tinggi lagi. Jika Putin berhasil, Tiongkok akan mempertimbangkan pengaruhnya, Korea Utara akan menjadi lebih berani, dan Iran akan menjadi lebih berbahaya,” ujar Moore.

Pidatonya di Paris tampaknya ditujukan untuk memberi pesan kepada Presiden AS yang akan datang, Donald Trump, dan beberapa sekutu Eropa yang meragukan apakah dukungan untuk Ukraina harus dilanjutkan. Ia menilai bahwa Eropa dan sekutu di seberang Atlantik harus tetap teguh menghadapi agresi yang semakin meningkat.

“Baru-baru ini, kami menemukan bahwa Putin dan pengikutnya menciptakan ketakutan akan konsekuensi dari bantuan untuk Ukraina melalui ancaman nuklir, sementara Rusia juga melakukan kegiatan merusak yang mengejutkan dan tanpa pertimbangan di Eropa,” kata Moore.

Pada September lalu, Moore pernah menyatakan bahwa NATO dan kepala intelijen dari negara-negara Barat lainnya telah memperingatkan bahwa aktivitas lembaga intelijen Rusia telah menjadi “sedikit di luar kendali,” termasuk serangan siber yang berulang dan insiden pembakaran yang terkait dengan Moskow. Namun, Rusia menyangkal bertanggung jawab atas semua kejadian tersebut.

Bulan lalu, kepala Badan Keamanan Nasional Inggris (MI5, Military Intelligence Section 5) mengatakan bahwa Direktorat Intelijen Militer Rusia (GRU) sedang berupaya menciptakan “kekacauan”.

Seorang sumber yang akrab dengan intelijen AS mengatakan kepada Reuters bahwa Moskow mungkin meningkatkan serangan terhadap target di Eropa untuk meningkatkan tekanan terhadap negara-negara yang mendukung Ukraina.

Kerja Sama Intelijen Inggris-Prancis

Moore dan Nicolas Lerner, kepala Direktorat Keamanan Luar Negeri Prancis (DGSE), bersama-sama menghadiri peringatan 120 tahun perjanjian Inggris-Prancis. 

Moore menyatakan bahwa MI6 Inggris dan DGSE Prancis bekerja sama dalam “menilai risiko dan menginformasikan keputusan pemerintah masing-masing” untuk mencegah eskalasi bahaya yang disebabkan oleh “bluff dan agresi” Presiden Putin.

Lerner sependapat bahwa “keamanan kolektif seluruh Eropa” bergantung pada konflik di Ukraina. Dia mengatakan, pengalaman Inggris dalam menghadapi serangan terkini Rusia, seperti penggunaan agen saraf Novichok untuk membunuh mantan mata-mata Rusia pada tahun 2018, sangat penting bagi badan intelijen Prancis dalam menangani tindakan Rusia.

Lerner juga menyebutkan bahwa badan intelijen Prancis dan Inggris bekerja sama secara erat untuk mengatasi potensi penyebaran nuklir Iran. Iran berulang kali membantah memiliki niat untuk mengembangkan senjata nuklir.

Dunia berada dalam kondisi paling berbahaya dalam hampir 40 tahun terakhir.

 Pidato Moore sebagian besar berfokus pada pentingnya persatuan Barat. Ia menyatakan bahwa kekuatan kolektif sekutu Inggris akan melampaui Putin, yang semakin bergantung pada Tiongkok, Korea Utara, dan Iran.

Presiden terpilih AS, Trump, bersumpah untuk segera mengakhiri perang Ukraina, tetapi tidak menjelaskan bagaimana cara mengakhirinya, sementara anggota Partai Republik AS lainnya bersikap skeptis terhadap dukungan strategis yang kuat Washington untuk Kyiv dan pasokan senjata berat.

 Moore mengatakan, “Jika Putin diizinkan untuk berhasil mengubah Ukraina menjadi negara vasal, dia tidak akan berhenti di situ. Keamanan kita—Inggris, Prancis, Eropa, dan transatlantik—akan terancam.”

Moore menyatakan bahwa secara keseluruhan, dunia berada dalam keadaan paling berbahaya selama 37 tahun ia bekerja di dunia intelijen, dengan kebangkitan kembali ISIS, ambisi nuklir Iran yang terus mengancam, dan dampak radikalisasi dari serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 yang belum sepenuhnya terungkap. (jhon)

Sumber : Epochtimes.com

Perselingkuhan Guru di Tiongkok dengan Muridnya Terungkap Saat Pesan Obrolan Tak Sengaja Diproyeksikan di Depan Kelas

EtIndonesia. Sebuah sekolah kejuruan di Tiongkok utara telah menskors seorang guru wawnita setelah pesan obrolan daringnya, yang mengungkap perselingkuhannya dengan seorang murid laki-laki, secara tidak sengaja dia diproyeksikan di layar di depan kelas.

Guru yang bermarga Zhang itu, telah menikah dan memiliki seorang putri. Dia bekerja di sebuah sekolah kejuruan di daerah Qinyuan, Provinsi Shanxi, sebagaimana dilaporkan oleh Dawan News.

Awal bulan ini, riwayat obrolannya di aplikasi media sosial WeChat dengan seorang murid remaja secara tidak sengaja dia tampilkan di kelas.

Dalam obrolan itu, murid yang berusia antara 15 dan 18 tahun itu bertanya: “Sayang, mengapa kamu menangis?”

Zhang menjawab: “Saya membantu anak saya mencuci kakinya dan memintanya untuk mencuci kaki saya juga, tetapi dia menolak. Saya kemudian meminta ayahnya untuk mencuci kaki saya, dan dia juga menolak dan pergi begitu saja.”

“Saya kesal. Saya katakan kepadanya, ‘Anak itu memperlakukan saya seperti kamu memperlakukan saya.’ Saya sangat sedih! Pria macam apa yang telah saya nikahi?” kata Zhang.

Siswa tersebut, yang identitasnya masih dirahasiakan, menghiburnya dengan mengatakan: “Jangan minta dia melakukan apa pun untukmu.”

“Meskipun kamu sudah menikah, aku tidak ingin mendengar bahwa kamu membiarkan dia melakukan apa pun untukmu. Karena aku akan cemburu,” lanjutnya.

“Sering kali, aku tidak mengungkapkan perasaan ini karena aku tidak memiliki daya tawar,” siswa tersebut mengaku.

“Aku akan membasuh kakimu lain kali saat kita tinggal bersama. Aku akan selalu mencintaimu,” tambahnya.

Diyakini bahwa percakapan mereka terungkap ke kelas karena Zhang menggunakan komputer yang terhubung ke proyektor kelas tanpa keluar dari akun WeChat-nya.

Berapa lama hubungan romantis mereka masih belum jelas.

Sekolah menyatakan bahwa mereka menanggapi insiden tersebut dengan sangat serius dan telah memulai penyelidikan.

Zhang telah diskors dari jabatannya sebagai guru, menurut pernyataan sekolah yang dirilis pada 22 November.

Berita tersebut dengan cepat menjadi tren di media sosial daratan, menarik banyak komentar.

“Saya heran bagaimana perasaan orangtua siswa tersebut setelah mengetahui anak mereka berpacaran dengan seorang guru yang sudah menikah,” komentar seorang netizen.

Yang lain berkomentar: “Ini mencerminkan menurunnya standar moral masyarakat.”

Insiden pelanggaran guru sering kali menarik perhatian media sosial Tiongkok daratan.

Misalnya, seorang guru berusia 50 tahun di sebuah sekolah menengah di Provinsi Anhui timur diselidiki pada bulan Juli karena melecehkan seorang siswi dengan mengirimkan pesan seperti: “Kamu akan tetap menjadi cinta abadi dalam hidupku, dan aku akan mencintaimu sampai aku menghilang dari dunia ini.” (yn)

Sumber: scmp

Polisi di Tiongkok Mengundang Kemarahan Publik Karena Memukul dan Menendang Anak yang Dituduh Melakukan Perundungan

EtIndonesia. Seorang polisi di Tiongkok memicu kemarahan nasional setelah dia menampar dan menendang seorang anak sekolah dasar karena diduga melakukan perundungan terhadap anak-anak lain.

Rekaman video pengawasan yang beredar daring menunjukkan polisi tersebut menyerang anak laki-laki tersebut dan menarik rambutnya di dekat Sekolah Dasar Hongzhuang di sebuah daerah di wilayah otonomi Ningxia Hui, Tiongkok barat laut. Polisi lainnya berdiri di dekat dan menyaksikan kejadian tersebut.

Setelah kejadian pada tanggal 22 November, ibu dari anak berusia 12 tahun tersebut menggunakan media sosial untuk menuntut keadilan bagi putranya, yang memicu kemarahan luas di dunia maya.

Pada tanggal 24 November, polisi setempat mengumumkan pemecatan polisi tersebut, yang telah memukul anak laki-laki tersebut, yang diidentifikasi dengan nama keluarga Wang, dan yang menjabat sebagai wakil direktur kantor polisi daerah tersebut. Polisi juga meminta Wang untuk meminta maaf kepada anak laki-laki tersebut, yang bermarga Ma, dan keluarganya.

Unit orangtua di kantor polisi menemani Ma ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis, yang menunjukkan beberapa memar di wajah dan punggung bawahnya.

Laporan polisi tersebut semakin memperjelas keadaan seputar insiden tersebut. Wang dan rekannya, petugas polisi pembantu Dai, dipanggil ke sekolah setelah orangtua dari siswa Kelas Tiga melaporkan bahwa anak mereka diganggu.

Saat mereka tiba, dua siswa Kelas Tiga memberi tahu mereka bahwa mereka telah diganggu beberapa kali oleh Ma, siswa Kelas Enam. Sementara Wang dan Dai sedang menyelidiki kasus tersebut dan menghibur siswa yang diganggu dan keluarga mereka, Ma meninggalkan sekolah sendirian.

Wang dan Dai mengejarnya dan menghadapinya di luar sekolah, kemudian Dai menyerangnya.

Sementara beberapa pengamat daring menyatakan simpati kepada petugas polisi tersebut, mencoba membenarkan tindakannya sebagai “menghukum si pengganggu”, yang lain marah dengan tindakan kekerasannya.

“Petugas polisi tersebut membantu orangtua si pengganggu dan sekolah untuk mendidiknya,” komentar seorang pengguna di Weibo.

“Bahkan jika petugas polisi tersebut berurusan dengan seorang penjahat, dia seharusnya tidak menggunakan kekerasan tetapi membawanya ke pengadilan melalui sistem hukum. Pemecatan dari jabatannya merupakan konsekuensi yang terlalu ringan bagi orang dewasa yang menyerang seorang anak,” komentar pengguna lainnya.

Menurut survei oleh Pusat Penelitian Pemuda dan Anak Tiongkok, 53,5 persen anak di bawah umur pernah mengalami perundungan di sekolah. Banyak siswa enggan melaporkan perundungan kepada guru dan orangtua, sering kali mendapat tanggapan seperti “itu hanya lelucon”. (yn)

Sumber: scmp

Studi Mengaitkan Sembelit dengan Peningkatan Risiko Serangan Jantung dan Stroke

Konstipasi  atau Sembelit pada pasien dengan hipertensi meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke sekitar 1,7 kali lipat, menurut penelitian baru

George Citroner

Penelitian terbaru mengungkap hubungan antara konstipasi dan peningkatan major adverse cardiac events (MACE) atau risiko kejadian kardiovaskular besar , seperti serangan jantung dan stroke. Hubungan ini terutama kuat pada individu yang juga mengalami tekanan darah tinggi. 

Temuan ini menyoroti pentingnya pengelolaan kesehatan secara proaktif dan modifikasi gaya hidup, mengingat tingginya prevalensi kedua kondisi tersebut.

MACE dan Konstipasi

Tim peneliti menganalisis data dari lebih dari 400.000 peserta di UK Biobank. Analisis mereka menunjukkan bahwa orang yang mengalami konstipasi memiliki risiko MACE yang mana jauh lebih tinggi dibandingkan mereka yang memiliki kebiasaan buang air besar secara teratur.

Secara spesifik, individu dengan konstipasi menunjukkan:

  • Peningkatan risiko MACE sebesar 115 persen.
  • Peningkatan risiko gagal jantung sebesar 172 persen.
  • Peningkatan risiko stroke iskemik sebesar 136 persen.
  • Peningkatan risiko sindrom koroner akut sebesar 62 persen, yang dapat menyebabkan kerusakan jantung dan kematian.

Peran Hipertensi

Para peneliti mencatat bahwa hipertensi adalah faktor yang, bila dikombinasikan dengan konstipasi, secara signifikan meningkatkan risiko MACE.

Penelitian menunjukkan bahwa konstipasi pada pasien hipertensi meningkatkan risiko MACE sekitar 1,7 kali lipat dan meningkatkan risiko MACE berikutnya sebesar 34 persen, menyoroti interaksi signifikan antara kedua masalah kesehatan ini.

Risiko yang Tetap Ada

Dari para peserta, lebih dari 157.400 orang memiliki tekanan darah tinggi, dengan 8,6 persen di antaranya juga mengalami konstipasi.

Peningkatan risiko MACE tetap ada bahkan setelah mempertimbangkan penggunaan obat-obatan yang menyebabkan konstipasi, seperti penghambat saluran kalsium yang digunakan untuk mengontrol tekanan darah.

Para peneliti juga menemukan bahwa faktor genetik berperan dalam konstipasi dan MACE. Hingga 27 persen faktor genetik yang memengaruhi konstipasi juga terkait dengan kondisi jantung.

“Hubungan antara konstipasi dan penyakit jantung dapat membantu ilmuwan menemukan intervensi terapi baru dan menerapkan strategi manajemen yang lebih efektif berdasarkan penilaian risiko individu sesuai dengan prinsip pengobatan presisi, tulis para peneliti.

Faktor “Langsung” dan “Tidak Langsung”

Dr. Alexander Lee, Direktur Laboratorium Kateterisasi Jantung di Long Island Jewish Medical Center, menjelaskan perbedaan antara faktor risiko jantung “langsung” dan “tidak langsung”.

  • Faktor langsung, seperti kolesterol tinggi dan merokok, langsung berkontribusi pada pembentukan plak di arteri, penyebab utama penyakit jantung.
  • Faktor tidak langsung, seperti konstipasi, tidak langsung menyebabkan plak, tetapi dapat memicu kondisi yang meningkatkan risiko kardiovaskular.

Lee menjelaskan bahwa sembeliti kronis dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah sementara akibat mengejan, yang dapat berdampak jangka panjang pada kesehatan jantung.

Sembelit kronis juga dapat mengganggu fungsi saraf vagus, yang bertanggung jawab mengatur detak jantung dan mengelola peradangan. 

Gangguan aktivitas saraf vagus dapat menyebabkan irama jantung abnormal dan respons stres yang meningkat, sehingga berkontribusi pada hipertensi.

Selain itu, ketidakseimbangan bakteri usus yang terkait dengan konstipasi dapat memicu respons peradangan yang akhirnya menyebabkan kekakuan arteri dan pembentukan plak.
“Konstipasi dan mengejan dapat meningkatkan tekanan darah sebesar 20 hingga 80 mmHg, meskipun bersifat sementara,” kata Lee. “Namun, konstipasi kronis yang menyebabkan mengejan terus-menerus dapat memiliki efek jangka panjang pada kesehatan kardiovaskular.”

Pencegahan adalah Kunci

Para ahli merekomendasikan kebiasaan makan sehat, termasuk asupan serat yang cukup, menjaga hidrasi, dan melakukan aktivitas fisik secara teratur untuk menjaga kesehatan pencernaan. Pemeriksaan medis rutin juga membantu mengelola tekanan darah dan memungkinkan diskusi mengenai kesehatan usus dengan penyedia layanan kesehatan.

Lee menekankan pentingnya pendekatan proaktif terhadap pengelolaan kesehatan:
“Lebih baik mengelola kesehatan secara proaktif daripada reaktif.”

Konsultasi rutin dengan penyedia layanan kesehatan dapat membantu individu mengembangkan strategi pengurangan risiko yang disesuaikan untuk meningkatkan kesehatan kardiovaskular dan pencernaan.

Ibu Kota Korea Selatan Dilanda Hujan Salju Terlebat Lebih dari 100 Tahun

Lebih dari 300 penerbangan dihentikan atau ditunda di bandara-bandara di seluruh negeri akibat hujan salju lebat.

ETIndonesia. Ratusan penerbangan dibatalkan saat Seoul, ibu kota Korea Selatan, dilanda hujan salju terlebat di  November dalam kurun waktu lebih dari satu abad sejak pengamatan cuaca negara itu dimulai, menurut laporan lokal.

Administrasi Meteorologi Korea melaporkan bahwa Seoul mencatat lebih dari 20 sentimeter (7,8 inci) salju pada  Rabu 27 November, jumlah tertinggi sejak lembaga tersebut mulai mencatat data pada tahun 1907.

Setidaknya satu orang tewas dan sembilan lainnya terluka dalam kecelakaan mobil yang disebabkan oleh hujan salju lebat di Provinsi Gangwon, menurut Yonhap News Agency. Di distrik Songpa, Seoul, tiga orang terluka ketika pagar salju runtuh di dekat sebuah lokasi konstruksi.

Lebih dari 300 penerbangan dihentikan atau ditunda di bandara-bandara di seluruh negeri, dan kapal feri penumpang yang melayani 70 rute menghentikan operasi akibat kondisi cuaca buruk, menurut berbagai laporan. Hujan salju juga menyebabkan penutupan ratusan jalur pendakian.

Badan cuaca memprediksi bahwa salju akan terus turun di seluruh negeri hingga Kamis pagi, dengan hujan salju diperkirakan berlanjut hingga Kamis sore di Provinsi Gangwon dan Gyeongsang Utara. Di beberapa provinsi, salju mungkin bertahan hingga Jumat, menurut laporan tersebut.

Ratusan rumah mengalami pemadaman listrik setelah pohon tumbang memutuskan kabel listrik di beberapa lokasi. Media lokal melaporkan bahwa lebih dari 170 rumah tangga di Distrik Seongbuk, Seoul, terkena dampak pemadaman listrik.

Sekitar 230 rumah di Kota Gwangju mengalami pemadaman listrik sementara akibat insiden yang terkait dengan salju, menurut pemerintah Provinsi Gyeonggi. Puluhan rumah di Distrik Eunpyeong-gu juga terkena dampak pemadaman listrik.

Pihak berwenang memperingatkan penduduk tentang potensi kemacetan lalu lintas dan kecelakaan akibat kondisi jalan yang licin serta risiko keselamatan lainnya akibat hujan salju lebat. Pemerintah metropolitan Seoul menyatakan sedang bekerja sama dengan pemerintah distrik dan lembaga-lembaga lokal dalam upaya pembersihan salju.

Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol memerintahkan kementerian keselamatan dan transportasi untuk mengerahkan semua personel dan peralatan yang tersedia guna mencegah kecelakaan lalu lintas dan insiden lainnya di tengah kondisi cuaca yang parah.

Petugas darurat di seluruh negeri juga merespons pohon tumbang, kerusakan rambu jalan, dan bahaya keselamatan lainnya. Masih belum jelas apakah hujan salju lebat ini menyebabkan penutupan sekolah.

Tingkat hujan salju baru-baru ini melampaui rekor sebelumnya sebesar 12,4 sentimeter (4,88 inci) pada November 1972, menurut laporan lokal.

Pada Desember tahun lalu, Seoul mencatat hujan salju tertinggi dalam sehari sejak 1981, dengan 12,2 sentimeter (4,8 inci) salju, yang menyebabkan kemacetan lalu lintas di beberapa area. Saat itu, tidak ada korban jiwa atau cedera terkait cuaca yang dilaporkan.

Laporan ini juga mengutip kontribusi dari Associated Press.

Pejabat Militer Senior Tiongkok  Diselidiki atas Kasus Korupsi, Apa Maksud di Baliknya? 

Penyelidikan terhadap Laksamana Miao Hua menunjukkan bahwa pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT)  mulai membersihkan orang-orang terdekatnya, menurut para analis

ETIndonesia. PKT  menangguhkan Laksamana Miao Hua dari posisinya di sebuah komisi berpengaruh yang mengawasi angkatan bersenjata negara tersebut, demikian diumumkan oleh kementerian pertahananTiongkok  pada 28 November. Langkah ini menandai perkembangan terbaru dalam serangkaian pejabat militer senior yang terjerat dalam kampanye anti-korupsi Partai.

Miao, yang menjabat sebagai direktur departemen kerja politik di Komisi Militer Pusat, kini sedang diselidiki atas dugaan “pelanggaran disiplin yang serius,” ujar juru bicara kementerian pertahanan, Kolonel Senior Wu Qian, dalam sebuah konferensi pers rutin di Beijing. Dalam rezim komunis, istilah ini biasanya merupakan eufemisme resmi untuk korupsi.

Pihak berwenang memutuskan  menangguhkan Miao dari tugasnya setelah dilakukan tinjauan, tambah Wu, tanpa memberikan rincian lebih lanjut mengenai penyelidikan tersebut.

Perombakan mendadak ini mengejutkan para analis politik, karena Miao secara luas dianggap sebagai anggota kunci dari kelompok militer Minjiang, sebuah faksi politik yang loyal kepada pemimpin tertinggi rezim, Xi Jinping. Kelompok ini terdiri dari lebih dari selusin pejabat dan perwira militer yang bekerja bersama Xi selama perjalanan kariernya menuju puncak kekuasaan.

“Keputusan [jatuhnya Miao] menandakan bahwa [Xi] bahkan mulai membersihkan orang-orang terdekatnya,” kata Kung Shan-Son, seorang pakar politik Tiongkok  dari Institute for National Defense and Security Research (INDSR), sebuah lembaga think tank berbasis di Taipei yang didanai oleh pemerintah Taiwan.

“Xi kini memanfaatkan kampanye anti-korupsi sebagai alat untuk memperkuat cengkeramannya pada Tentara Pembebasan Rakyat (PLA),” kata Kung kepada The Epoch Times.

Sejak musim panas lalu, rezim Tiongkok secara resmi telah memecat lebih dari selusin pejabat militer senior dan eksekutif industri pertahanan, termasuk mereka yang memimpin Pasukan Roket, unit militer yang mengawasi rudal konvensional dan nuklir negara tersebut.

Salah satu pejabat berpangkat tertinggi yang tersingkir adalah mantan Menteri Pertahanan Li Shangfu, yang dicopot dari jabatannya pada Oktober 2023 setelah dua bulan menghilang tanpa penjelasan. Pada Juni tahun ini, PKT mengeluarkan Li dan pendahulunya, menuduh mereka menyalahgunakan kekuasaan dan menerima suap dalam jumlah besar, menurut media pemerintah pada saat itu.

Perombakan besar-besaran di tingkat kepemimpinan militer telah memicu spekulasi tentang perseteruan politik di dalam kepemimpinan militer. Banyak pengamat yang menafsirkan langkah-langkah ini sebagai strategi Xi untuk mengurangi pengaruh Zhang Youxia, pejabat militer tertinggi kedua, dengan indikasi bahwa pembersihan lebih lanjut mungkin akan terjadi seiring dengan pergeseran dinamika kekuasaan di balik layar.

The Financial Times, mengutip pejabat AS saat ini dan mantan pejabat yang akrab dengan masalah ini, melaporkan pada 27 November bahwa Tiongkok  sedang menyelidiki Menteri Pertahanan saat ini, Laksamana Dong Jun.

Ketika ditanya tentang laporan tersebut pada 28 November, Wu menyebutnya sebagai “murni rekayasa.” “Tiongkok mengungkapkan ketidakpuasan kuat terhadap tindakan memfitnah semacam ini,” kata Wu.

Meskipun rezim menolak adanya dugaan penyelidikan terhadap Dong, para analis mengatakan bahwa munculnya spekulasi tersebut  menimbulkan pertanyaan tentang cengkeraman Xi atas militer, serta efektivitas upaya anti-korupsi yang ia mulai lebih dari satu dekade lalu.

Hung Tzu-Chieh, seorang pakar Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Tiongkok  di INDSR, menggambarkan korupsi sebagai “hal  biasa” di PLA.

“Tidak akan mengejutkan jika seluruh jajaran atas Tentara Pembebasan Rakyat terlibat dalam korupsi,” kata Hung kepada The Epoch Times. “Itulah sebabnya [perombakan ini] mendorong para komentator dan pengamat mempertanyakan loyalitas sejati militer [kepada Xi].”

Luo Ya berkontribusi dalam laporan ini.

Sumber : The Epoch Times

Pesan Tiga Kata Tentang Nuklir yang Dikirim Alien kepada Kita, Klaim Mantan Pejabat Angkatan Darat AS

EtIndonesia. Seorang mantan pejabat Angkatan Darat AS mengklaim bahwa alien mencoba memperingatkan manusia tentang senjata nuklir. Dalam sebuah video yang diunggah di media sosial, mantan pengendali senjata Angkatan Darat AS dan pilot pesawat nirawak Robert Salas terlihat berbicara dengan Anggota Kongres Nancy Mace selama sidang UFO baru-baru ini di Kongres.

Dia mengatakan bahwa alien mengirimkan pesan tiga kata tentang nuklir – “WTF”.

Mace dan Salas terlihat duduk di ruang rapat bersama orang lain yang bersaksi juga hadir. Keduanya memberikan wawancara dan Total Disclosure Podcast merekam sebagian dari wawancara tersebut dan membagikannya secara daring.

Kendaraan luar angkasa sering dilaporkan terlihat di atas pangkalan militer dan nuklir. Salas berbicara tentang kejadian-kejadian UFO yang mengunjungi situs-situs nuklir di seluruh dunia, tetapi bagaimana mereka tidak pernah merusak sistem persenjataan di tempat mana pun, kecuali mungkin mematikan sistem navigasi.

Salas ditanya tentang alasan di balik kunjungan-kunjungan ini yang tidak menimbulkan kerusakan apa pun. Dia berkata: “Bagi saya, itu artinya mereka mengirimi kita pesan tentang senjata nuklir – ‘WTF, senjata nuklir’.” Dia kemudian meminta maaf karena menggunakan bahasa yang tidak pantas di hadapan anggota Kongres.

UFO dalam berita

UFO telah menjadi pusat perhatian selama berminggu-minggu di AS. Dari sidang Kongres hingga laporan Pentagon dan kemudian sidang Senat, beberapa pejabat telah membuat beberapa klaim. Pada sidang Komite Pengawasan dan Akuntabilitas DPR AS, para pejabat mengatakan bahwa Pemerintah AS telah menyembunyikan bukti pengunjung luar angkasa dan objek dunia lain selama bertahun-tahun.

Kemudian, departemen Pentagon yang bertanggung jawab untuk menyelidiki Objek Terbang Tak Dikenal, AARO, mengatakan bahwa lebih dari 20 insiden UFO yang dilaporkan tahun lalu tidak memiliki penjelasan.

Khususnya, pakar UFO Robert Hastings baru-baru ini juga mengklaim bahwa alien telah mengunjungi “setiap pangkalan rudal nuklir utama” dan melakukannya beberapa kali dalam setahun.

Kepada News Now, dia mengatakan: “Saya dapat memberi tahu Anda bahwa semua pangkalan rudal nuklir utama, dari yang beroperasi pada tahun 60-an dan 70-an, dan yang saat ini beroperasi, telah dikunjungi berulang kali dari tahun ke tahun menurut sumber yang telah saya wawancarai.” (yn)

Sumber: wionews

Putin Yakin Trump Bisa Atasi Krisis Ukraina dan Perbaiki Hubungan AS–Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin percaya bahwa Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump mampu menangani konflik yang semakin memanas di Ukraina dan memperbaiki ketegangan hubungan antara Amerika Serikat dan Rusia.

ETIndonesia. Pada Kamis, dalam konferensi pers  28 November 2024 di Astana, Kazakhstan, Putin menyatakan keyakinannya terhadap kemampuan Trump untuk mengatasi tantangan yang muncul dari perang Rusia yang semakin meningkat dengan Ukraina.

Putin menyebutkan bahwa pemerintahan Joe Biden baru-baru ini mengizinkan pasukan Ukraina menggunakan senjata yang disuplai AS untuk menyerang wilayah Rusia, yang menurutnya adalah eskalasi signifikan dalam konflik tersebut.

 Menurut Putin, Trump, yang disebutnya sebagai sosok “cerdas dan berpengalaman,” mampu menciptakan kondisi untuk memperbaiki hubungan AS–Rusia, sekaligus membuka peluang bagi kesepakatan damai dengan Ukraina.

Putin menyoroti bahwa keputusan Biden mengizinkan penggunaan rudal ATACMS oleh Ukraina untuk menyerang wilayah Rusia dapat menyulitkan upaya pemerintahan Trump mendatang melibatkan Rusia dalam pembicaraan damai.

“Bisa jadi pemerintahan saat ini ingin menciptakan kesulitan bagi pemerintahan mendatang,” ujar Putin. “Namun, menurut pandangan saya, presiden terpilih adalah seseorang yang sangat cerdas dan berpengalaman. Saya pikir dia akan menemukan solusi, mengingat dia telah menghadapi tantangan besar seperti merebut kembali Gedung Putih.”

Putin juga mengajukan pandangan alternatif, menyarankan bahwa eskalasi Biden mungkin dimaksudkan untuk memperkuat posisi Trump dalam negosiasi masa depan dengan Moskow. Dengan meningkatkan konflik sebelum Trump menjabat, Biden dapat memberikan Trump lebih banyak pengaruh untuk merundingkan konsesi dan mencari resolusi dari posisi diplomatik yang lebih kuat.

“Ada berbagai opsi,” kata Putin, menurut terjemahan pernyataannya oleh The Epoch Times

“Dengan meningkatkan situasi dan derajat konfrontasi, dia menciptakan kondisi bagi pemerintahan mendatang. Akan mudah keluar dari situasi ini karena presiden terpilih dapat mengatakan: ‘Ini bukan saya, ini orang-orang yang benar-benar kehilangan akal sehat. Saya tidak ada hubungannya dengan ini. Mari kita bicara.’ Tentu saja, ini adalah salah satu opsi.”

Trump baru-baru ini mengumumkan bahwa dia t menunjuk Keith Kellogg, seorang pensiunan jenderal bintang tiga, sebagai utusan khususnya untuk Ukraina dan Rusia. Sebagai salah satu ketua Pusat Keamanan Amerika dari American First Policy Institute, Kellogg pada  April menulis laporan penelitian yang menawarkan semacam peta jalan untuk mengakhiri perang di Ukraina. 

Dalam laporan itu, Kellogg menyatakan bahwa kegagalan diplomasi dengan Rusia dan pola “menghindari risiko” pemerintahan Biden dalam mempersenjatai Ukraina  memperpanjang konflik.

“Mengakhiri perang Rusia-Ukraina akan membutuhkan kepemimpinan Amerika yang kuat untuk mencapai kesepakatan damai dan segera mengakhiri permusuhan antara kedua pihak yang bertikai,” tulis Kellogg.

Saran Kellogg meliputi mengejar gencatan senjata formal, menunda keanggotaan Ukraina di NATO sebagai imbalan atas perjanjian damai yang dapat diverifikasi, serta mengaitkan bantuan militer AS di masa depan dengan kesediaan Ukraina untuk bernegosiasi dengan Rusia. Kellogg juga menganjurkan pengurangan sanksi secara terbatas terhadap Rusia sebagai imbalan atas kepatuhan serta menjamin keamanan jangka panjang Ukraina melalui perjanjian pertahanan bilateral.

Sementara itu, Putin mengatakan pada KTT keamanan di Kazakhstan pada Kamis bahwa Rusia “siap untuk berdialog dengan Amerika Serikat, termasuk dengan pemerintahan mendatang,” sambil menekankan bahwa syarat-syarat untuk pembicaraan damai tetap tidak berubah seperti yang telah diumumkan sebelumnya tahun ini.

Pada pertemuan  Juni dengan para pemimpin Kementerian Luar Negeri Rusia, Putin menguraikan syarat-syarat untuk pembicaraan dengan Ukraina, termasuk penarikan pasukan Ukraina dari wilayah yang disengketakan, adopsi status netral oleh Ukraina, “denazifikasi dan demiliterisasi” Ukraina, serta pencabutan sanksi Barat.

Dalam beberapa bulan terakhir, perang tampaknya menguntungkan Rusia karena kekuatan militernya yang lebih besar memanfaatkan keunggulan jumlah dan alutsista untuk mendorong mundur pasukan Ukraina. Putin baru-baru ini mengumumkan bahwa sistem rudal balistik ultra-cepat jarak menengah baru yang disebut “Oreshnik”  resmi masuk ke Angkatan Bersenjata Rusia setelah berhasil diuji dalam pertempuran di Ukraina. Dia mengatakan rudal Oreshnik, yang mengenai target di Dnipro, Ukraina, tidak dapat dicegat oleh sistem pertahanan udara modern mana pun.

Pada KTT keamanan  Kamis, Putin mengancam akan menggunakan sistem rudal hipersonik ini terhadap pusat-pusat pengambilan keputusan di ibu kota Ukraina, Kyiv. (asr)

Sumber : The Epoch Times

Ilmuwan Menemukan Hal-hal Psikedelik pada Artefak Mesir Kuno yang Digunakan untuk ‘Ritual Sihir’

EtIndonesia. Peneliti yang meneliti sejarah Mesir Kuno menemukan penemuan yang cukup mengejutkan mengenai artefak berusia 2.000 tahun yang telah tersimpan di museum selama empat dekade.

Disumbangkan ke Museum Seni Tampa pada tahun 1984, cangkir buatan tangan yang menakjubkan ini dibuat sebelum kelahiran Yesus Kristus, yang menggambarkan dewa Mesir Kuno.

Sekarang, kegunaannya akhirnya terungkap setelah laporan ilmiah baru diterbitkan mengenai objek tersebut setelah sejumlah pemindaian.

Dibuat sekitar tahun 200 SM, cangkir ini dibuat menjelang akhir peradaban Mesir Kuno, menyerupai dewa kegembiraan, kesuburan, dan perlindungan rumah tangga Mesir, Bes.

Sekarang, dalam laporan baru yang diterbitkan dalam Scientific Reports, para ilmuwan berpikir mereka akhirnya tahu untuk apa cangkir itu digunakan.

“Sudah lama sekali, para ahli Mesir Kuno berspekulasi untuk apa cangkir dengan kepala Bes itu digunakan, dan untuk jenis minuman apa, seperti air suci, susu, anggur, atau bir,” kata salah satu penulis Branko van Oppen, kurator seni Yunani dan Romawi di museum itu, dalam pernyataan yang dikutip The Smithsonian.

“Para ahli tidak tahu apakah cangkir ini digunakan dalam kehidupan sehari-hari, untuk keperluan keagamaan, atau dalam ritual sihir.”

Dalam studi kimia canggih baru yang meneliti residu di dalam artefak, penelitian menyimpulkan bahwa komponen psikedelik hadir.

Secara khusus, mereka menemukan sisa-sisa tanaman peganum harmala; bijinya dapat menyebabkan halusinasi dan penglihatan seperti mimpi.

Selain itu, ada jejak teratai Mesir, yang di Mesir Kuno merupakan obat penenang ringan yang digunakan oleh penduduk untuk merasakan ledakan euforia singkat.

Pada dasarnya, obat-obatan rekreasional. Kami menyebutnya apa adanya.

Di samping zat-zat yang digunakan untuk mendapatkan efek mabuk alami, ada jejak akar manis, anggur, biji wijen, kacang pinus, madu, dan alkohol.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa darah ditemukan di dalam cangkir, serta cairan tubuh lainnya. Kita akan bahas itu di sini.

Rekan penulis Enrico Greco, seorang ahli kimia di Universitas Trieste di Italia, memberi tahu Newsweek tentang mengapa temuan itu sangat penting.

“Protein dari darah, lendir vagina, dan mungkin ASI telah diidentifikasi,” Greco berkata. “Cairan-cairan ini mungkin memiliki makna simbolis atau ritual, yang menekankan tema-tema kehidupan, kesuburan, dan regenerasi.

“Penyertaan cairan manusia, seperti darah dan sekresi lendir, merupakan elemen yang tak terduga dan sangat simbolis.”

Bersama Greco, penulis utama Davide Tanasi, seorang arkeolog di University of South Florida, mengatakan bahwa cangkir itu bisa saja digunakan untuk ‘ritual inkubasi’ untuk membantu orang tidur.

“Dalam pemujaan Yunani terhadap Asklepios, dewa pengobatan, para penyembah yang sakit harus bermalam di tempat suci dan menunggu untuk dikunjungi oleh dewa yang menyembuhkan mereka selama mimpi mereka,” kata Tanasi.

“Mimpi-mimpi itu dipicu oleh obat-obatan [pharmaka] yang diberikan oleh para pendeta. Jadi, penelitian kami mengonfirmasi praktik sebelumnya yang kemudian dibandingkan di beberapa budaya lain.”

Rencananya sekarang adalah untuk melihat cangkir Bes lagi untuk melihat apakah ada resep umum yang dapat diidentifikasi darinya. (yn)

Sumber: ladbible

Petra Christian University Resmikan Galeri Investasi: Langkah Besar Menuju Literasi Keuangan Mahasiswa

Surabaya, 28 November 2024 – Petra Christian University (PCU) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan keuangan dengan meluncurkan Galeri Investasi di Gedung T lantai 2 kampusnya. Kolaborasi strategis ini terwujud berkat kerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan PT Sinarmas Sekuritas. Galeri ini diharapkan menjadi pusat pembelajaran investasi yang inovatif sekaligus praktis bagi mahasiswa.

PCU, yang dikenal sebagai universitas swasta terbaik di Jawa Timur dan masuk dalam 100 besar kampus terbaik Asia Tenggara versi QS-Asia University Rankings 2025, mentransformasi laboratorium pasar modal menjadi ruang edukasi modern. Dekan School of Business and Management PCU, Josua Tarigan, Ph.D., CMA., CSRA., mengungkapkan bahwa galeri ini dirancang untuk membangun kompetensi mahasiswa dalam investasi dan manajemen keuangan. “Ini menjadi langkah strategis bagi SBM Petra Christian University untuk mendukung visi kami sebagai leading school yang melahirkan pemimpin sosial global yang berdampak,” ujar Josua.

Galeri Investasi ini bukan hanya ruang fisik, tetapi sebuah ekosistem pembelajaran yang menyediakan data pasar saham secara real-time. Fasilitas ini memungkinkan mahasiswa untuk belajar tentang mekanisme perdagangan saham langsung dari sumber terpercaya. Selain itu, setiap pagi, tim riset PT Sinarmas Sekuritas mengadakan sesi Instagram Live, memberikan analisis pasar terkini.

Kehadiran Galeri Investasi ini juga menjadi sarana mahasiswa memahami investasi dengan pendekatan praktis. Dengan dukungan dari BEI, galeri ini diharapkan melahirkan generasi muda yang cerdas finansial, sehingga mampu bersaing di pasar modal. Nur Rachma Handayanie, Head of Regional Development 2 PT BEI, menegaskan, “Dengan berdirinya Galeri Investasi BEI di PCU, semoga mahasiswa dan masyarakat Surabaya dapat bangga mengucapkan ‘Aku Investor Saham’.”

Meningkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan

Menurut Kie Kie, Direktur PT Sinarmas Sekuritas, Galeri Investasi ini adalah bukti nyata dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. “Kami berharap anak muda di Surabaya, khususnya mahasiswa Petra Christian University, dapat mengenal lebih jauh dan mencoba berinvestasi di pasar modal,” katanya.

Kolaborasi antara BEI, OJK, dan PT Sinarmas Sekuritas ini juga mendukung visi besar Indonesia sebagai pusat keuangan regional. Dengan melibatkan lembaga pendidikan seperti PCU, upaya literasi keuangan kini menjangkau lebih banyak generasi muda.

Puncak acara peresmian yang diadakan pada Kamis, 28 November 2024, diramaikan dengan SimInvestival Goes to Campus. Kegiatan ini menghadirkan berbagai acara menarik, termasuk peluncuran aplikasi SimInvest untuk investasi saham dan reksa dana. Talkshow inspiratif bersama Lo Kheng Hong, yang dijuluki “Warren Buffet Indonesia,” serta Triwira Juniarta Tjandra, Deputy Chief Investment Officer PT Sinarmas Asset Management, juga menjadi sorotan utama.

Sebagai pelengkap, acara ini dimeriahkan penampilan grup musik populer RAN, menciptakan suasana energik dan inspiratif.

Melangkah Lebih Maju

Berdiri sejak tahun 1961 di Surabaya, PCU terus berinovasi dalam mendukung mahasiswanya. Dengan reputasi unggul di bidang pendidikan, teknologi, bisnis, hingga industri kreatif, PCU kini semakin memantapkan langkahnya sebagai pionir literasi keuangan.

Galeri Investasi ini menjadi tonggak baru, tidak hanya bagi mahasiswa PCU tetapi juga masyarakat Jawa Timur, dalam memahami pentingnya investasi. Dengan kolaborasi inovatif ini, PCU semakin membuktikan perannya sebagai universitas yang tak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga peduli terhadap masa depan finansial generasi muda.