Kota Tainan, Taiwan Diguncang 15 Gempa dalam Semalam, Warga Berhamburan Keluar Bangunan untuk Menyelamatkan DiriĀ 

Pada  22 November 2024 malam, wilayah Tainan di Taiwan, termasuk distrik Jiali, Madou, dan Xiaying, diguncang oleh 15 gempa bumi berturut-turut. Sebagian besar gempa, yaitu 12 kali, terkonsentrasi di Madou. Banyak warga terpaksa keluar rumah untuk menghindari bahaya

ETIndonesia. Menurut laporan media Taiwan, gempa pertama di Tainan, Taiwan berkekuatan 5,4 magnitudo terjadi pada pukul 20.40 waktu setempat. Pusat gempa berada pada kedalaman 7,7 kilometer, berlokasi sekitar 23,2 kilometer di sebelah utara Kantor Pemerintah Kota Tainan (di Distrik Jiali).

Video yang beredar di media sosial menunjukkan sejumlah orang berlarian ke luar rumah pada malam hari untuk menghindari bahaya gempa. 

Beberapa warga yang sedang berbelanja di supermarket juga panik saat rak-rak barang bergoyang hebat dan barang-barang jatuh berserakan. Mereka terlihat ketakutan dan segera meninggalkan supermarket.

Hingga  23 November dini hari, Tainan telah mengalami 15 gempa bumi yang terasa, dengan 7 di antaranya memiliki getaran yang cukup kuat. Akibat gempa tersebut, beberapa perjalanan kereta cepat (high-speed rail) dihentikan sementara atau dijalankan dengan kecepatan lebih rendah. Hal ini menyebabkan keterlambatan pada jalur antara Taichung dan Zuoying.

Getaran gempa di Tainan juga dirasakan ringan di beberapa wilayah seperti Hong Kong serta Quanzhou dan Jinjiang di daratan Tiongkok.

Badan Meteorologi Taiwan memperingatkan kemungkinan gempa susulan berkekuatan 4,5 magnitudo atau lebih dalam tiga hari ke depan. Mengingat curah hujan yang cukup tinggi di berbagai wilayah, warga diimbau untuk tetap waspada.

Ahli gempa Taiwan, Guo Kaiwen, menyatakan bahwa gempa di Jiali pada 22 November malam terkait dengan rangkaian gempa sebelumnya di Madou. Ia mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap gempa susulan yang mungkin lebih besar. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Trump dan Pemimpin NATO Rapat Diam-Diam di Florida untuk Akhiri Konflik Rusia-Ukraina

Pengaruh mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap politik global tetap kuat, meski ia belum kembali menjabat. Dalam langkah yang mengejutkan dunia internasional, Trump berhasil mengumpulkan para pemimpin NATO secara mendadak untuk mengadakan pertemuan rahasia di resort Mar-a-Lago miliknya di Florida. Pertemuan ini bertujuan membahas situasi perang Rusia-Ukraina dan mencari jalan menuju perdamaian

ETIndonesia. PadaĀ  22 November 2024, sejumlah pejabat tinggi NATO tiba di resort Mar-a-Lago Trump. Pertemuan ini diadakan sepenuhnya secara tertutup, tanpa informasi yang dipublikasikan ke publik.Ā  Juru bicara NATO Farah Dakhlallah mengeluarkan pernyataan singkat pada 23 November 2024, menyebutkan bahwa kedua belah pihak membahas berbagai isu keamanan global yang dihadapi aliansi tersebut.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Belanda, bertemu secara pribadi dengan Trump. Rutte yang baru dilantik sebagai sekretaris jenderal NATO bulan lalu, dikenal memiliki hubungan baik dengan Trump selama masa kepresidenannya.

Hubungan NATO dan Trump

Mark Rutte secara proaktif memulai kerjasama yang baik antara Amerika Serikat dan NATO untuk masa depan. Dalam pertemuan tersebut, Rutte dan timnya juga bertemu dengan Mike Waltz   kandidat Penasihat Keamanan Nasional Amerika, serta anggota tim keamanan nasional Trump. Pertemuan ini menandai upaya untuk memperkuat aliansi dan mengatasi tantangan keamanan global, terutama konflik di Ukraina.

Kontroversi Penanganan Trump terhadap Ukraina

Pendapat publik mengenai bagaimana Trump akan menangani konflik Ukraina sangat beragam. Beberapa kekhawatiran muncul terkait kemungkinan Trump menukar wilayah Ukraina untuk mencapai perdamaian. Media sayap kiri menyoroti bahwa Trump, sebagai seorang pengusaha, mungkin akan mengutamakan kepentingan Amerika Serikat. Namun demikian, tajuk utama harian Bild Jerman pada 23 November 2024 mengutip Senator Lindsey Graham yang menyatakan bahwa perang ini berkaitan dengan uang, dan Trump berpotensi memilih perjanjian damai yang menguntungkan baik Ukraina maupun Amerika Serikat.Ā 

Graham menegaskan, “Kami akan mengambil kembali uang kami dan memperkaya diri dengan logam tanah jarang, sementara Ukraina juga akan mendapat manfaat.”

Rencana Zelenskyy untuk Dukungan Trump

Menariknya, artikel Bild juga mengungkapkan bahwa Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, telah menyiapkan rencana kemenangan yang mencakup dukungan terhadap agenda “America First” jika Trump terpilih kembali. Rencana ini melibatkan investasi bersama dalam pengembangan sumber daya alam Ukraina yang kaya, termasuk logam berharga seperti minyak, titanium, lithium, grafit, dan logam tanah jarang lainnya. Hal ini diharapkan dapat memperkuat Ukraina dan negara-negara demokratis di dunia. Pada September lalu, Zelenskyy dan Trump telah membahas hal ini dalam pertemuan mereka.

Selain itu, Zelenskyy menawarkan agar Ukraina bergabung dengan NATO dan bersedia mengirim pasukan untuk menggantikan sebagian tentara Amerika dalam mempertahankan aliansi tersebut. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi beban Amerika dan meningkatkan keterlibatan Ukraina dalam keamanan NATO.

Strategi Trump dalam Pengangkatan Kabinet

Trump tengah menghadapi tantangan dalam menyusun kabinetnya untuk masa jabatan berikutnya. 

Baru-baru ini,  Matt Gaetz yang dinominasikan sebagai jaksa Agung AS, keluar dari pencalonan setelah menghadapi penolakan di Senat AS. Sebagai tanggapan, Trump mencalonkan Pam Bondi, mantan Jaksa Agung Florida, sebagai pengganti Gaetz pada 22 November 2024. 

Pam Bondi dikenal atas pengalamannya dalam menangani imigran ilegal, perdagangan manusia, dan krisis obat opioid di Florida, menjadikannya kandidat yang cocok untuk posisi Jaksa Agung.

Langkah ini dipandang sebagai bagian dari strategi Trump untuk mengatasi oposisi dalam Partai Republik dan memperkuat kebijakan masa depannya. Beberapa analis berpendapat bahwa Trump sedang memainkan permainan politik besar dengan menggantikan GaetzĀ  dengan Bondi, yang lebih diterima oleh pendukungnya.

Penunjukan Asisten Kepala Penasihat Keamanan Nasional

Selain itu, Trump menunjuk Alex Wong sebagai Asisten Kepala Penasihat Keamanan Nasional yang baru, seorang pejabat keturunan Tionghoa dengan latar belakang pendidikan dari Harvard Law School dan pengalaman di Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. Ia diharapkan akan memainkan peran penting dalam menjaga keamanan Amerika dan membantu Trump dalam negosiasi dengan Korea Utara.

Konflik Rusia-Ukraina dan Keterlibatan Korea Utara

Pada 23 November 2024, Angkatan Pertahanan Ukraina mengonfirmasi bahwa tentara Korea Utara telah secara resmi memasuki zona perang Ukraina, khususnya di daerah Kharkiv. Menurut Biro Intelijen Ukraina, sekitar 12.000 tentara Korea Utara telah tergabung dalam militer Rusia, dengan potensi peningkatan jumlah hingga 100.000. Sementara itu, tentara Polandia yang berperalatan lengkap juga siap bertempur melawan Rusia, siap melancarkan serangan kilat ke Moskow jika diperlukan.

Di Belanda, rekaman kereta yang mengangkut kendaraan lapis baja militer mengindikasikan eskalasi lebih lanjut dari perang Rusia-Ukraina. Presiden Zelenskyy terus mendukung tentara di garis depan, sementara Presiden Rusia Vladimir Putin memperkuat dukungan dari pasukan Chechnya. Meskipun Putin, seorang mantan kepala KGB, mengalami tekanan keamanan, ia tetap fokus pada upaya mempertahankan kekuasaannya.

Perubahan Opini Publik di Rusia

Survei opini terbaru menunjukkan perubahan signifikan dalam pandangan publik Rusia terhadap perang. Lebih dari setengah orang Rusia (53%) sekarang mendukung negosiasi damai dengan Ukraina, sementara proporsi yang berharap untuk melanjutkan tindakan militer turun menjadi 36%. Perubahan ini mencerminkan kelelahan dan keinginan masyarakat Rusia untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari dua tahun.

Kesimpulan

Dengan Trump yang tengah mempersiapkan kabinetnya dan NATO yang berupaya memperkuat aliansi, masa depan konflik Rusia-Ukraina tetap penuh ketidakpastian. Pertemuan rahasia di resort Mar a-lago menandai langkah penting dalam diplomasi internasional, sementara dinamika politik dalam Amerika Serikat dan keterlibatan negara-negara lain menambah kompleksitas situasi global. (kyr)

Ekonomi Tiongkok Lesu, Gelombang Aksi Protes Tuntutan Gaji Meningkat

ETIndonesia. Perekonomian Tiongkok yang lesu menyebabkan lonjakan insiden aksi protes dan  tuntutan hak oleh warga. Data terbaru menunjukkan bahwa pada Oktober tahun ini saja, terjadi lebih dari 300 aksi protes. Menjelang akhir tahun, gelombang tuntutan pembayaran gaji pun semakin marak.

Gelombang Aksi Tuntutan Gaji

Warga Tiongkok yang menuntut pembayaran gaji kerap meneriakkan slogan seperti: “Memperjuangkan hak sesuai hukum, kami butuh makan, bersatu, bertahan, pasti menang!”

Belakangan, aksi tuntutan pembayaran gaji bermunculan di berbagai wilayah, termasuk kota besar seperti Shenzhen dan Shanghai. Pada 21 November, pekerja di Shanghai Guoli Automotive Leather Decoration Co., Ltd. turun ke jalan memprotes penundaan gaji oleh perusahaan serta pemaksaan pengunduran diri. Namun, aksi mereka dibubarkan secara paksa oleh polisi, yang menggunakan kekerasan untuk menghalau pekerja yang memblokir jalan. Dalam insiden tersebut, beberapa pekerja ditangkap.

Pekerja yang protes berseru: “Polisi memukul orang! Polisi memukul orang!”

Aksi Protes oleh Pemilik Properti Mewah

Selain tuntutan oleh pekerja, Shanghai juga menjadi saksi aksi protes para pemilik properti mewah. Pada 18 November, penghuni kawasan elite Suhewan No. 1 melakukan aksi setelah pengembang properti terus menunda serah terima rumah. Aksi ini memicu kehadiran polisi dalam jumlah besar yang melakukan penindasan dan menangkap beberapa penghuni.

Seorang warga Shanghai berkomentar: “Rumah ini harganya RMB.dua hingga tiga puluh juta , dan setiap penghuni setidaknya memiliki kekayaan lebih dari RMB.100 juta . Tidak terduga bahwa kejadian seperti ini bisa terjadi di Shanghai.”

Pengamat politik Li Linyi menyatakan: “Ini menunjukkan bahwa kini rezim Partai Komunis Tiongkok membuat marah kelompok masyarakat lapisan atas. Dengan ekonomi yang semakin memburuk, kesadaran masyarakat untuk memperjuangkan hak mereka pun semakin meningkat.”

Lonjakan Aksi Protes

Pada Kamis (21 November), Freedom House melaporkan melalui China Dissent Monitor 2024 bahwa terjadi 302 aksi protes di Tiongkok sepanjang Oktober. Pada kuartal ketiga 2024, terdapat 937 aksi protes, meningkat 27% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, data sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi.

Sebagian besar aksi protes terkait masalah ekonomi. Berdasarkan kelompok pelakunya, pekerja mencakup 41%, pemilik properti 28%, petani 12%, sisanya adalah orang tua, investor, dan aktivis.

Ketua Asosiasi Akademi Demokrasi Tiongkok Taiwan, Zeng Jianyuan, mengatakan: “Jaminan kesejahteraan mereka mudah dieksploitasi oleh kapitalis atau pengusaha. Namun, situasi di Tiongkok kini sangat unik karena bahkan kapitalis kecil, kelas menengah, atau pengusaha kecil pun ikut angkat suara.”

Dampak pada Stabilitas Rezim

Analisis menunjukkan bahwa meluasnya aksi protes ini pada akhirnya akan berdampak pada stabilitas rezim Partai Komunis Tiongkok.

“Akhirnya, ini akan memicu efek domino, di mana masyarakat merasa ketidakadilan semakin meluas dan kehidupan menjadi tidak tertahankan. Stabilitas rezim Partai Komunis Tiongkok pun akan berada dalam ancaman serius,ā€ kata Li Linyi. (Hui)

Sumber : Tang Rui dan Luo Ya, New Tang Dynasty Television (NTD)

Singa yang Diselamatkan dari Zona Perang di Ukraina Tiba di Rumah Barunya di Skotlandia

EtIndonesia. Dua singa betina yang diselamatkan dari zona konflik di Ukraina telah tiba di rumah baru mereka di Skotlandia.

Luna dan Plusza, keduanya berusia empat tahun, tiba di Kebun Binatang Five Sisters, West Calder, West Lothian, pada Rabu (20/11) malam.

Singa betina tersebut diselamatkan dari daerah yang terkena penembakan hebat di Ukraina timur pada tahun 2022, sebelum dipindahkan melalui Kyiv, Polandia, dan Belgia untuk mencapai tempat yang aman di Skotlandia.

Pejabat kebun binatang mengatakan habitat yang dibangun khusus untuk mereka ini menawarkan ruang dan kedamaian yang mereka butuhkan untuk pulih dan berkembang setelah perjalanan yang penuh tantangan, menandai tonggak sejarah dalam kesejahteraan dan rehabilitasi hewan kebun binatang.

Gary Curran, kepala karnivora di Kebun Binatang Five Sisters, mengatakan: ā€œKedatangan Luna dan Plusza dengan selamat menggarisbawahi komitmen kami untuk memberi singa kesempatan kedua dalam hidup.

ā€œTim kami siap memberikan perawatan dan dukungan yang mereka butuhkan untuk menjalani hidup mereka dengan damai, seperti yang telah kami lakukan untuk orang lain sebelum mereka.ā€

Penyelamatan ini melanjutkan warisan yang dimulai pada bulan Oktober 2015, ketika kebun binatang menyambut empat singa dari kehidupan yang penuh penderitaan di sirkus keliling. (yn)

Sumber: indy100

Perusahaan Telekomunikasi AS Diserang PeretasĀ  Tiongkok, Insiden Terburuk dalam Sejarah

ETIndonesia. Beberapa perusahaan telekomunikasi Amerika Serikat baru-baru ini diduga menjadi korban serangan peretas  Partai Komunis Tiongkok. Pada Jumat (22 November), Ketua Komite Intelijen Senat AS, Mark Warner, menyebutkan bahwa ini adalah serangan siber telekomunikasi terburuk dalam sejarah AS.

“Tiongkok terus menyusup ke sistem telekomunikasi di seluruh dunia dan mencuri data dalam jumlah besar.” Ia juga menyebutkan bahwa jaringan telekomunikasi AS telah mengalami “serangan siber telekomunikasi paling serius dalam sejarah negara ini,ā€ ujar Warner seperti dilaporkan The Washington Post

Pencurian Data Sensitif

Awal bulan ini, pihak berwenang AS mengungkapkan bahwa peretas yang terkait dengan Partai Komunis Tiongkok telah menyusup ke sejumlah perusahaan telekomunikasi, mencuri data yang digunakan oleh badan penegak hukum AS untuk pengawasan.

Pada 13 November, FBI dan Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur (CISA) mengeluarkan pernyataan bahwa peretas terkait Partai Komunis Tiongkok telah merusak jaringan beberapa perusahaan telekomunikasi. Setelah berhasil masuk, mereka mencuri catatan panggilan dan informasi komunikasi dari “sejumlah kecil individu yang secara signifikan terlibat dalam kegiatan pemerintah atau politik.”

Laporan media mengungkapkan bahwa target utama peretasan adalah panggilan telepon dari kandidat Presiden dan Wakil Presiden Partai Republik, Donald Trump dan J.D. Vance. Serangan ini juga melibatkan tokoh politik lainnya, yang memicu kekhawatiran luas tentang keamanan infrastruktur telekomunikasi AS. Banyak pihak melihat insiden ini sebagai operasi spionase besar.

Pengamat militer Zhou Zideng menjelaskan bahwa serangan ini mencakup beragam perangkat, seperti router Cisco dan server berbasis Windows yang dikembangkan oleh Microsoft. Ia juga menyoroti bahwa serangan ini memanfaatkan “backdoor” yang disiapkan oleh perusahaan telekomunikasi untuk pemerintah AS, yang memungkinkan peretas menyadap informasi panggilan.

Pengamat lain, Tang Jingyuan, mengaitkan masalah ini dengan keberadaan peralatan Huawei di beberapa wilayah AS.

“Sekitar 6% pasar telekomunikasi di AS masih menggunakan peralatan Huawei. Ini merupakan celah keamanan nasional yang signifikan, dan berbagai alasan membuat celah ini belum sepenuhnya ditutup,” ujarnya.

Zhou Zideng menambahkan bahwa kemampuan Partai Komunis Tiongkok dalam serangan siber didukung oleh tenaga ahli yang terlatih, beberapa di antaranya bahkan pernah belajar atau bekerja di AS.

Ā “Mereka memiliki pengetahuan teknis yang mendalam tentang sistem di AS, sehingga lebih mudah bagi mereka menemukan celah keamanan,” jelasnya.

Peringatan dari Microsoft

Menurut laporan Financial Times, Presiden Microsoft Brad Smith menyerukan pemerintahan yang akan datang untuk meningkatkan upaya dalam melawan serangan siber dari Partai Komunis Tiongkok, Rusia, dan Iran.

Penelitian Microsoft baru-baru ini menunjukkan bahwa pengguna Microsoft menghadapi lebih dari 600 juta serangan siber setiap hari. Dalam banyak kasus, kelompok kriminal dan “entitas negara” semakin sering bekerja sama, berbagi alat, dan bahkan meluncurkan operasi gabungan. (Hui)

oleh Chen Yue, New Tang Dynasty Television

Ukraina Serang Markas Komando Rusia dengan Rudal Inggris, Storm Shadow : 18 Tewas, 33 Terluka Termasuk 3 Perwira Korea Utara

Ukraina dilaporkan menggunakan rudal jelajah “Storm Shadow” untuk menyerang pusat komando Rusia di dekat wilayah Barjatinski, Kursk, menewaskan 18 orang dan melukai 33 lainnya, termasuk tiga perwira militer Korea Utara.

ETIndonesia. Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin pada 23 November 2024 menyatakan bahwa sekitar 10.000 tentara Korea Utara yang ditempatkan di wilayah perbatasan Rusia, Kursk, diperkirakan akan segera dikerahkan dalam pertempuran melawan Ukraina. Menurut Austin, pola pelatihan dan integrasi tentara Korea Utara ke dalam pasukan Rusia menunjukkan kemungkinan besar keterlibatan mereka dalam waktu dekat.

.

Gambar menunjukkan rudal jelajah jarak jauh Storm Shadow/SCALP yang diluncurkan dari udara dipajang di bilik pameran produsen rudal Eropa MBDA pada hari pembukaan Farnborough International Air Show 2024 di barat daya London pada 22 Juli 2024. (JUSTIN TALLIS/AFP melalui Getty Images)

Sementara itu, Ukraina melancarkan serangan menggunakan rudal “Storm Shadow” terhadap fasilitas komando bawah tanah di Kursk. Lokasi ini dekat dengan kawasan bersejarah Barjatinski, yang diketahui menjadi pusat komunikasi dan pengendalian strategis Rusia.

Menurut akun media sosial X  bernama “Mak24,” serangan ini menewaskan 18 orang dan melukai 33 lainnya. Di antara korban luka, terdapat tiga personel militer Korea Utara, termasuk seorang perwira tinggi. Media The Wall Street Journal melaporkan bahwa salah satu korban luka adalah jenderal senior Korea Utara, meskipun identitasnya tidak diungkapkan.

Laporan lain menyebutkan bahwa perwira tinggi Korea Utara di Rusia termasuk Wakil Kepala Staf Umum Kim Young-bok, Wakil Kepala Staf dan Direktur Biro Pengintaian Lee Chang-ho, serta Mayor Jenderal Shin Kim-chul.

Ukraina baru-baru ini menggunakan rudal jelajah Storm Shadow untuk mengebom pusat komando Rusia di dekat kawasan bersejarah keluarga Bariatinski di wilayah Kursk. (Tangkapan layar video)

Pada 20 November, Ukraina meluncurkan beberapa rudal jelajah “Storm Shadow” ke arah Rusia. Serangan ini terjadi sehari setelah Ukraina menggunakan sistem rudal taktis Angkatan Darat AS (ATACMS), menandai penggunaan senjata Barat terbaru yang diizinkan untuk menyerang target Rusia.

Menurut laporan Ukrainian Defense Express, serangan ini mencerminkan peningkatan kemampuan Ukraina dalam hal integrasi teknologi dan intelijen. Tingkat akurasi dan kemampuan penetrasi yang ditunjukkan dalam serangan tersebut menyoroti kemajuan signifikan dalam kemampuan medan perang Ukraina.

Media Prancis menganalisis bahwa serangan presisi ini bertujuan untuk melemahkan efisiensi komando Rusia, sekaligus memperkuat posisi negosiasi Ukraina di panggung internasional. Selain itu, serangan ini juga mengirimkan sinyal jelas kepada Rusia dan sekutunya (termasuk Korea Utara) bahwa Ukraina memiliki kemampuan untuk menghantam target jarak jauh.

Media Inggris Sky News menyoroti kekuatan destruktif rudal “Storm Shadow” yang mampu menyerang pertahanan yang sangat kuat. Namun, laporan tersebut juga mengutip peringatan dari pihak resmi Rusia bahwa serangan semacam ini berpotensi memperburuk eskalasi konflik.

Pada 21 November, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa dengan diperbolehkannya Ukraina menggunakan rudal dari AS dan Inggris untuk menyerang Rusia, perang Rusia-Ukraina telah berkembang menjadi konflik global. Putin memperingatkan kemungkinan serangan balasan terhadap negara-negara Barat sebagai bentuk tindakan pembalasan.

Sebagai tanggapan, Ukraina menuduh Rusia untuk pertama kalinya meluncurkan rudal balistik antarbenua (ICBM) ke Ukraina. Menurut Angkatan Udara Ukraina, serangan tersebut merupakan bagian dari serangkaian serangan Rusia terhadap kota Dnipro. Pihak otoritas setempat melaporkan bahwa sebuah infrastruktur terkena dampak, menyebabkan dua warga sipil terluka.

Putin juga mengungkapkan bahwa Rusia sedang menguji sistem rudal baru bernama “Oreshnik” dalam kondisi tempur. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Wanita Secara Tak Sengaja Menemukan Dunia yang Hilang Berusia 280.000.000 Tahun Saat Mendaki Bersama Suaminya

EtIndonesia. Ilmuwan mengklaim bahwa seorang pendaki yang awalnya menemukan sebuah batu yang dipenuhi dengan ‘desain melingkar aneh’ tanpa disadari telah menemukan dunia prasejarah yang hilang dari 280 juta tahun yang lalu.

Claudia Steffensen, dari Lovero, sebuah desa di Provinsi Sondrio, Italia, baru-baru ini melakukan perjalanan melalui Pegunungan Alpen Italia bersama suaminya, dan saat berjalan di sepanjang jalan setapak di lembah Ambria, dekat perbatasan Swiss, dia dikatakan telah menginjak sebuah batu abu-abu muda, yang awalnya diyakini sebagai beton.

Setelah diperiksa lebih lanjut, Steffensen menemukan batu itu dipenuhi dengan ‘desain melingkar aneh dengan garis bergelombang’, yang dia yakini sebagai jejak kaki.

Setelah mengambil gambar batu aneh itu, dia kemudian mengirimkannya ke fotografer dan temannya Elio Della Ferrera, yang kemudian memberikannya kepada Cristiano Dal Sasso, seorang paleontolog di Museum Sejarah Alam di Milan.

Menurut The Guardian, Dal Sasso mengajak pakar lain untuk meneliti gambar tersebut.

Kemudian sang spesialis mengungkapkan bahwa Steffensen benar—tanda pada batu itu sebenarnya adalah jejak kaki.

Dan yang mengejutkan, jejak itu milik reptil yang diperkirakan berasal dari sekitar 280 juta tahun lalu pada periode Permian.

Para ilmuwan percaya tiga atau bahkan empat peristiwa kepunahan besar terjadi pada zaman Permian. Ini juga merupakan saat lempeng kerak Bumi membentuk satu benua besar yang disebut Pangaea.

Berbicara tentang penemuan yang luar biasa itu, Steffensen menjelaskan bahwa dia dan suaminya hanya menuju ke Lembah Ambria untuk menghindari panas.

“Dalam perjalanan kembali turun, kami harus berjalan sangat hati-hati di sepanjang jalan setapak,” katanya kepada The Guardian. ā€œSuami saya ada di depan saya, menatap lurus ke depan, sementara saya melihat ke arah kaki saya.

ā€œSaya meletakkan kaki saya di atas batu, yang menurut saya aneh karena lebih mirip lempengan semen. Saya kemudian melihat desain melingkar aneh dengan garis bergelombang. Saya melihat lebih dekat dan menyadari bahwa itu adalah jejak kaki.ā€

Setelah menganalisis gambar awal Steffensen, para ahli mulai memetakan area taman alam Valtellina Orobie – termasuk di ketinggian hampir 3.000 meter.

Kunjungan ke area tersebut telah dilakukan sejak musim panas tahun 2023 dan dilaporkan telah menghasilkan ratusan jejak kaki fosil lainnya.

Jejak-jejak ini diketahui berasal dari sedikitnya lima spesies hewan yang berbeda.

ā€œPenemuan di Lembah Ambria juga merupakan dampak dari perubahan iklim,ā€ kata Doriano Codega, presiden taman alam Valtellina Orobie.

ā€œHal yang luar biasa adalah ketinggiannya – peninggalan ini ditemukan di dataran yang sangat tinggi dan terpelihara dengan sangat baik.

ā€œIni adalah wilayah yang sering terjadi longsor, jadi ada juga batuan yang terlepas yang mengungkap fosil-fosil ini. Ini adalah penemuan paleontologi yang sangat penting.ā€

Lorenzo Marchetti, seorang ichnologist di Museum of Natural History di Berlin juga mengatakan bahwa pengawetan tersebut mengungkap ā€˜detail yang mengesankan’ seperti ā€˜jejak kuku dan kulit perut beberapa hewan’. (yn)

Sumber: unilad

Ibu di Tiongkok Dihukum Karena Menelantarkan Putranya yang Mengalami Cedera Otak Akibat Perselisihan Keluarga

EtIndonesia. Seorang ibu di Tiongkok bagian tengah secara tidak sengaja menyebabkan pendarahan otak pada putranya yang masih balita selama pertengkaran dengan ibu mertuanya, yang kemudian mencoba menelantarkan anak yang sakit itu, yang memicu kontroversi besar di media sosial daratan.

Insiden itu terjadi pada bulan Mei 2021 ketika wanita itu, bermarga Xu, dari daerah Shangcheng di Xinyang, Provinsi Henan, terlibat dalam perkelahian dengan ibu mertuanya, yang nama dan usianya masih dirahasiakan, karena masalah keluarga.

Selama pertengkaran itu, Xu secara tidak sengaja menjatuhkan putranya yang berusia dua bulan ke lantai, yang mengakibatkan pendarahan intrakranial traumatis, menurut Xiaoxiang Morning Herald.

Konfrontasi itu juga menyebabkan ibu mertuanya mengalami dislokasi bahu kanan, yang diklasifikasikan sebagai cedera ringan tingkat dua menurut standar hukum.

Setelah konflik tersebut, Xu pindah bersama putra sulungnya dan putra bungsunya yang terluka ke Nantong, Provinsi Jiangsu di Tiongkok tenggara, untuk mencari peluang kerja yang lebih baik.

Namun, karena kewalahan oleh kesulitan keuangan yang parah, Xu akhirnya memilih untuk meninggalkan anaknya yang sakit.

Pada tanggal 22 September 2022, dia meninggalkan anak laki-laki itu di atas sepeda roda tiga, di mana dia ditemukan keesokan paginya oleh orang yang lewat yang segera menghubungi polisi.

Pada tanggal 13 November tahun ini, Pengadilan Rakyat Kabupaten Shangcheng memutuskan Xu bersalah atas cedera yang disengaja dan penelantaran, menjatuhkan hukuman satu tahun penjara, ditangguhkan selama satu setengah tahun.

Song Junyan, seorang pengacara dari Beijing, menjelaskan bahwa tindakan Xu selama perselisihan tersebut, yang mengakibatkan bahu ibu mertuanya terkilir, memenuhi kriteria cedera yang disengaja.

Lebih jauh lagi, meninggalkan anaknya yang sakit di lingkungan yang terisolasi, tanpa memperhatikan keselamatannya, merupakan penelantaran.

Rincian tentang kondisi kesehatan anak saat ini dan perawatan lanjutan untuk pendarahan otak masih dirahasiakan.

Insiden ini telah memicu diskusi panas di kalangan netizen Tiongkok, dengan opini publik yang terbagi.

Beberapa orang mengecam tindakan Xu sebagai tindakan yang kejam, dengan seorang komentator menyatakan: “Bahkan seekor harimau tidak menyakiti anaknya; dia lebih buruk dari seekor harimau.”

Namun, banyak yang menyatakan simpati kepada sang ibu dan mempertanyakan akuntabilitas sang ayah.

Seorang berkomentar: “Wanita ini pasti sangat menderita. Awalnya dia membawa kedua anaknya untuk bekerja alih-alih meninggalkan mereka dengan sang ayah, yang menunjukkan bahwa dia adalah seorang ibu yang baik, tetapi mungkin perjuangannya menjadi terlalu berat.”

Yang lain menambahkan: “Dari awal hingga akhir, tidak ada yang menyebutkan tentang ayah anak itu. Sang ibu harus merawat dua orang anak, yang salah satunya sakit saat bekerja jauh dari rumah. Apakah sang ayah sudah meninggal atau tidak ada di rumah?”

Yang ketiga berkomentar: “Setiap kali terjadi ketegangan antara seorang istri dan ibu mertua, sering kali itu karena sang anak gagal menjadi penengah. Jika sang suami bertindak, hal-hal tidak akan meningkat ke titik ini.” (yn)

Sumber: scmp

Dari Tiongkok ke TarifĀ  : Sepak Terjang Howard Lutnick, Menteri Perdagangan ASĀ  Pilihan Trump

Jabatan menteri perdagangan telah menjadi peran penting dalam pemerintahan Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir

ETIndonesia. Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump menunjuk miliarder Howard Lutnick sebagai menteri perdagangan, di mana ia akan mengawasi kantor perwakilan dagang AS.

Jika dikonfirmasi, Lutnick, CEO perusahaan jasa keuangan Cantor Fitzgerald dan salah satu ketua tim transisi Trump, akan memegang posisi yang semakin penting sebagai peran kebijakan utama.

Gina Raimondo, Pimpinan Departemen Perdagangan saat ini, telah melaksanakan agenda ekonomi Presiden Joe Biden untuk menghidupkan kembali industri AS. Melalui pengawasan terhadap Undang-Undang CHIPS dan Sains AS, Raimondo telah menyalurkan miliaran dolar AS kepada perusahaan domestik dan asing untuk meningkatkan manufaktur AS.

Wilbur Ross, yang menjabat sebagai menteri perdagangan pada masa jabatan pertama Trump, melaksanakan kebijakan perdagangan presiden, mulai dari negosiasi penting dengan Tiongkok hingga bekerja pada hubungan dagang dengan Inggris pasca-Brexit.

Lutnick akan mengelola portofolio besar yang mencakup 47.000 karyawan dan berbagai sub-lembaga dan biro yang menangani regulasi hak kekayaan intelektual, kontrol ekspor teknologi sensitif, dan prakiraan cuaca. Beberapa lembaga ini meliputi Biro Analisis Ekonomi, Biro Sensus, dan Kantor Paten dan Merek Dagang.

Jika dikonfirmasi oleh Senat pada Januari 2025, ketua dan CEO dari raksasa investasi Cantor Fitzgerald dan BGC Partners ini akan ditugaskan untuk mewujudkan visi Trump mengembalikan lapangan kerja ke AS dan mendukung adopsi mata uang kripto.

Kemungkinan, kebijakan pertama yang akan Lutnick hadapi adalah tarif.

Tarif

Presiden terpilih mengusulkan pemberlakuan tarif universal sebesar 10–20 persen pada semua barang yang masuk ke Amerika Serikat dan tarif 60–100 persen untuk impor dari Tiongkok.
Mitra dagang Amerika akan bersiap menghadapi proses nominasi Lutnick dan posisinya terkait perdagangan.

Jika masa jabatan pertama Trump menjadi indikator, Lutnick akan memiliki akses ke ā€œsenjataā€ perdagangan. Misalnya, pada 2018, Trump memanfaatkan wewenang departemen atas undang-undang perdagangan keamanan nasional “Pasal 232” untuk memberlakukan tarif 10 persen pada aluminium impor dan 25 persen pada baja impor. Dua tahun kemudian, tarif ini diperluas mencakup produk turunan tertentu.

Di jalur kampanye, Lutnick menjadi pendukung utama kebijakan perdagangan ini, membela langkah tersebut sebagai salah satu rahasia kemakmuran Amerika setelah Perang Dunia II.

Menurut Lutnick, tarif adalah alat untuk menciptakan kesetaraan, melindungi perusahaan AS dari persaingan tidak adil, dan melindungi pekerja Amerika.

Lutnick juga menyebut tarif sebagai sumber pendapatan bagi pemerintah federal.
ā€œKapan Amerika berjaya?ā€ tanya Lutnick di kampanye Trump di Madison Square Garden pada Oktober lalu. ā€œPada pergantian abad, ekonomi kita berkembang pesat. Ini tahun 1900, 125 tahun lalu. Kita tidak punya pajak penghasilan, dan yang kita miliki hanyalah tarif.ā€

Sebelum pengenalan pajak penghasilan, AS sebagian besar bergantung pada pendapatan dari tarif. Bahkan selama Depresi Hebat, Undang-Undang Smoot-Hawley menaikkan sekitar 900 tarif impor dengan rata-rata 40–60 persen. Selama bertahun-tahun, tarif mewakili bagian yang lebih kecil dari total pendapatan federal—pajak impor menghasilkan $80 miliar pada tahun fiskal 2023.

Para ekonom memperkirakan bahwa rencana tarif Trump dapat menciptakan penerimaan pajak triliunan dolar dalam dekade berikutnya.

The Tax Foundation memproyeksikan bahwa tarif universal impor yang diusulkan Trump akan menghasilkan antara $2 triliun hingga $3,3 triliun dari 2025 hingga 2034.

Meski ada kekhawatiran di kalangan ekonom dan analis kebijakan tentang tekanan harga yang baru dan gangguan arus perdagangan dari proposal tersebut, Lutnick mengatakan tarif menghasilkan ā€œskenario menang-menangā€ bagi ekonomi.

ā€œKita menghasilkan banyak uang dari tarif, atau kita membawa produktivitas ke sini, dan kita meningkatkan pekerja kita di sini. Ini skenario menang-menang. Saya suka keduanya,ā€ kata Lutnick di acara CNBC ā€œSquawk Boxā€ pada Oktober. ā€œSaya pikir yang akan terjadi adalah kita akan menghasilkan banyak uang dari tarif. Namun demikian, sebagian besar pihak lain akan bernegosiasi dengan kita, dan kita akan lebih adil.ā€

Pengamat pasarĀ  memperingatkan potensi inflasi.

Mark Malek, kepala informasi di Siebert, mengatakan bahwa jika proposal Trump diterapkan, berbagai sektor, termasuk pertanian, elektronik konsumen, dan mesin, akan terpengaruh.

ā€œTarif universal juga akan memengaruhi hampir semua sektor ritel yang bergantung pada impor murah, seperti pakaian, elektronik, dan barang rumah tangga,ā€ kata Malek dalam catatan yang dikirim melalui email ke The Epoch Times. ā€œPengecer seperti Walmart dan Target perlu menyerap biaya ini, yang akan memengaruhi margin keuntungan, atau menaikkan harga, yang mana pada akhirnya menyebabkan inflasi barang.ā€

Akan tetapi, Jeffrey Roach, kepala ekonom di LPL Financial, mencatat bahwa tarif pertama Trump tidak memicu lonjakan harga bagi konsumen karena para grosir tidak meneruskan biaya tambahan tersebut ke konsumen.

ā€œSelama masa jabatan pertama Trump, ia memberikan pengecualian untuk lebih dari 2.200 produk berdasarkan pembelaan bisnis bahwa tarif tersebut menyebabkan kerugian yang cukup besar atau produk asing tersebut tidak tersedia di AS,ā€ katanya dalam catatan email ke The Epoch Times.

Antara 2017 dan 2019, indeks harga produsen—ukuran harga yang dibayarkan bisnis untuk barang dan jasa—naik 3–5 persen per tahun. Sebagai perbandingan, indeks harga konsumen meningkat 1–3 persen pada periode yang sama.

Bagi para pembuat kebijakan, tarif bisa menjadi pertimbangan manfaat dan kerugian, kata Roach. Tarif perdagangan dapat menciptakan “kerugian bersih ekonomi,” tetapi juga dapat menghasilkan negosiasi yang lebih baik dan pemulihan produksi domestik, tambahnya.

Lutnick mengatakan, meskipun tarif dapat membuat produk tertentu yang tidak diproduksi di dalam negeri menjadi lebih mahal, konsumen akan beralih ke merek lain.

Tiongkok

Tidak seperti presiden terpilih, Lutnick telah menahan diri untuk tidak memusatkan keluhan perdagangannya terhadap Tiongkok. Sebaliknya, ia menyalahkan Tiongkok atas krisis fentanyl di Amerika Serikat.

“Tiongkok menyerang Amerika dari dalam,” kata Lutnick dalam sebuah podcast bulan lalu.

Meski demikian, Departemen Perdagangan AS, baik di bawah pemerintahan Trump maupun Biden, telah digunakan untuk mengurangi aliran teknologi sensitif domestik dan asing ke Tiongkok. Dalam beberapa tahun terakhir, Washington telah memberlakukan regulasi yang luas dengan membendung pengiriman chip canggih dan peralatan pembuat chip yang diperlukan untuk memproduksi semikonduktor generasi mendatang ke Beijing.

Saat tampil di depan Komite Perdagangan Senat pada Oktober 2023, Raimondo menyebut laporan terobosan chip Huawei—semikonduktor paling canggih yang sejauh ini diproduksi oleh negara tersebut—sebagai sesuatu yang “sangat mengkhawatirkan.”

Pada 2019, Huawei dimasukkan dalam Entity List, yaitu daftar pembatasan perdagangan AS yang melarang perusahaan-perusahaan membeli atau menggunakan teknologi berbasis AS.

“Jika kita memikirkan keamanan nasional saat ini di tahun 2024, ini bukan hanya soal tank dan rudal; ini tentang teknologi. Ini tentang semikonduktor. Ini tentang AI. Ini tentang drone,” kata Raimondo dalam sebuah wawancara dengan acara 60 Minutes di CBS musim semi lalu.

“Dan Departemen Perdagangan berada di pusat panas teknologi.”

Apakah pemerintahan yang akan datang akan berfokus pada kecerdasan buatan (AI) dan chip dalam diskusi perdagangan masih belum dapat dipastikan.

“Administrasi Trump juga akan melihat perjanjian perdagangannya dengan Tiongkok sebagai pekerjaan yang belum selesai,” kata ekonom perdagangan Rebecca Harding dalam sebuah catatan penelitian Deutsche Bank.

Dikarenakan posisi ekonomi Tiongkok lebih lemah menjelang 2025, Harding percaya para pejabat mungkin akan berupaya membangun perjanjian yang lebih ketat dibandingkan kesepakatan awal.

Menurut laporan World Economic Outlook pada Oktober yang dikeluarkan oleh Dana Moneter Internasional (IMF), ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut sedang melambat. IMF memperkirakan tingkat pertumbuhan Tiongkok akan melambat menjadi 4,8 persen pada 2024 dan 4,5 persen pada 2025.

Tiongkok telah mengalami gejolak deflasi baik di sisi konsumen maupun produsen. Basis manufakturnya terus berayun antara ekspansi dan kontraksi. Tingkat pengangguran tetap tinggi.
Otoritas moneter telah menerapkan langkah-langkah stimulus untuk meningkatkan prospek pertumbuhan, terutama dengan menurunkan suku bunga. Namun, para ahli skeptis bahwa upaya ini akan membawa hasil yang positif bagi negara tersebut.

“Tantangan terakhir bagi ekonomi Tiongkok saat ini adalah lemahnya pengeluaran konsumen,” kata Ning Leng, asisten profesor di McCourt School of Public Policy, dalam briefing pers Departemen Luar Negeri AS pada  September. “Konsumen Tiongkok kurang bersedia  membelanjakan uang mereka saat terjadinya perlambatan ekonomi saat ini.”

Ke depan, Harding mengatakan, pemerintahan mendatang kemungkinan besar tidak akan berbeda dari yang sekarang dalam hubungan AS–Tiongkok.


“Pertama, masa jabatan kedua Trump jauh lebih dapat diprediksi dibandingkan yang pertama, dan kedua, di bawah pemerintahan Biden, AS telah memberikan tekanan besar pada dunia untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasar Tiongkok,” ujar Harding.

Cryptocurrency

Cryptocurrency bisa menjadi salah satu isu ekonomi utama bagi pemerintahan yang akan datang. Presiden terpilih ingin menjadikan Amerika Serikat sebagai “ibu kota kripto dunia” dengan membentuk dewan penasihat presiden untuk kripto, meluncurkan cadangan strategis nasional, dan memberhentikan Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC), Gary Gensler.

Departemen Perdagangan AS di bawah pemerintahan saat ini tidak banyak bersuara tentang cryptocurrency.

Pada September 2022, Raimondo mengeluarkan laporan berjudul, ā€œResponsible Advancement of U.S. Competitiveness in Digital Assets.ā€


Laporan tersebut menetapkan kerangka kerja yang mengidentifikasi dukungan untuk regulasi, hubungan global, keterlibatan publik-swasta, serta kepemimpinan AS yang berkelanjutan dalam penelitian dan pengembangan aset digital.

ā€œKerangka kerja ini menawarkan jalan ke depan untuk mempromosikan daya saing AS, inovasi yang bertanggung jawab, dan kepemimpinan dalam aset digital,ā€ kata Raimondo dalam sebuah pernyataan.

Kondisi bisa berubah di bawah kepemimpinan baru, karena Lutnick adalah pendukung kuat kripto.

Lutnick telah menjadi investor dan advokat kebijakan kripto selama beberapa tahun terakhir.
Dia berpendapat bahwa bitcoin adalah komoditas, mengatakan kepada Fox Business pada September bahwa bitcoin “harus diperlakukan seperti emas dan minyak.”

ā€œKetika Anda benar-benar memahami Bitcoin, sulit untuk melihatnya dengan cara lain,ā€ kata Lutnick.

Cantor Fitzgerald telah mengelola portofolio Treasury stablecoin Tether di AS sejak 2021. Lutnick juga mengumumkan bahwa Cantor Fitzgerald akan meluncurkan layanan pinjaman bitcoin baru, dengan perusahaannya menanamkan $2 miliar sebagai pendanaan awal.

Meskipun Lutnick tidak akan mengawasi regulasi kripto, tugasnya akan mencakup pengembangan bisnis domestik dan luar negeri, yang bisa termasuk mempromosikan sektor aset digital. Sikap pro-kripto-nya mungkin membantu membentuk atau memengaruhi kebijakan ekonomi pemerintahan baru AS. (asr)

Sumber : Andrew Moran/The Epoch Times

Karyawan di Tiongkok Dipecat Karena Tidur Siang di Meja Setelah Bekerja Lembur, Mendapat Ganti Rugi Lebih dari Rp 750 Juta

EtIndonesia. Seorang pria di Tiongkok yang dipecat karena tidur siang selama satu jam setelah bekerja lembur pada hari sebelumnya memenangkan kasusnya dan diberi ganti rugi sebesar 350.000 yuan (sekitar Rp 767 juta), yang memicu diskusi hangat di kalangan warganet Tiongkok.

Pria tersebut, yang diidentifikasi sebagai Zhang, yang usianya masih dirahasiakan, bekerja sebagai manajer departemen di sebuah perusahaan kimia di Taixing, Provinsi Jiangsu di Tiongkok tenggara. Dia mendedikasikan dua dekade pengabdiannya untuk perusahaan tersebut.

Awal tahun ini, Zhang dipecat setelah kamera pengawas perusahaan menangkapnya tidur siang di mejanya setelah perjalanan terkait pekerjaan yang diperpanjang hingga tengah malam pada malam sebelumnya.

Dua minggu setelah insiden tersebut, departemen SDM perusahaan merilis laporan yang menyatakan bahwa Zhang telah “tertangkap tidur di tempat kerja karena kelelahan”, sebuah dokumen yang ditandatangani Zhang.

Menurut rekaman percakapan WeChat yang beredar daring, seorang anggota staf SDM bertanya: “Manajer Zhang, berapa lama Anda tidur siang hari itu?” Yang ditanggapinya: “Sekitar satu jam atau lebih.”

Kemudian, setelah berkonsultasi dengan serikat pekerja, perusahaan mengeluarkan surat pemecatan resmi kepada Zhang, dengan alasan pelanggaran serius terhadap peraturan perusahaan.

“Kamerad Zhang, Anda bergabung dengan perusahaan pada tahun 2004 dan menandatangani kontrak kerja terbuka. Namun, perilaku Anda tidur saat bekerja merupakan pelanggaran serius terhadap kebijakan disiplin tanpa toleransi perusahaan. Akibatnya, dengan persetujuan serikat pekerja, perusahaan telah memutuskan untuk mengakhiri pekerjaan Anda, mengakhiri semua hubungan kerja antara Anda dan perusahaan,” bunyi surat pemberitahuan itu.

Karena yakin pemecatan itu tidak adil, Zhang segera mengajukan gugatan terhadap perusahaan.

Dalam mengevaluasi kasus tersebut, pengadilan mengakui bahwa meskipun pengusaha memiliki hak untuk mengakhiri kontrak karena pelanggaran peraturan, pemutusan hubungan kerja tersebut harus mematuhi ketentuan tertentu, termasuk menyebabkan kerugian yang signifikan.

“Tidur saat bekerja merupakan pelanggaran pertama kali dan tidak mengakibatkan kerugian serius bagi perusahaan,” jelas Ju Qi, seorang hakim di Pengadilan Rakyat Taixing.

Lebih jauh lagi, mengingat masa jabatan Zhang selama 20 tahun di perusahaan tersebut, yang ditandai dengan kinerja yang luar biasa, promosi jabatan, dan kenaikan gaji, ditetapkan bahwa memberhentikannya karena satu pelanggaran adalah berlebihan dan tidak masuk akal.

Akhirnya, pengadilan memutuskan mendukung Zhang, memerintahkan perusahaan untuk mengganti rugi sebesar 350.000 yuan (sekitar Rp 767 juta).

Kasus tersebut memicu diskusi yang hangat di media sosial daratan.

Seorang pemirsa daring berkomentar: ā€œTidur siang di tempat kerja memang salah, tetapi tindakan perusahaan terlalu kasar. Jika kesalahan kecil dapat menyebabkan pemecatan, hal itu membuat pemecatan karyawan menjadi terlalu mudah.ā€

Banyak yang mengungkapkan rasa iri mereka, dengan mengatakan: ā€œKeberuntungan macam apa ini? Bangun tidur dan mendapati 350.000 yuan disetorkan ke rekening bank Anda!ā€

Sementara yang ketiga berkomentar: ā€œDikonfirmasi: ini adalah putusan pengadilan yang sah.ā€ (yn)

Sumber: scmp

Mengapa Mereka Tidak Mau Kembali ke Tiongkok Lagi? Padahal Mereka Mencintainya

oleh Wang He

Anne Stevenson-Yang dari Amerika Serikat (AS) datang ke Tiongkok pada awal 1985 dan bekerja untuk majalah bulanan milik pemerintah ā€œChina Pictorialā€ edisi bahasa Inggris. Di usianya yang 20-an pada saat itu, dia merasa bahwa Pemikiran Mao Zedong (dibaca: mau ce tung) dan sosialisme “sangat hebat”. Dia mengatakan: “Saya ingin belajar… demi menyembuhkan beberapa penyakit sosial di Amerika Serikat, sehingga kita dapat menggapai semacam masyarakat yang lebih ideal”.

Pada tahun 1988, Anne Stevenson menikah dengan Yang Zhifang, seorang warga negara Tiongkok dan kembali ke Amerika Serikat bersama suaminya. Pada tahun 1993, dia kembali ke Tiongkok dan menjabat sebagai perwakilan dari Dewan Bisnis AS-Tiongkok (US-China Business Council) untuk Beijing. Dia sering melakukan kontak resmi dengan pejabat Partai Komunis Tiongkok (PKT). Sebelum kembali ke AS untuk menetap pada 2014, dia telah tinggal di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) selama 25 tahun.

Selama berada di Tiongkok, Anne Stevenson pernah membuka beberapa perusahaan. Misalnya, J Capital Research, yang didirikan pada 2007, sejauh ini, Perusahaan telah menerbitkan laporan penelitian mengenai perusahaan-perusahaan Tiongkok yang terdaftar di berbagai industri untuk investor AS. Namun, Anne Stevenson tidak lagi “disukai” oleh Beijing karena mengungkap kebohongan yang dilakukan perusahaan-perusahaan Tiongkok lewat laporan keuangan. Selain itu, setelah kembali ke Amerika Serikat, sebagai analis ekonomi dan bisnis Tiongkok, Anne Stevenson sering menghadiri beberapa dengar pendapat terkait RRT yang diselenggarakan oleh Kongres AS, di sana dia mengungkapkan perihal penipuan keuangan perusahaan Tiongkok atau risiko berinvestasi di Tiongkok. 

Baru-baru ini, Anne juga menerbitkan buku baru “Wild Ride A short history of the opening and closing of the Chinese economy” (Perjalanan Liar: Sejarah Singkat Pembukaan dan Penutupan Perekonomian Tiongkok) berdasarkan 25 tahun pengalaman hidupnya dan penelitian mendalam di Tiongkok, memberitahu pembaca bahwa reformasi dan keterbukaan adalah sandiwara yang dimainkan oleh PKT untuk pengusaha asing”. Karena reformasi dan keterbukaan adalah langkah jangka pendek bagi Partai Komunis Tiongkok untuk menarik uang dari dunia, begitu sudah ada uang, PKT belum tentu bersedia untuk terus berpartisipasi dalam komunitas internasional, atau ketika PKT membuka diri sampai batas tertentu dan merasa dominasinya mulai terancam, maka PKT tidak akan lagi terbuka.

Dalam bukunya, Anne secara pesimistis memperkirakan bahwa RRT mungkin akan kembali ke jalur pengasingan diri, dan menutup negara seperti pada tahun-tahun sebelum tahun 1980-an. Dia juga merefleksikan pengalaman langsungnya mengenai “berpartisipasi secara membabi buta” dalam buku tersebut.Ā 

Meskipun Anne masih merindukan mertuanya yang berada di Tiongkok dan sejumlah Chinese food, bahkan merindukan teman-teman Tiongkok yang lebih mudah bergaul dan lebih santai daripada orang-orang Amerika, dia tidak pernah lagi menginjakkan kakinya di Tiongkok setelah epidemi COVID-19. Karena PKT terus “berbelok ke kiri” dalam tahun-tahun terakhir, beberapa teman Anne ditangkap tanpa alasan jelas oleh PKT.

Pada tahun 2023, suami Anne meninggal dunia. Sebelum meninggal ia meminta Anne untuk menguburkan sebagian abu jenazahnya di sebuah gunung di Beijing, tempat orang tuanya dimakamkan. Namun karena dia khawatir dengan risiko ditahan oleh pihak berwenang PKT, dia belum dapat memenuhi keinginan terakhir suaminya. Anne Stevenson mengatakan: “Saya sangat menyesal belum dapat merealisasikannya, tetapi saya benar-benar tidak berani kembali”.

Mirip dengan pengusaha Anne Stevenson, orang yang mencintai Tiongkok tetapi tidak berani datang lagi adalah sarjana Jepang Tomoko Ako, seorang profesor studi Tiongkok modern di Universitas Tokyo.

Pada tahun 2002, hunian gua di Provinsi Shaanxi menyambut pernikahan pertama pasangan Jepang. Pasangan Jepang ini adalah Tomoko Ako dan suaminya yang sinology: Shiroyama Hidemi, yang saat itu menjabat sebagai reporter kantor berita Jepang.

Saat itu, Tomoko Ako di Kedutaan Besar Jepang untuk Tiongkok bertanggung jawab atas upaya pengentasan kemiskinan di Tiongkok. Dia belajar tentang budaya Yangjiagou, Shaanxi, terutama sangat menikmati seni teknik pemotongan kertas Shaanxi, pernikahan tradisional yang khas serta tandu kembang bagi pengantin. Menurutnya hunian gua setempat juga sangat indah, karena sebagai “kawasan lama revolusioner”, itu adalah tempat yang sangat bersejarah.

Tomoko Ako tidak hanya melangsungkan pernikahannya di dalam sebuah gua di Shaanxi, tapi juga memiliki seorang “ibu Tionghoa”. Dia juga mencoba membantu petani di daerah tua Shaanxi untuk meningkatkan produksi apel dan mengundang para ahli dari Jepang untuk membantu menanam apel organik.

Namun, Tomoko Ako yang mencintai Tiongkok telah 3 kali dipaksa berurusan dengan polisi RRT. Yang pertama adalah ketika memperbincangkan soal korupsi dalam pengentasan kemiskinan dengan seorang reporter Tiongkok di Mongolia Dalam. Yang kedua adalah, ketika Tomoko berada di Guizhou untuk mempelajari tentang masalah petisi yang diajukan oleh para transmigran pembangunan waduk. Yang ketiga adalah, ketika Tomoko Ako berusaha membantu pengacara Pu Zhiqiang berkomunikasi dengan rekannya dari Jepang, dia dibawa oleh polisi RRT untuk “Minum teh (bermakna: diinterogasi)”. Hal ini mulai memberinya pemahaman baru tentang pemerintahan Komunis Tiongkok.

Namun, yang benar-benar mengubah sikap Tomoko adalah penangkapan teman-temannya di Hong Kong dan Tiongkok. Dalam sebuah wawancara pada 2023, Tomoko mengatakan kepada VOA: “Saya sangat menyukai Tiongkok, dan sikap ini tidak berubah”. Namun, “Saya sangat membenci pemerintah (Komunis) Tiongkok! Karena pemerintah RRT menangkap teman-teman sayaā€. Tomoko Ako dan suaminya mengenal banyak pengacara, jurnalis, dan cendekiawan di Tiongkok, serta banyak teman di Hong Kong, termasuk mantan anggota Dewan Legislatif. Kini, teman-teman pasangan tersebut menjadi tahanan rumah atau bahkan dipenjara. Dia percaya bahwa ini adalah masalah dalam sistem Tiongkok, yang tidak memiliki supremasi hukum dan membatasi kebebasan berbicara.

Sebagai seorang sarjana yang mempelajari isu-isu Tiongkok, di masa lalu Tomoko sering melakukan kerja lapangan di pedesaan Tiongkok. Namun ketika dia kembali ke Tiongkok pada 2019 lalu yang awalnya bermaksud untuk mengunjungi pengacara Jiang Tianyong di Provinsi Henan, tetapi dibatalkan karena dikuntit oleh petugas keamanan Tiongkok. 

Ini adalah perjalanan terakhirnya ke Tiongkok. Pada tahun 2023, Tomoko mengatakan kepada media: “Saya awalnya ingin melakukan penelitian di Tiongkok, tetapi sekarang saya tidak pernah berani masuk ke Tiongkok lagi”. Dia tidak setuju dengan permintaan PKT agar pemohon visa memberikan sejumlah besar informasi pribadi atas dasar keamanan nasional. Namun yang tak kalah penting adalah dia juga khawatir menghadapi penangkapan oleh pihak RRT (dalam beberapa tahun terakhir, media telah banyak melaporkan ikhwal kasus penangkapan terhadap mantan profesor Jepang di Tiongkok, seperti Yuan Keqin, mantan profesor Universitas Pendidikan Hokkaido, Jepang, Fan Yuntao, profesor Universitas Asia, Jepang, dan Hu Shiyun, profesor Tiongkok di Universitas Kobe Gakuin, dan lain-lain).

Baik Anne Stevenson atau Tomoko Ako yang mencintai Tiongkok, namun pengalaman hidup mereka selama bertahun-tahun di Tiongkok secara bertahap membuat mereka bisa membedakan antara orang Tiongkok dan rezim Komunis Tiongkok. 

Kedua wanita tersebut memiliki sifat yang hampir sama, mereka suka berteman, berbagi kebahagiaan atau hobi dengan orang-orang Tiongkok, serta berkeinginan untuk membuat Tiongkok menjadi tempat yang lebih baik. Namun, rezim Komunis Tiongkok selain memanfaatkan mereka, juga memperlakukan integritas, kebaikan, kejujuran mereka sebagai pertentangan dan ancaman hanya gegara mempertanyakan beberapa perlakuan pemerintah yang oleh mereka dianggap kurang tepat. 

Sehingga memperlakukan mereka secara berbeda, bahkan memberikan beberapa ancaman fisik kepada mereka. Kejadian yang menimpa teman-teman Tiongkok telah membuat mereka merasa ancaman tersebut nyata dan mengerikan, sehingga mereka tidak lagi mau menginjakkan kaki di Tiongkok.

Faktanya, dalam beberapa tahun terakhir ini PKT terus berupaya ā€œbanting setir ke kiriā€ dan membuat lingkungan dalam negeri memburuk secara signifikan, dan sikapnya terhadap orang asing, terutama orang Amerika dan Jepang sudah semakin tidak bersahabat. 

Belum lagi soal kebebasan berbicara yang semakin ketat pengontrolannya, memperluas definisi mengenai spionase, penggerebekan terhadap kantor perusahaan konsultan manajemen asing di Tiongkok, penangkapan pengusaha asing dan skandal jaminan sosial lainnya. Pada 2024 ini saja, terjadi insiden penusukan terhadap beberapa guru asal Amerika Serikat yang berwisata di Jilin, siswa sekolah dasar Jepang masing-masing menjadi korban pembacokan di Kota Suzhou dan juga dibacok sampai tewas di Kota Shenzhen.

Apakah dengan demikian teman-teman asing masih berani datang ke Tiongkok yang berada di bawah kekuasaan PKT? 

Tidak mengherankan, setelah PKT membebaskan pemblokiran ketat terhadap wabah COVID-19, orang asing tidak lagi mau datang ke Tiongkok, sehingga jumlah pengunjung ke Tiongkok menurun drastis. Seperti yang pernah diucapkan oleh Duta Besar AS untuk Tiongkok Nicholas Burns, bahwa terdapat sekitar 15.000 orang pelajar Amerika di Tiongkok enam atau tujuh tahun yang lalu, namun sekarang hanya tinggal 350 orang saja. 

Contoh lainnya, maskapai penerbangan asing menarik diri dari pasar Tiongkok dan saat ini hanya mengoperasikan 60% penerbangan sebelum epidemi terjadi. Jumlah penerbangan antara AS dan RRT bahkan cuma sekitar seperlima dari jumlah penerbangan pada 2019.

Mari kita kembali dan melihat Anne Stevenson dan Tomoko Ako, yang satu adalah menantu perempuan asing bagi Tiongkok, dan yang lainnya adalah pakar Jepang dalam studi Tiongkok modern yang telah menganggap Tiongkok sebagai rumah kedua mereka. Namun, keduanya sekarang tidak berani datang lagi ke Tiongkok. Apakah hal ini bukan berarti mencabik-cabik wajah buruk PKT?! (sin/whs)

Sumber : Epochtimes.com

Mengapa Uni Soviet Hancur? Tiongkok Sedang Mengikuti Jejaknya

Pada 1991, setelah mengalami serangkaian krisis, Partai Komunis Uni Soviet mengumumkan pembubaran dirinya, dan Uni Soviet, rezim kediktatoran proletar sosialis pertama di dunia, juga secara resmi hancur. Partai Komunis Tiongkok (PKT)  khawatir akan keruntuhannya, meskipun PKT telah melakukan banyak penelitian dan analisis internal mengenai alasan runtuhnya Uni Soviet dan menggunakannya sebagai peringatan. Namun, para analis ahli percaya bahwa PKT telah berjalan di jalur yang sama seperti jalur terdahulu Uni Soviet.

Takut akan keruntuhan, PKT mencari solusi untuk memerintah negaranya dari disintegrasi Uni Soviet

Guo Jun, pemimpin redaksi The Epoch Times, berkata bahwa bagi generasi tua anggota PKT, Uni Soviet adalah tanah air sesungguhnya dalam pikiran mereka, sehingga disintegrasi Uni Soviet merupakan pukulan besar bagi PKT. Partai Komunis Tiongkok awalnya didirikan oleh Uni Soviet. PKT terutama mengandalkan bantuan penuh dari Uni Soviet untuk merebut kekuasaan di Tiongkok. 

Setelah PKT berkuasa, PKT juga mengandalkan ratusan proyek industri berat berskala besar yang dibantu oleh Uni Soviet untuk mendapatkan pijakan. Namun, karena Mao Zedong ingin menjadi mentor revolusi dunia, PKT dan Uni Soviet saling bermusuhan setelah 1960an. Bagi sebagian besar anggota senior Partai Komunis Tiongkok, perjuangan mereka di masa muda terkait dengan Uni Soviet. 

Namun, ketika generasi kita menerima pendidikan, Uni Soviet sudah menjadi musuh terbesar PKT. Semua buku pelajaran bernada negatif tentang Uni Soviet, juga kritis dan negatif terhadap Tsar Rusia. Oleh karena itu, perasaan Partai Komunis Tiongkok terhadap Uni Soviet tidak stabil.

Mereka yang lahir setelah 1960 di dalam PKT tidak memiliki kesan yang baik terhadap Uni Soviet, namun orang-orang seperti Xi Jinping mungkin adalah generasi terakhir di dalam PKT yang memiliki perasaan terhadap Uni Soviet. Terutama generasi kedua merah dan anak-anak kader petinggi, buku-buku yang mereka baca dan pelajari semasa kecil semuanya berobyek Uni Soviet. 

Orang-orang di generasi Xi Jinping tumbuh dengan membaca buku War and Peace dan buku-buku karya Paul Korchagin dan Gorky, jadi tidak mengherankan jika Xi Jinping mengatakan bahwa tidak ada seorang pun di Uni Soviet yang berjenis kelamin laki-laki. Dengan runtuhnya Partai Komunis Uni Soviet mereka berduka seolah-olah kehilangan seorang pewaris.

Guo Jun mengatakan bahwa setelah disintegrasi Uni Soviet, internal Partai Komunis Tiongkok melakukan banyak penelitian. Bagaimana negara sekuat Uni Soviet dan partai politik sekuat Partai Komunis Uni Soviet bisa gagal? Kok bisa crash? Dapat dikatakan bahwa setelah Deng Xiaoping, semua pemimpin Partai Komunis Tiongkok memandang disintegrasi Uni Soviet sebagai jawaban mereka dalam mengatur negara, terutama Xi Jinping. 

Pada dasarnya, semua ide dan kebijakan untuk mengatur negara telah diperoleh dari ringkasan Uni Soviet. Tujuannya adalah bagaimana memastikan Partai Komunis Tiongkok tidak runtuh seperti Partai Komunis Soviet. Terutama dalam sepuluh tahun terakhir, sayap kiri di internal Partai Komunis Tiongkok menjadi semakin populer. 

PKT sama seperti Uni Soviet, kaum kiri di internal partai sebagian besar terkonsentrasi di departemen ideologi, departemen perusahaan milik negara, dan internal militer, orang-orang ini bisa dikatakan adalah fundamentalis Partai Komunis, dan mereka adalah kelompok utama yang melakukan penelitian dan ringkasan tentang disintegrasi Uni Soviet. 

Oleh karena itu, dalam sepuluh tahun terakhir ini, PKT telah meluncurkan sejumlah besar taktik politik baru semuanya berkaitan dengan kelompok orang ini. Dapat dikatakan bahwa semuanya diperoleh dari kajian disintegrasi Uni Soviet.

Sistem Komunis menentukan keruntuhan Uni Soviet dan Partai Komunis Tiongkok sedang mengikuti jejaknya

Kolumnis Epoch Times Wang He mengatakan bahwa disintegrasi Uni Soviet adalah sebuah misteri kelas dunia. Dari sudut pandang akademis, terdapat puluhan pendapat, dan saat ini tidak ada pemahaman yang terpadu. Pandangan pertama adalah bahwa Uni Soviet menderita “disentri” dan Gorbachev adalah seorang dokter yang tidak becus, mengobati “disentri” sampai mati. Gorbachev memikul tanggung jawab terbesar. 

Pandangan kedua adalah bahwa Uni Soviet sudah sakit parah dan tidak ada yang bisa menyelamatkannya, hanya masalah cepat atau lambat. Pandangan ketiga adalah bahwa persoalan nasional Uni Soviet adalah kelemahannya. Kerajaan Moskow dulunya hanya seukuran telapak tangan. 

Setelah 500 tahun, berkembang menjadi Kekaisaran Rusia terbesar di dunia. Tanah yang dicaploknya di seluruh dunia adalah koloninya, jadi masalah etnis adalah luka dia yang mematikan. Pandangan keempat adalah bahwa evolusi damai di Barat telah menjatuhkan Uni Soviet. Ada juga pandangan bahwa faktor-faktor dalam sistem Partai Komunis Soviet memainkan peran yang menentukan dalam disintegrasi dan runtuhnya Uni Soviet.

Wang He mengatakan bahwa Mikhail Gorbachev, pemimpin terakhir sebelum runtuhnya Uni Soviet, paling membenci KGB. Pemerintahan Soviet disebut Kekaisaran Mafia, Sekretaris Jenderal adalah bapak baptis yang ditopang oleh tiga pilar. Salah satunya adalah kompleks industri militer, yang kedua adalah KGB, dan yang ketiga adalah organisasi partai. 

Kryuchkov, ketua terakhir KGB, diangkat oleh Gorbachev sendiri, dia adalah anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Uni Soviet dan seorang jenderal, adalah orang terpercaya Gorbachev. Ternyata orang tersebut yang merasa Gorbachev akan menghancurkan Uni Soviet. Sebab saat itu Gorbachev ingin merumuskan perjanjian aliansi Soviet baru untuk mengakui kedaulatan semua negara. Perjanjian aliansi ini sama saja dengan desentralisasi kekuasaan semaksimal mungkin. 

Pada akhirnya, ruang ekonomi terpadu akan dipertahankan, mata uang terpadu akan dikeluarkan, dan senjata nuklir akan dikontrol secara terpadu oleh pemerintah pusat, selain itu kekuasaan berada dibawah. Kryuchkov percaya bahwa Gorbachev berkhianat, jadi sekitar jam 6 pagi pada 19 Agustus 1991, dia tiba-tiba mengeluarkan laporan yang mengatakan bahwa Uni Soviet telah membentuk komite darurat, dia adalah wakil presiden, menyatakan Gorbachev sakit dan menjadikannya tahanan rumah.  

Dia juga ingin menghapus semua undang-undang dan peraturan yang ada di seluruh Uni Soviet, ingin balik kembali. Pemimpin insiden ini adalah Kryuchkov, dan setelah 3 hari kudeta tersebut digagalkan. 

Pada November, Yeltsin mengakhiri institusi sentral Uni Soviet, dan disintegrasi Uni Soviet menjadi tak terhindarkan. Oleh karena itu, Gorbachev menilai KGB Kryuchkov adalah biang keladi terbesar disintegrasi Uni Soviet.

Produser TV independen Li Jun mengatakan ada banyak alasan disintegrasi Uni Soviet. Menurut saya ada tiga faktor penting di antaranya.

Pertama, adalah masalah ekonomi. Sebelum runtuhnya Uni Soviet, kesenjangan ekonomi dengan negara-negara demokrasi Eropa dan Amerika sudah sangat besar. Pada awalnya Uni Soviet memiliki ekonomi terencana yang sangat kaku dan industrialisasi juga sudah jadi. Namun, kekurangan dari perekonomian terencana menjadi semakin jelas di kemudian hari. Belakangan, tidak ada jalan lain. 

Para pemimpin Partai Komunis Soviet, Khrushchev dan Brezhnev, berturut-turut melakukan reformasi, tetapi mereka hanya melakukan perbaikan kecil pada sistem asli dan tidak mengubah secara mendasar sistem ekonomi terencana yang sangat terpusat dan kaku ini, yang mengakibatkan standar hidup rakyat Soviet semakin buruk. Sekitar tahun 1990, menjelang disintegrasi terakhir Uni Soviet, rubel mengalami devaluasi yang parah, daya beli nasional menurun drastis, dan bahan serta komoditas dalam negeri, terutama kebutuhan sehari-hari, menjadi sangat langka. 

Gorbachev kemudian melakukan apa yang disebut reformasi ekonomi terapi kejut cepat. Dibutuhkan waktu 500 hari untuk mengubah sistem ekonomi terencana Soviet menjadi ekonomi pasar, namun gagal. Oleh karena itu, para pemimpin Partai Komunis Soviet dimaki-maki dan mengundurkan diri di tengah ketidakpuasan publik yang memuncak. Saat ini Partai Komunis Tiongkok juga menghadapi masalah ini.

Alasan kedua adalah Gorbachev. Dia sendiri telah melihat kemunafikan dan kejahatan yang disebut komunisme. Setelah berkuasa, dia melakukan serangkaian reformasi politik, yaitu pemikiran baru Gorbachev, yang terutama melonggarkan pembatasan terhadap media dan memberikan kebebasan pers pada tingkat tertentu ; Dia menerapkan demokrasi intra-partai dan otonomi daerah pada tingkat tertentu. Namun kekuasaan Partai Komunis dipertahankan melalui kombinasi kebohongan, penipuan dan kekerasan. 

Oleh karena itu, ketika pembatasan terhadap media dilonggarkan dan demokrasi internal dibangun sehingga masyarakat dapat mengetahui kebenaran sejarah dan orang-orang dalam sistem dapat berdiskusi tentang benar dan salah, maka disintegrasi sistem tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, saya merasa naiknya Gorbachev ke tampuk kekuasaan telah menakdirkan keruntuhan Partai Komunis Soviet.

Alasan ketiga adalah korupsi birokrasi. Birokrasi Soviet, seperti halnya PKT, memiliki populasi yang disebut kelas istimewa. Jumlahnya sekitar 500.000 hingga 750.000 orang, termasuk kerabat mereka, kira-kira sekitar 3 juta orang, jumlah orang sangat sedikit yaitu sekitar 1,5% dari populasi negara tersebut, namun terdapat pernikahan intern antara putra dan putri mereka, pejabat yang saling melindungi, serta korupsi dan kelalaian dalam menjalankan tugas. 

Mereka mengaku sebagai kader partai yang mewakili kepentingan rakyat, namun lambat laun mereka berubah menjadi kelas istimewa yang menentang rakyat, yang menyebabkan semakin besarnya kesenjangan antara partai yang berkuasa dan rakyat itu sendiri, dan pada akhirnya kehilangan dukungan dari rakyat. 

Oleh karena itu, ada pandangan bahwa bukan kelompok anti-komunis atau kekuatan musuh asing yang menjatuhkan Uni Soviet. Hal ini disebabkan oleh kelas birokrat yang memiliki hak istimewa yang berusaha mempertahankan dan memperluas kepentingan mereka.

Pada akhir 1980-an, kelompok birokrasi telah mengambil alih sejumlah besar properti milik negara untuk dirinya sendiri. Mereka sebenarnya sangat berharap Partai Komunis Uni Soviet dapat runtuh dan sistem sosialis akan mengalami perubahan drastis, setelah terjadi perubahan sistem nasional, dalam sistem yang baru, kekayaan mereka diakui sah secara hukum serta dapat diwariskan kepada anak cucu mereka. 

Oleh karena itu, runtuhnya Partai Komunis Soviet dan perubahan drastis di Uni Soviet merupakan sebuah revolusi dari atas. Bagian utama dari kelompok penguasa lama telah mengkhianati sistem sebelumnya dan berbalik pergi, sehingga menyebabkan militer dan departemen pemerintah kehilangan arah dan akhirnya runtuh. Saat ini PKT tampaknya telah mencapai titik ini.

Li Jun mengatakan bahwa setelah Xi Jinping berkuasa, dia memperkenalkan banyak kebijakan, termasuk memperkuat kontrol, memajukan negara dan memundurkan rakyat, sedang belajar dari pelajaran Partai Komunis Soviet. Mengapa Xi Jinping ingin negaranya maju dan rakyatnya mundur? Dia pasti tahu bahwa perkembangan ekonomi swasta akan membawa krisis pemerintahan pada Partai Komunis. Xi Jinping mungkin masih merasa bahwa ekonomi terencana aman. Meskipun lebih miskin, ekonomi ini sangat tersentralisasi dan dapat dikendalikan. 

Xi Jinping mengontrol media dengan ketat, termasuk pemikiran di dalam sistem. Ini adalah pelajaran terbesar yang dipelajari PKT sejak runtuhnya Partai Komunis Soviet. Namun, Xi Jinping juga menambahkan kontrol ketat terhadap pemikiran di dalam partai. Gorbachev mencoba sedikit demokrasi internal partai dan pemikiran baru, namun pada akhirnya dia kehilangan kendali. 

Oleh karena itu, Xi Jinping menekankan pada dua pendirian dan dua pemeliharaan, sebenarnya dia seorang diri yang sangat tersentralisasi, sehingga aman. Namun saya merasa bahwa penyerapan pelajaran dari Partai Komunis Soviet oleh Xi Jinping pada akhirnya tidak akan banyak gunanya, paling banyak mungkin memperlambat keruntuhan PKT, karena tak peduli PKT melakukan demokrasi, ekonomi pasar atau sentralisasi yang tinggi, pada akhirnya rakyatlah yang dirugikan. 

Sentralisasi kekuasaan seperti Mao Zedong dan Stalin, yang melakukan banyak kasus ketidakadilan dan kelaparan di bawah sistem terpusat. Demokrasi internal partai dan apa yang disebut marketisasi akan mengarah pada situasi seperti di masa akhir Uni Soviet, di mana sejumlah besar kapitalis super kaya merampas kekayaan masyarakat dalam jumlah besar, menyebabkan hilangnya semua keadilan sosial.

 Ini masih berkaitan dengan sifat Partai Komunis. Sebagaimana dinyatakan dalam Sembilan Komentar Mengenai Partai Komunis, esensi Partai Komunis adalah jahat. Banyak orang mengatakan bahwa Partai Komunis itu seperti “racun”. Anda membuatnya tidak menjadi racun, tapi Partai Komunis tidak bisa.

Guo Jun berkata bahwa beberapa tindakan yang diambil oleh PKT berdasarkan pembelajaran dari disintegrasi Partai Komunis Soviet sepertinya tidak akan menyelesaikan permasalahan yang ada saat ini. Kajian teoritis tentang kebangkitan peradaban manusia dalam sejarah merupakan topik yang sangat penting. Mengapa ada peradaban? Mengapa ada peradaban yang bangkit dan ada yang tidak? Mari kita pinjam jawaban ini dari pertanyaan lain. 

Mengapa ada gunung di dunia ini dan bagaimana terbentuknya? Pegunungan merupakan hasil pergerakan kerak bumi, hasil letusan gunung berapi, dan hasil tumbukan lempeng besar. Bagi manusia, terbentuknya atau runtuhnya gunung berada di luar kendali dan kontrol manusia. 

Sebenarnya, kebangkitan peradaban manusia juga sama, merupakan akibat dari ledakan semangat manusia, sama sekali bukan hasil dari kemajuan teknologi tata kelola. Kebangkitan seluruh peradaban dilandasi oleh ledakan semangat altruistik, yang menjadi landasan kerjasama sekelompok manusia. 

Tanpa semangat altruistik, tidak akan ada kerjasama antara manusia, umat manusia sama seperti hewan lainnya, tidak ada perbedaan yang besar. Inti dari altruisme semacam ini mungkin berupa cinta dalam agama, atau mungkin berupa kebajikan, kebenaran, kesetiaan, dan kesalehan dalam budaya tradisional Tiongkok kuno, atau kesetaraan dan kebebasan, demokrasi dan supremasi hukum dalam peradaban modern, secara keseluruhan, itu pada dasarnya adalah cinta dan rasa hormat yang sama, tetapi inti dari ideologi komunisme bukanlah cinta, melainkan kecemburuan. Mengapa Anda menghasilkan lebih banyak uang daripada saya dan hidup lebih baik dari saya? Saya sangat tidak senang dan sangat tidak rela , jadi saya harus memanfaatkan kekerasan untuk mengubahnya. Kediktatoran proletariat digunakan untuk menegakkan kesetaraan hasil kekayaan tersebut, namun tidak dapat mencapai kesetaraan dalam kekuasaan dan hak.                  

Guo Jun mengatakan bahwa tujuan kesetaraan komunisme bertentangan dengan upaya mencapai tujuan kesetaraan, dan akibatnya pastilah kesenjangan yang lebih besar. Oleh karena itu, bagian pertama dari gerakan komunis adalah altruisme, dan bagian kedua adalah keegoisan dan kepentingan pribadi. Hasilnya pasti kegagalan.(lin/mgl)

Sumber : NTDTV.com