Gurun Arab Saudi Diguyur Hujan Salju untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah

EtIndonesia. Gundukan bukit pasir yang bergelombang, biasanya berwarna keemasan dan terbakar matahari, tiba-tiba berubah oleh salju dan bola-bola es – seperti inilah penampakan gurun di Arab Saudi saat ini.

Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah wilayah Al-Jawf, yang terletak di tepi utara gurun Al-Nafūd, mengalami hujan salju.

Rekaman menunjukkan gurun yang gersang itu berubah menjadi pemandangan musim dingin yang tak terduga, dengan serpihan salju yang masih mengendap.

Sekelompok unta terlihat berjalan hati-hati di atas lapisan es yang menutupi pasir.

Orang-orang terlihat keluar dari mobil mereka untuk mengabadikan cuaca yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Suhu di Gurun Al-Nafūd bisa mencapai 55°C di beberapa tempat, jadi penurunan suhu yang tiba-tiba ini merupakan fenomena.

Media pemerintah melaporkan bahwa hujan lebat dan hujan es melanda sebagian wilayah Al-Jawf pada hari Senin (4/11).

Pusat Meteorologi Nasional Uni Emirat Arab mengaitkan peristiwa cuaca yang tidak biasa ini dengan sistem tekanan rendah yang bergerak dari Laut Arab ke Oman.

Pola cuaca ini telah membawa udara yang mengandung banyak uap air ke daerah yang dikenal dengan kondisinya yang kering, yang mengakibatkan badai petir, hujan es, dan hujan di seluruh Arab Saudi dan negara tetangga UEA.

Departemen Cuaca Saudi telah mengeluarkan peringatan akan cuaca buruk yang akan terjadi dalam beberapa hari mendatang.

Badai petir, hujan lebat tambahan, hujan es, dan angin kencang diperkirakan akan terus terjadi di seluruh wilayah, yang memengaruhi jarak pandang dan mengganggu perjalanan.

Pejabat telah menyarankan warga untuk mengambil tindakan pencegahan karena kondisi cuaca yang tidak biasa ini.(yn)

Sumber: metro

Krisis Politik Jerman, Spionase Tiongkok, dan Manuver Trump Kembali Mengguncang Stabilitas Global!

EtIndonesia. Baru-baru ini, dunia politik Jerman terguncang hebat setelah Kanselir Olaf Scholz memecat Menteri Keuangan dari Partai Demokrat Liberal, Christian Lindner. Tak lama setelah pemecatan ini, Partai Demokrat Liberal mengumumkan penarikan semua menterinya dari koalisi, sehingga pemerintahan gabungan merah-hijau-kuning yang sudah lama berkuasa pun runtuh. Langkah ini telah menciptakan ketidakstabilan serius dalam politik Jerman dan memicu spekulasi tentang masa depan pemerintahan di Berlin.

Kasus Spionase Tiongkok: Tantangan Keamanan Jerman di Tengah Ketegangan Internasional

Seiring dengan krisis koalisi, situasi keamanan Jerman semakin disorot setelah polisi menangkap Martin Dee, mantan pegawai militer AS di Jerman, atas dugaan penyaluran informasi sensitif ke Tiongkok. Kasus spionase ini menggarisbawahi kerentanan Jerman di tengah ketegangan geopolitik, terutama dengan Tiongkok dan Rusia yang terus memicu ketidakstabilan keamanan global. Aktivitas spionase menjadi perhatian besar, terlebih setelah Jerman mulai meningkatkan perlindungan keamanan terhadap infrastruktur strategis dan lembaga terkait.

Krisis Pemerintahan: Langkah Politik Olaf Scholz dan Dampaknya pada Masa Depan Jerman

Kanselir Olaf Scholz, sebagai langkah cepat, menunjuk Jörg Kukies dari Partai Demokrat Sosial untuk menggantikan Lindner sebagai Menteri Keuangan. Penunjukan ini disetujui oleh Presiden Jerman, Frank-Walter Steinmeier, tetapi kepergian Demokrat Liberal dari koalisi meninggalkan Scholz dalam posisi sulit, memaksa pemerintahan minoritas. Dalam waktu dekat, Scholz akan mengandalkan dukungan parlemen sementara dan menghadapi pemungutan suara kepercayaan pada 15 Januari 2025. Jika gagal, Jerman kemungkinan akan menggelar pemilu awal pada akhir Maret 2025.

Ketua Partai Persatuan Demokratik Kristen (CDU), Friedrich Merz, juga menyerukan agar Scholz segera mengadakan pemungutan suara kepercayaan, menandakan kesiapan partainya menghadapi kemungkinan pemilu. Dengan kewajiban hukum untuk mengadakan pemungutan suara tersebut, Presiden Steinmeier akan memiliki peran penting, terutama jika hasil pemungutan suara mengarah pada pembubaran parlemen dan persiapan pemilu baru.

Trump Kembali Berkuasa: Dampak Potensial pada Hubungan AS-Tiongkok

Pemilihan presiden di Amerika Serikat yang menghasilkan kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih diperkirakan akan membawa dampak besar pada hubungan AS-Tiongkok. Trump telah berjanji untuk memberlakukan tarif sebesar 60% pada seluruh barang impor dari Tiongkok, yang dapat menyebabkan keretakan lebih dalam pada ekonomi kedua negara. Selama masa jabatan sebelumnya, Trump memberlakukan tarif 25% pada produk ekspor Tiongkok, yang berdampak signifikan pada perekonomian Tiongkok. Sekarang, dengan kebijakan tarif yang lebih ketat, tekanan terhadap ekonomi Tiongkok semakin besar, terutama di tengah lambatnya pertumbuhan domestik yang hanya mencapai 4,5%, turun dari 6,6% pada tahun 2018.

Penyelidikan Italia Terhadap Perusahaan Tiongkok

Di Italia, pemerintah meluncurkan penyelidikan administratif terhadap Grup Sinochem dari Tiongkok, pemegang saham utama produsen ban Italia, Pirelli. Penyelidikan ini bertujuan memastikan tidak ada pelanggaran terkait perlindungan aset strategis nasional. Berdasarkan Golden Power Law yang diberlakukan pada 2023, pemerintah Italia memiliki waktu hingga 120 hari untuk menentukan tindakan lanjutan, termasuk pengetatan kontrol akses ke teknologi sensitif yang digunakan dalam produksi Pirelli. Teknologi sensor pada produk Pirelli dianggap penting karena mampu mengumpulkan data strategis, termasuk tata letak jalan dan kondisi infrastruktur.

Penyelidikan ini semakin memperjelas perhatian Italia terhadap kendali teknologi dan aset strategis, yang akan memiliki dampak luas pada industri domestik serta pola investasi global. Keputusan pemerintah Italia dalam beberapa bulan mendatang diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap kepemilikan dan operasional Pirelli, serta memperkuat pengawasan atas akses teknologi strategis.

Tentara Korea Utara ke Rusia: Tanggapan Tegas Negara-Negara Barat

Negara-negara Barat, melalui Departemen Luar Negeri AS, merilis pernyataan bersama yang mengecam keras pengiriman tentara oleh Korea Utara ke Rusia. Dukungan terhadap pernyataan ini datang dari negara-negara besar, termasuk Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Prancis, dan Uni Eropa, yang menyebut tindakan Korea Utara sebagai pelanggaran hukum internasional dan ancaman bagi keamanan global. Sejumlah laporan menunjukkan bahwa Korea Utara mulai mengirim tentara pada awal Oktober 2023 untuk mendukung invasi Rusia di Ukraina. Pernyataan bersama ini juga memperingatkan bahwa dukungan militer Korea Utara dapat memperburuk konflik di Ukraina, serta meningkatkan risiko eskalasi di Eropa dan Asia-Pasifik.

Perubahan Kebijakan Visa Kanada: Dampak pada Komunitas Tionghoa

Dalam perkembangan lainnya, Departemen Imigrasi Kanada mengumumkan perubahan kebijakan besar pada visa kunjungan berjangka panjang. Mulai 6 November, Kanada tidak lagi mengeluarkan visa kunjungan 10 tahun secara otomatis. Petugas visa kini memiliki wewenang lebih besar dalam memutuskan apakah pemohon berhak mendapatkan visa sekali atau beberapa kali kunjungan, berdasarkan kondisi individu. Kebijakan ini disambut dengan kekhawatiran di kalangan komunitas Tionghoa yang selama ini mengandalkan visa multi-kunjungan untuk perjalanan bisnis dan kunjungan keluarga.

Marc Miller, Menteri Imigrasi Kanada, menyatakan bahwa kebijakan ini dirancang untuk mencegah penyalahgunaan visa kunjungan dan mengontrol arus non-penduduk tetap. Di masa depan, proses persetujuan visa Kanada diprediksi akan semakin ketat, dengan persyaratan dokumentasi lebih lengkap bagi pemohon, terutama bagi mereka yang mengajukan visa jangka panjang.

Penutup: Dampak Global dari Dinamika Geopolitik Terbaru

Perkembangan geopolitik global akhir-akhir ini menunjukkan tren yang semakin kompleks dan penuh ketegangan. Dengan ketidakpastian politik di Jerman, kembalinya Trump ke tampuk kekuasaan, penyelidikan terhadap perusahaan Tiongkok di Italia, pengiriman tentara Korea Utara ke Rusia, serta kebijakan visa baru Kanada, dunia menyaksikan perubahan yang berpotensi mempengaruhi struktur ekonomi, keamanan, dan stabilitas internasional. Negara-negara utama di dunia kini harus bersiap menghadapi implikasi dari setiap perubahan ini, yang secara langsung maupun tidak langsung, akan membentuk lanskap politik dan ekonomi global dalam beberapa tahun ke depan.

Meme, Pop Culture, dan Ekonomi: Bagaimana Pemilih Muda Membantu Kemenangan Trump

Trump meraih lonjakan secara signifikan dengan dukungan dari Gen Z, kelompok ini memiliki banyak perbedaan dengan generasi Milenial

Analisis Berita

Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump memiliki banyak kalangan yang mana perlu ia berikan ucapan terima kasih atas kemenangannya, tetapi salah satu paling penting adalah para pemilih muda yang beralih dalam jumlah besar ke Partai Republik sejak pemilu terakhir pada 2020.

Empat tahun  lalu, Gen Z—usia 18–29 tahun—memilih Presiden Joe Biden dengan selisih 25 poin, tetapi kali ini, mereka memilih Wakil Presiden Kamala Harris dengan selisih hanya enam poin, menurut jajak pendapat  AP VoteCast. Sebagian kecil pria Gen Z, 49–47, memilih Trump, menurut jajak pendapat  Edison Research.

Ada beberapa faktor kemungkinan besar menyebabkan perubahan ini. Beberapa faktor bisa diukur, sementara lainnya masih sulit diukur.

Elon Musk

Elon Musk, CEO SpaceX dan X, berbicara dalam sebuah rapat umum kampanye untuk calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump, di Madison Square Garden, New York City, Amerika Serikat, pada 27 Oktober 2024. Samira Bouaou / The Epoch Times

Meskipun miliarder Elon Musk sempat kehilangan sebagian popularitasnya dengan mendukung Trump, akan tetapi tetap populer di kalangan Gen Z dengan net favorability 25 poin dalam survei YouGov pada Oktober dibandingkan dengan net favorability 5 poin secara keseluruhan.

Namun, kemungkinan yang membuat dirinya disukai dari kalangan pemilih muda bukanlah prestasi teknologinya seperti Tesla dan SpaceX, tetapi lebih kepada persona onlinenya. 

Musk sering menyampaikan pandangannya melalui meme dan referensi budaya pop yang populer di kalangan Gen Z. Dia juga sangat menghargai otentisitas—sifat yang menarik bagi kalangan Gen Z.

Tahun lalu, saat diwawancarai oleh CNBC, Musk ditanya mengapa ia tetap berbagi pendapat secara daring meskipun mengetahui banyak orang tidak menyukainya, bahkan berdampak negatif pada perusahaannya. Musk berhenti selama 12 detik dan kemudian menjawab:
“Kamu tahu, saya teringat adegan dalam film The Princess Bride—film yang luar biasa—di mana dia menghadapi orang yang membunuh ayahnya dan berkata, ‘Tawarkan saya uang, tawarkan saya kekuasaan. Saya tidak peduli.’ … Saya akan mengatakan apa yang ingin saya katakan, dan jika konsekuensinya adalah kehilangan uang, biarlah begitu.”

Meskipun film tahun 1987 itu dirilis jauh sebelum Gen Z lahir, itu adalah sumber dari sejumlah meme populer yang familiar bagi Gen Z.

Musk juga memiliki reputasi baik di komunitas gamer. Sehari sebelum pemilu, dia mengungkapkan dalam wawancaranya dengan podcaster Joe Rogan bahwa dirinya termasuk salah satu pemain Diablo 4 dengan peringkat tertinggi, meskipun peringkatnya tidak resmi.

Meme

Trump tampaknya memiliki kemampuan luar biasa  menciptakan konten yang mudah dijadikan sebagai meme. Mulai dari slogan “you’re fired” di acara realitas The Apprentice, hingga sindiran “kamu akan masuk penjara” dalam debat presiden 2016 dengan mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, hingga tariannya di lagu YMCA yang mana sering diulanginya di panggung selama kampanye, ia sudah menjadi bagian dari budaya meme.

Dalam debatnya dengan Harris, Trump mengatakan bahwa imigran Haiti memakan anjing dan kucing, klaim yang didasarkan pada sejumlah anekdot yang tidak dikonfirmasi. Orang-orang mengubah komentarnya menjadi lagu dan meme serta langsung viral. Meskipun niat awalnya untuk mengejek Trump, para pendukungnya menerima meme tersebut dan kemudian menjadi sorotan dari seluruh debat.

Setelah kemenangan pemilihannya, beberapa orang menyampaikan di media sosial bahwa meskipun mereka mungkin tidak setuju dengan Trump, mereka senang dengan meme yang mungkin akan muncul selama masa jabatannya.

Podcast

Selama bulan-bulan terakhir kampanyenya, Trump bertandang lebih dari selusin wawancara podcast, termasuk percakapan panjang dengan Lex Fridman dan Rogan. Dia juga tampil di acara Bussin’ With The Boys dan Theo Von.

Podcast adalah sumber informasi populer bagi Gen Z. Mereka menyediakan suasana yang kurang terstruktur serta sesuai dengan preferensi Gen Z terhadap otentisitas. 

Harris juga hadir pada beberapa wawancara serupa, tampil di acara Call Her Daddy dengan Alex Cooper, serta podcast All the Smoke dan beberapa acara radio. Namun, penampilannya lebih singkat dan sporadis.

Kebutuhan akan Otentisitas

Tangkapan layar menunjukkan peta game Wakil Presiden Kamala Harris untuk Fortnite di situs web kampanyenya di tahun 2024. Situs web kampanye Harris, tangkapan layar melalui The Epoch Times

Harris menekankan kampanyenya pada “kegembiraan”—sesuatu yang tidak sesuai dengan Gen Z yang mana sering dianggap sebagai generasi paling sinis.

Wawancara dan penampilannya di media sering kali menampilkan pidato terstruktur dan jawaban  disiapkan untuk pertanyaan yang telah disetujui sebelumnya. Meskipun penyampaiannya  meningkat sejak kampanye presiden terakhirnya pada 2020, ia masih kesulitan terlihat otentik dan nyaman dengan dirinya sendiri.

Beberapa hari sebelum pemilu, kampanye Harris bahkan merilis peta Game khususnya untuk game online Fortnite. Upaya memasukkan kandidat ke dalam subkultur gaming anak muda bisa dengan mudah terlihat seperti dipaksakan. Bahkan, tidak pada tempatnya.

Fokus kampanye Harris pada konser dan dukungan para pesohor juga kurang berpengaruh bagi Gen Z. Pasalnya, mereka cenderung lebih mempercayai influencer daring daripada kalangan pesohor.

Ketidakpercayaan dan Pemberontakan

Gen Z tumbuh di tengah proliferasi budaya woke. Terutama bagi pria muda, ini berarti diberitahukan bahwa mereka adalah penerima patriarki dan penindas de facto.

Sementara itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa Gen Z terkena dampak pandemi COVID-19 dan secara khusus melemahkan kepercayaan mereka kepada pemerintah, otoritas, dan lembaga secara umum.

Posisi anti-kemapanan Trump tampaknya lebih selaras dengan ketidakpercayaan tersebut dan mendorong pemberontakan terhadap ortodoksi woke.

Calon Wakil Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Kamala Harris, berbicara di Wings Event Center di Kalamazoo, Michigan, pada 26 Oktober 2024. Madalina Vasiliu / The Epoch Times

Ekonomi

Meskipun anak muda cenderung kurang peduli terhadap ekonomi dibandingkan dengan para orang tua, mereka tetap menganggapnya sebagai masalah penting bagi pilihan mereka, lebih dari masalah kesehatan atau aborsi, menurut jajak pendapat Gallup pada Oktober lalu.

Gen Z, khususnya, cenderung lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang, ini mungkin membuat mereka lebih rentan terhadap kekhawatiran ekonomi. Inflasi adalah salah satu kekhawatiran ekonomi utama dalam beberapa tahun terakhir, inilah yang paling memukul pekerja berpenghasilan rendah, dan anak muda cenderung berpenghasilan rendah. (asr)

Sumber : The Epoch Times

Serangan Besar-besaran Rusia di Ukraina Timur, AS Kirim 212 Kendaraan Tempur Stryker

ETIndonesia. Kondisi Ukraina timur semakin tegang. Wakil dari Brigade Serangan Udara ke-79 Ukraina mengatakan bahwa setiap hari Rusia terus mencoba menguji dan menembus garis pertahanan mereka, terutama  mengepung wilayah Kurakhove. Dalam seminggu terakhir, Rusia telah melancarkan serangan besar-besaran dan berhasil merebut 200 kilometer persegi wilayah Ukraina, termasuk titik penting di selatan Desa Krasnoye.

Serangan Skala Besar Rusia di Ukraina Timur

Situasi Donbas Ukraina 

Pekan lalu, pasukan Rusia merebut kota Selidovo di tenggara Desa Krasnoye. Kota ini memiliki posisi strategis karena mengendalikan jalan E50 yang menghubungkan Krasnoye dengan Donetsk. 

Setelah menguasai Selidovo, target Rusia selanjutnya adalah kota Kurakhove di sebelah selatan. Menurut media Rusia, pasukan mekanis mereka telah mendekati pinggiran timur Kurakhove, sementara pasukan tambahan mengepung dari arah utara melalui Selidovo dan dari arah selatan melalui Vuhledar.

Kurakhove memiliki keuntungan geografis secara signifikan. Di utara kota ini terdapat Sungai Volcha, yang membentuk waduk besar sebagai penghalang alami. Dari arah barat ke timur, jalan E15 membentang menuju pinggiran selatan Donetsk, yang dikuasai Rusia.

Wartawan melaporkan bahwa pertahanan Ukraina di selatan Kurakhove sangat lemah, terutama setelah penarikan pasukan yang kacau dari Vuhledar. Bahkan bala bantuan dari Zaporizhzhia belum mampu mengubah situasi.

Meski begitu, Rusia juga mengalami kerugian. Pertahanan Ukraina terutama mengandalkan posisi strategis yang disebut sebagai “garis gigi naga” untuk menghalangi kemajuan mekanis Rusia. 

Berdasarkan laporan dari Brigade Serangan Udara ke-46 Ukraina, sebuah konvoi kendaraan lapis baja Rusia mencoba menembus garis pertahanan Ukraina namun berhasil dihalau. Setidaknya empat kendaraan lapis baja dan dua tank Rusia berhasil dihancurkan menggunakan artileri, drone, dan jebakan ranjau.

Pasukan Brigade ke-79 Ukraina melaporkan bahwa Rusia sedang berkumpul di sekitar Desa Konstantinovka di sebelah selatan Kurakhove, kemungkinan besar untuk menyerang ke arah barat laut dan memotong akses jalan E15 menuju Kurakhove. Di utara Kurakhove, Rusia dilaporkan telah merebut wilayah Ilinka dan Stepanovka.

Staf Umum Ukraina menyatakan di Facebook bahwa pertempuran di sekitar Kurakhove masih berlangsung. Pada 2 November, tercatat 24 insiden pertempuran, dengan 13 serangan dari Rusia.

Situasi di Kursk


Di medan pertempuran Kursk, rencana Putin  merebut kembali wilayah ini sebelum 1 Oktober berujung gagal. Saat ini, kedua  pihak masih terkunci di sekitar Sumy. Pertempuran terus berlangsung sengit, dan Juru Bicara Komando Operasi Ukraina Utara melaporkan serangan infanteri Rusia terjadi setiap 10 hingga 15 menit di beberapa titik kritis Ukraina.

Ukraina memutuskan  mundur dari area terbuka dan hutan jarang di garis depan Kursk, karena wilayah ini sulit dipertahankan. Hingga saat ini, Rusia berhasil merebut kembali sebagian besar wilayah yang sulit dipertahankan. Menurut peta dari Institut Studi Perang Amerika, Rusia telah merebut 46% dari wilayah yang sebelumnya dikuasai Ukraina di Kursk.

Rusia juga mengalami kerugian besar di Kursk. Sejak Agustus, Ukraina melaporkan Rusia kehilangan sekitar 8.000 tentara dan 15 batalyon. Selain itu, 58 tank, 162 kendaraan tempur infanteri, 46 kendaraan lapis baja, 136 artileri, 592 kendaraan umum, dan 46 sistem perang elektronik berhasil dihancurkan. Ukraina juga menangkap hampir 300 tentara Rusia dan merebut 9 tank serta 4 kendaraan lapis baja.

Kedua Pihak Membutuhkan Tambahan Pasukan

Rusia maupun Ukraina membutuhkan banyak tambahan pasukan. Menurut The Economist, NATO menyebutkan bahwa Rusia merekrut sekitar 30.000 tentara baru per bulan.  Namun demikian angka ini jauh dari target yang diinginkan pemerintah Rusia. Selain itu, ada lebih dari 12.000 tentara Korea Utara di Rusia, dengan sekitar 7.200 di antaranya  ditempatkan di garis depan Kursk.

Ukraina juga berencana memperkuat pasukannya. Menurut Kyiv Independent, Ukraina akan merekrut 160.000 tentara lagi untuk meningkatkan tingkat kehadiran pasukan di garis depan menjadi  85%.

Bantuan Militer AS Sebesar US$,425 Juta Dolar untuk Ukraina: Menyediakan 212 Kendaraan Tempur Stryker

Bagi Ukraina, ada kabar baik. Departemen Pertahanan AS pada  Jumat lalu mengumumkan paket bantuan senilai US$ 425 juta dolar. Selain mencakup banyak rudal dan amunisi, bantuan ini juga menyediakan 212 kendaraan tempur infanteri Stryker untuk Ukraina. 

Sebagian besar kendaraan tempur Stryker Ukraina ditempatkan di brigade serangan udara karena Stryker dikenal ringan dan memiliki mobilitas tinggi, yang sangat cocok dengan kebutuhan operasi brigade serangan udara.

Saat ini, Ukraina diperkirakan telah kehilangan sekitar 20 kendaraan tempur Stryker di medan perang. Dengan tambahan kendaraan baru ini, stok Stryker Ukraina akan meningkat menjadi hampir 400 unit. Biasanya, setiap brigade Ukraina dilengkapi dengan tiga batalyon infanteri mekanis, dan setiap batalyon memiliki 31 kendaraan tempur Stryker. Markas batalyon menggunakan satu unit Stryker, sedangkan tiga kompi di bawahnya masing-masing memiliki 10 unit Stryker.  Artinya, tambahan 212 unit kendaraan tempur dari AS ini cukup  memperlengkapi dua brigade mekanis baru Ukraina dan menggantikan kerugian yang ada di medan tempur.

Sebelumnya, AS menyediakan sekitar 200 kendaraan tempur Stryker kepada Ukraina, yang ditempatkan di Brigade Serangan Udara ke-80 dan ke-82. Kedua brigade ini berpartisipasi dalam serangan di Kursk sejak awal Agustus tahun ini, sedangkan Brigade Serangan Udara ke-95, yang mana juga ditempatkan di Kursk.  Saat ini tidak memiliki kendaraan tempur Stryker. Kemungkinan besar, kendaraan baru ini akan diberikan prioritas kepada Brigade Serangan Udara ke-95. Stryker yang memiliki mobilitas tinggi, dengan kecepatan maksimum 100 km/jam, sangat cocok untuk medan dataran Rusia  terdiri dari jalan raya dan lahan terbuka.

Ukraina diharapkan dapat segera mengusir Rusia dari wilayahnya. Namun demikian, kenyataannya saat ini, di medan pertempuran di Ukraina Timur, Rusia berada dalam posisi ofensif, sedangkan Ukraina harus melepaskan sebagian wilayah untuk mempertahankan waktu. Namun demikian, hal yang dikhawatirkan adalah tren ini tidak mengalami perubahan sepanjang tahun 2023. 

Sejak awal tahun ketika Ukraina kehilangan Avdiivka, disusul Vuhledar pada Oktober, dan kini sisi selatan Krasnoye juga berada dalam situasi genting. Di medan timur Ukraina, Rusia secara bertahap terus maju tanpa hambatan.

Meskipun Ukraina  melancarkan serangan balik di Kursk selama musim panas, hal ini belum mampu mengganggu penempatan Rusia di timur. Justru, Rusia memanfaatkan kekurangan pasukan Ukraina untuk mencapai kemajuan signifikan di sekitar Krasnoye selama Agustus hingga September. Tren seperti ini kemungkinan akan berlanjut hingga 2025.

Bagaimana menurut anda agar Ukraina dapat mengubah situasi di medan pertempuran? (hui)

Trump Menang Telak: Strategi Rahasia, Taruhan Miliaran, dan Dukungan Tak Terduga dari Komunitas Amish! 

EtIndonesia. Pada 5 November 2024, pemilihan Presiden Amerika Serikat resmi digelar, dengan hasil diumumkan pada dini hari keesokan harinya. Dalam pemilihan yang sengit tersebut, Trump mendapatkan 312 dari total 538 suara elektoral, sementara kandidat Partai Demokrat, Kamala Harris, hanya mengumpulkan 226 suara. Selain itu, dalam hitungan suara rakyat, Trump juga unggul atas Harris.

Peta Politik AS: Dominasi Merah di Seluruh Negeri

Sebuah peta distribusi hasil pemilihan yang beredar memperlihatkan kemenangan Trump tersebar luas di berbagai wilayah kabupaten di AS. Warna merah mendominasi sebagian besar peta, sementara warna biru, yang mewakili pendukung Harris, hanya terlihat di beberapa negara bagian di Timur dan Timur Laut. Banyak yang bergurau bahwa, jika luas wilayah dijadikan indikator kemenangan, “AS yang berwarna biru hampir menghilang, menyisakan beberapa kota dan wilayah kecil.”

Republik Kuasai Senat, DPR, dan Gubernur di Berbagai Negara Bagian

Tidak hanya di tingkat kepresidenan, Partai Republik juga berhasil merebut kembali mayoritas di Senat AS, Dewan Perwakilan Rakyat, serta mendominasi kursi gubernur dan badan legislatif di banyak negara bagian. Dengan ini, Trump akan memulai masa jabatannya pada 20 Januari mendatang dengan dukungan penuh dari legislatif. Artinya, segala keputusan dan kebijakan yang diusulkan Trump kemungkinan besar akan mendapat dukungan tanpa hambatan dari Partai Republik. Dengan kekuasaan yang hampir tak terbatas, pemerintahannya diharapkan dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tegas. Namun, hal ini juga berarti bahwa Trump akan menghadapi tekanan besar karena sulit mencari alasan jika kebijakannya gagal di masa mendatang.

Pemilihan AS Jadi Perhatian Dunia, Termasuk Tiongkok

Pemilihan presiden AS kali ini menarik perhatian dunia, termasuk warga Tiongkok, yang antusias mengikuti perkembangan pemilihan meski mereka sendiri tak memiliki hak suara. Di media sosial, seorang selebriti internet Tiongkok bahkan sempat bertaruh bahwa Trump akan kalah. Dengan keyakinan penuh, dia menyatakan bahwa indikator keuangan menunjukkan peluang besar bagi kemenangan Harris. Namun, ternyata hasil akhirnya justru mengukuhkan kemenangan Trump. Selebriti tersebut kemudian menghilang dari media sosial pada 7 November.

Taruhan Besar di Tengah Pemilihan: Warga Prancis Meraup Keuntungan Besar

Selain perhatian warga Tiongkok, seorang warga Prancis juga berani mengambil risiko besar dalam pemilihan ini. Dia bertaruh sebesar 28 juta dolar AS di platform taruhan internasional bahwa Trump akan menang. Setelah kemenangan Trump diumumkan, warga Prancis ini mengantongi keuntungan sebesar 47 juta dolar AS. Meski bukan orang yang terlibat dalam politik AS, warga Prancis ini menggunakan keahliannya dalam analisis keuangan untuk memprediksi hasil pemilihan. Menurutnya, mayoritas jajak pendapat keliru dalam memprediksi kekalahan Trump, sehingga dia mengembangkan metode survei baru yang menanyakan siapa yang menurut responden akan dipilih oleh tetangga mereka, bukan siapa yang mereka dukung. Metode ini berhasil mengungkap pandangan “pemilih diam” yang cenderung tidak mengungkapkan pilihan mereka karena tekanan politik.

Insiden Tupai di New York: Simbol Ketidakpuasan Publik

Sebuah kejadian di New York turut mewarnai suasana pemilihan ini. Seekor tupai peliharaan bernama Peanut, yang telah tinggal bersama pemiliknya selama tujuh tahun, ditangkap oleh otoritas kesehatan dan kemudian disuntik mati karena dianggap berpotensi menyebarkan virus. Insiden ini memicu kemarahan publik dan dianggap sebagai contoh dari campur tangan pemerintah yang berlebihan dalam kehidupan pribadi. Bagi banyak warga AS, hal ini menjadi pengingat bahwa mereka perlu menggunakan hak suara untuk membatasi kekuasaan pemerintah yang berlebihan.

Dukungan Tak Terduga dari Komunitas Amish di Pennsylvania

Di Pennsylvania, komunitas Amish yang dikenal konservatif dan umumnya tidak terlibat dalam pemilihan umum turut berpartisipasi kali ini. Komunitas yang hidup tanpa teknologi modern ini terdorong memilih setelah pemerintah melarang mereka menjual produk susu tanpa izin. Lebih dari 180 ribu anggota komunitas Amish turun ke tempat pemungutan suara, banyak dari mereka yang pertama kali memilih dalam hidupnya. Mereka membawa kereta kuda dan bendera Trump, menunjukkan dukungan untuk kandidat yang mereka anggap akan melindungi hak-hak mereka.

Agenda Awal Trump: Kebijakan Ekstrim dan Pemulihan Ekonomi

Trump telah mengumumkan bahwa dia akan mengambil langkah besar di hari pertama masa jabatannya, termasuk memperketat perbatasan, mendeportasi imigran ilegal, dan menghapus berbagai peraturan lingkungan yang dikeluarkan pemerintahan Biden. Mantan Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, mengungkapkan bahwa Trump berencana menurunkan pajak domestik untuk merangsang pemulihan ekonomi. Di sisi lain, dia berencana meningkatkan tarif terhadap negara-negara asing, terutama Tiongkok, serta memperketat sanksi terhadap negara-negara seperti Iran dan Rusia.

Pengaruh Terpilihnya Trump terhadap Konflik Rusia-Ukraina dan Timur Tengah

Kemenangan Trump membawa harapan baru di Timur Tengah. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu adalah pemimpin pertama yang memberi ucapan selamat kepada Trump. Netanyahu berbicara langsung dengan Trump dan tampaknya sudah menaruh harapan besar pada pemerintahan AS yang baru. Netanyahu bahkan memecat Menteri Pertahanannya, yang dikenal dekat dengan Biden, sehari sebelum pemilu. Sementara itu, hubungan AS-Rusia diperkirakan akan tetap memanas, terutama terkait konflik Rusia-Ukraina.

Ukraina dan Medan Perang yang Memanas di Tengah Musim Dingin

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga mengucapkan selamat kepada Trump, bahkan mengakui pendekatan Trump dalam menciptakan perdamaian melalui kekuatan. Pada saat yang sama, salju pertama musim ini turun di Ukraina, menandai dimulainya pertempuran musim dingin yang lebih keras. Tentara Rusia memanfaatkan cuaca buruk ini untuk melancarkan serangan, tetapi pasukan Ukraina berhasil mendeteksi dan menghancurkan serangan tersebut dengan bantuan drone.

Pemilihan presiden AS kali ini tidak hanya berdampak pada internal negeri, tetapi juga akan mengukir arah kebijakan global yang baru. Kemenangan Trump, dukungan mayoritas di legislatif, serta respon dunia internasional menjadi awal dari babak baru dalam sejarah Amerika dan dunia.

DNA Pompeii Membalikkan Asumsi Lama Tentang Korbannya

EtIndonesia. Kehancuran Pompeii akibat letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi merupakan salah satu bencana yang paling banyak tercatat dalam sejarah manusia. Abu dan batu apung yang jatuh ke bawah menyimpan jejak kematian di tempat jatuhnya, membuat kita harus menebak identitas dan hubungan orang-orang yang tertinggal di sana.

Namun, kita manusia tidak sempurna. Kita menjalani dunia dengan persepsi dan bias yang mengaburkan pengamatan kita, tidak peduli seberapa keras kita berusaha untuk tetap objektif. Sebuah analisis baru terhadap DNA yang diambil dari korban Pompeii mengungkapkan bahwa asumsi kita tentang mereka salah – sebuah penemuan yang memberi kita wawasan tentang kehidupan Pompeii yang ramai, sebelum gunung berapi memusnahkannya.

“Data ilmiah yang kami berikan tidak selalu sesuai dengan asumsi umum,” kata ahli genetika David Reich dari Universitas Harvard.

“Misalnya, salah satu contoh penting adalah penemuan bahwa seorang dewasa yang mengenakan gelang emas dan menggendong seorang anak, yang secara tradisional diartikan sebagai ibu dan anak, adalah laki-laki dewasa dan anak yang tidak berhubungan. Demikian pula, sepasang individu yang dianggap sebagai saudara perempuan, atau ibu dan anak perempuan, ditemukan memiliki setidaknya satu laki-laki genetik. Temuan ini menantang asumsi gender dan keluarga tradisional.”

Material vulkanik yang dimuntahkan di Pompeii ketika Vesuvius meletus bertindak sebagai semacam proses fosilisasi kilat. Material itu jatuh di atas dan di sekitar orang yang mati dan sekarat, lalu terbentuk di tempatnya. Ketika tubuh-tubuh itu menyerah pada waktu dan pembusukan, mereka meninggalkan kesan hampa di balik abu.

Reruntuhan itu ditemukan kembali pada abad ke-19; pada tahun 1870-an, plester dituangkan ke dalam cekungan untuk membuat cetakan tubuh yang telah menciptakannya. Namun bentuk tubuh bukanlah satu-satunya hal yang diawetkan. Tulang-tulang yang tertinggal juga disegel ke dalam plester.

Para arkeolog yang membuat cetakan pada abad ke-19 tidak dapat meramalkan munculnya teknologi masa depan; Meskipun demikian, karya mereka terbukti sangat berharga lebih dari 150 tahun kemudian. Itu karena cetakan tersebut memberi kita konteks untuk detail yang diawetkan dalam susunan genetik korban, yang pada gilirannya membantu kita memahami kehidupan di Pompeii dan Italia era Romawi.

Analisis yang dipimpin oleh arkeolog forensik Elena Pilli dari Universitas Florence di Italia, dilakukan pada sisa-sisa kerangka yang terpisah-pisah dari 14 cetakan plester, yang dipilih dari 86 cetakan yang saat ini sedang menjalani restorasi. Ini bukan tugas yang mudah, antropolog Alissa Mittnik dari Universitas Harvard dan Institut Max Planck untuk Antropologi Evolusi di Jerman mengatakan kepada ScienceAlert.

“Baik panas ekstrem selama letusan gunung berapi maupun proses pengecoran plester dapat merugikan pengawetan DNA jangka panjang. Dalam analisis genetik, kami biasanya mencoba menargetkan elemen kerangka yang diketahui dapat mengawetkan DNA dengan sangat baik, seperti bagian telinga bagian dalam tengkorak atau gigi,” jelasnya.

“Dalam penelitian ini, kami harus lebih selektif, karena kami hanya dapat mengambil sampel dari bagian kerangka yang terekspos pada cetakan yang rusak yang sedang menjalani restorasi. Kesulitan untuk memperoleh DNA purba dalam keadaan ini terbukti dari fakta bahwa hanya enam dari 14 individu yang dijadikan sampel yang memberi kami data genetik.”

Namun, keenam individu tersebut cukup untuk memberikan tantangan signifikan terhadap apa yang kami kira kami ketahui tentang korban Pompeii.

Cetakannya sangat bagus, tetapi tidak sempurna, dan detailnya agak sulit diukur, hanya dengan mata, jadi para arkeolog mengandalkan petunjuk lain. Gelang emas mencolok yang dikenakan oleh orang yang memeluk seorang anak dianggap sebagai perhiasan wanita. Kasih sayang lembut yang ditunjukkan oleh masing-masing pasangan saat berpelukan ditafsirkan sebagai feminin. Ternyata, kedua asumsi ini tidak benar.

Di Rumah Gelang Emas, empat individu yang ditafsirkan sebagai orangtua dan kedua anak mereka tidak memiliki hubungan genetik satu sama lain. Setidaknya satu individu dalam pasangan yang berpelukan adalah seorang pria – dan kemungkinan yang lainnya juga pria.

Temuan ini mengisyaratkan masyarakat yang jauh lebih dalam dan lebih kompleks daripada yang kita bayangkan tentang Pompeii.

“Saya telah menemukan narasi konvensional yang mengelilingi beberapa kelompok korban ini sebelum mempelajarinya secara ilmiah dan narasi tersebut tampak masuk akal bagi saya, oleh karena itu saya cukup terkejut melihat bahwa hasil genetika mengungkap bahwa ada lebih banyak cerita orang-orang ini daripada ‘apa yang terlihat’,” kata Mittnik kepada ScienceAlert.

“Temuan ini membuat kita mempertimbangkan kembali interpretasi sederhana tentang gender dan dinamika keluarga dalam masyarakat Romawi yang mungkin tidak mencerminkan intuisi Barat modern.”

Analisis tersebut juga mengungkap keragaman genetik yang lebih besar di Pompeii daripada yang diduga. Individu yang diteliti sebagian besar merupakan keturunan imigran yang relatif baru dari Mediterania timur dan Timur Dekat, bukan orang-orang yang telah tinggal di wilayah setempat selama berabad-abad.

Hal ini serupa dengan keragaman yang terlihat secara lebih luas di wilayah Romawi di Italia barat, yang mencerminkan upaya awal menuju globalisasi, yang difasilitasi oleh penguatan perdagangan di seluruh Kekaisaran Romawi.

Dan ini hanya enam individu di kota yang berpenduduk ribuan orang. Ini adalah hasil yang mengejutkan. Hal ini tidak hanya memberi kita pandangan baru tentang kehidupan orang-orang yang hidup ribuan tahun lalu, tetapi juga merupakan pengingat yang serius untuk mencoba dan memeriksa bias kita di pintu jika kita ingin melakukan studi yang akurat tentang sejarah manusia.

“Meskipun temuan kami memungkinkan kami untuk menantang beberapa narasi tradisional, kami harus berhati-hati untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama,” kata Mittnik kepada ScienceAlert. “Sebaliknya, hasil penelitian kami menekankan pentingnya mengintegrasikan berbagai bukti dan tidak memaksakan asumsi modern ke dalam konteks kuno.”

Penelitian ini telah dipublikasikan di Current Biology. (yn)

Sumber: sciencealert

Indonesia AI Day 2024: Indosat Ooredoo Hutchison Percepat Kedaulatan AI untuk Mewujudkan Masa Depan Digital Indonesia

0

Jakarta– Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) siap menggelar Indonesia AI Day 2024, sebuah acara penting yang akan digelar pada 14 November mendatang di The Tribrata Hotel and Convention Center, Jakarta. Acara ini akan menjadi titik balik dalam upaya Indonesia mempercepat pencapaian kedaulatan di bidang kecerdasan buatan (AI). Dengan tema “Unleashing Indonesia’s AI Sovereignty”, Indonesia AI Day 2024 bertujuan mengokohkan posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam dunia AI, sekaligus memperkuat komitmen Indosat untuk mendorong kemandirian digital dan inovasi teknologi di tanah air.

Indonesia AI Day 2024 akan menjadi platform bagi pemimpin, ahli, dan praktisi AI untuk berbagi pengetahuan serta mengeksplorasi potensi besar AI bagi kemajuan ekonomi Indonesia dan pengaruhnya di panggung global. Dalam acara ini, Indosat menciptakan ruang kolaborasi yang menghubungkan pemimpin pemikiran dari dalam negeri dan luar negeri guna mempercepat transformasi digital Indonesia. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk membangun ekosistem AI yang mandiri, berfokus pada karakteristik dan kebutuhan Indonesia.

Vikram Sinha, Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, menegaskan bahwa tujuan utama dari acara ini adalah memberdayakan Indonesia melalui kemajuan digital dan teknologi. “Menjadi pelopor di bidang AI bukan hanya soal mengadopsi teknologi, tetapi juga membentuk masa depan yang sejalan dengan visi bangsa. Kami ingin menciptakan masa depan Indonesia yang mandiri dalam bidang teknologi, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan AI global,” ungkap Vikram.

Pembicara utama pada Indonesia AI Day 2024 akan menghadirkan tokoh-tokoh ternama dalam dunia teknologi dan AI, seperti Jensen Huang, Pendiri dan CEO NVIDIA, serta Julie Sweet, Ketua dan CEO Accenture. Mereka akan membagikan wawasan visioner tentang bagaimana Indonesia dapat mempercepat perjalanan menuju kedaulatan AI dan memanfaatkan potensi AI untuk memperkuat perekonomian digital Indonesia. Selain itu, para pembicara lokal seperti Menteri Komunikasi dan Informatika Meutya Hafid, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Stella Christie juga akan berbagi pandangan mengenai bagaimana AI dapat mendukung ketahanan ekonomi dan pertumbuhan teknologi nasional.

Indonesia AI Day 2024 juga akan memberikan kesempatan bagi para peserta untuk menyaksikan berbagai sesi interaktif, termasuk kompetisi pitch battle yang menampilkan solusi AI terbaik untuk tantangan nasional. Acara ini tidak hanya akan menghadirkan diskusi mendalam mengenai kebijakan dan strategi AI, tetapi juga lokakarya dan masterclass yang memungkinkan peserta untuk berinteraksi langsung dengan aplikasi AI yang dapat digunakan di berbagai sektor, dari pendidikan hingga industri kreatif.

Selain itu, Indonesia AI Day 2024 akan menyuguhkan berbagai showcase yang memperlihatkan potensi transformasi AI dalam kehidupan sehari-hari, serta dampaknya terhadap sektor-sektor penting seperti kesehatan, pertanian, dan pemerintahan. Hal ini menunjukkan bagaimana teknologi AI dapat memberikan manfaat praktis dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Melalui Indonesia AI Day, Indosat Ooredoo Hutchison berharap dapat mendorong terciptanya ekosistem yang lebih inklusif dan berkelanjutan dalam pengembangan teknologi AI di Indonesia. Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan untuk memberdayakan Indonesia menuju kemandirian digital, acara ini juga menjadi langkah strategis untuk menjadikan Indonesia sebagai pemimpin dalam ekonomi digital global.

Vikram Sinha menambahkan, “Indonesia AI Day adalah langkah terobosan yang akan membuka jalan bagi Indonesia untuk menjadi kekuatan utama dalam transformasi digital global. Dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak, kami yakin Indonesia dapat memanfaatkan potensi AI untuk kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakatnya.”

Melalui Indonesia AI Day 2024, Indosat Ooredoo Hutchison mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama membangun masa depan Indonesia yang berbasis pada teknologi AI yang kuat dan berkelanjutan.

Kejayaan Trump Menakjubkan dengan Perolehan Suara Popular, Melampaui Kemenangannya di Tahun 2016

Presiden terpilih Donald Trump unggul dalam total suara popular dibandingkan dalam pemilihan 2024 melawan rivalnya dari Partai Demokrat, Kamala Harris 

oleh Janice Hisle

ETIndonesia. Kejayaan Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Pilpres AS 2024 dengan meraih kemenangan ganda pada 5 November 2024. Ia  memenangkan  perolehan Electoral College maupun popular Vote.

Trump memenangkan “kemenangan Republik terbesar dalam 30 tahun terakhir,” kata ahli survei Doug Kaplan kepada The Epoch Times pada 6 November, menyebut kemenangan ini sebagai “transformasional.”

Meskipun banyak warga Amerika memperkirakan proses penghitungan suara berlarut-larut, “semuanya selesai pada Malam Pemilu,” dan keunggulan Trump lebih besar dari yang diperkirakan, kata Kaplan. 

Saat penghitungan masih berlangsung, dan hasil akhir belum tersedia. Tetapi pada pukul 13.30 ET pada 6 November, Trump, calon dari Partai Republik, telah memperoleh 71,8 juta suara; lawan Demokratnya, Wakil Presiden Kamala Harris, meraih sekitar 67 juta suara, menurut The Associated Press.

Dengan demikian, Trump diperkirakan mengamankan sekitar 51 persen suara, 4,9 juta lebih banyak dari Harris. Di Electoral College, perolehan Trump mencapai 277 suara, sementara Harris meraih 224 suara. Tiga puluh tujuh suara Electoral College belum dialokasikan, tetapi Trump sudah dipastikan menang dengan melampaui ambang batas 270 suara.

Jason Miller, penasihat senior kampanye Trump, memprediksi presiden terpilih akan mendapatkan 312 suara electoral.

“Itu lebih besar dari apa yang dia capai pada 2016,” kata Miller dalam acara The Today Show pada 6 November. Menurutnya, ini menunjukkan bahwa pemilih mempercayakan Trump untuk mengambil tindakan cepat berdasarkan pengalamannya sebagai presiden ke-45 dari 2017–2021.

“Saya pikir alasan utama Trump menang adalah karena dia jelas menyampaikan bagaimana dia akan meningkatkan kehidupan setiap orang Amerika — dan fakta bahwa dia bisa melakukannya segera,” kata Miller. “Dia sudah melakukannya sebelumnya.”

Pada 2016, Trump memenangkan presiden dengan 304 suara electoral, tetapi kalah dalam suara populer dari Demokrat Hillary Clinton. Kekalahan suara populer tersebut memicu kontroversi dan seruan untuk menghapus Electoral College, sebuah sistem unik Amerika Serikat dalam menentukan presiden. Saat memilih presiden dan wakil presiden, pemilih sebenarnya memilih delegasi di Electoral College yang akan bertemu pada  Desember mendatang.

Trump kalah dalam suara populer dan perolehan Electoral College  pada pemilu 2020, memberikan jalan bagi Presiden Joe Biden dan Harris. Trump menyatakan kegembiraannya kembali ke kursi kepresidenan AS, “pekerjaan terpenting di dunia.”

Mengenai kemenangan Trump kali ini, ahli survei Rich Baris dari Big Data Poll menulis di media sosial: “Kemenangan Trump di 2024 tidak hanya lebih mengesankan daripada kemenangan 2016 karena ini adalah kisah comeback politik terbesar sepanjang masa,” tetapi juga karena ini adalah “mandat.”

Trump “membangun koalisi paling beragam yang mana tidak mungkin menurut kebanyakan orang,” kata Baris. “Dalam politik, ketika menambah beberapa kelompok, Anda berisiko kehilangan bagian koalisi yang memiliki kepentingan yang saling bertentangan.”

“Dia meningkatkan perolehan di daerah pinggiran kota yang kaya dan mayoritas kulit putih” di Pennsylvania sambil menambah suara di daerah “ non-kulit putih” seperti Detroit dan Dearborn di Michigan, tambah Baris.

Menang suara populer dan Electoral College adalah “hal yang sulit bagi seorang Republik,” kata Kaplan, mencatat bahwa terakhir kali seorang Republik menang suara populer  pada 2004 saat George W. Bush mengalahkan Senator John Kerry. Di siklus pemilu sebelumnya pada 2000, kemenangan Bush atas Al Gore dari Demokrat menjadi sengketa karena kekhawatiran akan ketidakberesan pemilu dan fakta bahwa Gore memenangkan suara populer tetapi gagal melewati batas minimal Electoral College.

Kaplan bangga survei terbaru pada 31 Oktober menunjukkan Trump unggul 1 persen dari Harris, sementara banyak survei lainnya menunjukkan Harris unggul satu atau dua persen. Kaplan memperkirakan perolehan akhir menunjukkan Trump menang atas Harris dengan selisih 2 hingga 3 persen.

Kemenangan Trump cukup meyakinkan sehingga “tidak ada yang meragukannya,” katanya.

Partai Republik juga diperkirakan mempertahankan kendali di Kongres dan memperoleh kendali Senat. Dengan demikian, “dia akan memiliki ruang di Kongres untuk melaksanakan kebijakannya” setidaknya untuk dua tahun pertama masa jabatannya, kata Kaplan.

Dengan memilih Trump secara besar-besaran, pemilih menyampaikan “mereka percaya Trump akan melindungi negara, dan negara berada di tangan terbaik saat dia memimpin,” kata Kaplan.

Selama kampanye, Trump menghadapi berbagai tantangan, mulai dari dakwaan kriminal hingga dua percobaan pembunuhan, salah satunya menewaskan seorang peserta rapat umum; Trump dan dua lainnya terluka.

Seorang anggota dewan penasehatnya, Jason Meister, mengatakan kepada The Epoch Times bahwa kemenangan Trump memiliki arti penting bagi sejarah Amerika. 

“Kita telah menyelamatkan Amerika,  dengan itu peradaban Barat,” kata Meister.

Trump  berjanji untuk mengakhiri sensor dan apa yang disebutnya sebagai penyalahgunaan lembaga pemerintah untuk menganiaya lawan politik. (asr)

Sumber : The Epoch Times

Bill Clinton dan Hillary Ucapkan Selamat Kepada Trump-Vance atas Kemenangan di Pemilu, Serukan Persatuan Rakyat Amerika Serikat

Keluarga Clinton mengucapkan selamat kepada Trump dan Vance atas kemenangan mereka di pemilu 2024, seraya menyerukan persatuan rakyat Amerika dan memuji Harris atas kampanye positifnya

ETIndonesia. Presiden Amerika Serikat ke 42 Bill Clinton dan istrinya, mantan Ibu Negara serta Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, mengeluarkan pernyataan terkait  pemilu presiden 2024. Mereka memberikan ucapan selamat kepada Presiden terpilih Donald Trump dan Wakil Presiden terpilih JD Vance atas kemenangan mereka, serta mendorong rakyat Amerika untuk mengatasi perbedaan dan persatuan.

“Rakyat Amerika telah memilih, dan Donald Trump serta JD Vance akan menjadi Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat berikutnya,” tulis keluarga Clinton dalam pernyataan pada 6 November.

 “Kami berharap yang terbaik bagi mereka dan berharap mereka akan memerintah untuk kita semua.”

Keluarga Clinton memuji Wakil Presiden Kamala Harris dan pasangannya, Gubernur Minnesota Tim Walz, atas kampanye mereka yang “positif” dan “berpandangan ke depan.”

Trump sudah memperoleh 295 suara elektoral college, berdasarkan proyeksi Associated Press, yang belum mengumumkan hasil untuk negara bagian penentu Arizona dan Nevada, di mana Trump unggul dan suara masih dihitung.  Jumlah ini jauh di atas 270 suara yang dibutuhkan baginya untuk kembali ke Gedung Putih untuk masa jabatan kedua  tidak berturut-turut. Harris memperoleh 226 suara elektoral.

Trump meraih 73.048.257 suara dibandingkan dengan 68.422.103 suara yang diperoleh Harris dan berada di jalur untuk memenangkan suara populer dalam persaingan presiden yang tegang.

Dalam pernyataannya, keluarga Clinton mendorong rakyat Amerika untuk mengesampingkan perbedaan mereka dan bersatu demi kebaikan bangsa.

“Kita harus ingat bahwa Amerika lebih besar dari hasil satu pemilu, dan apa yang kita sebagai warga negara lakukan sekarang akan menentukan apakah bangsa ini maju atau mundur,” tulis mereka. 

“Kita perlu menyelesaikan masalah kita dan meraih peluang bersama. Masa depan negara kita bergantung pada hal itu.”

Tema persatuan nasional ini juga disampaikan oleh Presiden Joe Biden, yang menghubungi Trump melalui telepon setelah Hari Pemilu, serta mantan Presiden Barack Obama, yang mengeluarkan pernyataan selamat.

“Hidup dalam demokrasi berarti mengakui bahwa pandangan kita tidak selalu menang dan bersedia menerima pergantian kekuasaan secara damai,” tulis Obama dalam sebuah unggahan di media sosial, bersama istrinya, mantan Ibu Negara Michelle Obama.

Biden menelepon Trump pada 6 November untuk mengucapkan selamat atas kemenangannya dan mengundangnya untuk bertemu di Gedung Putih guna memfasilitasi transisi kekuasaan secara damai. 

Steven Cheung, direktur komunikasi kampanye Trump, menyatakan bahwa Trump menantikan pertemuannya dengan Biden.

“Presiden Joe Biden menelepon Presiden Donald J. Trump untuk mengucapkan selamat atas kemenangannya dan memberikan undangan ke Gedung Putih guna memastikan transisi yang lancar antara Administrasi saat ini dan Administrasi yang akan datang,” kata Cheung dalam pernyataan. 

“Presiden Trump menantikan pertemuan tersebut, yang akan segera berlangsung, dan sangat menghargai panggilan tersebut.”

Harris, yang mana secara resmi mengakui kekalahan dalam pidatonya pada 6 November, juga menelepon Trump untuk mengucapkan selamat atas kemenangannya.

“Pada saat yang sama, dalam negara kita, kita berhutang kesetiaan bukan kepada seorang presiden atau partai, tetapi kepada Konstitusi Amerika Serikat, kepada hati nurani kita, dan kepada Tuhan kita,” kata Harris dalam pidato pengakuan kekalahannya. 

“Kesetiaan saya kepada ketiganya adalah alasan saya ada di sini untuk mengatakan bahwa, meskipun saya mengakui kekalahan ini, saya tidak menyerah pada perjuangan yang mendorong kampanye ini.”

Dalam kampanyenya, Harris mendukung kebijakan terkait perluasan layanan kesehatan, akses aborsi, perubahan iklim, dan hak-hak sipil.

Trump dalam kampanyenya  berfokus pada kebangkitan ekonomi, keamanan nasional, dan reformasi imigrasi, hentikan perang dan berjanji untuk bersikap tegas terhadap kejahatan dan memprioritaskan kepentingan Amerika. (asr)

Sumber : The Epoch Times

Obama dan Michelle Obama Ucapkan Selamat Kepada Trump Atas Kemenangannya Sebagai Presiden Terpilih

Barack Obama dan istrinya, Michelle, menyatakan kebanggaan mereka terhadap Wakil Presiden Kamala Harris dan Gubernur Minnesota Tim Walz

ETIndonesia. Presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Obama dan mantan ibu negara Michelle Obama pada 6 November 2024 mengucapkan selamat kepada Presiden terpilih Donald Trump atas kemenangannya melawan Wakil Presiden Kamala Harris. 

“Hasilnya sudah keluar, dan kami ingin mengucapkan selamat kepada Presiden Trump dan Senator Vance atas kemenangan mereka,” kata Obama dalam sebuah unggahan di media sosial, merujuk pada Trump dan pasangannya, Wakil Presiden terpilih JD Vance.

Barack Obama dan Michelle Obama berkampanye untuk Kamala Harris. Barack Obama  pada 19 Oktober mengatakan bahwa Harris “adalah seorang pemimpin yang telah menghabiskan seluruh hidupnya berjuang bagi orang-orang yang membutuhkan seorang pendukung.”

Dalam pernyataan 6 November, mantan presiden dan ibu negara menulis, “Ini jelas bukan hasil yang kami harapkan, mengingat perbedaan mendalam kami dengan tiket Partai Republik dalam banyak isu. Tetapi hidup dalam demokrasi berarti mengakui bahwa pandangan kita tidak selalu menang, dan bersedia menerima pergantian kekuasaan secara damai.”

Barack Obama menjabat sebagai presiden dari tahun 2009 hingga 2017, ketika Trump mulai menjabat. Presiden Joe Biden, yang menjadi wakil presiden selama masa pemerintahan Obama, memulai masa jabatannya pada 2021 dan dijadwalkan berakhir pada 2025, ketika Trump akan dilantik untuk masa jabatan keduanya.

Obama dan istrinya menyatakan kebanggaan mereka terhadap Harris dan pasangannya, Gubernur Minnesota Tim Walz, serta para staf dan sukarelawan yang bekerja keras untuk mendukung kandidat mereka.

 “Amerika telah melalui banyak hal dalam beberapa tahun terakhir — dari pandemi bersejarah dan kenaikan harga akibat pandemi, hingga perubahan cepat dan perasaan banyak orang, sekeras apa pun mereka bekerja, bertahan adalah yang terbaik yang bisa mereka lakukan,” tulis mereka. 

“Kondisii ini telah menciptakan tantangan bagi para petahana demokratis di seluruh dunia, dan tadi malam menunjukkan bahwa Amerika tidak kebal. Kabar baiknya adalah masalah-masalah ini dapat diselesaikan — tetapi hanya jika kita mau mendengarkan satu sama lain, dan hanya jika kita berpegang pada prinsip-prinsip konstitusional inti dan norma demokrasi yang telah menjadikan negara ini hebat.”

Mantan Presiden George W. Bush juga mengucapkan selamat kepada Trump pada 6 November. Bush tidak mendukung salah satu kandidat.

Mantan Presiden Bill Clinton dan istrinya, mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, menyatakan dalam sebuah pernyataan, “Kami berharap [Trump dan Vance] yang terbaik dan berharap mereka akan memerintah untuk semua kita.”

Mantan Presiden Jimmy Carter, yang berulang tahun ke-100 pada 1 Oktober, belum mengomentari kemenangan ini. (asr)

Sumber : The Epoch Times 

Kura-Kura Berkepala Dua yang Ajaib Bertahan Hidup Meski Melawan Segala Rintangan

EtIndonesia. Seekor kura-kura berkepala dua di New Jersey dipuji sebagai keajaiban setelah berhasil bertahan hidup melewati masa bayi meski mengalami kelainan langka.

“Saya akan melakukan apa pun untuk menjaga mereka tetap bahagia dan hidup,” kata pemiliknya, Joseph Morena, kepada Caters News Service tentang anomali reptil tersebut.

Dia mengatakan temannya yang menetaskan kura-kura berkepala ganda itu tidak tahu bagaimana merawatnya.

Jadi Morena memutuskan untuk menghadapi tantangan tersebut.

“Jelas, saya harus mengambilnya,” ujar warga New Jersey ini, yang menjelaskan bahwa merawat makhluk unik itu sulit mengingat tingkat kelahiran dan kelangsungan hidup yang rendah pada hewan dengan banyak kepala.

Memiliki banyak kepala, yang dikenal sebagai polikefali, umumnya disebabkan oleh malformasi embrio yang sedang berkembang, akibat faktor genetik atau lingkungan. Meskipun paling umum ditemukan pada kura-kura dan ular — seperti ular tikus berkepala dua, Tiger-Lily, yang operasi ovarium-nya disiarkan ke seluruh dunia awal tahun ini — kondisi ini telah didokumentasikan pada berbagai hewan dari ikan hingga babi.

Salah satu contoh paling luar biasa dalam catatan keanehan zoologi adalah kambing bifasial yang menjadi sensasi di seluruh dunia karena kemiripannya dengan dewa Yunani, Janus.

Dua kepala bukanlah keuntungan dalam dunia hewan, karena kepala yang bersaing sering berebut sumber daya.

Memang, kura-kura dua kepala milik Morena menimbulkan masalah ganda dengan dua mulut yang menolak makan.

“Entah bagaimana, mereka hampir tenggelam dalam air sedalam setengah inci,” katanya.

Menariknya, masalah pergerakan kura-kura itu sebagian berasal dari pola makan hewan peliharaannya yang ketat. Moreno mengklaim bahwa reptil itu hanya akan memakan satu spesies cacing tertentu, sehingga gagal menyediakan nutrisi yang dibutuhkannya untuk bertahan hidup dan tumbuh.

Untungnya, pencinta kura-kura yang gigih dan berpengalaman merawat reptil yang sulit dirawat itu, memperkuat pola makan mereka dengan suplemen yang cukup untuk mendorong rasa lapar, mempercepat pertumbuhan, dan meningkatkan mobilitas.

Untuk lebih melindungi dari kecelakaan, Moreno mengindahkan saran dokter hewannya untuk menjaga terarium “kecil dan sederhana” agar dapat beradaptasi dengan kondisi makhluk itu.

Sekarang, pada usia delapan minggu, si pelompat kolam bermuka dua itu tampaknya telah melawan segala rintangan.

“Mereka baik-baik saja, usia mereka sekarang sudah lebih dari dua bulan dan mereka terus bertambah besar,” kata Moreno, yang mengakui bahwa mereka belum sepenuhnya pulih.

“Mereka masih muda dan mereka memiliki banyak tantangan untuk diatasi,” katanya. “Saya tidak mengatakan bahwa mereka dijamin akan hidup, tetapi mereka tidak menyerah dan setiap minggu keadaan mereka semakin membaik.”(yn)

Sumber: nypost

Iwan Sunito Bagikan Strategi Investasi Properti yang Tepat dan Optimisme bagi Investor Indonesia untuk Berkancah di Pasar Global

Jakarta – “The best investment on earth is earth,” ujar Iwan Sunito, CEO dan Founder One Global Capital, sebuah perusahaan investasi yang berbasis di Sydney, Australia. Pernyataan ini tak hanya menunjukkan pandangannya soal nilai investasi properti, tetapi juga menjadi dasar dari strategi investasi yang diterapkannya selama puluhan tahun. Dengan strategi yang matang dan perhitungan yang cermat, Iwan berhasil menunjukkan bahwa investasi properti yang strategis memiliki potensi untuk menghasilkan keuntungan besar dalam jangka panjang.

Salah satu bukti konkret keberhasilan Iwan terlihat pada investasi properti yang dilakukannya di kawasan Five Dock, Sydney. Kawasan yang dua puluh tahun lalu ia akuisisi bersama rekan-rekannya dengan nilai AUD15 juta kini telah melonjak menjadi AUD110 juta. Lonjakan signifikan ini bukan sekadar hasil dari menunggu waktu, melainkan dari pemahaman mendalam terhadap perencanaan kota, dinamika perkotaan, dan perubahan regulasi seperti rezonasi yang dilakukan oleh pemerintah negara bagian New South Wales. Dengan memahami pola-pola tersebut, Iwan berhasil menangkap peluang besar di kawasan pinggiran Sydney ini dan mengamankan keuntungan yang luar biasa.

“Investasi properti bukan sekadar soal intuisi atau keberuntungan,” ujar Iwan. “Kunci suksesnya adalah pemahaman akan pergerakan urban dan perencanaan kota yang matang.” Menurut Iwan, rezonasi atau pengembangan berdensitas tinggi di kawasan Five Dock yang direncanakan oleh pemerintah New South Wales turut menjadi faktor pendorong lonjakan nilai properti. Mengingat investasi properti memiliki siklusnya sendiri, Iwan menekankan pentingnya strategi investasi yang konservatif, salah satunya dengan mempertahankan rasio utang yang rendah. “Investasi properti berisiko jika dilakukan dengan rasio utang tinggi, yang bisa menjebak Anda dalam kesalahan besar,” ujarnya.

Lebih jauh lagi, Iwan menjelaskan tiga prinsip utama yang selalu ia pegang dalam investasi properti: membeli dengan harga baik, menambah nilai properti, dan menjual pada saat yang tepat. “Anda tidak menghasilkan uang dengan menjual; Anda menghasilkan uang saat Anda membeli,” tegasnya. Prinsip ini menekankan pentingnya akuisisi yang strategis dan cermat sebagai dasar dari keuntungan di masa depan.

Setelah sukses dengan penawaran perdana saham One Global Retail, Iwan mengungkapkan bahwa perusahaan kini memiliki rencana untuk ekspansi melalui peluncuran One Global Capital Fund Management Platform. Platform ini didukung oleh lisensi wholesales yang diperoleh pada Kuartal IV 2024, memungkinkan One Global Capital untuk menawarkan produk investasi yang eksklusif bagi sekelompok investor yang memiliki visi dan misi yang sejalan dengan perusahaan. Rencana penawaran berikutnya di pasar akan segera dilakukan dalam beberapa pekan mendatang, dengan harga yang menarik bagi investor.

Iwan menyadari bahwa setiap investasi memiliki risiko, dan untuk memastikan keamanan serta kepercayaan para investornya, ia melibatkan mantan CEO Land Lease dalam jajaran direksi One Global Capital. Dengan demikian, tata kelola perusahaan yang transparan dan sistem pemeriksaan serta keseimbangan yang ketat menjadi prioritas utama. “Transparansi dan perlindungan bagi investor merupakan komitmen utama kami,” ungkapnya. Iwan mengaku, dirinya merasa beruntung karena selama 25 tahun berinvestasi, ia belum pernah mengalami kerugian signifikan. Bahkan, ia berencana untuk memperluas portofolionya dengan mengakuisisi beberapa aset Crown Group yang sudah sangat ia pahami nilainya, sehingga ia tahu harga yang harus ia bayar.

Iwan juga menyampaikan visinya untuk mengukuhkan One Global Capital Fund Management Platform sebagai salah satu platform investasi terbesar di Sydney dalam beberapa tahun mendatang. Dengan pengetahuannya yang mendalam tentang pasar properti Sydney, ia optimis bahwa One Global Capital mampu menjadi pemain utama di industri ini.

Berbicara tentang potensi Indonesia, Iwan menunjukkan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk berperan dalam investasi global. Pria kelahiran Surabaya ini melihat potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat sebagai modal besar bagi investor lokal untuk berkancah di ranah internasional. Indonesia, dengan populasi lebih dari 275 juta jiwa, menjadi negara dengan potensi investasi yang luar biasa. Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, populasi Indonesia mencapai 282,4 juta jiwa pada semester pertama 2024, dengan mayoritas penduduk terkonsentrasi di Pulau Jawa, yakni sebesar 55,93% dari total populasi.

“Namun, yang penting bukan hanya jumlah penduduknya, tetapi modal, sumber daya, dan kapasitas pendanaan yang terus tumbuh di masa depan,” kata Iwan. Ia mencontohkan gelombang imigrasi dan investasi dari negara-negara Asia Timur seperti Lebanon, Vietnam, Hong Kong, dan Korea yang secara historis mendatangkan modal besar ke Australia. Kini, menurutnya, Indonesia juga memiliki kesempatan serupa untuk berkancah di pasar internasional, meski proses ini mungkin membutuhkan waktu.

One Global Capital, tambahnya, berupaya menjadi jembatan antara investasi Indonesia dan pasar luar negeri, terutama Australia, di mana perusahaan memiliki rekam jejak yang solid selama lebih dari dua dekade. Iwan menyoroti bahwa minat pada penawaran perdana saham One Global Retail meningkat hingga tiga kali lipat, yang menjadi bukti kekuatan investasi Indonesia di pasar global. Bahkan, diaspora Indonesia turut memainkan peran penting dalam memperkuat ekonomi Indonesia di kancah internasional.

Visi Iwan adalah untuk membawa One Global Capital menjadi pusat investasi global yang kuat dan berperan sebagai jembatan bagi investor Indonesia yang ingin menanamkan modalnya di luar negeri. “Jika saya bisa menjadi bagian dari pertumbuhan Indonesia untuk menjadi ekonomi terbesar kelima di dunia, saya akan merasa sangat bangga dan terhormat,” pungkas Iwan dengan optimisme.

Laporan Terbaru: Lusinan Jet Tempur F-15 Strike Eagle AS dalam Perjalanan ke Timur Tengah Menjelang Kemungkinan Serangan Balasan Iran Terhadap Israel

EtIndonesia. Menurut sebuah laporan terbaru, AS telah mengerahkan sedikitnya selusin F-15 Strike Eagle ke Timur Tengah menjelang serangan balasan Iran yang akan datang terhadap Israel.

F-15 Strike Eagle yang berawak dua itu sedang dalam perjalanan menuju Yordania, sekutu utama di kawasan itu, untuk bergabung dengan jet tempur Amerika lainnya di daerah itu yang bertujuan untuk menjaga stabilitas, The Times of Israel melaporkan.

Pengerahan itu dilakukan setelah Kementerian Pertahanan Israel menutup kesepakatan senilai 5,2 miliar dolar pada hari Rabu untuk membeli 25 F-15 miliknya sendiri dengan dana bantuan militer AS untuk memperkuat pertahanan negara.

Jet tempur produksi Boeing itu akan dipasok dalam jumlah empat hingga enam per tahun mulai tahun 2031, dengan opsi terbuka untuk membeli 25 jet lagi.

“Pesawat yang ditingkatkan itu akan memiliki kemampuan jangkauan yang lebih baik, kapasitas muatan yang lebih besar, dan kinerja yang lebih baik di berbagai skenario operasional,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Ido Nehushtan, presiden Boeing Israel, mengatakan perusahaan itu akan bekerja keras dengan Pemerintah AS dan Israel untuk menyediakan F-15.

Bersamaan dengan F-15, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengeluarkan perintah awal minggu ini untuk mengerahkan beberapa pesawat pembom berat B-52, pesawat tanker, dan kapal perusak Angkatan Laut.

B-52 jarak jauh berkemampuan nuklir itu telah dikerahkan di masa lalu untuk mencoba meredakan konflik di Timur Tengah, yang berfungsi sebagai peringatan utama dari Amerika kepada Iran.

Mayjen Pat Ryder, juru bicara Pentagon, mengatakan pasukan itu akan berada di Timur Tengah dalam beberapa bulan mendatang untuk menggantikan kelompok kapal induk USS Abraham Lincoln, yang akan menyingkirkan kemampuan pertahanan udara dan serangan udara besar-besaran dari wilayah itu.

Amerika juga telah mengerahkan sistem rudal Terminal High-Altitude Area Defense (THAAD) yang canggih ke Timur Tengah.

Langkah-langkah itu diambil saat Teheran memperingatkan akan adanya respons yang “kuat dan kompleks” terhadap serangan balasan Israel pada 26 Oktober, yang menewaskan empat tentara Iran dan menghancurkan lokasi produksi rudal dan sistem pertahanan udara Teheran.

Pejabat Iran dan Arab yang mengetahui rinciannya mengatakan serangan itu akan melampaui serangan Teheran pada 1 Oktober terhadap Israel, yang membombardir negara Yahudi itu dengan hampir 200 rudal balistik, demikian dilaporkan Wall Street Journal. (yn)

Sumber: nypost

Bagaimana Donald Trump Akan Menghadapi Ambisi Global PKT dalam Empat Tahun Mendatang

ETIndonesia. Setelah dua kali percobaan pembunuhan, sejumlah tuntutan hukum dan banyak tantangan, pada akhirnya mantan Presiden AS Donald Trump pada 6 November 2024 tengah malam berhasil memenangkan kursi kepresidenan lagi dengan suara telak. 

Dalam pidato kemenangannya, Trump mengatakan itu adalah kemenangan rakyat Amerika Serikat. Trump juga berterima kasih kepada Tuhan yang menyelamatkan hidupnya, mengatakan bahwa dia diberi kesempatan hidup  untuk menyelamatkan Amerika dan dia akan menyelesaikan misinya. 

Para akademisi memprediksi bahwa dalam empat tahun ke depan, Trump mungkin akan menghancurkan poros kejahatan baru yang dipimpin oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) dengan cara yang tak terduga dan menggagalkan ambisi mereka untuk menggulingkan tatanan internasional yang dipimpin oleh AS.

Trump kini mendapat kesempatan untuk kembali ke Gedung Putih. Dunia sangat memperhatikan bagaimana kebijakan luar negeri Trump akan berubah dan bagaimana dia akan menghadapi ambisi global Partai Komunis Tiongkok.

Penulis kolom Epoch Times, Wang He, mengatakan, “Saya rasa bagaimana Trump bergerak, sangat bergantung pada bagaimana Partai Komunis Tiongkok bergerak. Jika Partai Komunis Tiongkok tidak bergerak, Amerika kemungkinan akan mempertahankan status quo. Jika Partai Komunis Tiongkok bertindak, sesuai dengan karakter Trump, dia pasti akan mengambil tindakan balasan.”

Bagi Partai Komunis Tiongkok, Trump adalah sosok yang sulit diprediksi dan tidak dapat dipahami. Wang He percaya bahwa setelah Trump menjabat kembali, Partai Komunis Tiongkok kemungkinan akan lebih hati-hati dalam bertindak di bidang diplomasi.

Wang He melanjutkan, “Bagi Partai Komunis Tiongkok, Trump ini orang yang tidak mengikuti aturan. Partai Komunis Tiongkok sangat takut padanya, karena mereka tidak tahu apa aturan yang dipegang Trump, dan apa langkah berikutnya yang akan dia ambil. Inilah gaya politik Trump, yang membuatnya menjadi senjata pengendali kekuatan. Trump memiliki kemampuan pertunjukan politik yang sangat kuat.” 

“Dia bisa berkata  Xi Jinping sebagai sahabat terbaiknya, namun dalam sekejap bisa berbalik menantang dan memulai perang tarif. Dia bisa mengatakan bahwa Taiwan harus membayar biaya perlindungan, dan jika Partai Komunis Tiongkok berusaha menyerang Taiwan, dia bisa menyerang Tiongkok dan Beijing. Kata-kata ini sangat spontan bagi Trump.” 

“Apa sebenarnya maksudnya? Apa logikanya? Partai Komunis Tiongkok sangat sulit memahami hal tersebut. Dalam situasi normal, Partai Komunis Tiongkok seharusnya tetap tenang dan mengamati terlebih dahulu,” lanjutnya. 

Beberapa tahun terakhir, Partai Komunis Tiongkok tidak hanya melakukan provokasi militer di Laut Tiongkok Selatan dan Selat Taiwan, tetapi juga bekerja sama dengan Rusia, Korea Utara, dan Iran. Bahkan, bersama-sama menantang negara-negara demokratis Barat dan tatanan internasional yang dipimpin oleh mereka, membentuk poros kejahatan baru. Mereka juga turut memperburuk konflik seperti perang Rusia-Ukraina dan perang di Timur Tengah.

Profesor  di Universitas Teknologi Sydney, Feng Chongyi, mengatakan, “Partai Komunis Tiongkok harus dipandang secara resmi sebagai markas besar poros kejahatan saat ini, yaitu markas atau pemimpin dari poros baru yang terdiri dari Partai Komunis Tiongkok, Rusia, Iran, dan Korea Utara.”

Sejak meletusnya perang Rusia-Ukraina pada 2022, Iran dan Korea Utara telah menyediakan senjata kepada Rusia, sementara Partai Komunis Tiongkok tidak hanya memberi Rusia teknologi dan produk industri ganda, tetapi juga membantu mengembangkan industri militer Rusia. Di sisi lain, Partai Komunis Tiongkok juga memberikan dukungan materi dan teknologi untuk program senjata pemusnah massal dan drone Iran.

Wang He menjelaskan, “Trump harus menghadapi ini ketika dia kembali menjabat, ini sudah menjadi kenyataan objektif. Masalahnya adalah bagaimana Trump akan menghancurkan poros kejahatan ini. Trump tentu memiliki caranya. Karena pada masa jabatan sebelumnya, Trump sudah memiliki konsep untuk menjalin hubungan dengan Rusia untuk melawan Partai Komunis Tiongkok, namun karena banyak hambatan, strategi ini tidak terwujud.”

Trump pernah mengatakan bahwa dia mengetahui bagaimana menyelesaikan perang Rusia-Ukraina, jika dia menjadi presiden, perang tersebut akan selesai dalam sehari.

Komentator politik asal Amerika, Lan Shu, mengatakan, “Trump kemungkinan akan meminta kedua pihak, Rusia dan Ukraina, segera menghentikan tembak-menembak dan menyelesaikan masalah ini melalui negosiasi. Ini adalah hal pertama yang akan dilakukan Trump setelah menjabat, bahkan mungkin sebelum menjabat.”

Wang He juga percaya bahwa Trump sangat berharap agar perang Rusia-Ukraina segera berakhir, sehingga dia bisa langsung memfokuskan seluruh strategi pada Partai Komunis Tiongkok.

Wang He melanjutkan, “Dikarenakan  Partai Komunis Tiongkok saat ini sudah menjadi pesaing utama AS, dan ancaman yang ditimbulkan Partai Komunis Tiongkok lebih besar daripada Uni Soviet dulu. Jadi, bagaimana cara menghadapinya sangat penting bagi Amerika, ini menyangkut nasib negara. Saat ini, baik pihak kiri, kanan, dan bahkan pemerintahan dalam negeri AS semuanya bergerak dikarenakan ambisi global PKT terlalu besar, bahkan ingin menguasai Amerika. Jadi, semua kekuatan politik di AS tidak bisa mundur dalam masalah menghadapi Partai Komunis Tiongkok, mereka mungkin akan melancarkan serangan dan tekanan lebih lanjut.”

Saat ini, ekonomi Tiongkok sedang memburuk dan terjadinya persaingan politik internal yang sengit. Wang He berpendapat bahwa dalam kondisi strategis saat ini, AS lebih kuat dan Tiongkok lebih lemah. Jika tekanan dari AS dan konflik internal di Tiongkok saling bersinggungan atau jika AS menghadapi Tiongkok seperti mereka menghadapi Uni Soviet dulu, Partai Komunis Tiongkok mungkin tidak akan mampu bertahan. (Hui)

Yulin/Chang Chun

Sumber : NTDTV.com