Gumpalan Radioaktif Nuklir Misterius Selimuti Puluhan Negara Eropa

EpochTimesId – Gumpalan awan mengandung materi radioaktif terdeteksi di langit negara-negara Eropa. Awan tersebut terdeteksi di 28 negara, seperti dikutip dari NTD.tv, Sabtu (11/11/2017).

Awan radioaktif pertama kali terdeteksi di Italia, pada 3 Oktober 2017. Awan radioaktif kemudian menghilang, namun asal-usulnya berhasil dilacak, yaitu dari perbatasan antara Rusia dan Kazakhstan.

Wilayah ini diketahui mengandung fasilitas nuklir, dan telah menjadi lokasi beberapa slip-up nuklir, termasuk sebuah kecelakaan nuklir berskala besar pada tahun 1957 yang menyaingi insiden 2011 di Fukushima, dan bencana Chernobyl pada tahun 1986.

Sebuah fasilitas di wilayah itu juga digunakan untuk mengubah bahan bakar nuklir bekas menjadi bahan senjata nuklir selama Perang Dingin. Tapi pencarian asal usul awan radioaktif belum berakhir.

“Ini adalah tingkat radioaktivitas yang sangat rendah dan tidak menimbulkan masalah bagi kesehatan dan lingkungan di Eropa,” kata Jean-Christophe Gariel, direktur kesehatan di Radioprotection and Nuclear Safety Institute di Perancis.

Gariel mengatakan bahwa pejabat keselamatan Rusia tidak membantah data tersebut. Namun mereka mengatakan bahwa mereka tidak mendengar ada berita tentang kecelakaan di pabrik mana pun.

Radioaktivitas ditunjukkan oleh monitor yang menyerap isotop ruthenium-106 di udara.

“Ini adalah isotop yang tidak biasa. Saya tidak berpikir kita akan melihatnya lagi, setelah kecelakaan Chernobyl,” kata Anders Ringbom, direktur riset Swedish Defense Research Agency, melalui NPR.
Menurut NPR, orang-orang yang berada dalam jarak beberapa kilometer dari pelepasan isotop itu disarankan untuk mencari perlindungan.

Gariel mengatakan bahwa pihak berwenang Prancis akan melakukan pemeriksaan acak terhadap makanan dan produk terkait dari wilayah tersebut.

“Jika itu terjadi di Prancis, kami akan mengambil tindakan untuk melindungi populasi dalam radius beberapa kilometer,” kata Gariel.

Gariel berpikir bahwa ukuran pelepasan itu menunjukkan adanya kecelakaan. Analisis oleh Radioprotection dan Nuclear Safety Institute menunjukkan bahwa hal itu dapat menjadi pengolahan ulang bahan bakar nuklir untuk tujuan medis, menurut laporan NPR.

“Ini bukan limbah dari program resmi, kami yakin tentang itu,” ujar Gariel. (waa)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine