Penganiayaan Murid TK “Merah Kuning Biru” di Beijing, Anak-Anak Luka Akibat Tusukan Jarum

oleh Yang Yifan

Epochtimes.id- Pada malam hari 22 November 2017, TK Honghuang Lan Beijing, Tiongkok mengekspos kejadian penganiayaan anak. Rincian lebih lanjut tentang kejadian yang terpapar, ada korban orangtua mengatakan bahwa setelah menjadi marah, seluruh tubuh bergetar.

Pada malam itu, belasan orangtua murid Taman Kanak-kanak Merah Kuning Biru di Distrik Chaoyang, Beijing melaporkan bahwa bagian tubuh anak-anak mereka telah mengalami penusukan dengan jarum suntik dan disuruh makan benda mirip tablet berwarna putih oleh seorang guru TK tersebut.

Luka bekas tusukan terdapat pada bagian paha, pantat, bawah ketiak murid. Beberapa orangtua membawa foto bekas tusukan sebagai bukti. Sementara itu ada juga dugaan bawa guru tersebut juga melakukan hal tidak senonoh kepada murid.

Laporan ‘China Women’s Daily’ pada 23 November menyebutkan bahwa setelah kejadian tersebut, belasan orangtua yang anaknya menjadi korban tindakan guru itu berkumpul di depan pintu sekolahan dengan membawa serta foto untuk menuntut penjelasan dari pihak sekolahan. Namun pintu gerbang sekolahan tertutup rapat.

“Kami hanya ingin bertemu kepala sekolah, melihat kejadian melalui rekaman cctv sekolahan, tetapi sampai sekarang mereka sama sekali tidak merespon”, tutur seorang ibu kepada seorang wartawan.

“2 hari berturut-turut putri saya sambil menangis mengatakan bahwa ia tidak sakit, mengapa harus disuntik ? Mengapa saya diikat ? Dia merasa ketakutan seperti kelinci,” lanjut ibu itu.

Namanya juga anak yang baru berumur 3 tahun, saking takutnya, sampai tidak berani memberitahu orangtuanya apakah ia mengalami tusukan dengan jarum suntik oleh guru.

“Saya hanya mengajaknya untuk masuk ke  dalam selimut. Setelah badan kita berdua tertutup dengan selimut saya baru membujuknya, begini guru sudah tidak bisa mendengar. Anak baru mau menceritakan kejadian yang ia alami.”

Orangtua ini mengatakan, saat ini dia baru mengetahui bahwa ada sekitar 10 orang anak yang badannya terdapat luka bekas tusukan jarum, dia juga menemukan lubang jarum di lengan anaknya.

Orangtua murid lainnya juga mengatakan, menurut penuturan anaknya, guru selalu memberikan 2 butir tablet berwarna putih sehabis makan siang.

Dari video yang merekam dialog antara orangtua dengan anaknya, terlihat seorang anak dengan butiran tablet berwarna putih ditangannya sambil mengingat-ingat lalu mengatakan : “Pernah makan …. Guru yang memberikan …. anak-anak lainnya juga makan …. setiap hari makan ….. kalau tidak mau tidur ya makan.”

“Saya yang sedang melakukan perjalanan bisnis marah sekali sampai badan gemetar begitu mendengar berita ini”, kata ibu dari Mingming yang masih duduk di TK B.

Ibu dari Mingming ini meminta orangtuanya yang berada di rumah untuk memeriksa tubuh Mingming apakah ada luka bekas tusukan jarum. Benar saja ada bekas tusukan jarum di bagian pantat Mingming. “Nenek bertanya siapa yang menyuntiknya, ia bilang gurunya juga mengatakan bahwa jika ia tidak patuh akan diberi makan tablet.”

“Anak saya memberitahu kadang guru akan membawa mereka ke kelas kuning untuk menerima pemeriksaan badan. minta kesediaan anak-anak untuk menerima suntik vaksinasi, dokternya tampaknya seperti paman-paman, anak-anak diminta untuk melepas seluruh pakaian dan berbaris dekat dinding,” cerita orangtua murid kelas TK B yang tidak mau disebutkan namanya.

Ibu dari murid yang bernama Guoguo mengatakan, putrinya menangis berkali-kali karena dipukuli guru di kepalanya dengan sebatang tongkat.

Ia telah meminta pihak sekolahan untuk memutar rekaman cctv demi kebenaran yang ditolak pihak sekolah dengan alasan tidak tersedia kamera cctv dalam kelas. Karena itu ia kemudian memilih membawa anaknya keluar dari sekolahan itu. “Saya tidak pernah berpikir hal itu sungguh terjadi!”

Ibu dari salah satu murid mengatakan, mengapa anak-anak tidak berani memberitahu  orangtua kejadian yang mereka alami di sekolah, itu karena guru sudah berpesan :

“Saya memiliki teleskop yang panjangnya bisa mencapai ke dalam rumah kalian, apa yang kalian ceritakan dan apa yang kalian perbuat saya tahu semua …”

Menurut “Beijing Youth Daily” melaporkan bahwa pada 23 November sore hari, dewan staf Pendidikan Distrik Chaoyang Beijing dalam tanggapannya menyebutkan bahwa saat ini tiga orang guru yang terlibat dalam permasalahan tersebut sudah di-skor sementara dan polisi Chaoyang juga sudah dilibatkan dalam pengusutan.

Sebagaimana diketahui bahwa TK Merah Kuning Biru didirikan pada tahun 1998. hingga bulan Juni tahun ini, TK tersebut sudah memiliki 80 cabang langsung, 175 cabang gabungan dan 853 cabang playgroup dengan jumlah murid yang terdaftar di TK sebanyak 20.463 orang.

Pada bulan September tahun ini, TK tersebut resmi terdaftar di Bursa Efek New York, menjadi institusi pendidikan pra sekolah Tiongkok yang terdaftar di bursa efek. (Sinatra/asr)

Sumber : Epochtimes.com