Sedikitnya 10.000 Mahasiswa Tewas Selama Pembantaian Lapangan Tiananmen

Sedikitnya 10.000 orang tewas dalam pembantaian di Lapangan Tiananmen pada tanggal 4 Juni 1989, sebuah pernyataan dari kabel rahasia diplomatik Inggris, mengutip sebuah sumber dalam rezim komunis Tiongkok.

Sumber tingkat tinggi yang tidak disebutkan namanya dari Dewan Negara Tiongkok memberikan penghitungan jumlah kematian, melalui perantara, kepada Alan Donald, duta besar Inggris untuk Tiongkok pada saat itu.

Donald mengirimkan informasi tersebut ke London sehari setelah pembantaian tersebut terjadi. Kabel rahasia sebelumnya telah dideklasifikasi pada bulan Oktober dan kemudian dapat diperoleh melalui situs berita HK01.

Jumlah korban tewas 10.000 tersebut jauh lebih tinggi daripada yang umumnya dikaitkan dengan pembantaian yang dilakukan oleh Tentara Pembebasan Rakyat. Angka berkisar antara beberapa ratus sampai beberapa ribu.

Rezim Tiongkok mengatakan pada akhir Juni 1989 bahwa 200 warga sipil dan puluhan petugas keamanan tewas di Beijing saat pasukan keamanan berurusan dengan “kerusuhan melawan para revolusioner,” menurut BBC.

Namun, jumlah 10.000 tersebut tidak sesuai dengan dokumen A.S. yang dideklasifikasi pada tahun 2014. File-file tersebut memperkirakan bahwa 10.454 orang terbunuh dan sekitar 40.000 orang terluka. Informasi A.S. tersebut diberikan oleh sumber-sumber dalam militer Tiongkok, melaporkan HKFP.

demo mahasiswa di lapangan tiananmen tiongkok
Orang-orang Tiongkok melarikan diri saat tentara mengancam mereka dengan senjata pada tanggal 5 Juni 1989 saat tank-tank mengambil posisi di persimpangan utama Beijing di sebelah kompleks diplomatik. (Catherine Henriette / AFP / Getty Images)

Penghitungan jumlah kematian pada satu titik yang dibuat di dalam kabel yang dikirim oleh Donald tersebut, termasuk rincian mengerikan pembunuhan demonstran pro demokrasi dan warga sipil oleh Angkatan Darat 27 Propinsi Shanxi. Angkatan bersenjata tersebut “60 persen buta huruf dan disebut primitif,” menurut sumber Donald.

Dokumen tersebut juga mengatakan bahwa pasukan dari Shenyang Military Region (SMR), Daerah Militer Shenyang, telah ikut terlibat, melaporkan HKFP.

Armored personnel carriers (APC), kendaraan lapis baja, dari Angkatan Darat 27 menembaki kerumunan pemrotes pro demokrasi sebelum melindas mereka sepanjang jejak APC, kata dokumen tersebut.

Dokumen tersebut mengatakan bahwa tentara dari Daerah Militer Shenyang memisahkan para mahasiswa tersebut dari penduduk setempat pada saat tiba di Lapangan Tiananmen.

“Para mahasiswa mengerti bahwa mereka diberi waktu satu jam untuk meninggalkan lapangan namun setelah lima menit APC telah menyerang. Mahasiswa terlibat genjatan namun tumbang terkubur termasuk para tentara,” kata dokumen tersebut.

“APC kemudian menggilas tubuh berkali-kali untuk membuat ‘kue’ dan mayat-mayat dikumpulkan oleh buldoser. Sisa mayat dibakar dan kemudian disiram ke saluran pembuangan.”

Pasukan Angkatan Darat 27 bahkan membunuh para tentara dari Daerah Militer Shenyang.

“Angkatan Darat 27 diperintahkan untuk tidak membiarkan satu orang pun selamat dan menembak tentara SMR yang terluka. Empat mahasiswa perempuan yang terluka memohon untuk tetap hidup namun ditusuk dengan bayonet. Seorang gadis kecil berusia 3 tahun terluka namun ibunya ditembak saat ia membantunya beserta enam orang lainnya yang mencoba menolongnya,” kata dokumen tersebut.

“Seribu orang yang selamat diberitahu bahwa mereka dapat melarikan diri melalui Zhengyi Lu, tetapi kemudian dibabat dengan mesin senapan  M/G yang telah disiapkan dan diposisikan secara khusus.”

gerakan mahasiswa Tiongkok di lapangan tiananmen beijing
Orang-orang Tiongkok melarikan diri saat tentara mengancam mereka dengan senjata pada tanggal 5 Juni 1989 saat tank-tank mengambil posisi di persimpangan utama Beijing di sebelah kompleks diplomatik. (Catherine Henriette / AFP / Getty Images)

Donald menambahkan bahwa Angkatan Darat 27 menembak setiap ambulan yang menawarkan bantuan pada yang terluka dan APC-nya menabrak truk-truk yang digunakan oleh para Militer Wilayah Shenyang yang ketinggalan barisan dan menculik para tentara SMR.

“Selama serangan perwira Angkatan Darat 27 ditembak mati oleh pasukannya sendiri yang tampak karena dia bimbang dan ragu. Pasukan menjelaskan bahwa mereka akan ditembak jika mereka tidak menembak perwira,” tulis Donald.

Dia menambahkan bahwa Angkatan Darat 27 tersebut juga menggunakan peluru dum-dum yang dilarang selama perang berdasarkan hukum internasional.

“Angkatan Darat 27 menggunakan peluru dum-dum. Penembak jitu Angkatan Darat 27 menembak banyak warga sipil di atas balkon-balkon, para penyapu jalan dll untuk latihan sasaran. Rumah sakit Beijing telah diperintahkan untuk hanya menerima korban luka dan tewas pasukan keamanan,” tulis Donald.

Menurut HKFP, sumber tersebut telah menyampaikan kepada Donald bahwa komandan Angkatan Darat 27 adalah keponakan dari Yang Shangkun, presiden Tiongkok saat itu.

Diplomat Inggris juga menambahkan sumbernya tersebut mengatakan bahwa “beberapa anggota Dewan Negara telah merenungkan bahwa perang saudara sudah dekat.” (ran)

Dari NTD.tv