Gara-gara Ingin Menonton Sepakbola, 35 Wanita Ditangkap Polisi Iran

Epochtimes.id- Menonton sepakbola merupakan suatu yang terlarang di Iran bagi wanita. Larangan ini diberlakukan di negeri yang dipimpin para mullah sejak revolusi 1979.

Seperti ditulis BBC, 35 wanita Iran yang ditahan di pertandingan sepak bola menuai dukungan dari pengguna media sosial.

Presiden FIFA Gianni Infantino hadir pada pertandingan antara tim Teheran Esteqlal dan Persepolis, ketika para wanita tersebut diciduk aparat keamanan.

Editor BBC Middle East, Alan Johnston menyebutkan penggemar sepak bola wanita Iran ingin menarik perhatian pria terkuat dari lembaga dunia sepakbola itu.

“Mereka ingin menarik perhatian Mr Infantino terhadap larangan perempuan menghadiri pertandingan,” tulisnya.

Iran mengklaim para wanita tersebut tidak ditangkap namun ditahan sementara waktu.

Seperti dilaporkan BBC, Iran menyebut para wanita tersebut akan dibebaskan setelah pertandingan usai.

Direktur Eksekutif Perserikatan Bangsa-Bangsa Watch, Hillel Neuer, mengkritik larangan Iran terhadap wanita yang menghadiri pertandingan, dengan alasan kebijakan anti-diskriminasi FIFA sendiri dalam cuitannya: “Pimpinan Anda Gianni Infantino berada di pertandingan Teheran hari ini … Mengapa Anda diam?”

Sementara itu, wartawan BBC Vicki Sparks mencuit tentang wanita yang ditahan tersebut: “Sebagai wanita yang senang pergi ke pertandingan sepak bola sejak saya masih kecil, ini menghancurkan hati saya.”

Siaran langsung  antara Mr Infantino dan Menteri Olahraga Iran Masoud Soltanifar diputus saat seorang jurnalis bertanya kepada kedua pejabat tersebut tentang larangan penggemar sepak bola wanita.

Selama konferensi pers tersebut,  Infantino mengatakan isu-isu politik antar negara dan seluruh dunia seharusnya tidak berdampak pada sepak bola.

“Sangat jelas bahwa politik harus tetap berada di luar sepak bola dan sepak bola harus tetap berada di luar politik,” katanya.

Berbeda dengan Arab Saudi, negara ini mencabut larangan terhadap wanita memasuki tiga stadion olahraga. (asr)

Sumber : sbs.com.au