Presiden Separatis Spanyol Ditangkap di Jerman

EpochTimesId – Mantan presiden Catalan, Carles Puigdemont, ditangkap oleh otoritas keamanan Jerman, akhir pekan kemarin. Dia dijadwalkan menghadiri persidangan di pengadilan Jerman, karena Spanyol berusaha mengekstradisi pemimpin perjuangan kemerdekaan daerah otonom itu.

Upaya ekstradisi muncul setelah malam sebelumnya puluhan pengunjuk-rasa terluka dalam bentrokan dengan polisi.

Puigdemont ditahan di negara bagian Schleswig-Holstein, Jerman utara, pada hari Minggu (25/3/2018) waktu setempat. Dia ditangkap lima bulan setelah melarikan diri dari Spanyol.

Dia meninggalkan Spanyol ketika menghadapi tuduhan melakukan hasutan, pemberontakan dan penggelapan. Tuduhan itu membuatnya terancam hukuman hingga 25 tahun penjara.

Puigdemont memasuki Jerman dari Denmark setelah pada hari Jumat meninggalkan Finlandia, di mana dia menghadiri konferensi.

Demonstrasi di Barcelona yang memprotes penangkapannya diikuti oleh puluhan ribu orang Catalan. Aksi itu berujung pada bentrokan pada Minggu malam.

Aksi demonstrasi oleh gerakan pro-kemerdekaan Catalan ANC (Majelis Nasional Katalan) dan Omnium Cutural, menyusul penahanan dua pemimpin mereka, Jordi Sanchez dan Jordi Cuixart, di Barcelona, Spanyol, 21 Oktober 2017. (Ivan Alvarado/Reuters/TheEpochTimes).

Di luar kantor pemerintah pusat di ibukota Catalan, polisi anti huru hara memukuli pengunjuk rasa yang melambaikan bendera dengan tongkat. Bentrokan itu membuat beberapa orang tampak memiliki darah yang mengalir di dahi mereka. Tiga pengunjuk rasa ditangkap dan 50 menderita luka ringan.

Mahkamah Agung Spanyol memutuskan pada hari Jumat bahwa 25 pemimpin Catalan, termasuk Puigdemont, akan diadili atas pemberontakan, penggelapan, atau ketidaktaatan terhadap negara.

Dakwaan itu masih terkait dengan referendum yang diadakan di Catalonia Oktober lalu. Referendum menyerukan kawasan timur laut yang kaya untuk memisahkan diri dari Spanyol.

Referendum tetap digelar meskipun telah diperintah ilegal oleh mahkamah konstitusi Spanyol. Referendum juga secara meluas diboikot oleh penentang kemerdekaan.

Pemerintah kemudian mengambil alih kekuasaan langsung Catalonia menyusul deklarasi simbolik kemerdekaan oleh parlemen Catalan.

Pengadilan juga telah mengaktifkan kembali surat perintah penangkapan internasional untuk empat politisi lainnya yang pergi ke pengasingan pada tahun lalu. Puigdemont dan rekan separatis membantah melakukan kesalahan.

Mereka memerintahkan lima pemimpin separatis, termasuk kandidat terakhir untuk menjadi presiden regional, Jordi Turull, untuk dipenjara selama menunggu persidangan mereka.

Pemimpin Omnium Cultural, Jordi Cuixart (kiri), dan Jordi Sanchez dari Majelis Nasional Catalan (ANC), tiba di Pengadilan Tinggi di Madrid, Spanyol, 16 Oktober 2017 waktu setempat. (Javier Barbancho/Reuters/TheEpochTimes)

Langkah hukum pemerintah menghasilkan pukulan yang fatal terhadap gerakan kemerdekaan. Langkah hukum juga menandakan berakhirnya salah satu krisis politik terburuk negara sejak kembalinya demokrasi empat dekade lalu. Meskipun, simpatisan separatis cenderung masih menggema dan menggelora.

Puigdemont akan muncul di hadapan pengadilan regional di kota Neumuenster, Jerman utara. Dimana seorang hakim diharapkan memutuskan apakah ia akan tetap berada dalam tahanan atau akan dilepas.

Pengadilan lain, Pengadilan Regional Tinggi di kota Schleswig, akan bertanggung jawab untuk memutuskan apakah akan mengabulkan permintaan ekstradisi Spanyol. Para jaksa Jerman mengatakan, seluruh proses hukum, termasuk kemungkinan banding, bisa memakan waktu beberapa hari, bahkan bisa berminggu-minggu.

Puigdemont, yang telah tinggal di Brussels sejak meninggalkan Spanyol, tidak berencana mengajukan permohonan suaka politik di Jerman. Pengacaranya Jaume Alonso-Cuevillas mengatakan kepada radio Catalan pada Senin.

Mantan jurnalis berusia 55 tahun itu tampaknya tidak akan mendapat banyak dukungan di kalangan politisi Jerman. Sebagian besar mendukung tindakan keras Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy terhadap separatisme Catalan.

Dalam komentar yang diterbitkan pada hari Senin, Elmar Brok, anggota Parlemen Eropa Jerman dan sekutu dekat konservatif Kanselir Angela Merkel, mengatakan bahwa Puigdemont telah jelas-jelas melanggar hukum dan konstitusi Spanyol.

“Dia akan sangat disarankan untuk mengakhiri masalah ini secara damai,” kata Brok kepada koran regional Neue Osnabruecker Zeitung.

Brok mengatakan bahwa perjuangan Catalan untuk kemerdekaan sudah gagal. Dia menyarankan Madrid dan Barcelona seharusnya memulai negosiasi tentang peningkatan status otonom.

Menteri Keadilan Jerman, Katarina Barley mengatakan kepada penyiar ARD pada hari Minggu bahwa pertanyaan ekstradisi akan ditangani oleh pengadilan regional. Dia melihat tidak perlu bagi Berlin untuk campur tangan untuk saat ini.

Video Pilihan :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Pemerintah Eropa, beberapa di antaranya menghadapi gerakan separatis mereka sendiri, umumnya mendukung pemerintah Spanyol.

Di Edinburgh, pemerintah Skotlandia, yang berjuang mendapat kemerdekaan dari Kerajaan Inggris, mengatakan akan bekerja sama dengan Madrid. Dimana Spanyol mengajukan permintaan untuk mengekstradisi mantan menteri pendidikan Catalan, Clara Ponsati.

Krisis yang berlarut-larut juga telah memukul ekonomi regional dan menyebabkan kaburnya investor. Tetapi S&P Global mengatakan peningkatannya untuk Spanyol, mencerminkan pandangan positif untuk ekonomi dan konsolidasi anggaran.

Itu adalah peningkatan kedua untuk Spanyol ke wilayah single-A tahun ini. Imbal hasil obligasi Spanyol mendekati level terendah 15-bulan pada Senin pagi. (Reuters/The Epoch Times/waa)