Resolusi Dewan Perwakilan Georgia dengan Suara Bulat Menentang Pengambilan Organ di Tiongkok

Pengambilan organ Tiongkok yang sistematis dan disetujui negara dari para tahanan nurani telah dikecam oleh pemerintah negara bagian Georgia.

Dewan Perwakilan Georgia dengan suara bulat telah meloloskan House Resolution 944 pada 19 Maret, untuk mengungkapkan kekhawatiran atas pengambilan organ paksa di Tiongkok.

Pada tahun 1999, mantan pemimpin Partai Komunis, Jiang Zemin, memulai penganiayaan nasional terhadap latihan spiritual Falun Gong, sebuah disiplin meditasi yang didasarkan pada prinsip-prinsip moral sejati, baik, dan sabar. Antara 70 dan 100 juta orang Tiongkok telah berlatih disiplin tersebut  akhir tahun 1990-an, menurut perkiraan resmi dan Falun Gong.

Pada tahun 2000, jumlah transplantasi organ di Tiongkok mulai merebak. Pusat-pusat transplantasi telah didirikan, para ahli bedah baru dilatih, dan rumah sakit-rumah sakit Tiongkok mulai mengiklankan waktu tunggu untuk organ vital hanya beberapa minggu. Penerima transplantasi jantung diberitahu waktu yang tepat organ baru mereka akan siap, tidak mungkin jika bukan waktu di sekitar eksekusi para korban, peneliti independen menyimpulkan.

Resolusi tersebut mengacu pada “pembunuhan massal terhadap orang-orang Uyghur, orang Tibet, orang Kristen, dan para praktisi Falun Gong dengan tujuan mendapatkan organ-organ yang dibutuhkan untuk transplantasi-transplatasi.” Mengutip laporan investigasi baru, resolusi tersebut mengatakan bahwa “Angka resmi Tiongkok untuk 10.000 transplantasi setiap tahun telah dikecilkan dalam membuat perkiraan kasarnya.”

Menurut satu dari laporan-laporan baru ini, “Bloody Harvest/The Slaughter: An Update,” sebagian besar dari mereka yang dibunuh karena organ mereka adalah para praktisi Falun Gong.

Resolusi tersebut mencatat bahwa “pada bulan Juli 1999, Partai Komunis Tiongkok meluncurkan penganiayaan intensif yang dilakukan meluas skala nasional terhadap latihan Falun Gong yang terkenal, secara ilegal telah menahan ratusan ribu praktisi di kamp-kamp cuci otak Tiongkok melalui kerja paksa, pusat-pusat penahanan, dan penjara-penjara di mana penyiksaan, pelecehan, dan pemeriksaan medis yang tidak masuk akal dan tes darah rutin.”

Ia menyerukan kepada rezim Tiongkok untuk segera mengakhiri praktik pengambilan organ paksa dari semua tahanan, terutama praktisi Falun Gong dan kelompok minoritas lainnya. Ia juga menyatakan tidak ada negara yang mengijinkan orang untuk melakukan perjalanan ke Tiongkok untuk transplantasi sebelum seluruh industri tersebut transparan dan diselidiki sepenuhnya.

Negara-negara lain telah meloloskan resolusi yang sama dalam beberapa tahun terakhir.

Bulan lalu, Dewan Perwakilan negara bagian Arizona mengeluarkan resolusi menentang pengambilan organ di Tiongkok.

Pada 13 Juni 2016, Dewan Perwakilan federal mengesahkan House Resolution 343 (H.Res.343) dengan suara bulat. Resolusi tersebut menyatakan keprihatinan atas pengambilan organ Tiongkok dari para narapidana yang tanpa persetujuan.

Pada hari yang sama, Dewan Perwakilan AS juga meloloskan H.R.3694, ‘Strategy To Oppose Predatory Organ Trafficking Act’, yang menyerukan Departemen Luar Negeri untuk menangani dan mencegah perdagangan organ.

Pada bulan Mei 2016, Senat Negara Bagian Minnesota telah mengeluarkan Resolusi SF 2090 menentang pengambilan organ dengan suara bulat.

Dan kembali pada tahun 2006, ketika bukti pengambilan organ yang disetujui negara Tiongkok telah digabungkan, Dewan Perwakilan Negara Bagian Illinois mengeluarkan resolusi untuk mengutuk rezim Tiongkok.

Pada bulan April tahun itu, baik Senat Negara Bagian Colorado maupun Dewan Perwakilan mengeluarkan resolusi bersama 06-027, tepat sebelum kunjungan mantan pemimpin Partai Komunis Tiongkok Hu Jintao ke Amerika Serikat, yang mengutuk pengambilan organ rezim Tiongkok. (ran)

ErabaruNews