Gadis Kecil yang Membuat Setiap Orang Dewasa Introspeksi Diri

EpochTimesId – Pernahkan Anda menemukan seorang bocah yang tersesat di jalan? Menurut laporan Badan Perlindungan Anak PBB (UNICEF) ada jutaan orang anak yang hilang setiap tahunnya. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi pada anak-anak tersebut.

Untuk itu UNICEF melakukan sebuah eksperimen untuk menyelidiki reaksi orang dewasa terhadap anak-anak yang tersesat. Namun akhirnya, gadis kecil berusia 6 tahun yang dijadikan pemeran dalam percobaan ini harus berlari menjauhi lokasi syuting kamera tersembunyi karena hatinya hancur.

Menurut gadis itu penyebabnya adalah orang-orang dewasa yang ia jumpai tidak memiliki rasa empati.

Gadis kecil bernama Anano yang usianya baru 6 tahun ini bertindak sebagai aktris dalam eksperimen jalanan ini. Lokasi eksperimental pertama mengambil tempat di sebuah jalanan ibukota Tbilisi, Georgia.

Dalam syuting pertama, ia diperankan sebagai anak keluarga kaya, tubuhnya tidak hanya bersih dan rapi, juga dikenakan pakaian keren layaknya anak-anak dari keluarga bangsawan Inggris.

Dia tampak berdiri sendirian di trotoar yang sibuk pada area komersial tempat orang-orang hilir mudik. Sambil mengerutkan kening, ia juga menampilkan mimik sedang kebingungan.

Hanya dalam beberapa saat kemudian, orang-orang langsung menghampiri Anano dan menanyakan, “Apakah kamu tersesat? Siapa namamu? Apakah kamu tidak takut sendirian di sini?”

Orang dewasa lainnya datang menghampiri Anano dan bertanya, “Apakah kamu tersesat? Siapa namamu? Apakah …” (Photo : video screenshot/UNICEF)

Kemudian, dengan bantuan seorang ahli rias, Anano ‘diubah’ menjadi seorang gadis miskin dengan wajah yang tampak kotor.

Sekarang ia mengalami ‘nasib’ yang berbeda. Meskipun kerutan di kening dengan mimik kebingungan tetap ia tampilkan, tetapi sama sekali tidak menarik perhatian orang dewasa.

Bahkan, sejumlah orang dewasa itu berusaha untuk menjauhi dirinya. Hasilnya adalah, kehangatan dan perhatian orang-orang dewasa sebagai anak orang kaya itu sudah sirna entah kemana.

Keberuntungan yang Anano peroleh sebelumnya, sirna setelah berperan sebagai gadis anak orang miskin. (Photo : Video screenshot/UNICEF)

Syuting kedua mengambil tempat di dalam sebuah restoran kelas atas.

Ketika Anano yang berperan sebagai anak orang kaya yang sedang tersesat berjalan melewati meja-meja yang sudah diduduki para pengunjung restoran tersebut.

Pengunjung restoran menunjukkan senyuman dan perhatian kepadanya, menyentuh pipinya yang bersih. Pengunjung juga menepuk-nepuk bahu sambil menghiburnya. Bahkan ada pengunjung yang ingin memberikan uang.

Tetapi saat ia memerankan adegan anak orang miskin yang sedang tersesat, banyak orang yang membuang muka begitu melihatnya, serta mengabaikan keberadaannya. Bahkan ada seorang wanita terekam kamera langsung memindahkan tas bawaannya, khawatir jikalau gadis ini adalah seorang pencopet cilik.

Anano yang sakit hati akibat perlakuan orang-orang dewasa. (video screenshot/UNICEF)

Yang paling parah adalah, bahwa beberapa orang menggunakan sikap dan nada tidak sopan, mengusirnya pergi. Ini adalah pukulan terberat bagi hati seorang gadis kecil yang baru berusia 6 tahun.

Anano tidak tahan diremehkan dan diusir. Dia lalu berlari keluar dari restoran sambil menangis dan menangis sejadinya!

Pada saat itu, sutradara yang berada di tempat tersembunyi di kejauhan langsung memerintahkan penghentian syuting. Karena ketidakpedulian orang-orang dewasa sangat menyakitkan gadis kecil itu!

Setelah tangisan Anano mereda, ia berkata, “Mereka melihat pakaian saya yang kotor, mereka menyuruh saya segera pergi. Saya tidak tahu mengapa mereka bersikap demikian terhadap saya?”

Rekaman video UNICEF tersebut membuat banyak orang terkejut. Mereka tidak menyangka kesenjangan prasangka sebagian besar orang terhadap orang kaya dan orang miskin begitu jauh!

Mereka hanya mengandalkan penampilan pakaian seorang anak untuk menentukan sikap apa yang harus diambil untuk merawat anak yang hilang.

Alasan ini cukup banyak memberikan penjelasan kepada kita betapa banyak anak-anak yang hilang di jalanan, tetapi tidak mendapatkan rasa peduli dari orang-orang dewasa.

Orang-orang tidak ingin terlibat dalam urusan tersebut. Ini terutama karena kurangnya empati terhadap orang miskin. Ini adalah sebuah fakta yang menyedihkan.

UNICEF menyebutkan bahwa setiap hari, jutaan anak-anak hidup di jalanan dan menderita kelaparan, tetapi tidak ada yang peduli. Untungnya, pengumuman kesejahteraan publik ini menarik 3,3 juta pemirsa, yang telah membangkitkan perhatian masyarakat umum.

UNICEF percaya bahwa dengan semakin banyaknya orang sadar akan hal ini, anak-anak yang disudutkan oleh masyarakat itu dapat menerima bantuan yang layak buat mereka.

Lembaga PBB yang didirikan pada tahun 1946 dan berkantor pusat di New York ini memiliki program bantuan kemanusiaan dan pembangunan jangka panjang bagi para ibu dan anak di negara-negara berkembang. Mereka senantiasa mendorong masyarakat untuk lebih peduli kepada wanita dan anak-anak di seluruh dunia yang kurang beruntung. (NTDTV/Sinatra/waa)

Video Pilihan :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA