Badai Picu Evakuasi Massal dan Banjir Bandang di Amerika

EpochTimesId – Ribuan penduduk Florida mengungsi meninggalkan rumah, Minggu (27/5/2018) sore waktu setempat, saat Badai Subtropis bergerak menuju utara melalui Teluk Meksiko. Prakiraan cuaca mengatakan, badai berpotensi membawa banjir yang mengancam jiwa ke negara-negara bagian pesisir Selatan Amerika Serikat.

Badai itu sudah mencapai 105 mil sebelah selatan Apalachicola, Florida, di pantai Teluk Meksiko pada Minggu pukul 8 malam. Badai diperkirakan akan menyape Florida pada hari Senin (28/5/2018) waktu setempat, menurut Pusat Badai Nasional AS.

Sebuah sistem badai terpisah pada hari Minggu menyebabkan banjir bandang di pinggiran kota Baltimore, Ellicott City, Maryland, yang mengubah Jalan Utama bersejarahnya menjadi sungai yang mengamuk dengan air yang melewati lantai pertama gedung dan menyapu mobil di jalan, video berita setempat menunjukkan.

Gubernur Larry Hogan mengumumkan keadaan darurat untuk membangun kembali daerah itu dari banjir dahsyat sekitar dua tahun lalu yang menewaskan dua orang dan merusak puluhan bangunan.

Sebuah sistem badai terpisah juga menyebabkan banjir bandang di pinggiran kota Baltimore, Ellicott City, Maryland. Banjir mengubah Jalan Utama bersejarah Baltimore menjadi sungai dengan air yang mengamuk dan meluber menyapu lantai pertama gedung. Sungai dadakan juga menyapu mobil di jalan.

Gubernur Larry Hogan mengumumkan keadaan darurat untuk membangun kembali daerah itu dari banjir dahsyat sekitar dua tahun lalu. Banjir itu menewaskan dua orang dan merusak puluhan bangunan.

Badai yang lebih dahsyat, Alberto, badai Atlantik pertama yang dinamai pada 2018, yang berputar sampai berhari-hari sebelum dimulainya musim topan 1 Juni, sedang mengemasi angin berkelanjutan dengan kecepatan maksimum mendekati 65 mil per jam. Badai diprediksi akan membuat hujan lebat dengan curah 12 inci, dari wilayah negara bagian Mississippi hingga Georgia barat.

Setelah itu, badai akan membawa angin kencang dan hujan lebat saat bergerak ke Lembah Tennessee pada hari Selasa dan Rabu, kata pusat badai. Badai datang selama akhir pekan Memorial Day dan dikhawatirkan mengganggu transportasi pada hari Senin, karena banyak orang kembali dari perjalanan liburan.

Tornado terisolasi mungkin terjadi di seberang semenanjung Florida tengah dan utara pada Minggu malam, menurut pusat badai. Sementara Alberto juga diperkirakan akan membawa gelombang badai sekitar 2 hingga 4 kaki ke daerah dataran rendah.

Ada sejumlah badai mematikan di Amerika Serikat dan Karibia tahun lalu. Dimana pemukiman warga termasuk di Texas, Florida dan Puerto Rico, mengalami kerusakan dengan total kerugian hingga ratusan miliar dolar. Badai juga mengakibatkan pemadaman listrik besar-besaran dan hancurnya ratusan ribu bangunan.

Franklin County, di Florida Panhandle, telah mengeluarkan evakuasi wajib untuk pulau-pulau penghalang di Teluk Meksiko yang mempengaruhi sekitar 4.200 unit rumah. Sementara Taylor County, di timur, memiliki perintah evakuasi sukarela untuk wilayah pesisir.

Gubernur Florida Rick Scott, mengeluarkan status keadaan darurat sejak Sabtu (26/5/2018) di semua 67 provinsi negara bagian. Garda Nasional Florida juga menyiagakan 5.500 personil, yang siap dikerahkan jika diperlukan.

“Jika evakuasi telah disampaikan di komunitas Anda, jangan diabaikan,” kata Scott di Twitter feed-nya.

Layanan Cuaca Nasional telah mengeluarkan peringatan potensi banjir untuk area yang membentang dari Mississippi hingga North Carolina. Kawasan yang menjadi rumah bagi jutaan orang. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :
https://youtu.be/0x2fRjqhmTA