Gempa 6,4 SR di NTB, Tim Tanggap Darurat PVMBG- Badan Geologi Dikirim

Epochtimes.id- Pasca Gempa di NTB, Tim Tanggap Darurat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)- Badan Geologi, Kementerian ESDM segera berangkat ke Lombok Timur dan Lombok Utara.

Kepala Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi Dan MItigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kasbani kepada esdm.go.id mengatakan Tim Tanggap Darurat (TTD) PVMBG, Badan Geologi ini terdiri dari 4 orang ahli gempa bumi dari Badan Geologi.

PVMBG dalam keterangannya, Minggu (29/07/2018) menyebutkan tim akan melakukan sejumlah langkah, pertama, Pemetaan dampak kejadian gempabumi (kerusakan bangunan, pergeseran tanah, retakan tanah, serta jika ada likuifaksi dan longsoran.

Langkah lainnya, Kedua, identifikasi karakteristik tanah setempat melalui pengukuran microtremor. Ketiga, memberikan rekomendasi teknis berkaitan dengan kerusakan geologi.

Langkah ke Empat Tim ini melakukan sosialisasi secara langsung ke masyarakat dan koordinasi dengan Pemda Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Timur dan instansi terkait lainnya.

Catatan PVMBG, Gempa bumi terjadi pada hari Minggu, tanggal 29 Juli 2018, pukul 05:47:39 WIB. Berdasarkan informasi dari BMKG pusat gempa bumi utama berada pada koordinat 8,26° LS  dan 116,55° BT, dengan magnituda 6,4 SR pada kedalaman 10 km, berjarak 28 km barat laut Lombok Timur.

Sampai saat ini gempa bumi ini diikuti oleh 118 gempa bumi susulan dengan kisaran magnitida M5.7 – M2.1Gempa bumi terjadi di darat dan goncangan dirasakan sangat kuat pada daerah sekitar Lombok Timur dan Lombok Utara.

Kawasan ini tersusun oleh batuan alluvium dan endapan gunung api yang bersifat urai, sehingga memperkuat goncanagn gempa bumi. Intesitas goncangan gempa bumi diperkirakan mencapai MMI VI –VII.

Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gempa bumi yang diterbitkan oleh PVMBG-Badan Geologi, daerah Lombok Utara dan Lombok Timur termasuk KRB Gempa bumi Menengah, dengan potensi terjadi gempa bumi dengan intensitas MMI VII-VIII, yang berpotensi menimbulkan kerusakan.

Gempa bumi ini menimbulkan kerusakan dan korban jiwa. Gempa bumi ini terasa di Pos PGA Rinjani pada intensitas MMI VI dan menimbulkan kerusakan pada bangunan pos. Sejauh ini belum ada kenaikan aktivitas G. Rinjani terkait gempa bumi ini. (asr)