Calon Presiden Brasil Yang Ditikam Tinggalkan Rumah Sakit Sao Paulo

EpochTimesId — Calon presiden Brazil, Jair Bolsonaro, diperbolehkan pulang dari rumah sakit Sao Paulo. Anggota kongres sayap kanan itu mendapat perawatan setelah ditikam dengan pisau selama kampanye pada 6 September 2018.

Pada 29 September 2018, setelah terbang pulang ke Rio de Janeiro, Bolsonaro men-tweet bahwa dia merasa sangat sehat. “Tidak ada perasaan yang lebih baik, daripada dekat dengan keluarga,” kicau Bolsonaro.

Konvoi kelompok pendukung membanjiri jalan dan alun-alun kota Sao Paulo, Rio de Janeiro, Brasilia, kota-kota lain di seluruh negara itu. Capres Bolsonaro bahkan menarik perhatian internasional sebagai contoh tren di banyak negara terhadap nasionalisme dan politik anti-globalis.

Bolsonaro saat ini memimpin survei dengan mengantongi sekitar 28 persen dukungan di antara pemilih yang disurvei. Dia menuding lawan-lawan politiknya akan melakukan kecurangan untuk mengalahkannya pada hari pemungutan suara. Jika Bolsonaro tidak dapat memenangkan suara mayoritas suara pada 7 Oktober, pemilihan presiden akan digelar dalam dua putaran.

Brasil saat ini mengalami periode reshuffle politik yang kuat setelah beberapa tahun yang penuh gejolak. Negara itu telah mengalami resesi yang dalam dan berkepanjangan, investigasi korupsi yang menghancurkan kelas politiknya, serta impeachment dan pemecatan dari jabatan presiden wanita pertama negara itu, Dilma Vana Rousseff.

Sikap ‘katakanlah seperti itu’ dari Bolsonaro memperoleh daya tarik di kalangan pemilih yang marah pada situasi politik. Meskipun sudah berpuluh-puluh tahun di Kongres, mereka melihatnya sebagai orang luar biasa yang bisa menyingkirkan korupsi dan tingkat kejahatan yang tinggi di Brasil.

Dia secara khusus menarik dukungan di antara orang-orang yang merasa jijik dengan Partai Buruh yang berhaluan kiri, yang memerintah negara ini selama satu dekade terakhir. Bolsonaro ingin mencegah kembalinya kekuasaan sosialis dengan segala cara.

Dia juga mendapatkan momentum dengan berdiri teguh untuk nilai-nilai keluarga tradisional dalam menghadapi perang budaya-politik dari aliran-kiri. (AP/The Epoch Times/waa)

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Simak Juga :

https://youtu.be/rvIS2eUnc7M