Gedung Putih Berselisih dengan Koordinator Wartawan Istana

EpochTimesId – Pihak istana kepresidenan Amerika Serikat berselisih dengan koordinator wartawan Gedung Putih, Jim Acosta. Insiden bermula ketika wartawan CNN itu ngotot bertanya kepada Presiden AS, Donald Trump. Padahal Trump sudah menjawab pertanyaannya dan mengatakan tidak akan menjawab kelanjutannya.

Acosta kemudian dicekal untuk masuk ke Gedung Putih. Sekretaris Pers Gedung Putih, Sarah Sanders mengatakan bahwa wartawan itu dinilai bertindak kasar pada staf magang istana.

Namun, The New York Times dan CNN menilai Sarah Sanders berbohong. Mereka mengatakan tidak ada kontak fisik antara Acosta dan staf magang tersebut.

Dalam sebuah pernyataan resmi, CNN mengatakan bahwa, “Sekretaris Pers Sarah Sanders berbohong”. Sedangkan New York Times menuduh Sanders, “Mengklaim dengan palsu bahwa Acosta telah menempatkan tangannya pada seorang wanita muda.” Acosta, dalam tanggapan langsung kepada Sanders juga mengatakan, “Ini bohong.”

Sanders menyebut insiden sang wartawan dengan staf magang sebagai alasan untuk mencabut ‘kartu pass’ Gedung Putih milik Acosta. Dia pun membagikan video tentang tindakan itu sebagai bukti.

Rekaman itu menunjukkan seorang staf magang berjalan ke arah Acosta setelah Trump memberitahu beberapa kali bahwa dia akan beralih untuk menjawab pertanyaan reporter berikutnya. Staf magang meraih mikrofon dua kali dengan tangan kanannya, namun Acosta melindungi mikrofon dengan tangan kiri.

Pada usaha ketiganya, pegawai magang berhasil memegang mikrofon dengan tangan kirinya. Pada titik ini, Acosta mendorong lengannya ke bawah. Kekuatan dorongan Acosta terbukti dari hempasan ringan bagi tubuh sosok anak magang itu, dan sempat kehilangan keseimbangan sesaat setelahnya. Anak magang itu sempat terlihat kesal, dan melempar tatapan tersentak di wajahnya saat kembali menghadap Acosta usai menjaga keseimbangan tubuhnya.

Meskipun Sanders mengutip insiden dengan staf magang dalam pernyataannya, New York Times dan CNN memberitakan bahwa akses Acosta ke Gedung Putih dicabut karena dia mengajukan pertanyaan sulit kepada Trump. Pemberitaan itu pun dipertanyakan oleh sejumlah kalangan.

Sebab, Acosta sudah rutin mengajukan pertanyaan-pertanyaan sulit dan kritis dalam dua tahun terakhir, baik kepada presiden maupun kepada sekretaris pers. Dia secara teratur mengganggu konferensi pers dan menggunakan pertanyaannya untuk mengadvokasi masalah yang sangat dia rasakan. Gedung Putih tidak pernah mengancam untuk mencabut akses masuk karena gaya monopolinya.

“Presiden Trump percaya pada pers yang bebas dan mengharapkan, bahkan menyambut pertanyaan-pertanyaan sulit dan kritis. Kami akan, bagaimanapun, tidak pernah mentolerir reporter menempatkan tangannya (menahan/menghalangi) pada seorang wanita muda yang hanya mencoba melakukan pekerjaannya dengan baik sebagai staf magang di Gedung Putih,” kata Sanders dalam sebuah pernyataan.

“Perilaku ini benar-benar tidak dapat diterima. Hal ini juga sama sekali tidak menghormati kolega wartawan lain, karena tidak memberikan mereka kesempatan untuk mengajukan pertanyaan.”

Sarah Huckabee Sanders melanjutkan bahwa pemerintahan Trump membuat keputusan yang benar dengan melarang reporter CNN Jim Acosta memasuki Gedung Putih.

“Pertanyaannya adalah: Apakah reporter melakukan kontak atau tidak? Video itu jelas, dia melakukannya,” katanya dalam sebuah pernyataan pada 8 November.

“Kami tetap pada keputusan kami untuk mencabut hak masuk individu ini. Kami tidak akan mentolerir perilaku yang tidak pantas,” tulis Sanders di Twitter.

Acosta, dalam sebuah pernyataan mengatakan dia dan CNN tidak akan mundur setelah pelarangan itu.

Sanders mencatat bahwa Trump menjawab 68 pertanyaan dari 35 wartawan yang berbeda selama konferensi pers yang berlangsung selama 90 menit. Ini adalah konfrensi pers pertama yang diadakan sejak pemilihan tengah waktu. Acosta, tambahnya, mengajukan beberapa pertanyaan sepanjang konferensi pers.

“Fakta bahwa CNN bangga dengan cara perilaku karyawan mereka tidak hanya menjijikkan, itu adalah contoh keterlaluan bagi semua orang, termasuk wanita muda, yang bekerja di pemerintahan ini,” kata Sanders. (IVAN PENTCHOUKOV/The Epoch Times/waa)

Video Rekomendasi :

Video Pilihan :

https://www.youtube.com/watch?v=JGc59EiEYwQ