India-Pakistan Berseteru, Indonesia Dorong Kedua Pihak Ambil Langkah Damai

Epochtimes.id- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan memperhatikan dengan seksama atas kondisi konflik di India-Pakistan. Pemerintah Indonesia menyatakan keprihatinan atas kondisi terkini.

“Indonesia mengikuti dengan prihatin perkembangan beberapa hari terakhir dalam hubungan India-Pakistan terkait isu Jammu-Kashmir,” demikian pernyataan resmi Kemenlu.

Atas perkembangan terkini, pemerintah Indonesia meminta kedua negara menempuh langkah damai untuk memecah kebuntuan dan ketegangan.

“Indonesia mendorong semua pihak terkait untuk menahan diri semaksimal mungkin, segera mengambil langkah guna mengurangi ketegangan dan mencegah terjadinya eskalasi dari konflik di Jammu-Kashmir,” keterangan Kemenlu.

Lebih jauh Indonesia mengharapkan kedua negara yang sangat penting di Asia Selatan itu agar bersama-sama mewujudkan stabilitas kedamaian di Kawasan Indo-Pasifik.

“Sebagai dua negara penting di Asia Selatan, Indonesia mengharapkan kiranya kedua negara dapat terus  menjadi bagian dari upaya  terwujudnya kawasan Indo-Pasifik yang damai, stabil, dan sejahtera,” demikian Kemenlu.

Kedua negara baru-baru terlibat saling serang. Pakistan menyerang dengan serangan udara dan menembak jatuh dua jet tempur India pada Rabu (27/2/2019). Sementara itu, India mengklaim berhasil menembak jatuh sebuah pesawat tempur Pakistan.

Serangan Pakistan ini sehari setelah pesawat tempur India menyerang di dalam wilayah Pakistan untuk pertama kalinya sejak perang pada1971 silam.

Kedua negara telah memerintahkan serangan udara selama dua hari terakhir. Serangan ini pertama kalinya dalam sejarah ketika dua kekuatan negara yang memiliki senjata nuklir saling serang. Tak hanya itu, pasukan darat dari kedua negara terlibat baku tembak dari belasan lokasi.

Ketegangan telah meningkat sejak bom mobil bunuh diri oleh militan yang disebut berbasis di Pakistan dari wilayah Kashmir yang dikuasai oleh India. Serangan militan ini menewaskan sedikitnya 40 polisi paramiliter India pada 14 Februari 2019. Tetapi konflik meningkat ketika India melancarkan serangan udara yang diklaim India hanya menyasar terhadap basis pelatihan teroris.

Serangan India diklaim menargetkan Jaish-e-Mohammed (JeM), kelompok yang mengaku bertanggungjawab serangan bunuh diri di Kashmir. India mengklaim sejumlah besar teroris JeM telah terbunuh, tetapi para pejabat Pakistan menyebut serangan tersebut gagal dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Dalam sebuah pernyataan terpisah, kementerian luar negeri Pakistan mengatakan telah mencapai target “non-militer” di dalam Kashmir yang dikuasai India, tetapi menghindari kehilangan korban jiwa dan kerusakan bangunan

Menurut dia,  India menyerang apa yang disebut sebagai pendukung teroris tanpa sedikit pun bukti.

“Kami juga mempertahankan hak timbal balik untuk membalas terhadap elemen-elemen yang menikmati perlindungan India sambil melakukan aksi teror di Pakistan,” kata pernyataan itu. (asr)