Puluhan Juta Warga Dilanda Pemadaman Listrik Besar-Besaran di Dua Negara Amerika Selatan

ETIndonesia — Pemadaman listrik besar-besaran menyebabkan puluhan juta orang kehilangan pasokan listrik di Argentina dan Uruguay pada hari Minggu, 16 Juni 2019, waktu setempat. Pemadaman listrik besar-besaran terjadi setelah kegagalan yang tidak dapat dijelaskan dalam jaringan listrik yang saling terhubung di dua negara bertetangga itu.

Pihak berwenang bekerja dengan panik untuk memulihkan pasokan listrik. Akan tetapi pada pertengahan sore sekitar setengah dari 40 juta orang Argentina masih kehilangan pasokan listrik.

Pemadaman lsitrik besar-besaran bertepatan dengan pemilu lokal, dimana para pemilih memberikan suara melalui telepon seluler dalam pemilihan gubernur di Argentina. Transportasi umum dihentikan, toko-toko tutup dan pasien yang tergantung pada peralatan medis di rumah, didesak untuk pergi ke rumah sakit yang memiliki generator.

“Aku sedang dalam perjalanan untuk makan dengan seorang teman, tetapi kami harus membatalkan semuanya. Tidak ada kereta bawah tanah, tidak ada yang berfungsi,” kata Lucas Acosta, seorang warga Buenos Aires yang berusia 24 tahun.

“Yang lebih buruk, hari ini adalah Hari Ayah. Saya baru saja berbicara dengan tetangga dan dia mengatakan kepada saya bahwa putranya tidak akan dapat bertemu dengannya.”

Pada sore jelang malam, listrik berhasil dipulihkan untuk sebagian besar dari 3 juta orang Uruguay. Akan tetapi di Argentina, hanya sekitar 50 persen jaringan listrik negara yang kembali beroperasi, Presiden Mauricio Macri mengatakan di Twitter, dan para pejabat dari Sekretariat Energi berkumpul untuk mengupayakan layanan penuh segera untuk semua pelanggan.

Jaringan listrik Argentina umumnya dikenal dalam keadaan rusak, dengan gardu dan kabel yang tidak segera diganti karena tingkat daya sebagian besar pelanggan tetap sama selama bertahun-tahun.

Menteri energi negara itu mengatakan pemadaman listrik terjadi sekitar pukul 7 pagi waktu setempat ketika sistem interkoneksi utama runtuh. Penyebabnya sedang diselidiki dan belum dapat dipastikan.

Warga berjalan di depan toko-toko yang tutup di Buenos Aires, ketika pemadaman listrik besar-besaran melanda Argentina dan Uruguay, pada 16 Juni 2019.( Foto : Tomas F. Cuesta/AP Photo/The Epoch Times)

Otoritas Brasil dan Chili mengatakan negara mereka tidak terpengaruh.

Para pejabat pemerintah tidak segera dapat dihubungi untuk dimintai komentar, tetapi banyak penduduk Argentina dan Uruguay mengatakan ukuran pemadaman itu belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah negara.

“Saya belum pernah melihat yang seperti ini,” kata Silvio Ubermann, seorang pengemudi taksi di ibukota Argentina. “Tidak pernah terjadi pemadaman listrik sebesar ini di seluruh negeri.”

Perusahaan energi Argentina, Edesur mengatakan di Twitter bahwa kegagalan itu berasal dari titik transmisi listrik antara pembangkit listrik di Yacyretá dan Salto Grande di timur laut negara itu.

Perusahaan energi Uruguay, UTE, mengatakan bahwa kegagalan sistem Argentina memadamkan listrik ke semua Uruguay pada satu titik dan sebagian besar Argentina. Perusahaan mengatakan bahwa beberapa kota pantai Uruguay memiliki layanan listrik pada sore hari dan menyalahkan pemadaman listrik pada kerusakan dalam jaringan Argentina.

Menteri energi Argentina mengatakan listrik ‘turun’ sejak pukul 07:07 pagi. Hanya provinsi Tierra del Fuego di selatan yang tidak terpengaruh.

“Penyebabnya masih diselidiki,” kata kantor menteri energi.

Perusahaan listrik Argentina Edesur mengatakan bahwa sekitar 450.000 klien telah ‘pulih daya’ pada 11:53, dengan rumah sakit diberikan prioritas. Pejabat Uruguay tidak memberikan data jumlah klien yang kembali mendapat pasokan listrik, tetapi daftar daerah yang semakin pulih menunjukkan bahwa pemulihan berjalan lebih cepat di sana.

Beberapa provinsi Argentina mengadakan pemilihan gubernur pada hari Minggu. Para pemilih sebagian besar menggunakan layar ponsel dan lampu senter untuk menerangi surat suara mereka.

“Ini adalah pemadaman terbesar dalam sejarah, saya tidak ingat hal seperti ini (pernah terjadi) di Uruguay,” kata Valentina Giménez, seorang penduduk ibu kota, Montevideo.

Dia mengatakan kekhawatiran terbesarnya adalah listrik tidak dapat dipulihkan pada waktunya untuk menonton pertandingan tim nasional di turnamen sepak bola Copa America, pada Minggu malam.

Sejak menjabat, Macri mengatakan bahwa langkah-langkah penghematan bertahap diperlukan untuk menghidupkan kembali ekonomi negara yang sedang berjuang. Dia telah memotong birokrasi dan mencoba untuk mengurangi defisit anggaran pemerintah dengan memesan pengurangan pekerjaan dan mengurangi subsidi utilitas. Yang dia pertahankan adalah perlu untuk memulihkan kehilangan pendapatan karena kesalahan manajemen sektor listrik selama bertahun-tahun.

Menurut Institut Pembangunan Sosial Argentina, rata-rata keluarga di Argentina masih membayar listrik 20 kali lebih sedikit daripada rumah tangga serupa di negara-negara tetangga.

Subsidi adalah bagian penting dari kebijakan kelistrikan pemerintahan Presiden Néstor Kirchner tahun 2003-2007 dan istri sang presiden sekaligus penerus Kirchner, Cristina Fernández pada tahun 2007-2015. Fernandez sekarang mencalonkan diri sebagai wakil presiden dalam pemilihan umum Oktober mendatang. (THE ASSOCIATED PRESS/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

https://youtu.be/M_mC5lLx2Ow

Simak Juga :

https://youtu.be/rvIS2eUnc7M