Sumber Orang Dalam dan Wartawan Independen : Pejabat Komunis Tiongkok Memanipulasi Penghitungan Kasus Coronavirus dengan Cara Mengendalikan Pasokan Kit Diagnostik

Olivia Li – The Epochtimes

Wabah coronavirus Wuhan jauh lebih besar daripada angka resmi yang dikeluarkan oleh pihak berwenang kesehatan masyarakat Tiongkok. Langkah menutupi keparahan tersebut dengan membatasi jumlah kit diagnostik ke rumah sakit Wuhan. Laporan itu diungkapkan oleh orang dalam dan seorang wartawan independen.

Orang dalam dan wartawan independen tersebut, keduanya mengatakan, bahwa kit diagnostik hanya diberikan kepada “rumah sakit yang memenuhi syarat.” Sedangkan dalam jumlah yang sangat terbatas.

Tenaga kesehatan di rumah sakit-rumah sakit ini mengungkapkan bahwa jumlah kit diagnostik yang dipasok kurang dari 10 persen dari yang dibutuhkan untuk menguji pasien.

Kini rumah sakit-rumah sakit itu mengklaim bahwa tanggung jawab pihaknya saat ini adalah hanya menyediakan perawatan saja. 

Sedangkan pihaknya tidak menegakkan diagnosis. Pasien yang ingin menegakkan diagnosisnya tidak dapat memperolehnya dan putus asa.

Pasokan Kit Diagnostik yang Terbatas

Orang dalam yang berbicara kepada The Epoch Times berbahasa Tionghoa pada tanggal 24 Januari mengatakan, bahwa dengan mengendalikan jumlah kit diagnostik yang tersedia, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tiongkok dapat menetapkan batas atas  kasus Coronavirus yang dipastikan setiap hari.

“Awalnya, ada beberapa hari berturut-turut saat tidak ada satu pun pasien yang dipastikan menderita pneumonia Wuhan. Tetapi saat negara-negara lain mengidentifikasi pasien di antara orang-orang dari Tiongkok, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tiongkok terpaksa meningkatkan kasus yang dilaporkan. Hal itu menjelaskan mengapa Tiongkok tiba-tiba melaporkan lebih dari seratus kasus yang baru dipastikan dalam beberapa hari. Tiongkok memanipulasi penghitungan. Jumlah pasien sebenarnya adalah jauh lebih besar,” ungkap orang dalam itu.

Ia lebih lanjut menjelaskan bahwa alasan lain keengganan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tiongkok untuk menegakkan diagnosis adalah bahwa saat seorang pasien dipastikan terinfeksi Coronavirus, maka si pasien menerima perawatan gratis. Pemerintah kemudian membayar perawatan pasien tersebut.

Selain itu, beberapa rumah sakit tidak dilengkapi dengan baik untuk melindungi tenaga kesehatannya dari penyakit menular. Sedangkan banyak tenaga kesehatannya terinfeksi virus, sebagaimana diungkapkan orang dalam itu.

“Bahkan tenaga kesehatan yang mencari perawatan ini ditolak oleh rumah sakit yang memenuhi syarat. Beberapa tenaga kesehatan saat ini menerima perawatan di rumah sakit yang relatif kurang memenuhi syarat,” katanya.

Selain itu, rumah sakit yang memenuhi syarat dalam melakukan uji berusaha memilih pasien yang gejalanya ringan untuk ditegakkan diagnosisnya.

“Pasien yang menunjukkan gejala ringan berpeluang lebih besar untuk disembuhkan. Dengan memilih pasien semacam ini untuk ditegakkan diagnosisnya, maka angka kematian tampak jauh lebih rendah daripada yang sebenarnya,” jelasnya.

Wuhan Menghadapi Empat Masalah Besar

Significant People, sebuah publikasi independen WeChat, menunjuk sebuah artikel baru-baru ini bahwa Wuhan menghadapi empat masalah utama, yaitu  sejumlah kit diagnostik yang terbatas, pasien dengan gejala sulit untuk diuji, kekurangan tempat tidur di rumah sakit, dan pembawa virus yang tidak terdiagnosis bebas berkeliaran.

WeChat adalah media sosial mirip Facebook yang populer di kalangan pengguna Internet Tiongkok.

Artikel itu mengutip sebuah laporan pengendalian penyakit internal perusahaan yang didistribusikan kepada para karyawannya pada tanggal 22 Januari 2020, yang berbunyi : 

“Salah satu karyawan kami, Zhang Xin, dan ayahnya, mereka berdua menderita gejala khas pneumonia Wuhan. Rumah Sakit Tongji menolak menerima mereka, dengan mengatakan, “Kami tidak memiliki kit diagnostik, dan kami tidak menerima pasien yang tidak dipastikan melalui penegakkan diagnosis.” Akibatnya, Zhang Xin dan ayahnya tidak mendapat perawatan apa pun. Kini mereka tinggal di rumah.”

Rumah Sakit Pertama Wuhan, Rumah Sakit No. 6 Wuhan, Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, dan Rumah Sakit Paru Wuhan adalah rumah sakit yang ditunjuk untuk merawat pneumonia Wuhan. Akan tetapi  semua rumah sakit tersebut menolak pasien karena pasokan kit diagnostik yang tidak mencukupi, menurut artikel dari Significant People.

“Mereka yang telah dipilih untuk menjalani diagnosis adalah ‘pemenang lotre’ di mata pasien lain,” kata artikel itu.

Artikel tersebut lebih lanjut mengungkapkan bahwa di kota lain di Provinsi Hubei, rumah sakit yang ditunjuk menerima setumpuk kit diagnostik yang pertama pada sore hari tanggal 22 Januari, tetapi jumlah yang diterima kurang dari 10 persen dari pasien yang perlu diuji. 

Sementara itu, di Xianning, kota yang dekat dengan Wuhan, rumah sakit yang ditunjuk belum menerima kit diagnostik apa pun.

Selain itu, rumah sakit yang memenuhi syarat untuk melakukan diagnosis kini  menolak orang-orang yang meminta tes diagnostik.

Seorang pasien bernama Huang Zijie yakin ia telah terinfeksi dan pergi mencari perawatan di Rumah Sakit Jinyintan, salah satu rumah sakit yang memenuhi syarat. 

Staf rumah sakit itu mengatakan kepadanya bahwa pihak rumah sakit  hanya menerima pasien yang telah ditegakkan diagnosisnya, tetapi menolak untuk menguji Huang Zijie, Significant People melaporkan.

The Epoch Times berbahasa Tionghoa menelepon Rumah Sakit Jinyintan untuk menanyakan pedoman rumah sakit saat ini untuk menerima pasien. Seorang staf rumah sakit menyatakan bahwa kini rumah sakit hanya menerima pasien yang dipilih dan disetujui oleh Komisi Kesehatan Wuhan.

“Setiap pasien yang ingin mendapatkan  perawatan di Rumah Sakit Jinyintan harus berkomunikasi dengan Komisi Kesehatan Wuhan,” kata staf Rumah Sakit Jinyintan itu.

Media pemerintahan Komunis Tiongkok sebelumnya melaporkan bahwa pada tanggal 16 Januari, Pfizer memasok 50.000 hingga 60.000 kit diagnostik ke berbagai kota, dan Geneodx yang berbasis di Shanghai memproduksi 75.000 kit diagnostik tambahan. Secara keseluruhan, seharusnya ada lebih dari 100.000 kit diagnostik yang tersedia. (Vv/asr)

Artikel Ini sebelum sudah terbit di The Epochtimes dengan judul Chinese Authorities Manipulate Tally of Confirmed Coronavirus Cases by Controlling the Supply of Diagnosis Kits

Anggota staf medis yang mengenakan pakaian pelindung untuk membantu menghentikan penyebaran virus mematikan yang dimulai di kota, tiba dengan seorang pasien di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan di Wuhan, Tiongkok, pada 25 Januari 2020. (Hector Retamal / AFP via Getty Images)

Video Rekomendasi :

https://www.youtube.com/watch?v=uuEqGxTMUpY