Kerabatnya Tewas Karena Coronavirus, Emak-emak dari Wuhan Ini Kutuk Keras Rezim Komunis Tiongkok

Olivia Li – The Epochtimes

Seorang warga Wuhan merekam dirinya sendiri sembari mengecam cara rezim Komunis Tiongkok menangani wabah Coronavirus yang menewaskan banyak orang di Tiongkok, termasuk kerabatnya sendiri. Video itu direkam pada tanggal 26 Januari 2020 dan menjadi viral di media sosial Tiongkok.

 Ada beberapa video serupa yang beredar di media sosial Tiongkok. Wanita tersebut sejauh ini adalah satu-satunya yang menghindari mengenakan masker, meskipun fakta bahwa mengungkapkan wajahnya sangat membahayakan identitasnya dikarenakan beringasnya penguasa. Tetapi ia tidak mengungkapkan namanya di video.

 Wuhan, ibukota Provinsi Hubei, adalah pusat penyebaran Coronavirus yang mematikan.

 Berbicara dalam dialek bahasa setempat, dengan marah ia bertanya, “Partai Komunis Tiongkok, kapan mundur? Partai Komunis Tiongkok berjanji kepada rakyat Tiongkok bahwa rakyat Tiongkok akan menikmati ‘kemakmuran moderat’ pada tahun 2020, tetapi sejauh ini apa yang telah rakyat Tiongkok dapatkan [dari Partai Komunis Tiongkok]? Kami kehilangan kerabat kami [karena Partai Komunis Tiongkok]!”

 Karena tidak ada bentuk jamak dalam bahasa Tionghoa, adalah sulit untuk menentukan apakah ia kehilangan lebih dari satu kerabat.

Untuk diketahui, istilah “kemakmuran moderat” digunakan dalam propaganda Komunis Tiongkok sejak tahun 2000-an, saat Hu Jintao adalah pemimpin komunis Tiongkok. Pada akhir tahun 2019, kepala propaganda rezim komunis Tiongkok Wang Huning meluncurkan kampanye nasional yang menyatakan bahwa rencana Tiongkok  tahun 2020 adalah untuk “mengamankan kemenangan yang menentukan dalam membangun masyarakat yang cukup makmur dalam segala hal.”

“Katakan pada saya, apa artinya mencapai ‘kemakmuran moderat’?” kata wanita itu. 

https://www.youtube.com/watch?v=5lHOHQrqXK4&feature=emb_title

“Apa artinya ‘kemakmuran moderat’ bagi rakyat Tiongkok saat rakyat Tiongkok  kehilangan nyawanya? Apa yang Partai Komunis Tiongkok lakukan? Untuk apa rakyat Tiongkok memerlukan pemerintahan seperti itu? Saya mohon, tolong pergi! Mengundurkan diri! Rakyat Tiongkok membutuhkan pemimpin yang baik yang dapat membantu kami menjalani kehidupan yang baik. Rakyat Tiongkok tidak membutuhkan pemerintahan yang korup.”

Ia menunjukkan bahwa kemakmuran ekonomi Tiongkok adalah ilusi dan wabah Coronavirus dapat memberikan tekanan lebih pada ekonomi. Faktanya, tingkat pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tiongkok sebesar 6 persen pada paruh kedua tahun 2019 adalah tingkat pertumbuhan paling lambat sejak tahun 1991.

“Harga rumah yang melambung tinggi dan biaya hidup yang tinggi menyebabkan kesulitan bagi penduduk Tiongkok. Dan kini begitu banyak orang yang sekarat. Semua orang akan melihat gelembung ekonomi meledak,” kata wanita itu.

“Partai Komunis Tiongkok harus menanggung konsekuensi dari tindakan yang dilakukan. Jangan melibatkan kami sebagai rakyat biasa. Kini kami menanggung bebannya, dan kami dikorbankan untuk apa yang telah Partai Komunis Tiongkok lakukan!”

 Ia kemudian bertanya, “Apa gerangan Partai Komunis Tiongkok? Apakah Partai Komunis Tiongkok itu adalah manusia atau setan?”

Videonya telah dibagikan oleh banyak pengguna Twitter dan Facebook di Tiongkok. Para pengikut videonya sangat memuji omelan emak-emak dari wuhan itu. 

Beberapa pengikut mengatakan mereka sangat menyukai pertanyaan terakhirnya, dengan mengatakan, “Pertanyaan yang sangat bagus, menanyakan kepada pejabat Partai Komunis Tiongkok apakah mereka adalah ‘manusia atau setan’ – itu benar tepat sasaran.”

Beberapa pengikut berkomentar, “Jangan memohon Partai Komunis Tiongkok untuk mundur. Gulingkan Partai Komunis Tiongkok.”

Salah satu dari pengikut berkata, “Saya mendengar orang mengatakan bahwa Partai Komunis Tiongkok berada di ambang kehancuran. Kini saya benar-benar percaya itu adalah benar.”

Tanggapan Pihak Berwenang Tiongkok terhadap Wabah

Kelompok pertama pelapor pelanggaran dari pneumonia Wuhan memberitahukan jaringan media sosial mereka pada tanggal 30 dan 31 Desember 2019, mengungkapkan bahwa rumah sakit di Wuhan telah mengidentifikasi beberapa kasus pneumonia virus mirip-SARS.

Polisi Wuhan memerintahkan para pelapor pelanggaran untuk bertemu dengan para penegak hukum di Departemen Kepolisian setempat dan memaksa mereka untuk menandatangani perjanjian yang mengatakan bahwa mereka “menyebarkan desas-desus.”

 Pihak berwenang kesehatan Tiongkok berusaha meremehkan keparahan wabah dan menggunakan pernyataan seperti “para ahli mengesampingkan SARS,” “sejauh ini tidak ada bukti yang jelas bahwa virus ditularkan melalui kontak manusia-ke-manusia.”

Bahkan saat peringatan eksplisit pertama dikeluarkan pada tanggal 20 Januari 2020, pakar kesehatan Tiongkok meremehkan situasi dengan mengatakan kepada masyarakat bahwa dipastikan adanya “penularan terbatas manusia ke manusia.” Para ahli mengatakan Coronavirus memiliki masa inkubasi 14 hari.

Antara tanggal 1 Januari hingga 20 Januari, waktu utama untuk mengendalikan Coronavirus, penduduk Wuhan sibuk dengan belanja liburan serta bertemu dengan kerabat dan teman, dalam persiapan untuk Tahun Baru Imlek. Hampir 5 juta penduduk Wuhan, meninggalkan Wuhan, sebagian besar meninggalkan Wuhan sebelum tanggal 20 Januari untuk liburan.

Hingga kini, Coronavirus menyebar ke semua wilayah di Tiongkok setelah Tibet mencatat kasus pertamanya pada tanggal 30 Januari 2020. Di luar Tiongkok, lebih dari 18 negara dan wilayah juga melaporkan kasus-kasus yang dipastikan akibat Coronavirus, termasuk Amerika Serikat, Italia, Jerman, Kanada, Finlandia, Korea Selatan, Jepang, Taiwan, dan Hong Kong. (Vivi/asr)

Video rekomendasi :

https://www.youtube.com/watch?v=Jr3mzIXvz-A