Sisi Gelap Masker yang Diproduksi Tiongkok, 60% Tidak Memiliki Ruang Produksi yang Steril

ntdtv, oleh Xiong Bin dan Zhong Yan

Media teknologi Tiongkok ‘Tech 星球’ pada 6 April 2020 memberitakan bahwa agen perdagangan masker yang bernama samaran Chen Guohua mengungkapkan, industri masker di daratan Tiongkok dipenuhi hal-hal yang tidak dapat diterima akal sehat. 

Saat ini, ada 60% produksi masker yang beredar di pasar dihasilkan dalam ruang produksi yang tidak steril. Kebanyakan saat mesin untuk memproduksi masker yang dibeli sudah terpasang, langsung berproduksi tanpa memikirkan masalah sterilisasinya. 

Chen yang pernah mendatangi ruang produksi melihat bahwa tenaga kerja yang berada di dalam ruang produksi, tidak menggunakan masker. Selain itu ruangannya penuh dengan debu. Masker-masker hasil produksi pun langsung ditangani dengan tangan yang tanpa sarung. Chen bertanya dalam hati : Siapa yang berani menggunakan masker yang diproduksi dengan cara seperti itu?

Mrs. Liu yang berasal dari kota Yiwu, Zhejiang berkomentar, “Saya tidak berani menggunakan masker yang diproduksi sekarang. Sejauh yang saya ketahui, banyak perusahaan kecil dan menengah tanpa pikir panjang terjun ke bisnis masker. Dengan membeli 2 unit mesin masker dengan outputnya yang sekitar 50.000 hingga 60.000 lembar sehari lalu langsung berproduksi. Ini adalah pabrik kecil. Saya pikir mereka ini berpandangan sangat pendek, yang terpikir hanyalah kepentingan usaha di depan mata, siapa pun yang membeli produk itu adalah bodoh. Pantaslah jika luar negeri tidak mengizinkan produk demikian itu masuk. Saya pikir itu benar, untuk menghasilkan masker yang memenuhi standar, produksi harus berlangsung dalam ruang yang steril”.

Informasi dari Mr. Qiang yang merupakan seorang pekerja di pabrik masker di kota Anhui menyampaikan hal senada. Menurutnya banyak produksi masker yang dihasilkan pabrik kecil pada dasarnya hanya merebut bisnis secara menjual dengan harga rendah. Saat ini dalam situasi bahan dasar untuk masker sedang mahal, Produsen menjual masker untuk sekali pakai dengan harga pabrik di bawah 1 renminbi, KN95 di bawah 10 renminbi yang tidak terjamin efek perlindungannya, bahkan dapat membahayakan orang, jika masker digunakan.

“Untuk standar domestik, sterilitas tidak disyaratkan dalam produksi masker yang digunakan oleh sipil, tetapi harus memenuhi syarat steril untuk masker yang digunakan oleh medis, karena saat ini tidak memiliki stok masker dan setiap negara membutuhkan, jadi bagaimana dengan lingkungan produksinya? Bisa jadi agak longgar dalam pemantauannya”, kata Mr. Qiang.

Mr Qiang mengungkapkan bahwa tanda CE dianggap sebagai paspor untuk memasuki pasar Eropa, tetapi beberapa sertifikasi domestik tidak valid. Masker ditahan setelah ekspor. Masker yang memenuhi standar produksi Tiongkok tidak lagi diterima oleh negara-negara Eropa dan Amerika Serikat.

Menurut Mr. Qiang setiap negara memiliki sertifikasi yang tidak sama. Amerika Serikat membutuhkan sertifikasi FDA – Food and Drug Administration, Uni Eropa memiliki sertifikasi CE singkatan dari bahasa Perancis, Conformite Europeene atau European Conformity. 

Sertifikasi CE mulai diikuti Tiongkok tahun lalu. Sebelum merebaknya wabah, sertifikasi CE di dalam negeri tidak banyak. Setelah sertifikasi CE diterapkan, itu bisa diakui di dalam negeri kita, tetapi apakah juga diakui di negara lain? Tidak jelas”, kata Mr. Qiang. 

Soal sertifikasi itu, Chen Guohua juga mengungkapkan bahwa sertifikat untuk kualifikasi pabrik saat ini semuanya dibeli dengan uang. Bahkan pabrik masker tanpa sertifikat kualifikasi juga dapat berproduksi. Mereka bertindak sebagai sub kontraktor yang menjual produksi lewat pabrik lain yang bersertifikat. Chen mengatakan bahwa banyak pabrik masker kecil di daratan Tiongkok sebelumnya adalah pabrik garmen, pembangkit listrik yang dimodifikasi dengan peralatan serta teknologi terkait yang kurang memenuhi standar.

Sementara Mr. Xu, seorang karyawan pabrik masker di Dongguan mempertanyakan, “Bagaimana masyarakat awam dapat membedakan masker yang memenuhi syarat atau tidak ? Mereka hanya melihat kualitas yang tampak, bukan kualitas bahan dan efektivitas dalam menyaring virus, kecuali melalui pengujian profesional”.

Selain marak informasi produksi masker yang tak steril itu, belum lama ini beredar sebuah video tentang seorang karyawan pabrik masker di daratan Tiongkok yang mengelap sepatunya dengan hasil produksi masker. Perbuatannya itu menimbulkan kemarahan publik.

BBC melaporkan bahwa banyak pemerintah negara di Eropa telah menolak untuk mengimpor peralatan medis buatan Tiongkok. Beberapa negara Eropa telah menyatakan bahwa semua masker produksi Tiongkok harus diuji dan memenuhi standar tingkat FFP (filter face piece) Eropa,  baru diijinkan masuk.

Keterangan Gambar: Ilustrasi masker (sumber network)

sin/rp 

Video Rekomendasi

https://www.youtube.com/watch?v=s4OznR_MJLQ