Mungkinkah Investor TikTok Mempertimbangkan Membeli Semua Saham TikTok di AS?

oleh Fan Yu

Investor dalam startup Tiongkok, ByteDance Technology Co, menyaksikan dengan keprihatinan yang semakin meningkat saat negara-negara di seluruh dunia mengamati dengan seksama TikTok, aplikasi video-sosial populer milik ByteDance Technology, karena masalah keamanan dan intelijen.

TikTok, sebuah aplikasi yang populer di kalangan remaja untuk berbagi video pendek yang dibuat pengguna, mendapat kecaman karena potensi TikTok sebagai alat spionase untuk Partai Komunis Tiongkok. 

Sementara ByteDance Technology sering membantah bahwa pihaknya menyerahkan informasi tersebut kepada Komunis Tiongkok, TikTok telah dilarang oleh India, sementara perusahaan yang mencakup Bank AS, Wells Fargo memperingatkan karyawannya bila  menginstal TikTok pada telepon pintarnya maka akan dikeluarkan dari Wells Fargo.

TikTok berulang kali berupaya menjauhkan diri dari Beijing, menunjuk ke anggota dewan Amerika Serikat, pemisahan data, dan penunjukan mantan eksekutif Walt Disney Co. Kevin Mayer baru-baru ini sebagai CEO TikTok. 

Awal tahun ini, TikTok dilaporkan mengadakan diskusi dengan pemerintah Inggris untuk memindahkan kantor pusatnya ke London sebagai bagian strategi TikTok. Tak lain, untuk meyakinkan pemerintah asing mengenai kemerdekaannya dari rezim komunis. London adalah salah satu dari sedikit kota yang dipertimbangkan.

Tetapi masalah keamanan yang terkait dengan TikTok adalah nyata. Sedangkan kata-kata hampa semacam itu tidak mungkin meyakinkan pemerintah untuk mengizinkan penggunaan TikTok secara luas. 

Seorang mantan penyensor internet di Tiongkok baru-baru ini mengatakan kepada The Epoch Times, bahwa ia pernah diwawancarai oleh ByteDance untuk peran memantau dan menyensor video yang diposting oleh pengguna TikTok.

Dengan asumsi bahwa eksekutif TikTok benar-benar menentang berbagi data dengan Partai Komunis Tiongkok, hal itu masih belum terserah pasar TikTok. Setiap perusahaan Tiongkok, publik atau swasta, milik pemerintah atau non-pemerintah, diharuskan untuk mematuhi hukum intelijen, sensor, dan keamanan Komunis Tiongkok.

Dalam kasus TikTok yang jauh lebih banyak dilaporkan kepada Komunis Tiongkok, pendiri ByteDance, Zhang Yiming harus mengeluarkan sebuah surat kritik-diri pada tahun 2018 setelah melakukan pelanggaran terhadap sensor konten internet Tiongkok.

“Produk kami mengambil jalan yang salah, dan konten muncul yang tidak sepadan dengan nilai-nilai inti sosialis,” tulis Zhang Yiming pada saat itu.

Penghancuran Nilai Besar-besaran

Pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan larangan TikTok di Amerika Serikat — sebuah langkah yang akan mengancam pertumbuhan TikTok di masa depan dan mungkin keberadaan TikTok. 

Sudah cukup ancaman yang dapat menyebabkan investor ByteDance Technology  yang ada memperdebatkan opsi untuk membatasi TikTok dan menyimpan nilainya.

ByteDance Technology adalah startup teknologi swasta dengan sejumlah investor kuat dan berpengaruh. 

Dalam putaran penggalangan dana terbaru pada tahun 2018, ByteDance Technology mengumpulkan uang dari konglomerat Jepang SoftBank Group dan perusahaan ekuitas swasta Amerika Serikat, KKR dan General Atlantic, yang menambah nilai ByteDance Technology sebesar usd 75 miliar.

Penilaian terbaru ByteDance Technology  dilaporkan setinggi usd 100 miliar, menurut South China Morning Post, mengutip orang-orang yang akrab dengan transaksi saham swasta terbaru.

Itu adalah penilaian yang mengejutkan. Tetapi pertimbangkan ini: TikTok diperkirakan memiliki 800 juta pengguna bulanan rata-rata, dan TikTok diunduh lebih dari 738 juta kali pada tahun 2019, menurut situs web BusinessofApps. Di Amerika Serikat, TikTok diunduh lebih dari 46 juta kali pada tahun 2019.

TikTok diunduh 2 miliar kali secara global dan 165 juta kali di Amerika Serikat, menurut Caixin, mengutip data dari Senso Tower.

Itu semua adalah metrik yang mendukung popularitas TikTok dan nilai ekonomisnya. Selain masalah politik dan keamanan, TikTok memiliki platform yang mapan dengan konten yang dibuat pengguna yang berharga bagi pengiklan.

Tetapi, investor ByteDance Technology hanya dapat sepenuhnya menyadari nilai itu jika TikTok terus tumbuh, menambah pengguna, dan akhirnya go public, atau dibeli.

Pembelian Semua Saham di AS untuk Menyelamatkan TikTok?

Tetapi pengawasan yang meningkat di seluruh dunia, karena latar belakang TikTok berhubungan dengan Komunis Tiongkok, merupakan ancaman besar untuk mencapai tujuan-tujuan mulia itu. Sedangkan larangan AS akan menjadi bencana besar. 

Itulah sebabnya, ByteDance Technology menghabiskan usd 500.000 pada kuartal kedua tahun 2020 untuk upaya melobi di Washington, menurut pengungkapan lobi perusahaan yang ditinjau oleh Bloomberg.

Para investor memobilisasi untuk menyelamatkan TikTok dari mendapatkan perawatan Huawei, yang akan langsung menghancurkan nilai perusahaan tersebut.

Menurut situs web industri teknologi The Information, para investor tertentu yang berbasis di Amerika Serikat secara aktif mendiskusikan pembelian aplikasi TikTok dari ByteDance Technology. 

Para investor itu mencakup perusahaan modal ventura Sequoia Capital dan investor yang ada, General Atlantic, telah mengadakan diskusi dengan Kementerian Keuangan Amerika Serikat (yang mengawasi Komite Investasi Asing di Amerika Serikat) dan regulator federal lainnya, mengenai kepemilikan masa depan, data, dan persyaratan teknologi yang memenuhi kekhawatiran pemerintah federal mengenai TikTok.

ByteDance Technology juga tampaknya bersiap untuk melepaskan TikTok. 

Menurut laporan CNBC, Alex Zhu, mantan CEO TikTok, ditugaskan oleh perusahaan induk untuk menjelajah investasi teknologi baru.

Akuisisi ByteDance Technology terbaru adalah kesepakatan pada bulan Mei untuk membeli Baikemy.com, situs web konten kesehatan. 

Dalam hal ini, ByteDance Technology mungkin memandang dirinya kurang sebagai perusahaan induk TikTok, tetapi sebagai holding company untuk aset startup, yang mana TikTok adalah sebuah perusahaan portofolio yang pada akhirnya mungkin akan keluar.

Kesepakatan untuk TikTok tidak akan mudah dilakukan; para pihak harus mencari keseimbangan pada penilaian yang akan cocok untuk investor ByteDance Technology yang ada serta menyajikan sisi positif yang cukup di masa depan bagi pemilik baru. 

Dan tanpa permata mahkota TikTok, akankah investor ByteDance Technology bertahan?

Apa pun yang terjadi, pembelian semua saham yang dipimpin AS untuk membuat TikTok menjauh dari ByteDance Technology dapat berfungsi — dengan asumsi pemerintah Amerika Serikat dapat merasa nyaman dengan  TikTok, misalnya, setelah kode  TikTok dihapus untuk memastikan nol akses TikTok dari Komunis Tiongkok atau sumber-sumber Tiongkok.

Ini mungkin skenario paling konstruktif untuk semua pihak. Investor ByteDance Technology yang ada akan dibayar, pengguna TikTok akan memiliki jaminan yang lebih besar bahwa mereka tidak dimata-matai oleh Komunis Tiongkok, dan akan memungkinkan TikTok untuk melanjutkan pertumbuhannya. (Vv)

Video Rekomendasi :

https://www.youtube.com/watch?v=dLRdofZ4pXg