Hasil Pemilu Jerman, Partai Sosial Demokrat Menang tipis dan Kubu Merkel Memenangkan Rekor Terendah

NTD

Jerman baru saja menggelar pemilihan umum pada tanggal 26 September 2021. Statistik dari situs resmi Komisi Pemilu Jerman menunjukkan Partai Sosial Demokrat (SPD) berhaluan kiri-tengah dengan 25.7% suara mengalahkan kubu konservatif Perdana Menteri Angela Merkel yang terakhir mendapat 24,1% suara.

Prediksi sebelumnya dari Media Jerman, Zweites Deutsches Fernsehen -ZDF- menunjukkan bahwa Partai Sosial Demokrat (SPD) berhaluan kiri-tengah memimpin dengan 26% suara, lebih baik dari pemilihan umum tahun 2017 lalu dengan 20,5% suara.

Diikuti oleh kubu konservatif Angela Merkel Partai Uni Demokratik Kristen (CDU) dengan 24,5%, turun 8,7% dari pemilihan umum terakhir, hasil terburuk sejak Perang Dunia II.

Associated Press dan The “Guardian” Inggris melaporkan, hasil pemilu kali ini terburuk bagi kubu Merkel adalah pemilihan demokratis pertama pasca-perang pada tahun 1949, ketika ia mendapat 31% suara.

Reuters melaporkan, meskipun  Partai Sosial Demokrat maupun CDU dan CSU tidak dapat mengendalikan mayoritas suara di Parlemen, kedua  pihak enggan mengulangi situasi memalukan “pemerintah koalisi besar” selama empat tahun terakhir. 

Menyetujui untuk membentuk pemerintahan koalisi baru dapat memakan waktu beberapa bulan, dan mungkin juga memerlukan partisipasi partai-partai kecil, Partai Hijau (Greens)dan Partai Demokrat Liberal (FDP). Kali ini Partai Hijau (Greens)dan Partai Demokrat Liberal (FDP) masing-masing meraih 14,8% dan 11,5% suara.

Selain itu, Alternatif sayap kanan untuk Jerman mendapat 10,3% suara.

Olaf Scholz yang berusia 63 tahun diperkirakan akan menjadi Kanselir SPD keempat pasca perang setelah Willy Brandt, Helmut Schmidt dan Gerhard Schroeder.

Olaf Scholz adalah walikota Hamburg. Ia pada saat ini menjabat sebagai Wakil Kanselir Jerman dan Menteri Keuangan di Kabinet Merkel.

Armin Laschet, seorang kandidat berusia 60 tahun untuk perdana menteri dari CDU/CSU, mengatakanr: “Tidak selalu partai pertama yang melahirkan perdana menteri.”

Ketika dia mencoba memenangkan partai-partai kecil sebelumnya, dia berkata: “Saya berharap ada pemerintahan di mana setiap mitra dapat berpartisipasi, sehingga semua orang dapat terlihat, bukan tempat di mana hanya perdana menteri yang dapat bersinar.”

 Olaf Scholz dan Armin Laschet mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk mencapai kesepakatan sebelum Natal untuk membentuk koalisi baru di pemerintahan. (hui)