Apakah 26 Pejabat Senior PKT “Gugur” Sebagai Korban Meletusnya Perang Mempertahankan Xi Jinping ?

NTD

Seminggu terakhir, Komisi Pusat Inspeksi Disiplin Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah menjatuhkan hukuman disiplin terhadap 26 orang pejabat senior. Di samping itu Zhongnanhai juga mengeluarkan aturan yang melarang kerabat pejabat senior berbisnis. Ada komentator yang berpendapat bahwa sinyal-sinyal ini menunjukkan bahwa jelang Kongres Nasional ke-20, pertikaian antar pejabat di tingkat tinggi berkembang semakin sengit, sampai Sekjen PKT Xi Jinping menggerakkan “perang mempertahankan kekuasaan”.

Menurut sebuah laporan di situs web Komisi Pusat untuk Inspeksi Disiplin dan Komisi Pengawasan Negara pada 20 Juni, bahwa sejak 13 hingga 19 Juni, ada 16 orang pejabat yang menjalani penyelidikan, dan 10 orang diantaranya masuk dalam daftar pelanggaran disiplin partai dan urusan pemerintahan.

Di antara mereka, keenambelas orang pejabat yang menjalani pemeriksaan adalah :

Zhang Wufeng, mantan sekretaris dan direktur Biro Cadangan Biji-bijian dan Bahan Negara. Guo Jingang, wakil manajer umum Shanxi State-owned Capital Operation Co., Ltd. Wei Jie, wakil ketua Zhongyuan Bank Co., Ltd.. Zhou Hong, wakil direktur Departemen Urusan Sipil Provinsi Heilongjiang. Li Dayong, mantan wakil kepala Grup Inspeksi dan Pengawasan Disiplin Perusahaan Minyak Nasional Tiongkok. Fu Xiaodong, mantan presiden China Development Bank Cabang Henan. Meng Bing, sekretaris Masyarakat Hukum Provinsi Liaoning. Zhao Zhigang, wakil kepala jaksa Kejaksaan Provinsi Jiangsu, dan lain-lain.

Selain itu, 10 orang pejabat dikenakan hukuman ganda berupa pemecatan dari anggota partai (PKT) dan pemecatan dari jabatan pemerintah. Mereka antara lain adalah :

Lu Jianxin, mantan wakil manajer umum Shanxi Publishing and Media Group Co., Ltd.. Chen Qiang, mantan direktur Komite Tetap Kongres Rakyat Kota Liaoyang, Provinsi Liaoning. Lu Kaiwang, mantan kapten Tim Investigasi Kriminal dari Departemen Keamanan Publik Daerah Otonomi Guangxi Zhuang. Chen Shengliang, mantan direktur Biro Keamanan Publik Kota Chaozhou, Provinsi Guangdong. He Yemin, mantan wakil direktur Departemen Keuangan Administrasi Umum Kepabeanan. Zheng Wenbin, mantan wakil kepala Distrik Minhang, Shanghai dan mantan kepala Biro Keamanan Umum Kota Cabang Distrik Minhang.

Analisis : Kampanye anti korupsi PKT bagaikan membasmi lalat hanya di sekitar toilet

Opini publik yang beredar adalah tampaknya daftar pelanggaran disiplin yang dirilis Komisi Pusat Inspeksi Disiplin itu sudah disiapkan terlebih dahulu oleh otoritas Xi Jinping. Karena Kongres Nasional semakin mendekat, perselisihan semakin sengit, dengan menggerakan “perang mempertahankan kekuasaan” Xi Jinping dapat mengatasi musuh politiknya melalui anti-korupsi, meskipun efektivitasnya terhadap pembasmian korupsi sangat kecil. 

Dalam sebuah wawancara dengan Radio Free Asia, Mr. Mao, seorang komentator urusan terkini mengatakan, bahwa dari langkah-langkah yang diambil Xi Jinping dalam mencegah penyebaran epidemi yang “Nol Kasus Infeksi”, hingga permintaan Dewan Negara untuk sesegera mungkin memulihkan kegiatan transportasi dan produksi, kebijakan yang saling konflik ini membuat perbedaan ideologis yang terjadi menjadi semakin serius.

Tetapi dia mengatakan bahwa kampanye anti-korupsi PKT tersebut bagaikan “membasmi lalat hanya di sekitar toilet”, yang jelas tidak memecahkan masalah secara mendasar. Karena korupsi yang terjadi di Tiongkok itu merupakan korupsi yang bersifat sistemik. Jadi tidak ada gunanya hanya dengan mengandalkan metode yang dipakai Komisi Pusat untuk Inspeksi Disiplin.

Xi Jinping : Anti-korupsi ada perjuangan politik yang tidak boleh kalah

Kantor Berita resmi Xinhua melaporkan bahwa ketika Politbiro mengadakan “studi kolektif” pada tanggal 17 Juni, Xi Jinping yang hadir menekankan bahwa kampanye anti-korupsi adalah perjuangan politik besar yang tidak boleh kalah, dan Xi juga menuntut agar anggota Politbiro dan pejabat tinggi PKT lainnya untuk “mempertahankan standar tertinggi”, “bersedia introspeksi diri juga menjaga keluarga dan kerabatnya, termasuk segala urusan yang berkaitan dengan mereka”.

2 hari kemudian, yakni 19 Juni, Kantor Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok mengeluarkan aturan yang melarang pasangan, anak-anak pejabat senior PKT menjalankan bisnis. Selain itu juga meminta pejabat untuk melaporkan secara jujur keadaan sebenarnya dari kerabat mereka yang melakukan kegiatan bisnis.

“Peraturan” itu juga menyatakan bahwa pejabat yang tidak melaporkan secara jujur, atau memanfaatkan kekuasaannya untuk mencari keuntungan bagi kerabat mereka, dan kerabat mereka yang melanggar peraturan dengan menitipkan kepemilikan, melakukan investasi yang anonim, atau memakai cara lainnya akan dimintai pertanggungjawaban.

Pada saat yang sama, Komisi Pusat untuk Inspeksi Disiplin telah meluncurkan penyelidikan besar-besaran terhadap para pejabat senior.

Ahli : Xi Jinping mengintimidasi orang-orang yang menentangnya

Dalam hal ini, Chen Weijian, pemimpin redaksi Beijing Spring dan seorang media senior mengatakan kepada Epoch Times pada 20 Juni bahwa jika Xi Jinping ingin terpilih kembali di Kongres Nasional ke-20, ia harus mengintimidasi orang-orang yang menentang dirinya. “Kini kader senior, termasuk anggota keluarganya, wajib melaporkan hartanya. Ini memang ancaman yang sangat besar bagi anggota partai. Artinya Xi Jinping mengendalikan mereka semua. Siapapun yang tidak patuh dan tidak jujur ​​bisa ia jatuhkan”.

Namun, beberapa analis percaya bahwa peraturan baru ini hanya digunakan untuk membodohi rakyat jelata. Dalam lingkungan pejabat PKT, mana ada pejabat yang tidak melakukan korupsi ? Jadi peraturan semacam ini hanyalah sarana yang dimanfaatkan oleh pejabat tinggi untuk melenyapkan para penentang. Setelah “Angin berlalu” situasi menjadi tenang lalu korupsi pun pulih kembali.

Wu Zuolai, seorang ilmuwan politik independen mengatakan kepada VOA : “Ketika rambut terjambak seluruh badan bergerak, itu pada dasarnya hanya berpura-pura, sebagai hembusan angin belaka. “Penerbitan dokumen semacam itu menjelang Kongres Nasional ke-20 selain untuk menekan mereka-mereka yang secara terang-terangan dan ceroboh menjarah sumber daya negara. Alasan lain yang mungkin adalah menghilangkan orang-orang yang menentang Xi Jinping”. (sin)