Dokter Berbagi Kapan Anda Harus Berhenti Memberi Anak Anda Dot

EtIndonesia. Beberapa orang memperingatkan agar tidak menggunakannya, sementara yang lain tidak dapat hidup tanpanya. Semua pertanyaan membara Anda kini terjawab.

Dot tersedia dalam berbagai bentuk, dan ukuran, dan banyak orangtua tidak dapat membayangkan hidup tanpa dot di mulut anak mereka.

Namun orangtua sering kali berada di persimpangan jalan ketika memutuskan apakah akan memperkenalkan dot untuk menenangkan bayi mereka.

Dokter gigi kosmetik dan ahli kedokteran gigi anak pemenang penghargaan, dr. Sam Koh, telah berbicara secara eksklusif kepada Kidspot untuk mempertimbangkan hubungan rumit antara penggunaan dot dan perkembangan gigi bayi.

Frekuensi dan durasi

“Efek penggunaan dot pada masalah ortodontik bergantung pada dua faktor,” kata dr. Koh.“Frekuensi dan durasi.”

Ia menyarankan penggunaan yang berlebihan atau berkepanjangan dapat menyebabkan masalah gigitan, seperti lengkungan yang sempit, gigitan terbuka, dan overjet yang berlebihan.

Perkembangan bicara juga mungkin terpengaruh, hal ini menyoroti pentingnya penggunaan dot yang penuh perhatian.

Pendekatan dua arah

Dr. Koh memberikan nasihat praktis bagi para orangtua, dengan mendesak mereka untuk membatasi penggunaan dot, terutama saat bangun tidur, dan bertujuan untuk berhenti menggunakan dot pada usia 2-3 tahun.

Penelitian telah mengaitkan penggunaan dot dalam jangka waktu lama dengan ketidaksejajaran atau posisi gigi yang salah saat rahang tertutup.

“Ini adalah sebuah tantangan, namun mengurangi ketergantungan pada dot dapat secara signifikan mengurangi potensi masalah gigi,” tambahnya.

Memilih dot yang tepat

“Dalam hal memilih dot, tidak semuanya diciptakan sama,” saran dr. Koh.

Ia merekomendasikan dot dengan bentuk yang lebih datar, untuk mengurangi risiko masalah gigitan.

“Dummies dengan desain dot simetris mendukung perkembangan gigi alami, menyelaraskan gigi dan rahang lebih rapat,” saran dr. Koh.

Saatnya mengucapkan selamat tinggal?

Mengetahui kapan harus mengucapkan selamat tinggal pada boneka anak Anda adalah sebuah misteri bagi banyak orangtua, namun dr. Koh punya jawabannya.

“Mencegah penggunaan dot setelah usia 2-3 tahun akan membuat mulut dan rahang lebih tenang sebelum gigi permanen tumbuh,” sarannya.

“Menyapih lebih awal atau penggunaan terbatas pada waktu tidur bahkan lebih baik.”

Tanda-tanda penggunaan dot dapat berdampak pada gigi

Penting bagi orangtua dan pengasuh untuk memperhatikan tanda-tanda seperti perubahan pola bicara, lidah yang terjulur, atau perubahan pernapasan, karena ini mungkin merupakan tanda-tanda gigi impaksi.

“Pemeriksaan gigi secara rutin dapat mendeteksi masalah sejak dini sehingga memungkinkan dilakukannya intervensi tepat waktu,” sarannya.

Seberapa sering Anda membersihkan dot anak Anda?

Perawatan yang tepat adalah hal yang terpenting, dan dr. Koh menyarankan para orangtua untuk “mengikuti instruksi perawatan pada kemasan” sebagai langkah awal.

Dia juga menyarankan untuk menghindari sterilisasi UV untuk dot lateks dan jangan pernah menyimpannya di dalam freezer.

Penggantian secara teratur, tidak berbagi dengan anak lain, dan tidak mencelupkan ke dalam bahan seperti gula juga penting untuk menjaga kebersihan.

Panduan cara melakukannya

Kombinasi strategi seperti membatasi penggunaan dot pada waktu-waktu tertentu dan menghentikannya secara bertahap adalah dua cara untuk menyapih anak Anda dengan lembut.

Alternatif seperti membacakan buku atau memperkenalkan mainan yang menenangkan dapat memudahkan transisi.

Penguatan positif dan pengaturan waktu transisi tanpa stres juga efektif. (yn)

Sumber: kidspot.com