SURABAYA, 27 Juli 2026 – Sebuah aplikasi belanja daring bernama SOCA mencatat pertumbuhan pengguna yang signifikan dalam beberapa minggu pertama sejak diluncurkan. Platform ini mengklaim telah mencatatkan “jutaan transaksi” dan menarik “puluhan ribu member baru” yang mengunduh aplikasi tersebut.
Fenomena ini menyoroti adanya segmen pasar yang mencari lebih dari sekadar kemudahan berbelanja, yakni model ekonomi yang menawarkan imbal balik langsung bagi penggunanya.
Mekanisme Aplikasi dan Model Bisnis
Berdasarkan deskripsi yang tersedia di platform distribusi aplikasi, SOCA beroperasi dengan model cashback dan afiliasi. Pengguna dapat memperoleh komisi ketika mereka berbelanja secara daring melalui tautan yang dibagikan dari aplikasi. Mekanisme yang disebutkan adalah dengan menempelkan tautan produk dari marketplace seperti Shopee ke dalam aplikasi SOCA, kemudian berbelanja seperti biasa untuk mendapatkan imbalan.
Pendekatan ini menggabungkan fungsi pembelanja dengan peran sebagai afiliasi, di mana pengguna dapat memperoleh penghasilan tambahan dengan mengajak orang lain berbelanja melalui tautan yang mereka bagikan.
Respon Pasar dan Produk Unggulan
Chen Maria, yang disebut sebagai Owner sekaligus CEO SOCA, mengaitkan tingginya minat masyarakat dengan kebutuhan akan ekosistem belanja yang menawarkan nilai lebih di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
“Antusiasme masyarakat terhadap SOCA benar-benar luar biasa. Ini menunjukkan bahwa masyarakat butuh ekosistem belanja yang mudah, adil, menguntungkan dan bisa diakses oleh semua kalangan,” ujarnya dalam siaran pers.
SOCA mencatat penjualan yang signifikan untuk produk-produk yang mereka tawarkan, termasuk air minum ONOWATER Hydrogen Water dan produk-produk dengan merek seperti Kakkoi, Pyon Pyon, serta Yorokobi Koffie. Produk-produk ini tergolong dalam kategori gaya hidup yang menjadi salah satu fokus penjualan di aplikasi tersebut.
Peluang Penghasilan dan Target Pasar
Salah satu nilai jual utama aplikasi ini adalah klaim bahwa siapa pun dapat memperoleh penghasilan tambahan tanpa memerlukan modal besar. Target pasar yang disebutkan mencakup ibu rumah tangga, mahasiswa, karyawan, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Eko Wibowo, yang disebut sebagai GM SOCA, menambahkan bahwa aplikasi ini telah terhubung dengan beberapa marketplace terkenal di Indonesia dan berencana untuk menambah kerja sama serupa dalam waktu dekat.
Konteks Ekonomi Digital
Peluncuran dan respons awal terhadap SOCA terjadi di tengah pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang terus berlanjut. Aplikasi ini masuk dalam kategori platform belanja yang mencoba menawarkan model baru di luar transaksi jual-beli konvensional, dengan memasukkan unsur partisipasi pengguna dalam ekosistem pemasaran afiliasi.
Perkembangan ini menambah ragam pilihan bagi konsumen di Indonesia yang semakin akrab dengan transaksi daring. SOCA sendiri menargetkan untuk mencapai “jutaan unduhan” dalam tahun ini dan bercita-cita menjadi salah satu aplikasi belanja terbesar di Indonesia.


