EtIndonesia. Sejak zaman kuno hingga hari ini, tanah Tiongkok yang begitu luas selalu diselimuti aura misterius, dipenuhi oleh legenda abadi, pemandangan luar biasa, serta wilayah-wilayah yang dianggap tabu. Seiring perkembangan teknologi dan perluasan kota, beberapa tempat terlarang ini bukannya terlupakan—justru semakin menunjukkan keanehan dan daya tariknya yang tak masuk akal. Ada yang mengatakan bahwa tempat-tempat ini adalah zona terlarang bagi kehidupan, taman belakang Sang Maut—sekali masuk, serasa terjatuh ke alam baka. Terlepas dari perubahan zaman, beberapa wilayah tetap terselubung tabir misteri yang tak terpecahkan.
Berikut ini tiga lokasi paling sering disebut ketika membahas kawasan penuh teka-teki di Tiongkok:
1. Wawu Shan dan “Mihun Dang” – Segitiga Bermuda di Daratan
Di wilayah Meishan, Provinsi Sichuan, terdapat Wawu Shan, sebuah gunung indah yang dipenuhi bunga azalea dan menjadi sumber inspirasi para sastrawan. Namun di balik keindahan hutan permai itu, tersembunyi sebuah area yang dikenal dengan nama “Mihun Dang”—secara harfiah berarti “Kolam Kebingungan Jiwa”, yang dijuluki Segitiga Bermuda di Daratan.
Tempat ini memiliki medan yang rumit dan rawa-rawa yang luas. Berbagai fenomena aneh sering dilaporkan terjadi di sana: kompas tidak berfungsi, jam tangan berhenti mendadak, bahkan orang-orang bisa mengalami disorientasi atau kehilangan kesadaran.
Sejak era Dinasti Ming, sudah tak terhitung banyaknya penjelajah yang masuk ke dalam hutan ini dan tak pernah kembali. Para astronom bahkan berspekulasi bahwa lokasi ini memiliki kesamaan garis lintang dengan Segitiga Bermuda dan Piramida Mesir—mungkin merupakan celah menuju dunia lain. Jalur menuju “Mihun Dang” atau alam baka dalam teks-teks kuno, mungkin benar-benar tersembunyi di balik hutan Wawu Shan.
2. Gerbang Setan di Sungai Erlong – Ujian Nyali di Alam Liar
Di Pegunungan Liupan, wilayah Ningxia, terdapat Gerbang Setan di Sungai Erlong. Tempat ini dikenal sebagai lokasi strategis militer sejak zaman dulu, namun juga merupakan salah satu “lubang hitam” petualangan yang paling menyeramkan di Tiongkok.
Memasuki Gerbang Setan bagaikan menembus lapisan-lapisan kabut magis. Angin dingin mendesis, binatang liar muncul secara tak terduga, dan suasana begitu mencekam. Masyarakat setempat punya pepatah terkenal: “Mudah masuk, sulit keluar.” Tempat ini seperti medan ujian hidup dan mati versi nyata.
Tak ada peta wisata, tak ada pemandu. Semua bergantung pada insting dan takdir. Banyak kisah menegangkan yang beredar di kalangan masyarakat, namun tidak ada satu pun yang dapat menceritakan keseluruhan pengalaman dengan utuh. Seolah-olah ada kekuatan misterius yang menyembunyikan kebenaran dari dunia luar.
3. Desa Fengmen – Desa Terkutuk yang Ditakuti Warga
Di Qinyang, Provinsi Henan, terdapat sebuah desa bernama Fengmen, yang dari luar tampak indah dengan pegunungan hijau dan arsitektur kuno seperti dalam lukisan. Namun di balik keindahan itu tersembunyi rahasia kelam yang membuat bulu kuduk berdiri.
Sejak tahun 1981, warga desa mulai meninggalkan tempat itu satu per satu, hingga akhirnya desa tersebut benar-benar kosong dan dijuluki sebagai “Desa Hantu”. Sebuah kursi tua dari Dinasti Qing di dalam desa terkenal angker—konon siapa pun yang duduk di sana akan mengalami kematian misterius. Para pecinta misteri menjadikan kursi ini sebagai tantangan ekstrem.
Beberapa fotografer mengaku berhasil menangkap wajah-wajah aneh di dalam foto, mengalami luka cakaran saat malam, atau menyaksikan peti mati yang muncul lalu menghilang begitu saja.
Cerita yang paling populer adalah tentang tiga seniman muda yang menginap di rumah tua desa itu pada tahun 1963. Mereka mengalami serangkaian mimpi aneh dan gangguan fisik: wajah hantu muncul di lemari, sosok wanita telanjang mandi lalu melompat ke sumur, dan saling mencekik di malam hari hingga pingsan. Semua itu hanya berhenti setelah mereka melakukan ritual persembahan. Sejak saat itu, nama “Fengmen” menjadi tabu bagi orang-orang yang penakut.
Mendapatkan Kembali Rasa Percaya
Entah itu kisah horor dari Desa Fengmen, anomali waktu di Mihun Dang, atau angin gelap dari Gerbang Setan, semuanya seperti mengingatkan kita bahwa di dunia ini masih banyak fenomena yang belum bisa dijelaskan oleh sains modern. Misteri-misteri lama yang mungkin telah dilupakan, sebenarnya belum lenyap—mereka hanya bersembunyi diam-diam di balik hutan, gunung, dan desa terpencil.
Mungkin sudah waktunya kita kembali mendongak ke langit, merunduk dalam doa, dan menghidupkan kembali rasa hormat kepada alam dan yang gaib. Sebab hanya dengan keseimbangan antara nalar dan ketakziman, manusia bisa memahami semesta dengan lebih utuh.(jhn/yn)


