EtIndonesia. Sejak awal musim hujan minggu lalu, berbagai wilayah di Pakistan dilanda hujan deras dan banjir bandang. Dalam waktu hanya beberapa hari, sedikitnya 45 orang dilaporkan tewas, termasuk lebih dari sepuluh anak-anak.
Menurut laporan AFP, provinsi Khyber Pakhtunkhwa yang berbatasan dengan Afghanistan mencatat jumlah korban tewas terbanyak, yakni 21 orang, termasuk 10 anak-anak.
Media lokal melaporkan bahwa sebuah banjir bandang menyapu sejumlah keluarga yang berada di tepi sungai. Badan Penanggulangan Bencana setempat menyatakan, 14 dari korban jiwa berasal dari Lembah Swat (Swat Valley).
Sementara itu, di Provinsi Punjab — provinsi terpadat di Pakistan yang berbatasan dengan India — tercatat 13 orang meninggal sejak 25 Juni, dengan 8 di antaranya adalah anak-anak yang tertimpa tembok atau atap rumah yang roboh akibat hujan deras. Beberapa orang dewasa meninggal akibat banjir mendadak.
Di Provinsi Sindh dan Balochistan, tercatat 11 korban jiwa akibat hujan muson deras.
Badan Meteorologi Nasional Pakistan memperingatkan bahwa risiko hujan deras dan banjir bandang akan tetap tinggi setidaknya hingga 5 Juli.
Musim semi tahun ini, Pakistan mengalami serangkaian cuaca ekstrem, termasuk hujan es hebat. Pada bulan lalu saja, sedikitnya 32 orang tewas dalam badai hebat.
Pakistan termasuk salah satu negara di dunia yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim, dengan populasi mencapai 240 juta jiwa yang kini semakin sering menghadapi fenomena cuaca ekstrem. (Hui/asr)
Dikutip NTDTV.com dari Central News Agency/ Lu Yongxin


