EtIndonesia. Clayton Ward resmi lulus dari MassBay Community College pada 30 Juni 2020, memperoleh gelar Associate of Arts dan kini tengah menempuh jalur untuk menjadi guru sejarah sekolah menengah.
Clayton Ward berasal dari keluarga sopir bus sekolah—orangtuanya, bahkan kakeknya, semuanya pernah menjalani profesi yang sama. Meskipun Ward sebenarnya memiliki keinginan untuk meninggalkan dunia itu, pada akhirnya dia tetap menyetir bus sekolah. Yang membedakannya: dia juga berbagi kecintaannya terhadap sejarah kepada anak-anak yang dia antar setiap hari.
Saat dia mengantarkan para siswa ke dan dari sekolah di Framingham, Massachusetts, anak-anak kelas bawah biasanya hanya bercerita tentang apa yang mereka pelajari di kelas hari itu. Namun, anak-anak kelas atas tahu bahwa Ward menyukai sejarah—dan mereka pun mulai bertanya kepadanya tentang berbagai peristiwa sejarah tertentu.
“Beberapa anak pernah berkata, ‘Anda seharusnya menjadi guru saya,’ atau ‘Saya berharap Anda jadi guru saya.’ Itu karena mereka mendengar perspektif yang berbeda dari saya—cara penyampaian yang berbeda, bukan seperti yang mereka dengar berulang-ulang di kelas,” ujar Ward, 30 tahun, dalam wawancara dengan CNN.
Komentar-komentar sederhana seperti itu berulang kali memotivasi Ward untuk kembali ke dunia pendidikan. Hingga akhirnya, dia memutuskan untuk mewujudkan impian lamanya menjadi guru sejarah.
Mewujudkan Mimpi yang Sempat Tertunda

Sekitar sepuluh tahun yang lalu, Ward terpaksa putus kuliah karena tidak sanggup menyeimbangkan antara bekerja dan belajar. Namun, berkat dorongan dari para siswa yang dia antar setiap hari, pada Mei 2019 dia mendaftarkan diri kembali sebagai mahasiswa di MassBay Community College.
Pada siang hari, dia tetap bekerja sebagai sopir bus sekolah. Pada malam hari dan waktu di antara jadwal antar-jemput, dia menghadiri kuliah malam serta mengikuti kelas daring (online) untuk mengejar kelulusan.
“Itu tidak mudah,” kata Ward kepada pihak kampus. “Saya menyetir pagi dan sore, dan di sela-sela waktu itulah saya kuliah—baik secara langsung maupun daring. Saya selalu teringat pada kata-kata para siswa itu, serta keinginan saya selama ini untuk mewujudkan mimpi menjadi guru. Itulah yang membuat saya tetap fokus.”
Dalam waktu kurang dari satu tahun, Ward berhasil menyelesaikan gelar Associate of Arts dalam bidang Liberal Arts, bahkan lulus dengan penghargaan kehormatan tertinggi. Menurut pihak kampus, setiap semester dia masuk dalam daftar mahasiswa berprestasi (Dean’s List). Pada upacara kelulusan daring tanggal 30 Juni, dia juga menerima beberapa penghargaan karena berhasil mempertahankan nilai IPK sempurna: 4.0.
Figur Inspiratif bagi Masa Depan Dunia Pendidikan
Nina B. Keery, Dekan Fakultas Humaniora dan Ilmu Sosial di MassBay Community College, menyampaikan kebanggaannya kepada CNN: “Clayton benar-benar merupakan teladan dari semangat pantang menyerah dan dedikasi yang dijunjung tinggi oleh kampus kami.”
“Saya sangat bangga atas pencapaian luar biasa yang dia raih di bidang akademik dan di fakultas kami. Para siswa yang kelak dia ajar akan sangat diuntungkan. Mereka tidak hanya akan belajar sejarah, tapi juga belajar apa makna menjadi pelajar yang sukses,” tambahnya.
“Mereka akan menyadari bahwa kerja keras dan ketekunan adalah kunci menuju keberhasilan.”
Perjalanan Masih Berlanjut

Kini setelah meraih gelar associate, Ward bersiap melanjutkan pendidikannya di Framingham State University pada musim gugur mendatang. Dia akan mengambil jurusan Sejarah dan minor di bidang Pendidikan Menengah sebagai langkah menuju profesinya sebagai guru sekolah menengah.
Namun di balik semua pencapaian ini, Ward mengaku bahwa semua itu tidak akan mungkin terjadi tanpa dorongan dari para siswa kecil yang ia temui setiap hari di bus sekolah.
“Sulit dipercaya bahwa anak-anak bisa memiliki pengaruh sebesar ini—bahkan bisa mengubah hidup saya,” ujar Ward menyentuh. “Hal-hal kecil seperti itu bisa berdampak besar bagi kehidupan seseorang. Kedengarannya memang gila, tapi saya benar-benar ingin mengucapkan terima kasih atas setiap kata dan semangat yang mereka berikan.”
Sungguh kisah inspiratif tentang semangat, pengorbanan, dan pengaruh positif dari anak-anak yang polos. Clayton Ward membuktikan bahwa impian yang sempat tertunda bisa diwujudkan kapan saja, asalkan kita punya alasan kuat untuk melangkah lagi—dan kadang, alasan itu datang dari sumber yang paling tak terduga.(jhn/yn)


