Gedung Putih: Perekonomian AS Mulai Pulih, Tarif Menghasilkan Pendapatan yang Sangat Besar

EtIndonesia. Gedung Putih menyatakan  sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjabat, inflasi inti di Amerika Serikat tetap terkendali pada tingkat 2,1%. Bahkan pada  Juni, pemerintah AS mencatat surplus anggaran untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade. Penegakan hukum di perbatasan juga berhasil mencatatkan nol pembebasan imigran ilegal selama dua bulan berturut-turut. Jubir Gedung Putih Karoline Levitt dengan gembira menyatakan bahwa Amerika sedang memasuki “era keemasan”.

 “Sejak Presiden Trump menjabat, tingkat inflasi inti tetap di angka 2,1%, dan setiap bulannya konsisten atau lebih rendah dari prediksi para ekonom. Upah meningkat dengan cepat, sementara harga kebutuhan pokok menurun. Bulan lalu, harga mobil baru, mobil bekas, dan tiket pesawat turun. Dibandingkan tahun lalu, harga bensin, minyak bakar, produk energi, hotel, transportasi umum, dan sayuran segar juga mengalami penurunan,” ujarnya. 

Levitt juga menyebutkan bahwa sejak Trump menjabat, pendapatan dari tarif bea masuk telah melebihi 113 miliar dolar AS, yang membantu pemerintah mencatat surplus anggaran pada bulan Juni—untuk pertama kalinya dalam hampir sepuluh tahun.

 “Dengan kebijakan perdagangan ‘America First’ yang mendorong pertumbuhan ini, kita benar-benar sedang melangkah menuju era keemasan,” ujarnya. 

Baru-baru ini, Presiden Trump telah mengirim surat pemberitahuan tarif ke 25 negara, termasuk Kanada, Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, Afrika Selatan, Malaysia, dan lainnya. Levitt mengatakan bahwa negosiasi dengan Uni Eropa dan Kanada masih berlangsung. Namun, Kanada disebutnya “selalu sulit diajak berunding” dalam isu perdagangan, sementara sikap Uni Eropa “sangat positif”.

Levitt juga menyoroti pencapaian pemerintahan Trump dalam menangani isu perbatasan. Data terbaru dari Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan menunjukkan bahwa pada bulan Juni hanya ada 6.072 kasus penyeberangan ilegal, turun 15% dibandingkan rekor tertinggi pada bulan Maret tahun ini. Sebagai perbandingan, pada masa pemerintahan Biden, jumlah penyeberangan ilegal bisa melebihi 10.000 orang dalam sehari.

Levitt menambahkan:  “Yang lebih penting lagi, pada bulan Juni tidak ada satu pun imigran ilegal yang dibebaskan ke dalam wilayah AS dari perbatasan selatan. Ini adalah bulan kedua berturut-turut dengan nol pembebasan. Presiden Trump telah berjanji untuk mengatasi invasi imigrasi ilegal, dan sekarang janji itu sedang diwujudkan dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Selain itu, Presiden Trump baru-baru ini didiagnosis menderita “insufisiensi vena kronis”, yang menyebabkan pembengkakan ringan di kedua kakinya. Namun, Levitt menegaskan bahwa kondisi kesehatan Presiden tetap sangat baik, dan ia akan membagikan memo medis resmi kepada para wartawan. (Hui/asr)

Laporan oleh Zhang Qin, New Tang Dynasty Television

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine