Insiden di mana pemimpin poros kejahatan terang-terangan membicarakan penggunaan organ transplantasi demi mencapai keabadian, pada Rabu (3/9/2025), memicu kehebohan internasional. Menanggapi pertanyaan reporter NTD, Ketua DPR Amerika Serikat, Mike Johnson, menyatakan dengan tegas bahwa itu adalah ucapan jahat. Ia juga berjanji akan menjadikan “penentangan terhadap pengambilan organ hidup-hidup” sebagai prioritas legislasi Kongres
Koresponden NTD, Melina Wisecup, dari Capitol Hill
Reporter NTD di Kongres, Melina Wisecup: “Dalam parade militer PKT hari ini, (pemimpin PKT) Xi Jinping dan (Presiden Rusia) Vladimir Putin, melalui mikrofon yang tak sengaja terbuka, terdengar membicarakan transplantasi organ dan keabadian. Kita tahu PKT telah lama melakukan pengambilan organ dari tahanan hati nurani. Apa tanggapan Anda?”
Ketua DPR AS, Mike Johnson: “Saya katakan begini, kami sudah mendengar banyak kisah mengerikan soal transplantasi organ di Tiongkok, yang diambil secara paksa dari orang-orang yang sama sekali tidak bersedia menjadi donor. Itu bahasa yang halus untuk menggambarkan kengerian sebenarnya.”
“Faktanya, ini pertama kalinya mereka ketahuan secara langsung. Itu sudah cukup menjelaskan. Itu menunjukkan pandangan dunia mereka bertolak belakang dengan kita. (Ucapan mereka) adalah ucapan iblis. Kami mendengar hal-hal yang benar-benar mengerikan. Jika para pemimpin mereka sendiri membicarakan hal ini, kita harus waspada,” lanjutnya.
“Amerika Serikat membela moral dan etika, dan kami akan berdiri menentang praktik semacam ini. Seperti Anda tahu, kami sudah memiliki rancangan undang-undang untuk menangani masalah ini, dan jika benar adanya (pengambilan organ dari tahanan hati nurani), maka kami harus menjadikannya prioritas legislatif. Jadi, bagi saya, ini adalah kabar baru,” tegasnya.
PKT sejak tahun 1999 melancarkan penindasan terhadap kelompok spiritual Falun Gong yang berlandaskan prinsip “Sejati-Baik-Sabar”.
Pada tahun 2006, pertama kali ada saksi yang bersuara mengungkap bahwa PKT melakukan pengambilan organ dari praktisi Falun Gong yang masih hidup. Pada Mei tahun ini, DPR AS dengan suara bulat meloloskan “Undang-Undang Perlindungan Falun Gong”, dan dengan 406 suara mendukung versus 1 menolak, juga meloloskan “Undang-Undang Penghentian Pengambilan Organ Hidup-Hidup”.
Sejumlah analis menilai, percakapan Xi Jinping dan Putin yang bocor secara tak sengaja pada Rabu itu bisa mempercepat pengesahan dua rancangan undang-undang tersebut di Senat AS, dan kemudian ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden Trump.
Sumber : NTDTV.com


