EtIndonesia. Suatu hari, Plato berkata kepada gurunya, Socrates: “Guru, orang bernama X itu tidak baik!”
Socrates bertanya dengan tenang: “Kenapa kamu berkata begitu?”
Plato menjawab: “Dia selalu mencari-cari kesalahan dalam ajaranmu, dan dia juga tidak suka dengan hidung pesekmu.”
Socrates tersenyum, lalu berkata perlahan: “Sebaliknya, aku justru merasa dia orang yang cukup baik.”
Plato heran dan bertanya: “Bagaimana mungkin Guru bisa berpikir begitu?”
Socrates menjelaskan: “Dia sangat berbakti kepada ibunya, setiap hari merawatnya dengan penuh perhatian. Dia sangat menghormati gurunya, tidak pernah berlaku kurang ajar. Dia tulus kepada teman-temannya, bahkan berani menegur kesalahan mereka demi membantu memperbaiki. Dia penuh kasih kepada anak-anak, sering bermain bersama mereka. Dan dia juga punya belas kasih kepada orang miskin. Pernah aku melihat dengan mata kepala sendiri, dia memberikan koin terakhir yang dia miliki kepada seorang pengemis.”
Plato masih keberatan: “Tapi Guru, dia tidak menghormatimu!”
Socrates berdiri, lalu menepuk bahu Plato dengan penuh kasih sayang: “Anakku, di sinilah letak persoalannya. Jika kita menilai orang hanya dari bagaimana dia memperlakukan kita, sering kali kita akan salah menilai. Karena itu, aku menilai seseorang bukan dari sikapnya padaku, melainkan dari bagaimana dia memperlakukan orang lain.”
Pelajaran Hidup
Jangan menilai seseorang hanya dari cara ia memperlakukan diri kita. Pandanglah lebih luas, lihat bagaimana ia bersikap pada keluarganya, gurunya, sahabatnya, anak-anak, dan orang-orang lemah di sekitarnya. Di sanalah kita bisa benar-benar mengenal karakter seseorang. (jhn/yn)


