Badai Melissa Menuju Kuba dan Jamaika, Otoritas Desak Evakuasi

EtIndonesia. Badai Melissa bergerak menuju Jamaika dan Kuba, diperkirakan akan membawa banjir, tanah longsor, dan gelombang badai ke wilayah tersebut, menurut Reuters.

Badai Melissa telah menguat menjadi badai Kategori 4 yang bergerak menuju Jamaika dan Kuba, diperkirakan akan membawa banjir dahsyat, tanah longsor, dan gelombang badai ke wilayah tersebut, menurut Pusat Badai Nasional AS (NHC).

Badai tersebut saat ini memiliki kecepatan angin maksimum 220 km/jam dan diproyeksikan akan menguat saat mendekati Jamaika, di mana badai tersebut diperkirakan akan mendarat pada Senin malam atau Selasa dini hari. Badai tersebut kemungkinan akan mencapai Kuba bagian tenggara pada Selasa malam.

Evakuasi di Jamaika

Otoritas di Jamaika telah mendesak penduduk untuk mengungsi ke tempat penampungan, yang jumlahnya hampir 900 di seluruh negeri.

Pada Minggu malam, Perdana Menteri Andrew Holness mengeluarkan perintah evakuasi wajib untuk Port Royal di Kingston dan enam wilayah lainnya. Namun, beberapa penduduk dilaporkan menolak untuk naik bus evakuasi.

NHC memperingatkan bahwa Badai Melissa dapat membawa curah hujan 15 hingga 30 inci (38–76 cm) di Jamaika dan Hispaniola selatan, dengan puncak lokal hingga 40 inci (≈101 cm).

Di Kuba, total curah hujan diperkirakan hanya sekitar setengahnya.

Tanggapan regional dan internasional

Menteri Informasi Jamaika, Dana Morris Dixon, mengatakan Badan Manajemen Darurat Bencana Karibia siap membantu, dan beberapa mitra internasional telah menjanjikan dukungan.

Badai destruktif sebelumnya di AS

Pada bulan September, Badai Helen melanda Florida, menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah AS. Operasi penyelamatan dan tempat penampungan didirikan untuk penduduk terdampak, sementara angin kencang memutus aliran listrik bagi lebih dari 1 juta orang di Florida dan 50 ribu orang di Georgia.

Gubernur Florida, Georgia, Alabama, Carolina, dan Virginia mengumumkan keadaan darurat. Fasilitas energi di sepanjang Pantai Teluk AS mengurangi operasi dan mengevakuasi beberapa lokasi.

Sebelumnya, pada Oktober 2024, Badai Milton menghantam Florida, menyebabkan 2,2 juta rumah dan bisnis kehilangan aliran listrik dan menghancurkan sekitar 125 bangunan, sebagian besar berupa rumah mobil. Hampir 5 juta orang dievakuasi sebelum badai tiba. (yn)

INSPIRASI ERABARU

Punya Banyak Uang Belum Tentu Bahagia! Pria 68 Tahun Menemukan Kembali Kualitas Hidup dengan Bekerja Paruh Waktu di Supermarket 

EtIndonesia.com  Media New Tang Dynasty melaporkan bahwa ketika merencanakan masa pensiun, kebanyakan orang biasanya hanya memikirkan satu hal: "Apakah uang saya akan cukup?" Namun,...

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine