EtIndonesia.com Hula hoop merupakan salah satu olahraga kebugaran yang digemari banyak orang karena dapat membantu membakar kalori serta membentuk tubuh. Namun, jika dilakukan dengan cara yang tidak tepat, aktivitas ini justru dapat menyebabkan cedera serius.
Baru-baru ini, di Provinsi Zhejiang, Tiongkok, dilaporkan beberapa kasus limpa pecah akibat bermain hula hoop. Bahkan, beberapa pasien mengalami syok hemoragik (syok akibat kehilangan darah dalam jumlah besar).
Menurut laporan Rumah Sakit Serikat Pekerja Xi’an pada 16 Juni, Rumah Sakit Keempat yang berafiliasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Zhejiang menerima seorang wanita berusia 28 tahun yang dilarikan dengan ambulans dalam kondisi darurat. Saat tiba di rumah sakit, wajahnya pucat, bibirnya membiru, mengalami nyeri perut hebat, dan tekanan darahnya turun hingga 80/50 mmHg.
Keluarga pasien mengatakan bahwa wanita tersebut tidak mengalami kecelakaan atau benturan apa pun. Ia hanya bermain hula hoop sebentar setelah makan malam.
Pemeriksaan USG menunjukkan adanya banyak darah yang menggenang di rongga perut. Saat operasi dilakukan, dokter menemukan bahwa limpa pasien telah hancur, digambarkan “seperti tahu darah yang remuk”. Setelah limpa yang pecah diangkat melalui operasi dan pasien mendapatkan perawatan, kondisinya kini telah pulih dan diperbolehkan pulang.
Laporan itu juga mengingatkan bahwa apabila dalam waktu 24 jam setelah bermain hula hoop muncul gejala seperti urine berubah kemerahan atau diduga mengandung darah, nyeri pinggang disertai hasil pemeriksaan urine yang tidak normal, atau nyeri perut yang disertai rasa sakit pada bahu kiri tanpa sebab yang jelas, penderita sebaiknya segera mencari pertolongan medis.
Dalam beberapa waktu terakhir, unit gawat darurat Rumah Sakit Keempat Universitas Zhejiang telah menerima tiga pasien yang mengalami pecah organ dalam akibat bermain hula hoop.
Menurut laporan media setempat, seluruh pasien tersebut adalah perempuan berusia antara 30 hingga 50 tahun. Saat tiba di ruang gawat darurat, mereka sudah mengalami syok akibat kehilangan darah. Hasil CT scan menunjukkan bahwa limpa mereka mengalami robekan atau pecah dan terdapat penumpukan darah dalam jumlah besar di rongga perut.
Para pasien diketahui menggunakan hula hoop berbobot relatif berat dan melakukan olahraga intensif tidak lama setelah makan.
Dokter menjelaskan bahwa limpa terletak di bagian kiri atas rongga perut dan tidak memiliki banyak jaringan lemak pelindung di sekitarnya. Gerakan memutar hula hoop dapat menyebabkan benturan berulang pada daerah bawah tulang rusuk, sehingga berpotensi melukai limpa. Risiko cedera semakin besar jika menggunakan hula hoop yang terlalu berat atau memiliki tonjolan keras pada permukaannya.
Dokter mengingatkan bahwa olahraga hula hoop tidak cocok untuk semua orang. Beberapa saran yang diberikan antara lain:
- Pilih hula hoop dengan berat kurang dari 1 kilogram.
- Hindari berolahraga segera setelah makan kenyang.
- Jangan melakukan latihan berat dalam waktu yang terlalu lama sekaligus.
- Waspadai nyeri yang menetap di perut kiri atas, karena pada tahap awal cedera limpa rasa sakitnya dapat menyerupai nyeri otot. Jika nyeri tidak mereda, segera periksakan diri ke rumah sakit.
Selain itu, terdapat beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat menggunakan hula hoop:
- Hula hoop yang lebih berat tidak selalu memberikan hasil yang lebih baik.
- Bermain lebih lama juga tidak selalu lebih efektif.
- Jangan terus-menerus memutar hula hoop ke arah yang sama dalam waktu lama.
- Perhatikan postur tubuh yang benar saat bermain.
- Jangan hanya mengandalkan hula hoop sebagai satu-satunya bentuk olahraga; kombinasikan dengan jenis latihan fisik lainnya.
Sumber : NTDTV.com


