EtIndonesia.com Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (25 Juni), saat menyampaikan pidato dalam jamuan makan malam bersama para petani Amerika di Rose Garden, Gedung Putih, mengatakan bahwa alasan ia mengalihkan fokus dari pembangunan ekonomi Amerika yang kuat ke penanganan Iran adalah karena mencegah Iran memperoleh senjata nuklir merupakan prioritas utama keamanan nasional Amerika Serikat.
Trump juga menyatakan bahwa Amerika Serikat kini berada dalam posisi yang lebih menguntungkan dalam perundingan dengan Iran.
“Kalau Anda ingin mencari masalah, berikan saja mereka senjata nuklir. Mereka akan menggunakannya dalam waktu satu jam. Kami sama sekali tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Kami telah mengalahkan mereka telak, dan sekarang kami bernegosiasi dari posisi yang benar-benar kuatâkekuatan yang mutlak,â katanya.
IAEA: Inspeksi di Iran Harus Dilanjutkan
Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, mengatakan bahwa kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran mencakup peran badan pengawas nuklir PBB dalam membentuk mekanisme pengawasan.
Menurut Grossi, IAEA harus dapat memasuki Iran untuk melakukan inspeksi, karena tidak ada cara lain untuk memastikan kepatuhan terhadap perjanjian tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa pembicaraan awal mengenai inspeksi fasilitas nuklir Iran telah dimulai, dan berharap proses tersebut dapat diselesaikan secepat mungkin pada tahun ini.
Grossi mengatakan:”Pada dasarnya kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan. Agar perjanjian itu dapat dipatuhi, IAEA harus memperoleh hak untuk mengakses dan memeriksa fasilitas-fasilitas tersebut.”
Namun, Teheran menegaskan bahwa lokasi-lokasi penting tetap tidak akan dibuka sampai tercapai kesepakatan akhir dengan Washington yang mencakup pencabutan sanksi terhadap Iran.
Ketegangan di Timur Tengah Masih Berlanjut
Sementara itu, situasi keamanan di Timur Tengah tetap tegang.
Menurut pejabat Amerika Serikat, pada Kamis, militer Iran meluncurkan pesawat nirawak (drone) yang menyerang sebuah kapal kargo di Selat Hormuz. Serangan tersebut merusak ruang kemudi kapal, tetapi tidak menimbulkan korban jiwa.
Menyusul insiden tersebut, Organisasi Maritim Internasional (IMO) di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa menghentikan sementara operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz.
Meski demikian, harga minyak dunia secara keseluruhan masih terus menurun. Pada Jumat, harga minyak mentah Brent diperdagangkan di bawah US$73 per barel.
Rubio Bertemu Sekutu Teluk
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio bertemu dengan para sekutu negara-negara Teluk di Bahrain.
Rubio menegaskan bahwa setiap kesepakatan yang dicapai dengan Iran akan mempertimbangkan kepentingan keamanan negara-negara Teluk.
Rubio mengatakan:”Kami tidak ingin dan tidak akan membuat keputusan atau komitmen apa pun yang dapat merugikan kemakmuran, stabilitas, maupun keamanan para mitra kami di kawasan Teluk.”
AS dan GCC: Perdamaian Harus Mengatasi Ancaman Iran
Amerika Serikat dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) pada Kamis mengeluarkan pernyataan bersama yang menegaskan bahwa perdamaian yang berkelanjutan hanya dapat tercapai apabila masalah program rudal balistik Iran, kemampuan drone, serta dukungannya terhadap kelompok-kelompok proksi juga diselesaikan.
Pernyataan tersebut juga kembali menegaskan dukungan terhadap kebebasan pelayaran di Selat Hormuz, serta menolak segala upaya negara mana pun untuk mengenakan biaya, tarif, ataupun mengendalikan lalu lintas pelayaran di jalur strategis tersebut.
Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) merilis foto-foto pesawat tempur F-16 yang sedang melakukan patroli udara di kawasan Timur Tengah.
Disusun oleh reporter NTD Television, Yu Liang dan Ying Xiang.


