EtIndonesia.com Venezuela diguncang dua gempa bumi kuat berkekuatan M 7,2 dan M 7,5 pada pukul 18.04 dan 18.05 waktu setempat 24 Juni 2026. Banyak bangunan runtuh, warga berlarian ke luar rumah untuk menyelamatkan diri. Hingga 26 Juni telah tercatat sekitar 30 gempa susulan. Sebelumnya dilaporkan 589 orang meninggal dunia, 1.520 orang terluka, dan sekitar 200 orang masih terjebak. Sebuah laporan menyebutkan korban lebih dari 50.000 jiwa.
Gempa Susulan, Korban Tewas Naik Menjadi 920 Orang
Pada Jumat (26 Juni), wilayah pesisir utara Venezuela kembali diguncang gempa berkekuatan M4,9.
Menurut laporan, setelah dua gempa besar pada Rabu malam, jumlah korban telah meningkat menjadi sedikitnya 920 orang meninggal, 3.360 orang terluka, dan 172 orang masih tertimbun reruntuhan. Pemerintah Venezuela juga menyatakan bahwa jumlah orang hilang telah melampaui 50.000 orang.
Pusat Seismologi Eropa-Mediterania (EMSC) menyebut pusat gempa susulan berada sekitar 61 kilometer barat laut Maracay, Venezuela utara.
Belum ada rincian lebih lanjut, tetapi menurut saksi mata yang dikutip Reuters, gempa juga terasa di Maracay dan Caracas.
Against impossible odds, hope endures. 🇺🇸
— Department of State (@StateDept) June 27, 2026
American search and rescue teams rescued an infant from beneath the rubble following the earthquake in Venezuela. Every life saved is a victory. pic.twitter.com/PcFayXEqNP
Sebelumnya Terkonfirmasi 589 Orang Tewas, 50.000 Orang Dilaporkan Hilang
Berdasarkan data resmi terbaru yang diumumkan Pejabat Presiden Venezuela Delcy Rodríguez pada Jumat (26 Juni), dua gempa besar tersebut telah menyebabkan:
- 589 orang meninggal dunia
- 2.980 orang terluka
Masih banyak warga yang belum diketahui keberadaannya, sementara jaringan komunikasi mengalami gangguan serius. Tim penyelamat terus berpacu dengan waktu memanfaatkan 72 jam pertama (“golden window”) untuk mencari korban yang masih hidup.
Seiring ditemukannya lebih banyak jenazah di bawah reruntuhan, jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah.
Hingga Jumat pagi, sebuah situs khusus untuk melaporkan orang hilang telah menerima lebih dari 50.000 laporan.
Amerika Serikat Menyediakan Bantuan Senilai US$150 Juta
Departemen Luar Negeri AS mengumumkan bantuan darurat senilai US$150 juta, terdiri dari:
- US$50 juta bagi organisasi kemanusiaan yang bekerja di Venezuela.
- US$100 juta untuk Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA).
AS juga akan mengirim Tim Tanggap Bantuan Bencana, termasuk dua tim pencarian dan penyelamatan yang didukung Departemen Pertahanan AS.
Selain itu, Departemen Luar Negeri membentuk satuan tugas khusus untuk mengkoordinasikan operasi bantuan pemerintah dan sektor swasta.
Bangunan Runtuh, Warga Mencari Korban Selamat
Foto-foto terbaru menunjukkan kehancuran akibat gempa.
Pada 25 Juni:
- Sebagian bangunan Bandara Simón Bolívar runtuh.
- Warga mencari korban selamat di bangunan yang ambruk di Catia La Mar, Negara Bagian La Guaira.
- Banyak bangunan di Caracas roboh atau mengalami kerusakan berat.
Ketua Parlemen: Pejabat Presiden Meninjau Daerah Terdampak
Ketua Majelis Nasional Jorge Rodríguez mengumumkan bahwa Pejabat Presiden Delcy Rodríguez telah tiba di wilayah pesisir Karibia yang paling terdampak untuk memimpin langsung penanganan bencana.
Militer Amerika Serikat Dikerahkan Membantu Operasi Penyelamatan
Komando Selatan Amerika Serikat (SOUTHCOM) menyatakan telah bekerja sama dengan Departemen Luar Negeri untuk mengerahkan kemampuan:
- transportasi udara,
- logistik,
- pencarian dan penyelamatan guna membantu pemerintah Venezuela.
SOUTHCOM juga membentuk tim perencanaan operasi yang terdiri dari para ahli bantuan kemanusiaan.
Ketua Majelis Nasional: Sedikitnya 188 Orang Tewas
Dalam pembaruan sebelumnya, Jorge Rodríguez mengatakan:
- 188 orang meninggal
- 1.520 orang terluka
- sekitar 200 orang masih terjebak
- sedikitnya 250 bangunan rusak atau hancur
Operasi Penyelamatan Terus Berlangsung
Rekaman dari sumber intelijen terbuka memperlihatkan korban berhasil diselamatkan dari bawah reruntuhan.
Kelompok Masyarakat: Orang Hilang Mungkin Sudah Lebih dari 11.000
Menurut Al Jazeera, sebuah kelompok oposisi membuat situs daring bagi masyarakat untuk melaporkan anggota keluarga yang hilang.
Hingga saat itu, 11.000 orang telah dilaporkan hilang.
Media tersebut menegaskan bahwa angka itu hanya berasal dari warga yang memiliki akses internet dan bersedia melapor.
USGS: Korban Jiwa Bisa Mencapai 10.000–100.000 Orang
Menurut perkiraan awal Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) yang dikutip Reuters, jumlah korban meninggal akibat dua gempa besar ini berpotensi mencapai antara 10.000 hingga 100.000 orang.
USGS juga menyatakan bahwa bencana ini kemungkinan berdampak sangat luas.
Tim Penyelamat Internasional Menuju Venezuela
Pejabat Presiden Delcy Rodríguez mengatakan tim penyelamat profesional yang telah tersertifikasi PBB sedang menuju Venezuela untuk membantu pencarian korban.
Ia juga mengungkapkan telah berbicara dengan sejumlah kepala negara serta Koordinator PBB di Venezuela.
Prancis Mengirim 85 Personel SAR
Presiden Prancis Emmanuel Macron telah berbicara melalui telepon dengan Delcy Rodríguez dan menyampaikan belasungkawa.
Prancis akan segera mengirim 85 tenaga pencarian dan penyelamatan ke Venezuela.
Swiss Mengirim 80 Personel, 8 Anjing Pelacak, dan 18 Ton Peralatan
Pemerintah Swiss mengaktifkan Swiss Rescue Chain, yang terdiri atas:
- 80 personel,
- 8 anjing pelacak,
- 18 ton peralatan penyelamatan.
Tim akan segera diberangkatkan ke Venezuela.
Seorang Ayah dan Putrinya Berhasil Diselamatkan
Video dari sumber intelijen terbuka menunjukkan seorang perempuan dan ayahnya berhasil dievakuasi dari reruntuhan di dekat Gedung Coral Beach, Negara Bagian La Guaira.
Bursa Efek Caracas Menghentikan Perdagangan
Bursa Efek Caracas mengumumkan penghentian sementara seluruh aktivitas perdagangan.
Pemerintah Venezuela juga akan menggunakan dana IMF untuk membentuk Dana Rekonstruksi Awal senilai US$200 juta guna membangun kembali rumah sakit, infrastruktur, dan perumahan.
Saat itu telah tercatat sekitar 30 gempa susulan.
Rubio: Tahap Berikutnya Memulihkan Telekomunikasi
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa setelah operasi penyelamatan selesai, fokus berikutnya adalah menilai kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang Venezuela.
Dalam 48 jam ke depan, AS juga akan membantu memulihkan layanan internet dan telekomunikasi.
Rubio: Prioritas Utama Menyelamatkan Korban yang Masih Terjebak
Rubio mengatakan prioritas utama adalah menyelamatkan warga yang masih tertimbun reruntuhan.
Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat berharap dapat membantu Venezuela melewati tragedi ini dan bangkit kembali.
Saat itu korban yang telah dikonfirmasi berjumlah 164 orang meninggal dan hampir 1.000 orang terluka.
AS Mengirim Tim SAR
Rubio mengatakan AS telah mengirim tim penyelamat dari:
- Fairfax County, Virginia
- Los Angeles
AS juga menyediakan citra udara untuk membantu memetakan tingkat kerusakan, khususnya di wilayah pesisir.
Foto Sebelum dan Sesudah Gempa
Foto perbandingan yang beredar memperlihatkan banyak gedung pencakar langit runtuh sehingga mengubah wajah kota secara drastis.
Full towers down in Venezuela.
— Open Source Intel (@Osint613) June 25, 2026
Before and after.
Unbelievable devastation. pic.twitter.com/k91dmhyeJR
Gempa M5,5 Terjadi di Chile
Sumber intelijen terbuka juga melaporkan gempa berkekuatan 5,5 terjadi di Chile.
PBB Mengerahkan Bantuan Darurat
Direktur Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), Amy Pope, mengatakan pihaknya sedang mengerahkan sumber daya untuk menilai kebutuhan ribuan korban gempa.
Ia menyebut kabar dari Venezuela sangat memilukan dan menegaskan bahwa bantuan internasional sangat penting.
Uni Eropa Mengaktifkan Program Copernicus
Uni Eropa mengaktifkan sistem pemantauan satelit Copernicus untuk mendukung operasi penyelamatan di Venezuela.
Komisaris Bantuan Kemanusiaan Uni Eropa Hadja Lahbib mengatakan UE siap meningkatkan bantuan dan para mitra telah mulai bekerja di lapangan.
Video Warga Saat Menyelamatkan Diri
Video seorang warga memperlihatkan dirinya berlari menuruni tangga apartemen.
Terlihat retakan besar di dinding dan kerusakan bangunan yang semakin parah hingga ke lantai bawah.
Delcy Rodríguez: Tetap Berhubungan Erat dengan Pemerintahan Trump
Delcy Rodríguez mengatakan telah berbicara melalui telepon dengan Marco Rubio yang menyampaikan dukungan kepada rakyat Venezuela.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintahan Presiden Donald Trump atas bantuan dan solidaritas yang diberikan.
Maskapai Menyesuaikan Jadwal Penerbangan
Copa Airlines dan Avianca membatalkan penerbangan menuju Caracas pada 24–25 Juni.
Avianca juga menawarkan pengembalian dana atau penjadwalan ulang penerbangan.
Gedung 22 Lantai Runtuh
Sebuah gedung setinggi 22 lantai di kawasan Altamira, Caracas, runtuh akibat gempa.
Seorang warga Caracas, Roberto Gamas, menceritakan: “Gedung bergoyang sangat keras ke kiri dan ke kanan. Sulit dipercaya. Kami bahkan tidak bisa berdiri tegak. Semua barang di apartemen jatuh. Syukur kepada Tuhan, kami berhasil menyelamatkan diri.”
Para Pemimpin Dunia Menyampaikan Belasungkawa
Sejumlah pemimpin dunia menyampaikan dukacita, antara lain:
- Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni
- Perdana Menteri India Narendra Modi
- Presiden Chile José Antonio Kast
Trump: Laporan Awal Tidak Menggembirakan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menulis di Truth Social bahwa Amerika Serikat siap memberikan bantuan.
Ia menulis: “Laporan awal menunjukkan situasinya tidak menggembirakan.”
Saat itu data awal menunjukkan:
- 32 orang meninggal dunia
- sekitar 700 orang dirawat di rumah sakit
Delcy Rodríguez: Operasi Penyelamatan Sangat Sulit
Dalam pidato kepada rakyat Venezuela, Delcy Rodríguez mengatakan:
- sedikitnya 20 gempa susulan telah terjadi,
- 32 korban meninggal telah dikonfirmasi (belum termasuk data dari La Guaira),
- sedikitnya 700 orang terluka dirawat di rumah sakit.
Ia mengatakan La Guaira merupakan wilayah yang paling parah terdampak, dengan puluhan bangunan runtuh.
Rodríguez menyebut gempa tersebut sebagai “tragedi yang sesungguhnya”, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, dan mengumumkan status darurat nasional.
Dua Gempa Besar Berkekuatan M7,2 dan M7,5
Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS):
- 24 Juni pukul 18.04 waktu setempat terjadi gempa M7,2 sekitar 24 km timur laut San Felipe, dengan kedalaman 20,3 km.
- Satu menit kemudian, pukul 18.05, terjadi gempa M7,5 sekitar 23 km tenggara Yumare, dengan kedalaman hanya 10 km.
Gempa dangkal tersebut menjadi salah satu penyebab utama besarnya tingkat kerusakan yang terjadi.
(***)


