EtIndonesia.com Pada Kamis (27/8/2026), pasukan Rusia melancarkan serangan besar-besaran ke berbagai wilayah Ukraina dengan mengerahkan hingga 258 drone serta menembakkan rudal. Serangan tersebut menyebabkan fasilitas pangan, energi, dan industri Ukraina mengalami kerusakan parah. Di sisi lain, militer Ukraina juga meningkatkan serangan terhadap kilang minyak dan berbagai sasaran di dalam wilayah Rusia.
Rusia bahkan mengancam akan membalas dengan menyerang sasaran militer Inggris, sehingga risiko keamanan bagi NATO meningkat. Sementara itu, Kantor Presiden Ukraina pada Kamis menyatakan bahwa Rusia dan Ukraina kemungkinan akan melanjutkan kembali perundingan pada September, dengan keterlibatan perwakilan Amerika Serikat. Ini menjadi secercah harapan perdamaian di tengah berkecamuknya perang.
Asap hitam tebal membumbung ke langit hingga menutupi matahari. Pada Kamis, Rusia melancarkan serangan rudal dan drone besar-besaran ke sejumlah wilayah Ukraina, termasuk Kyiv, Sumy, Kharkiv, dan Odesa. Sasaran serangan meliputi gudang pangan, pelabuhan, fasilitas energi, serta infrastruktur industri. Area pergudangan yang luas di sekitar Kyiv dilalap api.
“Serangan udara tersebut menyebabkan satu orang tewas dan tiga orang terluka, dengan tingkat keparahan luka yang berbeda-beda,” ujar Kepala Kantor Kejaksaan Wilayah Kharkiv, Borisenko.
Serangan udara berlangsung selama beberapa jam dan baru berakhir menjelang pagi. Militer Ukraina mengonfirmasi bahwa Rusia mengerahkan 258 drone dan sejumlah rudal yang belum diketahui jumlahnya. Pihak Ukraina mengatakan telah menembak jatuh 7 rudal balistik, 1 rudal jelajah antikapal, serta hampir 90 persen drone yang digunakan dalam serangan tersebut.
Sejumlah pihak menilai Moskow sedang bertaruh untuk menghancurkan moral masyarakat Ukraina dan berusaha memanfaatkan tekanan tersebut untuk memperoleh terobosan di wilayah Ukraina timur, yang selama ini belum berhasil dicapainya.
Sementara itu, Kyiv berusaha melumpuhkan industri-industri yang menopang perekonomian Rusia agar kemampuan Rusia untuk melanjutkan invasi semakin terbatas.
Pada Rabu, Ukraina melancarkan serangan drone terhadap sebuah kilang minyak besar Rusia di dekat Nizhny Novgorod, yang memicu kebakaran hebat.
Pada saat yang sama, sebuah gudang milik raksasa e-commerce Rusia Wildberries di wilayah Tambov, Rusia tengah, juga mengalami kebakaran.
Meskipun perang semakin brutal, para analis menilai bahwa sejauh ini belum ada tanda-tanda Rusia maupun Ukraina berada di ambang keruntuhan. Serangan udara Rusia belum berhasil menghancurkan sistem energi Ukraina, sementara serangan jarak jauh Ukraina terhadap Rusia juga belum cukup untuk memaksa Presiden Vladimir Putin menerima gencatan senjata.
Kantor Presiden Ukraina pada Kamis menyatakan bahwa Rusia dan Ukraina kemungkinan akan melanjutkan kembali perundingan pada September, dengan perwakilan Amerika Serikat turut berpartisipasi.
Selain itu, sebuah pusat perbelanjaan di Kota Donetsk yang berada di bawah kendali Rusia diserang oleh Ukraina pada Rabu, menyebabkan 11 orang terluka.
Pejabat setempat mengatakan bahwa berdasarkan analisis terhadap puing-puing rudal yang ditemukan, militer Ukraina menggunakan rudal jelajah Storm Shadow buatan Inggris.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia pada Kamis mengeluarkan ancaman bahwa sebagai respons, Rusia mungkin akan menyerang sasaran militer Inggris. Ini merupakan salah satu peringatan paling keras yang pernah dikeluarkan Rusia terhadap Inggris hingga saat ini.
Seperti diketahui, Inggris bukan hanya merupakan sekutu kuat Ukraina, tetapi juga anggota NATO. Pernyataan Moskow tersebut dalam beberapa hal dipandang sebagai bentuk provokasi terhadap NATO.
Menurut laporan The Wall Street Journal, penilaian intelijen terbaru Amerika Serikat menunjukkan bahwa Putin mungkin akan melancarkan serangan terbatas terhadap negara-negara anggota NATO dalam beberapa tahun mendatang, mulai dari serangan siber hingga invasi darat dalam skala kecil. Negara-negara Baltik kemungkinan menjadi sasaran, dengan tujuan menguji tekad dan respons NATO.
Sumber yang mengetahui masalah tersebut juga mengungkapkan bahwa Direktur CIA John Ratcliffe melakukan kunjungan mendadak ke Moskow pekan ini, yang diduga bertujuan memperingatkan Rusia agar tidak menyerang negara anggota NATO.
Namun, Kremlin pada Kamis membantah laporan tersebut dan mengatakan bahwa para pejabat intelijen kedua negara hanya melakukan pertemuan pada tingkat kerja.
Presiden Donald Trump juga berpendapat bahwa Putin tidak akan menyerang wilayah NATO.
Wartawan: “Mengapa Putin setuju atau berjanji untuk tidak menyerang wilayah NATO?”
Presiden AS Donald Trump: “Saya telah berbicara dengan mereka dengan sangat baik. Dia tidak akan menyerang wilayah NATO.”
Saat ini, salah satu isu utama yang membuat perundingan perdamaian terhenti adalah status Donbas di Ukraina timur. Kremlin menuntut Ukraina menyerahkan wilayah Donetsk sebelum perang berakhir, tetapi tuntutan tersebut ditolak oleh pihak Ukraina.
Di tengah tekanan pasukan Rusia yang terus maju, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy baru-baru ini menunjuk dua komandan Ukraina yang paling menonjol untuk memperkuat pertahanan benteng-benteng di Ukraina timur.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy: “Kami akan memperkuat posisi di wilayah Donetsk melalui dua kelompok tempur yang telah direstrukturisasi.”
Laporan gabungan reporter NTD Television, Yi Jing.


