EtIndonesia.com Pada 29 Agustus 2026, Desa Devghat di Nepal dilanda banjir bandang secara tiba-tiba. Puing-puing dan lumpur menutupi desa itu.
Sebanyak 28 warga India awalnya berencana melakukan perjalanan ziarah ke wilayah perbatasan Nepal–Tibet pada 26 Agustus. Namun, mereka secara kebetulan terhindar dari tanah longsor mematikan setelah perjalanan mereka tertunda selama 10 menit karena berhenti untuk minum teh. Keterlambatan singkat tersebut ternyata membuat mereka lolos dari maut.
Menurut laporan Times of India pada Minggu (30 Agustus), ke-28 orang tersebut berasal dari negara bagian Andhra Pradesh, Telangana, dan Karnataka. Mereka selamat dari bencana banjir Nepal dan kini telah kembali ke rumah masing-masing.
“Sebenarnya kami seharusnya tiba lebih awal, tetapi kami berhenti untuk minum teh selama 10 menit. Penundaan itu menyelamatkan nyawa seluruh 28 orang dalam rombongan kami. Setelah itu, sopir juga segera mengambil tindakan, memilih rute lain yang lebih aman dan membawa kami ke tempat yang selamat,” ujar salah seorang anggota rombongan mengatakan kepada Times of India.
Anggota rombongan lainnya mengatakan bahwa mereka meninggalkan hotel sekitar pukul 06.30 pagi. Setelah berkendara beberapa saat, mereka berhenti untuk beristirahat dan minum teh. Tidak lama kemudian, sopir menerima informasi bahwa banjir telah terjadi di depan mereka. Sopir segera memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan dan membawa seluruh rombongan ke tempat yang aman.
“Kami melihat dengan mata kepala sendiri beberapa bus terseret banjir. Beberapa desa juga hancur diterjang air. Suasananya sangat menegangkan. Kami berusaha menahan kepanikan dan meminta sopir membawa kami kembali ke hotel di Kathmandu,” katanya.
Seorang warga India lainnya mengatakan kepada Times of India:“Kami sebenarnya akan pergi ke lokasi yang terkena bencana, tetapi proses pengurusan visa mengalami keterlambatan selama tiga hari sehingga seluruh perjalanan kami ikut tertunda. Kalau tidak, saat itu kami mungkin sudah berada di sana dan mungkin juga tidak akan selamat.”

Memasuki hari kelima setelah banjir Nepal, berdasarkan data yang diumumkan Nepal dan Tiongkok, jumlah orang yang masih hilang kini mendekati 3.000 orang, sementara 691 jenazah telah ditemukan.
Pihak berwenang Nepal hari ini memperingatkan bahwa permukaan air sungai masih terus meningkat dan meminta tim penyelamat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Pada 30 Agustus 2026, operasi penyelamatan masih berlangsung di kawasan Trishuli Center, Distrik Nuwakot, Nepal.
Pada 29 Agustus, banjir bandang melanda kawasan Devighat, Distrik Nuwakot. Setelah banjir surut, warga terlihat berjalan di sepanjang jalan yang tertutup lumpur di antara rumah-rumah.
Pada hari yang sama, Desa Devghat dilanda banjir secara tiba-tiba, menyebabkan puing-puing dan lumpur menutupi wilayah desa.
Seorang perempuan terlihat memindahkan barang-barang yang berhasil diselamatkannya dari rumahnya yang hancur diterjang banjir di Devghat, Nepal.
Sumber : NTDTV.com





