11 Hari Setelah Bencana, Nepal Kembali Menyelamatkan Korban Selamat; Tibet Masih Belum Menemukan Korban Selamat

Sudah lebih dari 10 hari sejak banjir bandang dan tanah longsor melanda perbatasan Tiongkok–Nepal. Tim penyelamat Nepal terus menemukan dan menyelamatkan korban selamat dari dalam terowongan dan reruntuhan. Salah satunya adalah seorang pekerja asal Tiongkok yang secara ajaib bertahan hidup setelah terjebak selama 11 hari.

Sebaliknya, hingga saat ini, berdasarkan laporan resmi yang dipublikasikan pihak Tiongkok, belum ada kabar mengenai korban selamat yang ditemukan di Tibet. Bahkan, baru 10 hari setelah bencana terjadi, pihak Tiongkok untuk pertama kalinya mengkorganisasi media asing untuk melakukan peliputan di lokasi bencana.

EtIndonesia.com Pada 5 September, Lu Haitao, pekerja asal Henan berusia 49 tahun, berhasil diselamatkan dari sebuah terowongan sepanjang 225 meter di Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Upper Trishuli-1 di Nepal.

Ia telah terjebak selama 11 hari. Saat ditemukan, tidak terlihat adanya luka serius pada tubuhnya dan tanda-tanda vitalnya stabil. Ia hanya mengalami sedikit hipotermia. Setelah dievakuasi, ia dibawa dengan helikopter ke rumah sakit militer.

Sehari sebelumnya, tim penyelamat Nepal juga berhasil menyelamatkan dua pekerja dari terowongan pembangkit listrik tenaga air lainnya. Selain itu, pada 5 September seorang perempuan berhasil diselamatkan dari sebuah bangunan yang telah terendam banjir.

Pemerintah Nepal mengatakan bahwa hampir 20.000 personel keamanan telah dikerahkan untuk melakukan operasi penyelamatan. Hingga 5 September, sebanyak 1.344 orang meninggal dunia, sekitar 5.000 orang masih hilang, dan secara keseluruhan lebih dari 13.000 orang telah diselamatkan.

Sementara itu, di Tibet, yang berada tepat di seberang perbatasan, mediaan pemerintahan partai komunis Tiongkok hingga 4 September melaporkan 31 orang tewas dan 531 orang hilang. Namun, hingga kini, dalam informasi yang dipublikasikan kepada masyarakat, belum ada laporan mengenai korban hilang yang ditemukan hidup atau berhasil diselamatkan.

Menurut keterangan sejumlah keluarga warga Tiongkok yang masih hilang kepada Epoch Times, mereka telah bepergian dari Lhasa, Sichuan, dan berbagai daerah lainnya menuju lokasi bencana. Namun, mereka diberi tahu bahwa Kabupaten Gyirong (Jilong) telah ditutup.

Para keluarga korban menunggu di sekitar pos pemeriksaan, tetapi hingga kini mereka masih kesulitan memperoleh informasi yang jelas mengenai apakah anggota keluarga mereka masih hidup atau telah meninggal dunia.

Laporan gabungan wartawan NTD TV, Ning Xiu dan Zhao Jialin.

INSPIRASI ERABARU

Jangan Sembarangan Bersihkan Telinga! Serumen Ternyata Punya Manfaat Penting bagi Kesehatan

Serumen telinga ternyata memiliki peran yang jauh lebih penting dalam melindungi telinga daripada yang mungkin Anda sadari. Emma Suttie Serumen telinga memang lengket dan sedikit menjijikkan—kebanyakan...

Mengapa Kita Masih Membutuhkan Buku Fisik

Oleh Ila Bonczek Ila meraih gelar Sarjana dari College of Agriculture and Life Sciences, Cornell University. Ia tinggal di Garden State, tempat ia telah menanam...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine