JAKARTA, 4 September 2026 — Air yang kita gunakan sehari-hari tidak muncul begitu saja. Ia mengalir dari hulu, melewati berbagai wilayah, hingga akhirnya sampai ke rumah-rumah kita. Namun, perjalanan air itu sering kali terhalang oleh sampah, limbah, dan kerusakan lingkungan.
Untuk memahami bagaimana mengelola air secara utuh dari hulu hingga hilir, Menabung Air Foundation (MAF) mengunjungi Masyarakat Peduli Ciliwung (Mat Peci) di Jakarta, Jumat (4/9). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya MAF memperluas wawasan melalui praktik nyata pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
Bersama Seeker Revolution, salah satu kolaborator MAF, rombongan melihat langsung berbagai inisiatif yang telah dijalankan Mat Peci. Mulai dari pengelolaan sungai dan air, pengelolaan sampah dan limbah, hingga kegiatan peternakan yang melibatkan masyarakat sekitar.
Sungai Bukan Hanya Aliran Air, Tapi Ekosistem Kehidupan
Mat Peci telah lama dikenal sebagai komunitas yang aktif menjaga kelestarian Sungai Ciliwung. Mereka tidak hanya membersihkan sungai dari sampah, tetapi juga mengelola limbah agar tidak mencemari aliran air. Bahkan, mereka mengubah sampah organik menjadi pakan ternak dan kompos yang bermanfaat bagi warga.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan tidak bisa dilakukan secara parsial. Apa yang terjadi di hulu—misalnya pembuangan sampah atau perusakan hutan—akan berdampak langsung ke hilir, tempat ribuan orang menggantungkan hidup pada air sungai.
Usman Firdaus, Ketua Mat Peci, menegaskan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan.
“Pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan harus dilakukan secara menyeluruh, dari hulu sampai hilir. Apa yang terjadi di hulu akan berdampak ke hilir. Karena itu, kolaborasi dan keterlibatan masyarakat menjadi penting agar upaya menjaga sungai dan lingkungan dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Belajar dari Praktik, Bukan Sekadar Teori
Bagi Menabung Air Foundation, kunjungan ini bukan sekadar wisata edukasi. Ini adalah ruang untuk belajar langsung dari komunitas yang telah membuktikan bahwa pengelolaan air dan lingkungan bisa berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat.
Bella, Project Officer Menabung Air Foundation, mengungkapkan bahwa pengalaman ini sangat berharga bagi pengembangan program MAF ke depan.
“Bagi kami, kunjungan ini menjadi ruang untuk belajar langsung bagaimana pengelolaan lingkungan dapat terus berjalan dengan melibatkan masyarakat sekitar,” ujar Bella.
Kegiatan Mat Peci menunjukkan bahwa pengelolaan limbah tidak hanya mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga dapat menciptakan manfaat ekonomi dan mendorong keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan.
Kolaborasi untuk Masa Depan Air yang Lebih Baik
Kunjungan ini juga menjadi ajang pertukaran pengalaman antara MAF, Seeker Revolution, dan Mat Peci. Ketiganya sepakat bahwa menjaga air dan lingkungan adalah tanggung jawab bersama—bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dengan pendekatan berbasis masyarakat seperti yang dilakukan Mat Peci, pengelolaan air tidak lagi terasa sebagai beban, tetapi menjadi gerakan kolektif yang memberdayakan. Dan dari hulu hingga hilir, setiap langkah kecil yang diambil hari ini akan menentukan ketersediaan air bersih bagi generasi mendatang.


