Setelah Banjir di Putian, Fujian, Tiongkok, Rumah-Rumah Terus Ambruk 

EtIndonesia.com Topan Saudel telah tiga kali melakukan pendaratan dan menyebabkan berbagai wilayah di Zhejiang dan Fujian terdampak bencana. Di banyak daerah pedesaan di Putian, Fujian, rumah-rumah tua terus ambruk setelah terendam banjir. Warga mengatakan ada orang yang tewas atau hilang, tetapi pihak berwenang diduga menutup-nutupi informasi tersebut.

Akibat pendaratan kembali Topan Saudel, pada 3 hingga 4 September 2026, Kota Putian, Fujian, dilanda hujan lebat ekstrem. Sejumlah waduk melakukan pelepasan air dalam jumlah besar, menyebabkan banjir meluas di berbagai wilayah kota. Banyak rumah tua di pedesaan ambruk secara beruntun.

Meskipun air banjir kini mulai surut, desa-desa dan permukiman masih porak-poranda, sampah berserakan di mana-mana dan bau busuk menyengat. Sejumlah warga juga masih dinyatakan hilang.

“Banyak sekali rumah yang ambruk. Air memang sudah surut, tetapi rumah-rumah sudah menyerap air dan terus berjatuhan. Ada seorang lansia yang terjebak selama lebih dari 10 hingga 20 jam sebelum akhirnya diselamatkan. Ada juga orang yang hilang. Sebagian tertimbun reruntuhan rumah yang roboh, sebagian terseret banjir. Ada juga yang masuk ke garasi dengan mobil, tetapi mobilnya tidak sempat keluar dan mereka tewas tenggelam,” ujar Chen, warga Kota Huating, Distrik Chengxiang, Putian. 

Pada 4 hingga 5 September, warga terus melihat dan mendengar suara rumah-rumah yang ambruk, membuat mereka hidup dalam ketakutan.

Warga mengungkapkan bahwa sebagian besar rumah yang roboh adalah rumah tua yang dibangun sejak lama dengan struktur tanah liat, bata, atau campuran tanah dan bata. Biasanya rumah-rumah tersebut dihuni oleh lansia atau disewakan kepada pekerja migran. Sebagian kecil bangunan yang ambruk merupakan rumah yang dibangun sendiri oleh warga, dengan ketinggian antara lantai dua hingga lantai lima.

“(Bunyi keras!) Dengarnya? Rumah ambruk lagi. Itu suara rumah tanah yang roboh. Rumah tetangga di seberang juga mengkhawatirkan karena bangunan-bangunan ini sudah berusia puluhan tahun,” kata Li, warga Kota Baitang, Distrik Hanjiang, Putian. 

“Di dekat Danau Baitang, ada sebuah rumah empat lantai yang ambruk. Itu bukan rumah tanah. Rumah saya hanya dua lantai, lantai pertamanya hampir seluruhnya terendam. Rumah kami sudah berusia lebih dari 30 tahun. Setelah terendam seperti ini, rumah tersebut sudah termasuk bangunan berbahaya,” jelasnya. 

Sungai Mulan, yang dikenal sebagai “sungai induk” Kota Putian, juga menyebabkan dampak parah terhadap desa-desa di sepanjang alirannya. Rumah-rumah tua berbahan tanah di sejumlah desa, termasuk Xizhu dan Xinjiao di kawasan Gongchen, hampir seluruhnya ambruk. Kerugian harta benda yang dialami warga setempat sangat besar.

“Di beberapa tempat di Desa Xizhu, kedalaman air mencapai lebih dari 2 meter, bahkan 3 meter. Banyak rumah yang ambruk. Semua gudang terendam dan banyak mobil juga terendam. Saya keluar dari sana dengan menggunakan perahu karet. Perahu karet itu harus masuk kembali untuk menyelamatkan orang,” ujar Yang, warga kawasan Gongchen, Distrik Licheng, Putian. 

Warga mengatakan bahwa ketika waduk melepaskan air, masyarakat tidak diberi pemberitahuan tepat waktu untuk melakukan evakuasi. Kini, bantuan penyelamatan juga dinilai masih kurang.

Warga mengaku mengalami pemadaman listrik dan terputusnya pasokan air, bahkan ada yang harus menahan lapar selama dua hari.

Setelah banjir, banyak warga kehilangan hampir seluruh harta benda mereka dan tidak memiliki uang untuk membangun kembali rumah.

Lin, warga Kota Xindu, Distrik Licheng, Putian: “Banyak sekali rumah yang ambruk. Rumah-rumah yang sudah berusia lebih dari 100 tahun pada dasarnya hampir semuanya roboh. Banyak mobil juga terendam. Di desa kami, air tidak terlalu dalam, pada dasarnya mencapai sekitar setengah lantai. Airnya sangat kotor. Sungai sudah meluap penuh.”

Reporter NTD: Xiong Bin dan Bai Ni

INSPIRASI ERABARU

Jangan Sembarangan Bersihkan Telinga! Serumen Ternyata Punya Manfaat Penting bagi Kesehatan

Serumen telinga ternyata memiliki peran yang jauh lebih penting dalam melindungi telinga daripada yang mungkin Anda sadari. Emma Suttie Serumen telinga memang lengket dan sedikit menjijikkan—kebanyakan...

Mengapa Kita Masih Membutuhkan Buku Fisik

Oleh Ila Bonczek Ila meraih gelar Sarjana dari College of Agriculture and Life Sciences, Cornell University. Ia tinggal di Garden State, tempat ia telah menanam...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine