Kematian Mao Zedong 50 Tahun Lalu, Mengapa “Arwahnya” Masih Menghantui Tiongkok hingga Kini?

EtIndonesia.com Tanggal 9 September 2026 menandai 50 tahun kematian Mao Zedong, mantan pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT). Pada hari tersebut, sejumlah media Barat menerbitkan artikel yang mengulas pemimpin PKT yang selama 27 tahun menjalankan pemerintahan diktator di Tiongkok dan membawa bencana besar bagi rakyat Tiongkok.

Sebuah artikel Reuters menyebut, “Mao Zedong dan Revolusi Kebudayaan masih meninggalkan bayang-bayang panjang di Tiongkok, 50 tahun kemudian.” Laporan tersebut menyoroti Xi Jinping, yang pernah mengalami penganiayaan selama 10 tahun kekacauan Revolusi Kebudayaan. Kini, menurut laporan itu, Xi sedang membawa PKT kembali ke suasana era tersebut, ketika “setiap orang dibentuk oleh fanatisme dan gairah.”

Surat kabar Prancis Le Monde menerbitkan serangkaian artikel dengan judul “Mao Zedong, Warisan yang Berat”. Artikel-artikel tersebut menunjukkan bahwa kelaparan besar-besaran yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang disebabkan oleh kebijakan “Lompatan Jauh ke Depan” Mao Zedong di Tiongkok, merupakan salah satu kelaparan paling parah dalam sejarah umat manusia.

Radio France juga menerbitkan artikel berjudul “50 Tahun Setelah Wafatnya Mao Zedong, Mengapa ‘Arwahnya’ Tak Kunjung Pergi?” Artikel tersebut menyatakan bahwa Mao Zedong merupakan salah satu diktator yang menyebabkan jumlah kematian terbesar pada abad ke-20. Namun, selain jumlah korban jiwa, Tiongkok hingga kini masih menanggung luka sosial, budaya, dan lingkungan yang tidak dapat dipulihkan.

Sementara itu, rezim PKT yang dipimpin oleh pemimpin saat ini, Xi Jinping, justru sedang memulihkan sejumlah aspek kekuasaan Mao Zedong dan menghidupkan kembali warisan politiknya.

Deutsche Welle (DW) juga menerbitkan artikel berjudul “Tiongkok Belum Kembali ke ‘Era Mao’, tetapi Juga Tidak Pernah Benar-Benar Meninggalkannya.” Artikel tersebut menyatakan bahwa gerakan-gerakan yang dilancarkan Mao Zedong, termasuk reformasi tanah, penindasan terhadap kaum kontra-revolusioner, kampanye anti-kanan, Lompatan Jauh ke Depan, dan Revolusi Kebudayaan, telah meninggalkan luka sosial yang sangat besar.

Namun, Mao tetap menjadi tokoh penting dalam narasi legitimasi politik PKT.

Artikel tersebut mengutip komentar para akademisi yang mengatakan bahwa legitimasi PKT sendiri bergantung pada Mao Zedong. Jika Mao dievaluasi ulang secara menyeluruh, hal tersebut akan mengguncang Partai Komunis Tiongkok secara fundamental.

Lebih dari 40 Praktisi Falun Gong di Shijiazhuang Baru-baru Ini Mengalami Pelecehan dan Penganiayaan

Baru-baru ini terjadi aksi pelecehan dan penganiayaan secara besar-besaran terhadap praktisi Falun Gong di Kota Shijiazhuang, Provinsi Hebei. Dalam waktu hanya 11 hari, lebih dari 50 orang menjadi korban.

Menurut laporan Minghui.org, aksi penganiayaan tersebut diperintahkan langsung oleh Yang Dongchuan, kepala Kepolisian Kota Shijiazhuang yang baru menjabat. Polisi dari berbagai kantor kepolisian dan pos polisi di Shijiazhuang, bersama dengan petugas komite lingkungan, diperintahkan untuk melakukan pelecehan dari rumah ke rumah secara luas, melakukan penangkapan, serta menganiaya praktisi Falun Gong.

Menurut statistik yang belum lengkap, sejak 25 Agustus hingga 4 September tahun ini, sebanyak 45 orang mengalami pelecehan, 3 orang ditahan secara ilegal, dan 2 orang ditahan secara ilegal dalam tahanan. Selain itu, satu orang yang ditangkap hingga kini tidak diketahui keberadaannya.

Minghui.org menyatakan bahwa tindakan pelecehan dan penangkapan tersebut telah melanggar hak-hak konstitusional warga negara, hak-hak sipil warga negara, serta sejumlah ketentuan dalam hukum administrasi dan hukum pidana.

INSPIRASI ERABARU

Jangan Sembarangan Bersihkan Telinga! Serumen Ternyata Punya Manfaat Penting bagi Kesehatan

Serumen telinga ternyata memiliki peran yang jauh lebih penting dalam melindungi telinga daripada yang mungkin Anda sadari. Emma Suttie Serumen telinga memang lengket dan sedikit menjijikkan—kebanyakan...

Mengapa Kita Masih Membutuhkan Buku Fisik

Oleh Ila Bonczek Ila meraih gelar Sarjana dari College of Agriculture and Life Sciences, Cornell University. Ia tinggal di Garden State, tempat ia telah menanam...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine