EtIndonesia.com Pada 12 September siang waktu setempat, pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping tiba di New Delhi, India, untuk menghadiri KTT BRICS. Dalam kunjungan tersebut terjadi sejumlah insiden, termasuk adegan ketika penerjemah pria yang mendampinginya kembali dicegat oleh petugas keamanan.
Video yang beredar di internet menunjukkan bahwa Xi Jinping tiba di Pangkalan Angkatan Udara Palam di New Delhi dengan pesawat khusus. India hanya menugaskan seorang pejabat setingkat menteri untuk menyambutnya di bandara, yang dinilai jelas lebih rendah dibandingkan penyambutan ketika Xi menghadiri KTT BRICS di Afrika Selatan.
Pada Agustus 2023, ketika Xi Jinping menghadiri KTT BRICS di Afrika Selatan, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa secara langsung menyambut Xi di bandara. Namun, pada KTT BRICS kali ini di India, Perdana Menteri India Narendra Modi tidak terlihat hadir di bandara.
Sebelum Xi Jinping tiba di New Delhi, pihak Tiongkok telah mengirimkan dua mobil khusus Hongqi N701 ke New Delhi. Kedua kendaraan tersebut ditutupi rapat dengan penutup berwarna hitam dan sempat direkam warga ketika melintas di jalanan India. Setelah turun dari pesawat, Xi Jinping menggunakan mobil Hongqi tersebut menuju lokasi KTT BRICS.
Video yang beredar di platform X menunjukkan bahwa selama kunjungan Xi Jinping ke India terjadi sejumlah insiden. Setelah mobil yang ditumpangi Xi tiba di lokasi acara, situasi di area penyambutan tampak kacau dan tidak teratur.
习近平访问印度又翻车了。红旗车停稳后被晾在那里好一会儿,车头那边印方工作人员直接和中共人员吵了起来,迎接现场一片混乱无序。习近平下车后面色通红、一脸阴沉,明显在生闷气。这种被冷遇、被怠慢的场面,对这位党魁来说早就成了常态——可见他在国际上有多不受欢迎。 pic.twitter.com/p0yxIImLKJ
— YiFeng Su (@sam51824016070) September 12, 2026
Xi menunggu cukup lama di dalam mobil, tetapi tidak ada orang yang datang membukakan pintu untuknya. Sementara itu, para petugas dari pihak Tiongkok dan India yang berdiri di luar kendaraan tampak terlibat perdebatan dan saling menunjuk, meskipun tidak diketahui secara pasti apa yang mereka perdebatkan.
Setelah beberapa waktu, seseorang akhirnya membukakan pintu mobil Xi Jinping. Setelah turun, seorang pejabat India menyapanya secara singkat dan kemudian memberi isyarat agar Xi masuk ke lokasi acara. Xi Jinping berjalan seorang diri menuju karpet merah yang mengarah ke tempat acara. Wajahnya tampak memerah dan muram, seolah-olah merasa tidak nyaman karena mendapat sambutan yang dianggap dingin.
Penerjemah pria yang mendampinginya berusaha mengikuti Xi, tetapi dicegat oleh seorang petugas keamanan India yang memberi isyarat bahwa ia harus menggunakan jalur lain. Penerjemah tersebut kemudian berlari secepat mungkin menuju sisi lain. Adegan itu tampak cukup menggelikan.
Momen ketika penerjemah pendamping Xi Jinping dicegat petugas keamanan tersebut kemudian menjadi sorotan dan dianggap membuat Xi Jinping berada dalam situasi yang sangat canggung.
Video lainnya menunjukkan Xi Jinping tampak murung ketika berjalan seorang diri memasuki lokasi acara. Setelah masuk, ia terlihat menoleh ke berbagai arah sambil berjalan. Tidak lama kemudian, ia bertemu dan berfoto bersama Perdana Menteri India Narendra Modi, yang datang menyambutnya.
Setelah Modi berjabat tangan dengan Xi, ia berbalik dan memperkenalkan sebuah mural yang dipasang di luar lokasi acara. Karena tidak ada penerjemah di sampingnya dan Xi Jinping tidak dapat berbicara bahasa Inggris, ia tampak agak kebingungan. Untungnya, seorang penerjemah India segera maju untuk membantu sehingga situasi canggung tersebut dapat diatasi.
Pada malam harinya, Xi Jinping tidak menghadiri jamuan makan malam para kepala negara yang mengikuti KTT. Ini bukan pertama kalinya Xi absen dari jamuan makan malam KTT BRICS, yang menurut laporan tersebut menunjukkan kurangnya kemampuan diplomatiknya di panggung internasional.
Adegan ketika penerjemah Xi Jinping dicegat petugas keamanan pada KTT BRICS di Afrika Selatan pada 2023 juga kembali menjadi topik perbincangan.
Pada Agustus 2023, ketika Xi Jinping menghadiri KTT BRICS di Afrika Selatan, sebuah video di lokasi acara menunjukkan bahwa ketika Xi memasuki tempat acara, penerjemah pendampingnya entah bagaimana tertinggal. Sambil membawa tas kerja, penerjemah tersebut berlari kecil untuk mengejar Xi. Namun, ketika hendak memasuki lokasi acara, ia tiba-tiba dicegat oleh seseorang yang diduga petugas keamanan di pintu masuk.
Penerjemah pria tersebut berusaha keras melepaskan diri, tetapi petugas keamanan tetap menahannya dengan kuat dan segera menutup pintu.
Xi Jinping yang berjalan di depan mendengar keributan tersebut dan langsung menoleh. Namun, pada saat itu pintu besi sudah tertutup. Xi sempat ragu, tetapi akhirnya terpaksa melanjutkan langkahnya. Setelah berjalan beberapa langkah, ia kembali menoleh untuk melihat apakah penerjemahnya berhasil menyusul.
Bahkan setelah berjabat tangan dengan Presiden Afrika Selatan yang menyambutnya dan hendak meninggalkan lokasi, Xi masih secara spontan menoleh ke arah pintu besi tersebut. Namun, sejak awal hingga akhir, tidak ada seorang pun yang membuka pintu untuk membiarkan penerjemahnya masuk.
Saat itu, banyak warganet mengejek kejadian tersebut dengan mengatakan, “Wah, ini gawat. Penerjemahnya ditangkap, Xi Jinping hanya bisa diam sepanjang acara.”
Reporter: Luo Tingting, dirangkum dari berbagai sumber / Editor: Wen Hui


